cover
Contact Name
Mohammad Rizki Fadhil Pratama
Contact Email
mohammadrizkifadhilpratama@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lp2m@umpalangkaraya.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal Surya Medika
ISSN : 24607266     EISSN : 26552051     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
The publication of Jurnal Surya Medika certainly participates in disseminating the results of research and review of science and technology development conducted by lecturers and researchers especially from UM Palangkaraya and other universities. This edition contains 17 articles consisting of Pharmacy, Medical Laboratory Technology, and another Health Science topics.
Arjuna Subject : -
Articles 774 Documents
Prosedur Pemeriksaan CT Scan Orbita dengan Kontras pada Kasus Proptosis di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat: Procedure for Orbital CT Scan with Contrast in Proptosis Cases at the Radiology Installation of the Provincial Hospital of West Nusa Tenggara Pradana, I Nengah Wirajaya; Astina, Kadek Yuda; Sukadana, Kadek
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.8045

Abstract

Proptosis adalah kondisi klinis yang sering membutuhkan penanganan segera untuk mengidentifikasi penyebabnya, salah satunya melalui pemeriksaan CT Scan Orbita. Prosedur CT Scan Orbita dengan kontras merupakan metode yang efektif dalam mendeteksi perubahan struktural pada jaringan lunak dan tulang di sekitar mata. Namun, ada perbedaan dalam prosedur pemeriksaan CT Scan Orbita dengan kontras, terutama pada ketebalan irisan dan area pemindaian yang digunakan, dibandingkan dengan standar teoretis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosedur CT Scan Orbita dengan kontras pada kasus proptosis di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat dan menganalisis perbedaan antara prosedur yang diterapkan dengan standar teoretis. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 3 radiografer, 3 radiolog, dan 3 pasien yang menjalani pemeriksaan CT Scan Orbita dengan kontras. Penelitian dilakukan pada Juli 2024 di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam prosedur CT Scan Orbita dengan kontras, pasien menjalani pemeriksaan laboratorium urea dan kreatinin untuk menilai fungsi ginjal. Parameter yang digunakan mencakup ketebalan irisan 1,5 mm, 120 kV, 200 mAs, dan FOV 250 mm, dengan area pemindaian dari vertex hingga symphysis menti. Ditemukan bahwa ketebalan irisan dan area pemindaian yang digunakan berbeda dari standar teoretis. Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa prosedur CT Scan Orbita dengan kontras pada kasus proptosis di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat berbeda dari standar teoretis, terutama dalam hal ketebalan irisan dan area pemindaian yang digunakan.
Pengujian Quality Control pada Pesawat CT Scan Canon Aquilion Lightning 16 Slicedi Instalasi Radiologi RSUD Panglima Sebaya: Quality Control Testing of the Canon Aquilion Lightning 16 Slice CT Scanner at the Radiology Department of RSUD Panglima Sebaya Satria, Roni; Prasetya, I Made Lana
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.8130

Abstract

Pesawat CT Scan Canon Aquilion Lightning 16 Slice di Instalasi Radiologi RSUD Panglima Sebaya memerlukan program manajemen mutu yang berkelanjutan untuk menjamin kualitas dan keamanan layanan radiodiagnostik. Pesawat ini diperiksa secara berkala menggunakan standar yang ditetapkan oleh Peraturan Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir Nomor 2 Tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program kendali mutu pada pesawat CT Scan tersebut dengan mengukur kesesuaian parameter pengujian. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei, yang melibatkan pengukuran parameter CT Number, keseragaman CT Number, akurasi CT Number, dan pengujian artefak selama 30 hari pengujian quality control.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata CT Number pada arah jam 3 (-0,23), jam 6 (0,90), jam 9 (0,42), jam 12 (0,25), dan pusat (1,48) berada dalam rentang standar -2 hingga 2 HU. Nilai deviasi rata-rata terhadap CT Number pusat pada arah jam 3 (0,47), jam 6 (0,44), jam 9 (0,44), dan jam 12 (0,55) juga sesuai dengan standar toleransi. Keseragaman CT Number pada arah jam 3 (1,71), jam 6 (0,61), jam 9 (1,14), dan jam 12 (1,25) menunjukkan hasil baik. Pengujian akurasi CT Number menunjukkan nilai tertinggi pada irisan 5 (1,82 HU) dan nilai terendah pada irisan 1 (1,59 HU), yang keduanya berada dalam batas toleransi -4 hingga 4 HU. Tidak ditemukan artefak pada gambar irisan water phantom, dan semua fungsi serta tombol pada pesawat CT Scan berfungsi dengan baik berdasarkan hasil pemeriksaan checklist. Kesimpulannya, pesawat CT Scan Canon Aquilion Lightning 16 Slice di Instalasi Radiologi RSUD Panglima Sebaya beroperasi dalam batas normal sesuai dengan standar yang berlaku, sehingga dapat digunakan dengan aman untuk layanan radiodiagnostik.
Teknik Pemeriksaan CT Angiography Run Off pada Kasus Diabet Foot dengan Teknik Monofase Injeksi di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat: CT Angiography Run Off Examination Tehnique for Diabetic Cases Using Monophasic Injection at the Radiology Department of the Regional General Hospital of West Nusa Tenggara Province Saliswati, Isnaini; Astina, Kadek Yuda; Sukadana, Kadek
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.8136

Abstract

Diabetic foot adalah komplikasi serius dari Diabetes Melitus yang dapat menyebabkan oklusi vaskular dan memerlukan pencitraan yang tepat untuk manajemen yang efektif. CT Angiography Run Off (CTA Run Off) merupakan teknik pencitraan non-invasif yang digunakan untuk menilai kondisi vaskular pada pasien dengan diabetic foot. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan teknik injeksi monofase pada pemeriksaan CTA Run Off di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi NTB, dengan fokus pada efisiensi prosedur dan akurasi diagnostik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan pada bulan Juli 2024 melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan tiga radiografer, tiga dokter radiologi, dan satu dokter pengirim pasien. Teknik injeksi monofase diterapkan pada pemeriksaan CTA Run Off menggunakan MSCT Philips 128 slice dengan parameter yang telah distandardisasi, termasuk tegangan tabung 120 kV, flowrate 4 ml/s, dan volume media kontras 120 ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik injeksi monofase memberikan visualisasi yang jelas dan lengkap dari struktur vaskular mulai dari pelvis hingga ekstremitas distal. Temuan utama meliputi deteksi aterosklerosis, trombosis arteri, dan stenosis multipel, yang konsisten dengan komplikasi vaskular pada diabetic foot. Teknik ini terbukti efektif dalam mengurangi kompleksitas prosedur dan durasi waktu pemeriksaan, serta mempertahankan akurasi diagnostik yang tinggi. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa teknik injeksi monofase pada CTA Run Off merupakan pendekatan yang efisien dan efektif untuk evaluasi diabetic foot di fasilitas kesehatan dengan sumber daya terbatas. Penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar dan pengaturan multisenter diperlukan untuk mengonfirmasi temuan ini dan mengeksplorasi aplikasi teknik ini di berbagai setting klinis.
Optimalisasi Kualitas Citra MSCT Stonografi pada Kasus Urolithiasis Menggunakan Variasi Rekonstruksi Algoritma ASIR: Stonographic MSCT Image Quality Optimization in Urolithiasis Cases Using Various Reconstruction Algorithms ASIR Widhyasari, Ni Putu Rika; Astina, Kadek Yuda; Darmita, Made Purwa
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.8192

Abstract

Urolithiasis merupakan kondisi urologi yang sering terjadi, dengan MSCT Stonografi sebagai modalitas diagnostik utama. Namun, tantangan utama dalam pemeriksaan ini adalah menjaga kualitas citra yang optimal dengan dosis radiasi serendah mungkin. Algoritma Adaptive Statistical Iterative Reconstruction (ASIR) digunakan untuk mengurangi noise pada citra tanpa meningkatkan dosis radiasi, namun pengaruh variasi ASIR terhadap kualitas citra pada kasus Urolithiasis masih perlu dievaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi ASIR (10%, 50%, dan 100%) terhadap kualitas citra yang diukur melalui Signal to Noise Ratio (SNR) dan Contrast to Noise Ratio (CNR) pada MSCT Stonografi kasus Urolithiasis. Penelitian ini menggunakan metode retrospektif dengan 10 sampel pasien yang menjalani pemeriksaan di Instalasi Radiologi RSUD Kabupaten Klungkung. Data dianalisis menggunakan RadiAnt DICOM untuk menghitung SNR dan CNR, diikuti dengan uji statistik Friedman untuk mengevaluasi perbedaan signifikan antara variasi ASIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara variasi ASIR 10%, 50%, dan 100% terhadap kualitas citra, baik dalam hal SNR (p-value = 0.288) maupun CNR (p-value = 0.148). Namun, secara deskriptif, ASIR 100% menghasilkan nilai rata-rata SNR dan CNR yang lebih tinggi dibandingkan variasi lainnya. Kesimpulannya, variasi algoritma ASIR tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kualitas citra dalam pemeriksaan MSCT Stonografi, namun ASIR 100% memberikan kualitas citra yang lebih baik secara deskriptif. Penelitian lanjutan dengan sampel yang lebih besar dan evaluasi terhadap dosis radiasi yang diterima pasien direkomendasikan.
Optimalisasi Time Inversion Terhadap Signal to Noise Rasio (SNR) pada Lumbal Kasus Hernia Nucleus Pulposus (HNP): Optimizing Time Inversion on Signal to Noise Ratio (SNR) in Lumbar Hernia Nucleus Pulposus (HNP) Cases Aura, Jane Dwi; Astina, Kadek Yuda; Sari Widari, Ni Luh Putu
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.8235

Abstract

Magnetic Resonance Imaging (MRI) merupakan alat diagnostik utama dalam menangani kasus Hernia Nucleus Pulposus (HNP) karena kemampuannya dalam visualisasi struktur tulang belakang dan jaringan lunak. Salah satu parameter penting dalam pencitraan MRI adalah Time Inversion (TI), yang berpengaruh terhadap Signal to Noise Ratio (SNR) dan kualitas gambar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi nilai TI (120 ms, 140 ms, dan 160 ms) terhadap SNR pada pemeriksaan MRI lumbal kasus HNP. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Tentara Tingkat II Kartika Husada Pontianak dengan 15 pasien sebagai sampel menggunakan sekuen T2 Short Tau Inversion Recovery (STIR) pada potongan sagital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TI 120 ms memberikan hasil optimal untuk SNR pada tiga area yang diukur: spinal chord, discuss, dan corpus. Nilai SNR tertinggi ditemukan pada TI 120 ms untuk ketiga area tersebut. Uji Anova menunjukkan perbedaan signifikan pada corpus (p < 0.05), sedangkan spinal chord dan discuss tidak menunjukkan perbedaan signifikan (p > 0.05). Berdasarkan hasil ini, TI 120 ms direkomendasikan sebagai parameter optimal untuk meningkatkan kualitas citra MRI pada kasus HNP. Penelitian ini diharapkan dapat membantu meningkatkan prosedur diagnostik MRI HNP di fasilitas kesehatan yang relevan.
Variasi Slice Thickness dan Rekonstruks Increment Terhadap Informasi Citra Anatomi Pemeriksaa MSCT Stonografi pada Kasus Nephrolithiasis: Slice Thickness Variation and Increment Recnonstruction on Anatomic Image Information of MSCT Stonography Examination in Nephrolithiasis Cases da Costa, Augusta; Yuda Astina, Kadek; Purwa Darmita, I Made
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.8249

Abstract

Nephrolithiasis, atau batu ginjal, merupakan salah satu gangguan urologi yang umum dan membutuhkan diagnosis yang akurat. Multislice Computed Tomography (MSCT) Stonografi menjadi modalitas utama untuk mendeteksi batu ginjal. Kualitas citra anatomi yang dihasilkan MSCT sangat dipengaruhi oleh variasi slice thickness dan rekonstruksi increment, yang berperan penting dalam diagnosis klinis. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variasi slice thickness dan rekonstruksi increment terhadap informasi citra anatomi pada pemeriksaan MSCT stonografi pada kasus nephrolithiasis. Metode Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimental dengan desain one-shot case study. Sebanyak 10 pasien yang didiagnosis nephrolithiasis menjalani pemeriksaan MSCT stonografi dengan variasi slice thickness (1mm, 4mm, 5mm, dan 10mm) serta rekonstruksi increment (0,3mm, 1,6mm, 2,5mm, dan 3mm). Evaluasi informasi citra anatomi dinilai oleh dua radiolog menggunakan kuisioner yang mencakup enam kriteria anatomi: renal hilux, left ureter, perirenal fat, renal pelvis, calix, dan Gerota’s fascia. Analisis statistik dilakukan menggunakan Friedman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara variasi slice thickness dan rekonstruksi increment terhadap informasi citra anatomi P value 0.000 (p<0.05). Kombinasi slice thickness 1 mm dan rekonstruksi increment 0,3mm menghasilkan informasi citra anatomi yang paling optimal dengan mean rank tertinggi (4.00). Slice thickness 10mm dan rekonstruksi increment 3mm menghasilkan informasi citra anatomi terendah dengan mean rank terendah (1.00). Uji Friedman menunjukkan perbedaan signifikan pada setiap anatomi dengan p value 0.000. Kesimpulan Variasi slice thickness dan rekonstruksi increment berpengaruh signifikan terhadap informasi citra anatomi pada pemeriksaan MSCT stonografi. Kombinasi slice thickness 1 mm dan rekonstruksi increment 0,3mm direkomendasikan untuk menghasilkan informasi citra yang optimal dalam diagnosis nephrolithiasis.
Evaluasi Nilai Dosis Efektif pada Pemeriksaan CT Scan Kepala di Instalasi Radiologi RSUD Panglima Sebaya Tanah Grogot: Evaluation of Effective Dose Value in Head CT Scan at the Radiology Installation of RSUD Panglima Sebaya Tanah Grogot Billah, Mustaqeim; Astina, Kadek Yuda; Darmita, Made Purwa
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.8277

Abstract

CT-scan telah menjadi alat diagnostik yang semakin populer di kalangan dokter untuk memvisualisasikan struktur anatomi secara rinci. Namun, karena CT-scan menggunakan berkas sinar-x pengion sebagai sumber radiasinya, penting untuk memantau dan mengoptimalkan dosis radiasi yang diterima pasien untuk meminimalkan risiko kesehatan. Penelitian ini dilakukan di Instalasi Radiologi RSUD Panglima Sebaya Tanah Grogot untuk mengevaluasi dosis efektif yang diterima oleh pasien selama pemeriksaan MSCT kepala tanpa kontras. Kami mengumpulkan data dari 30 pasien yang menjalani pemeriksaan dengan menggunakan CT-scan Canon Toshiba 16-Slice. Dosis efektif setiap pasien dihitung menggunakan CT Dose Index Volume (CTDIvol) dan Dose Length Product (DLP), yang kemudian dibandingkan dengan standar Indonesian Diagnostic Reference Level (IDRL) yang ditetapkan oleh BAPETEN.Hasil penelitian ini menunjukkan dosis efektif pada tahun dosis efektif adalah 2.13-3,13 mSv,dan terdapat sejumlah kecil kasus di mana dosis yang diterima mendekati atau sedikit melebihi batas IDRL, menunjukkan perlunya penyempurnaan protokol. Secara keseluruhan, temuan ini menyoroti pentingnya pemantauan dosis secara terus-menerus dan penyesuaian protokol untuk memastikan keselamatan pasien selama pemeriksaan MSCT kepala.
Peran CT Dual Energy pada Pemeriksaan KNEE Joint Kasus Gout di Rumah Sakit Santo Borromeus Bandung: The Role of Dual-Energy Knee Joint Examination for Gout Cases at Santo Borromeus Hospital Bandung Barus, Sri Wahyuni; Astina, Kadek Yuda; Purwa Darmita, I Made
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.8307

Abstract

Latar Belakang: Gout adalah kondisi inflamasi kronis yang ditandai dengan deposisi kristal monosodium urat (MSU) di sendi, terutama pada lutut, menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan peradangan. Dual-Energy CT (DECT) adalah teknik pencitraan non-invasif yang mampu mendeteksi kristal MSU dengan sensitivitas dan spesifisitas tinggi, terutama dalam diagnosis dini dan diferensiasi dari patologi sendi lainnya. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen di Istalasi Radiologi Rumah Sakit Santo Borromeus, Bandung. Fokus penelitian adalah pada pemeriksaan DECT sendi lutut pada pasien gout. Hasil: DECT pada lutut kanan menunjukkan beberapa deposit kecil kristal MSU pada struktur penting seperti tendon dan kartilago subchondral, tanpa kelainan tulang yang signifikan. DECT secara efektif membedakan deposit urat dari kalsium, mendukung penggunaannya dalam diagnosis dan manajemen gout. Kesimpulan: DECT adalah alat penting dalam mendiagnosis gout pada sendi besar seperti lutut, menawarkan akurasi yang lebih tinggi dibandingkan modalitas pencitraan konvensional. Kemampuan DECT untuk memvisualisasikan dan mengkuantifikasi deposit MSU secara non-invasif memungkinkan intervensi terapeutik yang tepat waktu, sehingga meningkatkan hasil pasien.
Analisis Pemeriksaan MSCT Cardiac Triple Rule Out pada Kasus Aneurisma Aorta Ascenden dengan Protokol Flash ECG Gating di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Pusat Jantung Nasional Harapan Kita Jakarta: Analysis of MSCT Cardiac Triple Rule Out Examination in Cases of Ascendent Aorta Aneurysm with Flash ECG Gating Ptotocol in Radiology Installation of Harapan Kita National Hearth Center Hospital Jakarta Herawati, Ningrum; Prasetya, I Made Lana; Kristin K, Ni Putu Mira
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.8330

Abstract

Aneurisma aorta ascenden merupakan kondisi serius yang membutuhkan diagnosis cepat dan akurat. MSCT Cardiac Triple Rule Out dengan protokol Flash ECG Gating telah digunakan sebagai metode diagnostik untuk evaluasi simultan terhadap aorta, arteri koroner, dan arteri pulmonalis pada pasien dengan nyeri dada akut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi teknik pemeriksaan, serta kelebihan dan kekurangan MSCT Cardiac Triple Rule Out dalam mendeteksi aneurisma aorta ascenden di Instalasi Radiologi RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan pada lima pasien yang menjalani pemeriksaan MSCT Cardiac Triple Rule Out. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara dengan radiografer dan dokter spesialis, serta dokumentasi hasil pencitraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa protokol Flash ECG Gating mampu meminimalkan artefak gerakan jantung, sehingga menghasilkan gambar yang lebih jelas dan detail, terutama untuk evaluasi aorta ascenden. Teknik ini dinilai sangat efektif dalam mengurangi waktu diagnosis dengan mengevaluasi beberapa struktur kardiovaskular secara bersamaan, yang sangat penting untuk pasien dengan kondisi kardiovaskular kompleks. Namun, beberapa kendala yang ditemui meliputi persiapan pasien yang rumit, seperti pengaturan tekanan darah dan penggunaan beta-blocker, serta dosis radiasi dan media kontras yang memerlukan pemantauan ketat. Kesimpulannya, teknik MSCT Cardiac Triple Rule Out dengan Flash ECG Gating adalah metode yang efisien dan akurat dalam mendeteksi aneurisma aorta ascenden. Disarankan agar fasilitas kesehatan lebih sering menerapkan teknik ini, serta memberikan pelatihan berkelanjutan kepada tenaga medis untuk meningkatkan kualitas pemeriksaan dan keamanan pasien.
Pengaruh Variasi Number of Signal Average (NSA) Terhadap Kualitas Citra pada MRI Lumbosacral Potongan Sagital Sekuen TIW TSE pada Klinis Hernia Nukleus Pulposus (HNP): The Effect of Number of Signal Average (NSA) Variations on Image Quality in Sagittal TIW TSE Sequence Lumbosacral MRI in Clinical Herniated Nucleus Pulposus (HNP) Andiana, Made Gede; Lana Prasetya, I Made; Triningsih, Triningsih
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.8339

Abstract

Pencitraan MRI Lumbosacral merupakan modalitas penting dalam diagnosis Hernia Nukleus Pulposus (HNP), yang mampu memvisualisasikan struktur tulang belakang secara mendetail. Kualitas citra yang dihasilkan dipengaruhi oleh berbagai parameter, salah satunya adalah Number of Signal Average (NSA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi NSA terhadap kualitas citra pada MRI Lumbosacral potongan sagital sekuen T1-weighted Turbo Spin Echo (TSE) pada klinis HNP. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif bersifat eksperimental dengan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, untuk mendapatkan sampel sesuai dengan kriteria klinis HNP. Dari 10 sampel yang diambil, hasil analisis statistik menggunakan uji Repeated Measures ANOVA menunjukkan nilai p < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara variasi NSA terhadap Contrast-to-Noise Ratio (CNR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan NSA berpengaruh signifikan terhadap kualitas citra yang diukur dengan nilai CNR. NSA 3 memberikan kualitas citra terbaik namun dengan waktu pemindaian yang lebih lama, sedangkan NSA 2 memberikan keseimbangan optimal antara kualitas citra dan waktu pemindaian. Berdasarkan penelitian ini, NSA 2 direkomendasikan sebagai pilihan optimal untuk memberikan keseimbangan antara waktu pemindaian dan kualitas citra. Kesimpulannya terdapat pengaruh signifikan dari variasi NSA terhadap kualitas citra MRI Lumbosacral pada kasus klinis HNP, dan penggunaan NSA yang tepat dapat membantu meningkatkan diagnosis yang lebih akurat.