cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Metal Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 163 Documents
Karakterisasi Sifat Fisik Dan Kimia Bentonit Australia Untuk Aplikasi Green Sand Casting Apang Djafar Shieddieque; Jatira Jatira; Moch Iqbal Zaelana Muttahar; Mochamad Firdaus
Jurnal Metal Indonesia Vol 44, No 1 (2022): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2022.v44.27-34

Abstract

Sand casting merupakan salah satu metode pengecoran logam yang masih digunakan di industri hingga saat ini. Proses pengecoran dengan metode sand casting menggunakan dua jenis cetakan, yaitu cetakan pasir kering dan cetakan pasir basah. Pada proses pengecoran menggunakan cetakan pasir basah tidak semua produk hasil pengecoran dapat digunakan karena terdapat produk yang tidak memenuhi spesifikasi penggunaan produk, seperti kekasaran permukaan coran, intrusi logam cair ke dalam cetakan, gelembung udara, rongga, kegagalan cetakan, dan inklusi terak. Pembentukan cacat ini salah satunya dipengaruhi oleh permeabilitas atau campuran komposisi pasir dan bentonit yang kurang baik. Adapun peneliti melakukan pengamatan yaitu pengujian karakterisasi sifat fisik dan kimia bentonit Australia adalah difraksi sinar X, distribusi ukuran, swelling index, pH Value, methylene blue value dan kadar air. Nilai kadar senyawa Natrium Oksida (Na2O) yang diperoleh sebesar 4,7% dan Kalsium Oksida (CaO) sebesar 3,5%. Hal ini menunjukkan bahwa basis bentonit australia merupakan basis natrium, didukung oleh hasil pengujian swelling index, bentonit Australia mengalami mengembangkan hingga 15,5 kali lipat yaitu 33 ml/2gr dan nilai pH berada pada rentang 8,5-9,8. Distribusi ukuran bentonit Australia didapatkan nilai P80 sebesar 2,25 mm. Hasil  pengujian Methylene Blue Value (MBV), dengan larutan H2SO4 diperoleh bentuk halo pada konsentrasi H2SO4 2% sebanyak 21 ml. Hasil ini menunjukkan bahwa bentonit Australia dapat digunakan sebagai pengikat yang baik pada cetakan pasir basah untuk pengecoran logam.
Pengaruh Temperatur Tempering terhadap Sifat Mekanik dan Struktur Mikro Besi Cor Nodular Herry Oktadinata; Hilal Abdurrahman Misbah
Jurnal Metal Indonesia Vol 44, No 2 (2022): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2022.v44.51-59

Abstract

Eksperimen ini bertujuan untuk menginvestigasi perubahan sifat mekanik dan struktur mikro besi cor nodular setelah dilakukan tempering pada temperatur 350 °C dan 450 °C dengan waktu penahanan selama satu jam dan dilanjutkan pendinginan udara. Sebelum dilakukan tempering terlebih dahulu dilakukan perlakuan panas hardening pada temperatur 850 °C dengan waktu penahanan selama satu jam dan quenching dengan media oli. Besi cor nodular yang digunakan pada penelitian ini memiliki kandungan 3,45% C, 2,6% Si, 0,635% Mn, 1,58% Ni, 0,275% Cr, dan 0,1% Mg. Kekerasan dan kekuatan tarik besi cor nodular sebelum perlakuan panas (as-cast) adalah 41,5 HRC dan 532,88 MPa. Hasil eksperimen menunjukkan besi cor nodular yang mengalami tempering pada temperatur 350 °C memiliki kekerasan sebesar 50,5 HRC dan kekuatan tarik sebesar 724,04 MPa. Sedangkan hasil tempering pada temperatur 450 °C memiliki kekerasan sebesar 47 HRC dan kekuatan tarik sebesar 722,97 MPa. Dari hasil pengujian tersebut dapat disimpulkan bahwa besi cor nodular yang mengalami tempering pada temperatur 350 °C memiliki kekuatan lebih tinggi daripada hasil tempering pada temperatur 450 °C. Hal ini dapat disebabkan karena struktur mikro besi cor nodular hasil tempering pada temperatur 350 °C memiliki nodularity lebih tinggi dan persentase area karbida yang lebih besar dibandingkan hasil tempering pada temperatur 450 °C.
Sintesis dan Karakterisasi Serbuk Magnet Barium Heksaferit (BaFe12O19) dari Senyawa Klorida dengan Metode Sol-Gel untuk Bahan Magnet Permanen Apang Djafar Shieddieque; Choirul Anwar; Eki M Yunus; Fherdy Febriyana
Jurnal Metal Indonesia Vol 44, No 2 (2022): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2022.v44.60-66

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis serbuk magnet barium heksaferit (BaFe12O19) dari senyawa klorida menggunakan metode sol-gel dengan variasi waktu aging selama 0 jam, 2 jam, 4 jam dan 6 jam. Karakterisasi yang dilakukan pada serbuk meliputi pengujian X-Ray Diffraction (XRD) untuk mengetahui fasa yang terbentuk, pengujian Scanning Electron Microscope (SEM) untuk mengetahui ukuran butir yang dihasilkan dan pengujian Vibrating Sample Magnetometer (VSM) untuk mengetahui nilai magnetik yang didapatkan pada serbuk yang telah disintesis. Berdasarkan pengujian XRD pada sampel dengan variasi waktu aging 0 jam ditemukan fasa pengotor Hematite (α-Fe2O3) sebanyak 88,4% dan fasa Barioferrite (BaFe12O19) sebanyak 11,6%, sedangkan pada sampel dengan variasi waktu aging 6 jam ditemukan fasa pengotor Hematite (α-Fe2O3) sebanyak 86,2% namun tidak terdapat fasa Barioferrite (BaFe12O19) melainkan hanya terbentuk fasa Magnetite (Ba2Fe3O8) sebanyak 13,8%, hal tersebut kemungkinan disebabkan oleh reaksi yang belum sempurna pada proses sintesis ini. Untuk pengujian SEMsudah membentuk partikel Hexagonal, ukuran rata-rata ketebalan partikel serbuk barium heksaferit (BaFe12O19) yang terbentuk pada sampel dengan variasi waktu aging 0 jam sebesar 0,79 µm dan pada sampel dengan variasi waktu aging 6 jam sebesar 1,12 µm. Pada pengujian VSM diperlihatkan grafik kurva hysteresis loop, masing-masing sampel mendapatkan nilai kemagnetan sebesar 0,055 emu/g, 0,35 emu/g,0,024 emu/g dan 0,33 emu/g, nilai magnetik terbesar diperoleh pada sampel dengan variasi waktu aging 0 jam sebesar 0,055 emu/g dan nilai magnetik terkecil diperoleh pada sampel dengan variasi waktu aging 4 jam sebesar0,024 emu/g.
The Effect of Temperature and Aging Time on The Micro Structure and Hardness of Ni-Al-Ti-Ge Alloy Djoko Hadi Prajitno; Pradoto Ambardi; Misdarlila Misdarlila
Jurnal Metal Indonesia Vol 44, No 2 (2022): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2022.v44.82-90

Abstract

Intermetallic alloy is a combination consists of two metal compounds or more. One of intermetallic alloy that can be used is nickel. Nickel is a corrosion resistant metal and withstands high temperature. Intermetallic alloy can be used for application on aircraft components such as turbin gas engine that operate in high temperature and extreme environment. This study is conducted to find out the changes of micro structure and hardness in NiAlTi material added by germanium of 1,5% as doping. In this study, heat treatment process was carried out with variation of temperature and aging time. The heat treatment included solution treatment and aging process. Solution treatment process was carried out at 1000oC  using tube furnace with holding temperature time for 2 hours. Aging process was carried out at 700oC, 800oC, 870oC  for 1, 2  and 3 hours for each temperature. Based on the hardness result, solution treatment heat treatment increase the grain size and also hardness of NiAlTi+1,5%Ge due to intermetallic compound formed in the alloy. Aging treatment increase the grain size and also hardness value. Maximum hardness take place at  870oC for 3 hours  with hardness of 45 HRc. Characterization by optical microscope and SEM showed that the alloy contain dendritic and interdendritic microstructure.  Examination by XRD and EDS shows that intermetallic compound formed in all NiAlTi+1,5%Ge specimens are dominated by intermetallic of Ni3Al (Ɣ’).
Front Cover Metal Indonesia Vol.44 No.2 2022 Admin JMI
Jurnal Metal Indonesia Vol 44, No 2 (2022): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2022.v44.%p

Abstract

Analisis Struktur Mikro dan Kekuatan Aus Rel Kereta Api Tipe R54 Divre IV Tanjung Karang Eko Pujiyulianto; Fajar Paundra; Jukepri Brain Meliala; Hadi Teguh Yudistira; Amelia Oktavia; M. Fahan Sidik; M. Rafi Kurniawan; Fuad Mulkan Al Machzumy
Jurnal Metal Indonesia Vol 44, No 2 (2022): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2022.v44.67-74

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa struktur mikro dan ketahanan aus material rel R54 yang telah digunakan di divre IV tanjung karang. Beberapa pengujian yang dilakukan adalah pengujian komposisi kimia pada bagian kepala dan bagian badan dengan menggunakan spektrometri, pengujian struktur mikro dengan menggunakan mikroskop optik, dan pengujian keausan dengan metode Ogoshi. Hasil penelitian menunjukan bahwa bagian kepala dan bagian badan memiliki komposisi kimia yang sama dimana unsur paduan utamanya adalah C, Si, Mn. Unsur Cr ditemukan pada material R54 yang dianalisis. Hasil pengujian struktur mikro menunjukan bahwa fasa yang terbentuk adalah perlit dimana pada bagian kepala berbentuk perlit halus dan pada bagian badan dan kaki berbentuk perlit kasar. Retakan ditemukan pada permukaan rel. hasil pengujian aus menunjukan bahwa nilai keausan spesifik material rel R54 adalah 1,606 x 10-8 mm2/kg.
Preface Metal Indonesia Vol.44 No.2 2022 Admin JMI
Jurnal Metal Indonesia Vol 44, No 2 (2022): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2022.v44.%p

Abstract

Pengaruh Tegangan Operasi dan Konsentrasi Larutan Elektrolit terhadap Sintesis Timah(II) Sulfat dengan Metode Elektrolisis Himawan Tri Bayu Murti Petrus; Sutijan Sutijan; Vincent Sutresno Hadi Sujoto; I Wayan Christ Widhi Herman Tangkas; Slamet Sumardi; Widi Astuti
Jurnal Metal Indonesia Vol 44, No 2 (2022): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2022.v44.42-50

Abstract

Salah satu sumber daya mineral yang berperan penting dalam kehidupan masyarakat di dunia adalah timah. Sumber daya timah dapat diolah menjadi timah sulfat yang memiliki nilai jual dan manfaat yang lebih tinggi. Timah(II) sulfat digunakan dalam aplikasi industri dan manufaktur sebagai agen elektroplating dan produk perawatan permukaan logam. Permintaan timah sulfat di pasar global mengalami peningkatan yang signifikan. Beberapa metode produksi timah sulfat telah dikembangkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya timah. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengolah sumber daya timah dengan metode yang efektif dan ramah lingkungan yang terkait sintesis timah(II) sulfat dengan metode elektrolisis. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa konsentrasi larutan elektrolit dan tegangan operasi sangat mempengaruhi sintesis timah(II) sulfat. Namun, variabel ini dibatasi oleh luas permukaan yang terbatas. Kondisi terbaik penelitian terjadi pada tegangan operasi 0,6V dan larutan elektrolit dengan konsentrasi 0,05 M.
Modifikasi Mekanisme Pelumasan Pada Mesin Frais Berbasis Mikrokontroler Hendi Lilih Wijayanto; Sri Windi; Angga Tegar Setiawan
Jurnal Metal Indonesia Vol 44, No 2 (2022): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2022.v44.75-81

Abstract

Salah satu sistem mekanisme yang mengontrol dan mendistribusikan oli pelumas ke komponen mesin yang berputar adalah sistem pelumasan. Bagian-bagian mesin yang bergesekan satu sama lain rentan terhadap keausan, yang dapat dihindari atau dikurangi dengan pelumasan. Operasi dasar sistem pelumasan adalah menyemprotkan pelumas pada bagian-bagian mesin yang bergerak yang bersentuhan satu sama lain selama penyalaan.Mesin frais merupakan salah satu mesin yang memiliki sistem pelumasan. Pada mesin frais, sistem pelumasan berada pada meja mesin yang bisa bergerak dalam sumbu X, Y dan Z. Pelumasan meja mesin frais perlu dilakukan setiap hari saat mesin akan digunakan. Menurut standar umum mesin frais, pelumasan dilakukan dengan cara menarik tuas pompa pelumas sebanyak empat kali. Namun, karena sistem pelumasan dilakukan secara manual oleh operator, hal tersebut terkadang terlupakan oleh operator. Melihat hal tersebut, peneliti melakukan modifikasi sistem pelumasan yang bertujuan supaya bagian-bagian mesin yang mengalami contact sliding dapat beroperasi dengan otomatis. Metode penelitian ini dengan cara memodifikasi sistem pelumasan manual yang telah ada pada mesin menjadi otomatis yang dikontrol melalui arduino uno dan digerakkan oleh motor stepper. Pada saat pompa pelumas terhubung arus listrik, secara otomatis pompa akan memompa sebanyak empat kali.Motor akan berhenti berputar setelah selesai memompa. Sehingga prototype yang dibuat mampu bekerja pada mekanisme sistem pelumasan mesin frais konvensional secara otomatis menyemprotkan 10ml oli.
Pengaruh Variasi pH Larutan Umpan terhadap Percent Recovery Litium dari Geothermal Brine Sintesis dengan Proses Low Pressure Nanofiltration Sutijan Sutijan; Christopher Mario Hananto; Stevanus Adi Darma; Vincent Sutresno Hadi Sujoto; Fika Rofiek Mufakhir; Widi Astuti; Himawan Tri Bayu Murti Petrus
Jurnal Metal Indonesia Vol 45, No 1 (2023): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2023.v45.1-12

Abstract

Penggunaan litium berkembang pesat secara signifikan di pasar global, terutama di Indonesia. Untuk memenuhi permintaan tersebut, ekstraksi litium yang berharga dari sumber alam lain dipertimbangkan, seperti air garam sisa panas bumi (geothermal brine). Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode nanofiltrasi. Selama penelitian, proses dioperasikan pada variasi tekanan (5, 7, dan 9 bar) dan variasi pH (4, 7, dan 10). Oleh karena adanya kemungkinan fouling pada membran dan fenomena yang terjadi tidak dapat diamati dengan baik, maka digunakan geothermal brine sintetis pada penelitian ini sehingga diasumsikan bahwa silika telah dihilangkan sebelumnya. Berdasarkan hasil analisa data penelitian, maka dapat dapat dilihat bahwa perbedaan pH dan tekanan memainkan peran penting dalam konsentrasi litium dari geothermal brine. Dengn menggunakan Response Surface Method(RSM) diketahui bahwa recovery litium tertinggi diperoleh pada kondisi operasi pH 10 dan tekanan 9 bar. AbstractThe use of lithium is growing significantly in the global market, especially in Indonesia. To meet this demand, extraction of valuable lithium from other natural sources is considered, such as geothermal brine. The research was conducted using the nanofiltration method. During the study, the process was operated at various pressures (5, 7, and 9 bar) and pH variations (4, 7, and 10). Due to the possibility of fouling on the membrane and the phenomenon that occurs cannot be observed properly, synthetic geothermal brine is used in this study so that it is assumed that the silica has been removed previously. Based on the analysis of research data, it can be seen that the difference in pH and pressure plays an important role in the lithium concentration of geothermal brine. By using the Response Surface Method (RSM) it is known that the highest lithium recovery is obtained at operating conditions of pH 10 and pressure of 9 bar.