cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan
ISSN : 24431141     EISSN : 25415301     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Higiene :Jurnal Kesehatan Lingkungan menerbitkan manuskrip tentang segala aspek kesehatan lingkungan, kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan paparan dan dampak lingkungan, serta studi terkait toksikologi dan epidemiologi lingkungan
Arjuna Subject : -
Articles 222 Documents
Perbandingan Efektivitas Ekstrak Zodia (Evodia sauveolens) dan Serai (Cymbopogan citratus) Sebagai Repellent (Penolak) Nyamuk Budiman Budiman; Rahmawati Rahmawati
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 1 No 2 (2015): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.204 KB)

Abstract

 Berdasarkan data dari Puskesmas Birobuli Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah salah satu jenis penyakit menular yang sangat berbahaya yang dapat menimbulkan kematian men-dadak atau Kejadian Luar Biasa (KLB). Wilayah kerja Puskesmas Birobuli merupakan daerah yang ter-letak di daerah perkotaan dengan penduduk yang cukup padat.Jenis Penelitian ini adalah Eksperimen. Penelitian ini berlokasi di Fakultas Kesehatan Masyara-kat Universitas Muhammadiyah Palu dan telah dilaksanakan pada bulan Agustus 2014.Dari hasil penelitian diperoleh hasil Jumlah nyamuk yang hinggap pada tangan kanan yang telah diolesi ekstrak zodia berjumlah 89 ekor nyamuk dengan nilai rata-rata 4,95, sedangkan pada tangan kanan yang telah diolesi ekstrak serai berjumlah 128 ekor nyamuk dengan nilai rata-rata 7,11.Dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat menjadi bahan rujukan kepada Puskesmas Birobuli Kecamatan Palu Selatan dalam perencanaan penanggulanan penyakit Demam Berdarah Den-gue (DBD)Kata Kunci : Ekstrak Zodia, Ekstrak serai, reppelant (penolak) dan Nyamuk Aedes aegypti
Pendidikan Gizi Anak Sekolah Dasar Pada Daerah Hutan Hujan Tropis Kalimantan Timur Nur Rohmah; Subirman Subirman; Iriyani Kamaruddin
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 2 No 3 (2016): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.859 KB)

Abstract

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas, 2007) bahwa sebanyak 93,5% anak usia 10 tahun ke atas tidak mengkonsumsi buah dan sayur. Anak sekolah dasar merupakan kelompok yang rawan terhadap masalah gizi kurang. Rendahnya status gizi anak sekolah akan berdampak negatif pada peningkatan kualitas SDM.Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan pengaruh dari pendidikan kesehatan melalui media modul dengan metode demonstrasi terhadap pengetahuan dan keterampilan gizi anak sekolah. Pelaksanaan penelitian dengan cara Pre Test, Intervensi, dan Post test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa di SDN 026 Kecamatan Muara Kaman Sebanyak 173 siswa. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling yaitu siswa-siswi kelas IV dan V SDN 026 sebanyak 43 siswa dengan rincian kelas IV 30 siswa dan kelas V sebanyak 30 siswa.Hasil penelitian ini menunjukkan Karakteristik responden pada penelitian ini rata-rata berusia 11 tahun (37%), dan status gizi kurus sekali 32,6 %, kebiasaan sarapan pagi 67.4%, dan besaran uang saku terbanyak pada kisaran Rp. 1.000 - 5.000 sebesar 65.1%. Rerata peningkatan pengetahuan pada responden dengan nilai mean sebesar -,977 yang artinya terjadi kecenderungan kenaikan pengetahuan sesudah perlakuan dengan rata-rata kenaikannya adalah 0.977. Adapun nilai p value sebesar 0.000 yang artinya ada perbedaan pengetahuan antara sebelum dan sesudah perlakuan. Rerata peningkatan keterampilan responden dengan nilai mean sebesar -.233 bernilai negatif, yang artinya terjadi kecenderungan kenaikan keterampilan sesudah perlakuan dengan kenaikan rata-rata sebesar 0.233. Adapun nilai p value sebesar 0.001 yang artinya ada perbedaan keterampilan antara sebelum dan sesudah perlakuan.Disarankan pentingnya pendidikan gizi pada anak sekolah dengan menggunakan berbagai metode demonstrasi dengan media seperti penggunaan modul tentang gizi agar menarik siswa untuk mempelajarinya. Pendidikan kesehatan pada usia anak sekolah dengan menanamkan pengertian dan pemahaman tentang makanan sehat dan bergizi agar mereka bisa terhindar dari penyakit akibat kekurangan atau kelebihan gizi Kata Kunci : Pendidikan Gizi, Status Gizi, Anak Sekolah Dasar 
Kemampuan Arang Aktif Tempurung Kemiri Untuk Menurunkan Kadar Besi (Fe) Pada Air Sumur Gali Ronny Ronny
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 2 No 1 (2016): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.261 KB)

Abstract

Banyak penduduk yang terpaksa memanfaatkan air yang dari segi kualitasnya tidak memenuhi persyaratan, salah satunya yaitu syarat kimia berupa kandungan kadar besi (Fe) yang tinggi yang dapat mengakibatkan diare, anemia, dan kerusakan ginjal.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan Arang Aktif Tempurung Kemiri dalam Menurunkan Kadar Besi (Fe) Pada Air Sumur Gali. Adapun jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan saringan menggunakan arang aktif tempurung kemiri.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan air sumur gali untuk menurunkan kadar besi (Fe) menggunakan media arang aktif tempurung kemiri dengan ketebalan 80 cm dan waktu kontak selama 30 menit dapat menurunkan kadar besi (Fe) rata – rata sebesar 0,66 mg/L dengan penurunan sebesar 1,49 mg/L atau sebesar 69,30 % dan sesuai dengan Permenkes Nomor. 416/MENKES/PER/IX/1990, tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air, bahwa kadar besi (Fe) yang diperbolehkan untuk air bersih yaitu 1,0 mg/L. Kata Kunci : Arang Aktif, Tempurung Kemiri, Besi (Fe), Air 
Uji Perbandingan Efektivitas Ekstrak Daun Tembakau (Nicotiana tobaccum) Dengan Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata I) Terhadap Kematian Lalat Rumah (Musca domestica) Andi Nur Rifa’atil Fahmiyah; Andi Susilawaty; Emmi Bujawati
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 3 No 2 (2017): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.399 KB)

Abstract

Lalat rumah (Musca domestica) adalah lalat yang banyak terdapat di Indonesia. Lalat ini merupakan vektor, dimana cara penularan yang paling sederhana dan sering terjadi adalah secara mekanis. Pada cara ini, vector menyebarkan parasit melalui kontak dengan host tanpa disertai perkembangbiakan parasit dalam tubuh  lalat. Tujuan penelitian ini  adalah untuk mengetahui kemampuan ekstrak daun tembakau dan daun sirsak terhadap kematian Lalat Rumah (Muscadomestica) serta untuk mengetahui kemampuan ekstrak daun tembakau dan daun sirsak pada konsentrasi 60%, 70%, dan 80% terhadap kematian Lalat Rumah (Musca domestica) dan ekstrak daun tembakau dan ekstrak daun sirsak dikatakan mampu mematikan lalat rumah apabila mencapai LC50. Jenis Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen (experiment) dengan rancangan Posttest Only Control Group Design, yaitu merupakan desain penelitian yang tidak menggunakan pretes terhadap sampel sebelum perlakuan. Berdasarkan hasil uji Paired Sample test dan Uji Friedman Test diperoleh nilai A symp. Sig. (2-tailed) pada semua perlakuan baik pada perlakuan ekstrak daun tembakau dan ekstrak daun sirsak yaitu sig. <0.05 maka dinyatakan bahwa ekstrak tembakau (Nicotiana tobaccum) dan ekstrak daun sirsak (Annona muricata L)  efektiv terhadap kematian lalat rumah (Musca domestica). Implikasi pada penelitian ini yaitu untuk penelitis elanjutnya perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menemukan konsentrasi ekstrak daun tembakau (Nicotiana tobaccum) dan ekstrak daun sirsak (Annona muricata L) yang lebih efektif dalam membunuh lalat rumah dalam ruangan dengan skala yang besar, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang efek ekstrak daun tembakau (Nicotiana tobaccum) dan ekstrak daun sirsak (Annona muricata L) yang lebih aplikatif sehingga penggunaannya lebih mudah dan praktis. Kata Kunci : Ekstrak daun Tembakau, Ekstrak Daun Sirsak, Jumlah Lalat Rumah yang Mati
Hubungan Sumber Polutan dalam Rumah Dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut pada Balita di Kecamatan Mariso Kota Makassar Muhammad Saleh; Abdul Gafur; Syahratul Aeni
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 3 No 3 (2017): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.234 KB)

Abstract

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah infeksi akut yang melibatkan organ saluran pernafasan bagian atas dan saluran pernafasan bagian bawah. Infeksi ini disebabkan oleh virus, jamur dan bakteri. ISPA akan menyerang host apabila ketahanan tubuh (immunologi) menurun dan kelompok yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang masih rentan terhadap berbagai penyakit yaitu anak di bawah lima tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan polutan dalam rumah (kebiasaan merokok dan penggunaan obat anti nyamuk terhadap kejadian ISPA pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Dahlia Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Dahlia kecamatan Mariso Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan. Sampel penelitian ini adalah balita yang menderita penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Puskesmas Dahlia Kecamatan Mariso Kota Makassar pada saat pengambilan data yang berlangsung selama 1 bulan. Pengambilan sampel secara random sampling sebanyak 91 responden. Hasil penelitian menunjukkan hubungan polutan dalam rumah yaitu kebiasaan merokok dengan kejadian ISPA pada balita dengan nilai (p=0,036), penggunaan obat anti nyamuk dengan nilai (p=0,000). Diharapkan pihak Puskesmas Dahlia memberikan penyuluhan, sosialisasi, informasi kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya peranan rumah sehat (syarat-syarat rumah sehat), PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat), pentingnya peranan keluarga di dalam menunjang kesehatan anak (balita), kerentanan pada usia balita (terkait faktor dari dalam diri balita maupun yang berasal dari lingkungan sekitarnya. Kata Kunci : ISPA, Balita, Polutan
Gambaran Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun Di Terminal Bahan Bakar Minyak Luwuk Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah Habibi Habibi; Ratih Rahayu; Munawir Amansyah; Abdul Majid HR. Lagu; Syahratul Aeni
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 3 No 3 (2017): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.842 KB)

Abstract

Kegiatan Terminal Bahan Bakar Minyak Luwuk Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah dapat menimbulkan potensi untuk menurunkan kualitas lingkungan atau degradasi lingkungan terutama yang terkait dengan limbah bahan berbahaya dan beracun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun di Terminal Bahan Bakar Minyak Luwuk Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah.Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan deskriptif dengan objk studi adalah rangkaian proses pengelolaan limbah B3 dengan mengunakan analisis univariat yaitu analisis yang dilakukan untuk menggambarkan distribusi frekuensi dari tiap variable. Hasil penelitian adalah kegiatan penyimpanan sementara, pengumpulan,  pengangkutan dan kegiatan pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun sudah memenuhi syarat sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 101 tahun 2014  tentang pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun serta kegiatan penimbunan dan pemanfaatan limbah dialihkan ke pihak ke-3. Saran berdasarkan penelitian ini, antara lain : (1) Sebaiknya pihak HSSE  selalu melakukan pemantauan terhadap penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan,  pemanfaatan, penimbunan dan label limbah B3. (2) Meningkatan pengawasan pengolahan limbah B3 yang  dilakukan oleh pihak ke-3. (4) Melengkapi tempat penyimpanan sementara limbah B3 dengan eye wash dan pagar pengaman serta, (5)Mengadakan pelatihan khusus mengenai pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. Kata Kunci : Luwuk, Pengelolaan Limbah, Bahan Berbahaya Dan Beracun
Gambaran Konsentrasi Karbon Monoksida Dalam Darah (COHb) pada Mekanik General Repair Servis dan Suku Cadang Dealer Otomotif Makassar Syamsuryana Basri; Fatmawaty Mallapiang; Irviani Anwar Ibrahim; Syarfaini Syarfaini; Hasbi Ibrahim; Syahrul Basri
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 3 No 3 (2017): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.735 KB)

Abstract

Karbon monoksida (CO) merupakan salah satu komponen pencemar udara yang berasal dari gas buang kendaraan bermotor yang berdampak menurunkan kualitas dan kenyamanan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konsentrasi karbon monoksida dalam darah mekanik general repair service dan suku cadang di PT. Hadji Kalla menurut umur, masa kerja, lama kerja, dan kebiasaan merokok. Jenis penelitian ini adalah field research kuantitatif dengan analisa laboratorium dalam darah Mekanik General Repair Service & Suku Cadang PT. Hadji Kalla Makassar dan menjadikan semua populasi sebagai sampel dengan jumlah populasi 23 orang. Responden dalam penelitian ini adalah mekanik bagian General Repair Service & Suku Cadang PT. Hadji Kalla Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanik yang memiliki konsentrasi Karbon Monoksida tidak memenuhi syarat yaitu pada umur 23-26 yaitu 4.21% sampai 8.97%. Mekanik yang memiliki masa kerja baru lebih banyak yang memiliki konsentrasi karbon monoksida dalam darah yang tidak memenuhi syarat, lama kerja mekanik yang memiliki konsentrasi karbon monoksida dalam darah yang tidak memenuhi syarat yaitu 8 jam kerja dibandingkan dengan bekerja selama 7 jam per hari dan kebiasaan merokok juga memdukung tingginya kadar CO dalam darah. Kesimpulan dari penelitian ini dari aspek kelompok umur tertinggi yang memiliki konsentrasi karbon monoksida dalam darah tidak memenuhi syarat adalah kelompok umur 23- 26 tahun, Mekanik yang memiliki masa kerja baru lebih banyak yang memiliki konsentrasi karbon monoksida dalam darah yang tidak memenuhi syarat dibandingkan dengan masa kerja yang lama, mekanik yang perokok lebih banyak yang memiliki konsentrasi karbon monoksida dalam darah yang tidak memenuhi syarat dibandingkan dengan yang bukan perokok sedangkan Mekanik yang bekerja 8 jam per hari lebih banyak yang memiliki konsentrasi karbon monoksida dalam darah yang tidak memenuhi syarat dibandingkan yang bekerja 7 jam per hari.Kata Kunci : COHb, Karbon Monoksida, Pekerja
Analisis Spasial Kejadian Tuberkulosis di Daerah Dataran Rendah Kabupaten Gowa Mutassirah Mutassirah; Andi Susilawaty; Irviani Anwar Ibrahim
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 3 No 3 (2017): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1400.39 KB)

Abstract

Berdasarkan data World Health Organization (WHO) pada tahun 2015 terdapat 20.4 juta kasus baru tuberculosis di seluruh dunia, (World Health Organization, 2016). Lingkungan Fisik rumah yang tidak memenuhi syarat ,seperti suhu, kelembaban, kepadatan hunian, luas ventilasi, dan kondisi dinding dapat menjadi pemicu terjadinya penyakit Tuberkulosis. Dalam Al-qur’an Surah Asy-syura (42:30), Allah SWT Berfirman yang terjemahnya bahwa apa saja yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri. Sehingga manusia harus selalu menjaga kebersihan lingkungan rumah agar terhindar dari penyakit dan bisa tetap sehat.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kejadian tuberculosis di daerah dataran rendah Kabupaten Gowa tahun 2017. Jenis penelitian yang di gunakan adalah Penelitian Kuantitatif dengan rancangan Observaisonal deskriptif dengan menggunakan pendekatan Sistem Infromasi Geografi (SIG), dengan jumlah populasi sebanyak 423 orang dan jumlah sampel sebanyak 99 orang. Teknik Pengambilan sampel yang digunakan yaitu random sampel.Analisis data spasial menggunakan Quantum GIS dan untuk analisis deskriptif menggunakan SPSS 17.0.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan hunian dalam rumah kurang dari 9 m2/orang adalah 29,3%, Luas ventilasi kurang dari 10% luas lantai 21,2%, kondisi dinding yang tidak kedap air 32,3%, lantai yang tidak kedap air 19,2%, kelembaban ruangan dalam rumah (< 40% dan > 70%) hanya 1,0%, suhu udara dalam rumah (> 300C)  yaitu 100% tidak memenuhi syarat dan terdapat 12,1% rumah penderita yang menggunakan AC sedangkan untuk jarak rumah penderita yang dekat dari pelayanan kesehatan sebanyak 82 rumah (82.8%) dan sebanyak 17 rumah (17.2%) yang jarak rumahnya jauh dari pusat pelayanan kesehatan . Kata Kunci : Analisis Spasial, Tuberkulosis, Dataran rendah kondisi fisik lingkungan rumah
Hubungan Penggunaan Sarana Air Bersih dan Jamban Keluarga dengan Kejadian Schistosomiasis di Kecamatan Lindu Dedi Mahyudin Syam; Hasanuddin Hasanuddin; Ros Arianti
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 3 No 3 (2017): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (809.615 KB)

Abstract

Schistosomiasis (juga dikenal sebagai bilharzia, bilharziosis atau demam keong) adalah penyakit parasit yang disebabkan oleh beberapa spesies trematoda (platyhelminth infeksi, atau “Cacing”). Suatu cacing parasit dari genus Schistosoma. Siput berfungsi sebagai agen perantara antara mamalia host. Penyakit ini mempengaruhi banyak orang di negara berkembang, terutama anak-anak yang bisa memperoleh penyakit dengan berenang atau bermain di air yang terinfeksi. Penyakit ini merupakan penyakit zoonosis sehingga sumber penularan tidak hanya pada penderita manusia saja tetapi semua hewan mamalia yang terinfeksi. Tujuan penelitian ini untuk diketahuinya hubungan penggunaan sarana air bersih dan jamban keluarga dengan  kejadian schistosomiasis di Kecamatan Lindu .Penelitian ini merupakan jenis penelitian Observasi Analitik dengan pendekatan Case Control, besar sampel yaitu 70 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah uji statistik Chi-Square Test.Hasil penelitian didapatkan nilai p value = 0.005. (α < 0,05 ) bahwa adanya hubungan yang bermakna antara penggunaan sarana air bersih dengan kejadian schistosomiasis di Kecamatan Lindu, untuk penggunaan jamban keluarga didapatkan nilai p value = 0.094. (α > 0,05 ) bahwa Tidak ada hubungan yang bermakna antara penggunaan jamban keluarga dengan kejadian schistosomiasis di Kecamatan Lindu.Saran penelitian ini adalah Bagi Institusi Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi, dan Puskesmas Lindu lebih meningkatkan penyuluhan – penyuluhan pemanfaatan sarana air bersih dan jamban keluarga agar dapat memutuskan mata rantai penularan penyakit serta kerja sama lintas sektoral antar instansi perluh di tingkatkan karena distribusi parasit schistosomiasis juga disebabkan oleh hewan mamalia. Kata Kunci : Sarana Air Bersih, Jamban keluarga, Schistosomiasis
Risiko Kesehatan Lingkungan Pencemaran Logam Berat Kromium Heksavalen (Cr VI) pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus) di Aliran Sungai Garang Kota Semarang Suci Kurniawati; Nurjazuli Nurjazuli; Mursid Raharjo
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 3 No 3 (2017): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.459 KB)

Abstract

Logam berat kromium heksavalen merupakan logam yang sangat berbahaya, bersifat toksik dan tidak mudah terurai di lingkungan. Studi awal menemukan bahwa konsentrasi kromium pada air sungai Garang sebesar 0,078 mg/l dan konsentrasi kromium pada ikan nila (Oreochromis niloticus) dari Sungai Garang sebesar 0,17 mg/kg. Tingginya logam berat kromium baik di air sungai maupun pada ikan nila yang hidup di Sungai Garang tentu mengkhawatirkan mengingat dimana banyak warga yang memanfaatkan sungai sebagai sarana untuk memancing atau mencari ikan untuk dikonsumsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis risiko kesehatan akibat pajanan kromium heksavalen  (Cr VI) yang terdapat pada ikan nila yang dikonsumsi masyarakat.Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan metode ARKL dan analisis inferensial. Pengambilan sampel objek dilakukan dengan metode grab sampling dan pengambilan sampel subjek dilakukan secara purposive sampling.Hasil analisa menunjukkan konsentrasi kromium heksavalen  (Cr VI) di air rata-rata sebesar 0,009 mg/l dan konsentrasi kromium heksavalen  (Cr VI) di ikan sebesar 0,5 mg/kg. Hasil perhitungan menunjukkan nilai asupan masyarakat yang mengonsumsi ikan nila sebesar 0,000241 mg/kg/hari. Tingkat risiko (RQ) yang diperoleh sebesar 0,08 (RQ<1). Hasil uji statistik t-test menunjukkan nilai p-value 0,00 yang berarti bahwa ada perbedaan rerata konsentrasi kromium antara air sungai dan ikan nila yang berasal dari Sungai Garang. Masyarakat yang mengonsumsi ikan nila (oreochromis niloicus) dari Sungai Garang masih aman dan belum berisiko terhadap kesehatan dan ada perbedaan konsentrasi kromium heksavalen yang lebih tinggi di ikan nila dibandingkan pada air Sungai Garang. Kata Kunci : ARKL, kromium heksavalen, ikan nila, Sungai Garang Kota Semarang.

Page 7 of 23 | Total Record : 222