cover
Contact Name
Arfan Amrin
Contact Email
Arfan Amrin
Phone
-
Journal Mail Official
jep@stiem.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo
ISSN : 23391529     EISSN : 2580524X     DOI : https://doi.org/10.35906/jep
Jurnal Ekonomi Pembangunan dengan nomor ISSN 2339-1529 (cetak) dan 2580-524X (online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan dua kali dalam setahun (Januari-Juni & Juli-Desember) oleh Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Palopo. Jurnal Ekonomi Pembangunan memuat artikel-artikel hasil penelitian di bidang Ekonomi Pembangunan (Perencanaan dan Analisis Pembangunan; dan Bisnis. Jurnal ini menerima penyerahan naskah dengan berbagai topik dan tidak terbatas pada perencanaan anggaran sektor publik; perencanaan pembangunan desa; analisis kebijakan publik dan regional; akuntansi; manajemen investasi; perbankan; manajemen keuangan; pajak daerah dan retribusi; serta bisnis dan hukum bisnis.
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
PENGARUH GCG, DEBT DEFAULT, DAN MANDATORY DISCLOSURE TERHADAP OPINI AUDIT GOING CONCERN DIMODERASI UKURAN PERUSAHAAN Aprilia, Natasya; Louw, Febriana
Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jep.v11i2.2619

Abstract

ABSTRAKKetahanan suatu usaha menjadi hal yang utama dan penting bagi perusahaan apapun dalam dunia bisnis. Salah satu cara melihatnya adalah dengan memperhatikan muncul atau tidaknya opini audit going concern dalam laporan perusahaan. Urgensi opini ini terletak pada kemampuannya mencerminkan tingkat keyakinan auditor terhadap keberlangsungan hidup perusahaan. Jika muncul, berarti terdapat masalah serius yang dapat mengancam kelangsungan usaha. Sebaliknya jika tidak muncul, berarti kondisi usaha nya relatif sehat. Fokus kajian ilmiah ini untuk menentukan bagaimana pengaruh good corporate governance, debt default, dan mandatory disclosure terhadap opini audit going concern, serta peran ukuran perusahaan sebagai moderasi dalam hubungan ini. Perusahaan sektor industrial yang tercatat di Bursa Efek Indonesia tahun 2021 hingga 2024 menjadi objek penelitian dalam kajian ini. Dari total populasi sebanyak 67 perusahaan, diperoleh 46 perusahaan sebagai sampel melalui metode purposive sampling. Analisis regresi logistik dan analisis regresi moderasi (MRA) yang menggunakan software SPSS 25 diterapkan sebagai teknik analisis data dalam kajian ini. Hasil studi menyimpulkan bahwa opini audit going concern tidak dipengaruhi oleh good corporate governance. Di sisi lain, debt default berpengaruh positif terhadap opini audit going concern, sedangkan mandatory disclosure tidak berpengaruh terhadap opini audit going concern. Selanjutnya, hubungan antara good corporate governance dan opini audit going concern tidak dapat dimoderasi oleh ukuran perusahaan. Namun, ukuran perusahaan mampu memperlemah hubungan antara debt default dengan opini audit going concern dan mampu memperkuat keterkaitan antara mandatory disclosure dan opini audit going concern. ABSTRACTBusiness resilience is a fundamental and essential aspect for any company in business world. One way to assess it is by observing the presence or absence of going concern audit opinion in company’s report. The urgency of this opinion lies in its ability to reflect the auditor’s level of confidence in company’s ability to continue its operations. If such an opinion appears, it indicates the existence of serious issues that may threaten the company’s continuity. Conversely, the absence of a going concern opinion suggests that company’s condition is relatively healthy. This scientific focuses on determining how good corporate governance, debt default, and mandatory disclosure influence going concern audit opinions, as well as examining the moderating role of firm size in these relationships. Industrial sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange from 2021 to 2024 serve as the objects of this research. From a total population of 67 companies, 46 were selected as samples using a purposive sampling method. Logistic regression analysis and moderating regression analysis (MRA) with SPSS version 25 were applied as data analysis techniques. The results of the study indicate that going concern audit opinions are not affected by good corporate governance. In contrast, debt default has a positive effect on going concern audit opinions, while mandatory disclosure shows no effect. Furthermore, firm size does not moderate the relationship between good corporate governance and going concern audit opinions. However, firm size weakens the relationship between debt default and going concern audit opinions, while strengthening the relationship between mandatory disclosure and going concern audit opinions
PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF LOKAL UMKM MELALUI INOVASI KERAJINAN STRAPPING BAND DI DESA DUMAN Rismayanti, Luh Putu; Yanti, Ni Nyoman Suli Asmara
Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jep.v11i2.2601

Abstract

ABSTRAKStrapping band merupakan produk plastik yang umum digunakan untuk mengikat dan mengamankan barang dalam industri pengemasan. Namun, bahan plastik konvensional sulit terurai dan menambah volume sampah, yang sebagian besar belum dikelola dengan baik. Oleh karena itu, pengembangan strapping band dari bahan daur ulang menjadi relevan, terutama di Provinsi NTB yang tengah mendorong ekonomi hijau dan pengurangan sampah plastik. Penggunaan limbah plastik sebagai bahan baku tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi pelaku UMKM di daerah tersebut. Tujuan utamanya adalah mengidentifikasi kendala yang dihadapi pelaku UMKM, bentuk inovasi produk, serta dampaknya bagi masyarakat dan perekonomian desa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku UMKM masih terkendala modal, akses pasar yang terbatas, kurangnya penggunaan teknologi digital, serta minimnya pendampingan. Meski demikian, para pengrajin berhasil melakukan inovasi dengan mengembangkan produk berbahan strapping band, yang semula hanya berupa ingke dan sok asi, menjadi variasi lain seperti saab, ceperan, dan tas. Inovasi tersebut mampu menambah nilai produk sekaligus membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, serta memberdayakan perempuan dan pemuda desa. Selain itu, pemanfaatan bahan strapping band mendukung prinsip ekonomi sirkular karena mengubah limbah plastik menjadi kerajinan bernilai guna. Dengan demikian, kerajinan strapping band berpotensi menjadi contoh pengembangan UMKM kreatif yang berkelanjutan di Desa Duman.ABSTRACTStrapping bands are plastic products commonly used in the packaging industry to bind and secure goods. However, conventional plastic materials are difficult to decompose and contribute to the growing volume of waste, much of which remains poorly managed. Therefore, the development of recycled strapping bands has become increasingly relevant, especially in West Nusa Tenggara (NTB) Province, which is promoting green economy initiatives and plastic waste reduction. Utilizing plastic waste as an alternative raw material not only helps reduce environmental impact but also creates new economic opportunities for lokal small and medium enterprises (SMEs). This study aims to identify the challenges faced by SMEs, the forms of product innovation, and their impact on the community and village economy. A descriptive qualitative method was used, with data collected through interviews, observations, and documentation. The findings show that SME actors still face obstacles such as limited capital, restricted market access, lack of digital technology usage, and minimal mentoring. Nevertheless, artisans have succeeded in innovating by diversifying strapping band-based products—initially limited to ingke and sok asi—into new variations such as saab, ceperan, and bags. These innovations not only increase product value but also create jobs, raise income, and empower women and youth in the village. Furthermore, the use of strapping bands supports circular economy principles by transforming plastic waste into valuable handicrafts. As such, strapping band-based crafts have the potential to become a model for sustainable creative SME development in Duman Village.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI NIAT PEMBELIAN DAN KESEDIAAN MEMBAYAR HARGA PREMIUM PRODUK PERAWATAN KULIT RAMAH LINGKUNGAN Putra, Edy Yulianto; Jolinna, Cindy Yulianto; Cuandra, Fendy
Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jep.v11i2.2592

Abstract

ABSTRAKKonsumen terhadap isu lingkungan terus meningkat, mendorong permintaan produk perawatan kulit yang ramah lingkungan. Meskipun demikian, banyak konsumen masih mempertimbangkan harga premium sebagai hambatan utama dalam keputusan pembelian produk ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan produk, persepsi kualitas, kepedulian lingkungan, dan norma subjektif terhadap niat membeli serta kesediaan membayar harga premium pada produk perawatan kulit ramah lingkungan. Selain itu, studi ini juga mengkaji peran niat membeli sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara keempat konstruk awal dengan kesediaan membayar harga premium. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dari 385 responden yang telah produk perawatan kulit ramah lingkungan. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan produk, persepsi kualitas, kepedulian lingkungan, dan norma subjektif berpengaruh poABSTRACTConsumer concern for environmental issues continues to rise, driving demand for eco-friendly skincare products. However, many consumers still perceive premium pricing as a major barrier in purchasing green products. This study aims to analyze the influence of product knowledge, perceived quality, environmental concern, and subjective norms on purchase intention and willingness to pay a premium price for eco-friendly skincare products. Additionally, the study examines the mediating role of purchase intention in the relationship between the four antecedent constructs and willingness to pay a premium. Data were collected through an online questionnaire from 385 respondents who had previously purchased eco-friendly skincare products. Data were analyzed using the Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) approach. The results reveal that product knowledge, perceived quality, environmental concern, and subjective norms have a positive and significant effect on purchase intention. Furthermore, pu 
NIAT MEMBELI PRODUK KOPI YANG DIMEDIASI OLEH CITRA MEREK Selina, Selina; Fahlevi, Renza; Sinambela, Fitriana Aidnilla
Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jep.v10i2.2153

Abstract

ABSTRAKBanyak perusahaan FnB memperkuat teknologinya masing-masing, termasuk didalamnya bisnis coffee shop.  Beberapa perusahaan coffee shop yang membuat aplikasi digital diantaranya Tomoro Coffee, Kopi Kenangan, Janji Jiwa, Starbuck dan Fore. Tujuan pemasaran melalui aplikasi digital adalah untuk memudahkan perusahaan menjangkau konsumennya secara online. Teknologi yang dimiliki oleh perusahaan coffee shop juga dimanfaatkan untuk mengembangkan strategi pemasaran digital yang dikhususkan pada pemasaran dengan konten digital didalam media sosial. Semakin banyaknya coffee shop yang tersebar diseluruh Indonesia, mendorong para perusahaan coffee shop untuk melakukan inovasi dan terobosan agar dapat memenangkan kompetisi bisnis. Banyak penelitian telah mengkaji perilaku konsumen dalam membeli produk kopi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengukur relasi antara variabel social media marketing, e-wom, brand awareness, harga, dan kualitas produk terhadap niat membeli yang dimediasi oleh brand image. Data diperoleh dengan mendistribusikan kuesioner kepada 303 responden, yang merupakan konsumen coffee shop di Batam. Pengambilan sampel penelitian yang dipakai adalah metode purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan SEM-PLS. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel social media marketing, harga, e-wom, brand awareness dan kualitas produk memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel brand image. Selanjutnya, niat pembelian konsumen juga dipengaruhi oleh brand image. Selain itu, analisis hubungan pengaruh tidak langsung menjelaskan bahwa brand image memediasi hubungan signifikan terhadap variabel social media marketing, harga, e-wom, brand awareness terhadap niat membeli namun tidak signifikan untuk varabel kualitas produk. Temuan ini sejalan dengan literatur sebelumnya dan diharapkan dapat menjadi wawasan bagi pengelola coffee shop dalam mengoptimalkan strategi pemasaran mereka untuk meningkatkan niat pembelian konsumen. Kata Kunci: Brand Image, Coffee Shop dan Niat membeli ABSTRACTMany FnB companies are strengthening their respective technologies, including the coffee shop business. Some coffee shop companies that create digital applications include Tomoro Coffee, Kopi Kenangan, Janji Jiwa, Starbucks and Fore. The purpose of marketing through digital applications is to make it easier for companies to reach their consumers online. The technology owned by coffee shop companies is also used to develop digital marketing strategies that are specifically focused on marketing with digital content on social media. The increasing number of coffee shops spread throughout Indonesia has encouraged coffee shop companies to innovate and make breakthroughs in order to win the business competition. Many studies have examined consumer behavior in buying coffee products. This research is a quantitative methode that aims to measure the influence between variables such as social media marketing, price, e-wom, brand awareness, and product quality on purchase intention mediated by brand image. Data were obtained by distributing questionnaires to 303 respondents, who were coffee shop customers in Batam. The research sample was taken using a purposive sampling method. Data analysis was process using SPSS and SEM-PLS application. The final results showed that the variables social media marketing, price, e-wom, brand awareness and product quality had a positive and significant influence on brand image. Furthermore, consumer purchase intention was also influenced by brand image. In addition, the analysis of the indirect influence relationship explained that brand image significantly mediated the influence of social media marketing, price, e-wom, brand awareness on purchase intention, but was not significant for product quality variable. The final result in line with previous literature and are expected to be practical insights for coffee shop managers in optimizing their marketing strategies to increase consumer purchase intention.Keywords: Brand Image, Coffee Shop and Purchase Intention
DAMPAK GUNCANGAN DAN KONTRIBUSI ANTARA ENERGI, EMISI KARBON TERHADAP PERTUMBUHAN PDB DI INDONESIA Abdillah, Khubbi; Siregar, Syahrituah; Sopiana, Yunita
Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jep.v11i2.2599

Abstract

ABSTRAKTingginya pertumbuhan ekonomi yang tidak diikuti dengan keseimbangan pelestarian lingkungan akan menyebabkan sebuah dilema pembangunan. PDB dapat mendorong adanya peningkatan standar hidup masyarakat, namun jika PDB yang disumbang dari sektor energi tidak dikelola secara baik akan menimbulkan kerusakan lingkungan akibat adanya peningkatan volume yang dihasilkan dari emisi kabon. Hal ini bertentangan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yang salah satu fokus utamanya mengangkat isu lingkungan dan konservasi sumber daya alam dengan memanfaatkan sumber energi terbarukan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dampak guncangan dan kontribusi antara energi, emisi karbon terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia tahun 1970-2024 menggunakan metode Structural Vector Autoregression (SVAR) dengan variabel kontrol pembentukan modal tetap bruto dan utang luar negeri sebagai sumber pembiayaan negara.  Hasil temuan menunjukkan guncangan PDB direspon positif oleh energi dan emisi karbon menuju titik keseimbangan secara melambat. Kontribusi terbesar PDB adalah emisi karbon, sedangkan energi dan emisi karbon memiliki kontribusi dengan pergerakan fluktuatif menurun. Untuk itu, diperlukan strategi kebijakan pembangunan energi terbarukan ramah lingkungan.ABSTRACTHigh economic growth that is not accompanied by a balance between environmental conservation will create a development dilemma. GDP can drive improvements in people's living standards, but if GDP contributed by the energy sector is not managed properly, it will cause environmental damage due to the increased volume of carbon emissions. This contradicts the goals of sustainable development, one of the main focuses of which is addressing environmental issues and natural resource conservation by utilizing renewable energy sources. The purpose of this study is to analyze the impact of shocks and the contribution of energy and carbon emissions to economic growth in Indonesia from 1970 to 2024 using the Structural Vector Autoregression (SVAR) method with control variables of gross fixed capital formation and foreign debt as sources of state financing. The findings show that energy and carbon emissions respond positively to GDP shocks, slowing towards equilibrium. The largest contribution to GDP is carbon emissions, while energy and carbon emissions contribute with fluctuating downward movements. Therefore, an environmentally friendly renewable energy development policy strategy is needed
PENGARUH EARNINGS MANAGEMENT DAN KEPEMILIKAN KELUARGA TERHADAP FINANCIAL DISTRESS: PERAN CORPORATE GOVERNANCE INDEX SEBAGAI MODERASI Mardianto, Mardianto; Christian, Natalis; Kartikasari, Cindy
Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jep.v11i2.2627

Abstract

ABSTRAKIsu financial distress menjadi semakin krusial dalam periode pasca-pandemi COVID-19, ketika sejumlah perusahaan menghadapi tekanan likuiditas yang tinggi, volatilitas pasar, serta ketidakpastian ekonomi yang berkepanjangan. Situasi tersebut menegaskan urgensi untuk menelaah faktor-faktor internal yang memengaruhi potensi kesulitan keuangan, khususnya terkait praktik earnings management dan efektivitas penerapan corporate governance. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Accrual Earnings Management (AEM), Real Earnings Management (REM), dan kepemilikan keluarga terhadap financial distress, dengan Corporate Governance Index (CGI) sebagai variabel moderasi. Sampel penelitian mencakup perusahaan publik non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2019–2023 sebanyak 377 perusahaan, dengan pendekatan kuantitatif menggunakan model Altman Z-Score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AEM, REM, dan kepemilikan keluarga berpengaruh signifikan terhadap financial distress. Selain itu, CGI terbukti memperkuat hubungan antara praktik earnings management dan kesulitan keuangan, yang mengindikasikan bahwa implementasi tata kelola perusahaan di Indonesia belum sepenuhnya optimal dalam menekan risiko financial distress.ABSTRACTThe issue of financial distress has become increasingly crucial in the post-COVID-19 pandemic period, when a number of companies are facing high liquidity pressures, market volatility, and prolonged economic uncertainty. This situation highlights the urgency of examining internal factors that influence potential financial difficulties, particularly those related to earnings management practices and the effectiveness of corporate governance implementation. This study aims to examine the influence of Accrual Earnings Management (AEM), Real Earnings Management (REM), and family ownership on financial distress, with the Corporate Governance Index (CGI) as a moderating variable. The research sample included 377 non-financial public companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the period 2019–2023, using a quantitative approach with the Altman Z-Score model. The results show that AEM, REM, and family ownership have a significant effect on financial distress. In addition, CGI is proven to strengthen the relationship between earnings management practices and financial difficulties, indicating that the implementation of corporate governance in Indonesia is not yet fully optimal in reducing the risk of financial distress.
MOTIF KECURANGAN LAPORAN KEUANGAN: PERAN GENDER CFO, KOMPLEKSITAS OPERASI, DAN PENGHARGAAN CEO Catherensia, Veronica; Ricky, Ricky
Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jep.v11i2.2591

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini didorong oleh meningkatnya kasus kecurangan laporan keuangan di sektor bahan baku Indonesia pasca pandemi, yang dipicu oleh tekanan pemulihan bisnis dan kompleksitas operasional yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh jenis kelamin CFO, kompleksitas operasional, dan penghargaan direksi terhadap kecurangan laporan keuangan di perusahaan bahan baku selama periode 2020-2024. Deteksi kecurangan dilakukan menggunakan model Beneish M-Score, dan data dianalisis menggunakan regresi logistik pada 320 observasi perusahaan-tahun. Hasil menunjukkan bahwa CFO perempuan cenderung memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk terlibat dalam kecurangan dibandingkan dengan CFO laki-laki. Sementara itu, kompleksitas operasional dan penghargaan direksi tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Temuan ini menyoroti pentingnya mempertimbangkan faktor gender dalam pencegahan dan pemantauan kecurangan laporan keuangan.ABSTRACTThis study is motivated by the increasing incidence of financial statement fraud in Indonesia’s basic materials sector after the pandemic, driven by business recovery pressures and high operational complexity. The purpose of this research is to examine the effect of CFO gender, operational complexity, and director awards on financial statement fraud among basic materials companies during the 2020-2024 period. Fraud detection was conducted using the Beneish M-Score model, and data were analyzed using logistic refression on 320 firm-year observations. The results indicate that female CFOs tend to have a higher likelihood of engaging in fraud compared to male CFOs. Meanwhile, operational complexity and director awards have no significant effect. These findings hightlight the importance of considering gender factors in the prevention and monitoring of financial statement fraud.
ANALISIS PENGARUH JUMLAH PENDUDUK, TINGKAT PENDIDIKAN DAN UPAH MINIMUM KABUPATEN TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA DI KABUPATEN PANDEGLANG Ningtias, Cantika Dwi Maharani; Marseto, Marseto; Utami, Anisa Fitria
Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jep.v11i2.2609

Abstract

ABSTRAKDi Indonesia, tantangan pengangguran masih menjadi persoalan serius, terutama di daerah dengan pertumbuhan penduduk tinggi dan keterbatasan lapangan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah penduduk, tingkat pendidikan, dan upah minimum kabupaten terhadap tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Pandeglang. Ketidaksesuaian antara keterampilan pencari kerja dengan kebutuhan dunia industri menyebabkan rendahnya tingkat penyerapan tenaga kerja formal. Sebagian besar tenaga kerja akhirnya hanya mampu terserap di sektor informal, yang cenderung tidak stabil dan berproduktivitas rendah. Faktor lain yang juga mempengaruhi adalah kebijakan Upah Minimum Kabupaten (UMK). Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda menggunakan data sekunder time series tahun 2010–2024 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Pandeglang. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah tingkat pengangguran terbuka, sedangkan variabel independennya adalah jumlah penduduk, tingkat pendidikan, dan upah minimum kabupaten. Nilai R² sebesar 0,943 menunjukkan bahwa model regresi mampu menjelaskan 94,3% variasi tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Pandeglang. Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah penduduk, tingkat pendidikan, dan upah minimum kabupaten berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka. Artinya, peningkatan jumlah penduduk, tingkat pendidikan, dan upah minimum cenderung mendorong kenaikan pengangguran terbuka karena tekanan pasar tenaga kerja semakin besar, keterampilan tenaga kerja tidak selalu sesuai kebutuhan lapangan kerja, serta kenaikan upah minimum dapat menekan perekrutan tenaga kerja baru.ABSTRACTIn Indonesia, unemployment remains a serious problem, especially in areas with high population growth and limited job opportunities. This study aims to analyze the effect of population size, education level, and district minimum wage on the open unemployment rate in Pandeglang District. The mismatch between job seekers' skills and industry needs has resulted in low formal employment rates. Most workers end up being absorbed only in the informal sector, which tends to be unstable and low in productivity. Another influencing factor is the District Minimum Wage (UMK) policy. The method used is a quantitative method with multiple linear regression analysis using secondary time series data from 2010 to 2024 obtained from the Pandeglang District Statistics Agency. The dependent variable in this study is the open unemployment rate, while the independent variables are population size, education level, and the county minimum wage. The R² value of 0.943 indicates that the regression model is able to explain 94.3% of the variation in the open unemployment rate in Pandeglang County. The analysis shows that the population size, education level, and minimum wage of a district have a positive and significant effect on the open unemployment rate. This means that an increase in population size, education level, and minimum wage tends to drive up open unemployment because labor market pressures increase, labor skills do not always match job requirements, and an increase in the minimum wage can discourage the recruitment of new workers.
PENGARUH HARGA BERAS, PRODUKSI BERAS DAN PERTUMBUHAN PENDUDUK TERHADAP IMPOR BERAS DI INDONESIA TAHUN 2015-2024 Putro, M Deni Cahyono; Aziz, Khalid Fauzi
Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jep.v11i2.2644

Abstract

ABSTRAKIndonesia adalah salah satu negara produsen beras terbesar di dunia, namun disisi lain Indonesia juga masih menjadi negara importir beras. Kegiatan impor beras jika diteruskan akan berdampak pada perekonomian dan kesejahteraan petani padi, hal ini disebabkan karena harga beras impor jauh lebih murah dari harga beras lokal.  Akibatnya membuat petani padi tidak dapat bersaing di pasar dan kesulitan menjual hasil panennya. Masyarakat pada umumnya memilih beras dengan harga yang lebih murah untuk memenuhi kebutuhannya. Meskipun impor beras dapat menjamin ketersediaan pangan dalam jangka pendek, namun ketergantungan berlebihan terhadap negara lain dapat mengancam stabilitas pangan dalam jangka panjang. Indonesia Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi impor beras di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan alat bantu Eviews 12. Data yang dipakai adalah data sekunder dengan sampel data time series. Populasi dan sampel dalam penelitian ini mencakup seluruh data impor beras Indonesia selama periode tahun 2015-2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; Secara parsial variabel harga beras (X1) dan jumlah penduduk (X3) berpengaruh signifikan terhadap impor beras (Y) di Indonesia. Sedangkan variabel produksi beras (X2) secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap impor beras (Y) di Indonesia. Variabel harga beras (X1), produksi beras (X2) dan jumlah penduduk (X3) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap impor beras (Y) di Indonesia tahun 2015-2024.ABSTRACTIndonesia is one of the world's largest rice producers, but on the other hand, Indonesia also remains a net rice importer. Continued rice imports will impact the economy and welfare of rice farmers, as imported rice is much cheaper than local rice. Consequently, rice farmers cannot compete in the market and have difficulty selling their crops. People generally choose lower-priced rice to meet their needs. Although rice imports can ensure short-term food availability, excessive dependence on other countries can threaten long-term food stability. Indonesia This study aims to determine the factors influencing rice imports in Indonesia. This is a quantitative descriptive study, using multiple regression analysis with Eviews 12 as the analytical method. The data used are secondary data with time series samples. The population and sample in this study include all Indonesian rice import data for the period 2015-2024. The results show that: Partially, the rice price (X1) and population (X3) variables have a significant effect on rice imports (Y) in Indonesia. Meanwhile, the rice production variable (X2) partially had no significant effect on rice imports (Y) in Indonesia. The rice price variable (X1), rice production (X2), and population (X3) simultaneously had a significant effect on rice imports (Y) in Indonesia from 2015 to 2024.
STRATEGI BRANDING DAN PENATAAN PRODUK DALAM MEMBANGUN CITRA TOKO KOSMETIK VALETTESHOP Yantini, Ni Wayan Dewi; Yanti, Ni Nyoman Suli Asmara
Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jep.v11i2.2669

Abstract

ABSTRAKPerkembangan industri kosmetik di Indonesia menunjukkan peningkatan pesat seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap penampilan dan perawatan diri. Persaingan yang semakin ketat menuntut setiap toko kosmetik untuk memiliki strategi branding dan penataan produk yang efektif dalam membangun citra positif di mata konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi branding yang diterapkan oleh ValetteShop Mataram, menelaah penataan produk dalam menciptakan daya tarik toko, serta mengkaji pengaruh keduanya terhadap pembentukan citra toko. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi visual. Informan terdiri dari kepala toko (Mbak Miss), karyawan, serta konsumen ValetteShop Mataram. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi branding ValetteShop menekankan pada konsistensi identitas merek melalui penggunaan elemen visual yang elegan, pelayanan yang ramah, serta komunikasi pemasaran yang membangun kepercayaan konsumen. Sementara itu, penataan produk dilakukan dengan konsep visual merchandising yang rapi, teratur, dan estetis, sehingga menciptakan kenyamanan serta pengalaman berbelanja yang menyenangkan. Sinergi antara strategi branding dan penataan produk terbukti memiliki hubungan positif terhadap citra toko, menjadikan ValetteShop dikenal sebagai toko kosmetik modern, profesional, dan berkelas di Mataram.ABSTRACTThe development of the cosmetic industry in Indonesia has grown rapidly along with increasing public awareness of appearance and self-care. The rising competition demands that every cosmetic store implement effective branding strategies and product arrangements to build a positive image in consumers’ minds. This study aims to analyze the branding strategy applied by ValetteShop Mataram, examine the product arrangement in creating store attractiveness, and identify the influence of both aspects on the store’s image. This research employs a descriptive qualitative method with data collected through in-depth interviews, direct observation, and visual documentation. The informants consist of the store manager (Ms. Miss), employees, and consumers of ValetteShop Mataram. Data were analyzed through the stages of data reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings show that ValetteShop’s branding strategy emphasizes brand identity consistency through elegant visual elements, friendly service, and persuasive marketing communication that foster consumer trust. Meanwhile, product arrangement is implemented through neat, organized, and aesthetic visual merchandising that creates comfort and a pleasant shopping experience. The synergy between branding strategy and product arrangement has has proven to have a positive impact on the store's image, making ValetteShop known as a modern, professional, and classy cosmetics store in Mataram.