Promotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Promotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat periodic scientific journal that is published by Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu. with ISSN Number: 2503-1139 (Online ) || 2089-0346 (Print). This journal accepts scientific papers in the form of research articles and review articles in the field of Public Health.
Articles
331 Documents
Dukungan Caregiver Berdampak Terhadap Penerimaan Diri Pasien TBC
Putu Thrisna Dewi, Ni Luh;
Nopita Wati, Ni Made;
Juanamasta, I Gede Juanamasta
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 2: DESEMBER 2019
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (919.874 KB)
|
DOI: 10.56338/pjkm.v9i2.965
TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Dampak dari penyakit TBC yaitu timbulnya perubahan fisik, ngangguan psikologi dan sosial pada pasien. Perubahan kesehatan yang cenderung menurun menyebabkan pasien TBC sulit untuk menerima keadaan dirinya. Oleh sebab itu pasien TBC memerlukan perhatian khusus dari caregiver dalam proses penyembuhan. Disamping itu, dukungan caregiver merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi penerimaan diri pada pasien TBC. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi Hubungan Dukungan Caregiver Dengan Penerimaan Diri Pada Pasien TBC Di Wilayah Puskesmas I Denpasar Barat dengan sampel 55 responden. Penelitian ini menggunakan desain korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan nonprobability sampling yaitu total sampling atau sampel jenuh. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Hasil penelitian ini berdasarkan Rank spe arman diperoleh tingkat signifikan <0,05 yaitu 0,001 yang artinya ada Hubungan Dukungan Caregiver Dengan Penerimaan Diri Pada Pasien TBC Di Wilayah Kerja Puskesmas I Denpasar Barat dengan kekuatan kolerasi 0,771 yang menunjukkan adanya kolerasi positif dengan kekuatan kolerasi kuat yang berarti semakin baik dukungan Caregiver maka penerimaan diri seseorang semakin positif. Adanya dukungan Caregiver dan penerimaan diri yang baik tentunya membantu proses pemulihan yang optimal pada pasien TBC. Sehingga diharapkan pasien TBC melaksanakan kontrol dan melakukan pemeriksaan dahak secara berkala, sedangkan Caregiver tetap memberikan dukungan utamanya sebagai pengawas minum obat.Â
Perbandingan Efektifitas Perasan Daun Kemangi (Ocimum Sanctum) Dan Daun Sirih (Piper Betle) Sebagai Larvasida Pada Larva Aedes Aegypti Instar III
Basri, Acce;
Farasda, Nina
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 2: DESEMBER 2019
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (870.256 KB)
|
DOI: 10.56338/pjkm.v9i2.971
Nyamuk Aedes aegypti merupakan suatu ancaman bagi manusia karena merupakan vektor utama penyebab Deman Berdarah Dengue. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas perasan daun Kemangi (ocimum sanctum)dan daun sirih (piper betle L) sebagai larvasida pada larva Aedes aegypti instar III. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Eksperimental sederhana. Besar sampel yang digunakan adalah 700 ekor larva Aedes aegypti instar III. Tempat penelitian dilakukan dilaboratorium vektor Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekes Kemenkes Ternate .Kosentrasi yang digunakan adalah 1%, 3%, 5%. Setiap konsentrasi diisi 25 ekor larva Aedes aegypti, larva diamati setiap 1 jam selama 6 jam dengan 4 kali percobaan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa rata-rata kematian dengan menggunakan perasan daun sirih pada konsentrasi 1%  sebanyak 16%, konsentrasi 3% sebanyak 28%, untuk konsentrasi 5% sebanyak 40%. Sedangkan untuk perasan daun kemangi pada konsentrasi 1% sebanyak 12%, kosentrassi 3% sebanyak 12%, untuk kosentrasi 5% sebanyak 24%. Kesimpulan Pada penelitian ini telah didapatkan hasil bahwa perasan daun sirih lebih efektif daripada daun kemangi. Disaran Untuk dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai perasan daun kemangi yang berperan sebagai larvasida nyamuk Aedes aegypti dan melakukan pengukuran suhu ruangan, pH larutan serta kelembaban ruang.Â
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Komunikasi Interpersonal Pada Anak Autis Di Pusat Layanan Autis Kota Denpasar
Ayu Putu Satya Laksmi, I Gusti;
Wiwik Aristiani, Komang;
Agung Ketut Sudarsana, I Dewa
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 2: DESEMBER 2019
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (946.926 KB)
|
DOI: 10.56338/pjkm.v9i2.972
Masalah yang dialami anak autis diantaranya gangguan komunikasi interpersonal. Gangguan komunikasi terjadi karena perkembangan kemampuan berbahasa anak autis sangat lambat atau tidak ada sama sekali sehingga anak autis kesulitan untuk menyampaikan pesan dan menerima pesan dari orang lain. Salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan komunikasi pada anak autis adalah adanya pola asuh yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan komunikasi interpersonal pada anak autis di Pusat Layanan Autis Kota Denpasar. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 46 anak yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar orang tua memiliki pola asuh orang demokratis yaitu 37 orang (80,4%) dan komunikasi interpersonal pada anak autis sebagian besar cukup baik yaitu 36 orang (78,3%). Data di uji menggunakan uji Lambda didapatkan nilai signifikan 0,00 (α < 0,05) dengan nilai kekuatan 0,049. Hal ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pola asuh orang tua dengan komunikasi interpersonal artinya semakin pola asuh orang tua semakin baik pula komunikasi interpersonal pada anak autis. Peran orang tua dapat membantu anak autis tidak hanya pada saat pemberian terapi di rumah, namun berdampak lebih besar apabila dilakukan dalam kegiatan sehari-hari ketika saling berinteraksi sehingga terutama mampu meningkatkan kemampuan komunikasi dari anak autis itu sendiri.
Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-36 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kolono
Wahyuni, Nur;
Ihsan, Habib;
Mayangsari, Riska
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 2: DESEMBER 2019
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1224.392 KB)
|
DOI: 10.56338/pjkm.v9i2.973
Stunting merupakan masalah kesehatan yang banyak ditemukan di Negara berkembang, termasuk Indonesia. Terdapat 22,9 %, atau hampir satu dari empat anak berusia di bawah lima tahun (Balita) mengalami stunting. Lebih dari setengah balita yang mengalami stunting tersebut tinggal di Benua Asia dan lebih dari sepertiga tinggal di Benua Afrika.Prevalensi stunting di Indonesia menempati peringkat kelima terbesar di dunia. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey kasus control (Case Control). Populasi adalah seluruh balita yang mengalami stunting dan sampel sebanyak 60 orang. Data diperoleh menggunakan kuesioner dan menggunakan uji chi-square dan melihat factor risiko menggunakan uji Odds ratio. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu kejadian stunting berisiko pada balita yang mengalami infeksi diare. Kejadian stunting berisiko pada balita yang tidak memenuhi ASI eksklusif.Â
Faktor Risiko Kejadian Osteoarthritis Lutut di Rumah Sakit Umum Haji Surabaya
Akbar, Hairil;
Budi Santoso, Eko
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 2: DESEMBER 2019
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (843.203 KB)
|
DOI: 10.56338/pjkm.v9i2.974
Osteoarthritis lutut merupakan penyakit sendi degeneratif yang terbanyak memberikan keluhan nyeri sendi pada lutut dan disabilitas (keterbatasan gerak), yang ditandai dengan kerusakan tulang rawan sendi dan struktur sendi diarthrodial. Prevalensi kejadian Osteoarthritis lutut di Rumah Sakit Umum Haji Surabaya menunjukkan bahwa penyakit Osteoarthritis lutut merupakan penyakit degeneratif yang masih menjadi masalah di Rumah Sakit Umum Haji Surabaya dan penyakit Osteoarthritis lutut terus mengalami peningkatan tiga tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian Osteoarthritis lutut di Rumah Sakit Umum Haji Surabaya. Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan metode case control. Besar sampel pada penelitian ini 124 sampel yaitu 62 kasus dan 62 kontrol dengan metode pengambilan sampel Consecutive Sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian riwayat hipertensi (OR=2,100; 95% CI:1,013-4,353), kebiasaan bekerja dengan beban berat (OR=0,372; 95% CI:0,180-0,769), dan menisektomi (OR=1; 95% CI:0,415-2,043). Kesimpulan bahwa riwayat hipertensi merupakan faktor risiko kejadian osteoarthritis lutut. Diharapkan pasien untuk selalu menjaga pola makan sehat dan berperilaku hidup sehat untuk mencegah osteoarthritis lutut sejak dini.
Analisis Faktor–Faktor Terhadap Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Rawat Inap Mekarsari
Widyarni, Ari;
Indah Qoriati, Nurul
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 2: DESEMBER 2019
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1227.979 KB)
|
DOI: 10.56338/pjkm.v9i2.975
Salah satu kondisi kesehatan berkaitan dengan gizi yang paling sering diderita ibu hamil adalah anemia. Prevalensi anemia gizi besi pada ibu hamil di Indonesia berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2013 sebesar 37,1% meningkat pada tahun 2018 menjadi sebesar 48,9%. Kondisi kesehatan gizi ibu hamil sangat penting karena sangat berpengaruh terhadap status kesehatan bayi yang akan dilahirkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor terhadap kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Rawat Inap Mekarsari. Metode penelitian survei analitik dengan rancangan Cross Sectional. Populasi seluruh ibu yang hamil di Puskesmas Rawat Inap Mekarsari berjumlah 70 orang dari bulan Januari sampai dengan akhir bulan April 2019. Sampel penelitian adalah sebagian dari populasi yaitu sebanyak 41 responden dengan teknik pengambilan Random Sampling. Instrumen penelitian kuesioner dan status rekam medik. Analisis statistik penelitian menggunakan uji Spearman‟s Rho dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian diperoleh sebesar 43,9% ibu hamil mengalami anemia ringan, pengetahuan tentang anemia paling banyak 39% kurang dan sebagian besar 63,4% ibu hamil mengkonsumsi tablet tambah darah (TTD) di Puskesmas Rawat Inap Mekarsari. Ada hubungan pengetahuan (p=0,001) dan konsumsi tablet tambah darah (TTD) (p=0,003) dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Rawat Inap Mekarsari. Saran bagi Puskesmas Rawat Inap Mekarsari agar dapat dilakukan upaya penurunan angka kejadian anemia dengan optimalisasi pada ibu hamil dengan cara lebih meningkatkan lagi upaya peningkatan pengetahuan dan pemahaman ibu tentang anemia serta sosialisasi mengubah persepsi ibu pada mitos-mitos tentang makanan yang bergizi.Â
Kinerja Bidan dalam Pertolongan Persalinan di Puskesmas Sulamadaha
Marsaoly, Sahnawi
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 2: DESEMBER 2019
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1099.958 KB)
|
DOI: 10.56338/pjkm.v9i2.976
Bidan yang memiliki peran penting dalam penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi, diharapkan mempunyai kinerja yang baik agar upaya-upaya kesehatan berjalan lancar. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara faktor pengalaman, pelatihan dan beban kerja dengan kinerja bidan dalam pertolongan persalinan. Jenis penelitian ini deskritif analitik dengan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian di puskesmas Sulamadaha dengan jumlah sampel sebanyak 36 orang bidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 28 bidan (77,8%) memiliki kinerja baik, dan 8 bidan (22,2%) memiliki kinerja cukup. Terdapat hubungan yang signifikan antara faktor pelatihan dengan kinerja bidan dalam pertolongan persalinan sedangkan faktor pengalaman dan beban kerja tidak ada hubungan. Jika pelatihan untuk para bidan sering dilakuakn maka kinerja bidan akan lebih baik lagi. Â
Perbedaan Kesejahteraan Psikologis Pada Ibu Berdasarkan Struktur Keluarga Di Desa Kaligung Kabupaten Banyuwangi
Puspitasari, Fitria;
Haksama, Setya
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 2: DESEMBER 2020
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (268.149 KB)
|
DOI: 10.56338/pjkm.v10i2.1039
Psychological well being atau kesejahteraan psikologis dapat dikatakan sebagai kondisi atau kemampuan seseorang yang memiliki sikap positif terhadap diri sendiri dan orang lain sehingga dapat mengatur lingkungan sesuai dengan kebutuhannya. Individu tersebut mampu bersikap optimis dan dapat menghadapi tekanan sosial. Tingkat psychological well being pada ibu dapat dipengaruhi oleh tempat tinggal dengan struktur keluarga. Ada dua jenis struktur keluarga yaitu nuclear family yaitu keluarga inti dan extended family yaitu keluarga besar atau batih. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat psychological well being antara ibu yang tinggal dengan struktur keluarga nuclear family dengan ibu yang tinggal dengan struktur keluarga extended family pada kelompok ibu-ibu PKK di Desa Kaligung, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan komparatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 35 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling atau sampel jenuh. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Life Satisfaction Index. Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji mann-whitney didapatkan hasil penelitian bahwa nilai signifikansi sebesar 0,197 (p>0,05). Hal tersebut menunjukkan bahwa tidak adanya perbedaan psychological well being antara ibu dengan struktur keluarga nuclear family maupun ibu dengan struktur keluarga extended family. Hal tersebut disebabkan oleh pernyataan subyek mengenai hal yang menyenangkan dalam kehidupan pribadinya dan merasa jika dalam satu tahun ini merupakan tahun yang terbaik dalam kehidupan pribadinya.
Hubungan Personal Hygiene dan Pekerjaan dengan Kejadian Dermatitis di Wilayah Kerja Puskesmas Juntinyuat
Akbar, Hairil
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 1: JUNE 2020
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (764.969 KB)
|
DOI: 10.56338/pjkm.v10i1.1111
Berbagai macam penyakit kulit saat ini masih menjadi masalah kesehatan bagi masyarakat di dunia, tak terkecuali di Indonesia. Prevalensi dari semua bentuk dermatitis adalah 4,66%, termasuk dermatitis atopik 0,69%, ekzema numular 0,17%, dan dermatitis seboroik 2,32% yang menyerang 2% hingga 5% dari penduduk. Tujuan penelitian menganalisis hubungan personal hygiene dan pekerjaan dengan kejadian dermatitis di wilayah kerja Puskesmas Juntinyuat. Metode penelitian menggunakan case control study dengan jumlah sampel sebanyak 98 pasien dengan Teknik pengambilan sampel simple random sampling menggunakan kuesioner. Uji statistik menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian variabel personal hygiene (p value=0,015) dan pekerjaan (p value=0,026). Simpulan personal hygiene dan pekerjaan berhubungan dengan kejadian dermatitis.
Peran Orang Tua dan Teman Sebaya Terkait Perilaku Merokok Mahasiswa Fakultas Ekonomi UNISKA MAB Banjarmasin
Zacky Anwary, Ahmad
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 1: JUNE 2020
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (882.787 KB)
|
DOI: 10.56338/pjkm.v10i1.1112
Perilaku merokok yang saat ini sudah menjadi kebiasaan bagi banyak kalangan baik orang tua maupun remaja bahkan hingga anak-anak, merupakan suatu hal yang dapat mengancam kesehatan akibat dari pengaruh buruknya di masyarakat. Faktor terbesar dari kebiasaan merokok adalah faktor sosial atau lingkungan, terkait hal itu telah diketahui bahwa karakter seseorang banyak dibentuk oleh lingkungan sekitar, baik keluarga, tetangga, maupun teman pergaulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran orang tua dan teman sebaya dengan perilaku merokok pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (UNISKA MAB). Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dan teknik yang digunakan untuk pengambilan sampel adalah kuota sampling dengan jumlah sampel sebanyak 194 mahasiswa. Hasil penelitian menggunakan Pearson Chi-Square Test diperoleh nilai p = 0,001 ≤ α (0,05) pada hubungan peran orang tua dengan perilaku merokok mahasiswa, serta nilai p = 0,000 ≤ α (0,05) pada hubungan peran teman sebaya dengan perilaku merokok mahasiswa. Melalui penelitian ini diharapkan mahasiswa dapat lebih pandai dalam berteman agar tidak mudah terpengaruh dengan lingkungan sekitar yang buruk.