cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Metal Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 163 Documents
LATENCY KAMERA PADA PENGOLAHAN CITRA DIGITAL REAL-TIME Puji Hartono; Trismiyati Trismiyati
Jurnal Metal Indonesia Vol 36, No 2 (2014): METAL INDONESIA
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2014.v36.70-75

Abstract

Latency pada aplikasi real-time menjadi faktor yang sangat penting karena hasil akhir tidak hanya ditentukan oleh nilai keluarannya saja, tetapi juga waktunya. Pada pengolahan citra digital waktu nyata, faktor penyumbang latency yang signifikan adalah pada kamera. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kamera tipe webcam mempunyai latency yang lebih kecil daripada kamera tipe IP Camera karena pada IP camera, data dikirimkan melalui media jaringan. Pada pengujian 2 buah seri webcam didapatkan latency < 200 ms, sedangkan pada 2 buah seri IP camera didapatkan latency > 300 ms. Nilai latency juga dipengaruhi oleh jumlah fps yang digunakan, semakin tinggi nilai fps maka latency juga semakin besar. Nilai latency pada kamera akan menjadi pertimbangan pada perancangan sistem yang lebih besar sehingga faktor latency dapat diantisipasi dan sistem yang dibangun tetap dapat berfungsi dengan benar.
ANALISIS KEGAGALAN TABUNG GAS LPG KAPASITAS 3 KG - Tarmizi
Jurnal Metal Indonesia Vol 34, No 1 (2012): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2012.v34.19-31

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penyebab dari kebocoran tabung gas LPG kapasitas 3 kg yang terjadi di daerah lasan (circumferensial welding). Untuk itu dilakukan pengkajian kualitas dan performance di daerah lasan pada badan tabung secara metalurgi, dengan melakukan pengujian komposisi kimia, pengujian mekanik yaitu: uji tarik, uji bending, uji kekerasan, dan metallografi. Sifat mekanik dari tabung pada dasamya dipengaruhi oleh komposisi kimia dan struktur mikro. Dari hasil uji komposisi kimia, badan tabung mempunyai nilai CE < 0,40%, sehingga mempunyai kemampuan untuk dilas. Tetapi nilai sensitivitas retaknya (Pem) mendekati nilai kritis (2,3%) sehingga nilai kekuatan tarik dan keuletannya pada sambungan las relatif turun yang menyebabkan adanya retakan dari hasil uji bending. Perbedaan perubahan nilai kekerasan rata-rata yang sangat besar yaitu dengan adanya kenaikan antara weld metal dengan fusion line sebesar 11,60% (25,11 HV) dan terjadi penurunan antara fusion line dengan HAZ sebesar 0,56% (1,21 HV). Perbedaan yang sangat besar inilah yang memicu terjadinya retak saat pengujian bending padaface bend, dimana lokasi retakan ada di fusion line. Kebocoran yang terjadi di daerah lasan (circumferensial welding) disebabkan oleh penipisan dinding tabung akibat proses joggling sehingga pada saat pengelasan arus yang digunakan akan terlalu besar yang akan menyebabkan terjadinya cacat burn through di daerah akar las, sehingga mengubah dimensi ketebalan dinding tabung yaitu dengan adanya cacat yang menyerupai takikan. Hal ini merupakan inisiasi terjadinya retak yang merambat menembus dinding tabung sehingga terjadi kebocoran.
Pengaruh Temperatur dan Waktu terhadap Keras Endap (Precipitation Hardening) pada Connecting Pad Sepeda Motor Vespa Adid A. Hermansyah; Hafid Abdullah; George George
Jurnal Metal Indonesia Vol 27 (2005): METAL INDONESIA
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2005.v27.35-43

Abstract

Connecting Pad adalah suku cadang sepeda motor vespa berbahan perunggu. Adapun letaknya berada diantara kopling dan penekan kopling yang berfungsi sebagai bantalan penghubung agar kopling berjalan dengan baik. Connecting pad lokal mempunyai umur yang lebih pendek dibanding dengan yang asli. Perbedaan umur pakai antara produk lokal dengan yang asli disebabkan oleh sifat kekerasannya, hal ini kekerasan akan melibatkan ketahanan terhadap aus. Pada umumnya pengerasan pada material perunggu dilakukan dengan pengerjaan dingin atau menambah unsur paduannya, namun pada material connecting pad ini dilakukan pengerasan dengan proses keras endap (precipitation hardening), dimana proses ini sangat dipengaruhi oleh temperatur dan waktu sehingga pada proses pelaksanannya temperatur harus sesuai untuk material yang akan diproses dan juga waktu penuaannya (aging) pun harus tepat agar terdapat hasil yang diinginkan.
Pengaruh Suhu Pemanasan Awal Pada Pengelasan SMAW Terhadap Struktur Mikro dan Sifat Material Baja AISI 1045 H Kosasih Kosasih; Hafid Abdullah; Teguh Stiyawan
Jurnal Metal Indonesia Vol 26 (2004): METAL INDONESIA
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2004.v26.41-53

Abstract

Peralatan yang terbuat dari baja karbon yang relatif tebal akan cenderung retak setelah dilas. Hal ini karena pendinginan yang cepat. Pemanasan awal sangat berpengaruh terhadap laju pendinginan, semakin besar temperatur pemanasan awal, maka laju pendinginan semakin lam bat, juga sebaliknya temperatur pemasanan awal semakin kecillaju pendinginan semakin cepat. Penelitian ini menyajikan pengaruh temperatur pemanasan awal terhadap struktur mikro dan sifat mekanik. Metode ini dengan memvariasikan temperatur pemanasan awal pada 200oC, 350oC, dan 500oC terhadap baja karbon AISI 1045 H yang dilas dengan proses pengelasan busur logam terlindung (SMAW). Hasil pemeriksaan dan pengujian menunjukkan bahwa: (1) pelat dengan pemanasan awal 200oC, 350oC dan 500oC tidak terjadi retak di daerah las, (2) pelat dengan pemunasan awal 200oC, mempunyai kekuatan tarik = 74 kgf/mm2, kuat luluh = 58,2 kgf/mm2 dan regangan 16.65 %, (3) pelat dengan pemanasan awal 350oC mempunyai kuat tarik = 73,5 kgf/mm2, kuat luluh = 52 kgf/mm2 dan regangan 16,65 %, (4) pelat dengan pemanasan awal 500oC mempunyai kuat tarik = 73 kgf/mm2, kuat luluh = 55,7 kgf/mm2 dan regangan = 17 %, (5) fasa yang terbentuk pada daerah logam induk dan pengaruh panas untuk semua sampel menunjukkan fasa ferit dan perlit, sedangkan pada logam las struktur matrik dendrit dengan fasa ferit dan perlit, (6) semakin besar temperatur pemanasan awal sifat mekanik las semakin ulet.
Daftar Isi METAL INDONESIA Vol. 40 No. 1 Juni 2018 Admin Metal Indonesia
Jurnal Metal Indonesia Vol 40, No 1 (2018): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2018.v40.iii

Abstract

Preface Jurnal Metal Indonesia Vol. 36 No. 2 Tahun 2014 Metal Indonesia
Jurnal Metal Indonesia Vol 36, No 2 (2014): METAL INDONESIA
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2014.v36.i-ii

Abstract

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN TURBIN ALIRAN SUNGAI TIPE HORISONTAL KAPASITAS 20 KVA Luky Krisnadi
Jurnal Metal Indonesia Vol 34, No 1 (2012): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2012.v34.1-7

Abstract

Perancangan dan pembuatan prototip turbin aliran sungai type horizontal dengan kapasitas daya sebesar 20 KVA, merupakan langkah strategis di saat ini. Mengacu kebijakan pemerintah mengenai pengembangan energi altematif dan terbarukan dengan memanfaatkan sumber daya air, serta dilatarbelakangi guna memberikan solusi untuk daerah-daerah yang belum tersentuh oleh listrik PLN. Hasil pengujian awal prototip di dapatkan hasil keluaran sesuai dengan yang di harapkan (220V, 50 Hz), maka dengan memanfaatkan sumber daya air dengan energi potensial rendah yang tersedia dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik mikro hidro. Sehingga dapat tercipta suatu desa mandiri energi yang dapat meningkatkan taraf hidup, kesejahtraan dan edukasi masyarakat desa.
Analisis Cacat Cor pada Produk Fly Wheel Hasil Proses Pengecoran Menggunakan Cetakan Pasir Tatang Taryaman; Roslina Roslina; Hafid Abdullah
Jurnal Metal Indonesia Vol 27 (2005): METAL INDONESIA
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2005.v27.44-55

Abstract

Analisis cacat coran pada produk roda gila hasil proses pengecoran menggunakan cetakan pasir. Untuk memperbaiki cacat cor dari material besi tuang kelabu, maka dilakukan beberapa pengujian, yaitu: uji visual, pengecekan dimensi, uji metalografi dan uji mekanik. Metode pembuatan cetakan pasir menggunakan mesin double squeeze dengan variasi komposisi kadar air dan bentonit tertentu selanjutnya diteliti pengaruhnya terhadap hasil akhir produk cor. Hasil percobaan yang memberikan komposisi pasir yang optimum adalah: (a) kadar air = 4%, (b) kadar bentonit = 8,36%, (c) kuat geser (gr/cm2) = 370, (d) kuat tekan (gr/cm2) = 1.370, (e) kekerasan cetakan (N/mm2) = 19,85 – 21,4, (f) permeabilitas = 110. Berdasarkan hasil uji visual ada 7 jenis cacat coran, yaitu: (a) rongga gas, (b) pasir rontok, (c) inklusi terak, (d) penyinteran, (e) sirip, (f) kekasaran permukaan, (g) perluasan koreng. Dari pengecekan dimensi diketahui terdapat dua jenis cacat coran, yaitu: (a) pergeseran, (b) penyusutan dalam. Sedangkan hasil uji komposisi kimia dan harga kekerasan telah memenuhi standard JIS G4303 dan JIS 5501.
STUDI AWAL SOLVENT DEBINDING FEEDSTOCK METAL INJECTION MOLDING FE2%NI Winda Sri Jaman; Shinta Virdhian Alty; Eva Afrilinda
Jurnal Metal Indonesia Vol 40, No 1 (2018): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.147 KB) | DOI: 10.32423/jmi.2018.v40.10-16

Abstract

Metal Injection Molding (MIM) merupakan proses manufaktur yang mempunyai 4 tahapan proses utama yaitu mixing, injection, debinding dan sintering. MIM telah banyak diterapkan diberbagai bidang industri manufaktur seperti automotive, tool steel cutting, komponen elektronik, alat-alat kesehatan atau kedokteran, komponen  senjata, fashion dan lain-lain. Proses Debinding merupakan salah satu proses yang sangat penting dalam proses MIM, dengan berbagai keragamannya. Solvent debinding adalah cara memisahkan/ekstrasi atau menghilangkan polimer dari serbuk logam/ feedstock. Kelebihan dari solvent debinding ini adalah larutan yang digunakan dapat di daur ulang sehingga mengurangi biaya produksi produk MIM.                Maka penelitian ini diperlukan untuk memenuhi kebutuhan industri dan memperkaya proses-proses debinding dengan berbagai larutan (solvent) kima. Studi awal solvent debinding pada feedstock Fe2%Ni hanya dibatasi untuk menhilangkan binder jenis paraffin wax, karena penggunaannya hampir di setiap feedstock MIM terdapat paraffin wax. Parafin Wax dilarutkan dan direndam dengan menggunakan ethanol, n-hexane, heptana dengan parameter waktu 2,3,4 jam dan temperatur 40,45,50°C untuk ethanol dan n-hexane, heptana dengan temperatur 50,55 dan 60°C.                Kelarutan ethanol terhadap kehilangan berat sangat rendah, pada waktu 2 jam dan temperatur 40°C mempunyai kehilangan berat terendah 0,269% dengan kehilangan berat tertinggi pada waktu 4 jam dan temperatur 50°C dengan kehilangan berat 0,86%. Kelarutan n-hexane terhadap kehilangan berat, pada waktu 3 jam dan temperatur 40°C mempunyai kehilangan berat terendah 2,094% dengan kehilangan berat tertinggi pada waktu 4 jam dan temperatur 50°C dengan kehilangan berat 2,284%. Kelarutan heptana terhadap kehilangan berat tertinggi dibandingkan dengan ethannol dan n-hexane, pada waktu 3 jam dan temperatur 50°C mempunyai kehilangan berat terendah 1,703% dengan kehilangan berat tertinggi pada waktu 4 jam dan temperatur 60°C dengan kehilangan berat 4,884%. Kondisi feedstock yang sudah di debinding terlihat masih terdapat sisa-sisa binder selain paraffin wax, keragaman bentuk pada serbuk menjadikan kehomogenan pada feedstock.Kata kunci: Solvent Debinding, Ethanol,N-Hexane,Heptana
Preface Jurnal Metal Indonesia Vol. 26 Tahun 2004 Metal Indonesia
Jurnal Metal Indonesia Vol 26 (2004): METAL INDONESIA
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2004.v26.1-2

Abstract

Page 6 of 17 | Total Record : 163