cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL KONVERSI
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Konversi Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta adalah jurnal nasional berbasis penelitian ilmiah, secara rutin diterbitkan oleh Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta
Arjuna Subject : -
Articles 137 Documents
GASIFIKASI SERBUK GERGAJI BATANG KELAPA UNTUK MENGHASILKAN BAHAN BAKAR GAS Agus Aktawan; Maryudi Maryudi; Muhammad Hakiim Marzun; Achmad Saidi Noor
JURNAL KONVERSI Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.422 KB) | DOI: 10.24853/konversi.9.1.5

Abstract

Indonesia merupakan negara penghasil kelapa dengan hasil yang melimpah. Batang kelapa dimanfaatkan sebagai bahan baku furniture dimana hasil sampingnya berupa serbuk gergaji. Serbuk gergaji kayu kelapa merupakan salah satu biomassa yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar gas atau syngas dengan metode gasifikasi. Gasifikasi dilakukan dengan perbedaan variabel berat umpan dan sistem operasi updraft dan sistem operasi downdraft. Penelitian ini menggunakan variabel bebas berupa serbuk gergaji kayu kelapa. Sedangkan variabel terikat yang akan didapatkan yaitu berupa output syngas, suhu gasifikasi, dan waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan syngas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak umpan serbuk gergaji kayu kelapa, maka semakin banyak syngas yang dihasilkan dan semakin lama waktu produksi syngas. Berdasarkan analisis syngas, didapatkan hasil pada gasifikasi updraft sebesar 15,8670% CO; 6,4133% CH4; 20,3237% H2 dan gasifikasi downdraft sebesar 13,7617% CO; 0,5693% CH4; 6,1820% H2. Sistem operasi downdraft lebih optimal jika dibandingkan dengan sistem operasi updraft berdasarkan nilai efektifitas yang ditinjau dari konsentrasi CO senilai 53,5529 : 46,4471; konsentrasi CH4 senilai 91,8465 : 8,1535; konsentrasi H2 senilai 76,6767 : 4,9204. Dapat disimpulkan bahwa gasifikasi downdraft lebih efektif dalam mengkonversi serbuk gergaji kayu kelapa menjadi bahan bakar gas.
PENURUNAN TURBIDITY, pH, Kadar Fe MENGGUNAKAN BIOKOAGULAN KITOSAN DARI CANGKANG RAJUNGAN (PORTUNUS PELAGICUS) Lubena Lubena; Ferra Naidir; Boyza Andrian; Andreas Dermawan Sandi
JURNAL KONVERSI Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1040.712 KB) | DOI: 10.24853/konversi.9.1.10

Abstract

Pemanfaatan kitosan dari limbah rajungan merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengurangi dampak pencemaran air, sehingga ketersediaan air bersih bisa meningkat.  Kitosan mampu  mengikat ion-ion logam berat dengan memanfaatkan gugus hidroksil dan amina. Kitosan tergolong sebagai polimer multifungsi, yang terdiri dari 3 jenis asam amino, gugus hidroksi primer dan sekunder. Untuk memperoleh kitosan dari cangkang rajungan ada 3 tahapan proses,, yaitu proses deproteinasi (proses penghilangan kandungan protein), proses demineralisasi (proses penghilangan kandungan mineral) dan proses deasetilasi (proses pembentukan khitin menjadi kitosan). Penelitian ini bertujuan mengisolasi kitosan dari cangkang rajungan (Portunus Pelagicus) yang digunakan sebagai biokoagulan untuk penjernih air. Variabel yang digunakan dalam penelitian meliputi dosis penambahan kitosan sebanyak 1, 2, dan 5 gram dalam 25ml sampel air dengan waktu pengadukan selama 5, 10, dan 15 menit. Analisa dilakukan terhadap pH, tingkat kekeruhan dan kadar Fe. Pada penelitian digunakan koagulan tawas sebagai pembanding. Dari hasil analisa diperoleh derajat kitosan dari cangkang rajungan sebesar 72,64 %, penurunan kadar Fe sebesar  81,13  %  didapat  pada  penambahan  5%  kitosan sedangkan pada tawas diperoleh hasil penurunan  kadar  Fe sebesar 75,53 % . Hal ini membuktikan bahwa kitosan sangat efektif sebagai biokoagulan. Kata kunci: air bersih, cangkang rajungan, kitosan, tawas
KESETIMBANGAN ADSORPSI LOGAM BERAT (Pb) DENGAN ADSORBEN TANAH DIATOMIT SECARA BATCH Yustinah Yustinah; Hudzaifah Hudzaifah; Maya Aprilia; Syamsudin Ab
JURNAL KONVERSI Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.9.1.12

Abstract

Efek negatif dari pertumbuhan industri adalah limbah industri yang menghasilkan kontaminasi terhadap lingkungan. Salah satu jenis limbah industri adalah logam timbal (Pb) dalam air limbah di atas batas konsentrasi. Tujuan dari penelitian adalah untuk mempelajari mekanisme adsorpsi logam timah dalam sistem batch, dengan tanah diatom sebagai adsorben menggunakan model kesetimbangan isoterm. Dalam percobaan ini tanah diatom dicampur dengan 250 ml larutan timbal. Variabel yang diamati dalam percobaan ini adalah konsentrasi timbal dan massa adsorben. Setelah kesetimbangan tercapai, konsentrasi timbal dianalisis menggunakan AAS (Atomic Absorption Spektrophotometry). Data hasil percobaan menunjukkan, massa adsorben yang lebih besar akan menyerap lebih banyak. Berdasarkan data percobaan dan model matematika, konstanta kesetimbangan dievaluasi menggunakan persamaan least square. Tiga model isoterm adsorpsi yaitu model isoterm Freundlich, model isoterm Langmuir dan model isoterm BET digunakan pada penelitian ini. Model kesetimbangan isoterm Freundlich lebih unggul, dengan nilai konstanta empiris : qf = 0,06 dan b = 1,95 pada massa absorben 3 gr. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adsorpsi fisik merupakan mekanisme adsorpsi. Kata kunci: adsorpsi, tanah diatom, logam timah
KARAKTERISTIK KIMIAWI DAN ANALISIS CEMARAN BAKTERI PADA BUBUR INSTAN BERBAHAN BAKU TEPUNG ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L.) Kusnadi Kusnadi; Anggy Rima Putri
JURNAL KONVERSI Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.9.1.10

Abstract

ABSTRAK. Bubur termasuk salah satu bentuk makanan yang mudah dikonsumsi masyarakat. karena memiliki tekstur yang lunak sehingga mudah dicerna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui  karakteristik kimia bubur  instan  dengan  formulasi  tepung  rosella  dan  tepung beras putih yang terbaik serta menguji cemaran bakteri escherichia coli pada bubur instan berdasarkan Angka Lempeng Total (ALT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik kimiawi pada formulasi terbaik adalah tepung rosella 20% dan 30% tepung beras putih,  dengan  karakteristik  kadar air  (8,70%),  abu  (4,40%), protein (8,14%), lemak (7,52%), karbohidrat (71,24%). Hasil pengujian terhadap cemaran bakteri escherichia coli menunjukkan bahwa sediaan padat memenuhi syarat bubur instan sebagai makanan dalam perhitungan Angka Lempeng Total.Kata kunci: ALT , bubur instan, escherichia coli, rosella,
PENGARUH KONSENTRASI ENZIM PAPAIN TERHADAP MUTU GELATIN BUBUK DARI TULANG DAN CAKAR AYAM Rahmawati Rahmawati; Sofi Nurjanah
JURNAL KONVERSI Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.9.1.14

Abstract

ABSTRAK. Gelatin merupakan bahan tambahan pangan yang banyak digunakan untuk produk pangan yang bertekstur kenyal (permen lunak), pengental jus buah, penjernih minuman yang keruh, pembentuk tekstur es krim, pengental whipped cream dan yoghurt, namun sampai saat ini gelatin kebanyakan dibuat dari tulang dan kulit babi yang haram untuk umat muslim. Penelitian bertujuan mempelajari proses pembuatan gelatin dari tulang dan cakar ayam dengan mengggunakan berbagai konsentrasi enzim papain (0%; 1%; 2%; 3%; 4% b/v) dan mempelajari mutu gelatin bubuk yang dihasilkan. Tulang dan cakar ayam direndam selama 3 jam, selanjutnya diekstrak pada suhu 70ºC selama 4 jam. Penelitian diulang tiga kali. Hasil analisis ANOVA menunjukkan bahwa konsentrasi enzim papain berpengaruh nyata (α=0,05) terhadap rendemen, densitas kamba, kadar lemak, kadar karbohidrat, nilai pH, dan mutu warna. Sebaliknya, konsentrasi enzim papain berbeda berpengaruh tidak nyata (α=0,05) terhadap viskositas, aktivitas air (Aw), kadar air, kadar protein, kadar abu, dan mutu bau. Hasil terbaik gelatin bubuk dari tulang dan cakar ayam dipilih berdasarkan SNI No. 06-3735-1995, nilai rendemen, kadar abu, kadar lemak, dan nilai pH. Gelatin bubuk dari tulang dan cakar ayam terbaik dihasilkan pada konsentrasi enzim papain 4% dengan karakteristik: rendemen 32,777%, kekuatan gel 12,033 g bloom, Densitas kamba 0,615  g/mL,  Viskositas 4,170 cP, Aw 0,516, Titik gel  1,333 °C, Titik leleh 12,333 °C,  kadar air 6.865%,  protein 54,059 (%), abu 3,572 (%), kadar lemak 2,646%, karbohidrat 39,723 (%), pH 4,567. Hasil uji hedonik, menunjukkan warna kuning kecoklatan (skor 2.7) yang disukai, dan bau khas ayam agak kuat (skor 2.9) yang agak disukai. Kata kunci: cakar ayam, enzim papain, gelatin bubuk, tulang ayam
PENGARUH WAKTU PELEBURAN PADA PEMBUATAN ASAM OKSALAT DENGAN METODE HIDROLISA LIMBAH KARDUS Gita Desinta; Ummul Habibah Hasyim; Irfan Purnawan; Ismiyati Ismiyati; Syamsudin AB
JURNAL KONVERSI Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.9.1.6

Abstract

Limbah kertas menjadi masalah tersendiri bagi lingkungan. Limbah kertas bisa dimanfaatkan secara optimal dengan cara diolah menjadi bahan yang lebih berguna dan bernilai karena mengandung selulosa. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui waktu optimum peleburan untuk mendapatkan asam oksalat dalam limbah kardus. Metode yang digunakan dengan menambahkan natrium hidroksida (NaOH) untuk menghidrolisis selulosa. Asam oksalat dipurifikasi dengan menambahkan kalsium klorida dan asam sulfat. Hasil yang didapatkan berupa  waktu optimum peleburan selama 75 menit dan konsentrasi NaOH sebesar 4N, dengan yield sebesar 3.07%. Pengolahan data menggunakan persamaan regresi linier didapatkan hasil sebanyak 81,3 % keragaman hasil %yeild asam oksalat dipengaruhi oleh waktu peleburan limbah kardus. Di dapat Hasil FTIR asam oksalat dan standard asam oksalat menunjukan kemiripan yang dapat dilihat dari peregangan gugus –OH, dimana  dilihat pada bilangan gelombang 3600 cm-1, peregangan asam karboksilat terdapat pada bilangan gelombang 1850 cm-1, peregangan ikatan C-C terdapat pada bilangan gelombang 1450 cm-1, dan peregangan ikatan C-O terdapat pada bilangan gelombang 1300 cm-1 .  Kata kunci : asam oksalat,  hidrolisis, kardus, 
OPTIMASI WAKTU MASERASI DAN KONSENTRASI EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (PIPER BETLE LINN) DALAM PEMBUATAN GEL ANTISEPTIK KULIT Sri Haryanti; Riski Danira Larasati; Harini Agusta
JURNAL KONVERSI Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.9.2.8

Abstract

Dewasa ini, antiseptik kulit sering digunakan dalam proses pengobatan atau perawatan luka. Dan telah diketahui bahwa daun sirih hijau (piper betle linn) mengandung minyak atsiri yang berkhasiat sebagai antioksidan dan antibakteri. Dalam penelitian ini, diharapkan dengan mencampurkan ekstrak daun sirih hijau kedalam sediaan gel antiseptik kulit dapat memberikan manfaat yang baik didalam pemakaian obat luka. Tahapan pada penelitian ini dimulai dari proses maserasi daun sirih hijau dengan pelarut etanol 70% selama selang waktu: 24 jam, 72 jam, dan 120 jam. Hasil ekstrak minyak daun sirih hijau ini kemudian dibuat dalam sediaan gel antiseptik kulit dengan variasi kandungan ekstrak 1%, 2%, 3%, 4% dan 5%. Masing-masing formula ini selanjutnya dianalisa mengenai pH, viskositas, dan efektivitas daya hambat bakteri. Dalam penelitian ini, diperoleh hasil optimal adalah lama maserasi 120 jam, konsentrasi 3% ekstrak dan memberikan nilai PH  4,59, viskositas 24960, dan daya hambat bakteri 11,32.Kata kunci: ekstrak piper betle linn, gel antiseptik kulit, daya hambat bakteri, viskositas dan PH.
REVIEW: PEMANFAATAN BIJI NYAMPLUNG (Calophyllym Inophyllum) SEBAGAI BAHAN BAKU BIODIESEL BERDASARKAN PROSES PRODUKSI DAN PENAMBAHAN KATALIS Ika Kurniaty; Ilham Adi Pratama; Ummul Habibah Hasyim; Gema Fitriyano
JURNAL KONVERSI Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.10.1.12

Abstract

Kebutuhan energi dunia semakin meningkat beriringan dengan pertumbuhan penduduk dan perkembangan ekonomi. Energi fosil merupakan energi yang paling banyak digunakan oleh masyarakat dunia dan ketersediaannya akan habis di masa mendatang. Penggunaan biodiesel menjadi solusi akan energi yang terbarukan dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode produksi dan katalis yang paling efektif dalam pemanfaatan biji nyamplung menjadi biodiesel dengan ide pokok yaitu proses produksi dan penggunaan katalis. Penelitian ini merupakan literature review yang dimulai dengan pengumpulan artikel, pengelompokkan data, analisa dan membuat ringkasan. Hasil penelitian ini menunjukkan metode supercritical methanol menjadi metode produksi paling efektif dengan perolehan yield sebesar 90,4% dalam 10 menit reaksi dan katalis CaO berbahan dasar tulang sapi menunjukkan karakteristik yang sangat mendekati CaO murni yang dapat menghasilkan yiled sebesar 86,02% sehingga dapat menekan biaya produksi. Kata kunci: biodiesel, biji nyamplung, katalis, literature review, metode produksi
PEMANFAATAN ENCENG GONDOK SEBAGAI BIO-ADSORBEN PADA PEMURNIAN MINYAK GORENG BEKAS Syamsudin Abdullah; Yustinah Yustinah
JURNAL KONVERSI Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.9.2.8

Abstract

Penggunaan minyak goreng secara kontinyu dan berulang-ulang pada suhu tinggi (160-180 oC) akan mengakibatkan terjadinya reaksi degradasi dan menghasilkan barbagai senyawa hasil reaksi. Minyak goreng juga mengalami perubahan warna dari kuning menjadi warna gelap. Produk reaksi degradasi akan menurunkan kualitas bahan pangan yang digoreng dan menimbulkan pengaruh buruk bagi kesehatan. Penelitian ini mempelajari kemampuan enceng gondok sebagai bio-adsorben untuk menurunkan kadar asam lemak bebas (FFA), bilangan peroksida (PV) dan warna gelap minyak goreng bekas (jelantah). Pengolahan dengan bio-adsorben diharapkan dapat meningkatkan kualitas minyak goreng bekas, sehingga umur pemakaian minyak goreng dapat diperpanjang. Enceng gondok diambil batangnya dan dikeringkan, selanjutnya digiling dijadikan serbuk. kemudiandilakukan proses delignifikasi  menggunakan NaOH dan dinetralkan dengan HCl. Campuran disaring diambil padatannya dan dicuci dengan aquades, selanjutnya padatan dikeringkan sehingga diperoleh bio-adsorben. Proses adsorbsi minyak goreng bekas  dilakukan dengan variabel massa bio-adsorben 2 sampai 10 gram. Minyak goreng bekas dan bio-adsorben dicampur dan diaduk pada temperatur konstan 110oC selama satu jam. Setelah itu minyak goreng disaring dengan vakum, dan minyak goreng yang sudah bersih dianalisa kadar FFA, bilangan peroksida, dan warnanya.Hasil analisis hasil berupa  kadar asam lemak bebas didapat kandungan FFA terendah terjadi pada massa 4 gram sebesar 0.64 %, bilangan peroksida terendah terjadi pada massa 6 gram sebesar 5 miligrek/milligram, nilai adsorbansi terendah terjadi pada massa 4 gram sebesar  0.5569 adsorbansi dan  bilangan penyabunan didapat kandungan NaOH terendah terjadi pada massa 4 - 10 gram sebesar 0.798Kata Kunci : minyak goreng bekas, enceng gondok, bio-adsorben, pemurnian
IDENTIFKASI KENAIKAN TITIK DIDIH PADA PROSES EVAPORASI, TERHADAP KONSENTRASI LARUTAN SARI JAHE Ismiyati Ismiyati; Fatmasari Lubis
JURNAL KONVERSI Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.9.2.7

Abstract

Evaporasi adalah suatu operasi dimana sebagian fluida berubah dari fasa cairan menjadi fasa uap. Teknologi evaporasi vakum banyak digunakan pada industri pangan terutama pada pengolahan bahan pangan pasta atau cairan kental seperti pembuatan saos tomat, kecap, pengolahan susu, juga ekstrak sari jahe. Penguapan pada evaporator dapat dihitung dengan mengetahui tekanan absolut yang terjadi di ruang penguapan. Dimana suhu penguapan merupakan suhu uap jenuh pada tekanan absolut di dalam ruang penguapan tersebut. Larutan yang dipekatkan akan menunjukkan kenaikan titik didihnya, sesuai dengan konsentrasi larutan yang diinginkan. Tujuan peneltian adalah mengidentifikasi perilaku kenaikan titik didih larutan sari jahe pada berbagai tekanan dan suhu operasi, sehingga dapat dibuat formula (rumus) persamaan konsentrasi larutan berkorelasi dengan kenaikan titik didih tekanan. Metode yang digunakan pada penentuan formula kenaikan titik didih adalah menggunakan rancangan Response Surface Method.  Rancangan percobaan yang dilakukan dengan memvariasikan tekanan dan suhu didih.  Perlakuan yang diberikan terdiri dari 5 taraf uji yaitu dengan dilakukan 5 kelompok rentan tekanan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tekanan evaporasi, kenaikan titik didih larutan terhadap konsentrasi larutan sari Jahe. Dengan kondisi optimum terjadi pada tekanan optimum  21,720 mmbar dan kenaikan titik didih optimum  13,8816 oC, diperoleh konsentrasi  optimum  49,7267 %.Keyword: evaporasi, konsentrasi, kenaikan titk didih, sari jahe.

Page 11 of 14 | Total Record : 137