cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Phone
+62451425627
Journal Mail Official
fkm@unismuhpalu.ac.id
Editorial Address
Jalan Jabal Nur No.1, Talise, Mantikulore, Talise, Mantikulore, Palu City, Central Sulawesi
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Promotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 25031139     DOI : https://doi.org/10.56338/pjkm
Core Subject : Health,
Promotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat periodic scientific journal that is published by Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu. with ISSN Number: 2503-1139 (Online ) || 2089-0346 (Print). This journal accepts scientific papers in the form of research articles and review articles in the field of Public Health.
Articles 331 Documents
KEPATUHAN PERAWAT DALAM MELAKUKAN HAND HYGIENE SEBELUM DAN SESUDAH MELAKUKAN TINDAKAN DI RUANG INAP RUMAH SAKIT CUT MEUTIA LANGSA ACEH Nurrahmani, Nurrahmani; Asriwati, Asriwati; Hadi, Anto J.
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 1: JUNE 2019
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1402.263 KB) | DOI: 10.56338/pjkm.v9i1.585

Abstract

Tingginya  angka  infeksi nosokomial  menjadi  masalah  yang  penting  disuatu rumah  sakit. Salah satu hal yang terpenting dalam mengurangi penyebaran infeksi nosokomial adalah dengan hand hygiene . Desain penelitian survei  analitik dengan  rancangan cross sectional study dengan tujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan, sikap, fasilitas dan peran PPI terhadap kepatuhan perawat diruang rawat inap rumah sakit Cut Meutia Langsa Aceh dengan populasi sebanyak 47 perawat dan sampel 47 perawat dengan teknik total sampling. Hasil penelitian diperoleh ada hubungan pengetahuan dengan kepatuhan perawat , ada hubungan sikap dengan kepatuhan perawat , tidak ada hubungan fasilitas dengan kepatuhan perawat, tidak ada hubungan peran tim PPI dengan kepatuhan perawat dalam melakukan Hand Hygiene. Kesimpulan ada  hubungan pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan perawat dalam melakukan hand hygiene  dan faktor yang paling dominan dalam penelitian ini adalah variabel sikap, dimana sikap yang positif lebih meningkatkan peluang kepatuhan sebanyak 45,681 kali dibandingkan dengan sikap yang negatif. Disarankan bagi perawat agar lebih patuh dalam  melakukan hand hygiene dan meningkatkan pengetahuan dan sikap dalam melaksanakan tindakan hand hygiene. 
PELAKSANAAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DALAM TATANAN RUMAH TANGGA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS COT IE JUE KABUPATEN BIREUEN Wardani, Wardani; Efendy, Ismail; Hadi, Anto J.; Asriwati, Asriwati
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 1: JUNE 2019
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1292.677 KB) | DOI: 10.56338/pjkm.v9i1.586

Abstract

Salah satu cara Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di rumah tangga merupakan upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu mempraktikkan PHBS serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai faktor yang memengaruhi pelaksanaan PHBS dalam tatanan rumah tangga di wilayah kerja Puskesmas Cot Ie Jue Kabupaten Bireuen tahun 2019. Jenis penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan desain cross secsional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu-ibu rumah tangga yang ada di wilayah kerja Puskesmas Cot Ie Jue Kabupaten Bireuen dengan jumlah ibu rumah tangga sebanyak 4.524 orang dengan sampel menggunakan teknik cluster random sampling sebanyak 98 orang. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat, bivariat dan analisis multivariat dengan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh sikap (p=0,000), sarana dan prasarana (p=0,000) dan dukungan keluarga (p=0,004) dan tidak ada pengaruh pengetahuan (p=0,070), pendapatan keluarga (p=0,122), aksesibilitas (p=0,050) dan penyuluhan kesehatan (p=0,071) terhadap pelaksanaan PHBS tatanan rumah tangga. Variabel yang paling berpengaruh terhadap pelaksanaan PHBS tatanan rumah tangga adalah sarana dan prasarana (p=0,000) dengan Exp (B)=21,740. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh sikap, sarana prasarana dan dukungan keluarga dan tidak ada pengaruh pengetahuan, pendapatan keluarga, aksesibilitas dan penyuluhan kesehatan terhadap pelaksanaan PHBS tatanan rumah tangga.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUNJUNGAN PEMANTAUAN BALITA DI POSYANDU MAWAR WILAYAH KERJA PUSKESMAS PONTAP KOTA PALOPO TAHUN 2018 Rosdiana, Rosdiana
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 1: JUNE 2019
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1618.164 KB) | DOI: 10.56338/pjkm.v9i1.587

Abstract

Kunjungan pemantauan balita di posyandu adalah salah satu kegiatan utama program perbaikan gizi yang menitikberatkan pada upaya pencegahan dan peningkatan keadaan gizi anak. Tujuan Penelitian ini adaah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kunjungan pemantauan balita di Posyandu Mawar wilayah kerja Puskesmas Pontap Kota Palopo tahun 2018. Metode penelitian yang dilakukan pada penelitian ini adalah penelitian cross sectional terhadap objek dengan jumlah cukup banyak dalam jangka waktu tertentu. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki balita usia dibawah 5 tahun yaitu sebanyak 116 balita di Posyandu Mawar di wilayah kerja Puskesmas Pontap tahun 2018. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian ibu yang memiliki balita usia dibawah 5 tahun di Posyandu Mawar yang berjumlah 25. Dengan teknik pengambilan sampel random sampling. Pengumpulan data melalui data primer (kuesioner) dan data sekunder. Data diolah menggunakan Statistical Product and Service Solutions (SPSS) versi 16.0 dan dianalisis secara univariat dan untuk bivariat menggunakan uji statistik fisher serta disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini diketahui bahwa ada pengaruh peran kader terhadap kunjungan pemantauan balita (ρ = ,000 < ,05) dan ada pengaruh pemahaman keluarga terhadap kunjungan pemantuan balita (ρ = ,001 < ,05). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada pengaruh peran kader dan ada pengaruh pemahaman keluarga terhadap kunjungan pemantauan balita di posyandu mawar wilayah kerja Puskesmas Pontap Kota Palopo tahun 2018. 
KEJADIAN DIARE TIGA BULAN TERAKHIR DENGAN STATUS PENGETAHUAN, SIKAP IBU DAN RIWAYAT ASI EKSLUSIF Syahdan, Syahdan; Kurniasari, Lia
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 1: JUNE 2019
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.583 KB) | DOI: 10.56338/pjkm.v9i1.588

Abstract

Salah satu cara Diare menjadi salah satu penyakit yang selalu ada di setiap catatan angka morbiditas di setiap pusat pelayanan kesehatan baik dari tingkat primer hingga rumah sakit di seluruh dunia. Di Indonesia pada tahun 2013 diare adalah pembunuh balita nomor dua setelah ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) dan 100.000 balita meninggal akibat diare, prevalensi diare dalam riskesdas tahun 2013. Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk dapat menurunkan angka kejadian diare. Penelitian ini bertujuan ingin melihat apakah ada hubungan antara pengetahuan, sikap pada ibu terkait diare, riwayat asi ekskusif pada anak dengan kejadian diare yang di derita selama 3 bulan terkahir. Penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitan ini adalah anak berusia 10 bulan - 60 bulan dengan jumlah 120sampel. Nilai variable pengetahuan P value 0,000 dengan nilai lebih kecil dari nilai Alpha 0.05 artinya terdapat hubungan antara pengetahuan ibu dengan angka kejadian diare dalam 3 bulan terakhir. Variabel sikap dan asi ekslusif memiliki nilai P Value 0,704 dan 0,683 yang artinya tidak terdapat hubungan pada 2 variabel tersebut dengan angka kejadian diare dalam 3 bulan terakhir.Pemahaman perlu selalu ditingkatkan agar semakin meningkat pengetahuan ibu tentang diare ini, pemanfaatan media digital bisa dipertimbangkan untuk dapat mempromosikan lebih baik akan masalah diare ini dan cara pencegahannya. 
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN HOME CARE DENGAN TINGKAT KEPUASAN KELUARGA PASIEN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATUA KOTA MAKASSAR Fahrepi, Reza; Rate, Suherman; Hadi, Anto J.
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 1: JUNE 2019
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1365.964 KB) | DOI: 10.56338/pjkm.v9i1.589

Abstract

Pelayanan kesehatan di rumah merupakan salah satu pelayanan kesehatan yang dilakukan ditempat tinggal keluarga untuk meningkatkan dan mempertahankan kesehatan keluarga. Home care mengutamakan pemenuhan kepuasan pasien melalui penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang berkualitas tanpa melanggar kode etik dan standar mutu pelayanan profesi. Tujuan penelitian tersebut adalah untuk mengetahui tingkat  kepuasan keluarga pasien dalam hal pelayanan Home Care di wilayah kerja Puskesmas Batua Kota Makassar. Penelitian tersebut dilakukan dengan menggunakan metode survey deskriptif dengan pendekatan cross sectional study dengan jumlah sampel 76 orang dengan tekhnik total sampling. Hasil penelitian diperoleh bahwa kehandalan berhubungan dengan kepuasan keluarga pasien dengan nilai p (0,002)<(0,05), jaminan berhubungan dengan kepuasan keluarga pasien dengan nilai p (0,000)<(0,05), bukti langsung berhubungan dengan kepuasan keluarga pasien dengan nilai p (0,000)<(0,05), empati berhubungan dengan kepuasan keluarga pasien dengan nilai p (0,002)<(0,05), daya tanggap berhubungan dengan kepuasan keluarga pasien dengan nilai p (0,003)<(0,05). Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa kehandalan, jaminan, bukti langsung, empati dan daya tanggap dalam pelayanan home care berhubungan dengan kepuasan keluarga pasien. Disarankan kepada pihak pelayanan Home care di Puskesmas Batua hendaknya lebih memperomosikan lagi pelayanan Home care dan tetap mempertahankan model pelayanan asuhan keperawatan yang ada. 
KONDISI LINGKUNGAN DAN KEBIASAAN CUCI TANGAN TERHADAP KEJADIAN DIARE DI PENGUNGSIAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANTOLOAN Rismawati, Nur
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 1: JUNE 2019
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1167.81 KB) | DOI: 10.56338/pjkm.v9i1.590

Abstract

Pasca bencana alam yang terjadi di Sulawesi Tengah 28 oktober menimbulkan berbagai penyakit, khususnya di lokasi pengungsian. Penyakit diare menjadi salah satu penyakit yang sering terjadi di lokasi pengungsian, hal ini dikarenakan oleh beberapa faktor yang mempengaruhi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi lingkungan dan kebiasaan cuci tangan dengan kejadian diare di pengungsian wilayah kerja puskesmas pantoloan. Jenis penelitian yang digunakan observasional bersifat analitik dengan pendekatan restrospektif menggunakan metode case control dimana pengambilan data variabel akibat (dependen) dilakukan terlebih dahulu kemudian diukur variabel sebab yang telah terjadi pada waktu yang lalu. Berdasarkan hasil uji chi-square yang dilakukan untuk kondisi lingkungan diperoleh p value = 0,194 artinya tidak ada hubungan antara kondisi lingkungan dengan kejadian diare, sedangkan untuk kebiasaan cuci tangan dengan kejadian diare di peroleh p value = 0.001  artinya memiliki hubungan antara kebiasaan cui tangan dengan kejadian diare. 
Caver Issue Yani, Ahmad
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 1: JUNE 2019
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1243.955 KB) | DOI: 10.56338/pjkm.v9i1.596

Abstract

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENERIMAAN TES HIV OLEH IBU HAMIL Umar, Fadly; Erni, Erni
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 1: JUNE 2019
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1167.647 KB) | DOI: 10.56338/pjkm.v9i1.597

Abstract

HIV/AIDS merupakan masalah kesehatan di seluruh dunia termasuk Indonesia. Jumlah kasus HIV/AIDS di Indonesia terus mengalami peningkatan begitupula kasus HIV pada perempuan dan anak. Tes HIV selama kehamilan merupakan salah satu upaya untuk mencegah penularan HIV dari ibu ke anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  hubungan faktor-faktor yang berhubungan dengan penerimaan tes HIV oleh ibu hamil. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan penelitian cros-sectional dan besar sampel penelitian adalah 220 ibu hamil. Data dikumpulkan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang ditemukan berhubungan dengan penerimaan tes HIV oleh ibu hamil adalah pendidikan ( p value = 0,047), Sedangkan faktor yang tidak ditemukan berhubungan dengan penerimaan tes HIV oleh ibu hamil adalah umur ( p value = 0,293), pengetahuan ( p value = 0,385), Secara statistic dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pendidikan dengan penerimaan tes HIV oleh ibu hamil dan tidak ada hubungan antara umur dan pengetahuan ibu dengan penerimaan tes HIV di Puskesmas Jumpandang Baru. Petugas kesehatan sebaiknya menguatkan kegiatan penyuluhan tentang  cara penularan HIV/AIDS, tujuan dan sasaran tes HIV kepada orang yang  mendapatkan layanan VCT ataupun kepada masyarakat umum agar mereka memiliki pengetahuan dan sikap yang baik dalam memahami tentang HIV/AIDS sebagai dasar alasan melakukan tes HIV. 
Hubungan Umur Kehamilan Dan Obesitas Ibu Hamil Dengan Kejadian Preeklampsia Di Wilayah Kerja Puskesmas Kampung Baru Kota Luwuk Dewie, Artika; Pont, Anna Veronica; Purwanti, Ayu
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 1: JUNE 2020
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.366 KB) | DOI: 10.56338/pjkm.v10i1.616

Abstract

Menurut data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai pada laporan tahunan 2016 hingga tahun 2018, didapatkan kasus kematian ibu akibat preeklampsia yang mengalami fluktuatif. Preeklampsia adalah hipertensi yang terjadi pada ibu hamil dengan usia kehamilan 20 minggu atau setelah persalinan di tandai dengan meningkatnya tekanan darah menjadi 140/90 mmHg, Salah satu faktor yang berkaitan erat dengan terjadinya preeklampsia adalah umur kehamilan  dan obesitas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan antara umur kehamilan dan obesitas pada ibu hamil  dengan kejadian preeklampsia di wilayah kerja Puskesmas Kampung Baru Kota Luwuk,  Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional yaitu case control. Besar sampel 62 responden menggunakan purposive sampling  dengan uji statistik Chi-square. Berdasarkan analisis uji statistik maka didapatkan hasil penelitian dimana ada hubungan antara umur kehamilan dengan kejadian preeklampsia (p-value = <0,001) dan ada hubungan yang bermakna antara Obesitas (p-value = <0,001) OR=9,9 yang artinya ibu hamil dengan obesitas berisiko 9-10 kali mengalami preeklampsia dibandingkan ibu hamil yang tidak obesitas. Saran untuk institusi diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan usaha tindakan preventif dan kuratif pada kasus preeklampsia misalkan dengan lebih menekankan kegiatan homecare dan juga dapat dilakukan tindakan pencegahan obesitas pada ibu hamil seperti kegiatan senam ibu hamil, penyuluhan atau konseling diet seimbang untuk ibu hamil.
RESISTENSI INSULIN DAN DISFUNGSI SEKRESI INSULIN SEBAGAI FAKTOR PENYEBAB DIABETES MELITUS TIPE 2 Al Azhar Muhammad
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 2: DESEMBER 2018
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1003.909 KB) | DOI: 10.56338/pjkm.v8i2.631

Abstract

Latar belakang : Diabetes melitus tipe 2 merupakan jenis penyakit DM yang terbanyak, penyebabnya faktor resistensi insulin dan disfungsi sekresi insulin. Resistensi insulin dan disfungsi sekresi insulin mengakibatkan Hiperglikemia yang berujung pada DM tipe 2. Hiperglikemia mengakibatkan gangguan mikrovaskuler pada retina, glomerulus ginjal dan saraf perifer, bahkan gangguan pada makrovaskuler seperti aterosklerosis, penyakit arteri koronaria dan stroke. Pengelompokkan resistensi insulin dan disfungsi sekresi insulin harus melalui pemeriksaan genotip, hal ini memerlukan biaya dan fasilitas yang memadai. Peneliti mengkaji berdasarkan terapi yang diberikan untuk mengklasifikasikan resistensi insulin atau disfungsi sekresi insulin. Tujuan : Mengkaji Resistensi Insulin dan Disfungsi sekresi insulin sebagai faktor penyebab DM tipe 2 di Kota Ternate. Metode : Tehnik purposive sampling sesuai dengan kriteria penelitian yang berjumlah 78 orang. Hasil penelitian diperoleh dan dianalisis dengan uji frekuensi untuk membandingkan subjek resistensi insulin dan disfungsi sekresi insulin. Hasil : Usia 50-60 tahun presentasi terbesar (50%), lama sakit 1-6 tahun dengan presentasi 76,9%, jenis terapi yang diberikan antidiabetik golongan Sulfonilurea (Glimepiride) dan Biguanid (Metformin) memiliki presentasi yang tertinggi (60,3%).  Kesimpulan : Resistensi Insulin dan Disfungsi sekresi insulin sebagai faktor penyebab DM tipe 2 di Kota Ternate.