cover
Contact Name
Anugrah Nur Rahmat
Contact Email
anugrahnr0@gmail.com
Phone
+6281253524447
Journal Mail Official
jpkmi.kesmas@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran, Universitas lambung Mangkurat Jl A Yani km.36 Banjarbaru 70714
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JPKMI (Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia)
ISSN : 24071625     EISSN : 25810901     DOI : http://dx.doi.org/10.20527/jpkmi.v7i1
urnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia (JPKMI) adalah jurnal ilmiah yang memfokuskan pada ilmu Kesehatan Masyarakat. Jurnal ini berisi mengenai Editorial Kesehatan, Literature Review, dan Hasil Penelitian dalam bidang kesehatan masyarakat seperti Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, Gizi Kesehatan, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Epidemiologi, Biostatistika dan Kependudukan, Perilaku dan Promosi Kesehatan, Kesehatan Ibu Anak dan Kesehatan Reproduksi.
Articles 215 Documents
PENGETAHUAN, SIKAP, TINGKAT PENDIDIKAN DAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG Fahrin Noor; Husaini Husaini; Laily Khairiyati; Meitria Syahadatina Noor; Dian Rosadi
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 8, No 1 (2021): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v8i1.12288

Abstract

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2017 mencatat bahwa kasus tertinggi pemakaian desain kontrasepsi jangka panjang pada tahun 2017 berada di Kalimantan Selatan yaitu di Puskesmas Batu Tangga dengan penggunaan intra uterine device 1 (0,37%), metoda operasi wanita 4 1,24%, metoda operasi pria 2 (1,14%), implan 45 (1,85%). Hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor internal maupun eksternal dari program ini. Tujuan riset ini, yaitu menjelaskan hubungan antara pengetahuan, sikap, tingkat pendidikan, dukungan suami terhadap penggunaan kontrasepsi jangka panjang pada masyarakat di Kecamatan Batang Alai Timur. Penelitian ini menggunakan cross sectional. Perhitungan sampel memakai rumus uji beda 2 proporsi, uji chi square, dan teknik purposive sampling, dan jumlah sampel 68 orang. Instrumen riset menggunakan kuesioner yang telah diuji validasi dengan hasil valid. Hasil riset menyatakan jika ada hubungan antara pengetahuan, sikap, tingkat pendidikan dan tidak terdapat hubungan dukungan suami dengan pemakaian kontrasepsi jangka panjang dengan p-value masing-masing 0,004, 0,036, 0,025 dan 0,624 di Puskesmas Batu Tangga. Peningkatan pengetahuan dapat diberikan oleh tenaga Kesehatan sekitar dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar laju pertumbuhan penduduk terkendali
PERILAKU MENSTRUAL HYGIENE REMAJA: STUDI PADA SANTRIWATI DI PONDOK PESANTREN MODERN KOTA DEPOK Dea Amanda; Fajar Ariyanti
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 7, No 2 (2020): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v7i2.10169

Abstract

ABSTRAKMenstrual hygiene perlu dilakukan sejak dini sebagai upaya pencegahan terjadinya gangguan kesehatan seperti Infeksi Saluran Reproduksi (ISR). Remaja perempuan yang berperilaku menstrual hygiene buruk memiliki risiko 1,4-25,07 kali lebih besar untuk terkena ISR dan memiliki risiko lebih besar untuk mengalami kemandulan dan kanker serviks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku menstrual hygiene pada santriwati. Penelitian menggunakan desain cross-sectional kepada 77 santriwati. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan nilai confidence interval 95%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar responden memiliki perilaku menstrual hygiene yang buruk (54,5%). Terdapat hubungan antara sikap (p-value=0,002), kepercayaan terhadap mitos (p-value=0,003), dukungan ustadzah (p-value=0,007), dan paparan informasi (p-value=0,003) dengan perilaku menstrual hygiene santriwati. Kesimpulan penelitian ini adalah variabel yang berhubungan dalam penelitian ini adalah sikap, kepercayaan terhadap mitos dukungan ustadzah, dan paparan informasi. Upaya yang dapat dilakukan dalam hal ini adalah membentuk kelompok kajian kesehatan yang dilakukan rutin dan bekerja sama dengan puskesmas terdekat sehingga santri memiliki pengetahuan sikap, dan perilaku menstrual hygiene yang baik.Kata-kata kunci: Menstrual hygiene, mitos, pondok pesantren, dukungan guru/ustadzah, santriwatiABSTRACTMenstrual hygiene need to be done in early age as a prevention of health problems such as Reproductive Tract Infection (RTI). Adolescent girls with bad menstrual hygiene behavior have 1,4-25.07 times more risky of being exposed to RTI and they will be more risky for having infertility and cervical cancer. This study aimed to identify the factors that related to menstrual hygiene behavior among santriwati. This study used a cross sectional study design with 77 respondents and used chi-square for the statistical test. The results of this study indicated that most of respondents have bad menstrual hygiene behavior (54,5%) and there were 4 variables that related with menstrual hygiene behavior including attitudes (p-value=0,002), mythical beliefs (p-value=0,003), Ustadzah support (p-value=0,007), and information exposure (p-value=0,003). The conclusion of this study was the menstrual hygiene behavior of santriwati in modern Islamic boarding school in Depok is still not good, but there are several factors that have an important role in improving good menstrual hygiene behavior, such as Ustadzah support, and information exposure. The efforts that can be made in this case are forming a health study group that is carried out routinely and in collaboration with the closest health center so that the students have knowledge of good menstrual hygiene attitudes and behaviors.Keywords: Menstrual hygiene, mythical beliefs, boarding school, ustadzah's support, santriwati
STUDI KOHOR ATMA JAYA ACTIVE AGING RESEARCH: GANGGUAN KOGNITIF LANJUT USIA Suswanti, Ika; Budiharsana, Meiwita Paulina; Turana, Yuda; Handajani, Yvonne Suzy
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v7i1.8789

Abstract

ABSTRAK Gangguan kognitif merupakan bagian dari proses neurodegeneratif, saat ini belum ada  perawatan atau pengobatan untuk mencegah progresifitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko gangguan kognitif dalam studi prospektif. Penelitian dengan desain studi kohort prospektif pada 110 subjek dengan pengambilan sampel  dilakukan secara purposive sampling berdasarkan kriteria memiliki kognitif normal, pendidikan lebih dari 9 tahun dan berusia di atas 60 tahun yang berasal dari wilayah binaan Atma Jaya Active Aging Research yaitu Penjaringan, Cideng dan Cengkareng pada tahun 2014-2015 sebagai baseline studi. Fungsi kognitif diperiksa ulang setelah follow-up 2,5 tahun. Subjek diidentifikasi gangguan kognitif jika memiliki skor Mini Mental State Examination kurang dari 24. Penelitian kami menemukan bahwa 16,4% subjek mengalami gangguan kognitif dengan rerata usia  68,6 ± 6,3 tahun, dan 63 perempuan (57,3%). Skor Instrumental Activity Daily Living yang lebih rendah di awal studi memprediksi penurunan kognitif setelah 2,5 tahun follow up secara independen (13,9 ± 2,6 vs 15,3 ± 1,4; p-value= 0,001). Analisis multivariat menggunakan regresi logistik menunjukkan bahwa skor Instrumental Activity Daily Living yang lebih rendah memprediksi 1,47 kali untuk mengalami gangguan kognitif pada lanjut usia dengan pendidikan diatas 9 tahun setelah 2,5 tahun follow up. Nilai Instrumental Activity Daily Living yang lebih rendah ditemukan sebagai prediktor gangguan kognitif pada lansia setelah 2,5 tahun follow up. Kata-kata kunci: Neurodegeneratif, penilaian, fungsional, klinis, kohor  ABSTRACT Cognitive impairment is a part of neurodegenerative process, currently there was no treatment or medication to prevent the progressivity. The aims of the study was to investigate the risk factors of cognitive impairment in prospective study. The study was a prospective cohort study design on 110 subjects with sampling conducted by purposive sampling based on the criteria of having normal cognitive, education more than 9 years and aged over 60 years. The study based from the Atma Jaya Active Aging Research in Penjaringan, Cideng dan Cengkareng in 2014-2015 as the study baseline. The cognitive function was re-examined after a follow up 2.5-year. Subjects identified cognitive impairment if had Mini Mental State Examination score less than 24. Our study found that 16.4% subjects was cognitive impairment with mean of age 68.6±6.3 years, and 63 (57.3%) female. Lower Instrumental Activity of Daily Living score at baseline predicted cognitive impairment at the present (13.9±2.6vs15.3±1.4; p-value= 0.001). Multivariat analyses using regression logistic showed that lower Instrumental Activity Daily Living score predicting 1.47 more likely to progress cognitive impairment in elderly after follow up 2.5 years. Lower of Instrumental Activity Daily Living score found as a risk factor of worse cognitive funtion in elderly after 2.5-year prospective study.   Keywords: Neurodegenerative, functional, assessment, clinical, follow up  
PENGENDALIAN SEKTOR INFORMAL PADA LAMA PAJANAN KEBISINGAN DENGAN GANGGUAN FUNGSI PENDENGARAN PADA NELAYAN IKATAN NELAYAN SAIJAAN (INSAN) KECAMATAN PULAU LAUT UTARA KOTABARU Sholihah, Qomariyatus; Setyaningrum, Ratna; Saputra, M.Trisetya Hadi
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 1, No 1 (2014): Desember 2014
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v1i1.585

Abstract

Insan Fishermen most of whole day catch the fish with a ship engine that make a high intensity noise. Based on the beginning of the measurement results found that ship engine noise levelsreach 113 dB. The fishermen work in these conditions 6 to 12 hours a day for an average of more than 5 years. It is very potential to cause hearing loss among fishermen. The purpose of this study is to determine the correlation of length of noise exposure to ward hearing function disorder among Insan fisherman Pulau Laut Utara District Kotabaru. This study uses observational analytic with cross-sectional approach. This study population are fishermen who are members of the Association of Saijaan Fishermen and sampled by random sampling as many as 36 people to look at the table Krejcie (alpha= 5%). The research instruments used in this study are the blank sheet, sound level meter, and a 512 Hz tuning fork. Based on Chi Square test statistics obtained that p-value is 0.002, it means that p-value is less than alpha (0.05) so that Ho is rejected. It can be concluded that there is significant correlation between length of noise exposure to ward hearing function disorder on Insan fishermen.  Keywords:        noise, length of noise exposure, turning fork, hearing function disorder, fishermen
PENGARUH USIA, PENDIDIKAN DAN JAMINAN SOSIAL TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN BAGIAN OPERATOR DI PT. CAKRAWALA PUTRA BERSAMA Zein P, Dicky Rezki; Setyaningrum, Ratna; Lenie, Lenie
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v3i2.2748

Abstract

AbstrakKaryawan merupakan aset perusahaan yang sangat berharga yang harus dikelola dengan baik oleh perusahaan, salah satu hal yang harus menjadi perhatian utama perusahaan adalah kepuasan kerja karyawannya. Karyawan yang tidak merasakan kenyamanan, kurang dihargai, tidak bisa mengembangkan segala potensi yang dimiliki, maka secara otomatis karyawan tidak dapat fokus dan berkonsentrasi secara penuh terhadap pekerjaannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh usia, pendidikan dan jaminan sosial terhadap kepuasan kerja karyawan bagian operator PT. Cakrawala Putra Bersama. Penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian sebanyak 117 orang, dan besar sampel diambil dengan metode purposive sampling sebanyak 40 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Variabel bebas usia, pendidikan dan jaminan sosial, sedangkan variabel terikatnya adalah kepuasan kerja. Berdasarkan hasil penelitian karyawan bagian operator di PT. Cakrawala Putra Bersama diketahui sebanyak 19 orang (70,4%) berusia lebih dari 40 tahun, 18 orang (85,7%) berpendidikan tinggi dan 18 orang (78,3%) menganggap jaminan sosial dari perusahaan telah baik. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji Chi Square (α= 5 %) menunjukkan terdapat pengaruh usia terhadap kepuasan kerja (Pvalue= 0,013) terdapat pengaruh pendidikan terhadap kepuasan kerja (Pvalue= 0,001), terdapat pengaruh jaminan sosial (Pvalue= 0,002). Perlu dipertahankannya sistem pengorganisasian kerja yang sudah ada diantaranya sistem jaminan sosial yang telah berlaku sebagai upaya mempertahankan kepuasan kerja yang sudah tinggi.Kata-kata kunci: usia, pendidikan, jaminan sosial, kepuasan kerja, karyawan operator AbstractEmployees are highly valuable corporate asset that should be managed by the company, one of the things that should be a major concern of the company is employee job satisfaction. Employees who do not feel comfortable, less appreciate cannot develop all its potential, it is automatically the employee is not able to focus and concentrate fully on the job. The aim of this study is to analyze the influence of age, education and social insurance to job satisfaction of operator employees in PT. Cakrawala Putra Bersama. This is an observational analytic study with cross-sectional approach. The study population as many as 117 people, and a large sample was taken by purposive sampling method as many as 40 people. The research instrument using a questionnaire. Independent variables are age, education and social insurance, while the dependent variable is job satisfaction. Based on the results of research employees of the operator PT. Cakrawala Putra Bersama known to as many as 19 people (70.4%) aged over 40 years, 18 (85.7%) of highly educated and 18 (78.3%) consider the social insurance of the company has been good. Results of statistical test by using Chi Square test (α = 5%) show that there is influence of age to job satisfaction (Pvalue= 0,013), there is influence education to job satisfaction (Pvalue = 0.001), there is influence of social insurance to job satisfaction (Pvalue = 0.002). It is necessary to maintain a system of organizing the existing work including social insurance systems that have been implemented in order to maintain the already high job satisfaction.Keywords: age, education, social security, job satisfaction, operator employee
SUMBER INFORMASI DAN PERAN SIGNIFICANT OTHERS DALAM PROGRAM KELUARGA BERENCANA DI KLINIK PRATAMA CITRA HUSADA KUPANG Lette, Arman Rifat
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v5i1.5000

Abstract

AbstrakTingginya laju pertumbuhan penduduk saat ini menjadi masalah besar di Indonesia dimana Indonesia merupakan salah satu negara dengan penduduk terbanyak keempat di dunia.  Keluarga Berencana adalah penggunaan cara-cara pengatur fertilisasi untuk membantu seseorang atau keluarga mencapai tujuan tertentu. Tujuan yang dimaksud disini adalah suatu pengaturan kehamilan secara sengaja, yang tidak melawan hukum atau perundang-undang yang berlaku dan juga moral pancasila dan untuk kesejahteraan keluarga. Sumber informasi dan peran significant others penting untuk diketahui dan dikaji, mengingat banyaknya pandangan atau persepsi negatif tentang KB seperti : KB dapat menganggu kesuburan, KB bertentangan dengan ajaran agama, KB dapat menganggu kesehatan. Disisi lain ada juga  pandangan di masyarakat miskin/terbelakang, yaitu bahwa setiap keluarga senang punya banyak anak karena akan membawa kegunaan (manfaat) sebagaimana sering diungkapkan dengan “banyak anak, banyak rezeki”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumber informasi dan peran  significant others dari ibu yang menjadi akseptor KB di klinik Pratama Citra Husada Kupang. 2. Menggali secara mendalam sumber informasi dan peran  significant others dari ibu yang menjadi akseptor KB di klinik Pratama Citra Husada Kupang. Penelitian kualitatif dengan rancangan eksplorasi dan pendekatan fenomenologi. Informan utama adalah ibu yang menjadi akseptor KB dan informan pendukung adalah petugas klinik, perwakilan BKKBN provinsi NTT dan petugas Lapangan KB. Pengumpulan data dilakukan dengan cara : 1. Observasi; 2. Wawancara mendalam. Cara pengambilan informan dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan strategi convenience sampling. Untuk keabsahan data dilakukan : 1. Triangulasi sumber; 2. Triangulasi metode; dan 3. Member checking. Sumber informasi terkait program KB, yaitu : dari bidan-bidan di Puskesmas, Penyuluhan oleh petugas kesehatan di kantor  kelurahan, Dari teman  atau tetangga dan Seminar-seminar di hotel. Significant others khususnya suami sangat berperan dalam perilaku ibu menjadi akseptor KB. Jika suami tidak mendukung atau melarang maka ibu pun enggan untuk menjadi akseptor KB. Interaksi sosial antara ibu dengan bidan dan teman terbukti mendorong ibu untuk menjadi akseptor KB. Upaya pendidikan kesehatan melalui seminar atau penyuluhan juga terbukti mendorong ibu untuk menjadi akseptor KB. Selain itu, program KB akan lebih berhasil jika melibatkan suami. Suami juga perlu diberi pengertian dan pemahaman tentang program KB. Kata-kata kunci: Akseptor KB, sumber informasi, peran significant others  Abstract The high rate of population growth is one of the big problem in Indonesia which is Indonesia is one of the fourth most populous countries in the world. Family Planning is the use of fertility regulating methods to help a person or family achieve a particular goal. The particular goal here is a deliberate regimen of pregnancy, which is not against the law or applicable legislation, the moral of Pancasila as Indonesian Ideology and the welfare of the family. Sources of information and Significant Others roles are important things that need to be known and studied, given the many negative views or perceptions of family planning such as: family planning can disrupt fertility, contrary to religious teachings, family planning can disrupt health. On the other hand there is also a view in the poor / underdeveloped, that every family likes to have many children because it will bring usefulness as often expressed as "many children, many sustenance". This study aims to determine the source of information and the significant role of others from mothers who become family planning acceptor in Citra Husada Pratama Health Clinic. 2. Dig deeply to the source of information and the significant role of others from mothers who become family planning acceptor in Citra Husada Pratama Health Clinic. Qualitative research with exploratory design and phenomenology approach. The main informants were mothers who became Family Planning acceptor and supporting informants were the Clinic Oficials, BKKBN representative of East Nusa Tenggara Province and Field Officer of Family Planning. Data collection is done by: 1. Observation; 2. In-depth interview. The way of taking informants is done by using purposive sampling technique with convenience sampling strategy. For the validity of data performed: 1. Triangulation of sources; 2. Triangulation method; and 3. Member checking. Source of information related to family planning program, which is: from midwives in Public Health Center, Counseling by Health Officer in Village Office, from friends or neighbors and Seminars at hotel. Significant Others, particularly the husband is very instrumental in the behavior of the mother to accept Family Planning acceptor. If the husband does not support or prohibit the mother is also reluctant to become Family Planning acceptor. The social interaction between mother and midwife and friend proved to encourage mother to become family planning acceptor. Health education efforts through seminars or counseling also proved to encourage mothers to become family planning acceptor. In addition, the family planning program will be more successful if it involves the husband. Husbands also need to be given understanding of family planning programs.  Keywords: Family planning acceptor, source of information, role of significant others
LITERATURE REVIEW: HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) PADA IBU HAMIL Noor Wiranita Hidayah; Fahrini Yulidasari; Nur Laily
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 7, No 3 (2020): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v7i3.12287

Abstract

Antenatal care adalah sebuah pelayanan bertujuan meningkatkan kesehatan ibu hamil dan janin yang diberikan oleh tenaga kesehatan profesional. Dampak yang akan terjadi jika ibu hamil tidak melaksanakan kunjungan pemeriksaan adalah berisiko lebih tinggi untuk mengalami komplikasi, baik saat kehamilan atau pun pada saat persalinan. Penelitian ini bertujuan menjelaskan hubungan antara pengetahuan, sikap, dan dukungan suami dengan kunjungan antenatal care. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review terhadap 20 jurnal penelitian yang berkaitan dan sesuai dengan kriteria inklusi yang telah ditentukan. Sumber data penelitian adalah data sekunder berupa artikel dalam jurnal nasional mau pun internasional. Penelitian menunjukkan hasil terdapatnya hubungan antara variabel pengetahuan (83%), sikap (83%), dan dukungan suami (83%) dengan kunjungan antenatal care. Ibu hamil diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan atau memperbanyak informasi mengenai kesehatan ibu dan anak. Petugas Kesehatan diharapkan dapat membantu memberikan informasi yang lebih luas mengenai pentingnya kunjungan antenatal care dan suami ibu hamil dapat memberikan memberikan motivasi dan dukungan baik secara emosinal mau pun material kepada ibu hamil untuk melakukan kunjungan antenatal care.
PENGETAHUAN, SIKAP, PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN SKABIES DI PONDOK PESANTREN AR-ROFI’I Aliffiani, Siti; Mustakim, Mustakim
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v7i1.8792

Abstract

ABSTRAK Efek secara langsung pada kulit dari serangan skabies sebanyak 0,21% Disability Adjusted Life Years (DALYs) dari semua kondisi secara global. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, personal hygiene dengan kejadian skabies di Pondok Pesantren Ar-Rofi’i. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini seluruh populasi sebanyak 86 orang, periode penelitian pada bulan juli 2019, teknik sampling menggunakan total sampling, Instrumen menggunakan kuesioner, lux meter, dan thermo hygro. Analisis data meliputi univariat untuk menghitung distribusi frekuensi karakteristik subjek penelitian, bivariat dengan uji chi-square α= 0,05. Hasil penelitian, didapatkan pengetahuan (p-value= 0,024) dan sikap (p-value= 0,049), Tidak adanya hubungan yang signifikan antara personal hygiene dengan kejadian skabies di Pondok Pesantren Ar-Rofi’i (p-value= 1). Kesimpulan pada penelitian ini adalah ada hubungan yang signifikan pada pengetahuan dan sikap, sedangkan personal hygiene tidak ada hubungan yang signifikan dengan kejadian skabies di Pondok Pesantren Ar-Rofi’i. Kata-kata kunci: skabies, pengetahuan, sikap, personal hygiene  ABSTRACT Obtained effect is directly on the skin from attack as much as percent disability skabies 0,21 adjusted life years (DALYs) of all the globally. Objective of this study to analyze relations of knowledge, attitude, personal hygiene with the incident scabies in islamic boarding schools ar-rofi’i. The research is observasional analytic research by design cross sectional study. sample in this research the whole population of as many as 86 people, Period research in july 2019, using techniques sampling total sampling, an instrument used a questionnaire, lux meters, and thermo hygro. Data analysis covers univariat to count a frequency distribution characteristic of the subject of study, bivariat with chi-square test α= 0.05. Research result, got by knowledge (p-value= 0,024) and attitude (p-value= 0,049), absence of relations a significant between personal hygiene with the incident scabies in islamic boarding schools Ar-rofi’i (p-value= 1). Conclusion on research this is there is relationship that significant on knowledge and attitude, while personal hygiene no relations a significant with the incident scabies in islamic boarding schools Ar-rofi’i. Keywords: scabies, knowledge, attitude, personal hygiene
HUBUNGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DENGAN PEMUKIMAN DI SEKITAR TRANSPORTASI TONGKANG BATUBARA DI SUNGAI BARITO KECAMATAN TABUNGANEN TAHUN 2011 Hasanah, Robiah; Zubaidah, Tien; Noor, Frieda Ani
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 1, No 1 (2014): Desember 2014
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v1i1.598

Abstract

Acute Respiratory Infection (ARI) is a respiratory infection that can last up to 14 days. Barito River is one of the rivers that flow into the coal barge transportation. Based on field data, any impact caused by the transportation of coal barges is a decrease in air quality due to increase in coal dust blown into the densely populated settlement that could lead to respiratory diseases. This study aims to analyze the relationship between the incidence of respiratory infection in infants with settlements that are near (≤ 500 m) and deep (> 500 m) from the coal barge transportation flow. This study was an observational analytic study design correlation. The results of this study indicate that Ho is accepted which means there is no relationship between the incidence of respiratory infection in infants with settlements close range (≤ 500 m) with a flow of barge transportation of coal in the Barito River. And there was no correlation between the incidence of respiratory infection in infants with residential distance away (> 500 m) from the coal barge transportation flow in the Barito River. Based on these results it is necessary to further study the most relevant factors that cause respiratory events in children under five in sub Tabunganen enough. Keywords: ARI, the flow of transportation, distance settlement
EFEKTIFITAS PENGOLAHAN AIR MINUM DITINJAU DARI KUALITAS AIR MINUM BERDASARKAN PARAMETER FISIK, KIMIA, DAN BIOLOGI DI IPA II PINUS PDAM INTAN BANJAR Rismawati, Laila; Husaini, Husaini; Khairiyati, Laily
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v3i2.2753

Abstract

AbstrakInstalasi Pengolahan Air (IPA) II Pinus yang berlokasi di Jalan Mentaos Timur nomor 1, Banjarbaru merupakan salah satu instalasi yang melayani kebutuhan air bersih, termasuk air minum bagi penduduk Kota Banjarbaru dan Martapura. Air minum yang layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat harus memenuhi syarat-syarat tertentu, yaitu fisika, kimia, biologi, dan radioaktif sesuai dengan syarat Permenkes Nomor 492 Tahun 2010 tentang Persyaratan Air Minum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan parameter fisik (kekeruhan, warna, dan TDS), kimia (pH, Fe, dan Mn), dan biologi (total koliform dan E.coli) sebelum dan sesudah pengolahan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan observasional analitik melalui pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian yang diambil adalah data kualitas air minum PDAM Intan Banjar Tahun 2014 sebelum dan sesudah pengolahan. Uji yang digunakan pada penelitian ini adalah Uji T dan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan sebelum dan sesudah pengolahan pada kekeruhan (p-value=0,0001), warna (pvalue= 0,0001), TDS (p-value=0,002), Fe (p-value=0,002), Mn (p-value=0,002), total koliform (pvalue= 0,002), E.coli (p-value=0,002), sedangkan tidak ada perbedaan pada pH (p-value=0,535). Semua parameter air minum yang telah diolah telah memenuhi Permenkes Nomor 492 Tahun 2010. Dapat disimpulkan bahwa kualitas air minum yang diolah di IPA II Pinus PDAM Intan Banjar sudah baik.Kata kunci : kualitas air minum, parameter fisik, parameter kimia, parameter biologi AbstractWater Treatment Plant (IPA) II Pinus is located on Mentaos Timur Road Street number 1, Banjarbaru is one of the installations that serve the needs of clean water, including drinking water especially for the Banjarbaru and Martapura city. Drinking water to be consumed by people must fullfil certain requirements, that is physics, chemistry, biology, and radioactive in accordance with Minister of Health Regulation Number 492 of year 2010 on Water Supply Requirements. Goals of the research is to analyze the differences in physic parameters (turbidity, color, and TDS), chemical (pH, Fe, and Mn), and biology (total coliforms and E.coli) before and after treatment. The research uses quantitative method with observational analytic design throught cross-sectional approach. The subject of research is data quality of drinking water PDAM Intan Banjar of 2014 before and after treatment. This research use paired T-test and Wilcoxon test. The results showed that there is a difference before and after treatment in turbidity (p-value = 0.0001), color (p-value = 0.0001), TDS (p-value = 0.002), Fe (p-value = 0.002), Mn (p-value = 0.002), total coliforms (pvalue = 0.002), E. coli (p-value = 0.002), and there was no difference in pH (p-value = 0.535). All parameters of drinking water that has been processed already qualified with Minister of Health Regulation Number 492 of year 2010. It can be concluded that the quality of drinking water in IPA II Pinus PDAM Intan Banjar is good.Keywords: quality of drinking water, physic parameters, chemical parameters, and biology

Page 11 of 22 | Total Record : 215


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 3 (2025): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 12, No 2 (2025): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 11, No 3 (2024): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 10, No 3 (2023): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 10, No 2 (2023): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 9, No 3 (2022): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 9, No 2 (2022): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 9, No 1 (2022): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indaonesia Vol 8, No 3 (2021): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 8, No 2 (2021): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 8, No 1 (2021): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 7, No 3 (2020): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 7, No 2 (2020): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 6, No 3 (2019): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 3 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3, No 3 (2016) Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 1 (2015): April 2015 Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 1, No 1 (2014): Desember 2014 More Issue