cover
Contact Name
Mohammad Rizki Fadhil Pratama
Contact Email
mohammadrizkifadhilpratama@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lp2m@umpalangkaraya.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal Surya Medika
ISSN : 24607266     EISSN : 26552051     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
The publication of Jurnal Surya Medika certainly participates in disseminating the results of research and review of science and technology development conducted by lecturers and researchers especially from UM Palangkaraya and other universities. This edition contains 17 articles consisting of Pharmacy, Medical Laboratory Technology, and another Health Science topics.
Arjuna Subject : -
Articles 774 Documents
Peran Kader dengan Motivasi Masyarakat dalam Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular (PTM): The Role of Cadres with Community in Early Detection of Risk Factors of Non-Community Diseases (NCDS) Hermanto, Hermanto; Silalahi, Dian Mitra D.; Destriani, Elsa
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i2.10586

Abstract

Kader adalah melaksanakan kegiatan pelayanan dan mensukseskan bersama masyarakat serta merencanakan kegiatan pelayanan kesehatan tingkat desa. Kader mempunyai peran dalam terlaksananya posbindu di lingkungan, adapun peran kader adalah sebagai koordinator, penggerak, pemantau, konselor dan pencatat. Diadakan posbindu untuk menecegah terjadinya penyakit tidak menular dilingkungan masrakat, dengan datang ke posbindu diharapkan masrakat mampu mendeteksi risiko PTM . Kegiatan deteksi dini faktor risiko PTM merupakan upaya pemerintah bertujuan untuk menemukan adanya kemungkinan seseorang terkena PTM yang dilaksanakan di setiap Posbindu. Dengan adanya posbindu masrakat menjadi termotivasi memeriksaakan kesehatan mereka. Motivasi adalah dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Fenomenanya beberapa kali ditemukan kader Posbindu kurang komunikatif dan ada beberapa warga bila ada kegiatan tidak selalu hadir serta kurang antusias dalam memanfaatkan kegiatan deteksi dini faktor risiko PTM. Penelitian bertujuan mengetahui Hubungan peran kader posbindu dengan motivasi Masyarakat dalam deteksi dini faktor risiko PTM. Metode Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif Correlational dengan pendekatan cross sectional, jumlah sampel sebanyak 221 responden, intrumen penelitian menggunakan kuisioner dengan uji statistik Korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian didapatkan peran kader dengan kategori baik (50,7%) dan Motivasi Masyarakat didapatkan cukup (37,1%), Baik (33,9%) dengan nilai statitistik didapatkan p-value 0.000, tingkat koefesien korelasi 0,626 artinya memiliki hubungan yang kuat dengan arah hubungan positif dimana 62,60% ada hubungan antara peran kader posbindu dengan motivasi masyarakat, sedangkan 37,40% berhubungan dengan faktor lain. Semakin baik peran kader maka semakin cukup pula motivasi Masyarakat dalam mengikuti kegiatan deteksi dini faktor risiko PTM.
Toksisitas Akut Jamu Tradisional Pegel Linu Terhadap Mencit (Mus Musculus) dengan Penentuan Nilai LD50 Menggunakan Metode Thomposon-Weil: Acute Toxicity of Traditional Herbal Medicine Pegel Linu Against Mice (Mus Musculus) With Determination of LD50 Value Using Thompson-Weil Method Palupi, Dian Arsanti; Sugiarti, Lilis; Triastuti, Aning; Wijaya, Hasty Martha; Pratiwi, Yulia
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i2.10587

Abstract

Uji toksisitas akut merupakan cara untuk mendeteksi efek toksik yang muncul dalam waktu singkat setelah pemberian suatu zat dalam dosis tunggal atau dosis berulang yang diberikan dalam waktu tidak lebih dari 24 jam. Tujuan penelitian ini memberikan informasi tentang toksisitas jamu pegel linu sehingga meningkatkan keamanan penggunaannya. Metode penelitian: Sebanyak 25 ekor mencit di bagi menjadi lima kelompok. menjadi 5 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 5 ekor, yaitu kontrol negative (K1), jamu tradisional pegel linu dosis 1,3mg (K2), dosis 2,6mg (K3), dosis 5,2 mg (K4) dan dosis 10,4 mg (K5) yang diberikan per oral dengan menggunakan sonde dalam volume 1mL Dilakukan pengamatan gejala toksik yang muncul selama 14 hari, perhitungan persentase index relative organ hepar, dilakukan histopatolologi hepar untuk mengetahui kerusakan jaringan. Dihitung nilai LD50 untuk mengetahui kategori ketoksikan jamu tradisional pegel linu. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa jamu tradisional pegel linu menunjukkan gejala toksik dan penibgkatan persentase IRO. Kesimpulan jamu tradisional pegel linu menunjukkan gejala toksik, gambaran histopatologi jaringan hepar mengalami nekrosis terbanyak pada kelompok K5 dosis 10,4mg. Nilai LD50 sebesar 1,479 mg/kgBB, yang dinyatakan dalam kategori "toksik ringan". Temuan ini menyoroti pentingnya penelitian lebih lanjut terkait pengamatan histopatologi pada organ lain dan perlunya memperhatikan penggunaan jamu dalam dosis tinggi.
Potensi Filtrat Kulit Jeruk Sunkist dalam Menurunkan Kadar Logam Merkuri (Hg) Pasca Penambangan Emas di Sungai Barito: Potential of Sunkist Orange Peel Filtrate in Reducing Metal Mercury (Hg) Levels After Gold Mining in the Barito River Rahmadani, Rahmadani; Tambun, Madschen Sia Mei Ol Siska Selvija
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.7449

Abstract

Sungai barito sering dimanfaatkan dalam beberapa keperluan yang diiringi dengan pembuangan limbah sehingga menyebabkan dampak yang buruk bagi lingkungan sungai. Kualitas perairan sungai barito tercemar oleh logam merkuri (Hg) pasca penambangan emas. Kemungkinan terkontaminasi oleh logam berat seperti merkuri (Hg) yang mengendap di dasar perairan. Asam sitrat sangat efektif sebagai pengikat ion logam, sehingga makanan yang mengandung cemaran logam dapat dibebaskan melalui asam sitrat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah ada potensi dan pengaruh lama waktu perendaman filtrat kulit jeruk sunkist terhadap penurunan kadar logam merkuri (Hg) pasca penambangan emas di sungai barito. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan post-test only control group design dan dianalisis data menggunakan teknik ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filtrat kulit jeruk sunkist memiliki potensi dalam menurunkan kadar logam berat merkuri (Hg) dengan ditunjukkan data analisis terdapat hasil < 0,05 yang menunjukkan signifikansi pada penurunan konsentrasi logam berat merkuri (Hg) dengan perbedaan waktu kontak filtrat kulit jeruk sunkist.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Kepatuhan Ibu Hamil Mengkonsumsi Tablet FE di Wilayah Kerja Puskesmas Kampung Bali: Factors Related to Pregnant Women,s Compliance with Consuming FE Tablets in the Working Area of the Kampung Bali Puskesmas Elfiana, Elfiana; Yanuarti, Riska; Oktavidiati, Eva; Febriawati, Henni
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.7663

Abstract

Kepatuhan ibu hamil terhadap tablet Fe berarti mengetahui dan mematuhi penggunaan tablet Fe setiap hari. Data yang di peroleh tahun 2022 terdapat di puskkesmas kampung bali kota bengkulu masih rendahnya data ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe, dari 204 jumlah ibu haml, 194 ibu hamil yang mendapatkan tablet Fe, dan 149 ibu hamil yang mengkonsumsi tablet Fe Tujuan penelitian ini adalah untuk mngetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi Fe di Wilayah Kerja Puskesmas Kampung Bali.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan konsumsi keju putih pada ibu hamil di wilayah Puskesmas Kampung Bali. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dan penelitian cross sectional. Sampel berjumlah 40 ibu hamil, teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. Uji Chi Square digunakan untuk menganalisis data. Pada hasil tersebut ditemukan P-value sebesar 0,125 yang berarti tidak ada hubungan statistik antara pengetahuan dan kepatuhan ibu hamil. Hasil diperoleh nilai P-Value 0.046 yang artinya secara statistik ada hubungan pengetahuan dengan kepatuhan ibu hamil. Hasil menunjukkan nilai P-Value 0.021 yang artinya secara statistik ada hubungan sikap dengan kepatuhan ibu hamil. Hasil diperoleh nilai P-Value 0.105 yang artinya secara statistik tidak ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan ibu hamil. Hasil diperoleh nilai P-Value 1,000 yang artinya secara statistik tidak ada hubungan peran petugas kesehatan dengan kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu: pengetahuan dan sikap terdapat hubunga, dukungan keluaraga dan peran tugas kesehatan tidak ada hubungan yang signifikan. Disarankan bagi Puskesmas untuk lebih meningkatkan penyuluhan, mengingat  masih banyak ibu hamil yang menganggap anemia merupakan hal tidak membahayakan, namun anemia, merupakan penyakit yang berbahya bagi ibu hamil bahkan bisa menyebabkan kematian.
Analisis Uji Kebocoran Dinding Ruangan Sinar-X Konvensional di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Indriati Solo Baru: Analysis of Conventional X-Ray Room Wall Leakage Tests in the Radiology Installation of Indriati Hospital Solo Baru Langi, Alfa Juliferd; Angga Wirajaya, I Wayan
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.7710

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pengukuran laju paparan radiasi di sekitar ruang pemeriksaan sinar-X konvensional di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Indriati Solo Baru, sesuai dengan kajian dokumen keselamatan radiasi Rumah Sakit Indriati Solo Baru dengan acuan PERKA Bapeten No 4. Tahun 2020. Penelitian menggunakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan eksperimental. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret – April 2024. Data dikumpulkan dengan cara observasi ruangan pemeriksaan, pengukuran laju paparan radiasi menggunakan surveymeter, dan Dokumentasi saat pengambilan data. Populasi yang digunakan pada penelitian pengukuran laju paparan radiasi di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Indriati Solo Baru adalah ruangan pemeriksaan sinar-X konvensional di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Indriati Solo Baru. Berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan, pada titik A, B, C, D, dan G yang merupakan ruang pekerja radiasi (daerah Pengendalian), dan titik E dan F yang merupakan daerah masyarakat umum (daerah supervisi), mendapatkan hasil paparan dosis radiasi yang aman sesuai dengan kajian dokumen keselamatan radiasi Rumah Sakit Indriati Solo Baru dengan acuan PERKA Bapeten No 4. Tahun 2020.
Analisis Beban Kerja Radiografer di Instalansi Radiologi Rumah Sakit Daerah Magusada: Workload Analysis of Radiographers in the Radiology Department of Magusada Regional Hospital Ardianingsih, Ni Komang Triana; Sukadana, Kadek
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.7780

Abstract

Analisis beban kerja adalah proses untuk menetapkan jumlah jam kerja orang yang digunakan atau dibutuhkan untuk merampungkan suatu pekerjaan. Perhitungan kebutuhan SDM Kesehatan menggunakan metode Work Indicator Staff Need (WISN). Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survey, yaitu penulis melakukan perhitungan beban kerja berdasarkan Kemenkes No. 81 tahun 2004. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui gambaran beban kerja radiografer di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Daerah Mangusada. Dan untuk mengetahui kebutuhan tenaga radiografer berdasarkan perhitungan beban kerja di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Daerah Mangusada. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa standar beban kerja di Instalansi Radiologi Rumah Sakit Daerah Mangusada adalah 110 pemeriksaan/hari dan jumlah waktu kerja 79.560 Menit/Tahun, unit atau kategori SDM yang ada di Instalansi Radiologi Rumah Sakit Daerah Mangusada sebanyak 18 orang. Dengan standar kelonggaran dalam 1 tahun adalah 0,16. Dari variable tersebut diperoleh hasil akhir kebutuhan tenaga kerja di Instalansi Radiologi Rumah Sakit Daerah Mangusada adalah 5 orang. Berdasarkan perhitungan beban kerja yang ada di Instalansi Radiologi Rumah Sakit Mangusada dapat disimpulkan gambaran beban kerja cukup tinggi didapatkan kekurangan tenaga kerja sebanyak 27% dari tenaga yang sudah ada yaitu 18 orang.
Uji Kebocoran Ruang Konvensional di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Daerah Magusada: Leakage Test of Conventional Rooms in the Radiology Department og Magusada Regional Hospital Oktaviari, Ni Komang Ayu; Adi, Langkir Sapto
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.7811

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat nilai paparan radiasi pada ruangan konvensional di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Daerah Mangusada dan untuk mengetahui nilai penyimpangan kebocoran radiasi pada ruangan konvensional di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Umum Daerah Mangusada dalam Nilai Batas Dosis (NBD) seperti yang ditetapkan pada Perba No. 4 tahun 2020 tentang Keselamatan Radiasi dalam Penggunaan Pesawat Sinar-x Radiologi Diangnostik dan Intervensional pasal 37. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Pengumpulan data untuk melengkapi penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini dilakukan pada tanggal 12 Juli 2024. Pengambilan data ini dilakukan dengan metode observasi, dokumentasi, dan pengukuran. Hasil pengukuran di daerah pengendalian yaitu pada area A dan E serta pada daerah supervisi pada area B dan C dinyatakan aman karena hasil paparan radiasi yang diperoleh kurang dari Nilai Batas Dosis (NBD) pada Peraturan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Perba) No. 4 Tahun 2020 yaitu bagi pekerja radiasi sebesar 5 µSv/jam dan bagi anggota masyarakat sebesar 0.25 µSv/jam. Sedangkan pada daerah supervisi pada area D dinyatakan tidak aman karena terdapat paparan radiasi yang berlebih yaitu senilai 145,1 µSv/jam melebihi batas standar NBD.
Perbandingan Nilai CNR Sekuen Double Inversion Recovery (DIR) Menggunakan DAN Tanpa Sensitivity Encoding (SENSE) pada Pemeriksaan MRI Brain dengan Klinis Epilepsi: Comparison of CNR Values in Double Inversion Recovery (DIR) Sequence with and Without Sensitivity Encoding (SENSE) in MRI Brain Examination for Epilepsy Cases Pinontoan, Andrila B. K.; Aris Diartama, Anak Agung; Triningsih, Triningsih; Juliantara, I Putu Eka
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.7888

Abstract

Epilepsi adalah gangguan neurologis yang menyebabkan kejang karena adanya kelainan aktivitas sinkronisasi pada sejumlah besar neuron. Dalam kasus epilepsi, MRI (Magnetic Resonance Imaging) menjadi pilihan utama untuk memeriksa otak karena berbagai kemungkinan penyakit yang mendasarinya. Teknik pencitraan khusus seperti Double Inversion Recovery (DIR) dapat memberikan supresi dari materi putih (myelin) dan cairan serebrospinal, meningkatkan ketajaman gambar dan memungkinkan identifikasi yang lebih baik dari perubahan patologis. Teknik MRI Double Inversion Recovery (DIR)  menggunakan langkah ganda pembalikan sinyal untuk mengurangi sinyal dari cairan serebrospinal, memungkinkan identifikasi yang lebih tepat terhadap perubahan patologis dalam jaringan otak. Namun, pemeriksaan dengan Double Inversion Recovery (DIR) dapat memerlukan waktu yang lebih lama dan menghasilkan gambaran yang memerlukan interpretasi lebih teliti. Selain Double Inversion Recovery (DIR), teknik MRI seperti SENSE mempercepat proses pemindaian dengan menggabungkan data dari berbagai saluran koil, meningkatkan kenyamanan pasien, mengurangi durasi pemeriksaan, dan mengurangi risiko gerakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen yang dilakukan pada April 2024. Data diolah dengan uji Wilcoxon pada CNR sekuen Double Inversion Recovery (DIR) dengan dan tanpa Sensitivity Encoding (SENSE). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan kualitas citra CNR sekuen Double Inversion Recovery (DIR) dengan dan tanpa Sensitivity Encoding (SENSE) dengan p value 0.027. Berdasarkan uji Wilcoxon, nilai mean rank CNR sekuen Double Inversion Recovery (DIR) dengan Sensitivity Encoding (SENSE) sebesar 3.50, sedangkan tanpa Sensitivity Encoding (SENSE) sebesar 0.00. Hasil ini menunjukkan bahwa mean rank pada sekuen DIR dengan SENSE lebih tinggi dibandingkan sekuen Double Inversion Recovery (DIR) tanpa menggunakan Sensitivity Encoding (SENSE).
Analisis Perbandingan Algorithma Pemeriksaan MSCT Kepala dengan Klinis SOL Serebri di Instalasi Radiologi RSUD Tabanan: Comparative Analysis of the Head MSCT Examination Algorithma with Cerebral SOL Clinical in the Radiology Installation of Tabanan Regional Hospital Hadriyani, Ni Luh Putu Siska; Juliantara, I Putu Eka; Serima, I Nyoman
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.7934

Abstract

SOL adalah istilah yang umum digunakan untuk menggambarkan lesi yang mengisi ruang tengkorak. Diperlukan diagnosa yang tepat agar SOL dapat segera ditangani. Salah satu modalitas radiologi yang dapat digunakan adalah MSCT. Agar gambaran MSCT yang dihasilkan berkualitas maka diperlukan parameter pemeriksaan yang sesuai. Salah satunya adalah algorithma. Berdasarkan manual book yang diterbitkan oleh vendor MSCT 128 slice untuk pemeriksaan kepala pada SOL, digunakan algorithma J30s, J40s dan J45s. Namun di instalasi Radiologi RSUD Tabanan selalu menggunakan algorithma J30s. Berdasarkan hal tersebut, penulis ingin mengkaji lebih lanjut mengenai algoritma mana yang terbaik untuk memvisualisasikan citra anatomi pemeriksaan MSCT kepala pada kasus SOL. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan eksperimen dan desain crossectional retrospectif. Penelitian ini dilakukan dengan merekonstruksi raw data dengan algorithma J30s, J40s dan J45s pada 15 sampel. Kemudian dilanjtkan dengan pengukuran nilai CNR pada patologi, sulcus gyrus dan cerebrosfinal fluid. Nilai CNR yang diperoleh kemudian dituangkan kedalam Microsoft Excel untuk dilakukan analisa menggunakan SPSS. Berdasarkan hasil uji SPSS, pada seluruh area pengujian diperoleh nilai Sig>0,05, yang berarti bahwa H0 diterima dan Ha ditolak. Meskipun demikian, untuk menampilkan gambaran SOL yang terbaik dapat dilakukan dengan memilih algorithma J40s yang dapat menghasilkan gambaran dengan resolusi spasial yang lebih tajam jika dibandingkan dengan J30s namun dengan noise yang lebih rendah jika dibandingkan dengan J45s.
Tatalaksana Pemeriksaan CT Pulmonari Angiografi pada Pasien Pediatric di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat: Management of CT Pulmonary Angiography in Pediatric Patients at the General Hospital of West Nusa Tenggara Province Alawiyah, Azizatul; Jeniyanthi, Putu Rita; Mahayani, Desak Nyoman
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.7986

Abstract

CT pulmonary angiography (CTPA) pada pasien pediatrik tidak hanya digunakan untuk evaluasi emboli paru, tetapi juga untuk menilai struktur dan fungsi pembuluh darah pulmoner, termasuk arteri dan vena pulmonalis, serta mendeteksi malformasi vaskular dan perfusi paru pada pasien dengan kelainan jantung bawaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tatalaksana pemeriksaan CTPA pada pasien pediatrik di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat dan menganalisis perbedaan prosedur yang diterapkan dengan standar teoretis. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tiga radiografer, satu radiolog, dan satu dokter pengirim. Penelitian dilakukan pada Januari hingga Maret 2024 di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam prosedur CTPA pada pasien pediatrik, dilakukan pemeriksaan laboratorium urea dan kreatinin untuk menilai fungsi ginjal. Parameter yang digunakan meliputi flow rate sebesar 2-2,5 ml/dt untuk abocath ukuran 24-22, tekanan injektor sebesar 100-250 psi, konsentrasi media kontras sebesar 350 mg/ml, teknik injeksi bolus tracking, dan arah pemindaian craniocaudal. Terdapat perbedaan signifikan antara flow rate, tekanan injektor, konsentrasi media kontras, teknik injeksi kontras, dan arah pemindaian yang diterapkan dengan standar teoretis. Prosedur CTPA pada pasien pediatrik di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat menunjukkan perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan standar teoretis, terutama dalam hal flow rate, tekanan injektor, konsentrasi media kontras, teknik injeksi, dan arah pemindaian.