cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Metal Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 163 Documents
Kata Pengantar METAL INDONESIA Vol. 41 No. 2 Desember 2019 Admin Jurnal Metal
Jurnal Metal Indonesia Vol 41, No 2 (2019): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2019.v41.ii

Abstract

ANALISIS KUALITAS SEKOP DARI HASIL PRODUKSI INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH (IKM) DI INDONESIA Sina Jamilah; Gugum Gumilar; Dewi Amalia
Jurnal Metal Indonesia Vol 41, No 2 (2019): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.735 KB) | DOI: 10.32423/jmi.2019.v41.64-70

Abstract

Sekop merupakan salah satu peralatan yang biasanya digunakan dalam bidang pertanian dan konstruksi bangunan. Berdasarkan Standar Sekop SNI 0333:2011, kualitas bahan baku sekop diklasifikasikan menjadi kelas 1 (baja karbon menengah) dan kelas 2 (baja karbon). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas sekop hasil produksi IKM di  beberapa kota di Indonesia dengan metode sampling. Fokus kegiatan penelitian ini yaitu  pada kualitas bahan baku sekop yang dibatasi analisa pada uji kekerasan, uji beban, dan uji komposisi kimia. Hasil uji diolah untuk mendapatkan tren/karakter dari kualitas sekop hasil produksi IKM. Dari hasil uji kekerasan didapatkan 60 % dari jumlah sampel berada pada tingkat kekerasan tinggi (20-39 HRC), 20 % sampel memiliki tingkat kekerasan sedang (1-20 HRC), dan 20 % sampel memiliki tingkat kekerasan yang rendah (0-81 HRB). Hasil dari uji beban, sebanyak 87 % sampel mengalami deformasi kurang dari 25 mm dan 13 % sampel sekop mengalami patah pada bagian pegangan. Hasil pengujian komposisi kimia menunjukkan bahwa terdapat 40 % sampel yang kandungan karbonnya rendah, namun sebagian besar adalah baja karbon rendah dengan kandungan karbon < 0,1 %.  Baja karbon menengah hanya terdapat sebanyak 20 %, dan sisanya sebanyak 40 % adalah baja karbon tinggi.
Daftar Isi METAL INDONESIA Vol. 41 No. 2 Desember 2019 Admin Jurnal Metal
Jurnal Metal Indonesia Vol 41, No 2 (2019): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.483 KB) | DOI: 10.32423/jmi.2019.v41.iii

Abstract

PENGARUH VARIASI WAKTU HOLDING PROSES ARTIFICIAL AGING TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN KETAHANAN IMPAK PADUAN Al-Si Moch Iqbal Zaelana Muttahar; Purbaja Adi Putra; Greida Frista
Jurnal Metal Indonesia Vol 41, No 2 (2019): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.571 KB) | DOI: 10.32423/jmi.2019.v41.71-76

Abstract

Indonesia menjadi salah satu negara dengan konsumsi aluminium terbesar, salah satunya untuk komponen bogie tank baja.  Upaya pembuatan roda bogie wheel telah dilakukan dengan berbagai metode, salah satunya adalah proses pengecoran. Untuk memenuhi spesifikasi teknis tersebut, bogie hasil pengecoran harus dikenai proses heat treatment agar memiliki sifat mekanik yang memadai. Dalam penelitian ini dilakukan variasi waktu holding proses artificial aging selama 2, 3, 4, dan 5 jam. Pengujian yang dilakukan berupa uji metalografi, pengujian tarik, dan pengujian impak. Hasil dari pengujian, didapatkan bahwa kekuatan tertinggi adalah sebesar 193,08 MPa yang dicapai oleh spesimen aluminium dengan waktu holding proses artificial aging selama 5 jam. Ketahanan impak tertinggi adalah sebesar 2,55 Joule yang dicapai oleh spesimen aluminium dengan waktu holding proses artificial aging selama 5 jam. Presipitat yang terbentuk pada hasil artificial aging berupa presipitat AlSi yang halus, membulat dan membentuk kluster.
MICROSTRUCTURE AND HARDNESS PROFILE OF DISSIMILAR LAP JOINT OF TYPE 304 STAINLESS STEEL TO SS400 CARBON STEEL Herry Oktadinata; Adi Ganda Putra
Jurnal Metal Indonesia Vol 41, No 2 (2019): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (801.311 KB) | DOI: 10.32423/jmi.2019.v41.47-54

Abstract

Dissimilar metal welds between austenitic stainless steel and carbon steel are commonly used in oil and gas industries for certain reasons. The objective of this research is to asses the effect of filler metal and shielding gas on the microstructure and hardness of dissimilar lap joint of type 304 austenitic stainless steel to JIS SS400 low carbon steel. For the purpose of this investigation, the weldments were produced using flux-cored arc welding (FCAW). Three types of filler metals (E316L, E309L and E308L) and two different gas compositions (100%CO2 and 90%Ar+10%CO2) were selected to be used. Each of the weldments were analyzed on the microstructure characteristic and hardness profile of base metal (BM), heat affected zone (HAZ) and weld metal (WM) using optical microscope and microhardness Vickers. The metallographic examination revealed HAZ-SS400 contains martensites. Both HAZ-304 and WM show austenitic microstructure, with columnar and cellular sub-structures present at WM. The hardness profile of HAZ-304 is higher than BM-304, it may be attributed to the presence of the fine grains in HAZ-304 due to high temperature during welding. The hardness profile of WM-E309L exhibited the hardness from HAZ to WM tend to decrease linearly, while WM-E316L and WM-E308L showed the hardness from HAZ to WM also decreased but drastically dropped at fusion line (FL). The welds using E309L offer the best result in the point of view homogeneity of the hardness profile.
Karakteristik Pengaruh Suhu Sintering terhadap Kekerasan, Porositas dan Penyusutan Roda Gigi Lurus berbahan Serbuk Besi Hana Safira; Slamet Sutjipto; Dr. Haruman Wiranegara, ST., MT.
Jurnal Metal Indonesia Vol 42, No 1 (2020): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (939.962 KB) | DOI: 10.32423/jmi.2020.v42.1-10

Abstract

Roda gigi lurus merupakan jenis roda gigi yang paling umum digunakan sebagai komponen mesin. Serbuk yang digunakan pada penelitian ini merupakan serbuk besi (Fe) 100 mesh yang kemudian dikompaksi dengan gaya 8 ton dan di sintering pada beberapa variasi suhu yaitu 800, 900, 1000, 1100 dan 1200 oC yang diambil dari 0,5-0,8 titik cair (Tm) serbuk utama. Penelitian ini bertujuan untuk melihat karakteristik pengaruh suhu sintering pada kekerasan, porositas dan penyusutan roda gigi lurus berbahan serbuk besi (Fe). Waktu sintering dibuat konstan yaitu 60 menit. Beberapa pengujian dilakukan untuk dapat mencapai tujuan dari penelitian ini seperti perhitungan presentase penyusutan dan porositas, pengujian porositas pada struktur mikro dengan pengamatan metalografi, dan pengujian kekerasan mikro Vickers. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seiring dengan naiknya suhu sintering maka penyusutan bertambah, porositas menurun dan nilai kekerasannya naik. Terdapat beberapa hasil penelitian yang tidak sesuai pada nilai porositas dan kekerasan produk. Hal tersebut dikarenakan beberapa faktor diantaranya sulit mencapai keseragaman densitas, preparasi material yang tidak sempurna dan pengaturan nilai kompaksi yang berbeda-beda pada setiap sampel karena mesin press mekanik yang digunakan.Spur gears are the most common type of gears used as engine components. The powder used in this study was 100 mesh iron (Fe) powder then compacted with a force of 8 tons and sintered at several temperature variations are 800, 900, 1000, 1100, and 1200 oC taken from 0.5-0.8 melting points (Tm) main powder. This study aims to look at the characteristics of the effect of sintering temperature on hardness, porosity, and shrinkage of spur gears made from iron powder (Fe). The sintering time is made constant at 60 minutes. Several tests were conducted to achieve the objectives of this study such as the calculation of the percentage of shrinkage and porosity, porosity testing on microstructure with metallographic observations, and micro hardness testing of Vickers. The results show that as the sintering temperature increases, shrinkage increases, porosity decreases, and the hardness value increases. There are some results of research that are not suitable for the porosity and hardness value of the product. This is due to several factors including difficult to achieve uniformity of density, imperfect material preparation, and different compacting value settings in each sample due to the mechanical press machine used.
Preface Jurnal Metal Indonesia Vol.42 No.1 Juni 2020 Admin Jurnal Metal
Jurnal Metal Indonesia Vol 42, No 1 (2020): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1134.31 KB) | DOI: 10.32423/jmi.2020.v42.%p

Abstract

Kontrol Kualitas Uang Logam Pecahan Rp 1.000,00 dengan Teknik Difraksi Sinar-X (XRD) Ibrahim Purawiardi
Jurnal Metal Indonesia Vol 42, No 1 (2020): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.173 KB) | DOI: 10.32423/jmi.2020.v42.11-19

Abstract

Uang logam pecahan Rp 1.000,00 merupakan salah satu uang dengan nilai intrinsik yang paling baik dan banyak beredar di masyarakat. Oleh karena penggunaannya yang tinggi, maka kualitas uang logam ini perlu diperhatikan. Kontrol kualitas pecahan uang logam ini perlu dilakukan agar pecahan yang beredar di masyarakat adalah pecahan uang logam yang memenuhi standar. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengontrol kualitasnya adalah dengan teknik difraksi sinar-x (XRD). Dengan teknik ini, cacat struktur dapat dideteksi tanpa harus merusak uang logamnya, sehingga uang logam yang cacat struktur dapat dieliminasi dari peredaran. Namun, teknik XRD memerlukan cara tersendiri untuk menginterpretasikannya, oleh karena itu studi ini dilakukan untuk mencontohkan bagaimana cara menginterpretasikannya. Lima buah sampel uang logam pecahan Rp 1.000,00 digunakan dalam studi ini, dimana dari hasil kontrol kualitas yang dilakukan, terdapat satu pecahan uang logam yang terdapat cacat struktur. Dari hasil studi sendiri menunjukkan bahwa kelima sampel memiliki karakteristik struktur FCC yang merupakan target produksi dengan indikator bidang-bidang (111), (200), (220) dan (311). Namun, salah satu sampel ternyata memiliki cacat produksi berupa munculnya karakteristik BCC yang bukan merupakan target produksi dengan indikator bidang (310). Sampel yang memiliki cacat produksi ini dapat direkomendasikan untuk tidak diedarkan. Dari studi ini terbukti bahwa teknik analisis XRD dapat digunakan secara efektif untuk mengontrol kualitas uang logam secara non-destruktif. The IDR 1000 coin is one of the best intrinsic rupiah money and most widely used by Indonesian people. Because of these reasons, the quality of it needs to be considered. The quality control of this coin must be done in order to make sure that it meets the standard quality to distribute. An x-ray diffraction (XRD) technique is one way in order to control the quality of this coin. By using this technique, structural defect on this coin can be detected without destructs it, so that defected coin can be rejected to be distributed. However, this technique needs special technique to interpret it. This study aimed to exemplify how to interpret it. Five IDR 1000 coins were used as samples in this study. From this study, the result shows that there is a coin with structural defect. The results of this study show that all of five samples have FCC characteristics as a production target with (111), (200), (220) and (311) planes as indicators. However, there is a sample with a production defect i.e. BCC characteristics with (310) plane as an indicator. This sample were then recommended to be rejected. Overall, this study shows that this XRD analytical technique can be effectively used for controlling the quality of money coin without destructs it.
Front Cover Metal Indonesia Vol.42 No.1 2020 Admin Jurnal Metal
Jurnal Metal Indonesia Vol 42, No 1 (2020): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.331 KB) | DOI: 10.32423/jmi.2020.v42.%p

Abstract

Studi Pengaruh Paduan Cr/Mo dengan Waktu Perendaman Cryogenic Treatment terhadap Sifat Keras, Tangguh, Tahan Abrasif, dan Struktur Mikro Baja Ni berbasis Laterit Alfa Sendya Hayu Marzuki; Satrio Herbirowo; Bintang Adjiantoro; Yeni Muriani Zulaida; Efendi Mabruri
Jurnal Metal Indonesia Vol 42, No 1 (2020): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.436 KB) | DOI: 10.32423/jmi.%Y.v%v.%p

Abstract

Grinding ball merupakan salah satu komponen dari industri tambang dan pengolahan mineral yang mempengaruhi biaya produksi. Kebutuhan grinding ball dalam negeri saat ini masih bergantung pada produk impor. Pemilihan baja berbasis laterit karena cadangan laterit di Indonesia sangat melimpah, selain itu baja laterit sudah memiliki kandungan nikel dimana unsur paduan tersebut baik untuk meningkatkan kekerasan yang dibutuhkan pada grinding ball. Namun tingkat kekerasan baja berbasis laterit yang digunakan pada penelitian ini belum memiliki nilai yang cukup untuk digunakan sebagai material grinding ball. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan proses cryogenic treatment dengan variasi waktu perendaman 10, 60, dan 360 menit serta menggunakan perbedaan komposisi paduan Cr dan Mo kemudian dilakukan pengujian kekerasan, ketahanan aus, ketangguhan dan analisis struktur mikro. Berdasarkan hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kekerasan setelah perlakuan mengalami peningkatan signifikan dari 17 menjadi 33,55 HRC. Selain itu, ketahanan abrasif setelah perlakuan juga meningkat seiring dengan penambahan waktu perendaman dari 0,000603 menjadi 0,000475 mg/cm2·putaran. Peningkatan tersebut terjadi karena adanya peningkatan persentase martensit pada sampel. Nilai kekerasan dan ketahanan aus terbaik terdapat pada sampel dengan paduan CrMo pada waktu perendaman 360 menit yaitu 44,1 HRC dan 0,000475 mg/cm2·putaran. Sehingga pada penelitian ini menunjukkan bahwa waktu perendaman cryogenic treatment dan komposisi paduan Cr dan Mo berpengaruh terhadap kekerasan, ketahanan abrasif serta ketangguhan baja nikel berbasis laterit. Grinding ball is a component of the mining and mineral processing industry that affects production costs. Grinding ball needs in Indonesia still depend on imported products. Laterite-based steel is chosen because of the resource of laterite in Indonesia are very abundant, besides laterite steel has nickel content which is great for increasing the hardness that needed in grinding ball. However, the hardness of Ni laterite steel used in this study does not have enough hardness to be used as a grinding ball material. Therefore, in this study cryogenic treatment was carried out with variations in soaking time during10, 60 and 360 minutes and also using differences in the alloying composition of Cr/Mo then performed characterization of hardness, abrasive resistance, toughness and microstructure analysis. Based on the results obtained showed that hardness after treatment increases with increasing soaking time from 17 to 33,55 HRC significantly. In addition, abrasive resistance after treatment also increases with increasing soaking time from 0,000603 to 0,000475 mg/cm2.cycle. This increase occurred because of an increase in the percentage of the martensite phase in the sample. The optimum value of hardness and wear resistance is found in samples with CrMo alloy at 360 minutes soaking time, which is 44.1 HRC and 0.000475 mg/cm2·cycle. This study shows that cryogenic treatment soaking time and Cr and Mo alloy composition affect the hardness, abrasive resistance, and toughness of laterite nickel-based steel.

Page 11 of 17 | Total Record : 163