cover
Contact Name
Mahmudi Siwi
Contact Email
Mahmudi Siwi
Phone
-
Journal Mail Official
mahmudisiwi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM]
ISSN : 23388021     EISSN : 23388269     DOI : -
JURNAL SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT [JSKPM] merupakan jurnal ilmiah nasional yang menyajikan artikel-artikel hasil penelitian, review dan editorial dalam ilmu sosiologi, antropologi, politik, komunikasi, ekologi manusia, psikologi sosial, agraria, kependudukan, pendidikan, penyuluhan, tatakelola sumberdaya alam, pengembangan masyarakat dan corporate social responsibility.
Arjuna Subject : -
Articles 514 Documents
KEPEMIMPINAN KETUA KELOMPOK TANI, KEDINAMISAN KELOMPOK DAN KEMAMPUAN ANGGOTA DALAM USAHATANI Maylina, Erin; Amanah, Siti
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 3 No. 3 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.3.3.%p

Abstract

ABSTRACTThe leadership of farmers’ group plays a crucial role in boosting the group dynamic as well as the ability of the member. The research aims at analyzing the relations between the leadership of farmers’ groups and the group dynamic and ability of the group member in managing the farm, survey to two farmer’s groups namely Bina Mekarsari and Rawasari was conducted in Purwasari Village, Dramaga District, Bogor Regency. A number of 15 active members from each group were selected as respondents (total farmers involved in the survey were 30)., Interviews with the respondents were administered to gather the data about the leadership and the dynamics of the group. Rank-Spearman Correlation was used to test the correlation between the variables. The research results show that the leadership behaviour and leadership abilities have positive correlation with the level of dynamism of Rawasari Farmers Group. There is no correlation between, leadership styles and the level of group dynamics. However, in Bina Mekarsari Farmer Group, the three leadership indicators do not have correlation with the level of group dynamics. It is also interesting in the two groups, individual characteristics of farmers do not correlate with the group dynamics and also the correlation does not exist between the group dynamics and the ability to manage the farms. This indicates, the leaders of the groups are the centrals for the groups and the members to develop better.Keywords: ability of group members, farmer group, group dynamics, leadershipABSTRAKKepemimpinan kelompok tani memainkan peran penting dalam meningkatkan dinamika kelompok serta kemampuan anggota. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kepemimpinan kelompok tani, dinamika kelompok dan kemampuan anggota kelompok dalam mengelola pertanian, survei terhadap dua kelompok tani yaitu Bina Mekarsari dan Rawasari dilakukan di Desa Purwasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Sejumlah 15 anggota aktif dari masing-masing kelompok dipilih sebagai responden (jumlah petani yang terlibat dalam survei adalah 30). Wawancara dengan responden diberikan untuk mengumpulkan data tentang kepemimpinan dan dinamika kelompok. Korelasi Rank-Spearman digunakan untuk menguji korelasi antara variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku kepemimpinan dan kemampuan kepemimpinan memiliki korelasi positif dengan tingkat dinamika Kelompok Tani Rawasari. Tidak ada korelasi antara gaya kepemimpinan dan tingkat dinamika kelompok. Namun, pada Kelompok Tani Bina Mekarsari, ketiga indikator kepemimpinan tersebut tidak memiliki korelasi dengan tingkat dinamika kelompok. Menariknya pada dua kelompok, karakteristik individu petani tidak berkorelasi dengan dinamika kelompok dan juga tidak ada korelasi antara dinamika kelompok dan kemampuan mengelola pertanian. Ini menunjukkan, pemimpin kelompok adalah pusat bagi kelompok dan anggota untuk berkembang lebih baik.Kata kunci: dinamika kelompok, kelompok tani, kemampuan anggota, kepemimpinan
Tingkat Kesetaraan Gender dalam Rumah Tangga Peserta Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Audia Rahma; Siti Amanah
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.2.207-216

Abstract

Sustainable Reserve Food Garden (SRFG) is a program initiated by the Ministry of Agriculture to increase households food security. The program involves the households that consist of men and women in the activities of SRFGP. To see whether the program has addressed gender equality,  the research aims to analyze how the beneficiary households characteristics of SRFG, how men, women in the beneficiary households divides the division of labours and how the external supports towards the implementation of SRFGP. A census was conducted to 46 beneficiary households of SRFGP who are members of the Melati, Dahlia, and Mawar Women's Farmers Group (WFG) also supported by in-depth interviews to six informants including three chiefs of each WFG, chief of combined farmer group (CFG), agricultural extension officer, and the Village Head of Cikarawang. Most of the beneficiary households have a low level of gender equality in the implementation of SRFGP. The results show the issues of subordination and multi burden that experienced by women in the division of labours arises due to strong social value in the community, women are conceived to be responsible to activities such as managing the households and family, whilst men embedded as head of the family and responsibility to protect the family socio-economically.Keywords: gender equality, rural households, SRFGABSTRAKKawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) merupakan program yang dikembangkan oleh Kementerian Pertanian guna memenuhi ketahanan pangan rumah tangga. Program ini melibatkan rumah tangga yang terdiri dari laki-laki dan perempuan dalam kegiatan Program KRPL. Untuk melihat apakah program ini telah menerapkan prinsip kesetaraan gender, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana karakteristik rumah tangga peserta Program KRPL, bagaimana pembagian kerja dalam rumah tangga peserta dan bagaimana dukungan lingkungan dalam pelaksanaan Program KRPL. Sensus dilakukan terhadap 46 rumah tangga peserta Program KRPL anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati, Dahlia, dan Mawar juga didukung wawancara mendalam kepada enam informan yaitu tiga ketua masing-masing KWT, ketua gapoktan, penyuluh pertanian, dan Kepala Desa Cikarawang. Sebagian besar rumah tangga peserta memiliki tingkat kesetaraan gender yang rendah dalam pelaksanaan Program KRPL. Hasil penelitian menunjukkan terdapat Isu subordinasi dan  beban kerja ganda yang dialami perempuan dalam pembagian kerja rumah tangga muncul akibat kuatnya nilai sosial dalam masyarakat yang dominan menempatkan perempuan pada kegiatan mengatur urusan rumah dan keluarga, sementara laki-laki sebagai kepala keluarga lebih dikhususkan untuk melindungi keluarga secara sosial ekonomi.Kata kunci: kesetaraan gender, Program KRPL, rumah tangga di pedesaan
Pengaruh Konversi Lahan terhadap Strategi Pemanfaatan Modal Nafkah Rumah Tangga Buruh Tani Prastiwi, Hesti; Sihaloho, Martua
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 3 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.3.407-420

Abstract

Lahan merupakan salah satu sumber daya agraria yang sangat penting bagi petani dikarenakan lahan merupakan salah satu sumber untuk bertahan hidup. Sesuai dengan Undang-Undang Dasar Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Pembangunan yang terjadi di Indonesia semakin masif, menimbulkan konversi lahan bersifat permanen ketika lahan sawah beririgasi berubah menjadi kawasan pemukiman atau industri. Konversi lahan yang terjadi menyebabkan hilangnya beberapa atau seluruh modal nafkah yang ada. Perubahan modal nafkah ini akan mengakibatkan perubahan strategi nafkah petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak konversi lahan terhadap strategi nafkah dan pengaruh pemanfaatan  modal nafkah  terhadap strategi nafkah rumah tangga. Lokasi penelitian ini yaitu Desa Pasirgaok, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor. Metode yang digunakan untuk menggali fakta, data, dan informasi dalam penelitian adalah pendekatan kuantitatif melalui metode survei dengan kuesioner yang didukung oleh data kualitatif melalui wawancara dan studi literatur hingga diperoleh hasil bahwa dampak konversi lahan mempengaruhi modal dan strategi nafkah.Kata Kunci: buruh tani, konversi lahan, modal nafkah, strategi nafkah=====ABSTRACTLand is one of the most important agrarian resources for farmers because land is one source of livelihood survival. According to Constitution Number 41 Year 2009 on concerning The Protection of Sustainable Food Agriculture. The development that is taking place in Indonesia is increasingly massive leading to permanent land conversion when technical irrigated rice fields change into residential or industrial areas. The land conversion that occurs causes a loss of some or all existing livelihood asset. This change in livelihood asset will result in a change in farmers livelihood strategies. This study aims to analyze the influence of the impact of land conversion towards livelihood strategies and the influence of the utilization of livelihood asset towards the livelihood strategies households. The location of this research is Pasirgaok Village, Rancabungur District, Bogor Regency. The method used to extract facts, data, and information in the research is the quantitative approach through survey method with questionnaires supported by qualitative data through interview and literature study until it is obtained that the impact of land conversion towards landless farmer household’s assets and livelihood strategies.Keywords: land conversion, landless farmer, livelihood asset, livelihood strategies
Sistem Pengelolaan Ekowisata dan Dampaknya terhadap Kesejahteraan Anggota Komunitas Selaras Alam Fauziah, Piranti Dwi; Kinseng, Rilus A
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 3 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.3.325-340

Abstract

Ekowisata merupakan suatu bentuk wisata yang bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan serta dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Ekowisata Istana Rakyat memiliki dampak positif yaitu meningkatnya kesejahteraan anggota komunitas Selaras Alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pengelolaan dan partisipasi Komunitas Selaras Alam dalam Ekowisata Istana Rakyat, menganalisis peningkatan kesejahteraan anggota secara keseluruhan sebelum dan setelah bergabung dengan Komunitas Selaras Alam dalam kegiatan ekowisata, dan menganalisis hubungan partisipasi dalam pengelolaan Ekowisata Istana Rakyat dengan peningkatan kesejahteraan anggota dalam kegiatan ekowisata. Teknik pengambilan data pada penelitian ini menggunakan metode sensus dengan pendekatan kuantitatif yang didukung dengan kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa adanya hubungan yang cukup kuat antara tingkat partisipasi dengan tingkat kesejahteraan anggota komunitas Selaras Alam. Hal ini dikarenakan tingkat kesejahteraan yang maningkat dapat menambah kemauan anggota untuk berpartisipasi. Selanjutnya, secara statistik terdapat perbedaan yang bermakna antara tingkat kesejahteraan anggota sebelum dan setelah bergabung dengan komunitas Selaras Alam.Kata kunci: ekowisata, dampak, kesejahteraan masyarakat=======ABSTRACTEcotourism is a form of tourism that is responsible for environmental sustainability and also can improve the welfare of the local community. Istana Rakyat Ecotourism has a positive impact, namely the increased welfare of members of the Selaras Alam community. This research aims to analyze management system and participation of Selaras Alam Community in the Istana Rakyat Ecotourism, analyzing the improvement of the welfare in overall the members before and after joining Selaras Alam Community in ecotourism activities and  Analyzing the relationship of participation in the management of the Istana Rakyat Ecotourism with improvement welfare of members in the activities of ecotourism. Data collection technique in this research used the census with a quantitative approach supported by qualitative. The result obtained indicate that there is a strong correlation between the levels of participation and the level of welfare of members Selaras Alam community. This is because a high level of welfare can increase the willingness of members to participate. Then, with statistical analysis, there are significant differences between the level of welfare of members before and after the joining the Selaras Alam community.Keywords: ecotourism, impact, community’s welfare
Analisis Strategi Adaptasi dan Kerentanan Nafkah Rumahtangga Petani di Kawasan Pasang Surut Liantiame, Liantiame; Dharmawan, Arya Hadi
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 3 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.3.341-360

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur, strategi adaptasi, dan kerentanan nafkah petani penduduk transmigran dan lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian survei dengan menggunakan kuesioner dan didukung oleh data kualitatif melalui wawancara mendalam. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dua komunitas yang berbeda memiliki ekosistem yang sama dan menghadapi tekanan yang sama tetapi merespon krisis dengan cara yang berbeda. Pendapatan struktur nafkah dari sektor on farm pada rumah tangga petani transmigran lebih banyak daripada masyarakat lokal. Strategi adaptasi rumah tangga petani transmigran lebih tinggi daripada masyarakat lokal sehingga memiliki kerentanan nafkah yang rendah. Rumah tangga petani lokal lebih rentan terpapar oleh pengaruh air pasang karena melakukan strategi adaptasi yang lebih sedikit. Kata kunci: kerentanan nafkah, strategi adaptasi, struktur nafkah=====ABSTRACTThis study aims to analyze the structure, adaptation strategies, and vulnerability of transmigrants and local residents. The research method used was survey research using a questionnaire and supported by qualitative data through in-depth interviews. The results of this study show that two different communities have the same ecosystem and face the same pressure but respond to the crisis in different ways. The income structure of livelihoods from the on-farm sector in transmigrant farmer households is more than the local community. The adaptation strategy of transmigrant farmer households is higher than that of the local community and thus has a low livelihood vulnerability. The households of local farmers are more susceptible to exposure to the influence of the tide because they carry out fewer adaptation strategies.Keywords: Livelihood vulnerability, adaptation strategy, livelihood structure
Hubungan Partisipasi Petani dalam Pertanian Organik dengan Taraf Hidup Akmalia Akmalia; Zessy Ardinal Barlan
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 5 (2020): JSKPM
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.v4i5.550

Abstract

 Pengembangan sektor ekonomi domestik diharapkan mampu meningkatkan kedaulatan pangan di Indonesia. Salah satu sasaran dari peningkatan kedaulatan pangan yaitu pengembangan 1000 Desa Pertanian Organik. Pengembangan 1000 Desa Pertanian Organik tidak akan berjalan dengan baik jika tidak adanya partisipasi petani yang beralih ke sistem pertanian organik. Tujuan dari penulisan ini adalah mengidentifikasi hubungan partisipasi dengan taraf hidup setelah mengikuti kegiatan pertanian organik. Metode penelitian yang digunakan untuk menggali fakta, data, dan informasi dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Hasil penelitian ini menemukan bahwa petani berpartisipasi dalam pertanian organik. Namun dari segi taraf hidup setelah berpartisipasi dalam pertanian organik belum menunjukkan peningkatan taraf hidup yang signifikan dari hasil pertanian organik.Kata kunci: tingkatan partisipasi, pertanian organik, taraf hidup
Hubungan antara Dinamika Kelompok dengan Keberlanjutan Kelembagaan Rafa Aprillia; Zessy Ardinal Barlan
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.1.99-112

Abstract

Institutional agriculture in the village is one of the efforts to develop rural communities. One of the agricultural institutions that play a role is the Farmer Women Group. The purpose of this study is to look at the relationship between group dynamics and institutional sustainability. This research uses quantitative methods approach is carried out by survey using questionnaire instruments while qualitative data is obtained through in-depth interview and observation guidelines. The results of this research show that KWT Pelangi is superior to two elements compared to KWT Sekar Melati includes group structure and group atmosphere, while KWT Sekar Melati is just one element include group cohesiveness and the six other elements both of KWT Sekar Melati and KWT Pelangi are of moderate value. The three elements of institutional sustainability include the sustainability of production, the sustainability of partnership, economic sustainability both of KWT Sekar Melati dan KWT Pelangi are of moderate value. The relationship between group dynamics and institutional sustainability KWT Pelangi has two elements namely the sustainability of partnership and economic sustainability. However, there is one element in KWT Sekar Melati namely economic sustainability.Keywords: Group Dynamics, Farmer Women Group, Institutional Sustainability ABSTRAKKelembagaan pertanian di desa menjadi salah satu upaya pembangunan masyarakat perdesaan. Salah satu kelembagaan pertanian yang berperan adalah Kelompok Wanita Tani. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara dinamika kelompok dengan keberlanjutan kelembagaan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dilakukan dengan survei dengan menggunakan kuesioner sedangkan data kualitatif didapatkan melalui panduan wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan KWT Pelangi lebih unggul dua unsur dinamika kelompok yakni struktur kelompok dan suasana kelompok, sedangkan KWT Sekar Melati hanya satu unsur yakni kekompakan kelompok, enam unsur lainnya baik KWT Sekar Melati maupun KWT Pelangi sama-sama bernilai sedang. Ketiga unsur keberlanjutan kelembagaan meliputi keberlanjutan produksi, keberlanjutan kemitraan, dan keberlanjutan ekonomi baik KWT Sekar Melati maupun KWT Pelangi sama-sama bernilai sedang. Adapun hubungan antara dinamika kelompok dengan keberlanjutan kelembagaan pada KWT Pelangi terdapat dua unsur yakni keberlanjutan kemitraan dan keberlanjutan ekonomi. Namun, pada KWT Sekar Melati hanya terdapat satu unsur yakni keberlanjutan ekonomiKata Kunci: Dinamika Kelompok, Kelompok Wanita Tani, Keberlanjutan Kelembagaan 
Dinamika Awig-Awig dan Pengaruhnya terhadap Keberlanjutan Tanah Adat Putu Riana Pertiwi; Rina Mardiana
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.1.125-136

Abstract

Awig-awig is a customary law that governs the life of the community in Pakraman. Environmental management and land resources in a pakraman are also regulated in the Awig-awig. Awig-awig is dynamic, which means moving and making adjustments to the conditions of society. Awig-awig dynamics that occur in pakraman are related to the sustainability of customary land in pakraman because the management of customary lands is regulated in awig-awig. This study aims to identify the local knowledge and practice of traditional customary land management, awig-awig dynamics, the sustainability of customary land from ecological, social, cultural, religious, and economic aspects and identify the influence of awig-awig dynamics on the sustainability of customary land. The research method used was survey research using questionnaire instruments to get quantitative data and in-depth interviews to get the qualitataive data. The results showed that there were awig-awig dynamics in the Traditional Village of Tenganan Pegringsingan and there was an influence of awig-awig dynamics on the sustainability of customary land.Key words: awig-awig dynamics, customary land, sustainabilityABSTRAKAwig-awig merupakan hukum adat yang mengatur tata kehidupan masyarakat di desa pakraman. Pengelolaan lingkungan dan sumberdaya tanah di suatu desa pakraman juga diatur dalam ketentuan awig-awig. Awig-awig yang terdapat di masyarakat bersifat dinamis yang artinya bergerak dan melakukan penyesuaian terhadap kondisi masyarakat. Dinamika awig-awig yang terjadi dalam desa pakraman memiliki keterkaitan terhadap keberlanjutan tanah adat di desa pakraman karena pengelolaan tanah adat diatur dalam awig-awig. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengetahuan dan praktik pengelolaan tanah adat, dinamika awig-awig, keberlanjutan tanah adat dari aspek ekologi, sosial, budaya, sistem religi, dan ekonomi serta mengidentifikasi pengaruh dinamika awig-awig terhadap keberlanjutan tanah adat. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian survei dengan menggunakan instrumen kuesioner untuk memperoleh data kuantitatif dan metode wawancara mendalam untuk memperoleh data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi dinamika awig-awig di Desa Adat Tenganan Pegringsingan dan terdapat pengaruh dinamika awig-awig terhadap keberlanjutan tanah adat.Kata Kunci: dinamika awig-awig, keberlanjutan, tanah adat
Peran Lembaga Adat dalam Pelestarian Budaya Masyarakat Adat Kampung Naga, Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Tasikmalaya Tya Sonia; Sarwititi Sarwoprasodjo
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.1.113-124

Abstract

Preserving culture is an important aspect of the lives of indigenous people because indigenous people are synonymous with lifestyles that are still guided by local customs. The process of cultural preservation of indigenous peoples is inseparable from the important role of traditional institutions. The role of customary institutions has the potential to determine the behaviour of indigenous peoples in carrying out their traditional traditions or not. The purpose of this study was to analyze the influence of the role of traditional institutions on cultural preservation by using individual characteristics, namely the age of the respondent as a control variable. This study used a survey method with 60 respondents from Kampung Naga community. Qualitative data was obtained through in-depth interviews with indigenous elders, tour guides, and RT heads of Kampung Naga. Analysis of research data using Mann-Whitney tests. The results showed that with individual characteristics, namely the age of the respondent as a control variable, customary institutions had a significant effect on the cultural preservation of the Kampung Naga indigenous people in terms of behaviour patterns, behaviour patterns, and material patterns. Keywords: cultural preservation, cultural form, customary institutions, indigenous people, communication function  ABSTRAKMelestarikan budaya menjadi aspek penting dalam kehidupan masyarakat adat karena masyarakat adat identik dengan gaya hidup yang masih berpedoman pada adat istiadat setempat. Proses pelestarian budaya pada masyarakat adat tidak terlepas dari peran penting lembaga adat. Peran lembaga adat tersebut berpotensi untuk menentukan perilaku masyarakat adat dalam melakukan tradisi adatnya atau tidak. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh peran lembaga adat terhadap pelestarian budaya dengan menggunakan karakteristik individu yaitu usia responden sebagai variabel kontrol. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan responden sebanyak 60 orang masyarakat Kampung Naga. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam kepada sesepuh adat, pemandu wisata, dan ketua RT Kampung Naga. Analisis data penelitian menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan karakteristik individu yaitu usia responden sebagai variabel kontrol, lembaga adat berpengaruh signifikan terhadap pelestarian budaya masyarakat adat Kampung Naga yang ditinjau dari segi pola bersikap, pola kelakuan, dan pola kebendaan. Kata kunci: lembaga adat, masyarakat adat, pelestarian budaya, wujud budaya, fungsi komunikasi
Hubungan Karakteristik Pengguna dan Perilaku Penggunaan Portal Data BMKG dengan Tingkat Kepuasan Perolehan Data Iklim Raja, Melita Emas Lumban; Hadiyanto, Hadiyanto
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 4 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.4.527-544

Abstract

Masyarakat dapat mengakses informasi data iklim seperti data Meteorologi, Klimatologi, Kualitas Udara, dan Geofisika dari berbagai media yang digunakan. Lembaga pemerintah non kementerian di Indonesia yang berwenang terhadap data ini adalah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). BMKG menyediakan portal layanan data online yang berisikan data iklim, Portal ini secara khusus digunakan oleh mahasiswa Departemen Geofisika dan Meteorologi FMIPA IPB Angkatan 2015, 2016, dan 2017. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kepuasan pengguna portal data terhadap perolehan data iklim yang disediakan oleh BMKG. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survei menggunakan instrumen kuesioner dan didukung dengan data kualitatif dengan metode wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa Departemen Geofisika dan Meteorologi FMIPA IPB Angkatan 2015, 2016, dan 2017 tidak puas atas perolehan data iklim yang disediakan oleh BMKG. Hal ini ditinjau berdasarkan hubungan karakteristik pengguna dan perilaku penggunaan dengan tingkat kepuasan perolehan data iklim dari portal layanan data online BMKG.Kata Kunci: gratification, tingkat kepuasan, perilaku penggunaan media=====ABSTRACTPublic can access information such as Meteorology, Climatology, Air Quality and Geophysics data from various media used. The non-ministerial government institutions in Indonesia that are authorized for this data are the Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). BMKG provides an online data service portal containing climate data. This portal is specifically used by students of the batch 2015, 2016 and 2017 from Department of Geophysics and Meteorology FMIPA IPB. The aim of this research is analyzing the satisfaction of data portal users on climate data acquisition provided by BMKG. The approach used is a quantitative approach with a survey method using a questionnaire instrument and supported by qualitative data with interview methods. The results of this study indicate that the students of the batch 2015, 2016, and 2017 from Department of Geophysics and Meteorology FMIPA IPB were not satisfied with the acquisition of climate data provided by BMKG. This was reviewed based on the relationship between user characteristics and usage behavior with satisfaction of climate data acquisition from BMKG's online data service portal.Keywords: gratification, satisfaction level, media use behavior

Filter by Year

2017 2025