cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan
ISSN : 24431141     EISSN : 25415301     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Higiene :Jurnal Kesehatan Lingkungan menerbitkan manuskrip tentang segala aspek kesehatan lingkungan, kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan paparan dan dampak lingkungan, serta studi terkait toksikologi dan epidemiologi lingkungan
Arjuna Subject : -
Articles 222 Documents
Hubungan Kadar Timbal dalam Darah dengan Jumlah Eritrosit, MCV dan MCH Pada Ibu Hamil di Daerah Pantai Cut Juliana; Nurjazuli Nurjazuli; Suhartono Suhartono
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 3 No 3 (2017): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (867.085 KB)

Abstract

Timbal merupakan logam berat yang memiliki sifat toksiknya yang akumulatif dan biomagnifikasi bagi kesehatan manusia. Salah satu efek paparan timbal adalah dapat mempengaruhi sistem hematologi dengan cara menganggu sintesis heme, kemudian memperpendek umur sel darah merah (eritrosit) serta menyebabkan anemia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar timbal dalam darah dengan jumlah eritrosit, MCV dan MCH pada ibu hamil.Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, dengan jumlah sampel 49 ibu hamil yang di ambil secara purposive sampling. Sedangkan analisis data penelitian menggunakan SPSS versi 17,0 for windows.Kadar timbal dalam darah ibu hamil rata-rata 19,74±9,416 µg/dL dengan nilai minimum sebesar 6,33 µg/dL dan nilai maksimum yakni 30,60 µg/dL. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kadar timbal dalam darah dengan jumlah eritrosit (p = 0,034 dan OR= 11,717). Namun antara kadar timbal dalam darah dengan MCV dan MCH tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan  p = 0,148 dan p =0,480 > 0,05.Semua ibu hamil  memiliki kadar timbal diatas ambang batas yang ditentukan oleh CDC yakni 5,0 µg/dL dengan nilai rata-rata 19,74 µg/dL, Kadar timbal dalam darah tinggi merupakan salah salah satu faktor risiko terjadinya penurunan jumlah eritrosit pada ibu hamil Kata Kunci : timbal, eritrosit, MCV, MCH, ibu hamil
Hubungan Perilaku 3M Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Lingkar Barat Kota Bengkulu Suryani Suryani; Diyana Oktavia Sari
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 3 No 3 (2017): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.038 KB)

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang jumlah penderitanya cenderung meningkat dan penyebarannya semakin luas. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan perilaku mengurus, menutup, dan mengubur (3M) dengan kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Lingkar Barat Kota Bengkulu. Jenis penelitin ini adalah Survei Analitik dengan menggunakan desain penelitian Case Control. Populasi kasus dalam penelitian ini adalah 52 Kepala Keluarga (KK) yang memiliki anggota kepala keluarga yang menderita DBD. Populasi kontrol dalam penelitian ini adalah Kepala Kelurga (KK) yang anggota keluarganya tidak menderita DBD yang ada di wilayah kerja Puskesmas Lingkar Barat Kota Bengkulu yaitu sebanyak 2.902 KK. Sampel kasus dalam penelitian ini sebanyak 52 KK yang menderita DBD dan 52 KK yang tidak menderita DBD. Cara pengambilan sampel pada kelompok kasus menggunakan cara total sampling dan pada kelompok kontrol adalah simple random sampling. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara secara langsung, dengan cara menyebarkan koesiuner kepada Kepala Keluarga (KK). Data sekunder diperoleh dari Puskesmas Lingkar Barat Kota Bengkulu yaitu data DBD yang diperoleh dari laporan tahunan dari Puskesmas Lingkar Barat. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan digunakan uji Statistik Chi-Square (χ²). Hasil dari analisis bivariat menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara perilaku 3M dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas Lingkar Barat Kota Bengkulu dengan nilai OR = (8,222). Kata Kunci : Perilaku 3M, Kejadian Demam Berdarah Dengue
Hubungan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes aegypti di Wilayah Kerja Puskesmas Pancana Kab. Barru Muhammad Saleh; Syahratul Aeni; Abdul Gafur; Syahrul Basri
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 4 No 2 (2018): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.122 KB)

Abstract

Vektor penular DBD adalah nyamuk Aedes Aegypti yang berkembang biak pada tempat penampungan air berupa genangan air yang tertampung di suatu tempat atau bejana di dalam atau di sekitar rumah atau tempat-tempat umum. Berdasarkan data dari Puskesmas Pancana, jumlah kasus penderita DBD Tahun 2014 = 12 kasus, Tahun 2015 = 77 kasus, dan pada Tahun 2016 = 97 kasus. Desa yang paling tinggi kejadian DBDnya adalah Desa Pancana dengan kejadian DBD pada Tahun 2016 yaitu 30 kasus dengan kejadian DBD tertinggi di Dusun Cenrapole dengan 13 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara menguras TPA, menutup TPA, dan mengubur barang – barang bekas dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti di wilayah kerja Puskesmas Pancana Tahun 2018.Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif jenis survey analitik dengan desain studi cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua rumah yang ada di Dusun Cenrapole Desa Pancana yaitu 272 rumah. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan menggunakan metode random sampling dengan jumlah sampel yaitu 162 rumah. Metode analisis data menggunakan uji univariat dan uji bivariat.Dari hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara menguras tempat penampungan air dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti (p value = 0,006), ada hubungan antara menutup tempat penampungan air dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti (p value = 0,000) dan ada hubungan antara mengubur barang – barang bekas dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti (p value = 0,000). Kata Kunci : PSN 3M, DBD, Aedes aegypti
Penurunan Kadar COD dengan Metode Filtrasi Multimedia Filter pada Air Limbah Laundry Ronny Ronny; Muhammad Saleh
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 4 No 1 (2018): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.02 KB)

Abstract

Laundering clothes and household appliances (laundry) is one of the bussiness engaged in services that are mounting. The small businessman laundering clothes (laundry) started in the big cities, many people who do not have time to wash his clothes himself because of his work. At first it was very helpful, but it will eventually arise environmental problems caused by waste. The waste that produced by the rest of the laundry process have the potential  to cause pollution to the environment, especially on water bodies. The purpose of this research is to reduce levels of COD with a method filtration multimedia filters on the waste laundry by using a variety of a thickness of different media. This research is an experiment quasi, namely to know how percent efficiency decreased levels of COD with filtration multimedia filters on the waste laundry. The result of resesrch conducted by the filtration multimedia filters a variety of thickness of the first media average fell into 453,33 mg/l with the percentage decline 46,33 % and filtration multimedia filters a variety of thickness of the second media average fell into 320 mg/l with the percentage decline 63,07 %. The conclution of this experiment, filtration multimedia filters can reduce levels of COD water waste laundry but not efficient for not meeting the requirements of Souts Sulawesi Governor Regulation Number 69 year 2010 About The Requirements of the raw environmental damage the quality of life that level of COD allowed is 100 mg/l. Keyword : Filtration, Carbon, Zeolite, COD, Waste Water Laundry.
Aplikasi Teknologi Saringan Pasir Silika dan Karbon Aktif dalam Menurunkan Kadar BOD dan COD Limbah Cair Rumah Sakit Mitra Husada Makassar Ronny Ronny; Dedi Mahyudin Syam
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 4 No 2 (2018): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.934 KB)

Abstract

Limbah cair rumah sakit merupakan salah satu sumber pencemaran air yang sangat potensial karena mengandung senyawa organik dan anorganik yang cukup tinggi.Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui kemampuan Aplikasi Teknologi Saringan Pasir silika dan karbon aktif dalam menurunkan Kadar BOD dan COD Limbah Cair Rumah Sakit Mitra Husada MakassarJenis penelitian ini adalah eksperimen kuasi dengan desain Pre-Pos test. Sampel dalam penelitian ini adalah air limbah cair rumah sakit dengan pemeriksaan BOD dan COD. Data yang telah olah secara manual dengan menggunakan alat perhitungan dan disajikan dalam bentuk tabel, kemudian di uji dengan uji T kemudian di analisa secara deskriptif.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kadar BOD dan COD limbah cair Rumah Sakit setelah di lakukan penyaringan menggunakan pasir silika dan karbon aktif dengan tiga kali replikasi didapatkan hasil penurunan rata-rata kadar BOD yaitu 39,97%. Sedangkan penurunan kadar COD yaitu 41,19%.Kesimpulan dalam penelitian ini adalah penurunan rata-rata kadar BOD yaitu 39,97%. Sedangkan penurunan kadar COD yaitu 41,19%. Multimedia(saringan pasir silka dan karbon aktif) ini mampu menurunkan kadar BOD dan COD limbah cair Rumah Sakit Mitra Husada Makassar. Kata Kunci : Pasir Silika, Karbon Aktif, Air Limbah
Persepsi Masyarakat Tentang Isi Media Promosi Kesehatan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Bengkulu Santoso Ujang Effendi; Zahroh Shaluhiyah; Laksmono Widagdo
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 4 No 2 (2018): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.361 KB)

Abstract

Saat ini pembangunan kesehatan di Indonesia masih menghadapi reemerging diseases seperti demam berdarah dengue (DBD). Meningkatnya kasus DBD di Bengkulu disebabkan oleh tiga hal, yaitu pola hidup bersih dan sehat warga, perubahan iklim, dan pertukaran penduduk dari suatu daerah ke Kota Bengkulu yang membawa penyakit. Upaya penanggulangan DBD tidak hanya pada aspek kuratif dan rehabilitatif saja, melainkan dari aspek promotif dan preventif juga menjadi penting. Di Kota Bengkulu upaya ini belum dilakukan secara optimal. Program-program kesehatan perlu selalu disosialisasikan secara terus-menerus. Berkenaan dengan hal ini, maka diperlukan media promosi kesehatan, seperti leaflet DBD. Media promosi kesehatan yang efektif adalah media yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Evaluasi mengenai interpretasi masyarakat terhadap media promosi kesehatan ini sangat penting untuk dilakukan. Namun sampai saat ini Dinas Kesehatan Kota Bengkulu belum pernah melakukannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam bagaimana persepsi masyarakat tentang isi pesan media promosi kesehatan berupa leaflet DBD terbitan Dinas Kesehatan Kota Bengkulu. Lokasi penelitian di RW 02 Kelurahan Tanah Patah Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu. Jenis penelitian adalah  penelitian kualitatif dengan cara focus group discussion (FGD) dan indepth interview. Informan utama  adalah ibu yang memiliki balita dan mengunjungi Posyandu minimal enam kali dalam setahun sebanyak 30 orang ibu. Informan  pendukung terdiri dari  satu orang Kepala Bidang dan Kepala Seksi Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, serta satu orang petugas pelaksana Promosi Kesehatan Puskesmas Nusa Indah Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu. Analisis data menggunakan metode content analysis. Hasil penelitian menyatakan bahwa leaflet DBD terbitan Dinas Kesehatan Kota Bengkulu mampu meningkatkan pengetahuan informan, baik untuk strata pendidikan SD/SMP, SMA dan PT. Tingkat pendidikan dan pengalaman langsung informan berdampak pada tingkat kedalaman informan dalam memahami isi pesan dan desain media pada leaflet DBD tersebut. Kata Kunci :  leaflet  DBD,  media  promosi  kesehatan, persepsi  masyarakat
Studi Kontaminasi Makanan di Instalasi Gizi dan Kantin Rumah Sakit X Kota Bandung Tahun 2015-2017 Rina Nurjanah; Ardini Raksanagara; Guswan Wiwaha
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 4 No 1 (2018): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.697 KB)

Abstract

Makanan berpotensi sebagai perantara penularan penyakit dan keracunan makanan. Pengelolaan makanan di rumah sakit (RS) bagian dari sistem pelayanan kesehatan rumah sakit untuk upaya penyembuhan dan pemulihan pasien melalui penyelenggaraan makanan higiene dan sehat. Kegiatan higiene sanitasi makanan adalah upaya menjamin kualitas makanan dari pencemaran selama proses pengolahannya. Persyaratan higiene sanitasi makanan harus dipenuhi baik secara fisik, kimia dan mikrobiologi.Metode penelitian kuantitatif dengan cross sectional design, jenis penelitian observasional dari data sekunder. Tujuan penelitian unttuk mengetahui agka kejadian kontaminasi makanan di RS X Kota Bandung. Teknik sampling data primer dilakukan oleh sanitarian, dimana pemeriksaan mikrobiologi dilakukan secara aseptik sesuai dengan SPO Pengambilan Sampel Makanan secara Mikrobiologi dan Kimiawi. Instansi yang berwenang melaporkan data food safety Instalasi Kesehatan Lingkungan.Hasil tahun 2015-2017 terdapat kontaminasi E. Coli pada makanan di Instalasi Gizi dan kantin di RS X Kota Bandung. Kontaminasi E. Coli pada makanan tahun 2015 di pantry sebanyak 3 kasus (4,4%), 7 kasus (7%) kasus yaitu 6 kasus di pantry dan 1 kasus di kantin tahun 2016, sebanyak 3 kasus (2,9%) di Instalasi Gizi tahun 2017. Bahan makanan yang mengandung formalin pada tahun 2015 terdapat 1 kasus (7,7%) dan tahun 2016 terdapat 2 kasus (12,5%). Kandungan boraks pada tahun 2016 terdapat 3 kasus (23,1%), tahun 2017 sebanyak 2 kasus (20%). Kandungan pestisida golongan organo karbamat 1 kasus dan organo klorin 1 kasus.Upaya preventif kontaminasi E. Coli telah dilakukan oleh Instalasi Gizi dan kantin dengan menerapkan HACCP. upaya deteksi dini kandungan formalin dan boraks belum dilakukan karena belum adanya food kit  dan sanitarian belum mampu melakukan pemeriksaan skala lapangan. Kata kunci : E. Coli, boraks, formalin, pestisida
Analisis Pelaksanaan Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi Nosokomial Di ICU RSUD Labuang Baji Makassar Sukfitrianty Syahrir; Fitrahmadani Tirmanidhana; Sitti Raodhah; Emmi Bujawati
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 4 No 2 (2018): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.632 KB)

Abstract

Infeksi nosokomial atau yang disebut juga Hospital Acquired Infection (HAI) adalah infeksi yang didapat di rumah sakit atau difasilitas kesehatan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pencegahan dan pengendalian Infeksi Nosokomial di Intensive Care Unit RSUD Labuang Baji Makassar tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan metode penentuan informan menggunakan purposive selected, serta Informan dalam penelitian ini terdiri dari 7 informan. Hasil penelitian diketahui bahwa pelaksanaan kewaspadaan universal dilakukan dengan mencuci tangan handwash dan handrub. Penggunaan Alat Pelindung Diri digunakan berdasarkan indikasi masing-masing. Pengelolaan alat kesehatan dilakukan di CSSD (Central Steril Supply Departement). Pengolahan limbah dipisahkan berdasarkan jenisnya dan dilakukan penampungan sementara. Airborn precaution penempatan pasien diletakkan di RPK (Ruang Perawatan Khusus) dan menggunakan masker khusus (N95). Droplet precaution pasien dapat ditempatkan di RPK, ruang isolasi ICU ataupun di tempat tidur biasa. Contact precaution pasien ditempatkan di tempat tidur pasien biasa. Kesimpulan penelitian yakni pelaksanaan pencegahan dan pengendalian infeksi nosokomial di ICU RSUD Labuang Baji Makassar Tahun 2016 dilaksanakan berdasarkan kewaspadaan universal dan kewaspadaan berdasarkan transmisi. Kata Kunci : Infeksi Nosokomial, Pencegahan Dan Pengendalian
Faktor Risiko Lingkungan Yang Berhubungan Dengan Kejadian Pneumonia Pada Balita (Studi di Wilayah Kerja Kerja Dinas Kesehatan Kota Bengkulu) Suryani Suryani; Suharyo Hadisaputro; Sidartani Zain
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 4 No 1 (2018): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.818 KB)

Abstract

Pneumonia  is  a  major  cause of morbidity and mortality of infectious diseases in the world. In 2010 the incidence of pneumonia in Bengkulu was 5 per 1000 children under 5 years old and in 2011 the incidence increased to 6 per 1000 children under 5 years old. The objective of the study was to analyze the correlation of environmental risk factors related to the incidence of pneumonia in children.The design  was a case-control study and  indepth interview done in  Sukamerindu  health center, Jembatan Kecil health center,  Beringin Raya health center, and Lingkar Barat health center. The subjects were pneumonia patients that came for treatment in January 2011 – April 2012 and the respondent house had not experienced an improvement over the last 1 year. Multivariate analysis using multiple logistic regression (confidence interval (CI) of 95% and  a = 0,05) was done.The number cases was 67, control was 67, total sample was 134 .The risk factor for pneumonia was ventilation (p: 0.000; OR: 5.99, 95% CI: 5.52 to 14.23), overcrowding (p: 0.018; OR: 2.94, 95% CI: 1.207 to 7.191), and smokers in the household (p: 0.021; OR: 2.76, 95% CI: 1.162 to 6.579). The variables that proved to be risk factors for the incidence of pneumonia in children are: ventilation, overcrowding, smokers in the household. Keywords : Pneumonia, Children Under 5 Years Old, Environmental Risk Factors.
Analisis Faktor Risiko Kejadian Malaria pada Ibu Hamil di Puskesmas Manganitu Kabupaten Kepulauan Sangihe Dismo Katiandagho; Amelia Donsu
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 4 No 2 (2018): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.548 KB)

Abstract

Infeksi malaria pada kehamilan sangat merugikan baik bagi ibu dan janin yang dikandungnya, karena infeksi ini dapat meningkatkan kejadian morbiditas dan mortalitas ibu maupun janin. Untuk menganalisis faktor risiko kejadian malaria pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Manganitu Kecamatan Manganitu Kabupaten Kepulauan Sangihe. Penelitian ini termasuk studi observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional study. Variabel dependen yaitu kejadian malaria pada ibu hamil dan variabel independen yaitu penggunaan kelambu, breading place, keberadaan semak-semak, penggunaan kawat kassa, menggantung pakaian dan adanya riwayat malaria. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan uji chi square dan uji Logistic Regression. Tidak menggunakan kelambu saat tidur pada malam hari berhubungan yang bermakna dengan kejadian malaria pada ibu hamil p = 0,000, PR = 12,667, Ditemukannya breading place nyamuk disekitar rumah berhubungan yang bermakna dengan kejadian malaria pada ibu hamil p = 0,004, PR = 9,429, Adanya keberadaan semak-semak disekitar rumah berhubungan yang bermakna dengan kejadian malaria pada ibu hamil p = 0,001, PR = 12,100, Tidak menggunakan kawat kassa pada ventilasi berhubungan yang bermakna terhadap kejadian malaria pada ibu hamil p = 0,000,  PR = 23,333, Menggantung pakaian dalam rumah/kamar tidur berhubungan yang bermakna terhadap kejadian malaria pada ibu hamil p = 0,013, PR = 6,080, Adanya riwayat malaria berhubungan yang bermakna terhadap kejadian malaria pada ibu hamil p = 0,003, PR = 14,182, Adanya riwayat malaria merupakan variabel yang paling dominan terhadap kejadian penyakit malaria pada ibu hamil, dengan nilai p = 0,004, PR= 8,097. Tidak menggunakan kelambu saat tidur pada malam hari, ditemukannya breading place nyamuk, adanya keberadaan semak-semak disekitar rumah, tidak menggunakan kawat kassa pada ventilasi, menggantung pakaian dalam rumah/kamar, adanya riwayat malaria merupakan faktor risiko kejadian malaria pada ibu hamil dan adanya riwayat malaria merupakan variabel yang paling dominan terhadap kejadian penyakit malaria pada ibu hamil. Bagi petugas Puskesmas Manganitu perlu dilakukan sosialisasi dan penyuluhan oleh petugas puskesmas tentang faktor risiko terhadap kejadian penyakit malaria pada masyarakat (menggunakan kelambu saat tidur, tidak menggantung pakaian dalam rumah, menggunakan kawat kasa pada ventilasi serta meningkatkan kegiatan pencegahan melaria serta faktor risiko yang lain) Kata Kunci : Faktor Risiko Kejadian Malaria, Malaria Pada Ibu Hamil

Page 8 of 23 | Total Record : 222