cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Metal Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 163 Documents
Pemilihan Material Rangka Kendaraan Pemanen Jagung Kombinasi dengan Metode CRITIC, Digital Logic dan TOPSIS Martin Doloksaribu; Agus Juniawan Khairi; Muhammad Fathurrohman; Sugeng Supriadi
Jurnal Metal Indonesia Vol 43, No 2 (2021): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2021.v43.67-76

Abstract

Desain rangka kendaraan pemanen jagung kombinasi menuntut rangka kendaraan yang memiliki berat dan kekuatan yang efisien selain kriteria sifat lain yang perlu dipertimbangkan. Pemilihan material dengan banyak kriteria merupakan hal rumit dan memerlukan metode yang tepat untuk meningkatkan probabilitas keberhasilan produk. Pemilihan material rangka kendaraan pemanen jagung kombinasi dilakukan dengan metode CRITIC, Digital Logic dan TOPSIS. Bobot kriteria dihitung dengan metode CRITIC dan Digital Logic. Kandidat material diurutkan dengan metode TOPSIS. Kandidat material terdiri dari dua golongan material yaitu aluminium dan baja struktur. Urutan pertama dengan bobot kriteria metode CRITIC dan metode DL adalah A7075-T6. Urutan kedua dengan metode CRITIC adalah A6061-T6 dan dengan metode DL adalah SSA710. Metode pemilihan material yang tepat dapat memberikan urutan material yang handal.Desain rangka kendaraan pemanen jagung kombinasi menuntut rangka kendaraan yangmemiliki berat dan kekuatan yang efisien selain kriteria sifat lain yang perlu dipertimbangkan.Pemilihan material dengan banyak kriteria merupakan hal rumit dan memerlukan metode yang tepatuntuk meningkatkan probabilitas keberhasilan produk. Pemilihan material rangka kendaraanpemanenjagung kombinasi dilakukan dengan metode CRITIC, Digital Logic dan TOPSIS. Bobot kriteriadihitung dengan metode CRITIC dan Digital Logic. Kandidat material diurutkan dengan metodeTOPSIS. Kandidat material terdiri dari dua golongan material yaitu aluminium dan baja struktur.Urutan pertama dengan bobot kriteria metode CRITIC dan metode DL adalah A7075-T6. Urutankedua dengan metode CRITIC adalah A6061-T6 dan dengan metode DL adalah SSA710. Metodepemilihan material yang tepat dapat memberikan urutan material yang handal.
Pengaruh Variasi Temperatur Sintering pada Proses Metal Injection Molding Terhadap Densitas, Porositas, dan Kekerasan Sinter Part Berbahan SS 17-4 Ph Amri Abdulah; Apang Djafar Shiediqque; Moch Iqbal Zaelani Mutahar; Raja Mualtio Panggabean
Jurnal Metal Indonesia Vol 43, No 2 (2021): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2021.v43.77-85

Abstract

Metal Injection Molding (MIM) yaitu gabungan dari proses powder metallurgy dan plastic injection molding yang diterapkan pada pembuatan produk/komponen yang memerlukan sifat mekanis yang tinggi (high performance), fleksibilitas desain dan material, permukaan yang baik, dan jumlah produksi yang tinggi sehingga dapat meminimalisir biaya manufaktur. Proses ini dapat diterapkan pada berbagai jenis material termasuk material logam maupun keramik seperti superalloy, baja tahan karat, titanium, karbida, zirconia dan lain-lain. Dalam penelitian ini metal injection molding untuk aplikasi ortodontik dilakukan dengan basis bahan stainless steel 17-4 PH selain itu ditambahkan variasi temperatur sebesar 1200°C, 1250°C, dan 1300°C selama 2 jam, untuk melihat perbandingan nilai densitas, struktur mikro, dan kekerasan sampel dari proses perbandingan nilai densitas didapatkan hasil nilai rata-rata variasi temperatur 1200°C sebelum sintering 67,31% , setelah sintering 86,07% , variasi temperatur 1250°C sebelum sintering 68,62%, setelah sintering 89,50% , variasi temperatur 1300°C sebelum sintering 69,31% , setelah sintering 91,48% , dari proses pengujian metalografi didapatkan hasil porositas sebesar 12% pada temperatur 1200°C, variasi temperatur 1250°C didapatkan hasil porositas sebesar 5% , variasi temperatur 1300°C didaparkan hasil porositas sebesar 9%, dari proses pengujian kekerasan didapatkan hasil rata-rata variasi temperatur 1200°C 59,3 HV , variasi temperatur 1250°C 88,9 HV , variasi temperatur 1300°C 70,275 HV.
Pengaruh Inhibitor Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium Guajava) pada Laju Korosi Pipa Galvanis Kurnia Hastuti; Rieza Zulrian Aldio; Yuda Nugroho
Jurnal Metal Indonesia Vol 43, No 2 (2021): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2021.v43.55-66

Abstract

PT Sekarbumi Alamlestari merupakan pabrik kelapa sawit yang  menggunakan pipa galvanis dalam proses pendistribusian air bersih yang digunakan untuk proses produksi dan penggunaan pada perumahan karyawan perusahaan. Pipa galvanis dapat terkorosi bila terlalu lama berada di lingkungan air gambut, karena air gambut bersifat sangat asam dan korosif. Korosi ini akan berdampak negatif pada kualitas dan proses distribusi air bersih tersebut. Salah satu cara untuk mengurangi korosi yaitu dengan penambahan inhibitor korosi. Jambu biji merupakan salah satu jenis tumbuhan yang dapat digunakan sebagai inhibitor korosi karena mengandung tanin pada daunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun jambu biji pada laju korosi pipa galvanis. Metode pengukuran laju korosi yang digunakan adalah metode kehilangan berat selama perendaman. Spesimen pipa galvanis direndam di dalam medium air gambut dengan penambahan dan tanpa penambahan inhibitor.  Inhibitor yang diberikan divariasikan yaitu 5%, 7%, 9%,11%  dan lama waktu perendaman yang diberikan yaitu selama 42 hari. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun jambu biji efektif dalam mengurangi laju korosi. Pada perendaman tanpa menggunakan pompa laju korosi terendahnya didapat pada konsentrasi inhibitor 9% yaitu sebesar 0,018 mm/y, dan pada perendaman menggunakan pompa laju korosi terendahnya didapat pada konsentrasi inhibitor 11% yaitu sebesar 0,019 mm/y.
Sintesis ZnO dari Limbah Industri Logam dengan Metode Hidrotermal Menggunakan Agen Pengendapan Asam Oksalat (C2H2O4) Erane Dio Putra; Rifqi Ikhwanuddin; Lukman Nulhakim; Widi Astuti
Jurnal Metal Indonesia Vol 43, No 2 (2021): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2021.v43.86-90

Abstract

Limbah industri logam penghasil baja tahan karat yang berasal dari tungku busur listrik masih mengandung zinc (Zn) sebanyak 50-60% ingin diolah kembali untuk membentuk zink oksida (ZnO) dengan perlakuan metode hidrotermal. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh proses pelindian dan pengendapan terhadap ektraksi Zn dari prekursor limbah logam dan mengetahui apakah dapat terbentuk produk ZnO. Terdapat dua proses persiapan utama yang dilakukan pada penelitian ini berupa proses pelindian menggunakan asam asetat (CH3COOH) 1M dan proses pengendapan menggunakan Asam Oksalat (C2H2O4) 1M. Proses hidrotermal dilakukan dengan tiga variabel suhu (120, 150, 200°C) dan tiga variabel waktu (1, 3, 6 jam). Terdapat tiga macam karakterisasi yang dilakukan yaitu menggunakan UV-Vis spectroscopy, X-ray diffration (XRD), dan X-ray fluorescence (XRF). Pada UV-Vis menunjukkan terdapat kenaikan absorbansi pada sampel di panjang gelombang 365 nm, hasil karakterisasi XRF menunjukkan kandungan Zn meningkat dari 50-60% menjadi 94-95%, karakterisasi XRD menunjukkan bahwa sampel yang dibuat masih berupa zinc oksalat (Zn(C2O4)) dan belum terbentuk senyawa ZnO.
Surfaces Casting Defect Analysis and its Countermeasures on Products Manufactured by Alkali-Phenolic Binder Sand Molding Husen Taufiq; Aditianto Ramelan; Ekavianty Prajatelistia; Susana Susana; Muhammad Fathurrohman
Jurnal Metal Indonesia Vol 44, No 1 (2022): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2022.v44.35-41

Abstract

This paper presents the results of the analysis of surface casting defects and their countermeasures. To find out the root causes of defects, and their mechanisms. Product casting defects have been characterized by visual inspection and SEM/EDX, also collecting production data information. Studied relation between the composition of molding sand and the mechanical properties of compressive strength and surface stability index has been done. The visual inspection results, field data collection, and SEM/EDX analysis showed a rough product surface and the presence of SiO2 inclusions. The product has been made with an alkaline phenolic mold using reclaimed sand with a compressive strength of 18 kg/cm2. The study results show that with increasing binder levels, there is an increase in the mechanical properties of compressive strength and surface stability index. They were based on the experimental results of the test block product casting with improved mechanical properties above. Obtained a much better surface of the casting product, and relatively no surface inclusion defects were found. The above experiment shows that the surface stability index is an important parameter the critical value is 90%, and the necessary compressive strength is 20 kg/cm2. The effect of Loss on Ignition content on mechanical properties is also reviewed.
Scale-Up Rotary Joint dengan Penerapan Metode Perancangan Parametrik Gunadi Katon; Yatna Yuwana Matawirya
Jurnal Metal Indonesia Vol 44, No 1 (2022): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2022.v44.1-10

Abstract

Mesin drum dryer adalah salah satu jenis mesin pengering yang diaplikasikan untuk produk pangan siap saji.  Mesin drum dryer menghasilkan adonan kering berupa lembaran dari cairan adonan yang memiliki viskositas tinggi (heavy pastes). Mesin drum dryer terdiri dari beberapa komponen pendukung salah satunya adalah komponen rotary joint yang berfungsi menyalurkan sumber panas berupa uap dari saluran statis kepada bagian yang berputar yaitu drum. Perancangan parametrik merupakan salah satu metode perancangan untuk membuat rancangan/objek baru berdasarkan rancangan/objek lama namun memiliki kebutuhan yang berbeda dengan mempertimbangkan beberapa parameter. Parameter tersebut seperti dimensi geometri, material bahan baku, dan lain-lain. Konsep desain parametrik dapat menghasilkan desain baru dengan dimensi yang berbeda namun tetap memenuhi kriteria yang diinginkan. Pada penelitian ini, dilakukan proses scale-up rotary joint jenis dual flow merk Pearl joint tipe AC-10A (rotary joint ½ inch) dengan mempertimbangkan dimensi sebagai acuan. Output yang didapatkan dari proses scale-up ini adalah rotary joint dengan ukuran (¾ Inch, 1 Inch, 1¼ Inch, dan 1½ Inch). Kemudian, dilakukan juga pembuatan prototipe rotary joint  ¾ Inch dari hasil scale-up untuk diuji unjuk kerja dari prototipe rotary joint.
Preface Metal Indonesia Vol.44 No.1 2022 Admin Jurnal Metal
Jurnal Metal Indonesia Vol 44, No 1 (2022): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2022.v44.I-III

Abstract

Studi Karakteristik Pisau Sadap Karet Manual Produksi Industri Kecil Menengah (IKM) di Indonesia Muhammad Fathurrohman; Martin Doloksaribu; Adhe Aries Priatna
Jurnal Metal Indonesia Vol 44, No 1 (2022): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2022.v44.11-17

Abstract

Indonesia memiliki potensi menjadi negara produsen karet terbesar tidak hanya di Asia Tenggara namun di dunia. Untuk memaksimalkan potensi tersebut, diperlukan upaya agar dapat memproduksi karet secara optimal. Salah satu faktor penting dalam produksi karet adalah sistem eksploitasi. Sistem eksploitasi yang baik dipengaruhi oleh 2 faktor, yaitu: tenaga penyadap yang terampil dan peralatan pisau sadap karet yang berkualitas. Indikator kualitas pisau sadap karet dapat ditentukan dari dimensi dan bentuk pisau sadap, serta pemilihan material logam. Namun, sampai saat ini belum ada standardisasi pisau sadap karet secara nasional. Studi karakteristik geometri, berat dan sifat mekanik pada 8 macam sampel pisau sadap produksi Industri Kecil Menengah (IKM) sebagai representasi produk pisau sadap karet manual di Indonesia dilakukan pada penelitian ini. Parameter pengambilan data yang diuji adalah pengukuran geometri pisau sadap, pengukuran berat, pengujian sifat mekanik dengan uji kekerasan, serta uji komposisi kimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa rekomendasi yang dapat dijadikan sebagai acuan indikator pada pisau sadap karet manual, yaitu: geometri pisau sadap karet, terutama panjang total dan sudut mata pisau yang membentuk alur/ paritan sadap, berat pisau sadap, pemilihan material pada bilah pisau sadap, serta nilai kekerasan pada pada pisau sadap. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi salah satu bahan rujukan dalam merumuskan standar pisau sadap karet di Indonesia. Indonesia has the potential to become the largest rubber producer not only in Southeast Asia but in the world. Therefore, more efforts are needed in order to produce optimally. One of the important factors in rubber production is the exploitation system. A good exploitation system is affected by two factors: skilled tappers and rubber tapping knife quality. The quality indicator of a rubber tapping knife can be determined by the dimensions and shape of the tapping knife and the material selection. However, there is no national standard for rubber tapping knife yet. This research studied the characteristics of the geometry, weight, and mechanical properties of eight kinds of manual tapping knives produced by IKM in Indonesia. The parameters tested were tapping knife geometry, weight, mechanical properties with hardness, and chemical composition. The results showed that some references that can be used as indicators of the quality of manual rubber tapping knife are the geometry of the rubber tapping knife, especially the total length and the angle of the blade that formed tapping groove, the weight of the tapping knife, the material of the tapping knife, and the hardness value of the tapping knife. The results of this study can be used as a reference in formulating standards for rubber tapping knife in Indonesia.
Front Cover Metal Indonesia Vol.44 No.1 2022 Admin Jurnal Metal
Jurnal Metal Indonesia Vol 44, No 1 (2022): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2022.v44.%p

Abstract

Analisis Laju Korosi Baja A36 dalam Media Air Laut Hasil Proses Pengelasan Metode FCAW dengan Variasi Waktu Perendaman Fauzi Widyawati; Syamsul Bahtiar; Syamsul Hidayat; Supianto Cibro
Jurnal Metal Indonesia Vol 44, No 1 (2022): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2022.v44.18-26

Abstract

Air laut merupakan media korosi yang paling mudah mengkorosi material, terutama baja. Pada industri perkapalan, sebagian besar konstruksi kapal terbuat dari material baja yang akan kontak langsung dengan air laut dalam waktu yang lama. Seringkali korosi yang terbentuk di permukaan plat, namun pada area sambungan las bisa saja terjadi kecacatan yang selain dipengaruhi oleh media korosi, juga dipengaruhi dari proses pengelasan. Sehingga dilakukan penelitian untuk melihat perbandingan laju korosi antara plat baja yang diaplikasikan untuk lambung kapal, yaitu baja A36 tanpa pengelasan dan dengan pengelasan metode FCAW pada media korosi air laut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kehilangan berat. Hasil Penelitian menunjukkan laju korosi pada sampel baja A36 tanpa pengelasan dari hari ke 21 hingga hari ke 42 adalah 0,0705 mm/y dan 0,1560 mm/y. Kedua sampel mengalami kenaikan laju korosi, namun pada hari ke 63 dan hari ke 84 mengalami penurunan laju korosi yaitu 0,1824 mm/y dan 0,1804 mm/y. Begitupun dengan sampel baja A36 hasil pengelasan mengalami kenaikan laju korosi pada hari ke 21 dan hari 42 yaitu 0,1265 mm/y dan 0,2123 mm/y. Namun pada hari ke 63 dan hari ke 84 mengalami penurunan laju korosi yaitu 0,2066 dan 0,1977 mm/y. Sehingga, laju korosi yang didapat pada sampel baja A36 tanpa pengelasan lebih rendah dibandingkan sampel baja A36 hasil pengelasan. Hal ini terjadi karena kondisi media korosi sudah mencapai pada titik jenuh. Jenis korosi yang terjadi pada baja A36 tanpa dan dengan pengelasan menghasilkan jenis korosi merata dan korosi sumuran.