cover
Contact Name
-
Contact Email
atturatsjournal@gmail.com
Phone
+628115787888
Journal Mail Official
atturatsjournal@gmail.com
Editorial Address
Gedung Syaifuddin Zuhri Lantai 2 Jl. Letjend. Soeprapto NO. 19 Pontianak Kalimantan Barat - INDONESIA Kode Pos: 78113 Telp. 0561-734170
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
At-Turats
ISSN : 1978418x     EISSN : 25028359     DOI : -
Core Subject : Education,
AT-TURATS is a peer-reviewed journal on Islamic education, provide readers with a better understanding of education. At-Turats specializes on education in the Muslim world, and is intended to communicate original researches and current issues on the subject. All articles will be reviewed by experts before accepted for publication. Each author is solely responsible for the content of published articles. This journal encompasses original research articles and review articles, including: • Teaching & Learning • Language Education • Philosophy of Education • Religious Education • Teacher Education • Early Childhood Education • Studies in Social Education • Studies in Science Education • Management Education • Quality Education • Education Development & Society • Educational Leadership • Educational Technology
Articles 185 Documents
KONSEP ILMU DALAM SHAHIH AL-BUKHARI Luqman Abdul Jabbar
AT-TURATS Vol 3, No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v3i1.268

Abstract

Bukhari selected the authenticity of hadith so thoroughly and carefully that he was nicknamed "tabib al-hadis". His intelligence and a strong concern with science was shown in the classification of a separate chapter on the science in his book. Nevertheless Sahih al-Bukhari, as are the books of other hadith collections, has no theoretical-conceptual content of a theory in a mature and clear way. Is still requires help from other disciplines. And the hadits basically requires interpretation, if one wishes to understand it. Keywords: Science, Hadith and Bukhari.
THE ESSENCE OF QUESTIONING AND EXPLICIT READING INSTRUCTION STRATEGY Sa’dulloh Muzammil
AT-TURATS Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v8i1.109

Abstract

Teacher’s questioning may function to assist students comprehend more reading materials and to enable them to be proficient readers. Yet, the students may be less benefited from which if the teacher neither provides sufficient explicit reading strategy nor involves higher-level questions. Consequently, the teacher should pay more careful attentions as follows: 1) teacher should involve both lower- and high-lever questions; 2) teacher should provide students with explicit reading strategy; 3) teacher should be aware of the activities in reading phases: pre-, during-, and post-reading.
Metode Pendidikan Anak Perempuan Perspektif Islam dan Psikologis dalam Q.S. Ali Imran Ayat 35-37 Sri Wahyuni Alwi; M Husni Arsyad
AT-TURATS Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v13i1.1184

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode-metode pendidikan anak perempuan yang terkandung di dalam Al-Qur’an, khususnya pada kisah Maryam binti Imran dalam Q.S. Ali Imran ayat 35, 36, dan 37 beserta hubungannya dengan hadis-hadis Rasulullah dan kajian psikologis. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat literar (library research) dengan menggunakan pendekatan semiotika. Sumber data penelitian ini diperoleh dari data-data kepustakaan seperti Al-Qur’an, hadis-hadis Rasulullah, buku, kitab tafsir, dan informasi-informasi terkait yang diperoleh dari internet. Analisis semiotik pada Q.S. Ali Imran ayat 35-37 dilakukan dengan menggunakan dua pembacaan, yaitu pembacaan heuristik dan pembacaan hermeneutik. Hasil penelitian menunjukkann bahwa kisah Maryam binti Imran dalam Al-Qur’an ayat 35 mengandung metode pendidikan anak perempuan sejak masa pranatal atau masa dalam kandungan, di bawah pendidikan ayah dan ibunya; ayat 36 menggandung metode pendidikan anak perempuan saat masa postnatal atau masa kelahiran di bawah pendidikan seorang ibu; dan ayat 37 menggandung metode pendidikan anak perempuan dalam pengasuhan sejak bayi, anak-anak, hingga dewasa di bawah pendidikan seorang ayah. Kata kunci: anak perempuan, maryam binti imran, metode, pendidikan, semiotika
LANGUAGE LEARNING STRATEGIES IN LEARNING SPEAKING Dewi Ismu Purwaningsih
AT-TURATS Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v12i1.968

Abstract

Abstract Strategi pembelajaran bahasa adalah alat untuk membantu mahasiswa dalam belajar bahasa Inggris. Strategi ini adalah salah satu cara untuk membantu mahasiswa dalam mengatasi permasalahan berbicara dalam bahasa Inggris. Mahasiswa sebaiknya mengetahui jenis strategi pembelajaran bahasa dalam berbicara bahasa Inggris untuk membantu mereka belajar bahasa dengan cara yang lebih baik. Masalah dalam penelitian ini yaitu “Strategi pembelajaran bahasa apa sajakah yang digunakan oleh mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNTAN semester 3 dalam belajar berbicara dalam bahasa Inggris?” dan “Bagaimana frekuensi penggunaan strategi pembelajaran bahasa yang digunakan oleh mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNTAN semester 3 dalam belajar berbicara dalam bahasa Inggris?” Penelitian ini memiliki dua tujuan yaitu untuk mengetahui strategi pembelajaran bahasa yang digunakan oleh mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNTAN semester 3 dalam belajar berbicara dalam bahasa Inggris, mengetahui frekuensi penggunaan strategi pembelajaran bahasa yang digunakan oleh mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNTAN semester 3 dalam belajar berbicara dalam bahasa Inggris, dan memberikan saran untuk meningkatkan penggunaan strategi pembelajaran bahasa kepada mahasiswa yang memiliki tingkat penggunaan strategi pembelajaran bahasa yang masih rendah. Objek penelitian ini berjumlah 50 orang mahasiswa semester tiga program studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Untan Pontianak Tahun Akademik 2010/2011. Bentuk penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Pengumpulan data yaitu melalui kuesioner untuk menentukan frekuensi penggunaan strategi pembelajaran bahasa. Sesuai dengan tujuan penelitian, penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan strategi pembelajaran bahasa Inggris oleh mahasiswa berada pada tingkat medium dengan skor rata-rata 3,05. Data menunjukkan bahwa dalam menggunakan strategi pembelajaran bahasa terdapat 10 mahasiswa yang memiliki frekuensi tinggi (20%), 31 mahasiswa dengan tingkat penggunaan strategi sedang (62%), dan 9 mahasiswa yang memiliki tingkat penggunaan strategi yang rendah (18%). Dari enam strategi pembelajaran bahasa, ditemukan bahwa strategi kognitif merupakan strategi dengan tingkat penggunaan paling tinggi dengan skor rata-rata 3,71. Selanjutnya, strategi kompensasi menduduki peringkat yang kedua dengan skor rata-rata 3,29. Ranking ketiga yaitu strategi afektif dengan skor rata-rata 3,18. Ranking keempat dan kelima secara berurutan yaitu strategi metakognitif dengan skor rata-rata 3,01 dan strategi mengingat dengan skor rata-rata 2,52. Terakhir, strategi terakhir dengan skor terendah yaitu 2,47 adalah strategi sosial. Kata kunci : strategi pembelajaran bahasa, strategi berbicara, pendidikan bahasa Inggris
The Concept of Fitrah and Its Correlation With The Theory of Knowledge Development in Islamic Education Andry Fitriyanto
AT-TURATS Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v14i2.1807

Abstract

This article aims to explain the concept of fitrah in the treasures of Islamic thought. This discussion cannot be released in the discourse of Islamic Education. The presence of the perspective of Muslim thinkers on this fitrah issue in order to fill the empty space created from the discussion about Islamic education. On the other hand, this article also discusses the correlation of the concept of fitrah with the theory of human knowledge development commonly used in the world of education in general, namely the theory of empirics, nativism, and convergence. As we know that the theories born in secular Western civilization is not entirely in accordance with the concept of fitrah which is the original concept of Islam that upholds divine values. The linking of the two variables seems forced in the discourse of Islamic education science so far. Therefore, efforts are needed to present the interpretation of the concept of fitrah and stages of development of human knowledge in the perspective of Islamic thought. This is to show the theory of the development of human knowledge in accordance with islamic teachings. Simply put, this article also wants to convey that human nature has two aspects, namely godliness and humanity. Where both natural potentials must be developed in the context of Islamic education
WAJAH BURAM MADRASAH INDONESIA (STUDI PADA BEBERAPA MADRASAH TIDAK TERAKREDITASI DI PEDALAMAN KUBU RAYA) Nur Hamzah
AT-TURATS Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v11i2.895

Abstract

Membincang tentang pendidikan Indonesia, tidak bisa kita melepaskannya dengan Madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam. Banyak konstribusi yang telah diberikan madrasah sebagai penyelenggara pendidikan di negeri ini. Ukuran konstribusi itu salah satunya adalah bahwa madrasah ikut memperluas akses kesempatan mengenyam pendidikan bagi anak usia sekolah. Hal itu sangat memungkinkan karena keberadaan madrasah yang sebagian besar ada di pelosok, pedalaman atau pinggiran daerah. Namun untuk melihat madrasah, kita perlu objektif karena tidak semua madrasah melaksanakan budaya mutu. Dalam riset yang peneliti lakukan pada tahun 2016, di Kubu Raya masih terdapat 66 madrasah dari semua tingkatan nilai akreditasinya C atau Tidak Terakreditasi (TT). Riset dilakukan pada 10 madrasah sampel mulai dari tingkat Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aliyah. Penelitian ini dikhususkan pada untuk tiga standar pendidikan yakni standar Tenaga pendidik, proses dan sarana pra-sarana. Kesimpulannya bahwa madrasah belum memenuhi dan melaksanakan standar sebagaimana yang diatur oleh BSNP
PEMBELAJARAN BAURAN BLENDED LEARNING) Terampil Memadukan Keunggulan Pembelajaran Face-to-Face, E-Learning Offline-Online dan Mobil Learning Noviansyah Noviansyah
AT-TURATS Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v9i2.318

Abstract

The Material of Wawasan Nusantara as Indonesian Geopolitic Note And The Implementation in Islamic State University Arief Adi Purwoko
AT-TURATS Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v14i1.1785

Abstract

Arus globalisasi menggerus arti negara dalam bentuk kewilayahan, atau dalam perspektif geografi dalam hal batas-batasnya (borderless). Kehadiran krisis sebagaimana pandemi Covid-19 hadir untuk mengingatkan kembali keberadaannya. Batas, kedaulatan, dan kekuatan dari sebuah negara, yang secara nyata berhadapan dengan kepentingan politik dunia. Geopolitik telah lama menjadi kajian penting bagi penguatan kemampuan sebuah bangsa untuk bertahan di tengah hegemoni. Sebagaimana Indonesia dengan gigih mempertahankan Deklarasi Djuanda 1957 sebagai nota geopolitik tertulis, yang akhirnya berhasil mempengaruhi hukum laut internasional dan meneguhkan asas negara kepulauan (archipelago state). Sedemikian pentingnya materi geopolitik tersebut seharusnya memiliki andil dalam penguatan ketahanan nasional (national resillience), khususnya strategi pertahanan nasional (national defence). Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) merupakan media strategis untuk menransformasikan geopolitik terhadap kemampuan warga negara, sebagaimana diketahui Islam merupakan agama terbesar yang dianut oleh rakyat Indonesia, sekaligus memiliki pengaruh krusial bagi ideologi bangsa. Artikel ini mencoba untuk menguak peran pendidikan kewarganegaraan, terutama pada materi wawasan nusantara (national outlook) sebagai nota geopolitik warga negara. Penelitian dalam artikel ini bersifat kualitatif dengan menggunakan model penelitian literatur. Pandangan yang dapat diajukan dalam artikel ini diantaranya antara lain: aspek ideologis geopolitik warga negara seringkali melibatkan nilai-nilai primordial sehingga keutuhan cara pandang terhadapnya menjadi terganggu. Peran lokalisme dan Islam sebagai pembentuk aspek ideologi geopolitik, seharusnya dapat dikemas dengan baik sebagai pengikat identitas bangsa. Dalam hal ini, PTKIN sebagai lembaga pendidikan tinggi yang bercorak khas keislaman, seharusnya mampu menerjemahkan nilai universalitas moral good dalam Islam kepada rasa persatuan umat yang beridentitas kebangsaan. Adapun untuk menuju hal tersebut, PTKIN harus mampu meramu suatu materi terintegratif antara nilai Islam sebagai aras epistemologis ideologi Pancasila dan doktrin pertahanan nasional nirmiliter. Bagaimanapun juga peserta didik di PTKIN adalah sumber daya strategis pertahanan nasional nirmiliter, terutama dalam pembangunan karakter bangsa di tengah masyarakat
Peningkatan Moralitas Peserta Didik Berkaitan dengan Profesinalitas dan Kompetensi Kepribadian Guru Fachrurazi Fachrurazi
AT-TURATS Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v11i1.868

Abstract

Teacher is a professional educator on duty to develop students personality or known as student characters. In community, teacher personality considered as sensitive circumstances than pedagogical competency or professional. When a teacher does damaged action or norms violation in community, generally people inclined to react. This situation certainly as the results against school institution, where he works. Scientific evidences proved that teacher personality competency influenced to learning improvement and students personality. Some results of quantitative study confirmed that teacher personality competency has related and significance to motivate students achievements. Meanwhile result of qualitative study confirmed that teacher personality competency has contributed to students morality condition. Other results study confirmed that teacher personality appears influenced student interests and enthusiasm in learning process.
PERBUDAKAN MODERN (MODERN SLAVERY) (ANALISIS SEJARAH DAN PENDIDIKAN) Muhamad Tisna Nugraha
AT-TURATS Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v9i1.308

Abstract

Slavery is a form of employing a person and putting him/her under the control of another. Such control includes restriction, use of physical energy or perhaps even his/her mind without compensation such as a decent wage or other forms of respect. Slavery does not always appear in the form of physical pressure, but it can also be in the psychological form by demanding someone to do something for the interests of another due to power, indebtedness or religious texts. Traces of slavery in the course of human history, in fact, have been found since ancient times in Mesopotamia, Egypt, Europe or Arabia. It can also be found in the practice of Abrahamic religions such as Judaism, Christianity, and Islam. So it is undeniable that slavery is not a novelty and will always appear in the historical journey of human life with a variety of forms. The Islam religion brought by Prophet Muhammad (pbuh), as one of the Abrahamic religions is basically against slavery. It can be seen from the history and from its teachings against the practice of slavery. Islam also strongly advocates respect for the rights of a slave especially for labor. Therefore, all forms and manifestation of slavery, including in the field of education must be resolved immediately.

Page 11 of 19 | Total Record : 185