cover
Contact Name
Mahmudi Siwi
Contact Email
Mahmudi Siwi
Phone
-
Journal Mail Official
mahmudisiwi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM]
ISSN : 23388021     EISSN : 23388269     DOI : -
JURNAL SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT [JSKPM] merupakan jurnal ilmiah nasional yang menyajikan artikel-artikel hasil penelitian, review dan editorial dalam ilmu sosiologi, antropologi, politik, komunikasi, ekologi manusia, psikologi sosial, agraria, kependudukan, pendidikan, penyuluhan, tatakelola sumberdaya alam, pengembangan masyarakat dan corporate social responsibility.
Arjuna Subject : -
Articles 514 Documents
Analisis Gender dalam Rumah Tangga Peserta Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Ambarwati Dwi Astuti Ningrum; Titik Sumarti; Asri Sulistiawati
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 3 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.v2i3.197

Abstract

Program Kawasan Rumah Pangan Lestari is goverment policy program that concern about food security. In implementation needs gender analysist to see gender issues that experienced by KRPL program’s participants household. The aims of this research are discribe analyze the characteristic of the partisipants KRPL program, analyzing gender equality in KRPL program’s participants household, and analyzing the relationship of household characteristic of KRPL program participants to the gender equality. This research is using quantitavie data approach with sensus metode that supported with qualitative data using indepth interview. The respondents are 30 household of KRPL program’s participants. The result of this research show that there’s still gender inequality on KRPL program participants household.Keywords : access, control, equality, food security----------------------ABSTRAKProgram Kawasan Rumah Pangan Lestari merupakan salah satu program kebijakan pemerintah tentang ketahanan pangan. Dalam pelaksanaannya, diperlukan analisis gender untuk melihat isu-isu gender yang dialami rumah tangga peserta program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan karakteristik rumah tangga peserta program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), menganalisis tingkat kesetaraan gender dalam rumah tangga peserta program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dan menganalisis hubungan antara karakteristik rumah tangga peserta program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dengan tingkat kesetaraan gender. Penelitian ini menggunakan pendekatan data kuantitatif dengan metode sensus yang didukung data kualitatif berupa wawancara mendalam. Responden terdiri dari 30 rumah tangga peserta program KRPL. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masih terdapat ketidaksetaraan gender pada rumah tangga peserta program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).Kata Kunci : akses, ketahanan pangan, kontrol, tingkat kesetaraan
Tindakan Pilihan PAngan Ibu untuk Anak BALITA Silpa Dewi Alawiyah; Nuraini Wahyuning Prasodjo
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 1 No. 3 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.1.3.397-420

Abstract

In the last two years, the prevalence of underweight nutritional status in children under five years old, has increased nationally. This improved underweight nutritional status was assumed as the results of the food choice practice. The selection of the type of food consumed by children is generally determined by the mothers’ practice, which could be selecting the type of food. The purpose of this research is to analyze the relation between main motive of food choices and the practice of the mothers in choosing food.The method used in this research is  a survey method.. The results of this research are : 1) main  motive of mothers’ food choice in both village is not related to their practice of food choice, 2)the practice of mothers’ food choice in Cisarua Village is not related to nutritional status. However, in the village of Pasanggrahan the practice of food choice is related to nutritional status.Keywords: Motives of food choice, Food choice, Nutritional status-------------------------------------------------------------------------------------------ABSTRAKPrevalensi status gizi underweight pada anak balita secara nasional pada dua tahun terakhir mengalami peningkatan. Peningkatan status gizi underweight tersebut diduga salah satunya akibat tindakan pilihan pangan. Pilihan  jenis pangan yang dikonsumsi seorang anak umumnya ditentukan oleh tindakan ibu. Tindakan ibu tersebut dapat berupa menyeleksi jenis pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan motif utama pilihan pangan dengan tindakan pilihan pangan oleh ibu. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei. Hasil dari penelitian ini adalah  motif utama pilihan pangan ibu di kedua desa tidak berhubungan dengan tindakan pilihan pangannya. Tindakan pilihan pangan  ibu di Desa Cisarua tidak berhubungan dengan status gizi, namun di Desa Pasanggrahan tindakan pilihan pangan berhubungan dengan status gizi.Kata Kunci : Motif utama pilihan pangan, Pilihan pangan, Status gizi
Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Wisata Berbasis Potensi Desa di Kampung Wisata Situ Gede Bogor Popy Marysya; Siti Amanah
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.1.59-70

Abstract

ABSTRACT Community participation in tourism management is a thing considered will be a tourism area development booster. In Situ gede is a new tourism which is maximizing the villager around that will be a management tourism area delvelopment booster. The development of a tourist area is supported by community participation in tourism management. The research aim to analyze the relationship of community participation in tourism management based village tourism potential in Situ Gede Bogor. Determining the respondent is using survey method by a spread 30 questionnaires to tourism busniessmen in Situ Gede. The characteristics of respondents are age, number of family members of education and duration of stay. The results of this study indicate that bthere is a significant relationship between age, duration and potential tourism area with participation rate.Keywords: participation community, tourism developent, village based tourism------------------- ABSTRAKPartisipasi masyarakat dalam pengelolaan sebuah pariwisata dianggap sebuah hal yang menjadi pemicu pengembangan suatu kawasan wisata. Kelurahan Situ Gede merupakan tempat wisata baru yang memaksimalkan partisipasi masyarakat sekitar yang menjadi pengelola kawasan dalam pengembangan kawasan wisata. Berkembangnya suatu kawasan wisata didukung dari partisipasi masyarakat dalam mengelolanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan wisata berbasis potensi desa di kawasan wisata Situ Gede, Bogor. Penentuan responden melalui metode survey yang disebar ke 30 pelaku usaha wisata di Situ Gede. Karakteristik responden yaitu umur, jumlah anggota keluarga,pendidikan dan lama menetap. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapatnya hubungan yang signifikan antara umur, lama menetap dan potensi kawasan wisata dengan tingkat partisipasi.Kata kunci: desa wisata, partisipasi masyarakat, pengembangan wisata
Keragaan Praktik Kearifan Lokal dan Keberlanjutan Hutan Nagari Aditya Muhammad; Saharuddin Saharuddin
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 5 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.5.667-680

Abstract

Local wisdom is very influential in forest conservation, for indigenous forest communities to have sustainable functions either from the environmental or ecological, economic and socio-cultural fields. The objectives of this study were to: (1) analyze the nagari forest management practices, (2) Analyze the values and practices of local wisdom on the management of nagari forests, (3) analyze the sustainability of nagari forests, (4) to analyze the relation of nagari forest management practices to the sustainability of forests nagari. Research methods used to explore facts, data, and information in this study used a quantitative approach with a questionnaire supported by in-depth interviews and observation. The results of this study indicate that there is a unidirectional relationship between the indicators of the characteristics of the Nagari forest and the sustainability of the Nagari forest consisting of ecological, socio-cultural and economic sustainability. On the other hand, the management practices of nagari forests are linked to the sustainability of nagari forests but not significant. Keywords: Forest sustainability, Local wisdom ABSTRAK Kearifan lokal sangat berpengaruh didalam pelestarian hutan, bagi masyarakat adat hutan memiliki fungsi yang berkelanjutan baik itu dari bidang lingkungan atau ekologi, ekonomi dan sosial-budaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk : (1) menganalisis praktik pengelolaan hutan nagari, (2) Menganalisis nilai dan praktik kearifan lokal pada pengelolaan hutan nagari, (3) menganalisis keberlanjutan hutan nagari, (4) menganalisis hubungan praktik pengelolaan hutan nagari dengan keberlanjutan hutan nagari. Metode penelitian yang digunakan untuk menggali fakta, data, dan informasi dalam penelitian ini digunakan pendekatan kuantitatif dengan kuesioner yang didukung dengan wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang tidak searah antara indikator-indikator karakteristik hutan nagari dengan keberlanjutan hutan nagari yang terdiri dari keberlanjutan ekologi, sosial-budaya dan ekonomi. Di sisi lain, praktik pengelolaan hutan nagari memiliki hubungan dengan keberlanjutan hutan nagari namun tidak signifikan.Kata Kunci : Kearifan lokal, Keberlanjutan hutan
Peranan Kepemimpinan dalam Resiliensi Komunitas terhadap Erupsi Gunung Merapi Istikasari, Yani; Panjaitan, Nurmala K
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 3 No. 3 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.3.3.%p

Abstract

Erupsi Gunung Merapi merupakan salah satu penyebab kerentanan komunitas Kalitengah Lor. Kerentanan membuat komunitas harus melakukan suatu upaya agar komunitas tersebut dapat resilien. Resiliensi komunitas akan terwujud dengan adanya aksi kolektif dan peranan kepemimpinan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kerentanan komunitas Kalitengah Lor, menganalisis aksi kolektif komunitas, menganalisis peranan kepemimpinan dalam resiliensi komunitas terhadap erupsi Gunung Merapi. Hasil penelitian menunjukkan komunitas Kalitengah Lor memiliki tingkat kerentanan tinggi. Peranan kepemimpinan dan tingkat partisipasi pada aksi kolektif komunitas Kalitengah Lor Tinggi. Peranan kepemimpinan dan adanya aksi kolektif komunitas dapat mengatasi dampak yang ditimbulkan dari erupsi gunung Merapi 2010 sehingga tingkat keberfungsian sistem dan tingkat kenyamanan komunitas Kalitengah Lor tahun 2017 meningkat. Resiliensi komunitas Kalitengah Lor dibangun melalui pembaharuan yang dilakukan pemimpin bersama komunitas dalam membangun wisata lokal, serta regenerasi dan reorganisasi kelembagaan di dalamnya.Kata kunci: aksi kolektif, peranan kepemimpinan, kerentanan, resiliensi komunitas.======ABSTRACTMount Merapi eruption is one of the causes of Kalitengah Lor’s community vulnerability. Vulnerability makes the community have to do an effort to make itresilient. Community resilience will be realized by collective action and the role of leadership. The purpose of this study was to analyze the vulnerability of Kalitengah Lor’s community, to analyze collective action,and to analyze the role of leadership in community resilience towardsMount Merapi eruption. The results show Kalitengah Lor’s community have a high level of vulnerability. The role of leadership and participation level of collective action in Kalitengah Lor’s community was high. The role of leadership and community’s collective action can overcome the impact of Mount Merapi eruption on 2010, so functioning system level of Kalintengah Lor’s community comfortable level was increased on 2017. Kalitengah Lor community is a resilient community. The resilience of Kalitengah Lor’s community was built through renewal by leader and community in local tourism development, the regeneration, and reorganization of the institutional in it.Keywords:collective action, role of leadership, vulnerability, community resilience.
EWIRAUSAHAAN SOSIAL DAN TARAF HIDUP MASYARAKAT TUNAGRAHITA (Kajian di “Kampung Idiot” Desa Karangpatihan, Jawa Timur) Nurfiani, Sari; Kolopaking, Lala M
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 3 No. 3 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.3.3.%p

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kapasitas lembaga  kewirausahaan sosial lokal dengan taraf hidup masyarakat tunagrahita di Desa Karangpatihan. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dan didukung dengan data kualitatif yang melibatkan responden warga tunagrahita. Rumah Harapan mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial warga tunagrahita dengan usaha keset kain perca (73,3%) meskipun indeks taraf hidup mereka paling rendah di masyarakat. Temuan ini didukung uji kuantitatif yang menunjukkan adanya korelasi signifikan antara kapasitas lembaga Rumah Harapan dan taraf hidup warga tunagrahita. Hal ini tidak terlepas dari adanya faktor internal dan eksternal yang mendorong Rumah Harapan. Sehingga penting untuk menemukan sosok wirausahawan sosial karena pendekatan komunitas tidak akan berhasil. Persoalan sosial tidak hanya bisa diselesaikan dengan memberi ‘bantuan’ tetapi  memberikan kompetensi atau kemampuan melalui pendekatan komunitas.Kata Kunci : pemberdayaan masyarakat, lembaga, kesejahteraan masyarakat======ABSTRACTThis research aimed to analyze the correlation between the capacity of social entrepreneurship institutions with the living standard of mental-retardation people in Karangpatihan Village. The method used a quantitative method and supported by qualitative data that involved mental-retardation people as respondent. Rumah Harapan was able to improve the economic and social welfare of the mental-retardation people through rags doormat business (73.3%). These research found were supported by a quantitative test that indicates a significant correlation between the capacity of Rumah Harapan and the standards of living of mental-retardation people. This condition was inseparable from the existence of internal and external factors that encouraged Rumah Harapan. It is necessary to figure the social entrepreneur. Without an entrepreneurial-minded individual, the community approach did not work. In addition, social problems could not only be complemented by providing 'ministration' but also driving competencies or capabilities through a community approach.Keyword : community empowerment, community welfare,  institution
Kewirausahaan Sosial dan Taraf Hidup Masyarakat Tunagrahita Nurfiani, Sari; Kolopaking, Lala M
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.3.1.%p

Abstract

This research aimed to analyze the correlation between the capacity of social entrepreneurship institutions with the living standard of mental-retardation people in Karangpatihan Village. The method used a quantitative method and supported by qualitative data that involved mental-retardation people as respondent. Rumah Harapan was able to improve the economic and social welfare of the mental-retardation people through rags doormat business (73.3%). These research found were supported by a quantitative test that indicates a significant correlation between the capacity of Rumah Harapan and the standards of living of mental-retardation people. This condition was inseparable from the existence of internal and external factors that encouraged Rumah Harapan. It is necessary to figure the social entrepreneur. Without an entrepreneurial-minded individual, the community approach did not work. In addition, social problems could not only be complemented by providing 'ministration' but also driving competencies or capabilities through a community approach.Keywords: community empowerment, community welfare, institution ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kapasitas lembaga  kewirausahaan sosial lokal dengan taraf hidup masyarakat tunagrahita di Desa Karangpatihan. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dan didukung dengan data kualitatif yang melibatkan responden warga tunagrahita. Rumah Harapan mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial warga tunagrahita dengan usaha keset kain perca (73,3%) meskipun indeks taraf hidup mereka paling rendah di masyarakat. Temuan ini didukung uji kuantitatif yang menunjukkan adanya korelasi signifikan antara kapasitas lembaga Rumah Harapan dan taraf hidup warga tunagrahita. Hal ini tidak terlepas dari adanya faktor internal dan eksternal yang mendorong Rumah Harapan. Sehingga penting untuk menemukan sosok wirausahawan sosial karena pendekatan komunitas tidak akan berhasil. Persoalan sosial tidak hanya bisa diselesaikan dengan memberi ‘bantuan’ tetapi  memberikan kompetensi atau kemampuan melalui pendekatan komunitas.Kata Kunci:  kesejahteraan masyarakat, lembaga, pemberdayaan masyarakat
Analisis Tingkat Keberlanjutan Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Daerah Berbasis Masyarakat Cindy Pricilla Muharara; Arif Satria
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.2.255-270

Abstract

The principles of sustainable development should be implemented in resource management, one of them by developing a Marine Protected Areas (MPA). This paper aims to analyze the sustainability level of community-based resource management in marine protected areas in Lembongan Village, Nusa Penida, Klungkung, Bali Province. The method used in this research is a quantitative approach with survey to 40 respondents and supported by qualitative data. Quantitative data analysis was performed using Multidimensional Scaling (MDS). The results of this research indicate that category from the sustainability level of community-based resource management in MPA of Nusa Penida is good, with stress score is 0.05100 or 5,1 percent, with RSQ is 0.98980 because of Awig-awig’s local wisdom.Keyword: community-based natural resource management (CBM), marine protected areas, sustainable resource management -----------------------ABSTRAKPrinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan hendaknya diimplementasikan dalam pengelolaan sumber daya, salah satunya dengan mengembangkan Kawasan Konservasi Perairan (KKP). Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keberlanjutan dari pengelolaan sumber daya berbasis masyarakat di kawasan konservasi perairan daerah (KKPD) di Desa Lembongan, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 40 responden dan didukung oleh data kualitatif. Analisis data kuantitatif menggunakan Multidimensional Scaling (MDS). Hasil MDS menunjukkan bahwa tingkat keberlanjutan pengelolaan sumber daya alam di KKPD Nusa Penida termasuk dalam kategori baik, dengan nilai stress 0.05100 atau 5,1 persen, dengan RSQ sebesar 0.98980 karena ada kearifan lokal Awig-awig.Kata Kunci: kawasan konservasi perairan, pengelolaan sumber daya alam berbasis masyarakat (PSBM), pengelolaan sumber daya berkelanjutan
Pengaruh Kepemimpinan Kepala Desa terhadap Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Pemanfaatan Dana Desa (Desa Pamijahan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat) Muhammad Rahmannuddin; Sumardjo Sumardjo
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.1.133-146

Abstract

ABSTRACTThe low level of community participation in the allocation of village funds indicates that the implementation of the village fund allocation still has not fully involved the community in the village financial management process. This is due to the weak leadership influence of the village head as the supreme leader who has full authority and responsibility in managing the region and its community. The low level of community participation has an impact on the lack of community satisfaction and trust in the village administration. This study uses a quantitative data approach supported by qualitative data in the form of in-depth interviews. Respondents consisted of 60 people divided into two categories namelynof community leaders and non-community leaders through stratified random sampling method. The results of this study indicate that there is a significant influence between the leadership of the village head on the level of community participation in the utilization of village funds.Keywords: leadership, participation, village funds----------------ABSTRAKRendahnya tingkat partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan dana desa menunjukkan bahwa implementasi dana desa masih belum sepenuhnya melibatkan masyarakat di dalam proses pengelolaan keuangan desa. Hal ini disebabkan oleh lemahnya pengaruh kepemiminan kepala desa sebagai pemimpin tertinggi yang memiliki wewenang dan tanggung jawab penuh dalam mengatur wilayah dan komunitasnya. Rendahnya partisipasi masyarakat berdampak pada kurangnya kepuasan dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan data kuantitatif yang didukung data kualitatif berupa wawancara mendalam. Responden terdiri atas 60 orang yang berdasarkan tingkat ketokohan yaitu tokoh masyarakat dan non tokoh masyarakat melalui metode stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kepemimpinan kepala desa terhadap tingkat partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan dana desa.Kata kunci: dana desa, kepemimpinan, partisipasi
Keterdedahan terhadap Tayangan Iklan dan Sikap Ibu dalam Memberi Pangan Balita (Desa Padasuka, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor) Annisa Idzni Yusrina; Nuraini W Prasodjo
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.2.195-206

Abstract

Infancy is the period a very important life and need special attention from the parents. Most parents are instrumental in growing flower child is the mother. Attitude is thought to be the function of the knowledge gained through the media ad impressions. This research the correlation of knowledge and the ads exposure food and knowledge about advertising with the attitude of the mother in the giving of food on a toddler. Type of this research in quantitative research with survey method of qualitative data supported by in-depth in interview method. Respondents consist of 40 of mother. The results showed a significant correlation ads exposured levels against the level of knowledge of the mother and the level of knowledge of the food the mother has in giving food on toddlers.Keywords: ads exposured, attitude, knowledge------------------- ABSTRAKMasa balita merupakan masa kehidupan yang sangat penting dan perlu perhatian yang khusus dari orangtua. Orangtua yang paling berperan dalam tumbuh kembang anak adalah ibu. Sikap diduga merupakan fungsi dari pengetahuan yang diperoleh melalui media tayangan iklan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keterdedahan iklan tentang pangan dan pengetahuan dengan sikap ibu dalam memberi pangan pada balita. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei yang didukung data kualitatif dengan metode wawancara mendalam. Responden terdiri dari 40 orang ibu. Hasil penelitian menunjukkan tingkat keterdedahan memiliki hubungan signifikan dengan tingkat pengetahuan ibu dan tingkat pengetahuan pangan ibu tidak memiliki hubungan signifikan dengan sikap ibu dalam memberi pangan pada balita. Kata kunci: keterdedahan  iklan, pengetahuan, sikap

Filter by Year

2017 2025