Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM]
JURNAL SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT [JSKPM] merupakan jurnal ilmiah nasional yang menyajikan artikel-artikel hasil penelitian, review dan editorial dalam ilmu sosiologi, antropologi, politik, komunikasi, ekologi manusia, psikologi sosial, agraria, kependudukan, pendidikan, penyuluhan, tatakelola sumberdaya alam, pengembangan masyarakat dan corporate social responsibility.
Articles
514 Documents
ANALISIS GENDER PADA KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA PETANI AGROFORESTRI : ANALISIS GENDER PADA KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA PETANI AGROFORESTRI (Kasus: Desa Sukaluyu, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat)
Fitri Suminar Megantara;
Nuraini W Prasodjo
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 5 No. 4 (2021): JSKPM
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jskpm.v5i4.858
Ketahanan pangan masih menjadi isu global yang mendapat perhatian serius dari berbagai negara internasional. Pertanian dengan sistem agroforestri dapat ditawarkan untuk mengatasi masalah pangan. Namun, permasalahan ketidaksetaraan gender dinilai dapat menjadi penyebab masalah kerawanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan ketahanan pangan rumah tangga petani agroforestri dan kaitannya dengan pengambilan keputusan rumah tangga serta peran pembagian peran dalam pengelolaan pangan rumah tangga petani agroforestri. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan mengambil sampel 60 rumah tangga petani agroforestri di Desa Sukaluyu, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Data kuantitatif dikumpulkan dengan instrumen kuesioner dan didukung dengan data kualitatif melalui panduan wawancara mendalam. Hasil dari penelitian ini menemukan adanya hubungan positif antara pembagian peran gender dengan tipe pengambilan keputusan rumah tangga petani agroforestri. Hubungan positif juga ditemukan antara tipe pengambilan keputusan rumah tangga dalam menentukan alokasi lahan untuk budidaya dengan ketahanan pangan rumah tangga petani agroforestri. Kata kunci: Agroforestri, gender, ketahanan pangan, pengambilan keputusan, rumah tangga
HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK DAN PERSEPSI PETANI DENGAN STRATEGI ADAPTASI PETANI PADI SAWAH TERHADAP DAMPAK BENCANA BANJIR
putri yulinar;
Ratri Virianita
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 5 No. 4 (2021): JSKPM
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Banjir merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di Indonesia. banjir dapat memberika dampak negatif maupun positif. Petani padi sawah merupakan salah satu korban dalam bencana banjir. Bencana banjir mengharuskan petani padi sawah untuk beradaptasi. Akan tetapi, sebelum beradaptasi ada suatu penilaian atau persepsi terhadap dampak bencana banjir yang terjadi. Tujuan dari penulisan ini adalah menggambarkan hubungan karakteristik petani, persepsi dengan strategi adaptasi petani padi sawah terhadap dampak bencana banjir. Lokasi penelitian berada di Desa Sengkati Baru Kabupaten Batanghari yang dipilih secara sengaja. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner dan dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian yang melibatkan 44 responden ini menunjukkan bahwa strategi adaptasi petani cukup baik. Karakteristik petani yang berhubungan nyata dengan strategi adaptasi petani yaitu, tingkat pendidikan dan pengalaman tinggal. Variabel usia dan pengalaman berusahatani tidak berhubungan nyata dengan strategi adaptasi. Persepsi petani yang berhubungan nyata dengan strategi adaptasi yaitu, melindungi diri dan melindungi harta benda. Kata Kunci: Dampak bencana banjir, persepsi, dan strategi adaptasi
PARTISIPASI DAN PERUBAHAN KESEJAHTERAAN ANGGOTA KELOMPOK SADAR WISATA DALAM PENGELOLAAN DESA WISATA NGLANGGERAN, GUNUNGKIDUL, YOGYAKARTA
Venny Kartika Manik;
Djuara P Lubis
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 5 No. 4 (2021): JSKPM
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jskpm.v5i4.861
Menurut Undang-undang No.10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, bahwa keadaan alam, flora, dan fauna, peninggalan sejarah, seni, dan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan sumber daya dan modal pembangunan kepariwisataan untuk peningkatan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Partisipasi dan dukungan dari masyarakat merupakan hal yang penting untuk keberlangsungan dan keberlanjutan desa wisata. Tingkat partisipasi masyarakat bisa dilihat mulai dari tahap pengambilan keputusan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara tingkat partisipasi yang dilakukan dalam pengelolaan Desa Wisata Nglanggeran dengan perubahan kesejahteraan anggota Pokdarwis. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif dengan jumlah responden 50 orang dan didukung oleh data wawancara mendalam kepada informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara jenis usaha wisata pada karakteristik individu dengan tingkat partisipasi anggota Pokdarwis, tingkat partisipasi anggota Pokdarwis memiliki hubungan yang signifikan dengan perubahan kesejahteraan dalam aspek tingkat pendapatan, kondisi lingkungan, dan kondisi sosial. Kata Kunci: Desa wisata, Partisipasi, Perubahan kesejahteraan
GAYA KEPEMIMPINAN KETUA KELOMPOK SADAR WISATA DAN KEBERHASILAN DESA WISATA
Martina Herliana;
Lala M Kolopaking;
Lukman Hakim
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 5 No. 4 (2021): JSKPM
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jskpm.v5i4.862
Keberhasilan dan kegagalan desa wisata dapat ditentukan oleh kepemimpinan Ketua Pokdarwis. Gaya kepemimpinan digunakan sebagai upaya untuk menggerakkan organisasi dalam mewujudkan keberhasilan Desa Wisata secara efektif dan efisien Persoalannya, gaya kepemimpinan yang bagaimana yang cocok untuk menghasilkan keberhasilan desa wisata. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan gaya kepemimpinan ketua pokdarwis dan keberhasilan desa wisata di Kampung Wisata Batik Giriloyo melalui variabel antara yakni pemberdayaan masyarakat. Data dianalisis dengan menggunakan tabel frekuensi dan uji korelasi rank spearman untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan nyata antara gaya kepemimpinan ketua pokdarwis (gaya kepemimpinan otoriter, gaya kepemimpinan demokratis dan gaya kepemimpinan laissez-faire) dengan keberhasilan Kampung Wisata Batik Giriloyo. Selain itu terdapat hubungan sangat nyata antara gaya kepemimpinan demokratis dengan keberhasilan Kampung Wisata Batik Giriloyo. Namun, tidak terdapat hubungan nyata antara gaya kepemimpinan otoriter dan gaya kepemimpinan laissez-faire dengan keberhasilan Kampung Wisata Batik Giriloyo. Kata kunci: Gaya kepemimpinan, Keberhasilan desa wisata, Pemberdayaan masyarakat
TINGKAT KEAKTIFAN DAN TINGKAT PEMENUHAN KEBUTUHAN PEREMPUAN AKTIVIS ORGANISASI
Ferry Fathurrohman;
Dina Nurdinawati
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 5 No. 4 (2021): JSKPM
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jskpm.v5i4.865
Pembangunan di dalam sebuah negara merupakan salah satu bentuk perubahan yang direncanakan. Sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 9 tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender (PUG), pembangunan nasional yang diimplementasikan ke dalam setiap program, kebijakan, dan kegiatan harus berprespektif gender. Selain dibentuk melalui program dan kebijakan, PUG juga diwujudkan melalui pembentukan organisasi. Tujuan penelitian ini secara khusus adalah mengidentifikasi tingkat keaktifan dan tingkat pemenuhan kebutuhan perempuan aktivis organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif (metode sensus) yang didukung oleh data kualitatif (wawancara mendalam). Responden pada penelitian ini adalah pengurus dan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Ciharashas yang berjumlah tiga puluh orang. Hasil dari penelitian ini adalah tingkat keaktifan dan tingkat pemenuhan kebutuhan praktis berada pada kategori tinggi, serta tingkat pemenuhan kebutuhan strategis perempuan aktivis dalam organisasi berada pada kategori rendah. Selain itu, terdapat hubungan antara karakteristik ekonomi dengan tingkat keaktifan perempuan aktivis dalam organisasi, serta terdapat pula hubungan antara tingkat keaktifan perempuan aktivis dalam organisasi dengan tingkat pemenuhan kebutuhannya di dalam organisasi tersebut. Kata kunci: Keaktifan perempuan, Kebutuhan perempuan, Perempuan aktivis
STRATEGI ADAPTASI NELAYAN MENGHADAPI DAMPAK PERUBAHAN IKLIM
Intan Shafa Maurizka;
Soeryo Adiwibowo
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 5 No. 4 (2021): JSKPM
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jskpm.v5i4.866
Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi adaptasi nelayan terhadap dampak perubahan iklim. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif yang dikombinasikan dengan wawancara mendalam kepada sejumlah tokoh. Sejumlah 30 responden ditetapkan sebagai responden dengan menggunakan teknik pengambilan sampel secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, sejak tahun 2015 rumah tangga nelayan mengalami dampak dari perubahan iklim berupa kenaikan muka air laut, banjir rob, dan perubahan cuaca. Tahun 2020 kenaikan muka air laut telah menggenangi rumah warga dan fasilitas umum sepanjang hari. Sebanyak 22 dari 30 responden melakukan adaptasi dengan cara meningkatkan tinggi lantai atau dinding rumah (73 persen). Kedua, sejumlah 29 dari 30 responden (97 persen) tidak mengubah strategi nafkah, lokasi dan periode penangkapan ikan, maupun alat tangkap ikan. Adaptasi nelayan Desa Pecakaran terhadap banjir rob masih sebatas adaptasi fisik rumah. Kata kunci: Perubahan iklim, dampak sosio-ekologis, strategi adaptasi
DAMPAK PENETAPAN TAMAN NASIONAL TERHADAP STRUKTUR AGRARIA DAN HAK KELOLA LAHAN
Layla Ekrep;
Endriatmo Soetarto
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 5 No. 4 (2021): JSKPM
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jskpm.v5i4.867
Penetapan kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) dirangkum dalam SK Menteri Kehutanan No. 175/Kpts-II/2003 yakni perluasan wilayah kawasan konservasi menjadi ± 113.357 hektar yang menggabungkan hutan Gunung Halimun, hutan Koridor Halimun-Salak, dan hutan Gunung Salak. Masyarakat Dusun Cisarua sebagai masyarakat agraris tepian kawasan TNGHS melakukan kegiatan menggarap di wilayah Koridor sejak sebelum penetapan TNGHS. Penelitian ditujukan untuk menganalisis dampak penetapan kawasan taman nasional terhadap struktur agraria masyarakat dilihat dari sudut pandang pola penguasaan lahan dan pola hubungan agraria, serta dampak terhadap hak kelola atas lahan TNGHS bagi petani penggarap, sehingga menimbulkan adanya respon dari masyarakat tepian kawasan konservasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan instrumen kuesioner dan dikuatkan data kualitatif. Jumlah responden 40 orang yang ditentukan dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan pola penguasaan lahan masyarakat dan memiliki hubungan kurang berarti dengan tingkat hak kelola lahan garapan oleh petani penggarap. Kata Kunci: Hak kelola lahan, Pola hubungan agraria, Pola penguasaan lahan, Taman Nasional Gunung Halimun Salak
RESILIENSI KOMUNITAS MISKIN DI PEDESAAN MENGHADAPI PANDEMI COVID-19
Kintan Ayu Septiani Hidayat;
Nurmala K. Pandjaitan
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 5 No. 4 (2021): JSKPM
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jskpm.v5i4.870
Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak awal tahun 2020 sampai saat ini memberikan dampak buruk bagi kesehatan, sosial, dan ekonomi. Menghadapi gangguan akibat bencana ini komunitas harus mampu beradaptasi agar dapat bertahan hidup, terutama komunitas miskin yang merupakan kelompok rentan. Komunitas miskin merupakan komunitas yang tidak berdaya serta memiliki keterbatasan ekonomi. Ancaman besar akibat pandemi ini ialah akan meningkatkan kemiskinan akibat guncangan ekonomi dan pembatasan aktivitas. Tujuan penelitian ini akan mengkaji ketahanan komunitas miskin di pedesaan menghadapi pandemi yang ditinjau melalui kapasitas adaptasi dan tindakan kolektif komunitas. Metode yang digunakan adalah survei menggunakan instrumen kuesioner, observasi, dan wawancara mendalam. Pemilihan responden menggunakan teknik sample random sampling dan didapatkan sample sebanyak 40 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan komunitas miskin di pedesaan tidak terbangun karena komunitas tidak mampu beradaptasi dalam menghadapi pandemi dan tidak adanya upaya kolektif yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan bersama selama pandemi. Komunitas cenderung mengandalkan bantuan dan dukungan eksternal dari pihak luar komunitas untuk bertahan menghadapi pandemi Covid-19. Kata Kunci: Kapasitas adaptasi, Aksi kolektif, Resiliensi komunitas
HUBUNGAN TINGKAT KEBERHASILAN PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DENGAN TINGKAT KEBERDAYAAN MASYARAKAT
Armelia Agustina;
Titik Sumarti
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 5 No. 4 (2021): JSKPM
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jskpm.v5i4.871
Corporate Social Responsibility merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat dan lingkungan sekitar yang terdampak ataupun kepada sasaran secara luas dengan berupa program untuk meningkatkan keberdayaan masyarakat. Pelaksanaan program CSR perlu memperhatikan bagaimana ukuran keberhasilan program. Salah satu program unggulan CSR yang telah dilaksanakan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk adalah program Kampung Ramah Lingkungan (KRL) yang menjadi model pemberdayaan berbasis pelestarian lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan tingkat keberhasilan program CSR Kampung Ramah Lingkungan PT Indocement Tunggal Prakarsa dengan tingkat keberdayaan masyarakat Perumahan Indogreen. Penelitian ini menggunakan pendekatan/metode kuantitatif dengan desain survei. Pengambilan sample secara purposive sampling, sebanyak 45 responden, yang terdaftar sebagai anggota KRL program binaan CSR di Perumahan Indogreen kabupaten Bogor. Untuk memperkaya deskripsi, penelitian didukung data kualitatif yang diperoleh melalui wawancara terhadap informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan program CSR Kampung Ramah Lingkungan PT Indocement Tunggal Prakarsa di Perumahan Indogreen tinggi dan tingkat keberdayaan masyarakat di Perumahan Indogreen juga tinggi. Selain itu, hubungan antara tingkat keberhasilan program CSR dengan tingkat keberdayaan masyarakat bersifat lemah dan bernilai positif nyata. Kata kunci: Corporate social responsibility, Lingkungan, Pemberdayaan
HUBUNGAN KONDISI SOSIAL EKONOMI PEMILIK UMKM DENGAN PERSEPSI TERHADAP KARAKTERISTIK SOCIOPRENEUR
Rizqiah Khalida;
Sofyan Sjaf
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 5 No. 5 (2021): JSKPM
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jskpm.v5i5.878
Wirausaha sosial merupakan individu yang mempunyai karakter kewirausahaan dan mampu mengidentifikasi serta memecahkan persoalan sosial. Salah satu caranya yaitu dengan mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Mengengah (UMKM) di pedesaan. Persepsi pemilik UMKM sangat penting dalam mempengaruhi respon terhadap usaha-usaha yang dilakukan sociopreneur. Persepsi itu sendiri tidak lepas dari faktor-faktor yang mempengaruhi. Faktor tersebut antara lain faktor kondisi sosial ekonomi yang terdiri dari tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, kepemilikan alat transportasi, dan pola interaksi sosial. Persepsi yang diamati meliputi aspek menciptakan nilai sosial, wirausaha sosial, organisasi kewirausahaan sosial, dan orientasi pasar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif dengan responden sebanyak 33 orang. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kondisi sosial ekonomi pemilik UMKM dan bagaimana persepsinya terhadap karakteristik sociopreneur. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang tidak signifikan antara kondisi sosial ekonomi pemilik UMKM dengan persepsi terhadap karakteristik sociopreneur. Kata kunci: Karakteristik sociopreneur, kondisi sosial ekonomi, persepsi