cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Desain Interior
ISSN : 25272853     EISSN : 25492985     DOI : -
Jurnal Desain Interior (pISSN 2527-2853 eISSN 2549-2985) menerima artikel penelitian penuh di bidang desain interior dan lingkupnya dari bidang subjek sebagai berikut: Sejarah Desain, Sejarah Interior, Budaya Visual Interior, Metodologi Desain, Proses Desain, Wacana Desain, Desain Interior dan Budaya, Sosiologi Desain, Manajemen Desain, interior dan seni kritik, Antropologi dari desain interior, Artifact desain, desain Industri, desain interior, Kerajinan, Arsitektur, Industri Kreatif, Kebijakan desain, psikologis, Perilaku Meruang, Psikologi Desain, Ergonomi, Sain Interior, pendidikan dan konseptual lainnya di interior Desain.
Arjuna Subject : -
Articles 228 Documents
PERANCANGAN INTERIOR "ARDEAKON CAFE AND GALLERY" DENGAN PENDEKATAN EKO-DESAIN DI TEMANGGUNG Elisa Liliani Winata; Hedy Constancia Indrani
Jurnal Desain Interior Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v10i1.20668

Abstract

Kalangan anak muda gemar berkumpul dan bersantai di cafe. Kegiatan berkumpul yang kian meningkat turut meningkatkan keberadaan cafe. Pembangunan cafe seringkali kurang memperhatikan permasalahan global sepeti perubahan iklim, polusi, dan penurunan keanekaragaman hayati, sehingga hal ini memberikan dampak bagi lingkungan sekitarnya. Pembangunan cafe dengan pendekatan ekodesain penting guna mendukung keseimbangan dan kelestarian lingkungan. Seiring keinginan brand Ardeakon dalam melakukan perluasan dari usaha interior build dan peralatan otomatis ke sektor retail food and beverage di Kota Temanggung, maka identitas brand Ardeakon perlu diterapkan ke dalam desain interior melalui perancangan interior Ardeakon cafe and gallery dengan tepat. Kualitas suatu usaha dipengaruhi kualitas brand dan desain interior yang dapat diaplikasikan ke dalam tempat usaha. Identitas brand dalam desain interior yang baik akan membantu mempermudah pengunjung untuk mengingat dan mengenali ciri khas serta karakter cafe dan gallery ini. Perancangan interior Ardeakon cafe and gallery yang menggunakan metode perancangan design thinking dan pendekatan eko-desain menekankan organisasi ruang yang efektif dan efisien, penggunaan material yang ramah lingkungan, efisien dalam pemakaian energi dan sumber daya, serta mengaplikasikan penerapan identitas brand dengan tepat. Hasil perancangan interior Ardeakon cafe and gallery dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu-isu lingkungan dan memberikan kontribusi dalam mengurangi dampak lingkungan. Selain itu, pembangunan cafe dan gallery yang unik ini dapat menarik perhatian dan dikenal masyarakat, serta dapat menjadi salah satu daya tarik wisata bagi Kota Temanggung.
Lighting and Color Preferences in Hajj Dormitory Bedrooms: Impact on Visitors’ Subjective Well-Being Putri Ahmadina; Mahendra Wardhana
Jurnal Desain Interior Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v10i1.22572

Abstract

The design of interior spaces significantly influences the subjective well-being of occupants, shaping their emotional states, comfort, and overall experience. Among the key environmental factors, lighting and interior color play a crucial role in creating a harmonious atmosphere, affecting mood, relaxation, and functional efficiency. However, Hajj dormitories, which serve as temporary accommodations for pilgrims and visitors, often suffer from suboptimal lighting and color schemes that may not fully support users’ well-being. This study investigates visitor preferences for lighting and color in Hajj dormitory bedrooms and their impact on subjective well-being. Through a systematic analysis and observations, it identifies how lighting conditions and color choices influence psychological responses, either enhancing tranquility or creating discomfort. Findings indicate that poor lighting configurations, such as dim illumination and lack of adjustability, contribute to decreased comfort and usability. Similarly, the selection of overly vibrant or dull color schemes negatively affects emotional balance, reducing the overall quality of the environment. To improve well-being in dormitory spaces, this study emphasizes the need for adaptive lighting solutions that cater to different user activities and color palettes that foster relaxation and positivity. By integrating the Positive Design Framework, dormitories can transition from purely functional accommodations to supportive environments that enhance both physical and psychological comfort. The study provides practical design recommendations that can be applied to Hajj dormitories and other communal accommodations, ensuring that interior spaces contribute to a more comfortable, emotionally supportive, and enriching experience for all users.
Terapi Seni Berpeluang Bisnis: Kreativitas Disabilitas Menjadi Produk Dekorasi Interior Bernilai Ekonomi dengan Konsep 3M Lea Kristina Anggraeni
Jurnal Desain Interior Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v10i1.22755

Abstract

Aktivitas seni dan kreativitas memiliki peran penting bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) maupun Dewasa Berkebutuhan Khusus (DBK), yang dikenal sebagai terapi seni. Terapi seni tidak hanya berfungsi sebagai sarana untuk mengekspresikan diri dan mengembangkan kemampuan emosional, tetapi juga untuk meningkatkan kemampuan motorik, meningkatkan imajinasi dan memberikan peluang ekonomi melalui pemasaran karya sebagai produk dekorasi interior. Penelitian ini mengkombinasikan konsep terapi seni dengan desain interior untuk meningkatkan kreativitas ABK. Dengan memahami karakteristik unik ABK/DBK, kegiatan terapi seni dapat dirancang sedemikian rupa, hingga dapat dilaksanakan secara tepat bagi mereka. Tujuan penelitian ini adalah menggali dan memetakan potensi seni yang sederhana namun berdaya tarik sebagai dekorasi interior, sekaligus membuka peluang bisnis dari hasil karya tersebut. Kolaborasi antara ABK/DBK dan pendamping disabilitas menjadi elemen penting dalam penelitian ini, di mana pendamping—baik anggota keluarga maupun pihak lain yang peduli—berperan sebagai kurator untuk hasil karya. Selain itu, terapi seni juga membantu pendamping mengatasi rasa penat. Penelitian ini meggunakan metode eksperimental dan observatif partisipatif, dimana ABK/DBK sebagai subjek utama dalam upaya pengembangan kreativitas mereka. Hasilnya menunjukkan bahwa kerja sama ini meningkatkan kualitas karya dan kerekatan hubungan, serta menghasilkan produk dekorasi interior yang inovatif, berkelanjutan, dan inklusif.
Literature Review: Kontekstualisasi Pendekatan Kebutuhan Maslow dalam Studi Interior Hunian Galuh Marta Dhaniswara
Jurnal Desain Interior Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v8i1.16449

Abstract

Hunian merupakan salah-satu bentuk ruang binaan yang terus berkembang dan terkait dengan aspek penghuninya. Beberapa aspek manusia meliputi aspek fisikal dan mental menjadi bagian dari perhatian desain berbasis manusia. Kebutuhan manusia dalam pendekatan humanistik dipercaya telah menawarkan perspektif penyelidikan baru yang lebih terfokus dan tepat guna, tidak terkecuali dalam spasialitas hunian. Melalui penelitian ini, penulis menelusuri Teori Kebutuhan Maslow dan mengemukakan variable kontekstual yang telah dipergunakan dalam pendekatan studi pemanfaatan desain dan interior terdahulu. Penelitian menggunakan metode literature review yang meliputi proses analisis dan sintesis guna mendeskripsikan teori kebutuhan dalam desain, aspek manusia, dan tipologi kebutuhan dalam desain hingga ranah interior hunian. Penelusuran artikel menggunakan Science Direct, EBSCOhost, dan Google Scholar, yang terbit pada tahun 2009-2022. Adapun 10 sumber data literatur review yang digunakan dalam penelitian ini merupakan artikel jurnal, naskah prosiding, dan buku terpublikasi dipilih sesuai kriteria penelitian dan diproses melalui flow diagram. Hasil dalam penelitian ini merupakan identifikasi teori kebutuhan yang telah dielaborasikan dalam desain interior dan membentuk kontekstualisasi pendekatan. Kontekstualisasi memuat penerjemahan atas 5 kategori kebutuhan Maslow dan uraian variabel unsur kebutuhan dalam ranah interior sehingga dapat dimanfaatkan sebagai kerangka studi dan evaluasi pasca huni melalui identifikasi pemanfaatan interior hunian yang terbentuk oleh penghuni.
Analisa Uses & Activities pada Placemaking Gedung Filateli Jakarta Tsara Dhinna Mawardini; Deddy Wahjudi; Gregorius Prasetyo Adhitama
Jurnal Desain Interior Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v8i1.16272

Abstract

Bangunan cagar budaya memuat identitas budaya dan merupakan saksi perkembangan peradaban. Namun pada tatanan kehidupan modern bangunan cagar budaya tidak lagi memiliki fungsi yang sama dengan mulanya. Adanya perbedaan fungsi tersebut merupakan salah satu upaya untuk mempertahankan keberadaan bangunan tersebut melalui melahirkan fungsi baru yang menyesuaikan dengan kebutuhan kehidupan sosial budaya saat ini. Siasat tersebut juga merupakan salah satu upaya melaksanakan pembangunan minim emisi dengan cara mengoptimalkan fungsi dari bangunan yang sudah ada. Prinsip yang erat kaitannya dengan praktik optimasilasi bangunan cagar budaya dikenal dengan adaptive reuse. Pada objek bangunan cagar budaya strategi adaptive reuse dijalankan dengan pendekatan placemaking. Gedung Filateli merupakan bangunan cagar budaya yang direvitalisasi dengan pendekatan placemaking. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi indikator uses dan activities pada placemaking fase I Gedung Filateli, khususnya area great hall. Identifikasi indikator uses dan activitiy bertujuan untuk mengetahui terpenuhi atau tidaknya kebutuhan masyarakat melalui pendekatan placemaking yang dilakukan pada Gedung Filateli. Metoda yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah observasi dan deskriptif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada placemaking Gedung Filateli khususnya area great hall, area tersebut berhasil mewadahi beragam aktivitas dan program kegiatan sehingga indikator uses dan activities sudah teridentifikasi dan terpenuhi.
Paradigma Interior Kantor Kemarin, Saat Ini dan Hari Esok pada Kantor PT TPS Surabaya Rifdah Azizah Salsabila; Aditya Andhy Prabowo; Rahmat Charis Wijayanto
Jurnal Desain Interior Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v8i1.15613

Abstract

Perkembangan penggunaan teknologi pada ruangan kantor berkembang dengan sangat pesat. Memberikan dampak pada gaya bekerja dan kebutuhan ruangan pada sebuah kantor. Dulunya sebuah kantor terbentuk sangat kaku baik dari organisasi maupun fasilitas yang ada. Saat ini sebuah kantor memiliki fasilitas yang sangat adaptif dan dinamis mengikuti perkembangan generasi pengguna dan kebutuhan produktifitas dari sebuah kantor itu sendiri. Pada masa setelah Covid – 19 membuat sebuah kantor harus merubah kebiasaan dengan memanfaatkan semua teknologi yang ada dan terdepan sehingga memaksa sebuah kantor untuk merubah kebiasaan dalam bekerjanya. Hal ini akan membuat di kemudian hari sebuah fasilitas kantor akan menjadi sangat fleksible dan dinamis karena harus menjadi adaptif dengan perubahan keadaan yang ada. Tujuan dilakukan penelitian ini agar memberikan kesadaran kepada pemilik atau pengelola kantor PT TPS Surabaya secara khusus dan secara umum di Surabaya sebagai dasar untuk mempertimbangkan saat melakukan pemeliharaan maupun pengembangan aset berikutnya. Metode penelitian ini menggunakan metode Observasi Desktriptif dengan melihat kondisi eksisting yang ada saat ini pada sebuah kantor PT TPS Surabaya dan mendapatkan data primer dari survey eksisting.
Analisa Pengaruh Desain Fasilitas Duduk Di Taman Lansia Banding Terhadap Perilaku Penggunanya Lano Hapia Penta
Jurnal Desain Interior Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v8i1.16104

Abstract

Taman Lansia Bandung memiliki 9 jenis fasilitas duduk yang tersebar di penjuru area dengan total sebanyak 57 unit. Keragaman desain fasilitas duduk ini didukung pula oleh lingkungan sekitarnya sebagai sebuah ruang yang memunculkan aktivitas duduk dengan perilaku yang beragam dan unik. Tujuan penelitian ini menjadi sebuah acuan desain kedepan dalam perancangan fasilitas duduk pada ruang terbuka, untuk dapat menumbuhkan perilaku duduk atau interaksi tertentu. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif, melalui kajian fenomena perilaku duduk yang terjadi, kemudian dianalisa melalui pendekatan faktor desain (bentuk-material-antropometri) serta faktor ruang (lantai-dinding-atap). Hasil dari penelitian menyatakan terjadi hubungan sebab akibat antara faktor desain dengan faktor ruang yang menimbulkan perilaku duduk tertentu. Disimpulkan bahwa kedua faktor di atas memunculkan perilaku; 1)duduk anomali; 2)perilaku duduk normal menyendiri; 3) perilaku duduk normal berinteraksi.
Perancangan Toko dan Restoran di Kyou Hobby Shop Dengan Pendekatan Konsep Akihabara di Malam Hari Aurelia Goldina Zahra; Alifia Wida Izzati; Widasapta Sutapa
Jurnal Desain Interior Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v8i1.15716

Abstract

Masuknya anime ke Indonesia membuat anime menjadi digemari oleh kalangan anak muda di Indonesia. Mulai dari tayangnya anime di stasiun televisi, maupun anime bajakan yang tersebar dalam bentuk DVD maupun di Internet. Banyaknya penggemar anime dan budaya pop Jepang lainnya membuat banyak munculnya komunitas penggemar anime dan hadirnya event dengan tema budaya pop Jepang di Indonesia. Berkembangnya penggemar anime di Indonesia, termasuk di Tangerang belum sebanding dengan jumlah tempat yang bisa mewadahi penggemar anime untuk dapat menyalurkan hobinya sekaligus sebagai hiburan. Perancangan Kyou Hobby Shop di Gading Serpong bertujuan sebagai salah satu wisata yang bisa dikunjungi oleh warga baik di sekitar maupun luar Gading Serpong. Selain itu, Kyou Hobby Shop juga bisa mewadahi event yang didirikan oleh penggemar anime seperti perkumpulan komunitas ataupun acara lainnya. Perancangan interior dari Kyou Hobby Shop ini menghadirkan konsep Akihabara di malam hari dengan memasukkan unsur-unsur yang ada di Akihabara dengan segala pengembangannya baik dari segi konsep maupun fasilitas. Kyou Hobby Shop ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat mengenai anime.
Perancangan Interior Sekolah Dasar Katolik Santa Angela di Surabaya dengan Pendekatan Student Centered Learning dalam Kurikulum Merdeka Carolina Ariella; Hedy Constancia Indrani
Jurnal Desain Interior Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v8i2.17188

Abstract

Sekolah merupakan tempat peserta didik untuk menempuh pendidikan. Pendidikan di sekolah tidak lepas kaitannya dengan kurikulum. Kurikulum di Indonesia saat ini mengalami perubahan dengan menggunakan Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum modern yang memiliki pendekatan Student Centered Learning. Perubahan kurikulum dan metode pembelajaran akan berdampak pada perubahan aktivitas pengguna di dalamnya. Sekolah Dasar Katolik (SDK) Santa Angela di Surabaya menempati gedung sekolah yang didirikan sejak tahun 1980 dan masih digunakan hingga sekarang. Saat ini, interior ruang kelas masih nampak menggunakan kurikulum konvensional yaitu teacher centered learning, sehingga perlu dilakukan penyesuaian kebutuhan ruang terhadap perubahan metode pembelajaran yang baru. Untuk itu, perancangan interior ini bertujuan untuk menyediakan wadah bagi pengguna khususnya siswa Sekolah Dasar dan guru dalam menerapkan metode pembelajaran Project Based Learning dan Blended Learning yang digunakan sekolah tersebut dalam menerapkan Kurikulum Merdeka. Batasan area yang dirancang adalah lantai satu, karena menjadi pusat area yang berkaitan dengan proses belajar dan mengajar. Perancangan interior yang menggunakan metode Design Thinking ini menghasilkan solusi desain berupa konsep desain dan implementasinya di dalam ruang untuk menjawab permasalahan yang ditemukan.
Studi Langgam Desain sebagai Dasar Mendesain Hotel Nanik Rachmaniyah; Lea Kristina Anggraeni; Chyntia Putri Adiwijaya
Jurnal Desain Interior Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v1i1.1452

Abstract

Pembangunan Kota Surabaya berdampak pada peningkatan berbagai sektor termasuk ekonomi dan pariwisata. Usaha perhotelan berkembang pesat sejak tahun 2013. Persaingan bisnis perhotelan meningkat. Masing-masing hotel perlu usaha yang lebih keras untuk menarik konsumen. Hotel tidak lagi hanya memperhatikan segi pelayanan dan suasana yang nyaman saja, tetapi juga perlu menghadirkan suasana dengan gaya/langgam tertentu yang berbeda dengan yang lain, terutama pada interiornya. Demi menciptakan suasana tersebut, maka diperlukan suatu pendalaman terhadap karakter langgam desain yang ingin diterapkan serta cara-cara yang tepat untuk mewujudkan langgam tersebut di dalam ruang. Objek desain yang menjadi bahan penelitian ini adalah sebuah hotel bisnis di sekitar Tugu Bambu Runcing di Kota Surabaya yang berdiri sejak tahun 1975. Hingga saat ini hotel ini baru mengalami satu kali renovasi. Ini tentu sangat berdampak pada kualitas desain interiornya. Tuntutan dalam pemenuhan perkembangan desain ini menjadi penting apabila hotel ingin bersaing dengan hotel-hotel sekelas lainnya. Penelitian dilakukan untuk mengetahui langgam desain manakah yang paling sesuai untuk diterapkan pada interior hotel bisnis yang sudah berdiri cukup lama. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuisioner kepada 25 orang pengunjung hotel. Melalui kuisioner ini, dapat diketahui bahwa pengunjung menginginkan adanya renovasi pada objek desain. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa langgam desain yang diinginkan mayoritas pengunjung hotel adalah langgam modern klasik dengan sentuhan Jawa. Dalam menerapkan langgam desain ini, kesatuan elemen-elemen desain menjadi aspek penting dalam penentuan berhasil tidaknya penerapan langgam desain tersebut.