cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL KONVERSI
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Konversi Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta adalah jurnal nasional berbasis penelitian ilmiah, secara rutin diterbitkan oleh Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta
Arjuna Subject : -
Articles 137 Documents
KAJIAN SINGKAT POTENSI RANCANG BANGUN PABRIK OMEGA-3 (DHA) KEMURNIAN TINGGI BERBAHAN BAKU SPESIES AURANTIOCHYTRIUM DARI HUTAN BAKAU INDONESIA UNTUK MENUNJANG KETAHANAN PANGAN NASIONAL Suhendra Suhendra; Hanifah Zahro; Endah Sulistiawati; Andri Hutari
JURNAL KONVERSI Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.291 KB) | DOI: 10.24853/konversi.8.1.10

Abstract

Asam dokosaheksaenoat atau biasa disingkat DHA adalah asam lemak tak jenuh ganda (polyunsaturated fatty acid, PUFA) omega-3 yang sangat diperlukan tubuh manusia. Kajian ini memaparkan usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk mengeksplorasi mikroalga yang kaya DHA dari hutan bakau Indonesia. Tahapan tersebut dimulai isolasi mikroalga dari hutan bakau Indonesia dan penyimpanan kultur isolat murni dari mikroalga penghasil DHA. Selanjutnya, diskusi tentang produktivitas DHA mikroalga akan dipresentasikan dan dilanjutkan dengan kajian prospek teknologi dan aspek teknologi untuk ditingkatkan menjadi proyek pembangunan pabrik omega-3 skala komersial. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa sumber daya mikroba penghasil DHA dari spesies Aurantiochytrium berlimpah di hutan bakau Indonesia. Produktivitas DHA spesies Aurantiochytrium Indonesia tergolong tinggi dan memungkinkan untuk ditingkatkan lagi pada operasi fed-batch skala yang lebih besar. Pemaparan yang diajukan pada tulisan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam memacu pengembangan teknologi lebih lanjut di bidang ini. Harapannya adalah dibangunnya sentra produksi omega-3 di Indonesia yang meningkatkan nilai tambah ekonomi untuk negara serta berkontribusi dalam pemenuhan nilai gizi rakyat pada program ketahanan pangan yang gencar dicanangkan oleh pemerintah Indonesia.
PENGARUH WAKTU PEMANASAN TRANSESTERIFIKASI MINYAK EKSTRAK LUMUT SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIODIESEL Rini Siskayanti; Muhamad Engkos Kosim; Anita Rozalina
JURNAL KONVERSI Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.276 KB) | DOI: 10.24853/konversi.8.1.8

Abstract

Kebutuhan bahan bakar minyak dalam negeri meningkat seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi. Hal ini mendorong para peneliti senantiasa mencari solusi memecahkan masalah krisis bahan bakar di Indonesia. Salah satu caranya adalah dengan mengganti bahan bakar fosil dengan yang dapat diperbaharui. Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif berbahan baku minyak nabati dan hewani yang memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan bahan bakar minyak bumi. Lumut dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan biodiesel. Kadar asam lemak bebas (FFA) yang tinggi didalam minyak lumut dapat dikonversikan menjadi Fatty Acid Methyl Ester (biodiesel). Tujuan dari penelitian ini adalah memanfaatkan lumut sebagai bahan baku pembuatan biodiesel. Metoda yang dilakukan untuk pembuatan metil ester (biodiesel) dalam penelitian ini adalah esterifikasi dan dilanjutkan dengan proses transterifikasi. Untuk mendapatkan minyak lumut dilakukan dengan cara ekstraksi menggunakan soklet dengan perbandingan beberapa pelarut (heksana, benzena, dietil eter) dan waktu yang divariasikan (1, 1½, 2) jam. Selanjutnya pada proses esterifikasi bodiesel ditambahkan katalis asam (H2SO4), dan dilanjutkan dengan proses transesterifikasi dengan penambahan katalis NaOH dengan variabel waktu pemanasan (15, 30, 45, 60, 75, 90) menit. Hasil penelitian menunjukan bahwa untuk ekstraksi minyak lumut pelarut yang cocok adalah dietil eter dengan yield 31,0% dengan waktu eksraksi 1½. Dengan kadar FFA yaitu 13,91mg/g dan bilangan iod 11,26%. Sedangkan pada produk (biodiesel) didapatkan hasil maksimal pada pemanasan selama 60 menit dengan suhu 60oC yaitu dengan yield 78,79%. Dengan berat jenis 0,882 gr/ml, kadar FFA 1,13 mg/g dan kadar air 0,597%
A STUDY ON THE EFFECTIVENESS OF ANTIFUNGAL AGENTS ON COTTON FABRICS COLORED BY GAMBIR NATURAL DYES (UNCARIA GAMBIR) Edia Rahayuningsih; Felix Arie Setiawan; Conny Julanda Ayanie; Ambrosius Aditya; Yosephine Intan Ayuningtyas
JURNAL KONVERSI Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.417 KB) | DOI: 10.24853/konversi.8.1.10

Abstract

The increasing interest in the use of natural dyes is not accompanied by sufficient information and method for the application due to broad natural dyes resources existence. Gambir (Uncaria gambir), one of promising favorable natural dyes, has been used as batik coloring for decades. However, the application of gambir extract as a textile colorant faces a severe problem to be encountered which is the microbial growth such as fungi, mold, and bacteria. This study proposed several antifungal agents to suppress the growth of the fungus such as chitosan, aloe vera, and formaldehyde. To conduct the fungus inhibition concentration of every antifungal agent, Aspergillus niger was introduced on the colored cloth medium with the addition of Potato Dextrose Broth (PDB) growth media. Three methods of antifungal addition during the coloring process were investigated namely pre-coloring, post-coloring, and mix coloring process. The growth of Aspergillus niger was observed and measured the diameter and thickness of the colony. One-way ANOVA was used to analyze the treatment significantly. The result showed that all concentration of chitosan and formaldehyde addition, significantly, could suppress the fungus growth. However, formaldehyde is a toxic ingredient and harmful to the environment which becomes a limitation in the application. Meanwhile, from the significance level, Aloe vera could not inhibit the Aspergillus niger growth with the addition of 2 and 5 g/L, but it could suppress the Aspergillus niger growth with the addition of 8 g/L. Furthermore, the optimum condition was observed on the addition of 5 g/L chitosan at post-coloring method because of the minimum growth area of the Aspergillus niger.
ANALISIS KEEKONOMIAN PENGAMBILAN SULFUR SECARA BIOLOGI DENGAN PROSES THIOPAQ DI LAPANGAN GAS ALAM XY Sarah Dampang
JURNAL KONVERSI Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1039.273 KB) | DOI: 10.24853/konversi.8.1.8

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan dari sisi profitabilitas karena menyangkut keuntungan yang langsung dapat diterima secara financial. Dengan menggunakan  proses Thiopaq, apabila harga sulfur sebesar 500 USD/ton maka didapatkan IRR sebesar 33%, harga NPV sebesar USD 53.237.964 dan PBP selama 2,35 tahun. Semakin tinggi harga sulfur maka revenue akan semakin meningkat dan mengakibatkan naiknya nilai NPV dan IRR sedangkan nilai PBP semakin rendah yang berarti bahwa waktu yang diperlukan untuk mencapai angka nol (titik balik modal) akan semakin cepat. Dan analisis sensitivitas menunjukan bahwa harga sulfur yang paling berpengaruh terhadap terjadinya perubahan NPV dan IRR. 
PENINGKATAN KUALITAS BIOGAS LIMBAH PABRIK TAHU KELURAHAN MENTAOS DENGAN METODE ABSORBSI MENGGUNAKAN Ba(OH)2 Yasmine Nadhira Indriani; Syarifah Suci Maulina; Aulia Noor Ikhsan; Lailan Ni'mah
JURNAL KONVERSI Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.548 KB) | DOI: 10.24853/konversi.8.2.6

Abstract

Pemanfaatan limbah cair tahu menjadi biogas merupakan salah satu cara mengurangi krisis energi yang terjadi pada masa sekarang. Biogas merupakan salah satu energi terbarukan yang berasal dari berbagai macam limbah organik seperti biomassa, kotoran manusia dan kotoran hewan yang mengandung gas metana (CH4) karbondioksida (CO2) dan hidrogen sulfida (H2S). Kandungan CO2 dalam biogas menyebabkan turunnya nilai kalori biogas, oleh karena itu perlu dilakukan pemurnian untuk meningkatkan kualitas biogas dengan mengurangi kandungan gas CO2.  Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah Ba(OH)2 dapat dijadikan absorben untuk mengikat CO2, mengetahui pengaruh konsentrasi Ba(OH)2 terhadap proses pemurnian biogas dan mendapatkan produk biogas yang lebih murni. Penelitian ini dilakukan pada Pabrik Tahu Sumber Indah yang berlokasi di kelurahan Mentaos Banjarbaru dengan metode absorbsi menggunakan larutan Ba(OH)2 dengan variasi konsentrasi 0,5 dan 1,5 M. Dari penelitian didapatkan bahwa Ba(OH)2 dapat digunakan sebagai absorben untuk mengurangi kadar CO2 dalam biogas. Hasil dari penyerapan CO2 yang paling baik didapatkan pada larutan Ba(OH)2 1,5 M dengan kadar CO2 sebesar 0,887% dan CH4 sebesar 78,666%
METODE EKSTRAKSI UNTUK PEROLEHAN KANDUNGAN FLAVONOID TERTINGGI DARI EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam) Susanty Susanty; Sri Anastasia Yudistirani; Muhammad Bahrul Islam
JURNAL KONVERSI Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.263 KB) | DOI: 10.24853/konversi.8.2.6

Abstract

ABSTRAK. Kelor (Moringa oliefera) merupakan tanaman perdu yang mengandung senyawa antioksidan flavonoid, saponin, sitokinin, asam-caffeolylquinat dan mengandung asam lemak tak jenuh seperti linoleat (omega 6) dan alfalinolenat (omega 3). Tujuan penelitian yaitu menentukan kandungan total fenolik dari ekstrak daun kelor Moringa oliefera. Metode ekstraksi yang dilakukan antara lain maserasi, perkolasi, sokletasi, rebusan, dan ekstraksi ultrasonik. Ekstrak kasar yang diperoleh kemudian diuapkan menggunakan evaporator vakum putar. Uji fitokimia dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif untuk mengetahui kandungan flavonoid total dalam ekstrak daun kelor. Kandungan total flavonoid terbesar diperoleh dari metode rebusan sebesar 245,771 mg/kg.
Eksplorasi Produksi Biohidrogen dari Fraksi Organik Sampah Rumah Tangga dengan Penambahan Zat Aditif N,P dan K Firmanullah Fadlil; Rochim Bakti Cahyono; Wiratni Budhijanto
JURNAL KONVERSI Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (990.405 KB) | DOI: 10.24853/konversi.8.2.9

Abstract

Fraksi organik sampah rumah tangga adalah salah satu potensi sumber energi terbarukan melalui konversi menjadi metana dan hidrogen. Dengan pengaturan pH yang tepat, proses anaerob dapat menghasilkan metana atau hidrogen. Penelitian ini bertujuan mempelajari peningkatan produksi biohidrogen dari fraksi organik sampah rumah tangga dengan penambahan zat aditif berupa pupuk NPK. Pupuk NPK berfungsi sebagai penyempurnaan nutrisi bagi mikroba anaerob. Ketersediaan bahan organik pada  substrat untuk mikroba anaerob direpresentasikan dengan VS (volatile solid) dan inokulum yang digunakan berupa kotoran sapi. Pupuk NPK ditambahkan ke dalam 440 mL substrat dengan variasi dosis 5,840 g (R1); 7,280 g (R2); dan 8,745 g (R3). Penelitian ini dijalankan dalam reaktor batch selama 30 hari pada suhu ruangan. Analisis yang dilakukan mencakup analisis kandungan gas menggunakan GC (Gas Chromatography) serta analisis sampel campuran yang meliputi VS (volatile solid), TS (total solid), dan pH. Hasil penelitan menunjukkan bahwa penambahan zat aditif berupa pupuk NPK dengan jumlah terukur berpengaruh positif dalam meningkatkan produksi gas hidrogen dari sampah organik rumah tangga. Selain itu, nilai pH merupakan faktor yang penting dalam proses anaerob ini. Pada pH 4 produk gas yang dihasilkan didominasi oleh H2 dan CO2. Rasio C/N yang menghasikan gas terbanyak adalah 20:1.
PENGARUH KOMPOSISI DAN WAKTU PRESS CAMPURAN DIOKTIL PTALAT (DOP), EPOKSI MINYAK DEDAK PADI DAN EPOKSI MINYAK KELAPA SAWIT TERHADAP SIFAT MEKANIK PLASTIK KEMASAN PVC Imam Hidayat; Bayu Handika Prasetyo; Mohammad Gani Rafidianto; Ratri Ariatmi Nugrahani
JURNAL KONVERSI Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1081.825 KB) | DOI: 10.24853/konversi.8.2.7

Abstract

Bahan komposit pada umumnya terdiri dari dua unsur, yaitu serat (fiber) sebagai bahan pengisi dan bahan pengikat serat - serat tersebut yang disebut matriks Bila penggunaan komposit yang sulit didaur ulang dilakukan secara terus – menerus, hal ini akan memberikan dampak yang sangat berbahaya bagi kehidupan dan lingkungan karena sebagian besar komposit tersebut akan meninggalkan limbah yang tak terurai dan tidak dapat diproses sehingga akan mengendap di lingkungan dan menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan. Dalam penelitian ini limbah sekam padi sebagai bahan baku pembuatan biokomposit. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan abu silika berukuran nano (nano filler) yang berasal dari pengabuan sekam padi dengan variasi massa abu sekam padi (0, 3, 5, 7 dan 9%) dan mengetahui pengaruh perbandingan komposisi sekam padi dan abu nano sekam padi dengan resin epoxy dengan variasi komposisi (65%:35%,, 70%:30%, 75%:25%, 80%:20%, dan 85%:15%) dari total massa bahan biokomposit yaitu berupa sekam padi hasil delignifikasi dan resin epoksi, terhadap sifat mekanik biokomposit sebagai kampas rem. Hasil penelitian menunjukkan pada biokomposit dengan konsentrasi abu sekam padi 5% menunjukkan hasil keausan 1,20126E05 gr/mm2.detik dan kuat lentur 299,26 Kg/cm2 dan menjadikan hasil tersebut sebagai hasil terbaik pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan pada biokomposit dengan perbandingan komposisi 85%:15% menunjukan hasil uji kekerasan 51,29 Kgf (HR) dan menjadikan hasil tersebut sebagai hasil terbaik pada penelitian ini.
PENGARUH VARIASI VOLUME MINYAK SAWIT TERHADAP SIFAT KIMIA DAN SIFAT FISIK BIODIESEL CAMPURAN SOLAR-MINYAK SAWIT-ALKOHOL (METANOL, ETANOL,BUTANOL) Syarifudin Syarifudin; Heru Nur Cahyo; Agus Suprihadi; Dairoh Dairoh
JURNAL KONVERSI Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.272 KB) | DOI: 10.24853/konversi.8.2.6

Abstract

Peningkatan volume kendaraan bermotor di Indonesia mengakibatkan peningkatan kebutuhan bahan bakar fosil dan emisi gas buang. Kelompok alkohol memiliki tingkat viskositas yang rendah dan dapat dijadikan sebagai solusi peningkatan kebutuhan bahan bakar dan emisi gas buang. Akan tetapi penggunaan alkohol pada basis yang tinggi berdampak buruk bagi performa kendaraan. Minyak sawit terbukti dapat mengurangi peningkatan kebutuhan bahan bakar. Minyak sawit dipilih karena ketersediaan yang melimpah dan harga yang relatif murah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi sifat kimia dan sifat fisik biodiesel dengan kandungan minyak sawit yang bervariasi. Sifat kimia dan fisik yang dievaluasi adalah viskositas, titik nyala dan nilai kalor. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, semakin tinggi volume minyak sawit dalam biodiesel, terjadi peningkatan viskositas dan penurunan titik nayala dan nilai kalor. Biodiesel dengan kandungan minyak sawit 85% merupakan biodiesel dengan viskositas tertinggi serta nilai kalor dan titik nyala terendah.
UJI KINERJA ADSORPSI ION NIKEL DENGAN KARBON BERPORI DARI SERBUK GERGAJI KAYU MLANDING (PETAI CINA) YANG TELAH DIOKSIDASI DENGAN HIDROGEN Chici Wardiani Prasongko; Teguh Ariyanto; Chandra Wahyu Purnomo
JURNAL KONVERSI Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (929.657 KB) | DOI: 10.24853/konversi.8.2.10

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari perubahan gugus fungsi dari karbon berpori yang disintesis dari serbuk gergaji kayu mlanding atau petai cina setelah dioksidasi dengan H2O2 pada variasi suhu 30°C, 60°C, dan 80°C. Selain itu, penelitian ini juga dilakukan untuk mempelajari pengaruh karbon berpori setelah dioksidasi terhadap adsorpsi ion nikel. Percobaan adsorpsi dilakukan dengan menggunakan larutan Hexammine Nickel (II) Nitrate [Ni(NH3)6](NO3)2 yang disintesis dengan cara menambahkan Nickel (II) Nitrat  Heksahidrat (>99,9%, Merck) ke larutan Ammonia (25wt%, Merck). Larutan nikel digoyang selama 48 jam dengan menggunakan shaker waterbath pada variasi suhu yaitu 30°C, 40°C, dan 60°C. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa oksidasi karbon berpori akan meningkatkan gugus fungsi dalam karbon berpori seperti lakton, karboksil, dan fenol. Untuk adsorpsi ion nikel oleh karbon berpori dari serbuk kayu mlanding mengikuti pola isotherm Langmuir dan menunjukkan kinerja yang lebih baik untuk menjerap ion nikel dalam larutan dibandingkan dengan karbon yang tidak teroksidasi.

Page 10 of 14 | Total Record : 137