cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Metal Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 163 Documents
PENELITIAN EFISIENSI ENERGI PADA MESIN HORIZONTAL BORING & MILLING Sony Harbintoro
Jurnal Metal Indonesia Vol 36, No 2 (2014): METAL INDONESIA
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2014.v36.76-83

Abstract

Penelitian mengenai efisiensi energi pada mesin horizontal boring & milling telah dilaksanakan di workshop pemesinan Metal Industries Development Center Bandung. Efisiensi energi pada bidang manufaktur merupakan salah satu faktor penting dalam proses mendukung green industry. Penelitian ini menganalisa dampak dari retrofit sistem kendali terhadap penggunaan energi listrik pada mesin horizontal boring & milling. Metode penelitian efisiensi penggunaan daya listrik dilaksanakan sebelum dan sesudah retrofit pada sistem kendali. Pengukuran penggunaan daya listrik dilaksanakan pada saat mesin mengerjakan benda kerja dengan material yang sama. Data dari hasil pengukuran, dianalisis untuk mendapatkan besaran efisiensi energi listrik. Dari penelitian ini ditampilkan bahwa setelah dilakukan retrofit sistem kendali, dapat dicapai penurunan penggunaan energi listrik sebesar 21,5%.
ANLISIS UJI PERFORMANSI GAS TURBIN ENGINE SATURN T 1302 SETELAH PROSES OVERHAUL Rita Normalia
Jurnal Metal Indonesia Vol 34, No 1 (2012): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2012.v34.53-59

Abstract

Turbin gas adalah engine yang dirancang untuk mengkonversikan energi bahan bakar menjadi beberapa bentuk daya yang berguna, sebagai daya mekanik atau daya dorong berkecepatan tinggi dari jet. Turbin gas digunakan untuk menggerakkan pesawat terbang, kapal laut dan kereta, secara luas dipakai untuk pembangkit tenaga listrik (generator) dan menggerakkan kompresor penyalur gas dan minyak. Performansi pada turbin gas banyak dipengaruhi oleh komponen kompresor dan turbin, sehingga proses perawatan pada suatu engine sangat diperlukan. Pada penelitian ini dibahas mengenai Analisis Uji Performansi Turbin Gas Engine Saturn T 1302 setelah mengalami proses overhaul. Analisis pengetesan ini dilakukan PT. Nusantara Turbin Propulsion (NTP) dengan mengacu kepada Manual Handbook Operation And Maintenance Engine Saturn Solar Company Jilid IV. Setelah di analisis data saat engine on the test maka dapat disimpulkan bahwa engine yang dites setelah mengalami perbaikanJoverhaul adalah bagus (accepted), dan layak untuk digunakan sampai masa overhaul selanjutnya
Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Berpola P3JJ untuk Peningkatan Kompetensi Teknologi Pengecoran George Z. Haddy; Hafid Abdullah; Asep Saefudin
Jurnal Metal Indonesia Vol 27 (2005): METAL INDONESIA
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2005.v27.68-79

Abstract

Masalah terletak belum diaplikasikannya pengembangan sumber daya manusia (SDM) berpola Profesi dengan 3 Jalur ber-Jenjang (P3JJ), yaitu: (1) Pengoperasi, (2) Pemanfaat dan (3) Pengelola di MIDC. Tujuan aplikasi adalah untuk peningkatan kompetensi teknologi pengecoran di MIDC dan ruyukan bagi pengembangan SDM di industri pengecoran dalam negeri. Cara peningkatan melalui implementasi pemetaan SDM pengecoran, yang meliputi: (a) pohon kebisaan, (b) acuan kebisaan, (c) materi pelatihan untuk peningkatan kebisaan. Hasil implementasi dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam memberikan program pelatihan maupun mutasi, rotasi dan promosi untuk meningkatkan produktivitas kerja. Bahasan ini diharapkan menjadi sumbangan pemikiran yang berarti bagi pengembangan usaha industri pengecoran dalam negeri di masa mendatang.
Aplikasi Total Control System (TQS) Untuk Peningkatan Mutu Produk Bracket Compressor Mounting (BCM) KF 510 T Deluxe (Kasus : di PT. TB berdasarkan data th 2002 s/d 2003) Hafid Abdullah; Buchori Buchori; Nurkamal Hadi Nugroho
Jurnal Metal Indonesia Vol 26 (2004): METAL INDONESIA
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2004.v26.54-63

Abstract

Masalah terletak pada produk Bracket Compressor Mounting (BCM) sebagai produk unggulan PT. TB pada tahun 2002 mempunyai prosenlase kerusakan sekitar 26 %. Tujuan penelitian adalah meningkatkan mutu produk BCM KF 510 T Deluxe untuk suku cadang otomotif agar profit perusahaan meningkat dan dapat memuaskan konsumen (mitra usahanya) sehingga mampu bersaing di pasar global. Cara peningkatan melalui aplikasi sistem pengendalian mutu terpadu, yang meliputi perbaikan-perbaikan: (1) sistem dokumentasi, (2) identifikasi proses di lapangan, (3) pemisahan part NG di pallet, (4) penanggulangan produk BCM. Hasil perbaikan terhadap 30 item instruksi kerja dan 20 item QC standard dapat menurunkan reject rata-rata produk BCM KF 510 T Deluxe menjadi 5 % pada tahun 2003.
Cover METAL INDONESIA Vol. 40 No. 1 Juni 2018 Admin Metal Indonesia
Jurnal Metal Indonesia Vol 40, No 1 (2018): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2018.v40.%p

Abstract

VARIASI JENIS DAN METODE PEMBUATAN CETAKAN PASIR TERHADAP CACAT PENYINTERAN UNTUK PRODUK HOUSING DAN FRAME Martin Doloksaribu; Sri Bimo Pratomo
Jurnal Metal Indonesia Vol 36, No 2 (2014): METAL INDONESIA
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2014.v36.43-50

Abstract

Jenis dan metode pembuatan  cetakan pasir dapat menimbulkan kemungkinan terjadinya cacat penyinteran. Cacat penyinteran sering muncul pada produk cor dengan dimensi yang relafif besar dan tebal. Produk Frame dan Housing memiliki dimensi dan ketebalan relatif tinggi terdapat cacat penyinteran pada pemukaannya.  Pada penelitian ini cacat penyinteran pada permukaan produk tersebut dikurangi dengan menggunakan variasi jenis resin dan metode pembuatan cetakan pasir. Digunakan 2 jenis resin yaitu resin alpha dan resin water glass. Cetakan pasir dari resin alpha dibuat dengan 2 metode pencetakan yaitu cetakan pasir dibuat dari pasir reklamasi dari mesin Alkali Phenol Process (variasi 1) dan cetakan pasir dibuat dari kombinasi pasir baru sebagai facing sand dan pasir reklamasi dari mesin Alkali Phenol Process sebagai back sand (variasi 2). Cetakan pasir dari resin water glass dibuat hanya dengan 1 metode pencetakan (variasi 3).  Pengujian kuat tekan, lost of ignition (LOI) dan distribusi pasir dilakukan terhadap 3 variasi tersebut. Kuat tekan akhir (saat pouring) dari 3 variasi tersebut adalah 11,90; 12,30 dan 18,70 (facing sand dan back sand); dan 12,02 kgf/cm2. Nilai LOI adalah 1,64; 0,82 dan 1,73; dan 0,95%. Ukuran distribusi pasir yang digunakan didominasi oleh ukuran saringan 0,5 mm (27%), 0,355 mm (10%) dan 0,250 mm (7,41%) atau AFS GFN sebesar 29. Cetakan pasir yang paling sedikit memberikan cacat penyinteran pada permukaan produk adalah cetakan pasir yang dibuat dengan resin alpha dengan metode pencetakan  menggunakan kombinasi pasir baru sebagai facing sand dan pasir reklamasi sebagai back sand (variasi 2).
PENGEMBANGAN PRODUK COR ALUMUNIUM PADA PROSES PENGECORAN CENTRIFUGAL (SPINNING CASTING) M Furqon; Hafid -
Jurnal Metal Indonesia Vol 34, No 1 (2012): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2012.v34.8-18

Abstract

Telah dilakukan pengembangan produk cor alumunium pada proses pengecoran centrifugal. Tujuannya adalah untuk mengetahui pengaruh suhu penuangan dan putaran terhadap sifat mekanik, struktur rnikro dan cacat produk cor dalam proses pengecoran centrifugal. Pengecoran centrifugal merupakan salah satu proses pengecoran yang dapat menghasilkan produk cor yang merniliki ketebalan yang kecil « 3 mm). Kondisi ini tidak bisa dihasilkan dengan proses pengecoran grafiti. Berdasarkan hasil percobaan diketahui bahwa melalui variasi parameter proses pengecoran yaitu suhu penuangan dan kecepatan putaran, diperoleh kondisi produk cor yang berbeda. Semakin tinggi suhu penuangan akan dihasilkan besar butir yang semakin kasar, yaitu pada suhu penuangan 860 DC adalah 51,3 Ii m dan pada suhu penuangan 760 DC adalah 31 Jl m. Semakin tinggi suhu penuangan prosentase porositi semakin meningkat, yaitu pada suhu penuangan 860 DC adalah 6,5% sedangkan pada suhu penuangan 760 DC adalah 2,8%. Dernikian juga ukuran cacat porositi semakin tinggi suhu penuangan semakin besar, pada suhu penuangan 860 DC adalah 121,1 micro meter sedangkan pada suhu penuangan 760 C adalah 64 micro meter. Hasil penelitian membuktikan bahwa putaran yang tinggi akan sifat mekanis dari material cor, namun suhu penuangan yang tinggi dapat menurunkan sifat mekanis dari material cor.
Pemanfaatan Silica Fuse dan Colloidal Silica Lokal untuk Pembuatan Cetakan Keramik pada Proses Invesment Casting Hafid Abdullah; Tatang Taryaman; Sobari Sobari
Jurnal Metal Indonesia Vol 27 (2005): METAL INDONESIA
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2005.v27.3-12

Abstract

Pemanfaatan silica fuse dan colloidal silica sebagai bahan baku lokal untuk pembuatan cetakan keramik pada proses pengecoran presisi. Berdasarkan percobaan eksperimental yang diaplikasikan pada beberapa produk cor dari material besi tuang nodular dan baja tahan karat, hasilnya diketahui silica fuse dapat digunakan karena mempunyai kadar SiO2 di atas 99,5 % dan kadar Fe2O3 di bawah 0,05 % tetapi colloidal silica belum memberikan hasil yang memuaskan. Beberapa faktor yang menentukan mutu cetakan keramik adalah:  (1) kekentalan lumpur keramik, (b) pemanasan untuk menghilangkan lilin pada cetakan keramik, (c) pembakaran keramik dan pemanasan awal sebelum penuangan. Kondisi optimum viskositas adalah sekitar 40 detik dan 15 detik, temperatur terbaik dewaxing dicapai sekitar 100oC, untuk firing dan preheating sekitar 1.000oC. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menghasilkan mutu produk cor yang baik dan mereduksi biaya produksi serta dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku import.
RANCANG BANGUN TIMBANGAN LOAD CELL TIPE S Robby Debriand Rumbara
Jurnal Metal Indonesia Vol 40, No 1 (2018): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.809 KB) | DOI: 10.32423/jmi.2018.v40.34-40

Abstract

Timbangan dirancang dengan men-scale down dari timbangan kapasitas yang lebih besar. Tipe Load Cell ditentukan dan beban serta sensitivitas dihitung. Load Cell tipe S dimodelkan dengan perangkat lunak. Load Cell tipe S dimanufaktur dengan mesin CNC dan dibuat rangkaian elektronik. Pengukuran dilakukan pada dua titik: tanpa penguat dan dengan penguat. Pengukuran menghasilakan grafik dengan persamaan y = 0.0003x + 0.0031 (tanpa penguat) dan y = 0.061x + 0.191 (dengan penguat). Berat minimal yang dapat diukur oleh timbangan sekitar 1000~30.000 kg.Kata Kunci : Timbangan, Load Cell tipe S, rangkaian penguat
Pembuatan Komponen Guide, Cam Chain Pada Sepeda Motor Dari Bahan Baja Tahan Karat 316 L Dengan Teknologi Metalurgi Serbuk (Powder Metalurgy) Tatang Taryaman; Hafid Abdullah; Rudy S Rachmat
Jurnal Metal Indonesia Vol 26 (2004): METAL INDONESIA
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2004.v26.3-17

Abstract

Proses metalurgi serbuk merupakan suatu proses pengerjaan logam untuk menghasilkan komponen dengan ketelitian tinggi ataupun komponen yang memiliki porositi. Proses ini dapat digunakan untuk membuat benda-benda yang memiliki kekerasan yang sangat tinggi, seperti: mata pahat, dan juga dapat menghasilkan komponen yang melumasi sendiri. Salah satu komponen yang memiliki fungsi melumasi sendiri adalah bearing, bearing ini banyak digunakan untuk poros yang kondisi operasinya mengalami gesekan yang cukup tinggi, oleh karena itu fungsi melumasi sendiri sangat penting untuk mengurangi gesekan yang terjadi. Kemampuan melumasi sendiri dari komponen bearing dihasilkan oleh porositi yang ada pada produk yang dihasilkan oleh proses metalurgi serbuk. Pada saat komponen bekerja dan terkena gesekan akan timbul panas sehingga minyak pelumas yang terserap kedalam pori-pori komponen tadi akan keluar karena massanya memuai, dan pada saat dingin akan masuk kembali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karateristik dan parameter proses pembuatan bearing menggunakan material baja tahan karat 316 L dengan teknologi metalurgi serbuk. Penelitian ini menggunakan target yaitu bearing untuk komponen guide, cam chain yang masih diimpor, dengan memvariasikan beban kompaksi yaitu 7-8 ton, 9-10 ton, 15-17 ton. Dan waktu sinter 140 menit dan 120 menit, sedangkan temparatur sinter yang digunakan adalah 1120oC. Kemudian hasil dari pengujian densiti, porositi, kekerasan dan struktur mikro dibandingkan dengan bearing impor.

Page 7 of 17 | Total Record : 163