cover
Contact Name
Mohammad Rizki Fadhil Pratama
Contact Email
mohammadrizkifadhilpratama@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lp2m@umpalangkaraya.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal Surya Medika
ISSN : 24607266     EISSN : 26552051     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
The publication of Jurnal Surya Medika certainly participates in disseminating the results of research and review of science and technology development conducted by lecturers and researchers especially from UM Palangkaraya and other universities. This edition contains 17 articles consisting of Pharmacy, Medical Laboratory Technology, and another Health Science topics.
Arjuna Subject : -
Articles 722 Documents
Uji Toktisitas Ekstrak Metanol Daun Leunca (Solanum Ningrum L.) Terhadap Larva Artemia Salina Leach dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT): Toxicity Test of Methanol Extract of Leuna Leaves (SolanumNingrum L.) Towards Artemia Salina Leach Larvae Using Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) Method Martha, Dhea Yolanda; Hakim, Ali Rakhman; Yuwindry, Iwan; Rohama, Rohama
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i2.10527

Abstract

Kanker merupakan suatu penyakit yang menjadi perhatian dalam dunia kesehatan serta merupakan salah satu penyakit yang menjadi perhatian serius pada bidang kesehatan, tidak terkecuali pada bidang farmasi. Kanker dapat menyebabkan kematian bagi penderitanya. Sebanyak 9,6 juta orang meninggal karena menderita kanker dan 57% terjadi di benua Asia. Pencarian obat antikanker berbasis bahan alam perlu dikembangkan dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam Indonesia yang kaya dengan floranya. Leunca (Solanum nigrum L.) adalah salah satu tumbuhan yang memiliki aktivitas antikanker dan merupakan tanaman obat yang biasanya dijadikan simplisia dari bagian daun maupun buah. Tanaman leunca secara empiris mencegah gangguan kanker, yakni kanker payudara. Kandungan kimia dari tanaman leunca yaitu alkaloid, flavonoid, fenol, dan steroid.
Analisis Faktor Risiko Kejadian Penyakit Diare di Wilayah Sungai Lulut Banjarmasin: Risk Factor Analysis of Diarrhea Disease Incidance in Sungai Lulut Banjarmasin Area Jannah, Miftahul; Melviani, Melviani; Mukti, Yusuf Anggoro
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i2.10528

Abstract

Diare merupakan keadaan buang air besar dalam keadaan abnormal dan lebih cair dari biasanya dan dalam jumlah tiga kali atau lebih dalam periode 24 jam. Prevalensi diare di wilayah sungai lulut pada tahun 2022 sebanyak 93 kasus dan pada januari hingga oktober 2023 ada 92 kasus diare. Adapun beberapa faktor risiko kejadian diare adalah faktor sosiodemografi, faktor perilaku, dan faktor lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membantu masyarakat Wilayah Sungai Lulut dalam mengetahui faktor risiko yang dapat menyebabkan penyakit diare. Penelitian ini dilakukan menggunakan desain observasional analitik dengan rancangan Cross Sectional dan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengambilan data menggunakan kuesioner. Adapun hasil penelitian yang didapatkan dari 75 responden di Wilayah Sungai Lulut Banjarmasin memiliki hubungan antara faktor risiko terhadap kejadian penyakit diare yaitu pendidikan dengan nilai p-value 0.034, kebiasaan cuci tangan dengan nilai p-value 0.022, dan kebiasaan jajan dengan nilai p-value 0.047. Sedangkan faktor risiko yang tidak memiliki hubungan yaitu jenis kelamin dengan nilai p-value 0.296, usia dengan nilai p-value 0.526, pekerjaan dengan nilai p-value 0.125, pembuangan tinja dengan nilai p-value 0,200, penyediaan air bersih dengan nilai p-value 0.085, dan pembuangan sampah dengan nilai p-value 0.269. Berdasarkan hasil penelitian faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian penyakit diare adalah pendidikan, kebiasaan cuci tangan, dan kebiasaan jajan. Sedangkan yang tidak berpengaruh adalah jenis kelamin, usia, pekerjaan, pembuangan tinja, penyediaan air bersih, pembuangan sampah dalam kejadian penyakit diare di wilayah Sungai Lulut Banjarmasin.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Pencegahan Demam Berdarah di Wilayah Sungai Lulut Banjarmasin: Factors Related To Dengue Fever Prevention Behavior In The Sungai Lulut Area, Banjarmasin Salsabila, Shofa Tsuraya; Melviani, Melviani; Salwati, Salwati; Aryzki, Saftia
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i2.10532

Abstract

Keterlibatan masyarakat dalam pencegahan DBD sangat dibutuhkan karena sangat mustahil memutus rantai penularan jika masyarakatnya tidak ikut berpartisipasi. Partisipasi yang dapat dilakukan, yakni dengan pengendalian lingkungan, biologis, kimiawi dan penerapan 3M. Mengetahui faktor-faktor serta pencegahan yang berhubungan dengan penyakit demam berdarah dengue di wilayah Sungai Lulut RT 06 Banjarmasin. Penelitian analitik observasional dengan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Sampel penelitian berjumlah 75 responden. Data diperoleh dari kuesioner yang dibagikan ke masyarakat dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Mayoritas responden berusia 38-44 tahun (42,7%), perempuan (61,3%), lulusan SMA (40%), ibu rumah tangga (46,7%). Hubungan dengan kejadian DBD: tingkat pendidikan (p=0,017), perilaku pengendalian lingkungan (p=0,000), perilaku pengendalian kimiawi (p=0,018), dan penerapan 3M (p=0,029). Usia, jenis kelamin, hasil pengujian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan dengan faktor usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan pengendalian biologis. Namun terdapat hubungan dengan pendidikan, pengendalian lingkungan, pengendalian kimiawi dan penerapan 3M dengan kejadian DBD di wilayah Kelurahan Sungai Lulut RT 06 Banjarmasin.
Analisis Risiko-Benefit Penggunaan Kortikosteroid pada Penyakit Asma: Literature Review: Risk-Benefit Analysis of Corticosteroid ude in Asthma: Literature Review Fadhilah, Naila Yusti; Sholih, Mally Ghinan; Alya , Rahma; Khaerunisa , Aulia
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i2.10533

Abstract

Kortikosteroid merupakan anti inflamasi yang identik dengan kortisol, hormon steroid alami pada manusia yang disintesin dan disekresi oleh korteks adrenal. Kortikosteroid mampu mengontrol penyakit asma dengan mengurangi peradangan pada saluran pernapasan dan mencegah penyempitan jalan napas. Tujuan dari tinjauan literatur ini adalah untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan studi yang membahas risiko dan manfaat penggunaan kortikosteroid dalam pengobatan asma. Penulisan artikel ini dilakukan dengan metode peninjauan literatur menggunakan sumber pustaka elektronik yang diakses melalui basis data seperti PubMed, ResearchGet, dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian artikel meliputi “Corticosteroid,” “Steroid,” dan “Asthma.” Berdasarkan hasil peninjauan literatur, ditemukan 7 artikel yang relevan untuk analisis risiko dan manfaat penggunaan kortikosteroid pada pengobatan asmaHasil tinjauan menunjukkan bahwa kortikosteroid inhalasi lebih efektif mengendalikan gejala asma dibandingkan kortikosteroid sistemik dan penggunaan kortikosteroid dalam kombinasi dengan obat lain seperti bronkodilator memberikan manfaat tambahan dalam meningkatkan fungsi paru-paru dan mengurangi eksaserbasi. Kortikosteroid inhalasi (ICS) berhasil mengurangi peradangan dan gejala asma dengan risiko efek samping sistemik yang rendah sehingga menjadikannya pilihan utama
Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Puskesmas Pahandut Kota Palangka Raya: Overview of the Level of Knowledge of Pregnant Women About Clean and Healthy Living Behavior at the Pahandut Community Health Center, Palangka Raya City Mansyah, Barto; Salsabila, Dinda; Datak, Gad; Rikiy, Rikiy
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i2.10534

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menjadi dewasa. Masa transisi ini seringkali menghadapkan individu yang bersangkutan kepada situasi yang membingungkan, di satu pihak ia masih anak-anak, tetapi dilain pihak ia harus bertingkah laku seperti orang dewasa. Remaja sebagai individu yang sedang berada dalaam proses berkembang, berkembang kearah kematangan atau kemandirian. Pada perkembangan yang tidak adekuat sering kali berakibat munculnya perilaku yang menyimpang salah satu perilaku tersebut remaja mengkomsumsi minuman keras atau miras. Tingginya perilaku mengkonsumsi minuman keras pada remaja harus diantisipasi, salah satunnya dengan mengetahui persepsi pada remaja, karena persepsi dari remaja tersebut akan mempengaruhi perilakunya.
Aktivitas Antibakteri dari Bakteri Tanah Gambut Terhadap Salmonella typhi: Antibacterial activity of peat soil bacteria against Salmonella typhi Yulianingsih, Devi; Mahdiyah, Dede; Tumanggor, Agustina Hotma Uli; Darsono , Putri Vidiasari
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i2.10535

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit demam akut yang disebabkan bakteri Salmonella Enterica khususnya turunannya Salmonella typhi. Demam tifoid menjadi penyebab angka modibilitas dan mortalitas pada banyak negara. Terapi yang digunakan pada demam tifoid adalah antibiotik kloramfenikol, akan tetapi saat ini banyak terjadi resistensi terhadap antibiotik. Tanah gambut merupakan tanah yang kaya akan bahan organik yang berasal dari tanaman yang membusuk kemudian terdekomposisi di dalam tanah. Potensi tanah gambut yang dapat dimanfaatkan misalnya senyawa metabolit sekunder yang memungkinkan memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri tanah gambut yang berpotensi sebagai antibakteri dan menguji aktivitas antibakteri terhadap Salmonella typhi. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan tanah gambut yang diproses dengan cara isolasi bakteri kemudian dilanjutkan dengan skrining aktivitas antibakteri, uji konsentrasi hambat minimum dan konsentrasi bunuh minimum. Hasil penelitian terdapat 7 isolat bakteri tanah gambut yang berhasil diisolasi. Semua isolat tanah gambut termasuk jenis bakteri gram positif dan berbentuk batang. Supernatan bakteri tanah gambut memiliki aktivitas antibakteri terhadap Salmonella typhi dengan zona hambat 20, 91 mm dan 26,93 mm serta memiliki KHM pada konsentrasi 12,5% dan KBM 25% terhadap Salmonella typhi. Hasil statistik terdapat perbedaan bermakna dengan nilai p value 0,021 pada Kruskal-Wallis Test dan 0,025 pada Mann Rhitney Test.
Analisis Teknik Pemeriksaan Calcaneus pada Proyeksi AP Axial Plantodorsal dan Proyeksi AP Axial Dorsoplantar Ditinjau dari Kenyamanan Pasien, Proyeksi yang Lebih Memudahkan Radiografer, dan Informasi Anatomi: Analysis of Calcaneus Examination Techniques in AP Axial Plantodorsal Projection and AP Axial Dorsoplantar Projection in View of Patient Comfort, Projections That are More Easy For Radiographers, and Anatomic Information Rondonuwu, Roucho Yusuf; Dharmawan, I Bagus Gede
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i2.10536

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil perbandingan tingkat kenyamanan pasien, proyeksi yang lebih memudahkan radiografer. dan informasi anatomi pada proyeksi AP Axial Plantodorsal dan proyeksi AP Axial Dorsoplantar. Penulisan karya tulis ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimen, metode tersebut yaitu penulis turun ke lapangan melakukan eksposi kepada relawan yaitu menggunakan proyeksi AP Axial Plantodorsal dan proyeksi AP Axial Dorsoplantar dan membandingkan hasil radiograf dari proyeksi AP Axial Plantodorsal dan proyeksi AP Axial Dorsoplantar. Metode pengumpulan data yaitu dengan cara memberikan kuesioner kepada 10 orang relawan untuk menilai kenyamanan pasien, memberikan kuesioner kepada 3 orang radiografer untuk menilai kemudahan mengerjakan proyeksi dan yang terakhir diberikan kuesioner kepada 3 orang dokter untuk menilai informasi anatomi yang data tersebut akan diolah menggunakanan aplikasi SPSS. Dari pengolahan dan analisis data diperoleh hasil penelitian bahwa dengan menggunakan proyeksi AP Axial Plantodorsal lebih optimal dalam memberikan informasi anatomi
Penetapan Kadar Flavonoid Total Berdasarkan Tingkat Fraksinasi Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata L.): Determination Of Total Flavonoid Content Based On Soursop Leaf Extract Fractionation Level (Annona muricata L.) Weliyanto, Yupi; Hakim, Ali Rakhman; Hidayah, Nur
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i2.10537

Abstract

Daun sirsak (Annona muricata L.) merupakan bagian tanaman yang sering digunakan masyarakat sebagai tanaman obat. Salah satu zat metabolit sekunder yang terkandung dalam daun sirsak adalah flavonoid. Flavonoid merupakan suatu senyawa yang berperan dalam meningkatkan antioksidan dan daya tahan tubuh. Perlu dilakukan pengecekan untuk mengetahui kandungan kadar flavonoid total ekstrak daun sirsak, salah satunya adalah dengan metode fraksinasi. Terdapat tingkatan fraksi kepolaran pelarut yaitu, polar, semi polar, dan non polar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur kadar flavonoid total daun sirsak pada fraksi aquadest, etil asetat, dan n-heksan. Metode pengecekan kadar flavonoid total ekstrak daun sirsak dengan menggunakan instrumen Spektrofotometri UV-Vis. Hasil dari kadar flavonoid total ekstrak daun sirsak pada fraksi aquadest sebanyak 9,819 QE/g (0,9819%), fraksi etil asetat sebanyak 4,760 QE/g (0,4760%), dan pada fraksi n-heksan sebanyak 6,028 QE/g (0,6028%) Simpulan dari penelitian ini adalah kadar flavonoid total ekstrak daun sirsak terbanyak terdapat pada fraksi aquadest, dilanjutkan dengan fraksi n-heksan dan yang terakhir adalah fraksi etil asetat
Analisis Pengaruh Waktu Pengambilan Sampel Terhadap Kandungan Logam Berat Tembaga (Cu) pada Air Sungai Sebamban Kabupaten Tanah Bumbu: Correlation of Public Knowledge on the use of Medicine for Tooth Pain in the Working Area of the Asam-Asam Health Center Saniah, Husnus; Alawiyah, Tuti; Mahdiyah, Dede; Rahmadani, Rahmadani
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i2.10538

Abstract

Sungai Sebamban dimanfaatkan masyarakat disekitar bantaran sungai untuk keperluan sehari-hari untuk minum, mencuci (pakaian, piring dan lain-lain), mandi dan tempat pencarian ikan. Akan tetapi selian digunakan oleh masyarakat Sungai Sebamban pun berdekatan dengan pertambangan batu bara yang menyebabkan adanya cemaran logam dari hasil proses bongkar muat aktivitas pertambangan. Dilakukan dekstruksi basah terlebih dahulu dengan penambahan HNO3 dan HClO4 pada sampel air Sungai Sebamban selanjutnya dilakukan uji kualittaif dengan perekasi warna NH3; NaOH; KI dan uji kuanittaif dengan menggunakan instrument Spektrofotometer Serapan atom kemudian dilakukan uji Validasi dan Reabilitas. Pada ketiga sampel yang di uji secara kualitatif hasil yang di dapat adalah positif mengandung Logam Tembaga (Cu). pada hasil uji kuantitatif logam Tembaga (Cu) pada pukul 07.00-08.00; 12.00-13.00; 17.00-18.00 wita sebesar 5,25; 16,07; 3,20 mg/L. Diperoleh hasil analisis kadar yang paling tinggi pada pukul 12.00-13.00 wita. Dari hasil analisis di dapat adanya pengaruh variasi waktu pengambilan sampel terhadap kadar kandungan logam berat Tembaga (Cu). Analisis kandungan kadar logam Tembaga (Cu) yang paling tinggi diperoleh pada pukul 12.00-13.00 wita berdasarkan uji analisis kualitatif dengan reaksi warna dan uji kuantitatif dengan menggunakan SSA dan terdapat pengaruh waktu pengambilan sampel terhadap kandungan loham tembaga.
Formula dan Evaluasi Granul Effervescent Suplemen Protein Jamur Merang (Volvariella volvacea) Sebagai Upaya Pencegahan Stunting: Formula and Evaluation of Effervescent Granule Suplement Protein Jam Merang (Volvariella volvacea) as a Stunting Prevention Action Safitri, Ayu; Budi, Setia; Hidayah, Nur; Audina, Mia
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i2.10540

Abstract

Jamur merang memiliki kandungan gizi yang tinggi salah satunya protein, namun kurang diminati oleh balita karena memiliki tekstur. Sehingga untuk menarik minat balita dalam mengonsumsi jamur tersebut maka diperlukan formula sediaan granul effervescent suplemen protein jamur merang mencegah stunting. Tujuan penelitian ini adalah optimalisasi formula berdasarkan evaluasi fisik dan untuk mengetahui kandungan protein granul effervescent suplemen protein jamur merang untuk mencegah stunting. Penelitian ini dilakukan menggunakan desain pra-eksperimental dengan rancangan one group pretest-postest design. Analisis data menggunakan teknik non statistik dengan cara yaitu mengambil kesimpulan umum berdasarkan hasil observasi. Hasil evaluasi granul effervescent meliputi uji laju alir, sudut diam, kompresibilitas, waktu dispersi dan ketinggian buih serta uji kadar protein. Pada F1 sudah memenuhi seluruh persyaratan evaluasi fisik granul, sedangkan pada F2 dan F3 tidak memenuhi persyaratan evaluasi laju alir. Adapun hasil evaluasi uji kadar protein pada setiap formula belum memenuhi kebutuhan protein balita. Hasil analisis didapatkan F1 sebagai formula yang paling optimal. Kombinasi asam sitrat dan asam tartat berpengaruh terhadap seluruh evaluasi granul effervescent. Namun pada evaluasi uji kadar protein pada seluruh formula tidak memenuhi kebutuhan protein balita. Berdasarkan hasil analisis didapatkan F1 sebagai formula yang paling optimal.