cover
Contact Name
Anugrah Nur Rahmat
Contact Email
anugrahnr0@gmail.com
Phone
+6281253524447
Journal Mail Official
jpkmi.kesmas@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran, Universitas lambung Mangkurat Jl A Yani km.36 Banjarbaru 70714
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JPKMI (Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia)
ISSN : 24071625     EISSN : 25810901     DOI : http://dx.doi.org/10.20527/jpkmi.v7i1
urnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia (JPKMI) adalah jurnal ilmiah yang memfokuskan pada ilmu Kesehatan Masyarakat. Jurnal ini berisi mengenai Editorial Kesehatan, Literature Review, dan Hasil Penelitian dalam bidang kesehatan masyarakat seperti Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, Gizi Kesehatan, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Epidemiologi, Biostatistika dan Kependudukan, Perilaku dan Promosi Kesehatan, Kesehatan Ibu Anak dan Kesehatan Reproduksi.
Articles 215 Documents
FAKTOR PENYEBAB HEARING LOSS PADA PEKERJA DI BAGIAN PRODUKSI PT. ADI SATRIA ABADI, YOGYAKARTA Eko Arianto, Machfudz; Dwi Saptadi, Julian
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v6i1.6871

Abstract

ABSTRAKKebisingan merupakan salah satu faktor bahaya fisik yang sering dijumpai di lingkungan kerja. PT. Adi Satria Abadi merupakan industri di bidang penyamakan kulit yang berlokasi di Yogyakarta memiliki tingkat kebisingan yaitu ruang Spray (89,2 dB), ruang Stacking (87,1 dB), mesin Setter (88,6 dB), mesin milling (90,8 dB), mesin Shaving (86,6 dB), risiko kebisingan yang melebihi NAB dapat berakibat menurunnya tingkat pendengaran. Tujuan dari penelitian ini mengetahui faktor yang berhubungan dengan Hearing Loss pada pekerja di bagian Produksi PT. Adi Satria Abadi Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian observasional analitik menggunakan desain cross sectional untuk mencari hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. Jumlah sampel sebesar 70 orang. Sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan dasar pertimbangan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini lembar data responden, checklist observasi dan sound level meter untuk mengukur kebisingan. Teknik analisis data ini menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil analisis menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara intensitas kebisingan dengan gangguan fungsi pendengaran (p-value= 0,000 dan rs = 0,531). Ada hubungan yang signifikan antara umur dengan gangguan fungsi pendengaran (p-value= 0,001 dan rs = 0,433). Ada hubungan yang signifikan antara pemakaian alat pelindung telinga dengan gangguan fungsi pendengaran (p-value= 0,001 dan rs = 0,433). Ada hubungan yang signifikan antara perilaku merokok dengan gangguan fungsi pendengaran (p-value 0,021 dan rs = 0,221). Kesimpulan terdapat hubungan antara intensitas kebisingan, umur, pemakaian APD dan perilaku merokok dengan kejadian hearing loss pada pekerja di bagian produksi PT. Adi Satria Abadi, Yogyakarta.Kata-kata kunci: Instensitas kebisingan, Umur, APD, Perilaku merokok, Hearing LossABSTRACTNoise is one of the physical hazard factors that are often encountered in the work environment. PT. Adi Satria Abadi is an industry in the field of leather tanning located in Yogyakarta that has noise levels namely Spray room (89.2 dB), Stacking room (87.1 dB), Setter machine (88.6 dB), milling machine (90.8 dB), Shaving machines (86.6 dB), the risk of noise exceeding the NAB can result in decreased hearing levels. The purpose of this study is to find out the factors associated with Hearing Loss in workers in the Production of PT. Adi Satria Abadi City of Yogyakarta. This study uses a quantitative method with an analytic observational type using a cross sectional design to find the relationship between the independent variable and the dependent variable. The number of samples is 70 people. The sample is done by using a purposive sampling technique on the basis of consideration of fulfilling inclusion and exclusion criteria. The instruments used in this study were respondent data sheets, observation checklist and sound level meter to measure noise. This data analysis technique uses univariate analysis, and bivariate using the Spearman correlation test. The results of the analysis showed that there was a significant relationship between noise intensity and hearing impairment (p = 0,000 and rs = 0,531). There was a significant relationship between age and hearing impairment (p = 0.001 and rs = 0.433). There is a significant relationship between the use of ear protectors with hearing impairment (p = 0.001 and rs = 0.433). There was a significant relationship between smoking behavior and hearing impairment (p = 0.021 and rs = 0.221). Conclusion there is a relationship between noise intensity, age, use of PPE and smoking behavior with the incidence of hearing loss in workers in the production of PT. Adi Satria Abadi, Yogyakarta.Keywords: noise intensity, age, PPE, smoking behavior, hearing loss
JUMLAH DAN KEBUTUHAN SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN DI FASILITAS KESEHATAN KOTA KUPANG Arman Rifat Lette Lette
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 7, No 2 (2020): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v7i2.9602

Abstract

ABSTRAKSumber daya manusia Kesehatan (SDMK) diperlukan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di suatu negara. Menurut World Health Organization (WHO), Indonesia termasuk dalam negara yang menghadapi krisis tenaga kesehatan.Kurangnya SDMK di Indonesia bisa dimaknai sebagai kurangnya jumlah SDMK atau distribusi yang tidak merata. Penelitian ini bertujuan untuk menggambakan jumlah dan kebutuhan SDMK di Fasilitas Kesehatan yang ada di Kota Kupang-Nusa Tenggara Timur. Metode penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan Deskriptif. Informan utama adalah pimpinan fasilitas kesehatan atau bagian Sumber Daya Manusia di fasilitas kesehatan. Informan pendukung adalah perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara Wawancara mendalam. Pengambilan informan dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian dilakukan di tiga fasilitas kesehatan yang dipilih secara acak (Klinik,puskesmas, dan rumah sakit tipe C).Berdasarkan hasil penelitian diketahuii ada tiga jenis SDMK yang belum terpenuhi dan dibutuhkan berdasarkan analisis beban kerja, yaitu: dokter spesialis (jantung dan urologi), tenaga kefarmasian/apoteker, dan tenaga Non-kesehatan seperti tenaga administrasi dan keuangan. Pemerintah Provinsi dan instansi terkait dapat memperhatikan dan memenuhi jumlah dan kebutuhan tenaga dokter spesialis, tenaga Kefarmasian/apoteker dan juga tenaga Non-kesehatan di fasilitas kesehatan melalui pemberian beasiswa pendidikan, Pemerataan persebaran SDMK dan analisis kebutuhan Sumber daya secara berkelanjutan.Kata-kata kunci: Jumlah, kebutuhan,sumber daya manusia kesehatanABSTRACTHuman Health resources (HHR) are needed to improve the quality of public health in a country. According to World Health Organization (WHO), Indonesia is included in countries to experience crisis of health workers. The lack of HHR in Indonesia can be interpreted as a lack of HHR or uneven distribution.The purpose of this study was to describe the number and needs of HHR in health facilities in the Kupang City, East Nusa Tenggara. The research method is a kualitatif design, and using a Deskriptif approach. The main informant is the leader of the health facility or the Human Resources section at the health facility. The supporting informants are the provincial health office. Data collection : In-depth interview.The method of taking informants is done using purposive sampling technique. The study was conducted at three randomly selected health facilities (Public Health center, clinic, and type C hospital). The results show there are three types of HRH which are lacking, namely: specialist doctors (heart and urology), pharmacy/pharmacists, and Non-health workers such as administrative and financial staff. The Provincial Government and related agencies can pay attention to and fulfill the number and needs of specialist doctors, pharmacy/Pharmacists and also Non-health workers in health facilities through the provision of educational scholarships, Equally distribution of HRH and analysis of resource requirementssustainable..Keywords: Number, needs, health human resources
HUBUNGAN MUTU PELAYANAN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TAMIANG LAYANG Juwita, Grace Siama; Marlinae, Lenie; Rahman, Fauzie
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v4i2.3841

Abstract

Abstrak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tamiang Layang merupakan rumah sakit umummilik Pemerintah Daerah Barito Selatan. Data Bed Occupation Rate (BOR), Average Length Of Stay (ALOS), dan Bed Turn Over (BTO) pada tahun 2013-2014 mengalami penurunan yang artinya bahwa mutu pelayanan di rumah sakit juga semakin menurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan hubungan mutu pelayanan pasien rawat inap dengan kepuasan pasien RSUD Tamiang Layang. Rancangan penelitian menggunakan cross sectionaldengan jumlah sampel 52 responden menggunakan metodeproportionalrandom sampling.Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan data dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara mutu pelayanan dalam dimensi kehandalan (reliability), jaminan (assurance), bukti langsung(tangible), empati (empathy)dan daya tanggap (responsiveness)dengan kepuasan kerja dengan masing-masing p-value 0,000. Diharapkan agar pihak RSUD Tamiyang Layang dapat meningkatkan mutu pelayanansehingga kepuasan pasien terhadap mutu pelayanan dapat meningkat, sehingga dapat memaksimalkan kepercayaan pasien dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan. Kata-kata kunci: Rumah sakit, mutu pelayanan, kepuasan, pasien  Abstract Regional General Hospital (Hospital) Tamiang Layang is a general hospital belonging to the Regional Government of South Barito. Data Bed Occupation Rate (BOR), Average Length Of Stay (ALOS), and Bed Turn Over (BTO) in 2013-2014 has decreased, which means that the quality of care in hospitals is also declining. The purpose of this study was to describe the relationship of quality of service inpatients with hospital patient satisfaction Tamiang Layang. Using a cross sectional study design with a sample of 52 respondents using proportional random sampling method. The instrument used was a questionnaire and the data were analyzed using chi square test. The results showed that there is a relationship between the quality of service in the dimensions of reliability (reliability), assurance (assurance), direct evidence (tangible), empathy (empathy) and responsiveness (responsiveness) and job satisfaction with each of the p-value of 0.000. It is hoped that the hospitals Tamiyang Layang can improve the quality of care that patient satisfaction with the quality of service can be increased, so as to maximize the patient's belief in the use of health services. Keywords: Hospital, quality of service, satisfaction, patient
KUALITAS HIDUP PASIEN HIV PASANGAN SERODISKORDAN DAN SEROKONKORDAN Andi Selvi Yusnitasari; Suci Rahmadani
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 8, No 2 (2021): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v8i2.11514

Abstract

Salah satu permasalahan penting HIV-AIDS adalah adanya ODHA pasangan serodiskordan yang berimplikasi pada peningkatan kasus baru. Orang dengan HIV-AIDS (ODHA) sangat rentan terkena berbagai penyakit yang disebabkan terinfeksi virus HIV yang meliputi beberapa dimensi kehidupan seperti fisik, psikologi, dan sosial yang dapat mempengaruhi kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan mengetahui kualitas hidup pasien HIV pasangan serodiskordan dan serokonkordan di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional study. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 48 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang terstandarisasi. Analisis data menggunakan uji chi-square. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpullkan bahwa stigma (p=0.001), depresi (p=0.000), dan dukungan sosial (p=0.010) memiliki hubungan yang signifikan dengan kualitas hidup pasangan serodiskordan dan serokonkordan pada ODHA, sedangkan infeksi oportunistik (p=0.499), lama menderita (p=0.217), dan kepatuhan minum obat ARV (p=0.827) tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kualitas hidup.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN KONSUMSI NATRIUM TERHADAP TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CEMPAKA TAHUN 2015 Abdurrachim, Rijanti; Libri, Oklivia; Mariana, Dina
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v2i3.2723

Abstract

AbstrakHipertensi adalah keadaan medis dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal. Hipertensi merupakan penyakit terbanyak ke-2 di kota banjarbaru dan wilayah kerja Puskesmas Cempaka berada di urutan teratas dengan prevalensi 27% dari total penderita hipertensi di kota Banjarbaru. Hal umum yang terjadi pada penderita hipertensi yaitu kurangnya pengetahuan tentang hipertensi maupun konsumsi natrium.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan konsumsi natrium terhadap tekanan darah penderita hipertensi. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Populasi penelitian adalah semua penderita hipertensi di puskesmas cempaka.Besar sampel adalah 75 orang.Pengambilan sampel dilakukan dengan metode Purposive Sampling. Data tingkat pengetahuan dan asupan natrium responden diperoleh dari wawancara dengan kuesioner untuk tingkat pengetahuan dan Food recall untuk konsumsi natrium.  Data tekanan darah diperoleh dari hasil pengukuran menggunakan Sphygmomanometer.Analisa bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian diperoleh rata-rata tekanan darah sampel yaitu 165/100 mmHg, rata-rata asupan natrium 1451,1 mg/hari, dan rata-rata memiliki pengetahuan cukup. Berdasarkan hasil uji statistik didapati bahwa tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan tekanan darah (p=0.151) dan ada hubungan antara tingkat konsumsi natrium dengan tekanan darah (p=0,000). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa walaupun tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan tekanan darah.Pengetahuan yang baik terhadap suatu penyakit dapat membantu pencegahan serta membuat pengobatan lebih efektif. Menjaga konsumsi natrium akan memiliki pengaruh cukup besar di dalam menurunkan tekanan darah. Kata-kata kunci: Hipertensi, konsumsi natrium, tekanan darah, pengetahuan AbstractHypertension is a medical condition in which a person experiences an increase in blood pressure above normal. Hypertension is the 2nd most diseases in Banjarbaru and working area Health centerCempaka was at the top with prevalence of 27% of the total patients with hypertension in the Banjarbaru city. The common thing that occurs in patients with hypertension that is the lack of knowledge about hypertension and sodium consumption. The purpose of this study was to determine the relationship of the level of knowledge and consumption of sodium on blood pressure of hypertensive patients. The study design used is cross sectional, The study population was all patients with hypertension in the Health Center Cempaka. The sample size was 75 respondents, while Sampling was done by a purposive sampling method. Sodium intake and level of knowledge respondent data obtained from an interview with a questionnaire method for knowledge and Food recall for sodium intake data. Blood pressure data obtained from the measurement results using a sphygmomanometer. Bivariate analysis using the chi-square test. The Results of the study gained an average of a sample of blood pressure is 165/100 mmHg, the average intake of sodium 1451.1 mg / day, and average respondent have enough knowledge. Based on the results of statistical tests found that there was no relationship between the level of knowledge with blood pressure (p=0.151) and there is a correlation between the level of sodium intake with blood pressure (p=0.000). From the results of this study concluded that although there was no significant relationship between knowledge and blood pressure, a better knowledge of the disease can help prevent and making treatment more effective. Keeping sodium intake will have a considerable influence in lowering blood pressure. Keywords: hypertension, sodium intake, blood pressure, knowledge
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP IBU DALAM PENERAPAN TOILET TRAINING PADA ANAK USIA TODDLER DI DESA MAJASARI GARUT Shalahuddin, Iwan; Pebrianti, Sandra; Maulana, Indra
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v5i2.5484

Abstract

AbstrakToilet training merupakan suatu latihan kemandirian pada anak, umumnya pengajaran toilet training yang dilakukan oleh orang tua yaitu 31% orang tua mulai mengajarkan pada usia anak 18-22 bulan, 27% mulai di usia 23-27 bulan, dan 16% di usia 28-32 bulan dan 22% di usia 32 bulan ke atas. Orang tua menunggu anak siap untuk diajarkan toilet training sehingga dalam pengajaran tidak membutuhkan waktu yang lama. Hasil studi pendahuluan dengan wawancara, dari 13 Ibu 12 diantaranya menuturkan anaknya masih buang air kecil disembarang tempat, ibu juga mengatakan masih belum mengerti cara mengajarkan toilet training pada anak. Tujuan penelitian untuk memperoleh hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap penerapan toilet training pada anak usia toddler di Desa Majasari Kabupaten Garut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat melalui uji korelasi dengan Spearman Rank pada tingkat kepercayaan 95%. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai anak usia toddler (1-3 Tahun). Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah stratified random sampling dengan jumlah sampel 95 orang. Hasil penelitian diketahui sebagian ibu (52%) berpengetahuan kurang baik tentang toilet training, lebih dari sebagian ibu (32%) memiliki sikap tidak menerapkan toilet training pada anak usia toddler. Hasil uji statistik menunjukan angka Sig. (2-tailed) 0,000, nilai ini lebih kecil daripada batas kritis α = 0,05 (0,000 < 0,05) dan Correlation Coefficient (koefisien korelasi) menunjukan angka 0,674, dengan keputusan terdapat hubungan yang kuat antara tingkat pengetahuan dengan sikap penerapan toilet training. Kesimpulan penilitian menyatakan adanya hubungan kuat antara variabel tingkat pengetahuan ibu dengan sikap ibu dalam penerapan toilet trainin, artinya bahwa semakin baik tingkat pengetahuan ibu semakin kuat pula diterapkannya toilet training pada anaknya.Kata-kata kunci : Toilet training, pengetahuan, sikapAbstractToilet training is an exercise of independence in children, generally teaching toilet training conducted by parents that 31% of parents start teaching at age 18-22 months, 27% starting at the age of 23-27 months, and 16% at the age of 28- 32 months and 22% at 32 months and above. Parents wait for the child to be ready to be instructed toilet training so that in teaching does not take a long time. The results of preliminary studies with interviews, from 13 mothers 12 of whom said their children were still urinating in places, the mother also said that they still did not understand how to teach toilet training to children. The purpose of this study was to obtain a relationship between the level of knowledge and the attitude of applying toilet training to toddler age children in Majasari Village, Garut Regency. The research method used is descriptive correlation method with cross sectional approach. Data analysis used univariate and bivariate analysis through correlation test with Spearman Rank at 95% confidence level. The population in this study were all mothers with toddler age children (1-3 Years). The sample technique used in this study was stratified random sampling with a sample size of 95 people. The results showed that some mothers (52%) had poor knowledge about toilet training, more than half of mothers (32%) had an attitude of not applying toilet training to toddler age children. The result of statistical test shows the number of Sig. (2-tailed) 0.0001, this value is smaller than the critical threshold α = 0.05 (0,0001 <0.05) and Correlation Coefficient shows the number 0.674, with the decision there is a strong relationship between the level of knowledge with the attitude of applying toilet training. The conclusion of the research indicates that there is a strong relationship between maternal knowledge level and mother attitude in toilet trainin implementation, it means that the better the mother's knowledge level the stronger the applicationof toilet training to the child.Keywords: Toilet training, knowledge, attitude, toddler
STATUS GIZI ANAK USIA 24 - 59 BULAN (Studi Analitik Di Puskesmas Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi) Firdawati, Yuyun; Adam, Arlin; Alim, Andi
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v6i2.7453

Abstract

Masalah gizi di Indonesia, sebagai mana halnya dengan negara-negara berkembang lainnya pada anak sangat dipengaruhi oleh dua faktor yaitu asupan makanan dan penyakit infeksi. Faktor konsumsi makanan merupakan penyebab langsung dari kejadian gizi buruk pada balita.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan asupan gizi, pengetahuan ibu tentang gizi, penyakit infeksi, dan pendapatan keluarga dengan status gizi anak usia 24 – 59 bulan di Puskesmas Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi dengan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan analitik pada 72 responden yang memenuhi kriteria yang dilaksanakan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner sebagai acuan pertanyaan. Hasil penelitian menujukan bahwa ada hubungan antara asupan gizi, penyakit infeksi, pengetahuan ibu dan pendapatan keluarga dengan status gizi anak usia 24 – 59 bulan di Puskesmas Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi dengan nilai p = 0,000. Disarankan kepada petugas Puskesmas agar perlu dilakukan upaya perbaikan gizi pada anak balita, melalui penyuluhan mengenai pentingnya asupan zat gizi kepada anak balita, dan memberitahukan kepada ibu pentingnya rutin ke puskesmas.Kata-kata kunci: Status gizi, asupan gizi, pengetahuan ibu, penyakit infeksi, pendapatan keluargaABSTRACTNutritional problems in Indonesia, as well as other developing countries in children are strongly influenced by two factors, namely food supply and infectious diseases. Food consumption factor is a direct cause of the incidence of malnutrition in infants. The purpose of this research is to know the relationship of nutritional supplay, knowledge of mothers about nutrition, infectious diseases, and family income with the nutritional status of children aged 24 – 59 months at the South Wangi-Wangi health center District of Wakatobi. This research was conducted in South Wangi-Wangi health center in Wakatobi District with quantitative research method with analytical approach in 72 respondents who meet the criteria implemented through interviews using questionnaires as Reference questions. The results showed that there was a relationship between nutritional intake, infectious diseases, mother knowledge and family income with nutritional status of children aged 24 – 59 months at the South Wangi-Wangi Health center of Wakatobi regency with a value P = 0.000. It is recommended to the health center officers to be done efforts to improve nutrition in children, because there are still many children who have a lack of energy intake and protein, by increasing the awareness of toddler mothers through About the importance of nutrient supply to children, and inform the mother of the importance of routine to the health center.Keywords: nutritional Status, nutritional supplay, maternal knowledge, infectious diseases, family income
HUBUNGAN FAKTOR BUDAYA DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPUTUSAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF PADA IBU HAMIL Ayu Riana Sari; Nita Pujianti; Amelia Indriani
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 7, No 3 (2020): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v7i3.9668

Abstract

ABSTRAK ASI merupakan nutrisi yang sangat penting bagi bayi sebab pemberian ASI dapat menurunkan 16% kematian bayi baru lahir sejak hari pertama kelahirannya. Puskesmas Astambul merupakan puskesmas yang capaian pemberian ASI eksklusifnya mengalami penurunan beberapa tahun terakhir, dengan cakupan ASI eksklusif tahun 2015, 2016, 2017, dan 2018 sebesar 52,1 %, 38,1%, 22,60%, dan 26,22%. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan variabel budaya dan dukungan keluarga dengan keputusan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Astambul. Populasi pada penelitian ini adalah ibu hamil trimester III pada tahun 2019 di wilayah kerja Puskesmas Astambul yaitu K1 sebanyak 727 ibu hamil dan K4 sebanyak 654 ibu hamil. Sampel pada penelitian ini yaitu sebagian dari ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Astambul sebanyak 102 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel budaya berhubungan dengan keputusan pemberian ASI eksklusif (p= 0,008). Sedangkan variabel dukungan keluarga tidak berhubungan dengan keputusan pemberian ASI eksklusif (p= 0,093). Kata kunci: ASI eksklusif, budaya, dukungan keluarga ABSTRACT Breast milk is a very important nutrient for babies because breastfeeding can reduce 16% of newborn deaths from the first day of birth. Astambul Health Center is a health center whose exclusive breastfeeding achievement has decreased in recent years, with coverage of exclusive breastfeeding in 2015, 2016, 2017 and 2018 of 52.1%, 38.1%, 22.60%, and 26.22%. The purpose of this study was to analyze the relationship between cultural variables and family support with the decision of exclusive breastfeeding in the Astambul Health Center work area. The population in this study were pregnant women in the third trimester of 2019 in the Astambul Health Center working area, namely K1 as many as 727 pregnant women and K4 as many as 654 pregnant women. The sample in this study were some of the third trimester pregnant women in the working area of the Astambul Health Center as many as 102 respondents. The results showed that cultural variables were associated with exclusive breastfeeding decisions (p = 0.008). Meanwhile, family support variables were not related to exclusive breastfeeding decisions (p = 0.093). Keyword : exclusive breastfeeding, culture, family support  
MEDIA BOOKLET SEBAGAI MEDIA PROMOSI KESEHATAN PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SELF EFFICACY ORANGTUA MEMBERIKAN PENDIDIKAN SEKSUAL REMAJA Heri, Heri; Linda, Suwarni; Selviana, Selviana; Mawardi, Mawardi
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 6, No 3 (2019): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v6i3.8178

Abstract

ABSTRAKSurvei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2017 menunjukkan 50% remaja sudah melakukan seks pranikah. Keluarga merupakan faktor protektif dan prevensi perilaku berisiko remaja, namun pengetahuan dan self efficacy orangtua dalam memberikan pendidikan seks masih minim. Didukung studi sebelumnya, 62,7% orangtua berpengetahuan kurang baik dan 40,2% memiliki self efficacy rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pendidikan kesehatan melalui media booklet terhadap pengetahuan dan self efficacy orangtua dalam memberikan pendidikan seks pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian Quasy Experimen Design dengan rancangan One Group Pretest dan Posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah orangtua yang memiliki anak remaja di Kelurahan Pal Lima. Jumlah sampel sebanyak 28 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Penelitian ini dilakukan dari bulan April Mei 2019. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Hasil menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pengetahuan dan self efficacy orangtua dalam memberikan pendidikan seks pada remaja antara sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan media booklet (p value<0,05). Terjadi peningkatan sebesar 96,4% responden menyatakan yakin dapat memberikan pendidikan seksualitas pada anak remajanya agar tidak terjerumus pada perilaku seks pranikah dini. Media booklet dapat menjadi media alternatif yang digunakan dalam pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan self efficacy orangtua dalam memberikan pendidikan seks kepada remaja.Kata kata kunci: Booklet, pendidikan kesehatan, pengetahuan, self efficacy ABSTRACTIndonesia Demographic and Health Survey 2017 showed that 50% of adolescents have a premarital sex. Family is a protective factor and prevention of adolescent risk behavior, but the lack of parental knowledge and self efficacy in providing sexuality education to adolescents is a problem that contributes to premarital sexual behavior of adolescents. Previous studies showed 62.7% of parents had poor knowledge and 40.2% had low self efficacy. The purpose of this research was to determine the effectiveness of health education through a media booklet on parental knowledge and self efficacy in providing sex education to teenagers. This research uses the Quasy Experiment Design research and the One Group Pretest and Posttest design approach. The population in this research is the parents who have teenagers in subdistrict of Pal Lima. The total sample of 28 respondents selected through purposive sampling. The research was conducted from April to May 2019. Data collection techniques were carried out using a questionnaire. The results showed that there were significant differences in parental knowledge and self efficacy in providing sex education to adolescents between before and after being given health education with a media booklet (p value <0.05). An increase of 96.4% of respondents said they were confident they could provide sexuality education to their teenage children so as not to fall pre marital sexual behavior. Booklet media could be an alternative media used in health education to increase parental knowledge and self efficacy in providing sex education to adolescents.Keywords: Booklet, health education, knowledge, self efficacy
LITERATURE REVIEW: HUBUNGAN KETERAMPILAN, MOTIVASI DAN KEPEMIMPINAN DENGAN KINERJA BIDAN DALAM PELAYANAN ANTENATAL Ajie Setya Susanto; Nita Pujianti; Nur Laily; Musafaah Musafaah; Fahrini Yulidasari
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 8, No 1 (2021): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v8i1.12330

Abstract

Masalah kesehatan terbesar di Indonesia merupakan tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) karena telah melebihi Target Sustainable Development Goal’s (SDG’s). Pengaruhkinerjatenagakesehatanseperti bidan kontribusi besar dalam penerapan pelayanan antenatal, sehingga kinerja bidan perlu diberikan perhatian untuk menangani tingginya angka kematian ibu. Tujuan penelitian yaitu menjelaskan hubungan antara keterampilan, motivasi dan kepemimpinan dengan kinerja pada bidan dalam pelayanan. Penelitian ini menggunakan jenis dan metode SLR (Systematic Literature Review) dengan teknik inklusi dan ditemukan 12 artikel penelitian. Penelitian menunjukkan presentase artikel variabel keterampilan sebanyak 100%, variabel motivasi sebanyak 90%, dan variabel kepemimpinan sebanyak 71%. Berdasarkan analisis terdapat hubungan antara keterampilan dan motivasi pada kinerja bidan dalam pelayanan antenatal serta tidak terdapat hubungan antara kepemimpinan pada kinerja bidan dalam pelayananantenatal. Diharapkan agar bidan dapat meningkatkan keterampilan dan kompetensi diri dalam memberikan pelayanan kesehatan pada ibu hamil melalui pelatihan agar pelayanan yang diberikan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 3 (2025): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 12, No 2 (2025): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 11, No 3 (2024): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 10, No 3 (2023): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 10, No 2 (2023): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 9, No 3 (2022): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 9, No 2 (2022): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 9, No 1 (2022): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indaonesia Vol 8, No 3 (2021): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 8, No 2 (2021): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 8, No 1 (2021): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 7, No 3 (2020): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 7, No 2 (2020): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 6, No 3 (2019): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 3 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3, No 3 (2016) Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 1 (2015): April 2015 Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 1, No 1 (2014): Desember 2014 More Issue