cover
Contact Name
Mohammad Rizki Fadhil Pratama
Contact Email
mohammadrizkifadhilpratama@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lp2m@umpalangkaraya.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal Surya Medika
ISSN : 24607266     EISSN : 26552051     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
The publication of Jurnal Surya Medika certainly participates in disseminating the results of research and review of science and technology development conducted by lecturers and researchers especially from UM Palangkaraya and other universities. This edition contains 17 articles consisting of Pharmacy, Medical Laboratory Technology, and another Health Science topics.
Arjuna Subject : -
Articles 722 Documents
Peran Kader dengan Motivasi Masyarakat dalam Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular (PTM): The Role of Cadres with Community in Early Detection of Risk Factors of Non-Community Diseases (NCDS) Hermanto, Hermanto; Silalahi, Dian Mitra D.; Destriani, Elsa
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i2.10586

Abstract

Kader adalah melaksanakan kegiatan pelayanan dan mensukseskan bersama masyarakat serta merencanakan kegiatan pelayanan kesehatan tingkat desa. Kader mempunyai peran dalam terlaksananya posbindu di lingkungan, adapun peran kader adalah sebagai koordinator, penggerak, pemantau, konselor dan pencatat. Diadakan posbindu untuk menecegah terjadinya penyakit tidak menular dilingkungan masrakat, dengan datang ke posbindu diharapkan masrakat mampu mendeteksi risiko PTM . Kegiatan deteksi dini faktor risiko PTM merupakan upaya pemerintah bertujuan untuk menemukan adanya kemungkinan seseorang terkena PTM yang dilaksanakan di setiap Posbindu. Dengan adanya posbindu masrakat menjadi termotivasi memeriksaakan kesehatan mereka. Motivasi adalah dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Fenomenanya beberapa kali ditemukan kader Posbindu kurang komunikatif dan ada beberapa warga bila ada kegiatan tidak selalu hadir serta kurang antusias dalam memanfaatkan kegiatan deteksi dini faktor risiko PTM. Penelitian bertujuan mengetahui Hubungan peran kader posbindu dengan motivasi Masyarakat dalam deteksi dini faktor risiko PTM. Metode Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif Correlational dengan pendekatan cross sectional, jumlah sampel sebanyak 221 responden, intrumen penelitian menggunakan kuisioner dengan uji statistik Korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian didapatkan peran kader dengan kategori baik (50,7%) dan Motivasi Masyarakat didapatkan cukup (37,1%), Baik (33,9%) dengan nilai statitistik didapatkan p-value 0.000, tingkat koefesien korelasi 0,626 artinya memiliki hubungan yang kuat dengan arah hubungan positif dimana 62,60% ada hubungan antara peran kader posbindu dengan motivasi masyarakat, sedangkan 37,40% berhubungan dengan faktor lain. Semakin baik peran kader maka semakin cukup pula motivasi Masyarakat dalam mengikuti kegiatan deteksi dini faktor risiko PTM.
Toksisitas Akut Jamu Tradisional Pegel Linu Terhadap Mencit (Mus Musculus) dengan Penentuan Nilai LD50 Menggunakan Metode Thomposon-Weil: Acute Toxicity of Traditional Herbal Medicine Pegel Linu Against Mice (Mus Musculus) With Determination of LD50 Value Using Thompson-Weil Method Palupi, Dian Arsanti; Sugiarti, Lilis; Triastuti, Aning; Wijaya, Hasty Martha; Pratiwi, Yulia
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i2.10587

Abstract

Uji toksisitas akut merupakan cara untuk mendeteksi efek toksik yang muncul dalam waktu singkat setelah pemberian suatu zat dalam dosis tunggal atau dosis berulang yang diberikan dalam waktu tidak lebih dari 24 jam. Tujuan penelitian ini memberikan informasi tentang toksisitas jamu pegel linu sehingga meningkatkan keamanan penggunaannya. Metode penelitian: Sebanyak 25 ekor mencit di bagi menjadi lima kelompok. menjadi 5 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 5 ekor, yaitu kontrol negative (K1), jamu tradisional pegel linu dosis 1,3mg (K2), dosis 2,6mg (K3), dosis 5,2 mg (K4) dan dosis 10,4 mg (K5) yang diberikan per oral dengan menggunakan sonde dalam volume 1mL Dilakukan pengamatan gejala toksik yang muncul selama 14 hari, perhitungan persentase index relative organ hepar, dilakukan histopatolologi hepar untuk mengetahui kerusakan jaringan. Dihitung nilai LD50 untuk mengetahui kategori ketoksikan jamu tradisional pegel linu. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa jamu tradisional pegel linu menunjukkan gejala toksik dan penibgkatan persentase IRO. Kesimpulan jamu tradisional pegel linu menunjukkan gejala toksik, gambaran histopatologi jaringan hepar mengalami nekrosis terbanyak pada kelompok K5 dosis 10,4mg. Nilai LD50 sebesar 1,479 mg/kgBB, yang dinyatakan dalam kategori "toksik ringan". Temuan ini menyoroti pentingnya penelitian lebih lanjut terkait pengamatan histopatologi pada organ lain dan perlunya memperhatikan penggunaan jamu dalam dosis tinggi.