cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Metal Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 163 Documents
Susunan Redaksi METAL INDONESIA Vol. 41 No. 1 Juni 2019 Admin Metal Indonesia
Jurnal Metal Indonesia Vol 41, No 1 (2019): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2019.v41.i

Abstract

PEMBUATAN ALAT INJECTION PUMP BERBASIS OTOMASI DI BALAI BESAR LOGAM DAN MESIN Robby Debriand Rumbara; Mas Sahid BHM; Hendri Siswanto; Mufid Djoko Purwanto
Jurnal Metal Indonesia Vol 41, No 1 (2019): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.625 KB) | DOI: 10.32423/jmi.2019.v41.23-28

Abstract

Injection pump adalah peralatan medis untuk memasukkan cairan obat secara otomatis pada pasien, dikarenakan alat ini masih tergantung dengan negara luar/diimpor maka perlu dibuat prototipe untuk mendukung kemandirian nasional. Prototipe injection pump menggunakan arduino uno sebagai mikrokontroler yang dilengkapi motor penggerak, layar LCD, dan beberapa tombol untuk melakukan pengaturan. Alat ini telah diuji sesuai kondisi injection pump komersial (6 tipe suntikan): yaitu: 3 cc, 5 cc, 10 cc, 20 cc, 30 cc dan 50 cc. Prototipe ini dapat berfungsi dengan baik dan dapat memasukkan cairan obat dengan debit 0.1 mL/h hingga 999 mL/h dengan ketelitian 0.1mL.
Kata Pengantar METAL INDONESIA Vol. 41 No. 1 Juni 2019 Admin Metal Indonesia
Jurnal Metal Indonesia Vol 41, No 1 (2019): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2019.v41.ii

Abstract

PENINGKATAN KOERSIVITAS DAN REMANEN PADA MAGNET PERMANEN Nd-Fe-B DENGAN PROSES DIFUSI BATAS BUTIR Martin Doloksaribu, ST.; Shinta Virdhian; Dagus Resmana Djuanda; Eva Afrilinda
Jurnal Metal Indonesia Vol 41, No 1 (2019): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.816 KB) | DOI: 10.32423/jmi.2019.v41.16-22

Abstract

Salah satu karakteristik magnet permanen tipe NdFeB adalah rentan terhadap kenaikan temperatur, seperti halnya yang terjadi pada aplikasi motor listrik. Penambahan unsur Dy pada tipe ini menjadi penting dalam usaha meningkatkan koersivitas dan temperatur curie. Akan tetapi, penambahan unsur Dy secara konvensional memerlukan biaya tinggi serta terjadinya penurunan nilai sifat remanen. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menambahkan unsur Dy untuk meningkatkan koersivitas magnet permanen dengan cara difusi batas butir dengan biaya yang lebih rendah dari pada cara konvensional dan tidak menurunkan sifat remanen secara signifikan. Penelitian ini dimulai dengan mengkarakterisasi dan mengamati struktur mikro awal dari magnet permanen tipe NdFeB dengan alat SEM-BSE dan VSM. Kemudian dilakukan proses difusi Dy dengan cara melapisi permukaan magnet dengan campuran DyF3-LiF dengan variasi perbandingan 0%-0% (tanpa lapisan); 44%-56% dan 100%-0%. Setelah itu, pada setiap variasi lapisan dilakukan perlakuan panas anil 750oC dengan variasi waktu penahanan selama 2,5; 5; 7,5 dan 10 jam yang diikuti dengan post anil 550oC selama 1 jam. Hasilnya, nilai koersivitas magnet meningkat dari 10,7 kOe menjadi 13,5 kOe pada sampel yang dianil pada variasi waktu penahanan 5 dan 7,5 jam. Sedangkan nilai remanen juga terjadi peningkatan dari 13,2 kG menjadi 14,7 kG pada sampel yang di anil dengan waktu penahanan selama 10 jam. Energi maksimum produk magnet pada sampel yang mengalami proses difusi (43,6 MGOe) lebih tinggi dari sampel yang tidak dilakukan difusi batas butir (43,1 MGOe).
Daftar Isi METAL INDONESIA Vol. 41 No. 1 Juni 2019 Admin Metal Indonesia
Jurnal Metal Indonesia Vol 41, No 1 (2019): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2019.v41.iii

Abstract

PENGARUH SUHU DAN WAKTU TEMPERING TERHADAP STRUKTUR MIKRO, KEKERASAN, DAN KETAHANAN ABRASIF BAJA TAHAN KARAT MARTENSITIK COR MODIFIKASI CA-15 Ade Trya Aprilliansyah; Sunardi Sunardi; Moch. Syaiful Anwar; Efendi Mabruri
Jurnal Metal Indonesia Vol 41, No 1 (2019): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.681 KB) | DOI: 10.32423/jmi.2019.v41.29-36

Abstract

Sudu turbin uap umumnya menggunakan baja tahan karat martensitik 13Cr yang ditempa (forging) namun baja martensitik cor masih sedikit penggunaanya untuk sudu turbin uap. Penelitian ini metode pengecoran dipilih karena dapat mempersingkat proses produksi dan pemesinan serta sebagai subtitusi baja martensit tempa yang selama ini masih impor. Pada penelitian ini telah dilakukan modifikasi baja tahan karat cor CA-15 dengan menambahkan unsur Mo dan Ni sebanyak masing-masing 3%. Tujuannya adalah untuk meningkatkan sifat mekanik dari baja tahan karat cor CA-15. Proses austenisasi pada temperatur 1100oC selama 3 jam dan dilakukan normalizing. Kemudian dilanjutkan pada proses tempering dengan tujuh variasi temperatur temper dan tiga variasi waktu tahan yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya secondary hardening. Variasi suhu yangdigunakan yaitu 300oC, 400oC, 500oC, 550oC, 600oC, 650oC dan 700oC serta waktu tahan masing-masing selama 1, 3, dan 5 jam.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa secondary hardening yang ditunjukkan dengan kenaikan nilai kekerasan terjadi pada temperatur 400°C dengan waktu tahan 1, 3, dan 5 jam sebesar 54,53; 53,1; 42,4 HRC.Karena itu baja menjadi keras dan getas dan tidak sesuai dengan kriteria material standar komersial baja tahan karat 13Crsebagai sudu turbin uap. Baja martensitik cor modifikasi CA-15 yang telah ditemper pada temperatur 650 dan 700 °C dan waktu tahan 5 jam menghasilkan baja yang sesuai dengan kriteria sudu turbin uap dengan fasa martensit temper dengan nilai kekerasan HRC 35,1 dan 34,73 serta nilai kehilangan berat setalah uji abrasi sebesar 18,6 dan 23,8 mg/cm2.
Cover METAL INDONESIA Vol. 42 No. 2 Desember 2019 Admin Jurnal Metal
Jurnal Metal Indonesia Vol 41, No 2 (2019): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.302 KB) | DOI: 10.32423/jmi.2019.v41.%p

Abstract

PENGARUH DOPAN Ni TERHADAP KARAKTERISTIK LISTRIK DAN MAGNETIK PADA ZnO YANG DISINTESIS DENGAN METODE SOLID STATE REACTION Golfrid Gultom; Enda Rasilta Tarigan; Evi Christiani Sitepu
Jurnal Metal Indonesia Vol 41, No 2 (2019): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.244 KB) | DOI: 10.32423/jmi.2019.v41.41-46

Abstract

ZnO yang memiliki stabilitas kimia serta energi thermal yang tinggi merupakan material non magnetik dan ion Ni yang merupakan salah satu golongan transisi metal yang memiliki sifat magnetik. Kombinasi antara ion Zn2+ dan ion Ni2+ akan menghasilkan material ferromagnetik serta mengakibatkan munculnya perubahan karakteristik listrik dan magnetik. Zn1-xNixO (x =0, 0.01, 0.03 dan 0.05) telah disintesis dengan menggunakan teknik Solid-state reaction. Serbuk ZnO dan NiO dimixer dan di miling dengan menggunakan high speed shaker mill. Pengaruh dari dopan Ni terhadap sifat listrik dan magnetik telah diinvestigasi dengan menggunakan I-V dan C-V serta VSM. Pengukuran  resistivitas, konduktivitas dan konstanta dielektrik dengan menggunakan I-V dan C-V meter, diperoleh resistivitas sampel Zn1-xNixO(x = 0, 0.01, 0.03 dan 0.05) sebesar (3.44 x 105 ohm.m, 3.54 x 105 ohm.m, 3.91 x 105 ohm.m dan 4.80 x 105 ohm.m) . Resistansi yang naik mengindikasikan bahwa perbedaan antara jari-jari ion Zn2+ dan ion Ni2+ menyebabkan internal stress pada sistem kisi ZnO yang sehingga mengakibatkan cacat pada batas butir (grain boundaries). Konstanta dielektrik sampel Zn1-xNixO(x = 0, 0.01, 0.03 dan 0.05) sebesar (13, 28.36, 34.81 dan 47.55). Konstanta dielektrik yang meningkat diakibatkan karena dengan meningkatnya komposisi dopan, yang diindikasikan Ni2+ dapat menempati posisi pada pusat Zn2+, yang mengarah ke daerah dipol listrik permanen yang menunjukkan perilaku dielektrik. Hasil karakterisasi VSM untuk melihat sifat magnet sampel  Zn1-xNixO menunjukkan sifat ferromagnetik pada seluruh sampel.
Susunan Redaksi METAL INDONESIA Vol. 41 No. 2 Desember 2019 Admin Jurnal Metal
Jurnal Metal Indonesia Vol 41, No 2 (2019): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2019.v41.i

Abstract

METODE KESEIMBANGAN BIDANG TUNGGAL PADA PROSES BALANCING KOMPONEN BOILER FEED PUMP ROTOR Sony Harbintoro
Jurnal Metal Indonesia Vol 41, No 2 (2019): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.878 KB) | DOI: 10.32423/jmi.2019.v41.55-63

Abstract

Proses balancing pada komponen berputar dilakukan untuk mengurangi getaran pada saat proses operasi. Getaran disebabkan oleh ketidakseimbangan massa yang terjadi jika sumbu utama inersia rotor tidak satu sumbu dengan sumbu geometrisnya.Proses balancing pada rotor umumnya banyak terdapat dalam sistem mekanis pada mesin turbo industri, mesin pembangkit listrik, alat pemesinan, dan mesin turbin gas pesawat terbang. ISO 1940-1 : 2003 Mechanical Vibration-Balance Quality Requirements for Rotor in a Constant (Rigid) State mendefinisikan kualitas keseimbangan untuk berbagai aplikasi dengan mendefinisikan sejumlah nilai kualitas keseimbangan untuk berbagai jenis rotor. Ketidakseimbangan residual untuk rotor didefinisikan dalam standar ini dalam notasi G. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan balancing  pada komponen boiler feed pump rotor dengan menggunakan dua grade (G) yang berbeda sesuai ISO 1940-1 : 2003. Pada penelitian ini digunakan metode balancing off line dengan kategori bidang tunggal pada komponen boiler feed pump rotor yang terdapat pada mesin pembangkit listrik. Berdasarkan hasil pengumpulan data, pada proses balancing dengan metode keseimbangan bidang tunggal pada komponen boiler feed pump rotor maka tingkat kualitas keseimbangan (G) yang dipilih akan sangat berpengaruh terhadap toleransi massa berat maksimum ketidakseimbangan yang diijinkan pada komponen boiler feed pump rotor. Dengan menggunakan balance quality grade G 6.3 massa berat maksimum ketidakseimbangan yang diijinkan yaitu 16.8 gram dan dengan menggunakan balance quality grade G 0.4 massa berat maksimum ketidakseimbangan yang diijinkan yaitu 1.064 gram.

Page 10 of 17 | Total Record : 163