cover
Contact Name
Mahmudi Siwi
Contact Email
Mahmudi Siwi
Phone
-
Journal Mail Official
mahmudisiwi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM]
ISSN : 23388021     EISSN : 23388269     DOI : -
JURNAL SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT [JSKPM] merupakan jurnal ilmiah nasional yang menyajikan artikel-artikel hasil penelitian, review dan editorial dalam ilmu sosiologi, antropologi, politik, komunikasi, ekologi manusia, psikologi sosial, agraria, kependudukan, pendidikan, penyuluhan, tatakelola sumberdaya alam, pengembangan masyarakat dan corporate social responsibility.
Arjuna Subject : -
Articles 514 Documents
Partisipasi Masyarakat dalam Program Kampung Keluarga Berencana (KB) Annur Vicki Sabilla; Ninuk Purnaningsih
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 5 (2020): JSKPM
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.v4i5.569

Abstract

Kampung KB merupakan merupakan salah satu inovasi yang dicanangkan oleh BKKBN pada tahun 2016 guna mengatasi pertumbuhan penduduk dan mensejahterakannya. Program yang mencakup beberapa sektor ini membutuhkan partisipasi yang tinggi dari masyarakat. Partisipasi berkaitan dengan beberapa faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara faktor internal dan faktor eksternal dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam Program Kampung KB, khususnya pada kegiatan BKB, BKL, dan safari KB. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Faktor internal yang berhubungan dengan tingkat partisipasi adalah jenis pekerjaan. Faktor ekstenal yang berhubungan dengan tingkat partisipasi adalah peran pendampingan kader dan peran pengurus Kampung KB. 
Partisipasi Masyarakat dan Keberhasilan Pengembangan "Kampoeng Wisata Cinangneng" Desa Cihideung Udik, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor Destiyana Sundari; Ratri Virianita
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 5 (2020): JSKPM
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.v4i5.570

Abstract

ABSTRACTThe success in developing "Kampoeng Wisata Cinangneng (KWC)" can be seen from how the community participated in it. The purpose of this study was to analyze the level of community participation in developing “KWC”, analyze internal and external factors related to the level of community participation, analyze the success of “KWC”, and analyze the relationship between the level of community participation and the success of “KWC” development. This research was conducted in "Kampoeng Wisata Cinangneng", Cihideung Udik Village, Ciampea District, Bogor Regency. Respondents in this study were 50 people from Cihideung Udik Village who participated in the Development of “KWC”. The study showed that age (rs -0,288 ; p<0,05) and education level (rs 0,364 ; p<0,05) as internal factors are correlated to comunity participation stage (rs -0,160 ; p>0,005). Allso, correlation showed that external factors and the level of community participation (rs 0.562 ; p<0.05), such as the influence of driving actors (rs 0.508 ; p<0.05) and supporting facilities (rs 0.453 ; p<0.05). But, there is no correlation between the level of community participation and the success rate of developing "KWC" (rs 0.164 ; p>0.05). Although, there is correlation between of benefits of community participation stage and the success rate of developing “KWC” (rs 480 ; p<0.05). Keywords: society participation, the success of developing a “Kampoeng Wisata Cinangneng”. ABSTRAK                     Keberhasilan dalam mengembangkan “Kampoeng Wisata Cinangneng (KWC)” dapat dilihat dari seberapa berperannya masyarakat ikut berpartisipasi di dalamnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat partisipasi masyarakat dalam mengembangkan “KWC”, menganalisis faktor internal dan eksternal yang berhubungan dengan tingkat partisipasi masyarakat, menganalisis keberhasilan “KWC”, dan menganalisis hubungan antara tingkat partisipasi masyarakat dan tingkat keberhasilan pengembangan “KWC”. Penelitian ini dilakukan di “Kampoeng Wisata Cinangneng” Desa Cihideung Udik, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Responden dalam penelitian ini sebanyak 50 orang masyarakat Desa Cihideung Udik yang berpartisipasi dalam Pengembangan “KWC”. Penelitian ini menunjukkan bahwa umur (rs -0.288 ; p<0,05) dan tingkat pendidikan (rs 0,364 ; p<0,05) sebagai faktor internal berhubungan dengan tingkat partisipasi masyarakat (rs -0,160 ; p>0,005). Demikian juga, terdapat hubungan antara faktor eksternal dan tingkat partisipasi masyarakat (rs 0,562 ; p<0,05), seperti pengaruh aktor penggerak (rs 0,508 ; p<0,05) dan fasilitas pendukung (rs 0,453 ; p<0,05). Tetapi, tidak terdapat hubungan antara tingkat partisipasi masyarakat dan tingkat keberhasilan pengembangan "KWC" (rs 0,164 ; p>0,05). Meskipun, terdapat hubungan antara tahap menikmati hasil partisipasi masyarakat dan tingkat keberhasilan pengembangan "KWC" (rs 480 ; p<0,05). Kata kunci: keberhasilan pengembangan “Kampoeng Wisata Cinangneng”, partisipasi masyarakat
Tingkat Partisipasi Masyarakat dan Keberlanjutan Pengelolaan Bank Sampah di Desa Tuwel, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal Kiki Pamilutsih; Dwi Sadono; Endang Sri Wahyuni
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 5 (2020): JSKPM
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waste banks as a place for sorting and collecting waste that can be recycled and / or reused which has economic value but is oriented to environmental sustainability. Waste banks require community participation in their implementation so that they are expected to provide benefits. These benefits can make the waste bank program experience sustainability in carrying out waste management activities. The purpose of this study is to (1) analyze the level of community participation in Waste Banks; (2) analyze the factors related to the level of participation; and (3) analyze the relationship between the level of community participation and the level of sustainability of the waste bank program. Data were collected using questionnaire instruments and analyzed using Rank Spearman correlation test. The results of the study involving 50 respondents indicated that the factors related to the level of community participation were the level of non-formal education, government support, procurement of facilities and infrastructure, and the acquisition of incentives. The level of community participation is significantly related to the sustainability of waste management activities through waste banks. 
Persepsi tentang Banjir dan Partisipasi Warga dalam Strategi Mitigasi Bencana pada Komunitas Rawan Banjir Primadhani, Heradhyta Amalia; Panjaitan, Nurmala K
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 3 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.3.421-436

Abstract

Disasters can damage and cause harm from various aspects of life. Every individual can prevent disasters with disaster prevention measures. The actions taken are influenced by the perception of disaster. Perception is an element that supports citizen participation in disaster prevention efforts. The purpose of this study are to identify and analyze perceptions about disasters and citizen participation in disaster mitigation strategies. This study uses a quantitative approach with survey methods and is supported by qualitative data through in-depth interviews and observations. The number of samples chosen using incidental techniques amounted to 45 respondents. The selection of informants is done intentionally. The results showed that individual characteristics were not significantly related to the perception of disaster. Communities that perceive disasters well, make the community increasingly involved in disaster mitigation strategies but in carrying out personal responsibilities are less involved.Keywords: disaster, mitigation, participation, perception
Pengaruh Stereotip Gender dan Konflik Peran Gender Laki-laki terhadap Motivasi Kerja Pemuda Desa Putus Sekolah Ghania Ahsani Rahmadhani; Ratri Virianita
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.2.217-234

Abstract

Problem with dropping out are still common in Indonesia, especially in rural areas. Village youth prefer to work and not continue school. The decision was made because of the notion that men are the main breadwinners of the family. This assumption affects the psychological state of men called male gender role conflict. With the existence of gender stereotypes and conflicting male gender roles can trigger the motivation to work. The purpose of this study was to determine the direct influence of male gender stereotypes on the work motivation of youth dropping out of school and the indirect influence between them through men’s gender role conflict. This research uses a quantitative approach with a questionnaire and is supported by a qualitative approach through interviews. The results showed that there was direct and indirect influence between male gender stereotypes to work motivation of youth drop out. Indirect effects are mediated by men’s gender role conflict with partial mediation.Key words: drop out, gender role conflict, gender stereotypes, men, village youth, work motivationABSTRAKPermasalahan putus sekolah masih sering terjadi di Indonesia, terutama di daerah pedesaan. Pemuda desa lebih memilih bekerja dan tidak melajutkan sekolah. Keputusan tersebut dilakukan karena anggapan bahwa laki-laki sebagai pencari nafkah utama keluarga. Anggapan tersebut memengaruhi keadaan psikologis laki-laki yang disebut konflik peran gender laki-laki. Dengan adanya stereotip gender dan konflik peran gender laki-laki dapat memicu adanya motivasi bekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh langsung stereotip gender laki-laki terhadap motivasi kerja pemuda desa putus sekolah serta pengaruh tidak langsung di antara keduanya melalui konflik peran gender laki-laki. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan kuesioner dan didukung pendekatan kualitatif melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh langsung dan tidak langsung antara stereotip gender laki-laki terhadap motivasi kerja pemuda desa putus sekolah. Pengaruh tidak langsung dimediasi oleh konflik peran gender laki-laki dengan mediasi bersifat parsial.Kata kunci: konflik peran gender, laki-laki, motivasi kerja, pemuda desa, putus sekolah, stereotip gender
Hubungan antara Partisipasi Masyarakat dengan Efektivitas Program Kampung Iklim Desi Sekar Wangi; Pudji Muljono
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 5 (2020): JSKPM
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Kampung Iklim adalah Program adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang sudah diterapkan di beberapa wilayah di Indonesia. Dalam hal ini, pemerintah dan semua pihak berharap Program Kampung Iklim mampu mengatasi masalah perubahan iklim di wilayah Indonesia. Oleh karena itu, penulis meneliti tentang efektivitas Program Kampung Iklim di RW 07, Kelurahan Kebayoran Lama Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik individu dari masyarakat dan peran kader PKK sebagai aktor pada Program Kampung Iklim yang memiliki keterkaitan dengan partisipasi masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif didukung oleh data kualitatif dengan jumlah responden sebanyak 40 orang yang menggunakan teknik sensus dan informan dipilih secara sengaja (purposive). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan negatif atau tampak berhubungan tidak nyata antara partisipasi masyarakat dengan efektivitas Program Kampung Iklim.
Hubungan Tingkat Partisipasi Anggota Sekolah Peternakan Rakyat Muara Tigo Manunggal dengan Tingkat Pendapatan Kiagus Abdul Rofi; Amiruddin Saleh
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.1.15-24

Abstract

Animal husbandry in Indonesia is one way to meet food needs in Indonesia. The people's farm school program has now become a national program known as the people's livestock center. . One of the results of cattle raising is to increase family income. The research aims to produce an analysis of the level of participation of members in activities, analysis of the level of income of members, and analyze the relationship of the level of participation with the level of income of SPR members Muara Tigo Manunggal. The study uses survey methods with quantitative data in the form of questionnaires which are supported by qualitative data in-depth interviews with DPPT members. The number of respondents in the study was 34 people by taking 20 percent of the population. The results showed the level of member participation in SPR activities was still relatively low, the level of farmers' income was moderate, and there was a relationship between the level of participation and income level. Keywords: animal husbandry, food needs, income levels, participation, sekolah peternakan rakyat ABSTRAK Peternakan di Indonesia merupakan salah satu cara untuk pemenuhan kebutuhan pangan di Indonesia. Program sekolah peternakan rakyat sekarang telah menjadi program nasional yang dikenal dengan sentra peternakan rakyat. . Hasil dari ternak sapi salah satunya adalah untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Penelitian bertujuan untuk menghasilkan analisis tingkat partisipasi anggota dalam kegiatan, analisis tingkat pendapatan anggota, serta menganalisis hubungan tingkat partisipasi dengan tingkat pendapatan anggota SPR Muara Tigo Manunggal. Penelitian menggunakan metode survei dengan data kuantitatif berupa kuesioner yang didukung oleh data kualitatif wawancara mendalam dengan anggota DPPT. Jumlah responden dalam penelitian adalah 34 orang dengan cara mengambil 20 persen dari populasi. Hasil penelitian menunjukkan tingkat partisipasi anggota dalam kegiatan SPR masih tergolong rendah, tingkat pendapatan peternak tergolong sedang, dan terdapat hubungan antara tingkat partisipasi dengan tingkat pendapatan.Kata Kunci: kebutuhan pangan, partisipasi, peternakan, sekolah peternakan rakyat, tingkat pendapatan
Strategi Adaptasi Rumah Tangga Petani dan Non Petani Terdampak Banjir Rob Muhammad Fathan Raditasani; Ekawati Sri Wahyuni
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.1.25-36

Abstract

The impact of climate change increasingly felt in every country including Indonesia. One of the forms of climate change that happened in Indonesia is a tidal flood in the coastal areas, so the households should have to adapt to the tidal flood. The purpose of this study is to explain how coastal households survive the tidal flood. The research data collected by a survey to farmer’s and non-farmer’s household in Timbulsloko Village, Sayung Regency, Demak District, Central Java. Farmer’s and non-farmer’s household adapt in physical strategies like rising the house floor and economic strategies like getting additional income from non-agricultural works. Non-agricultural works have become the primary choice of work by the head and other members of a household because the only agricultural works left in the village is becoming fisherman as almost all the agriculture land and fishpond submerged by tidal flood.Keywords: adaptation strategies, farmer’s and non farmer’s household, tidal flood ABSTRAK Dampak perubahan iklim semakin terasa di setiap negara di dunia, termasuk Indonesia. Salah satu bentuk perubahan iklim di Indonesia adalah banjir rob yang terjadi di pesisir Indonesia, sehingga penduduk yang terdampak harus melakukan adaptasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan upaya masyarakat pesisir dalam mengatasi banjir rob. Data penelitian dikumpulkan dengan survey pada rumah tangga petani dan non petani di Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Hasil dari penelitian ini adalah tidak ada perbedaan strategi adaptasi yang dilakukan oleh rumah tangga petani dan non petani. Rumah tangga petani dan non petani beradaptasi dengan banjir rob dengan melakukan strategi fisik seperti mengurug lantai rumah dan strategi ekonomi dengan menambah pendapatan dari pekerjaan di bidang non pertanian. Pekerjaan non pertanian menjadi pilihan bagi kepala rumah tangga dan anggota keluarga lain karena pekerjaan pertanian yang tersisa hanya menjadi nelayan setelah tanah pertanian dan tambak terendam banjir rob.Kata Kunci: banjir rob, rumah tangga petani dan non petani, strategi adaptasi
Perhutanan Sosial dan Langgengnya Ketimpangan Penguasaan Lahan Hutan Oktaviani, Ananda Diah; Soetarto, Endriatmo
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 3 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.3.309-324

Abstract

Hutan merupakan kesatuan ekosistem yang vital perannya bagi masyarakat sekitar hutan. Dalam upaya mengurangi ketimpangan penguasaan, pemerintah melegalisasi penguasaan yang dilakukan oleh masyarakat di wilayah kerja Perhutani dengan Perhutanan Sosial skema IPHPS. Peraturan tersebut merubah sistem tenurial yang telah ada dan menciptakan kapital-kapital dalam lapisan sosial paling atas pada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan sistem tenurial pasca Perhutanan Sosial IPHPS dengan stratifikasi sosial baru dalam masyarakat serta implementasi Perhutanan Sosial dengan skema IPHPS mengubah sistem tenurial yang mengarah pada pemerataan dan keadilan agraria. Lokasi penelitian ini yaitu Dusun Patrol, Desa Dano, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut. Metode yang digunakan untuk menggali fakta, data, dan informasi dalam penelitian adalah pendekatan kuantitatif melalui metode survei dengan kuesioner dan didukung data kualitatif dengan teknik wawancara mendalam. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling dan snowball. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman dan uji Paired T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang lemah diantara sistem tenurial pasca Perhutanan Sosial dengan stratifikasi sosial yaitu dengan P-value dari korelasi 0,048 dan nilai koefiesien Rank Spearman sebesar 0.261. Adapun perubahan sistem tenurial pasca Perhutanan Sosial meliputi penguasan lahan yang lebih luas oleh elit petani, durasi penguasaan yang diperpanjang, penguasaan moda produksi lebih dimiliki oleh elit, dan menurunnya intensitas relasi dengan Perhutani.Kata Kunci: penguasaan lahan, perhutanan sosial, stratifikasi sosial masyarakat======ABSTRACTThe forest is a vital ecosystem for the community around the forest. In an effort to reduce tenure inequality, the government legalized the tenure carried out by communities in the Perhutani working area with Social Forestry requiring IPHPS. The regulation changes the existing tenure system and creates capital in the upper social layer of society. This study aims to analyze the relationship between the post-Social Forestry IPHPS tenure system with new social stratification in the community and the implementation of Social Forestry by implementing IPHPS to change the tenure system that is directed at agrarian equality and agrarian. The location of this research is Patroli Hamlet, Dano Village, Leles District, Garut Regency. The method used to support facts, data, and information in research is quantitative through survey methods with questionnaires and supported by qualitative data with advanced interview techniques. Sampling was done by accidental sampling and snowball techniques. Data were analyzed using the Spearman Rank trial and Paired T-test. The results showed that there was a weak relationship between the post-social Forestry tenure system and social stratification, with a P-value of 0.048 and a Spearman Rating coefficient of 0.261. Related to changes in the tenure system post-Social Attention Regarding broader land tenure by the peasant elite, increased extended tenure, more dominant modes of production demanded by the elite, and increasing intensity of relations with Perhutani.Keywords: community social stratification, land tenure, social forestry
Partisipasi, Keefektifan Program, dan Keberdayaan Ekonomi Masyarakat dalam Implementasi Program Corporate Social Responsibility Imron Rosidi; Sumardjo Sumardjo
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 5 (2020): JSKPM
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehadiran perusahaan dalam suatu wilayah berpotensi menimbulkan konflik dan ketimpangan di masyarakat sekitar perusahaan. Perusahaan tambang minyak merupakan salah satu contoh sektor industri yang sangat produktif dalam penambahan pendapatan Negara. Di sisi lain, sektor pertambangan juga menjadi sektor yang cenderung rentan terhadap konflik dan ketimpangan ekonomi. Program tanggungjawab sosial perusahaan atau CSR berperan mengelola potensi konflik dan mencegah ketimpangan di masyarakat sekitar perusahaan tambang. Tujuan penelitian ini adalah (1) Menganalisis hubungan antara prasyarat partisipasi dengan partisipasi masyarakat dalam implementasi program CSR; (2) Menganalisis hubungan antara faktor-faktor yang berhubungan dengan partisipasi masyarakat dalam implementasi program CSR; (3) Menganalisis hubungan partisipasi masyarakat dengan keberdayaan ekonomi dalam implementasi program CSR; (4) Menganalisis hubungan partisipasi masyarakat dengan keefektifan program CSR; dan (5) Menganalisis hubungan partisipasi masyarakat dengan keefektifan program CSR. Pengambilan data dilakukan dengan metode sensus sebagai data primer dengan panduan kuesioner dan data kualitatif digunakan peneliti dengan melakukan wawancara mendalam kepada informan menggunakan panduan pertanyaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Prasyarat partisipasi menunjukkan keterkaitan yang sangat kuat dengan setiap tahap partisipasi masyarakat; (2) Faktor internal dan eksternal berperan kuat terhadap penguatan partisipasi masyarakat; (3) Keberdayaan ekonomi menunjukkan memperkuat partisipasi masyarakat dalam program CSR; (4) Partisipasi masyarakat telah memperkuat keefektifan program CSR; dan (5) Keberdayaan ekonomi telah memperkuat keefektifan CSR.

Filter by Year

2017 2025