cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
EDUHUMANIORA: Jurnal Pendidikan Dasar
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Eduhumaniora is a peer-reviewed scientific journal that publishes different kinds of scientific articles based on the research-article and ideas-article. All topics that we received only articles relating to elementary education fields. For research category, articles can be written using quantitative and qualitative approaches, and can be made in a variety of research designs, such as action research, experiments, and case studies. This journal was published since 2009 twice a year every January and July, and published by the collaboration between Elementary Teacher Education Program, Kampus UPI di Cibiru and Himpunan Dosen PGSD Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 324 Documents
Pembelajaran Tematik Untuk Meningkatkan Jiwa Kewirausahaan Siswa Kelas 1-3 SD Karli, Hilda
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 3, No 2: Juli 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v3i2.2804

Abstract

ABSTRAKPembelajaran tematik adalah suatu pembelajaran yang melibatkan beberapa bidang studi untuk memberikan pengalaman yang bermakna kepada siswa dengan mengaitkan dengan sebuah tema. Oleh karena itu siswa akan memahami konsep-konsep yang mereka pelajari itu melalui pengalaman langsung serta menghubungkannya dengan konsep lain yang sudah mereka pahami. Jika dibandingkan dengan pendekatan konvensional, pembelajaran tematik lebih melibatkan siswa aktif secara mental dan fisik di dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Pembelajaran tematik dapat meningkatkan jiwa wirausaha melalui pengintegrasian proses pembelajaran di kelas. Adapun tahap-tahap mengembangkan pembelajaran tematik tersebut dimulai dari penentuan tema yang sesuai dengan jiwa anak selanjutnya menganalisis tema menjadi sub tema dan sub-sub tema dari sub tema sebagai acuan untuk menentukan SK sebuah tema. Kegiatan berikutnya menyusun jaring laba-laba untuk setiap mata pelajaran yang ingin dikaitkan dalam tema tersebut. Kemudian mengembangkan SK menjadi KD dan menentukan indikator pencapaian KD yang memasukan jiwa kewirausahaan untuk setiap indikator, seperti biasa selanjutnya mengembangkan silabus dan RPP pembelajaran tematik. Langkah terakhir adalah menentukan penilaian dan menyusun instrumennya.Kata Kunci: PembelajaranTematik, JiwaKewirausahaan, Siswa SD
Dampak Kondisi Penggunaan Bahasa Indonesia Dalam Kegiatan Belajar-Mengajar Pendidikan Bahasa Indonesia Di Kelas Rendah Sekolah Dasar Terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia Di Kalangan Remaja Kurniawati, -
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 5, No 2: Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v5i2.2841

Abstract

Mata pelajaran bahasa Indonesia merupakan mata pelajaran wajib di semua jenjang pendidikan. Pembelajaran bahasa Indonesia di kelas rendah sekolah dasar merupakan pondasi dasar bagi kemampuan penggunaan bahasa Indonesia di tingkatan selanjutnya. Kebiasaan-kebiasaan penggunaan bahasa Indonesia dalam kegiatan belajar-mengajar Pendidikan Bahasa Indonesia di kelas rendah selanjutya dapat berpengaruh terhadap penggunaan bahasa Indonesia di kalangan remaja dalam tataran fonologi dan morfologi.Kata kunci: penggunaan bahasa, interferensi fonologi, interferensi morfologi, bahasa daerah, setempat, afiks, pelafalan.
Model Direct Training untuk Meningkatkan Keterampilan Mahasiswa PGSD Cibiru Pembelajaran IPA SD dalam Bahasa Inggris Yuliariatiningsih, Margaretha Sri
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 1, No 1: Januari 2009
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v1i1.2718

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui kemampuan dan keterampilan mahasiswa PGSD UPI Kampus Cibiru  membelajarkan IPA dalam bahasa Inggris. Gagasan muncul, karena di   era globalisasi menuntut sumber daya manusia yang berpikir    global melalui komunikasi dengan bahasa yang bersifat global pula. Salah satu kemampuan berbahasa Inggris yang dimiliki oleh masyarakat di Malaysia, Singapura, dan    Hongkong adalah sejak    SD para siswa belajar Matematika dan IPA dalam bahasa Inggris.    Masyarakat Indonesia pun menuntut pendidikan yang bersifat global, hal ini tampak pada sekolah yang banyak diminati oleh masyarakat adalah yang menggunakan dwi bahasa dalam pembelajaran. Konsekuensi logisnya adalah pasar kerja menuntut guru untuk terampil dalam berbahasa Inggris di samping menguasai materi pelajaran di SD.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan berbahasa Inggris mahasiswa PGSD membelajarkan IPA dalam bahasa Inggris, penguasaan pengorganisasian kelas menggunakan classroom language yang tepat, merancang RPP, dan kendala yang dihadapi mahasiswa dalam membelajarkan IPA menggunakan bahasa Inggris.    Model Direct Training dikembangkan dengan filosofinya “If the child hasn’t learned, the teacher hasn’t taught”.Metode yang digunakan menekankan pada kajian situasi alamiah di lapangan yang melibatkan dosen dan mahasiswa dalam proses kegiatan pembelajaran. Subjek penelitian adalah mahasiswa PGSD semester 6 konsentrasi IPA tahun akademik 2007/2008 pada mata kuliah Konsep Dasar Fisika di SD.  Hasil penelitian menunjukkan keterampilan mahasiswa dalam merancang RPP dan penguasaan konsep IPA dalam bahasa Indonesia sangat  baik. Kesulitan yang dialami mahasiswa adalah pada bagian KBM karena skenario dituliskan dalam bahasa Inggris. Kesalahan yang banyak dilakukan pada aspek kosakata, pemilihan kata, tata bahasa, dan pelafalan saat simulasi. Kesimpulan    penelitian    adalah kemampuan mahasiswa PGSD masih rendah untuk dapat membelajarkan IPA dalam bahasa Inggris, kendala yang dihadapi adalah kurangnya rasa percaya diri . Saran yang dapat diberikan pada lembaga atau dosen    adalah membiasakan mahasiswa berbicara dan mendengar bahasa Inggris serta banyak menggunakan kosakata IPA dalam bahasa Inggris saat perkuliahan IPA.
PENGGUNAAN MULTIMEDIA INTERAKTIF TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN DAN KOMUNIKASI MATEMATIS, SERTA KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Purnamasari, Setyarini; Herman, Tatang
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 8, No 2: Juli 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v8i2.5140

Abstract

Abstract: The purpose of this research is to know the difference increase mathematical ability of understanding and communication, as well as students who obtain independent learning using multimedia interactive learning and conventional learning. Studies conducted using a quasi-experimental method with pre-test and post-test control group design. This study was conducted at two private schools in the city of Bandung, involving 60 students of class V as a research subject. The research instrument used was a test of mathematical ability of understanding and communication, learning independence questionnaires, observation sheets, and interviews. The results showed that: (1) There are differences in upgrading mathematical understanding between students who obtained using multimedia interactive learning with students who received conventional learning; (2) There are differences in improvement of communication skills among students acquire mathematical learning using interactive multimedia to students who received conventional learning; (3) There is no difference in improvement of communication skills among students acquire mathematical learning using interactive multimedia to students who received conventional learning.Keywords: interactive multimedia, and communication mathematical understanding of elementary school students, independent learning.Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan pemahaman dan komunikasi matematis, serta kemandirian belajar siswa yang memperoleh pembelajaran menggunakan multimedia interaktif dan pembelajaran konvensional. Penelitian yang dilaksanakan menggunakan metode kuasi eksperimen dengan Pre-test dan Post-test Control Group design. Penelitian ini dilakukan pada dua sekolah swasta di Kota Bandung dengan melibatkan 60 siswa kelas v sebagai subjek penelitian. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes kemampuan pemahaman dan komunikasi matematis, angket kemandirian belajar, lembar observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemahaman matematis antara siswa yang memperoleh pembelajaran menggunakan multimedia interaktif dengan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional; (2) Terdapat perbedaan peningkatan kemampuan komunikasi matematis antara siswa yang memperoleh pembelajaran menggunakan multimedia interaktif dengan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional; (3) Tidak terdapat perbedaan peningkatan kemampuan komunikasi matematis antara siswa yang memperoleh pembelajaran menggunakan multimedia interaktif dengan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional.Kata kunci: multimedia interaktif, pemahaman dan komunikasi matematis siswa sekolah dasar, kemandirian belajar.
Pendidikan Karakter Di Sekolah Rohendi, Edi
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 3, No 1: Januari 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v3i1.2795

Abstract

AbstrakPendidakan karakter tiba-tiba menjadi wacana hangat di dunia pendidikanIndonesiWa laupun gagasan ihwal karakter adalah gagasan tua setua sejarahpendidikan, namun kemunculan gagasan “pendidikan karakter “(characterbuilding)menginterupsi bangsa kita khususnya yang sedang melanda bangsaIndonesia. Masalah-masalah yang terjadi seperti kekerasan, korupsi, manipulasi,praktek-praktek kebohongan dalam dunia pendidikan mulai dari menyontekdalamujian sampai plagiat,kurang keteladanan dikalangan para pemimpin bangsa, dan sebagainya, sebenarnya menyangkut masalah karakter. Walaupun sudah terlambat dalam menerapkan pendidikan karakter disekolah, “But late than never”, masih banyak generasi kita para peserta didik yang duduk dibangku sekolah dan butuh pendidikan karakter agar dimasa depannya menjadi orang yang tidak hanya cerdas secara intelek tapi juga memiliki karakter. Dunia pendidikan diharapkan menjadi motor penggerak sebagaimana telah dikemukakan oleh Mendinas Muhammad Nuh dalam peringatan Hardiknas tahun2010 yang lalu bahwa “ Pembangunan dan Pendidikan Karakter menjadi keharusan karena pendidikan tidak hanya menjadikan peserta didik cerdas. Pendidikan juga untuk membangun budi pekerti dan sopan santun dalam kehidupan “. Batasan karakter berada dalam dua wilayah. Ia diyakini ada sebagai sifat fitri manusia, sementara pada sisi lain ia diyakini harus “dibentuk”melalui pendidikan , salah satunya melalui pendidikan karakterdisekolah. Pelaksanaan Pendidikan karakter disekolah sebagai alternativedikemukakan dalam makalah ini adalah: melalui Pembidanan dengan formula 4M (mengetaqhui, mencintai, menginginkan dan mengerjakan, juga dengan metode pembiasaan . Selain itu melalui metode : mengajarkan, keteladanan, mmenentukan prioritas dan praksis prioriotas. Kata Kunci : Pendidikian Karakter, pendidikan Akhlak dan pendidikan Moral. 
Pengembangan Model Bahan Ajar Bahasa Indonesia Berbasis Model Pembelajaran Yang Berorientasi Pada Pendidikan Karakter Ernalis, -; Syahruddin, Didin; Abidin, Yunus
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 5, No 1: Januari 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v5i1.2832

Abstract

Masalah penelitian yang menjadi prioritas dalam penelitian ini adalah lemahnya karakter siswa dan masih rendahnya prestasi belajar bahasa Indonesia siswa sekolah dasar khususnya dalam pembelajaran menyimak dan membaca. Salah satu penyebab muncul kondisi ini adalah bahwa pembelajaran menyimak dan membaca masih berlangsung secara monoton dan membosankan. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa guru masih sangat terpaku pada buku teks yang ada di sekolah. Di sisi lain, kondisi buku teks yang ada belum disusun berdasarkan model pembelajaran dan juga belum dikembangkan dengan berorientasi pada pengembangan karakter siswa. Sejalan dengan masalah tersebut dilakukanlah penelitian untuk mengembangkan model bahan ajar bahasa Indonesia berbasis model pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan siswa menyimak dan membaca sekaligus untuk mengembangkan karakter siswa. Berdasarkan hasil penelitian dan hasil analisis data dapat dikemukakan hasil penelitian yakni (1) bentuk model bahan ajar bahasa Indonesia berbasis model pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini memiliki lima keunikan jika dibanding dengan bahan ajar yang ada dan digunakan di sekolah saat ini; (2) model bahan ajar berbasis model pembelajaran yang dikembangkan telah terbukti secara efektif meningkatkan kemampuan menyimak dan membaca para siswa; dan (3) model bahan ajar berbasis model pembelajaran yang dikembangkan telah terbukti secara efektif mengembangkan karakter siswa selama proses pembelajaran menyimak dan membaca.KATA KUNCI: Model Bahan Ajar, Model Pembelajaran, Kemampuan Menyimak, Kemampuan Membaca, dan Pendidikan Karakter
Pengaruh Strategi Problem Solving Menurut Wankat dan Oreovicz Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis dan Self-Regulaed Siswa Andrayani, Novi Nur
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 7, No 2: Juli 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v7i2.2708

Abstract

Permasalahan rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematis dan selfregulated learning siswa menjadi dasar dalam penelitian ini, sehingga alternatif solusi dalam permasalahan tersebut mutlak diperlukan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menelaah esensi dari pembelajaran matematika dengan menggunakan strategi problem solving menurut Wankat dan Oreovicz terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis dan self-regulated learning siswa. Metode penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen dengan Non Equivalent Pretest-postest Contro Group Design. Subjek penelitian kelas V di dua SD Negeri Kecamatan Blanakan Kabupaten Subang. Data diperoleh dari tes kemampuan pemahaman konsep matematis dengan materi geometri/bangun datar, angket selfregulated learning siswa, serta lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pemahaman konsep matematis dan self-regulated learning siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan strategi problem solving menurut Wankat dan Oreovicz lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran secara ekspositori. 2) peningkatan pemahaman konsep matematis dan selfregulated siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan strategi problem solving menurut Wankat dan Oreovicz lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran secara ekspositori. Dengan demikian strategi problem solving menurut Wankat dan Oreovicz dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran yang dapat diterapkan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan
MENINGKATKAN KEMAMPUAN HITUNG PERBANDINGAN MELALUI MEDIA FLOWCHART PADA SISWA KELAS V SDN KLUMPIT 03 KEC. SOKO-TUBAN Sumijan, -
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 8, No 1: Januari 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v8i1.5123

Abstract

Abstract: Mathematics is one of the basic sciences taught at all levels of schooling, with the aim to prepare students to be able to confront changing circumstances in life and in the world is always evolving, through acting on the basis of logical thinking, rational, critical, careful, honest, effectively and efficiently and can use matmatika and mindset of mathematics in daily life - today and in studying various sciences. This research uses classroom action research with the object of Action "Media Use Image" in the problem-solving arithmetic comparison in class V SDN Klumpit 03 Soko District of Tuban in academic year 2007/2008. research results or mendisplai describes the data, reflection data and research findings. Description of the results of the study include; First, the part that describes the process of implementation of research; The second part describes the results of a case study; Third, data analysis and discussion of case studies; Fourth, describe the results of model development; fifth, describes testing and validation of the model with experimental studies; sixth, test data analysis and statistical assumptions; The seventh, a general discussion; and eighth, summaries of research findings. Calculate the ratio of the expanded concept of fractional arithmetic concepts, hence the mastery of arithmetic concept will very much depend on the mastery of the main concept of fractions equivalent fractions; 2) Use of media images / charts can enhance the ability of arithmetic comparison in class V SDN Klumpit 03 Soko District of Tuban in academic year 2007/2008.Keywords: math arithmetic capability, media flow chart Abstrak: Matematika adalah salah satu ilmu dasar yang diajarkan pada semua jenjang sekolah, dengan tujuan untuk mempersiapkan siswa agar sanggup mengahadapi perubahan keadaan di dalam kehidupan dan di dunia yang selalu berkembang, melalui bertindak atas dasar pemikiran logis , rasional, kritis, cermat, jujur, efektif dan efisien serta dapat menggunakan matmatika dan pola pikir matematika dalam kehidupan sehari – hari dan dalam mempelajari berbagai ilmu. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas dengan obyek Tindakan ”Penggunaan Media Gambar” dalam penyelesaian soal hitung perbandingan  pada siswa kelas V SDN Klumpit 03  Kecamatan Soko Kabupaten Tuban Tahun Pelajaran 2007/2008. hasil-hasil penelitian memaparkan atau mendisplai data, refleksi data dan temuan penelitian. Deskripsi hasil-hasil penelitian itu meliputi; pertama, bagian yang mendeskripsikan proses pelaksanaan penelitian; kedua, bagian yang mendeskripsikan hasil studi kasus; ketiga, analisis data dan pembahasan studi kasus; keempat, mendeskripsikan hasil penelitian pengembangan model; kelima, mendeskripsikan uji coba dan validasi model dengan penelitian eksperimental; keenam, analisis data dan uji asumsi statistik; ketujuh, pembahasan umum; dan kedelapan, ringkasan temuan penelitian. Hitung perbandingan merupakan konsep terkembang dari konsep hitung pecahan, karenanya penguasaan konsep hitung ini akan sangat bergantung pada penguasaan konsep pecahan utamanya pecahan senilai; 2) Penggunaan media gambar / bagan dapat meningkatkan kemampuan hitung perbandingan pada siswa kelas V SDN Klumpit 03 Kecamatan Soko Kabupaten Tuban Tahun Pelajaran 2007/2008.Kata kunci: kemampuan hitung matematika, media flow chart
Penerapan Pembelajaran Tematik SD Di Indonesia Karli, Hilda
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 2, No 1: Januari 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v2i1.2752

Abstract

ABSTRAKModel pembelajaran tematik sudah mulai diperbicangkan oleh pakar pendidikan di tahun 1999. Pembelajaran tematik yang merujuk pada KBK dan KTSP sudah diberlakukan sejak tahun 2005 yang lalu. Menurut Fogarty ada 10 macam model tematik tetapi yang dipelajari oleh pakar pendidikan Indonesia hanya 3 model yaitu model pembelajaran tematik jenis jaring laba-laba, model pembelajaran tematik jenis terpadu dan model pembelajaran tematik model keterhubungan. Pembelajaran tematik sebagai suatu pendekatan belajar mengajar yang melibatkan beberapa mata pelajaran dalam satu tema untuk memberikan pengalaman bermakna bagi siswa. Pengalaman bermakna maksudnya anak memahami konsep – konsep yang telah mereka pelajari itu melalui pengalaman langsung dan menghubungkannya dengan konsep lain yang sudah mereka pahami. Untuk Implementasi Pembelajaran tematik di sekolah dasar ada beberapa komponen yang perlu dibahas dahulu seperti metode, penilaian, media, langkah pembelajaran dan peran guru. Setelah itu akan dibahas langkah penyusunan Pembelajaran tematik serta contoh Matriks Tematik , Silabus dan RPP.Kata Kunci: Pembelajaran Tematik, Sekolah Dasar
Model Sinektik Dalam Pengajaran Pengukuran Waktu Untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa Sekolah Dasar Rostika, Deti
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 3, No 1: Januari 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v3i1.2786

Abstract

AbstrakModel synectics merupakan salah satu model pembelajaran yangdirancang untuk mengembangkan kreativitas siswa. Pemecahan masalahmemerlukan penelitian secara ilmiah, dan sekaligus memerlukan kreativitas, baikdalam proses maupun dalam cara-cara pemecahan. Ada dua strategi atau modelpembelajaran yang mendasari prosedur sinektik, yaitu Strategi Pertama:Menciptakan sesuatu yang baru. Strategi ini dirancang untuk mengenal keanehan,akan membantu para siswa memahami masalah, ide, atau produk dalam sesuatu yang baru yang akhirnya memperjelas kreatif. Strategi Kedua: Memperkenalkan keanehan. Strategi ini dirancang untuk membuat sesuatu yang baru, ide-ide yang tidak dikenal akan lebih berarti, kita melaksanakannya dengan analogi yang telah dikenal siswa.Pengukuran secara tradisional dipasangkan dengan geometri dalamkurikulum, tetapi pengukuran sebenarnya lebih dekat dengan topic matematikalainnya. Agar siswa dapat meluangkan waktu lebih banyak untuk terlibat dalamkegiatan pengukuran secara seksama,pengukuran sebaiknya diintegrasikansepanjang kurikulum matematika dan juga kurikulum ilmu pengetahuan alam. Dalam tulisan ini akan dicontohkan bagaimana mengajarkan pengukuran menggunakan model sinektik. Kata Kunci Model Sinektik, Pembelajaran Pengukuran Waktu, Kreativitas 

Page 9 of 33 | Total Record : 324