cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL KONVERSI
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Konversi Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta adalah jurnal nasional berbasis penelitian ilmiah, secara rutin diterbitkan oleh Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta
Arjuna Subject : -
Articles 137 Documents
PEMBUATAN SABUN TRANSPARAN BERBASIS MINYAK KELAPA VCO DENGAN EKSTRAK BUAH NAGA SEBAGAI ANTIOKSIDAN Lubena Lubena; Donna Imelda; Flora Elvistia Firdaus; Fadillah Yustika Putri; Rio Aliyatama Oktori
JURNAL KONVERSI Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.11.1.10

Abstract

Buah   naga   merupakan   salah   satu   tumbuhan   yang   memiliki   kemampuan antioksidan cukup tinggi di antara buah-buahan lain. Penelitian ini bertujuan membuat sabun transparan berbasis minyak kelapa VCO dengan ekstrak buah naga sebagai antioksidan. Penelitian ini mempelajari kemampuan aktifitas dari antioksidan pada sabun. Proses pengerjaan mencakup pre-treatment yaitu pemotongan dan penghalusan buah naga kemudian disaring untuk mendapatkan ekstrak buah naga, kemudian pembuatan sabun menggunakan minyak kelapa VCO dengan variasi konsentrasi larutan NaOH dan jumlah ekstrak buah naga. Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pengujian kadar air, pengujian alkali bebas (asam lemak bebas) menggunakan metode DPPH, pH, dan uji aktivitas antioksidan. Dari hasil diperoleh bahwa pada konsentrasi larutan NaOH 32% dan penambahan buah naga sebesar 30  gram,  aktivitas  antioksidan  pada  sabun  bernilai  138,379  (
PENGARUH pH dan WAKTU TERHADAP ADSORPSI LOGAM TIMBAL (PB) DENGAN ARANG AKTIF DARI GAMBAS (Luffa acutangula) ATAU OYONG KERING Fatma Sari; Gema Fitriyano; Syamsudin AB; Athiek Sri Redjeki; Hera Hadikusuma
JURNAL KONVERSI Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.11.1.8

Abstract

Limbah cair industri dapat menyebabakan pencemaran lingkungan. Salah satau limbar cair yang berbahaya yaitu limbah logam Pb (timbah). Salah satau untuk mengurangi limbah cair (Pb) yaitu dengan Adoprsi menggunakan arang aktif. Gambas atau Oyong  (L. acutangula) yang sudah kering dapat dimanfaatkan sebagai arang aktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat arang aktif dari gambas atau oyong yang dapat digunakan untuk mengadsorpsi limbah cair (Pb) dengan variasi pH. Gambas atau oyong yang telah dipotong-potong dikeringkan dengan oven pada suhu 105°C. Untuk aktivasi arang dilakukan secara kimia yaitu dengan merendam arang dengan menggunakan larutan HCl 4N selama 24 jam kemudian dibilas dengan akuades sampai pH netral kemudian dikeringkan dalam oven selama 4 jam pada suhu 105°C. Kemudian dilakukan proses adsorpsi dengan limbah cair (Pb) variasi pH 3, 4, 5, 6 dan 7.  Hasil pengujian daya serap iod  adalah sebesar 301,74 mg/L. Sedangkan untuk pengujian kadar abu telah sesuai persyaratan dengan hasil 5,9 %. Pada pengujian daya serap arang aktif dari gambas atau oyong terhadap logam Pb (timbal) yaitu pada pengaruh kondisi pH. Adsorpsi optimal diperoleh pada pH 4. Arang aktif dari gambas atau oyong memberikan hasil yang cukup baik dengan penyerapan sebesar 99,7 % pada pengujian sampel limbah cair  mengandung dengan kandungan logam Pb (timbal) 4,67 mg/L.
PEMBUATAN SABUN KALSIUM KOMPLEKS SEBAGAI THICKENER PELUMAS PADAT (GREASE) DARI MINYAK JELANTAH Lailan Ni`mah; Nadya Maharani
JURNAL KONVERSI Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.11.1.6

Abstract

Minyak jelantah mempunyai potensi yang cukup tinggi untuk digunakan sebagai bahan baku pembuatan gemuk (grease). Hal ini disebabkan oleh komposisi asam lemak yang terdapat dalam minyak jelantah tidak jauh berbeda dengan komposisi asam lemak yang terdapat dalam minyak sawit murni. Selain itu, nilai koefisien gerak minyak jelantah juga tidak terlalu jauh berbeda dengan minyak sawit murni, sehingga minyak jelantah dapat digunakan sebagai bahan baku grease. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi grease minyak jelantah dan sabun kalsium kompleks sebagai thickener yang memiliki karakteristik mendekati pelumas padat SNI dan mengetahui kualitas dari pelumas padat yang dihasilkan. Metode yang dilakukan pada pembuatan pelumas padat (grease) ini terdiri dari dua tahap.  Tahapan pertama adalah proses pembuatan sabun kalsium kompleks dengan variasi yang telah ditentukan dan menganalisa sabun kalsium kompleks tersebut. Tahapan kedua merupakan pembuatan grease dari sabun kalsium kompleks dan minyak jelantah. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh sabun kalsium kompleks optimum pada sabun Ca-asetat dan Ca-minyak kacang 2:1. Diperoleh kadar basa bebas 0 dan bahan tidak tersabunkan 0,822. Penambahan asam asetat terhadap gemuk kalsium kompleks menghasilkan warna gemuk yang bertambah gelap, tektur yang semakin berserat.
PENENTUAN pH OPTIMUM ADSORBAT DALAM PEMANFAATAN TANAMAN ALANG – ALANG (Imperata cylindrica) SEBAGAI BIOABSORBEN LOGAM BERAT Cd(II) PADA LIMBAH INDUSTRI CAT Sri Anastasia Yudistirani; Alvika Meta Sari; Hitmi Rizawaldi
JURNAL KONVERSI Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.11.1.8

Abstract

Kadmium merupakan salah satu logam berat yang terdapat di limbah industry cat dan dapat mencemari lingkungan terdapat di perairan. Salah satu alternatif penanganan cadmium adalah penggunaan bioadsorben. Bioadsorben yang digunakan dalam penelitian ini adalah biomassa dari tanaman alang-alang (Imprata cylindrica) untuk mengadsorpsi logam berat khususnya Kadmium / Cd (II). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pH terhadap kemampuan biomassa alang-alang dalam mengadsorpsi logam berat Cd (II) yang terdapat dalam limbah cair industry cat. Metode penelitian ini meliputi empat tahapan yaitu tahap preparasi adsorben, modifikasi kimia, adsorpsi dan analisis spektroskopi serapan atom (SSA) dengan variasi pH.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan logam kadmiun dalam limbah industri cat sebesar 4,5881 ppm. Semakin besar pH maka semakin tinggi kemampuan adsorpsi biadsorben dari alang-alang dengan pH optimum 6 dengan 83,1% kemampuan adsorpsi.
REKAYASA MODEL LAJU PENGERINGAN PADA PROSES MASERASI DAUN SUKUN (ARTOCARPUS ALTILIS) DENGAN PELARUT ETANOL Fitri Nuryani; Yustinah Yustinah; Ismiyati Ismiyati; Ratri Ariatmi Nugrahani
JURNAL KONVERSI Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.11.1.6

Abstract

Tumbuhan banyak dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional (obat herbal), salah satu tanaman yang dipercaya dapat dijadikan obat adalah sukun (Artocarpus altilis). Dari beberapa penelitian yang telah dilakukan, daun sukun mengandung flavonoid yang sifatnya sebagai antibakteri. Tujuan penelitian adalah: mendapat waktu pengeringan daun sukun yang optimal, mendapatkan nilai laju pengeringan daun sukun, mendapatkan ekstrak daun sukun dengan proses maserasi, dan mendapatkan pengaruh waktu maserasi terhadap kadar flavonoid dalam ekstrak daun sukun. Penelitian dengan di awali proses persiapan bahan, yaitu daun sukun dikeringkan di oven dengan suhu 35 oC dengan variasi waktu pengeringan yaitu 1, 2, 3, 4 dan 5 Jam. Selanjutnya dilakukan ektraksi daun sukun secara maserasi dengan pelarut etanol. Proses ekstraksi dengan variasi waktu ekstraksi 24, 30, 36, 42, dan 48 jam, sehingga didapat ektraks daun sukun. Hasil ekstrak daun sukun dilakukan analisa : uji kadar air, rendemen, pH, viskositas, dan organoleptis. Hasil penelitian pada proses pengeringan di dapat, semakin lama waktu pengeringan maka semakin menurun laju pengeringannya.  Sedangkan pada proses ekstraksi, flavonoid terbesar pada waktu maserasi 42 jam dengan kadar flavonoid rata-rata sebesar 18,051 ppm
PENAMBAHAN RICEBRAN WAX PADA FORMULASI BEESWAX COATING TERHADAP KARAKTERISTIK EDIBLE COATING Rusnia Junita Hakim
Jurnal Konversi Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.12.1.5

Abstract

Dalam pola makan manusia, buah-buahan dianggap sebagai sumber penting yang menyediakan energi, serat makanan, dan zat gizi mikro seperti vitamin, mineral, flavonoid, dan fitokimia lainnya. Di antara produk hortikultura, buah-buahan memiliki kadar air yang tinggi dan ini adalah faktor yang menyebabkan umur simpannya pendek. Cara untuk mengontrol proses ini dengan benar adalah menunda pematangan pascapanen. Edible coating merupakan bahan yang digunakan pada permukaan makanan untuk membungkus dan aman untuk dikonsumsi bersama dengan makanan. Komponen utama penyusun edible coating dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori, yaitu hidrokoloid, lipid, dan komposit (campuran). Beeswax adalah salah satu  lilin alami yang diproduksi dan dibutuhkan lebah sebagai bahan konstruksi untuk sarangnya, yang umumnya tersusun atas ester asam lemak dan berbagai senyawa alkohol rantai panjang, Ricebran wax merupakan lilin keras berwarna kekuningan hingga kecoklatan yang diperoleh sebagai produk sampingan dari proses dewaxing dalam pemurnian minyak dedak, yang terdiri dari campuran ester alkohol lemak dan asam lemak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan ricebranwax pada beeswax coating terhadap karakteristik edible coating. Variabel bebas pada penelitian ini meliputi konsentrasi ricebran wax (0; 25; 50; 75;100)%, sedangkan variabel terikat pada penelitian ini meliputi pH, densitas (gr/ml), viskositas (cp). Prosedur pada penelitian ini meliputi: pembuatan beeswax dan ricebran wax coating dan analisis karakteristik edible coating. Hasil karakteristik beeswax coating (pH, densitas, viskositas) terhadap konsentrasi ricebran wax (0; 25; 50; 75;100)%, adalah pH menunjukkan kecenderungan meningkat dengan nilai pH sebesar  8,84; 8,88; 8,89; 8,93; dan 9,06, densitas menunjukkan kecenderungan menurun dengan nilai densitas sebesar 1,02; 1,018; 1,011; 1,008; 1,004 gr/ml, viskositas sebesar 32,8; 29,48; 25,3; 23,85; 20,33 cp.
IDENTIFIKASI DINI PENYAKIT BUSUK PANGKAL BATANG (BPB) YANG DISEBABKAN OLEH JAMUR GANODERMA sp. PADA TANAMAN KELAPA SAWI Elina Olivia; Bayu Wiyantoko; Ismiyati Ismiyati
Jurnal Konversi Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.11.2.7

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang identifikasi dini penyakit busuk pangkal batang atau yang sering disebut dengan BPB yang disebabkan oleh jamur Ganoderma pada tanaman kelapa sawit. Hasil komoditas tanaman kelapa sawit memiliki prospek pengembangan yang cukup tinggi bagi industri terkait, sehingga beberapa upaya dilakukan guna untuk meningkatkan hasil produksi perkebunan. Akan tetapi produktivitasnya dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya penyakit busuk pangkal batang atau yang sering disebut dengan penyakit BPB. Penyakit ini disebabkan oleh jamur patogenik Ganoderma sp, untuk ituperlu adanya identifikasi dini sebaran dari penyakit BPB. Identifikasi sebaran penyakit BPB dilakukan dengan dua metode yaitu Analisa secara kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan uji kualitatif dilakukan dengan cara menguji sampel pada instrument NIRS (Near Infrared Spectroscopy), sedangkan uji kuantitatifmenggunakan metode gravimetri yang tujuannya untuk mengetahui kadar selulosa dan lignin pada sampel. Sampel berupa batang dari tanaman kelapa sawit yang mana ada dua kategori yaitu batang yang terserang penyakit BPB (batang sakit) dengan yang tidak terserang BPB (batang sehat). Berdasarkan identifikasi bentuk spektrum NIRS menyatakan bahwa terdapat perbedaan spektrum yang signifikan didaerah bilangan 4200-4400 cm-1, 5500-7000 cm-1 dan 7300-10000. Terdapat persamaan bentuk spektrum di daerah bilangan gelombang 5250 cm-1 7190 cm-1. Hasil penentuan kadar menggunakan metode gravimetri menyatakan bahwa rata-rata kadar selulosa dan lignin pada sampel batang sehat sebesar 45,30% dan 9,36%, sedangkan pada sampel batang sakit sebesar 37,89% dan 11,15%. Berdasarkan Independent T-test yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa hasil pengujian pada perbedaan sampel memberikan hasil kadar yang berbeda secara signifikan, karena nilai sig 2-tailed < 0,05 dan menggunakan selang kepercayaan sebesar 95%.
PENGARUH WAKTU PENGGILINGAN LIMESTONE TERHADAP DISTRIBUSI PARTIKEL LIMESTONE SEBAGAI BAHAN BAKU SEMEN Mega Andini; Arie Pratama Putra; Irfan Purnawan
Jurnal Konversi Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.12.1.7

Abstract

Lime stone atau batu kapur sebagai bahan baku utama merupakan senyawa penghasil oksida berupa CaO yang sangat berpengaruh dalam pembuatan semen. Menurut (Munasir dkk, 2012), semakin halus ukuran partikel bahan/material akan meningkatkan kemurnian suatu bahan karena membentuk Kristal murni sehingga hasil pembacaan kandungan oksida pada bahan menggunakan XRay akan lebih optimal. Kehalusan sampel yang optimal bisa diperoleh dengan mengetahui waktu optimum penggilingan atau Optimum Grinding Time (OGT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kehalusan lime stone terhadap lama waktu penggilingan dan faktor faktor yangmempengaruhi. Dalam penelitian ini, digunakan standar ASTM C 430 dengan spesifikasi balance, ayakan 45 μm, pesawat Hosokawa Alpine. Penggilingan dilakukan dengan variasi waktu yang telah diatur pada mesin penggiling. Hasil sieving yang tertinggal diatas filter (residu) ditimbang. Berdasarkan dari data yang didapatkan variasi waktu penggilingan memberikan pengaruh, namun hasilnya berbanding terbalik yaitu semakin lama waktu penggilingan maka akan menghasilkanpartikel yang semakin halus. Penambahan pil Herzog memiliki pengaruh terhadap lama waktu penggilingan, yaitu semakin lama waktu penggilingan tidak membuat sampel akan semakin halusmelainkan sampel menjadi tetap semakin kasar.
BIOKONVERSI LIMBAH ORGANIK MENGHASILKAN LIPID BERNILAI EKONOMIS MENGGUNAKAN MIKROALGA AURANTIOCHYTRIUM DARI HUTAN BAKAU BUNAKEN, SULAWESI UTARA Suhendra Suhendra; Sekar Pratiwi; Hutri Puspita Sari; Andri Hutari
Jurnal Konversi Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.12.1.8

Abstract

Modernisasi dan industrialisasi telah merevolusi sektor pangan dan pertanian yang mengarah pada peningkatan dramatis dalam produktivitas dan pemasarannya. Dampaknya adalah peningkatan produksi makanan dan limbah agroindustri. Untuk mengatasi problematika masalah sampah secara terpadu, perlu dikembangkan strategi berkelanjutan yang sangat tergantung pada pemahaman tentang tantangan teknologi dan ekonomi. Terkait dengan itu, perlu dieksplorasi teknologi untuk mengkonversi limbah organik menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, antara lain melalui biokonversi menggunakan mikroalga. Salah satu mikroalga yang menarik perhatian besar dunia industri dunia adalah spesies Aurantiochytrium sp. yang saat telah dikembangkan di Eropa dan Amerika pada skala industri. Mikroalga spesies Aurantiochytrium dikenal memiliki habitat hutan bakau dan pertumbuhannya yang cepat dalam produksi asam lemak tak jenuh ganda (lemak tak jenuh rantai panjang PUFA) dengan nilai ekonomi tinggi. Meski Indonesia dikenal sebagai negara dengan hutan bakau terluas di dunia, tetapi kajian teknik kultivasi mikroalga Aurantiochytrium belum banyak dipublikasikan dengan isolat lokal Indonesia. Produk yang dapat dihasilkan dari mikroalga ini salah satunya yaitu omega-3 DHA (Docosahexaenoic acid). Asam lemak tak jenuh rantai ganda (Polyunsaturated Fatty Acids/ PUFA) omega-3 sangat dibutuhkan tubuh manusia, seperti pencegah penyakit jantung dan diabetes, pertumbuhan sel otak dan lain sebagainya. Produksi PUFA secara ekonomis dari biokonversi mikroalga Aurantiochytrium tergantung dari nutrisi yang digunakan. Karenanya, tujuan penelitian ini adalah mempresentasikan teknik kultivasi mikroalga heterotropik menggunakan mikroalga Aurantiochytrium yang masih jarang dipaparkan pada publikasi nasional. Kedua, memaparkan kemampuan biokonversi limbah organik dengan mikroalga Aurantiochytrium yang berasal dari hutan bakau Bunaken, Sulawesi Utara. Penelitian ini dimulai dengan isolasi sampel mikroalga dari hutan bakau Bunaken dan melakukan teknik isolasi direct plating hingga dihasilkan isolat murni. Setelah itu, dilakukan kultivasi dengan sumber nutrisi dari limbah melon, limbah apel, limbah molasses dan limbah air kelapa. Kultivasi dilakukan dalam tiga tahapan, masing-masing tahap standing culture (SC, 48 jam), pre-culture (PC, 48 jam) dan main culture (MC, 120 jam). Pada tahap kultivasi utama (MC) perbandingan sumber nitrogen dan sumber karbon masing-masing 12,5 gram (sumber nitrogen) dan 37,5 gram (sumber karbon). Sumber karbon berasal dari molasses (hasil samping pabrik gula), sampah buah melon, sampah buah apel dan air kelapa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mikroalga mikroalga Aurantiochytrium dapat tumbuh pada media yang digunakan. Selain itu, biomassa yang dihasilkan berwarna kuning cerah berbau amis seperti ikan. Dari variable jenis limbah organik yang dipakai, sampah limbah buah melon menghasilkan biomassa tertinggi, yaitu 99,4 gram/ liter. Potensi produk omega-3 yang dihasilkan bermanfaat untuk dikembangkan di sektor perikanan, peternakan, nutrisi, kosmetika dan farmasi. Oleh karena itu, dengan penelitian ini, kedepan topik penelitian biokonversi ini semoga dapat bermanfaat untuk dikembangkan dalam menghasilkan produk-produk yang memiliki nilai tambah ekonomi bagi negara demi terwujudnya negara dengan nilai gizi masyarakat dalam program ketahanan pangan dan obat-obatan nasional
INOVASI VARIAN HEAT STABILIZER DENGAN PENAMBAHAN EPOXIDIZED CANOLA OIL Mayang Rizqi Ayu Armadani; Reza Mulyawan; Athiek Sri Redjeki
Jurnal Konversi Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.11.2.7

Abstract

Heat stabilizer adalah antioksidan yang digunakan untuk melindungi polimer dari degradasi yang disebabkan oleh adanya panas selama proses pembuatan maupun saat pemakaian. Heatstabilizer diaplikasikan sebagai bahan aditif dalam pembuatan polyvinyl chloride (PVC). Penambahan heat stabilizer dapat membuat polimer memiliki long-term stability dan initial colourstability yang baik pada saat pengujian ketahanan panas pada suhu tinggi. Heat stabilizer murni memiliki harga yang cukup mahal karena biaya produksinya yang tinggi. Salah satu cara untuk mendapatkan produk heat stabilizer yang harga jualnya lebih terjangkau, diminati di pasar lokal, dan mendukung kualitas yang baik adalah dengan mennyampur heat stabilizer murni dengan minyak epoksi. Minyak epoksi berasal dari minyak nabati yang telah dilakukan proses epoksidasi. Minyak nabati dapat digunakan menjadi produk pengganti petrokimia yang murah dan ramah lingkungan, sehingga banyak digunakan sebagai plasticizer dan stabilizer PVC. Salah satu minyak nabati terepoksidasi yang dapat digunakan adalah epoxidized canola oil. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat inovasi varian heat stabilizer dengan menggunakan epoxidized canola oil. Heat stabilizer murni dicampurkan dengan epoxidized canola oil, kemudian dilakukan pengamatan pada visual sample serta dilakukan percobaan dengan alat roll mill untuk mengetahui formulasi manakah yangpaling baik dijadikan sebagai varian baru heat stabilizer dan memiliki initial colour yang menyerupai heat stabilizer murni. Berdasarkan hasil pengujian, formulasi optimum yang dapat dijadikan varian baru heat stabilizer adalah konsentrasi 10% dan 15%, karena memiliki initial colour yang baik dan menyerupai heat stabilizer murni berdasarkan hasil sampling trial roll mill.