cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL KONVERSI
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Konversi Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta adalah jurnal nasional berbasis penelitian ilmiah, secara rutin diterbitkan oleh Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta
Arjuna Subject : -
Articles 137 Documents
PENGARUH FORMULASI PATI SINGKONG–SELULOSA TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN HIDROFOBISITAS PADA PEMBUATAN BIOPLASTIK Hananto Wisnu Sulityo; Ismiyati Ismiyati
JURNAL KONVERSI Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.1.2.%p

Abstract

Bioplastik merupakan plastik yang terbuat dari sumber yang dapat diperbaharui yaitu dari senyawa - senyawa dalam tanaman misalnya pati. Penggunaan pati sebagai bahan utama pembuatan plastik memiliki potensi yang besar karena di Indonesia terdapat berbagai tanaman penghasil pati seperti singkong, jagung, beras dan tanaman lainnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui temperatur gelatinisasi dan pengaruh formulasi pati-selulosa serta menentukan kondisi terbaiknya terhadap sifat mekanik dan ketahanan air bahan bioplastik. Dalam penelitian ini dilakukan studi mengenai pembuatan bioplastik campuran pati, selulosa dan gliserol sebagai plasticizer dengan melakukan variasi temperatur gelatinisasi yaitu pada T = 80o, 90o, dan 100oC serta variasi rasio massa antara pati dan selulosa yaitu 6:4, 7:3, 8:2, 9:1 dan 10:0 (m/m). Hasil yang diperoleh berupa lembaran tipis plastik (film plastic) yang diuji sifat mekaniknya dengan alat Universal Testing Machine serta uji ketahanan air (water uptake). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan tingkat ketahanan air dan sifat fisik terbaik terdapat pada formulasi pati-selulosa 8:2 dan temperature gelatinasi 90°C dengan nilai penyerapan air sebesar 33 %, Tensile Strength 10.32 MPa, persen perpanjangan 27.91 % dan modulus young 36.97 Mpa. Kata kunci : Bioplastik, , gelatinisasi, hidrofobisitas, pati singkong, selulosa
KARAKTERISTIK BUBUR BAYI INSTAN BERBAHAN DASAR TEPUNG GARUT DAN TEPUNG KACANG MERAH Restiara Tamrin; Shanti Pujilestari
JURNAL KONVERSI Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.5.2.49-58

Abstract

Bayi memerlukan bubur bayi instan untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Penggunaan tepung garut diperlukan untuk menggantikan karbohidrat dari beras dan penggunaan kacang merah sebagai sumber protein. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik bubur bayi instan dengan formulasi tepung garut dan tepung kacang merah yang terbaik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik bubur bayi instan dipengaruhi oleh formulasi tepung garut dan tepung kacang merah yang berbeda (70:30%, 60:40%, 50:50%, 40:60%, 30:70% (b/b)), yaitu pada kadar air, abu, protein, lemak, karbohidrat, kekentalan, daya serap air dan densitas kamba, uji organoleptik pada viskositas bubur bayi instan yang dicairkan, dan pada warna, aroma dan tekstur bubur bayi instan yang tidak dicairkan. Formulasi terbaik adalah tepung garut 70% (b/b) dan 30% (b/b) tepung kacang merah, dengan karakteristik kadar air (6,47% (b/b)), abu (3,71% (b/b)), protein (16,38% (b/b)), lemak (6,62% (b/b)), karbohidrat (66,82% (b/b)), serat pangan (9,64%(b/b)), and calcium (360,49 mg/100 g (b/b)), viscosity (556,67 cp), water absorption (161,49% (v/b)), densitas kamba (0,56 g/ml (b/v)), dan waktu rehidrasi (39,8 s). Karakteristik bubur bayi instan sesuai dengan SNI 01-7111.1-2005 pada lemak, protein dan kalsium, bahkan densitas kamba dan waktu rehidrasi lebih baik dari bubur bayi instan komersil.Kata-kata kunci : bubur bayi instan, karakteristik, tepung garut, tepung kacang merah
UNJUK KERJA SPEKTROFOTOMETER UNTUK ANALISA ZAT AKTIF KETOPROFEN Dwi Warono; Syamsudin Ab
JURNAL KONVERSI Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.2.1.%p

Abstract

Unjuk kerja spektrofotometer dapat dilihat secara tidak langsung dari beberapa pengulangan data yang di dapat dari sampel dan standar ketoprofen yang di analisa secara berkesinambungan, sekaligus menentukan baik tidaknya hasil yang didapat untuk kemudaian digunakan dalam analisa harian. Unjuk kerja spektrofotometer Shimadzu 1700 dengan menggunakan standar baku primer ketoprofen standar USP yang telah diketahui kadarnya dengan pasti pada proses pengujian. Unjuk kerja alat spektrophotometer dapat dikatakan dalam keadaan baik, hal ini dapat dilihat dari enam kali data pengulangan pengukuran yang konsisten selama tiga hari berturut-turut dengan menggunakan sampel ketoprofen injeksi 100 mg/mL. Unjuk kerja spektrofotometer Shimadzu 1700 dikatakan baik dengan nilai galat kurang dari 2,0%. parameter yang diuji seperti ketepatan dan ketelitian lebih dari 98% ( hasil yang di dapat 99.787%), linearitas dengan nilai regresi diatas 0.995 (hasil yang didapat 0.9995), ketelitian, perolehan kembali, selektivitas, dan kapabilitas memberikan hasil yang baik karena telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan untuk setiap parameter.
PENGARUH JENIS STARTER TERHADAP MUTU ZEAGURT PROBIOTIK Rahmawati Rahmawati; Iman Basriman
JURNAL KONVERSI Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.6.1.19-30

Abstract

Zeagurt probiotik adalah nama pada produk yogurt yang dibuat dari sari jagung manis dan starter mikroba probiotik. Tujuan penelitian mempelajari proses pembuatan yoghurt dari sari jagung  dan pengaruh penambahan jenis starter probiotik terhadap mutu zeagurt probiotik yang dihasilkan. Starter yang digunakan adalah (1) kombinasi Lactobacillus delbrueckii subsp. bulgaricus (LB): Streptococcuss salivarius subsp. thermophillus (ST) = 1:1 (kontrol); (2) kombinasi LB:ST:Lactobacillus acidophlus (LA)= 1:1:1; (3) kombinasi LB:ST:Bifidobacterium bifidum (BB)=1:1:1; (4) LA; dan (5) BB. Hasil menunjukkan bahwa jagung dapat digunakan sebagai bahan baku yogurt (zeagurt) dengan perbandingan butiran jagung : air = 1:4 b/v dan jumlah starter 3% v/v. Jenis starter berbeda memengaruhi mutu fisik dan kimia secara nyata (α=0.05). Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa jenis starter memengaruhi warna, aroma asam, dan penerimaan umum zeagurt probiotik, tetapi tidak memengaruhi kekentalan dan tingkat asam secara nyata (α=0.05) dengan tingkat penerimaan agak suka (skor 2.7 – 3.1). Skor tertinggi pada zeagurt ditambah LA:LB:ST. Hal ini sejalan dengan hasil uji rangking. Mutu  zeagurt  kombinasi LA:LB:ST : viskositas 306 cP, pH 3.72, TPT 6°brix, total asam tertitrasi 0.85%,  berwarna kuning (skor 3.7), aroma asam agak kuat (skor 3.4), kekentalan agak encer (skor 2.4), dan tingkat asam agak kuat (skor 2.8). Keunggulan lainnya: zeagurt mengandung jumlah bakteri asam laktat tinggi 2.80x109 koloni/ml dan mempunyai aktivitas anti mikroba yang baik. Pada awal penyimpanan (0 jam) zeagurt mengandung Salmonella dan E. coli, tetapi setelah disimpan selama 24 dan 48 jam kedua mikroba ini tidak dapat tumbuh.  Kata Kunci: starter probiotic, zeaghurt, anti mikroba
PENGARUH UKURAN PARTIKEL PELEPAH PISANG DAN KONSENTRASI KATALIS H2SO4 PADA PROSES HIDROLISA TERHADAP KONVERSI SELULOSA MENJADI BIOETANOL Hafit Agustian; Athiek Sri Redjeki
JURNAL KONVERSI Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.3.2.%p

Abstract

Kebutuhan akan bahan bakar minyak (BBM) seolah sudah menjadi kebutuhan primer negara yang sedang berkembang seperti Indonesia. Solusi dalam pemecahan masalah tersebut adalah membuat bahan bakar alternatif dari sumber daya alam yang terbarukan. Bioetanol adalah bahan bakar yang memenuhi kriteria tersebut karena sifatnya yang ramah lingkungan. Salah satu bahan baku pembuatan bioetanol ialah biomassa selulosik, sebagai salah satu sumbernya adalah pelepah pisang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh besar kecilnya ukuran partikel pelepah pisang dalam pembuatan bioetanol. Variabel ukuran yang digunakan ialah 10, 28, 45, 60 dan 100 mesh. Hidrolisis asam merupakan tahapan untuk mengubah polisakarida (pati dan selulosa) menjadi glukosa yang selanjutnya difermentasi menggunakan ragi untuk membentuk etanol. Dengan mengambil kondisi hidrolisis pada suhu 80°C selama 4 jam menggunakan 3 variabel konsentrasi katalis asam sulfat, yaitu 1 M, 2 M dan 4 M. Pada tahap fermentasi dilakukan pada suhu ruang selama 48 jam menggunakan ragi tape. Penelitian ini menunjukkan kondisi optimum dari pembuatan bioetanol di mana ukuran partikel pelepah pisang kering 100 mesh, konsentrasi katalis H2SO4 2 M, diperoleh konversi sebesar 57,60%. Yield optimum yang didapatkan pada kondisi optimum tersebut ialah 1,79 % bioetanol dari pelepah pisang basah. Kata kunci : Pelepah pisang, Biomassa selulosik, Bioetanol
PENGARUH TEMPERATUR PADA PROSES PEMURNIAN MINYAK GORENG BEKAS DENGAN BUAH MENGKUDU Frima Viantini; Yustinah Yustinah
JURNAL KONVERSI Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.4.2.53-62

Abstract

Mengkudu (Morinda citrifolia L) merupakan bahan adsorben karena antioksidan yang terkandung di dalamnya. Antioksidan tersebut berguna untuk mengikat pengotor dan membentuk senyawa kompleks yang dapat dimanfaatkan untuk peningkatan kualitas minyak goreng bekas. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh temperatur pada penambahan buah mengkudu yang dimanfaatkan sebagai adsorben terhadap penurunan kadar asam lemak bebas, angka peroksida, dan kepekatan warna pada minyak goreng bekas. Percobaan dilakukan dengan menggunakan metode adsorbsi dengan tahapan proses sebagai berikut proses despicing, proses netralisasi, proses bleaching dengan variasi temperatur 50oC, 60oC, 70oC, 80oC, 90oC selama 60 menit dengan konsentrasi buah mengkudu 20% dan kecepatan pengadukan 500 rpm. Analisa hasil uji pemurnian minyak goreng pada percobaan ini meliputi beberapa parameter yaitu bilangan asam, kadar asam lemak bebas, bilangan peroksida, serta bilangan warna. Dari hasil percobaan didapat temperatur optimal adalah pada temperatur 70oC dengan konsentrasi 20% buah mengkudu dan kecepatan pengadukan 500 rpm selama 60 menit dan didapatkan bilangan asam 0.3293 mgrek/mg, kadar asam lemak bebas 0,2108%, bilangan peroksida 1.65 meq/kg, dan absorbansi pada panjang gelombang 450 nm adalah 0.82.  Kata Kunci : Adsorbsi, mengkudu, minyak goreng bekas, pemurnian
SIFAT MEKANIK LAPISAN FILM NANOKOMPOSIT KITOSAN-SELULOSA ASETAT-PVA SEBAGAI KEMASAN PANGAN BIODEGRADABLE Athiek Sri Redjeki
JURNAL KONVERSI Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.2.2.%p

Abstract

Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat mekanik lapisan film nanokomposit kitosan-selulosa asetat-PVA yang diaplikasikan sebagai kemasan pangan (ikan). Kitosan dibuat dalam bentuk nanopartikel dengan menggunakan metoda pengendapan menggunakan STPP. Selulosa asetat dibuat dari limbah cair industrI  tahu  yang difermentasi menggunakan Acetobacter Xylinum sehingga terbentuk nata de soya (NDS). NDS ini kemudian diaktivasi menggunakan HCl dan NaOH sehingga terbentuk selulosa asetat. Nanopartikel kitosan dicampur dengan selulosa asetat dan PVA membentuk lapisan  film yang akan diaplikasikan sebagai kemasan pangan (ikan). Lapisan film yang terbentuk diuji sifat mekaniknya. Dari penelitian didapat bahwa lapisan film nanokomposit kitosan-selulosa asetat-PVA mempunyai sifat mekanik yang baik yaitu elongasi 30  %, rata-rata kuat tarik 525 kg/cm2.   
POTENSI PANAS BUMI DI KABUPATEN MANOKWARI SELATAN PROVINSI PAPUA BARAT BERDASARKAN ANALISA GEOKIMIA Agustinus Denny Unggul Raharjo; Nur Prasetyo Ponco Nugroho; Hastowo Resesiyanto
JURNAL KONVERSI Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.6.2.83-88

Abstract

ABSTRAKKabupaten Manokwari Selatan merupakan daerah otonomi baru di Provinsi Papua Barat dengan potensi sumberdaya alam besar. Sebagai daerah pemekaran baru, kedepan akan mengalami pertambahan penduduk yang signifikan. Pertambahan penduduk bersama dengan pembangunan dan modernisasi akan membawa beban pada kebutuhan listrik, sebagai alternatif pemenuhan listrik dapat dengan cara memanfaatkan sumberdaya panasbumi yang terdapat di Kampung Demini, Distrik Momiwaren. Penelitian bertujuan mengetahui potensi sumberdaya panasbumi di Kampung Demini dengan menggunakan metode geothermometer untuk perkiraan suhu reservoir panasbumi berdasarkan kandungan SiO2, Na, dan K. Berdasarkan hasil penelitian, walaupun berjenis suhu rendah, mata air panas Demini dapat dikembangkan menjadi pembangkit listrik siklus binari. Kata kunci: Panasbumi, Siklus Binari, Kabupaten Manokwari Selatan ABSTRACTSouth Manokwari Regency is a new autonomous region in West Papua Province with abundant natural resources. As new autonomous region the regency will experienced significant population growth. Population growth along with development and modernization will give burden to electricity demand. Alternatively, electricity could be acquired with geothermal resources in Demini vilage, Momiwaren District. The research aims to reveals the geothermal resources potent in Demini vilage using geothermometer method to predict the geothermal reservoir temperature. Based on survey the geothermal resources, altough lowenthalpy type, could be developed into binary cycle electric generator. Keywords: Geothermal, Binary Cycle, South Manokwari Regency
PENGARUH PENAMBAHAN LIDAH BUAYA (Aloevera sp) TERHADAP KEKENTALAN DAN PH PADA SOYGURT Wenny Diah Rusanti
JURNAL KONVERSI Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.5.2.93-96

Abstract

Lidah buaya adalah tanaman yang memiliki kandungan serat yang baik untuk pencernaan. Soygurt adalah minuman susu berfermentasi yang terbuat dari susu kedelai. Soygurt menjadi minuman alternative bagi penyuka yogurt tapi tidak dapat mengkonsumsi minuman dari susu sapi. Yogurt yang banyak beredar di pasaran biasanya memiliki kadar keasaman yang tinggi dan kental. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan lidah buaya terhadap kekentalan dan pH pada yogurt dengan komposisi ekstrak lidah buaya (v/v) 5%, 10%, 15%, 20% dan 25%. Data dianalisis menggunakan pHmeter dan alat uji kekentalan Brookfield viscosimeter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar penambahan ekstrak lidah buaya pada soygurt dapat menurunkan derajat keasaman yogurt dan tingkat kekentalan yogurt meningkat.  Kata Kunci : lidah buaya, pH, kekentalan, soygurt, susu kedelai
REVIEW ON HARD SEGMENT INFLUENCESON THE PHYSICALPROPERTIES OF THERMOPLASTICPOLYURETHANES Nurul Hidayati Fithriyah
JURNAL KONVERSI Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.1.1.%p

Abstract

Thermoplastic polyurethanes (TPUs) are the fastest growing market in polyurethane technology mainly due to their easy process ability, versatile properties and recyclable nature. They find applications in high performance materials like coatings, adhesives, fibres and foams in a variety of industries ranging from automotive and footwear to medical implants. TPUs are linear block copolymers comprising of alternating soft and hard segments. The versatile properties of TPUs are usually attributed to their phase-separated morphologies. Different parameters are known to affect TPUs physical properties. One of those is their chemical architecture that is the statistical arrangement of hard segments (HS) and soft segments (SS).In particular the architecture of the HS will influence the molecular structure and intermolecular interaction. Its role as physical crosslink sites will govern thermal, mechanical and morphological properties. Hence a modification of HS chemical architecture might adjust the ultimate properties of TPU. This implication is important in process control of production and design of application. Therefore this paper will review various studies to understand the effect of different architecture to the properties of TPU. Keywords: thermoplasticpolyurethanes, hard segment architecture, physical properties

Page 2 of 14 | Total Record : 137