cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
EDUHUMANIORA: Jurnal Pendidikan Dasar
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Eduhumaniora is a peer-reviewed scientific journal that publishes different kinds of scientific articles based on the research-article and ideas-article. All topics that we received only articles relating to elementary education fields. For research category, articles can be written using quantitative and qualitative approaches, and can be made in a variety of research designs, such as action research, experiments, and case studies. This journal was published since 2009 twice a year every January and July, and published by the collaboration between Elementary Teacher Education Program, Kampus UPI di Cibiru and Himpunan Dosen PGSD Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 324 Documents
Pengaruh Penggunaan Media Peta Dalam Pembelajaran IPS Terhadap Peningkatan Ativitas Dan HAsil Belajar Siswa Kelas V (Lima) Sekolah Dasar S, Uus Yusmantara
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 5, No 1: Januari 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v5i1.2837

Abstract

Materi kajian Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Sekolah Dasar di dalamnyamenurut kurikulum IPS SD meliputi dua bidang kajian pokok, yaitu pengetahuan sosial dan sejarah.Kedua bidang kajian tersebut dibelajarkan secara terpadu (integrated) bagi siswa kelas rendah (kelas 1,2,dan 3), sedangkan pada tingkat kelas di atasnya (kelas 4.5.dan 6), disajikan secara parsial (sparated) menggunakan label mata pelajaran IPS yang secara substansial terpisah dari label mata pelajaran lain.Disadari bahwa karakteristik materi kajian IPS syarat dengan konsep, baik konsep yang bersifat konkret maupun abstrak.Karena itu, jika materi kajian IPS dibelajarkan hanya mengandalkanpenerapan metode ceramah tanpa bantuan media pembelajaran yang menarik dan variatif, maka disinyalir akan terbangun pemikiran verbal tanpa makna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran mengenai besaran pengaruh penggunaan media “peta” dalam pembelajaran IPS terhadap peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas lima SD. Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi guru IPS, dan dapat dijadikan salah satu alternatif terutama bagi guru kelas lima SD dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS.Untuk mencapai tujuan dan manfaat tersebut, maka penelitian ini menerapkan metode eksperimen semu (kuasi eksperimen) dengan mendayagunakan guru kelas lima SD dalam melakukan eksperimen terhadap dua kelompok siswa, yang masing-masing diperlakukan sebagai kelompok asal (kelompok Kontrol) tanpa perlakuan penggunaan peta, dan kelompok eksperimen dengan perlakuan penggunaan media peta. Data hasil eksperimen tersebut, diolah dan dianalisis secara deskriptif analitik untuk mengetahui besaran pengaruh penggunaan media peta terhadap peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa. Dari hasil pengumpulan dan pengolahan, serta analisis datamenunjukkan bahwa kelompok eksperimen dengan perlakuan penggunaan media peta, berpengaruh signifikan terhadap peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas V SD.Kata Kunci: Media Peta, Aktivitas Belajar, Hasil Belajar
Analisis Kesulitan Mahasiswa Program D2 PGSD UPI Kampus Cibiru dalam Mata Kuliah Matematika Priatna, Dudung; Sumartono, Fannyta Oktafina
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 1, No 1: Januari 2009
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v1i1.2714

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan mahasiswa dalam mata kuliah Matematika. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada pengajarmata kuliah Matematika khususnya penulis dalam peningkatan kualitas perkuliahan di masa yang akan datang. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa program D2 PGSD UPI Kampus Cibiru dengan sampel mahasiswa kelas 1G dan 1H. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif. Berdasarkan analisis terhadap data hasil penelitian, disimpulkan bahwa pada materi Penalaran Matematika, Persamaan dan Pertidaksamaan, Relasi dan Fungsi, Permutasi, Kombinasi dan Peluang, serta Pengelolaan Data, sebagian kecil mahasiswa mengalami kesulitan. Sedangkan pada materi Transformasi Geometri dan Pemecahan Masalah Matematika, hampir sebagian mahasiswa mengalami kesulitan.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) BERBANTUAN MEDIA GAME ONLINE TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN PENALARAN MATEMATIS SISWA Rohmah, Emay Aenu; Wahyudin, -
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 8, No 2: Juli 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v8i2.5135

Abstract

Abstract: This research is motivated by the problems of low capacity of understanding of the concept and students' mathematical reasoning. This study aimed to examine the increased ability of understanding mathematical concepts and reasoning of students using cooperative learning model of online games media aided TGT. This study is a quasi-experimental study research design pretest posttest control group. The research instrument used is to test the ability of understanding the concepts and mathematical reasoning. The results showed that 1) There are differences in the ability of understanding mathematical concepts of students who received aided cooperative learning TGT media online games with students who received direct instruction. 2) There is no difference in mathematical reasoning skills students acquire aided cooperative learning TGT media online games with students who received direct instruction. 3) There are differences in the increase in the ability of understanding mathematical concepts of students who received aided cooperative learning TGT media online games with students who received direct instruction. 4) There are differences in the increase of mathematical reasoning abilities of students who received aided cooperative learning TGT media online games with students who received direct instruction. Based on these results can be concluded that cooperative learning TGT media aided online games can improve understanding of concepts and mathematical reasoning students.Keywords: Cooperative Learning TGT Type, Online Game Media, Conceptual ComprehensionAbstrak:Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan rendahnya kemampuan pemahaman konsep dan penalaran matematis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah peningkatan kemampuan pemahaman konsep dan penalaran matematis siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT berbantuan media game online. Penelitian ini merupakan studi kuasi eksperimen dengan desain penelitian pretest posttest control group design. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes kemampuan pemahaman konsep dan penalaran matematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Tidak terdapat perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang memperoleh pembelajaran kooperatif tipe TGT berbantuan media game online dengan siswa yang memperoleh pembelajaran langsung. 2) Tidak terdapat perbedaan kemampuan penalaran matematis siswa yang memperoleh pembelajaran kooperatif tipe TGT berbantuan media game online dengan siswa yang memperoleh pembelajaran langsung. 3) Terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang memperoleh pembelajaran kooperatif tipe TGT berbantuan media game online dengan siswa yang memperoleh pembelajaran langsung. 4) Terdapat perbedaan peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang memperoleh pembelajaran kooperatif tipe TGT berbantuan media game online dengan siswa yang memperoleh pembelajaran langsung. Berdasarkan hasil tersebut dapat dibuat kesimpulan bahwa pembelajaran kooperatif tipe TGT berbantuan media game online dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep dan penalaran matematis siswa.Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT, Media Game online, Pemahaman Konsep dan Penalaran Matematis.
Pengaruh Permainan Bola Tembak Terhadap Power Otot Tungkai Siswa SD -, Tarsad
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 2, No 1: Januari 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v2i1.2757

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang pengaruh permainan bola tembak terhadap power otot tungkai siswa putri kelas IV SDN.Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Populasi penelitian adalah siswa putri kelas IV SD dengan sampel sebanyak 20 orang yang ditentukan dengan teknik random sampling. Berdasarkan hasil pengolahan data dengan uji statistik, ternyata secara empirik permainan bola tembak berpengaruh secara signifikan (berarti) terhadap power otot tungkai siswa putri kelas IV. Berdasar pada hasil penelitian tersebut di atas, penulis mengajukan beberapa saran sebagai berikut. Para guru sebagai pengelola pembelajaran di sekolah hendaknya guru selalu kreatif mencari teknik pembelajaran yang paling tepat digunakan dalam, misalnya dengan mencoba teknik pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa. Permainan merupakan salah satu teknik pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa yang sedang berada pada tahap senang bermain.Kata Kunci: Permainan Bola Tembak, Power Otot Tungkai, Siswa Putri SD.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Prastya, Dicky
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 9, No 2: Juli 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v9i2.7079

Abstract

Abstract:. This research aims to improve the student learning output in science subject by utilizing cooperativemodel of student teams achievement division (STAD) type at the fifth class B of elementary school 1 Sidokerto district Bumiratu Nuban. This study was a classroom action research. The results showed that the type cooperative learning model student teams achievement division (STAD) can improve students' learning activities, judging from the average percentage of student learning activities in the first cycle of 77% and 85.5% the second cycle. The implementation of cooperative learning model type of student teams’ achievement division (STAD) may also increase the thoroughness of learning outcomes IPA. The percentage of students who complete the first cycle is 62.5% and the second cycle is 90.63% and an increase in the average score of N-Gain.Keywords: Learning Achievement, Cooperative STAD Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatan hasil belajar IPA pada siswa kelas VB SDN1 Sidokerto Kecamatan Bumiratu Nuban dengan menggunakan model pembelajaran cooperative tipe student teams achievement division (STAD).Penelitian ini termasuk dalam Penelitian Tindakan Kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran cooperative  tipe student teams achievement division (STAD) dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa, dilihat dari rata-rata persentase aktivitas belajar siswa pada siklus I sebesar 77% dan siklus II 85,5%. Penerapan model pembelajaran cooperative  tipe student teams achievement division (STAD)juga dapat meningkatkan ketuntasan hasil belajar IPA. Persentase siswa yang tuntaspada siklus I sebesar 62,5% dan siklus II sebesar 90,63% dan terjadi peningkatan pada skor rata-rata N-Gain.Kata Kunci: Hasil Belajar, Cooperative tipe student teams achievement division (STAD).
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Media Teknologi Informasi dan Komunikasi Terhadap Kemampuan Koneksi Matematis Siswa Sekolah Dasar Hermawan, Dadan; Prabawanto, Sufyani
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 7, No 1: Januari 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v7i1.2791

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan mengkaji masalah peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa sebelum dan sesudah belajar melalui model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan TIK. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan desain kelompok kontrol non ekivalen. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V pada dua kecamatan di kabupaten Subang, Sample penelitian pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V salah satu sekolah dasar  di  Kecamatan Subang Kabupaten Subang dan salah satu sekolah dasar yang  terletak di Kecamatan Jalancagak Kabupaten Subang. Instrumen yang digunakan berupa instrumen tes, analisis kuantitatif dilakukan terhadap rata-rata pretes dan postes dengan menggunakan Uji-t. Berdasarkan pada hasil penelitian, menunjukan bahwa data pretes tidak terdapat perbedaan kemampuan koneksi matematis antara siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan TIK dan siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model direct teaching. Diketahui pula bahwa pada hasil analissi data posttes, kemampuan koneksi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan TIK lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model direct teaching. Dengan demikian disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan TIK memberikan pengaruh yang positif terhadap kemampuan koneksi matematis siswa. Pembelajaran dengan  model Problem Based Learning berbantuan TIK dapat menjadi alternatif model pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan di Sekolah Dasar.
Kajian Pedoman Pelaksanaan PKP PGSD dan PGPAUD Universitas Terbuka Setiana, Nana
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 4, No 2: Juli 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v4i2.2828

Abstract

Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, guru di masa yang akan datang akan mendapat tantangan besar. Oleh sebab itu, dimasa depan guru harus lebih profesional dan sekaligus harus memenuhi standar minimal sebagai tenaga pendidik. Penetapan standar ini tentu saja berhubungan dengan tujuan pendidikan agar mampu menghasilkan sumber daya manusia yang handal, unggul, dan berdaya saing tinggi di masa yang akan datang.Guna mewujudkan guru yang memiliki kualifikasi standar tersebut telah pula dilakukan berbagai upaya. Salah satu upaya tersebut antara lain dilakukan melalui pendidikan dalam jabatan. Untuk guru PAUD dan SD, pendidikan dalam jabatan berupa perkuliahan formal antara lain dilakukan melalui Program S1 PGSD dan PGPAUD oleh berbagai perguruan tinggi yang mendapat legalisasi dari Depdiknas yang salah satunya adalah UT. Untuk mencapai tujuan akhir tersebut, guru PAUD dan SD yang menjadi mahasiswa UT diharuskan mengikuti program Pemantapan Kemampuan Profesional atau PKP sebagai sarana untuk menerapkan kompetensikompetensi yang didapat sepanjang proses pembelajaran sehingga mereka akan menjadi guru yang profesional. Sejalan dengan hal tersebut, pelaksanaan program PKP PGSD dan PGPAUD harus dilaksanakan secara tepat waktu dan tepat sasaran sehingga dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Oleh sebab itu, UT telah mengeluarkan berbagai prosedur yang mengatur pelaksanaan program tersebut. Namun demikian masih ditemukan sejumlah prosedur yang tingkat implementasionalnya masih rendah.Guna meningkatkan daya implementasional prosedur tersebut perlu dilakukan berbagai upaya. Salah satu upaya tersebut adalah mengkritisi dan menyempurnakan prosedur tersebut. Penyempurnaan prosedur dimaksud mencakup seluruh prosedur yang dinilai kurang implementasional. Beberapa prosedur yang disempurnakan tersebut meliputi prosedur yang melibatkan peran mahasiswa, prosedur yang melibatkan peran UT, dan prosedur yang melibatkan peran UPBJJ UT Bandung.Kata Kunci: Program PKP PGSD dan PGPAUD, Peran Mahasiswa, Peran UT, Peran UPBJJ, Prosedur Pelaksanaan Program.
Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematika Siswa SD Melalui Pembelajaran Dengan Pendekatan Problem Posing Wulandari, Dwi Putri
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 7, No 2: Juli 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v7i2.2704

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep matematika siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendektan problem posing, mengetahui peningkatan pemahaman konsep matematika siswa yang memperoleh pembelajaran langsung, dan mengetahui perbandingan peningkatan pemahaman konsep matematika siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan problem posing dan pembelajaran langsung. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuasi, desain penelitiannya menggunakan nonequivalent control group design dengan sampel siswa kelas IV SD di Kecamatan Cibeber Kabupaten Cianjur. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa dengan menggunakan pendekatan problem posing pemahaman konsep matematika siswa kelas IV SD meningkat, dengan menggunakan model pembelajaran langsung pemahaman konsep matematika siswa kelas IV SD meningkat, peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang memperoleh pembelajaran dengan menggunakan pendekatan problem posing lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran langsung.
DESAIN DIDAKTIS PADA KONSEP LUAS DAERAH TRAPESIUM UNTUK KELAS V SEKOLAH DASAR Annizar, Edya Kresna; Suryadi, Didi
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 8, No 1: Januari 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v8i1.5119

Abstract

Abstract: This research was conducted in grade V, Cijambe Elementary School, Cibeber District, Cianjur regency, by using a qualitative approach through the method of Didactical Design Research (DDR). From the results of the initial study, the obstacles found to indicate the presence of ontological obstacles, didactical obstacles, and epistemological obstacles in learning trapezoid. The focus of the analysis is based on the theory of didactic situations, and the results of this analysis are used for the development of a didactic design hypothetic. Hypothetical didactic design is implemented to see how the didactic situations that developed during the learning followed by an analysis of the video transcript of learning outcomes of the implementation. The implementation results are analyzed again to obtain empirical didactic design, called retrosfektif analysis. Empirical didactic design composed of three lesson design. The first lesson design, consisting of three situations in which an action situation and formulations. Lesson second design, consisting of two situations in which an action situation, formulation and validation. Lesson third design, consisting of four situations are situations of action, the situation formulation, validation situation, and the situation institutionalization.Keywords: Didactical Design Research, Learning Obstacle, Didactical Design, Trapezoid. Abstrak: Penelitian ini dilaksanakan di Kelas V Sekolah Dasar Negeri Cijambe Kecamatan Cibeber Kabupaten Cianjur dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode DDR (Didactical Design Research). Dari hasil studi awal, hambatan yang ditemukan menunjukkan adanya ontogenical obstacles, didactical obstacles, dan epistemological obstacles pada pembelajaran trapesium. Fokus analisis berdasarkan teori situasi didaktis, dan hasil analisis ini digunakan untuk pengembangan desain didaktis hipotetik. Desain didaktis hipotetik diimplementasikan untuk melihat bagaimana situasi-situasi didaktis yang berkembang selama pembelajaran dilanjutkan dengan analisis terhadap transkrip video pembelajaran hasil implementasi. Hasil implementasi dianalisis lagi untuk mendapatkan desain didaktis empirik, yang disebut analisis retrosfektif. Desain didaktis empirik yang tersusun terdiri dari tiga pertemuan (lesson design). Lesson design pertama, terdiri dari tiga situasi yang merupakan situasi aksi dan formulasi. Lesson design kedua, terdiri dari dua situasi yang merupakan situasi aksi, formulasi, dan validasi. Lesson design ketiga, terdiri dari empat situasi yang merupakan situasi aksi, situasi formulasi, situasi validasi, dan situasi institusionalisasi.Kata kunci: Didactical Design Research, Learning Obstacle, Desain Didaktis, Trapesium
Pemahaman Konsep Tubuh Manusia Dan Kesulitan - Kesulitan Dalam Menguasainya Pada Mahasiswa Program S-1 PGSD UPI Kampus Cibiru Irianto, Dede Margo
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 2, No 1: Januari 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v2i1.2740

Abstract

ABSTRAKSecara umum penelitian ini bertujuan untuk mencari alternatif program perkuliahan di Program S1 PGSD UPI Kampus Cibiru, secar khusus penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui tingkat penguasaan konsep IPA , khususnya pada sub konsep tubuh manusia mahasiswa Program S1 PGSD UPI Kampus Cibiru, memperoleh informasi tentang kesulitan-kesulitan yang dialami oleh mahasiswa, dan memperoleh ionformasi tenatng faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan belajar mahasiswa.Kata Kunci: Pemahaman Konsep, Kesulitas Pemahaman, konsep tubuh manusia

Page 11 of 33 | Total Record : 324