cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Desain Interior
ISSN : 25272853     EISSN : 25492985     DOI : -
Jurnal Desain Interior (pISSN 2527-2853 eISSN 2549-2985) menerima artikel penelitian penuh di bidang desain interior dan lingkupnya dari bidang subjek sebagai berikut: Sejarah Desain, Sejarah Interior, Budaya Visual Interior, Metodologi Desain, Proses Desain, Wacana Desain, Desain Interior dan Budaya, Sosiologi Desain, Manajemen Desain, interior dan seni kritik, Antropologi dari desain interior, Artifact desain, desain Industri, desain interior, Kerajinan, Arsitektur, Industri Kreatif, Kebijakan desain, psikologis, Perilaku Meruang, Psikologi Desain, Ergonomi, Sain Interior, pendidikan dan konseptual lainnya di interior Desain.
Arjuna Subject : -
Articles 228 Documents
Pengembangan Living Lab untuk Kampung UMKM Dusun Rejoso, Desa Junrejo, Kota Batu Nabilla Retnaning Dewanti
Jurnal Desain Interior Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v9i2.4471

Abstract

Seiring pertumbuhan penduduk Dusun Rejoso yang sebagian besar mata pencahariannya adalah sebagai pengrajin dan produsen, Kampung UMKM Rejoso menjadi tempat yang dapat menarik wisatawan saat berkunjung ke kota Batu. Namun masyarakat setempat belum ada inisiatif untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif, selama ini penduduk Dusun Rejoso hanya berfokus pada produksi saja. Hal ini dikarenakan tidak adanya sarana yang memadai untuk warga setempat melakukan pelatihan ataupun pengembangan diri. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan wadah kreatif bagi warga Dusun Rejoso untuk dapat meningkatkan keterampilannya berupa ruang komunal Living Lab sehingga dapat menjadi penyambung antara pemangku kepentingan dari luar desa melalui acara-acara dan kegiatan yang dilaksankan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dimana data diambil melalui observasi lapangan, studi literatur,dan wawancara. Data diolah kemudian digunakan sebagai acuan studi perbandingan dengan dua objek Living Lab yang berada di Eropa yaitu DeCevuel Living Lab dan Cornella Citilab. Hasil analisa studi perbandingan ini menunjukkan bahwa peta sistem yang digunakan oleh kedua Living Lab tersebut mempunyai beberapa kemiripan fasilitas, yaitu tempat pelatihan dan lokakarya, studio media sosial seperti podcast dan pengambilan foto produk, area mengadakan acara dan pameran. Sehingga penelitian ini menghasilkan peta sistem yang dapat dijadukan acuan pemngembangan Living Lab dengan melibatkan beberapa pemangku kepentingan di Dusun rejoso, Desa Junrejo. Penelitian ini dapat berkembang menjadi sebuah perancangan bangunan dengan mempertimbangkan dukungan dari pemangku kepentingan yang terlibat melalui peta sistem yang sudah dibuat.
Space Programming as an Approach to Produce Recommendation of Virtual Wayfinding Design Guidelines in Puskesmas Siti Chadijah; Reno Fanthi; Fauzia Latif; Dewi Kumoratih
Jurnal Desain Interior Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v9i2.4477

Abstract

Health facilities in Jakarta are facing several challenges to enhance their services, especially addressing the space limitation. One of the vital facilities needed to be provided is space programming and wayfinding to help health facilities improve their service such as separating health patients and patient with unhealthy condition. In fact, there is a lack of information regarding the flow of activities that visitors must go through while visiting the health facility. Provision of information on this flow of activity still depends on the availability of officers. This study provides a recommendation for a better space development of the community health facility as well as more adequate information on the health facilities in Jakarta. Gibson (2009) has encapsulated which types of wayfinding can perform well in indoor areas. Based on the types, this research aims to unravel the limitations of information and provide appropriate access for users. The research was conducted through data collection of facilities and activities in Puskesmas. Space limitations can be resolved by providing accessible and easily understood information. Moreover, the result provides data of information that can be developed on an integrated virtual wayfinding design to achieve efficiency and sustainability in health services.
ETNO-ARSEMIOTIKA DALAM “MEMBACA” ELEMEN PADA ARSITEKTUR TRADISIONAL Dian Kusumowardani
Jurnal Desain Interior Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v9i2.4479

Abstract

Arsitektur Tradisional, pada keberlanjutannya menghadapi dampak perkembangan dan pengaruh global, yang menyebabkan dapat terlepas dari budaya aslinya. Kajian ini, dilakukan melalui pendalaman pengetahuan mendasar mengenai eksistensi arsitektur tradisional. Tujuan dari kajian ini yaitu mengungkap makna pada bangunan arsitektur tradisional, untuk mengetahui sejauh mana dampak perubahan nilai budaya terhadap arsitektur tradisional yang ada, dengan menerapkan Metoda Kualitatif Etno-Arsemiotika secara deskriptif, analitik dan interpretative yang dilakukan untuk mengetahui perubahan terhadap makna Arsitektur Tradisional sehingga dapat mengungkap fenomena arsitektur tersebut. Melalui pendekatan metode ini diharapkan dapat diketahui perubahan wujud pada elemen-elemen arsitekturnya berupa unsur-unsur bentuk, fungsi yang berpengaruh terhadap makna Arsitektur Tradisional sehingga akan dapat tetap mengekspresikan makna dan pesan sesuai wujud ciri dan identitas Arsitektur aslinya, sehingga eksistensi dan keberlanjutan Arsitektur Tradisional sebagai salah satu warisan budaya dalam bidang Arsitektur dapat dipertahankan.
Implementasi Konsep Desain Oriental pada Desain Interior Tristar International Restaurant Surabaya Felicia Josephine; Grace Mulyono; Filipus Priyo Suprobo
Jurnal Desain Interior Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v9i2.4480

Abstract

Tristar International Restaurant merupakan restoran legendaris yang terkenal akan ciri khas hidangan Chinese food-nya yang sudah lama berdiri sejak 1980 di Surabaya. Restoran ini masih beroperasi sampai sekarang dan cukup digemari oleh masyarakat Surabaya. Aspek tersebutlah yang membuat perancang memilih restoran Tristar sebagai objek utama perancangan redesain. Perancangan ini dilakukan guna menyelesaikan permasalahan: (1) kurangnya implementasi konsep desain oriental pada desain interior restoran, (2) penggunaan perabot dan dekorasi yang kurang modern, dan (3) kurangnya sistem pembagian ruang pada toilet restoran. Perancangan ini menggunakan metode Design Thinking. Melalui beberapa permasalahan tersebut, perancang diharapkan dapat mempelajari cara menciptakan suasana restoran dengan konsep desain oriental dengan menonjolkan beberapa karakteristik kebudayaan Chinese melalui desain interiornya, serta dapat memaksimalkan fungsi setiap area dalam restoran dengan baik. Hasil akhir dari perancangan ini adalah perubahan mayor pada desain interior restoran dari area pintu masuk utama, area resepsionis, area makan utama, area bar sampai dengan area servis. Perancangan juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas branding restoran agar tetap dapat bersaing dengan restoran-restoran baru lainnya. Dengan hasil akhir perancangan, diharapkan restoran Tristar dapat menjadi alternatif solusi dari permasalahan yang ada dan dapat digunakan sebagai referensi untuk penelitian selanjutnya.
Kajian Behavior Mapping pada Ruang Tunggu Gedung Rawat Jalan Rumah Sakit Rujukan Utama Surabaya Rifdah Azizah Salsabila; Mahendra Wardhana
Jurnal Desain Interior Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v9i2.4482

Abstract

Desain lingkungan yang tepat dan optimal akan melibatkan pengguna di dalamnya agar desain yang dihasilkan dapat sesuai dengan kebutuhan pengguna dan fungsionalitas ruang. Salah satu cara untuk membuat desain lingkungan yang memperhatikan pengguna adalah dengan menganalisis perilaku mereka. Behavior mapping merupakan alat penting dalam desain lingkungan yang digunakan untuk menganalisis dan memahami bagaimana orang berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola perilaku pasien dan pengunjung di ruang tunggu Gedung Rawat Jalan Rumah Sakit Rujukan Utama Surabaya. Melalui observasi dan pencatatan, penelitian ini mengungkapkan bahwa pasien lebih banyak menghabiskan waktu di kursi ruang tunggu karena aktivitas mengantre yang lama. Selain itu, ditemukan pengelompokan beberapa aktivitas di area ruang tunggu dan kurang optimalnya penggunaan area tempat duduk lainnya. Berdasarkan temuan ini, beberapa rekomendasi desain diajukan untuk meningkatkan kenyamanan dan efisiensi ruang tunggu. Penelitian ini menyoroti pentingnya behavior mapping dalam memahami dan memperbaiki penggunaan ruang di lingkungan rumah sakit.
Menjelajahi Perbedaan Persepsi Elemen Desain Interior Berdasarkan Jenis Kelamin terhadap Kesiapsiagaan dan Respon Mitigasi Bencana Della Puspita Budikurnia Putri; Firman Hawari
Jurnal Desain Interior Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v9i2.4485

Abstract

Bencana adalah suatu peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba dan dapat menimbulkan kerugian besar serta membahayakan nyawa manusia. Kerusakan yang disebutkan antara lain kerusakan lingkungan, cedera, korban jiwa, kerusakan harta benda, tekanan psikologis dan dampak ekonomi. Namun kesiapsiagaan bencana pada desain interior fasilitas umum seperti stasiun kereta api, bandara dan stasiun kereta api di Indonesia masih belum cukup menjamin keselamatan dan keamanan penggunanya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka perlu adanya desain interior yang aman bagi masyarakat, terutama ketika menghadapi kebakaran dan gempa bumi. Artikel ini akan membahas pentingnya desain interior pada bangunan publik dan dampaknya terhadap pengunjung, termasuk pertimbangan lebih lanjut berdasarkan jenis kelamin penggunanya, untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan terhadap kebakaran dan gempa bumi. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif berupa kuesioner. Hasil penelitian ini fokus pada aspek elemen desain interior yang secara visual dapat meningkatkan efisiensi pengguna ruangan, sehingga dapat membantu mereka dalam mengambil keputusan dan melakukan tindakan yang aman.
Analisis Proxemics dalam Transformasi Ruang Budaya Minangkabau terkait Pergeseran Fungsi pada Istano Basa Pagaruyuang Rexha Septine Faril Nanda
Jurnal Desain Interior Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v10i1.19789

Abstract

Istano Basa Pagaruyuang, sebuah bangunan bersejarah di Sumatera Barat yang menandakan kekayaan budaya suku Minangkabau. Bangunan yang dibangun oleh Raja Adityawarman ini, bukan hanya merupakan peninggalan sejarah, tetapi juga monumen yang mempertahankan identitas kuat suku Minangkabau. Sebagai Rumah Gadang, Istano Basa Pagaruyuang ini meruapakan pusat kekuasaan kerajaan yang mencerminkan kearifan lokal dan kekayaan budaya pada zamannya. Pembangunan kembali Istano setelah kebakaran tahun 2007 menjadi bukti ketahanannya dan menceritakan kisah yang berharga.Terletak di Nagari Padang Siminyak, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, Istano Basa Pagaruyuang memiliki struktur bangunan sejarah yang terintegrasi dengan makna penting bagi masyarakat Minangkabau. Penelitian ini fokus pada proxemics, khususnya ruang interior Rumah Gadang di dalam Istano Basa Pagaruyuang. Perubahan fungsi dari pusat kerajaan menjadi situs cagar budaya telah memengaruhi komunikasi nonverbal, mengeksplorasi aspek-aspek ruang, jarak, dan perilaku individu. Literatur penelitian membahas aspek-aspek fundamental proxemics, mengambil teori dari Edward T. Hall dan penelitian lain yang mengeksplorasi dampak desain fisik terhadap perilaku manusia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif komprehensif dengan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergeseran fungsi Istano Basa Pagaruyuang telah memengaruhi transformasi ruang budaya Minangkabau, terutama terlihat dalam penggunaan ruang yang berubah dan pergeseran komunikasi nonverbal. Pembahasan mendetail melibatkan analisis ruang setiap area Rumah Gadang dan mengeksplorasi faktor-faktor proxemics yang mempengaruhi perubahan. Studi ini menyimpulkan bahwa pergeseran fungsi Istano Basa Pagaruyuang dari pusat kerajaan menjadi situs cagar budaya tidak hanya memengaruhi ruang fisik, tetapi juga hubungan sosial dan budaya yang kompleks yang tetap terjaga dalam monumen budaya ini.
Perancangan Desain Interior Yesaya Healthy Reflexology & Family Massage dengan Konsep Serenity Nature Andrea Angeline Hidayat
Jurnal Desain Interior Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v10i1.19802

Abstract

Refleksi pijat merupakan pelayanan yang bertujuan sebagai pemulihan bagi kondisi tubuh yang kurang nyaman, lelah, dan sakit. Kondisi kehidupan modern pada Ibu Kota saat ini membuat berbagai masalah kesehatan muncul pada lingkungan masyarakat. Kehidupan ibu Kota yang sibuk, aktivitas di perkantoran, aktivitas yang membutuhkan banyak pergerakan dan tenaga tubuh, dan aktivitas sehari-hari dapat menyebabkan tubuh lelah secara fisik dan pikiran. Refleksi pijat dibuat untuk membantu masyarakat dalam pemulihan tubuh, masyarakat yang lelah, mengalami pegal, dan sakit dapat menggunakan peelayanan pijat refleksi untuk membantu penyembuhan. Pada perancangan ini ruang yang diharapkan adalah ruangan dengan konsep natural yang memberikan suasana ketenangan alam sehingga pengunjung dapat menerima pelayanan refleksi sembari merasakan suasana alam pada ruangan. Penelitian ini ditujukan untuk penyusunan Tugas Akhir dengan judul “Perancangan Desain Interior Yesaya Healthy Reflexology & Family Massage” yang dapat memberikan fasilitas dan suasana desain yang unik bagi pengunjung. Rosemary Kilmer. Menurut Rosemary Kilmer proses desain terbagi menjadi dua tahap. Tahap pertama yaitu analisis, pada tahap ini masalah diidentifikasi, dibedah, ditelaah, diteliti, dan dianalisis.
Smart Furniture Rak Multifungsi Museum Musik Indonesia Hilmi Dzakaaul Islam; Tiara Ika Widia Primadani; Brainnisa Ramadhani Nur Nisrina; Wahyu Kurni Dewi
Jurnal Desain Interior Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v10i1.21548

Abstract

Museum Musik Indonesia (MMI) yang terletak di Perumahan Griya Shanta Blok B, Jl. Sukarno Hatta, Kota Malang, Jawa Timur merupakan satu-satunya museum seni musik di Indonesia. Koleksi MMI sebagian besar adalah berupa media rekam fisik yang berupa kaset, piringan hitam/vinyl, VCD/DVD yang mayoritas koleksinya bersumber dari sumbangan masyarakat. Pengambilan data penelitian menggunakan metodologi kualitatif dengan melakukan wawancara kepada pengelola museum dan observasi secara langsung untuk studi kebutuhan ruang dan fasilitas. Kegiatan observasi menemukan beberapa permasalahan, diantaranya adalah jumlah koleksi yang banyak namun luas area museum, jumlah furnitur untuk display dan tempat penyimpanan yang terbatas. Pengelola merasa kesulitan untuk menyimpan, menata dan memamerkan koleksi MMI dengan baik dan menarik. Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah membuat smart furniture berbentuk rak dengan konsep multifungsi. Perancangan smart furniture menggunakan metode design thinking double diamond. Smart furniture tersebut berfungsi menjadi tempat display dan penyimpanan koleksi Museum Musik Indonesia agar penggunaan ruang menjadi lebih maksimal. Pengunjung juga dapat berinteraksi dengan koleksi melalui smart furniture tersebut. Pembuatan rak smart furniture untuk MMI diharapkan memberikan solusi dari permasalahan yang ada dan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan desain museum yang lain sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang memiliki minat terhadap koleksi museum serta menjadi inspirasi masyarakat umum untuk membuat smart furniture.
Dari Limbah menjadi Karya: Pemanfaatan Limbah Industri Interior untuk Produk Furniture Andi Pramono; Tiara Ika Widia Primadani; Agung Purnomo; Rr Ratna Amalia Rahayu; Praticia Sheila Jonowibowo; Keisha Hutamargo
Jurnal Desain Interior Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v10i1.21814

Abstract

Limbah industri interior, terutama dari sektor kayu dan tekstil, sering kali menjadi masalah lingkungan yang serius, karena pengelolaannya yang tidak tepat, seperti dibakar, yang menyebabkan polusi udara. Di Kota Malang, industri-industri ini menghasilkan limbah dalam jumlah besar, yang seharusnya bisa dimanfaatkan lebih baik. Pemanfaatan limbah melalui konsep upcycling menawarkan solusi inovatif untuk mengurangi dampak negatif lingkungan sekaligus memberikan nilai ekonomi lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi upcycling limbah industri interior menjadi produk furniture yang bernilai tinggi dan ramah lingkungan. Fokus utama penelitian ini adalah menciptakan produk bedside table dari limbah kayu yang dilengkapi dengan teknologi smart lighting, serta memberikan pelatihan kepada masyarakat Desa Tirtomoyo untuk memberdayakan mereka dalam pengolahan limbah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan design thinking, yang terdiri dari lima tahapan: empathize, define, ideate, prototype, dan test. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan dan wawancara dengan pelaku industri. Proses desain dilakukan secara iteratif hingga menghasilkan produk yang optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah industri interior dapat diolah menjadi produk furniture yang menarik secara estetika dan fungsional, seperti bedside table. Produk ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai jual tinggi di pasaran. Selain itu, pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat berhasil meningkatkan pemahaman mereka tentang pengolahan limbah dan membuka peluang usaha baru, yang berdampak pada pengurangan pengangguran di wilayah tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan upcycling dalam pengelolaan limbah industri interior tidak hanya membantu mengatasi masalah lingkungan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat.