cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
EDUHUMANIORA: Jurnal Pendidikan Dasar
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Eduhumaniora is a peer-reviewed scientific journal that publishes different kinds of scientific articles based on the research-article and ideas-article. All topics that we received only articles relating to elementary education fields. For research category, articles can be written using quantitative and qualitative approaches, and can be made in a variety of research designs, such as action research, experiments, and case studies. This journal was published since 2009 twice a year every January and July, and published by the collaboration between Elementary Teacher Education Program, Kampus UPI di Cibiru and Himpunan Dosen PGSD Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 324 Documents
Pembelajaran Menulis Dalam Gamitan Pendidikan Karakter Abidin, Yunus
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 4, No 1: Januari 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v4i1.2823

Abstract

AbstrakPembelajaranmenulisharuslahditafsirkansebagaisebuahprosesyang ditujukanuntukmengembangkanserangkaianaktivitassiswadalamrangka menghasilkansebuahtulisandibawahbimbingan,arahan,danmotivasiguru. Sejalandengandefinisiini,pembelajaranmenulisseyogyanyadikembangkan melaluibeberapatahapanprosesmenulissehinggasiswabenar-benarmampu menulissesuaidengantahapanprosesyangjelas.Disisilain,gurujugaharus membekalisiswadenganberbagaistrategimenulispadasetiaptahapanaktivitas menulisyangdilakukansiswa.Melaluikolaborasiperangurudansiswaini, pembelajaranmenulisdiyakiniakanmencapaihasilyangmemuaskan.Tanpa perankolaborasiini,kemampuansiswadalammenulistidakakanberkembang dantetapakanrendah. Dalamprosesnya,pembelajaranmenulishendaknyadiarahkanpada upayamembinakemampuansiswauntukmenulisberbagaigenretulisanuntuk berbagaitujuan,berbagaisasaranbaca,danberbagaikontekssosialbudaya. Sejalandengantuntutanini,pembelajaranmenulisselayaknyadikemasmelalui penciptaansejumlahaktivitas-aktivitasaktifkreatifyangharusdilakukansiswa selamapembelajaran.Aktivitasaktifkreatifinijugajanganhanyayangbersifat mereproduksitulisanmelainkanharuslebihterarahpadaprosesproduksitulisan yangaslidanmemilikidayakreativitasyangtinggi.KataKunci:PembelajaranMenulis,PendidikanKarakter,KemampuanMenulisAbstrakPembelajaran menulis haruslah ditafsirkan sebagai sebuah proses yangditujukan untuk mengembangkan serangkaian aktivitas siswa dalam rangkamenghasilkan sebuah tulisan di bawah bimbingan, arahan, dan motivasi guru.Sejalan dengan definisi ini, pembelajaran menulis seyogyanya dikembangkanmelalui beberapa tahapan proses menulis sehingga siswa benar-benar mampumenulis sesuai dengan tahapan proses yang jelas. Di sisi lain, guru juga harusmembekali siswa  dengan berbagai strategi menulis pada setiap tahapan aktivitasmenulis yang dilakukan siswa. Melalui kolaborasi peran guru dan siswa ini,pembelajaran menulis diyakini akan mencapai hasil yang memuaskan. Tanpaperan kolaborasi ini, kemampuan siswa dalam menulis tidak akan berkembangdan tetap akan rendah.Dalam prosesnya, pembelajaran menulis hendaknya diarahkan padaupaya membina kemampuan siswa untuk menulis berbagai genre tulisan untukberbagai tujuan, berbagai sasaran baca, dan berbagai konteks sosial budaya.Sejalan dengan tuntutan ini, pembelajaran menulis selayaknya dikemas melaluipenciptaan sejumlah aktivitas-aktivitas aktif kreatif yang harus dilakukan siswaselama pembelajaran. Aktivitas aktif kreatif ini juga jangan hanya yang bersifatmereproduksi tulisan melainkan harus lebih terarah pada proses produksi tulisan
Pengembangan Kemampuan Komunikasi Matematis dalam Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar Yuniarti, Yeni
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 6, No 2: Juli 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v6i2.4575

Abstract

Rumusan kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dipergunakan dalam kurikulum 2013 mengedepankan pada pentingnya kreativitas dan komunikasi. Sementara saat ini kecenderungan guru dalam pembelajaran yaitu mendominasi komunikasi kelas dengan menjelaskan konsep, menunjukkan contoh, dan membimbing pertanyaan serta jawaban. Guru tidak memberikan banyak kesempatan kepada siswa untuk mengomunikasikan pikiran, ide dan gagasan mereka. Guru yang ideal menolong siswanya untuk belajar dengan tidak mengutamakan jawaban tetapi bagaimana merefleksinya, karakterisasi, dan mendiskusikan masalah, serta bagaimana mereka berinisiatif sendiri, membentuk atau menemukan jawaban yang valid. Menjadi suatu hal penting yang harus dilakukan oleh guru untuk mencari cara-cara meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa.
Pengembangan (Guru Pendidikan Jasmani) Sebagai Suatu Profesi Keolahragaan Di Indonesia M. Arifin, Robandi Roni
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 1, No 2: Juli 2009
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v1i2.2735

Abstract

Abstrak  Tujuan dari makalah ini untuk mengetahui    (1) Apakah profesionalisme dapat meningkatkan pemenuhan kebutuhan hidup yang layak,    (2) Apakah Pengaruh jenjang    pendidikan    terhadap kemampuan menerapkan profesionalisme    (3) Apakah kode etik profesi    guru pendidikan jasmani dapat diterapkan    (4) Apakahada keterkaitan interaksi jenjang pendidikan dan kode etik?                Melalui pembahasan, hakikat profesionalisme,    guru pendidikan jasmani sebagai suatu profesi keolahragaan, ruang lingkup tugas guru pendidikan jasmani, ilmu yang harus diemban, serta pengembangan.   Hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa  (1) jika profesionalisme dan kode etik   serta undang‐undang guru dilaksanakan secara professional, maka penghasilan guru pendidikan jasmani dapat memenuhi kebutuhan hidup yang layak. (2) Setandarisasi kualivikasi ijasah, merupakan syarat untuk menentukan standar tunjangan    profesionalisme. (3) Kode etik profesi guru pendidikan jasmani di Indonesia bisa diterapkan jika semua unsur  telah  menyadari. (4) Standar kualifikasi pendidikan dan kode etik mempunyai keterkaitan dalam menunjang sikap profesionalisme.Kata Kunci: pengembangan, guru pendidikan jasmani, dan  profesi keolahragaan
PEREKAYASAAN MODEL PEMBELAJARAN BENGKEL SASTRA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MENULIS KARYA SASTRA Rohayati, Etty; Kurniawati, -; Ernalis, -
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 9, No 1: Januari 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v9i1.6271

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to explore and describe (1) the engineering design of a literary workshop models that appropriately applied to primary school students in learning writing literary works; (2) the effectiveness of the application of the model of literary workshops that have been engineered for increased ability to write literature in primary school students; and (3) the most dominant factor supporting the ability of elementary school students in writing literary works through the implementation of a literary workshop models that have been engineered. This study was conducted using a combination of the type of explanatory research. The subjects were elementary school students in the county and the city of Bandung. The research sample will be selected by using the sampling area. Research data will be collected using a variety of instruments. Research data will be processed using the quantitative data processing techniques to test the statistical and qualitative data analysis techniques. The study concluded that the model of a literary workshop for elementary school students performed at different stages with the stages of this model when used for students that consists of 9 stages. Based on the results of its implementation can be argued that there are significant differences between students' ability to write prose experimental class control class. This means that the application of the influential literary workshops and contribute to enhancing the student's ability to write prose. Further it can also be concluded that based on the results of the analysis of the case can be concluded that the main factors that affect the student's ability to write prose can be categorized into three main categories: (1) understanding the intrinsic elements of prose, (2) the habit of writing, and (3) practice and guidance writing ..Keywords: the ability to write prose, literary workshop models, elementary school students Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali dan memaparkan (1) perekayasaan desain model bengkel sastra agar tepat diterapkan pada siswa sekolah dasar dalam pembelajaran menulis karya sastra; (2) keefektifan penerapan model bengkel sastra yang telah direkayasa bagi peningkatan kemampuan menulis karya sastra pada siswa sekolah dasar; dan (3) faktor yang paling dominan mendukung kemampuan siswa sekolah dasar dalam menulis karya sastra melalui penerapan model bengkel sastra yang telah direkayasa. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penelitian kombinasi jenis eksplanatori. Subjek penelitian ini adalah siswa sekolah dasar di di Kabupaten dan Kota Bandung. Sampel penelitian akan dipilih dengan teknik area sampling. Data Penelitian akan dikumpulkan dengan menggunakan berbagai instrumen. Data hasil penelitian akan diolah dengan menggunakan teknik pengolahan data kuantitatif yakni dengan uji statistika dan teknik analisis data kualitatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model bengkel sastra untuk siswa sekolah dasar dilakukan dengan tahapan yang berbeda dengan tahapan model ini ketika digunakan untuk mahasiswa yakni terdiri atas 9 tahapan. Berdasarkan hasil implementasinya dapat dikemukakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan menulis prosa siswa kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Hal ini berarti penerapan model bengkel sastra berpengaruh dan berkontribusi positif bagi peningkatan kemampuan siswa menulis prosa. Lebih lanjut dapat pula disimpulkan bahwa berdasarkan hasil analisis kasus dapat disimpulkan bahwa  faktor utama yang memengaruhi kemampuan siswa menulis prosa dapat dikategorikan menjadi 3 kategori utama yakni (1)  pemahaman unsur intrinsik prosa, (2)  kebiasaan menulis, dan (3)  latihan dan bimbingan penulisan..Kata Kunci: kemampuan menulis prosa, model bengkel sastra, siswa sekolah dasar
Metode Bercerita Dalam Pembelajaran Menyimak Di Kelas V Sekolah Dasar Kartini, Sinsin
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 2, No 2: Juli 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v2i2.2766

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil studi pendahuluan yang menunjukan kemampuan menyimak siswa kelas V SD Negeri Mekarsari yang hanya mencapai nilai rata-rata 55 dalam tes kemampuan menyimak. Sedangkan Standar Kemampuan Minimal untuk mata pelajaran bahasa Indonesia adalah 65. Hal tersebut disebabakan oleh beberapa faktor, diantaranya, guru kurang tepat memilih metode, materi yang disampaikan kurang menarik, dan siswa kurang memahami perbendaharaan kata dalam bahasa Indonesia. Berdasarkan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk (1) memperoleh gambaran pelaksanaan pembelajaran menyimak dengan menggunakan metode bercerita, (2) mengetahui aaktivitas pembelajaran menyimak melalui penggunaan metode bercerita, dan (3) memperoleh gambaran hasil menyimak siswa kelas V SD Negeri Mekarsari setelah menggunakan metode bercerita. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK) model Elliot, yang disusun secara berdaur dalam tiap siklusnya yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan refleksi. Data yang diperoleh dari hasil penelitian ini menyangkut prilaku siswa kelas V sebanyak 28 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah lembar catatan lapangan,lembar observasi, pedoman wawancara, dan evaluasi. Evaluasi hasil dipokuskan pada hasil kemampuan menyimak siswa setelah pelaksanaan pembelajaran. Pelaksanaanpembelajaran menyimak dengan metode bercerita pada siswa kelas V SD Negeri Mekarsari ini dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari satu tindakan. Setiap tindakan pembelajaran dipokuskan pada menceritakan kembali isi cerita. Evaluasi hasil pelaksanaan tindakan siklus I memperoleh nilai rata-rata kelas 72. Pelaksanaan tindakan siklus II memperoleh nilai rata-rata kelas 79. Pelaksanaan tindakan siklus III memperoleh nilai rata-rata kelas 86. Evaluasi hasil pelaksanaan tindakan tersebut menunjukkan adanya peningkatan nilai siswa pada setiap siklusnya.Kata Kunci: Metode Bercerita; Pembelajaran Menyimak
Pendidikan Matematika Realistik Indinesia (PMRI) Untuk Meninghkatkan Pemahaman Konsep Geometri Di sekolah Dasar Yuniarti, Yeni
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 3, No 2: Juli 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v3i2.2809

Abstract

ABSTRAKGeometri merupakan sebagian dari ruang lingkup mata pelajaran matematika di sekolah dasar yang sangat aplikatifdalam kehidupan sehari-hari.Seharusnya kondisi ini berpengaruh terhadap proses pembelajaran dan hasil pembelajaran, tetapi kenyataan yang terjadi banyak siswa yang kurang memahami konsep geometri dan geometri sendiri masih dianggap materi yang sulit untuk dikuasai. Salah satu faktor penyebab kesulitan siswa ini adalah proses pembelajaran yang masih menempatkan guru sebagai sumber pengetahuan (teacher center). Guru kurang memperhatikan struktur kemampuan berpikir siswa SD, dimana pada kelas rendah belajar geometri masih dengan berpikir informal; meraba dan mendugaduga. Siswa pada kelas yang lebih tinggi memiliki kemampuan untuk bernalar lebih abstrak, tetapi masih tergantung pada penyajian konkret dari topik geometri yang dipelajarinya.Paradigma ini harus dirubah menjadi suatu kegiatan yang membelajarkan siswa sehingga siswa terlibat dengan aktivitas dan proses matematika dalam proses belajar dengan caramengaitkan pada pengalaman keseharian mereka.Alternatif pembelajaran yang dapat digunakan adalah dengan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI). Dengan PMRI pembelajaran matematika dibawa ke arah apresiasi dan pengalaman matematika dengan cara belajar matematika secara bermakna.Kata Kunci: Pemahaman konsep Geometri, PMRI
Mengoptimalkan Sosioemosional Anak Usia Dini Melalui Media Wayang Wahyuningsih, Yona
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 6, No 1: Januari 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v6i1.2856

Abstract

Kecerdasan emosi merupakan penentu dari keberhasilan seseorang. Sosioemosional pada anak penting dikembangkan karena anak memiliki masa emas perkembangan sosioemosional sesuai tahap perkembangannya. Sejalan dengan kurikulum 2013 yang menitikberatkan pada aspek-aspek perkembangan diri anak salah satunya penekanan pada sosioemosional. Dikembangkannya sosioemosional secara optimal melalui proses pembelajaran dengan menggunakan media berbasis lokal salah satunya yaitu wayang. Penekanan wayang ini bukanlah secara tradional melainkan miniatur yang diaplikasikan seperti pewayangan agar melatih pengendalian diri siswa, mengajarkan pengenalan emosi pada anak, melatih pengelolaan emosi anak, penerapan disiplin dengan konsep empati, mengungkapkan emosi dengan kata-kata, melakukan permainan yang dapat melatih sosial dan emosional anak, dan menanggapi perasaan anak. Hal ini merupakan keterampilan sosial yang harus dikembangkan anak sejak dini. Pembelajaran sejak dini tidak hanya memperkenalkan teknologi canggih namun pemberdayaan budaya pada lingkungan anak pun penting khususnya dalam pembelajaran yang dirancang guru agar ada penanaman kesadaran bahwa anak adalah penerus, pencipta dan investasi masa depan yang perlu dipersiapkan secara optimal.Kata Kunci: Kecerdasan Sosioemosional, Media Wayang, Anak Usia Dini
Pengaruh Prestise Lokasi Tuturan Terhadap Ragam Bahasa Remaja Puteri dalam Percakapan Informal Kurniawati, -
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 1, No 1: Januari 2009
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v1i1.2723

Abstract

Penggunaan bahasa dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya adalah penutur, lawan tutur, lokasi, dan waktu terjadinya tuturan. Faktor‐faktor tersebut menyebabkan perbedaan penggunaan bahasa yang dikenal dengan sebutan variasi atau ragam bahasa.Ragam bahasa yang digunakan kelompok penutur remaja menunjukkan identitas diri mereka. Usia puber merupakan masa pencarian identitas bagi para  remaja. Ragam bahasa merupakan salah satu identitas yang ada pada diri remaja, termasuk remaja puteri. Dalam penggunaan ragam bahasa, nilai prestise lokasi tuturan sangat menentukan pemilihan ragam bahasa yang mereka gunakan.
DAFTAR ISI VOLUME 8 NOMOR 1 JANUARI 2016 Editor, Humaniora
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 8, No 1: Januari 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v8i1.5941

Abstract

Eduhumaniora Vol 8, No 1 Januari 2016
Pengaruh Implementasi Pendekatan Tematik Terhadap Pemahaman Konsep Dan Kreativitas Siswa Dalam Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Setiana, Nana
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 3, No 1: Januari 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v3i1.2800

Abstract

Penelitian ini bertolak dari keresahan penulis terhadap pelaksanaan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial berbasis tematik belum sepenuhnya didukung oleh pemahaman guru yang memadai. Padahal pembelajaran tematik telah menjadi tuntutan kurikulum maupun tujuan pembelajaran IPS. Bahkan pembelajaran tematik sesuai dengan karakteristik siswa. Saat ini pelaksanaan kegiatan pembelajaran di SD khusus kelas rendah untuk setiap mata pelajaran masih dilakukan secara terpisah/fragmetaris. Dampak dari pelaksanaan pembelajaran yang terpisah ini antara lain adalah rendahnya mutu proses pembelajaran di kelas rendah, sehingga penguasaan konsep dan kreativitas siswa pun menjadi rendah. Keyataan ini mendorong perlunya penerapan pendekatan pembelajaran tematik di SD yang lebih memadai, khususnya dalam peningkatan pemahaman konsep dan kreativitas siswa dalam pelajaran IPS. Sejalan dengan permasalahan di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) seberapa besar pengaruh implementasi pendekatan pembelajaran tematik terhadap peningkatan pemahaman konsep oleh siswa kelas III dalam pembelajaran IPS SD?; dan (2) seberapa besar pengaruh implementasi pendekatan pembelajaran tematik terhadap peningkatan kreativitas siswa kelas III dalam pembelajaran IPS SD? Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen (class control design). Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah teknik tes, observasi, dan kuesioner. Populasi penelitian adalah siswa kelas III seluruh SD di Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung. Sampel penelitian dipilih dengan teknik random yakni siswa kelas III SDN I Cinunuk ditetapkan sebagai kelas eksperimen dan kelas III SDN III Cinunuk ditetapkan sebagai kelas kontrol. Data penelitian diolah dengan menggunakan teknik analisis data dengan menggunakan uji statistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) implementasi pendekatan pembelajaran tematik berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan pemahaman konsep siswa dalam pembelajaran IPS SD, (2) peningkatan pemahaman konsep sebagai dampak dari implementasi pembelajaran tematik masih terbatas pada konsep konkret yang mencapai penguasaan 80% sedangkan pada konkret abstrak penguasaannya hanya mencapai 40%, (3) Implementasi pendekatan pembelajaran tematik berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kreativitas siswa dalam pembelajaran IPS SD, dan (4) peningkatan kreativitas siswa sebagai dampak atas implementasi pembelajaran tematik masih terbatas pada tahap, tingkat, dan derajat kreativitas tertentu.Kata Kunci: Pendekatan Tematik, Pemahaman Konsep, Kreativitas

Page 10 of 33 | Total Record : 324