cover
Contact Name
Arfan Amrin
Contact Email
Arfan Amrin
Phone
-
Journal Mail Official
jep@stiem.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo
ISSN : 23391529     EISSN : 2580524X     DOI : https://doi.org/10.35906/jep
Jurnal Ekonomi Pembangunan dengan nomor ISSN 2339-1529 (cetak) dan 2580-524X (online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan dua kali dalam setahun (Januari-Juni & Juli-Desember) oleh Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Palopo. Jurnal Ekonomi Pembangunan memuat artikel-artikel hasil penelitian di bidang Ekonomi Pembangunan (Perencanaan dan Analisis Pembangunan; dan Bisnis. Jurnal ini menerima penyerahan naskah dengan berbagai topik dan tidak terbatas pada perencanaan anggaran sektor publik; perencanaan pembangunan desa; analisis kebijakan publik dan regional; akuntansi; manajemen investasi; perbankan; manajemen keuangan; pajak daerah dan retribusi; serta bisnis dan hukum bisnis.
Arjuna Subject : -
Articles 231 Documents
ANALISIS BREAK EVEN POINT DALAM MENDORONG OPTIMALISASI LABA UMKM KULINER Sudirman, Sudirman; Nur, Muhammad; Usman, Usman; Ruslang T, Ruslang T
Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jep.v11i2.2597

Abstract

ABSTRAKAnalisis Break Even Point (BEP) memegang peranan penting dalam memastikan keberlanjutan usaha mikro, kecil, dan menengah di sektor kuliner. Tanpa pemahaman yang memadai terhadap BEP, pelaku usaha berisiko mengalami inefisiensi biaya, kesalahan dalam penetapan harga jual, dan ketidakmampuan memproyeksikan titik impas yang berdampak pada kerugian jangka panjang. Oleh karena itu, kemampuan menganalisis BEP menjadi dasar dalam perencanaan laba dan pengambilan keputusan strategis. Penelitian ini bertujuan mengkaji tingkat pemahaman pelaku usaha kuliner terhadap analisis BEP serta mengevaluasi dampak penerapannya dalam mengoptimalkan laba. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain one group pretest and posttest serta pendekatan korelasional. Penelitian dilakukan pada Rumah Makan A2 Palekko tahun 2025. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam tingkat pengetahuan pelaku UMKM setelah diberikan edukasi mengenai BEP, di mana 66,67% responden berada pada kategori tinggi. Biaya tetap terbesar tercatat pada komponen gaji karyawan sebesar Rp64.000.000, sedangkan biaya variabel terbesar berasal dari bahan baku sebesar Rp294.000.000. Berdasarkan perhitungan BEP, untuk memperoleh laba sebesar Rp12.000.000, penjualan minimum yang harus dicapai adalah 913unit nasi itik, 1.227 unit nasi ayam, dan 2.780 unit nasi ikan. Temuan ini menegaskan bahwa pemahaman dan penerapan analisis BEP berperan strategis dalam meningkatkan efisiensi operasional dan profitabilitas usaha kuliner.ABSTRACTBreak Even Point (BEP) analysis plays a crucial role in ensuring the sustainability of micro, small, and medium enterprises in the culinary sector. Without a proper understanding of BEP, businesses risk cost inefficiencies, pricing errors, and the inability to project break-even points, which can lead to long-term losses. Therefore, the ability to analyze BEP is fundamental to profit planning and strategic decision-making. This study aims to assess the level of understanding of BEP analysis among culinary businesses and evaluate the impact of its implementation on profit optimization. The research method used was a quasi-experimental approach with a one-group pretest and posttest design and a correlational approach. The study was conducted at the A2 Palekko Restaurant in 2025. The results showed a significant increase in the level of knowledge of MSMEs after being educated about BEP, with 66.67% of respondents in the high category. The largest fixed cost was recorded in the employee salary component of IDR 64,000,000, while the largest variable cost came from raw materials of IDR 294,000,000. Based on the BEP calculation, to obtain a profit of IDR 12,000,000, the minimum sales that must be achieved are 913 units of duck rice, 1,227 units of chicken rice, and 2,780 units of fish rice. These findings confirm that understanding and implementing BEP analysis plays a strategic role in increasing operational efficiency and profitability of culinary businesses.
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA NPL DAN BOPO TERHADAP ROA PADA BPR DI KOTA TANGERANG PROVINSI BANTEN Aminudin, Aam; Supeno, Wangsit
Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jep.v11i2.2598

Abstract

ABSTRAKBPR sebagai lembaga keuangan bank pada akhir-akhir ini cukup banyak yang menghadapi hambatan dalam kinerja operasionalnya sehingga berdampak pada menurunnya tingkat kesehatan bank dan memburuknya kinerja keuangan yang menjadi penyebab beberapa BPR dilikuidasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. Berkaitan dengan hal tersebut, BPR akan dapat terus beroperasi jika memiliki kinerja keuangan dan manajemen yang sehat, efisien serta memiliki kemampuan profitabilitas yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Kinerja keuangan yang sehat meliputi aktivitas penyaluran kredit dengan rasio Non Performing Loan (NPL) yang sehat sehingga dapat beroperasi secara efisien agar mampu meningkatkan profitabilitas yang diukur dengan rasio Return On Assets. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana kondisi perkembangan kinerja keuangan BPR yang diteliti menggunakan rasio NPL, BOPO dan ROA selama tahun 2022-2024 pada enam BPR yang memiliki total aset di atas 70 Miliar dengan wilayah operasional di Kota Tangerang Provinsi Banten. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kuantitatif non statistik dengan menggunakan data sekunder bersumber dari laporan keuangan publikasi diunduh dari website Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pengolahan data keuangan dalam penelitian ini memakai metode analisa rasio keuangan dengan pendekatan trend. Hasil analisis dan pembahasan penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja kredit bermasalah selama empat tahun yang diukur dengan rasio Non Performing Loan telah melampaui standar industri yang sehat kecuali BPR Magga Jaya Utama dan BPR Rifi Maligi. Pada tahun 2024 BPR Hariarta Sedana dan BPR Dana Niaga dinilai tidak efisien dalam operasionalnya sehingga rasio BOPO menunjukkan tidak sehat dan rasio ROA kedua BPR tersebut negatif.   ABSTRACTRecently, many rural banks (BPR) have faced obstacles in their operational performance, resulting in a decline in bank health and worsening financial performance, which has led to the liquidation of several BPRs by the Financial Services Authority. In this regard, BPRs will be able to continue operating if they have sound and efficient financial and management performance and their profitability continues to increase from year to year. Sound financial performance includes lending activities with a healthy Non-Performing Loan (NPL) ratio so that they can operate efficiently in order to increase profitability as measured by the Return On Assets ratio. This study aims to determine the extent of the development of the financial performance of the BPRs studied using the NPL, BOPO, and ROA ratios during 2022-2024 in six BPRs with total assets above 70 billion in the operational area of Tangerang City, Banten Province. This study applies a non-statistical quantitative descriptive method using secondary data sourced from financial reports published on the Financial Services Authority (OJK) website. Financial data processing in this study uses the financial ratio analysis method with a trend approach. The results of the analysis and discussion of this study show that the performance of non-performing loans over four years, as measured by the Non-Performing Loan ratio, has exceeded healthy industry standards, except for BPR Magga Jaya Utama and BPR Rifi Maligi. In 2024, BPR Hariarta Sedana and BPR Dana Niaga were assessed as inefficient in their operations, resulting in unhealthy BOPO ratios and negative ROA ratios for both BPRs.
PEMBERDAYAAN EKONOMI KREATIF DAN KEWIRAUSAHAAN MELALUI MODAL SOSIAL DAN PERILAKU KONSUMEN DI KABUPATEN ENREKANG Potton, Zainal; Zarina, Zarina; Juliani, Juliani; Subhan, Nurul Azima
Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jep.v11i2.2633

Abstract

ABSTRAK Ekonomi kreatif di Kabupaten Enrekang memiliki potensi besar namun belum berkembang optimal akibat lemahnya pemanfaatan modal sosial dan pemahaman perilaku konsumen. Kedua faktor ini penting karena dapat memperkuat kolaborasi, akses modal, dan loyalitas konsumen yang mendorong pemberdayaan ekonomi kreatif secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebijakan dan strategi pemerintah daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif dan kewirausahaan berkelanjutan di Kabupaten Enrekang, dengan fokus pada peran modal sosial dan perilaku konsumen. Menggunakan metode campuran (mixed methods), data dikumpulkan melalui survei, wawancara, dan analisis statistik menggunakan SPSS.Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal social berupa kepercayaan, jaringan, norma, dan hubungan timbal balik memperkuat kolaborasi antar pelaku usaha dan mempermudah akses terhadap modal, informasi, serta pelatihan. Perilaku konsumen, yang dipengaruhi faktor keluarga, ekonomi, dan pemanfaatan teknologi digital, turut mendorong minat berwirausaha, memperluas pasar, dan meningkatkan loyalitas konsumen, dengan promosi sebagai faktor dominan. Secara statistik, modal sosial dan perilaku konsumen berpengaruh signifikan sebesar 54% terhadap pemberdayaan ekonomi kreatif, sementara sisanya dipengaruhi kebijakan, akses modal, dan inovasi digital. Pemerintah daerah berperan melalui pelatihan, pendampingan, penguatan jejaring komunitas, serta pengembangan potensi lokal berbasis kearifan lokal (kopi arabika, beras lokal, dan olahan dangke) guna menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang kompetitif dan berkelanjutan. ABSTRACTThe creative economy in Enrekang Regency holds great potential but has not yet developed optimally due to the limited utilization of social capital and understanding of consumer behavior. These two factors are crucial as they strengthen collaboration, improve access to capital, and enhance consumer loyalty, thereby promoting sustainable creative economy empowerment. This study aims to analyze the policies and strategies implemented by the local government in supporting the growth of the creative economy and sustainable entrepreneurship in Enrekang Regency, focusing on the role of social capital and consumer behavior. Using a mixed methods approach, data were collected through surveys, in-depth interviews, and statistical analysis with SPSS. The findings show that social capital in the form of trust, networks, norms, and reciprocal relationships strengthens collaboration among creative entrepreneurs, facilitating access to capital, information, and training. Consumer behavior, influenced by family and economic motivation as well as the increasing use of digital technology and e-commerce, contributes to greater entrepreneurial interest, market expansion, and consumer loyalty, with promotion being a more dominant factor than price. Statistical analysis indicates that social capital and consumer behavior have a significant influence (54%) on the empowerment of the creative economy, while the remaining variance is explained by factors such as policy, access to finance, and digital innovation. The local government focuses on training, mentoring, community network strengthening, and the development of local wisdom-based potentials such as Arabica coffee, local rice, and dangke products to build a competitive and sustainable creative economy ecosystem
PENGARUH SOCIAL MEDIA MARKETING TERHADAP BRAND LOYALTY PADA SEPATU OLAHRAGA DI INDONESIA: PERAN MEDIASI CONSUMER BRAND ENGAGEMENT, BRAND AWARENESS, DAN SELF-BRAND CONNECTION Hidayat, Ripaldi Krisnanta; Kurniawati, Kurniawati
Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jep.v11i2.2645

Abstract

ABSTRAK Pertumbuhan pesat industri sepatu olahraga di Indonesia serta meningkatnya intensitas persaingan antar merek, baik global maupun lokal, menimbulkan kebutuhan bagi merek lokal untuk memahami efektivitas social media marketing dalam membangun loyalitas merek agar mampu bersaing secara berkelanjutan. Namun, mekanisme bagaimana strategi ini berkontribusi terhadap pembentukan loyalitas belum sepenuhnya jelas. Penelitian ini menguji pengaruh pemasaran media sosial terhadap loyalitas merek dengan memasukkan consumer brand engagement, brand awareness, dan self-brand connection sebagai variabel mediasi. Menggunakan pendekatan kuantitatif, data diperoleh dari 269 pengguna media sosial aktif melalui survei online dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) AMOS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran media sosial tidak berpengaruh langsung terhadap loyalitas merek, tetapi memiliki pengaruh positif signifikan terhadap ketiga variabel mediasi. Selain itu, ditemukan mekanisme mediasi penuh, di mana keterlibatan konsumen, kesadaran merek, dan hubungan merek diri menjadi faktor yang menjembatani pengaruh pemasaran media sosial terhadap loyalitas merek. Temuan ini menegaskan bahwa pemasaran media sosial membentuk loyalitas secara tidak langsung melalui penguatan aspek psikologis konsumen. Secara praktis, penelitian ini menekankan pentingnya strategi pemasaran media sosial yang berfokus pada pembangunan hubungan emosional dan pengalaman merek yang lebih mendalam guna mendorong loyalitas konsumen secara berkelanjutan.ABSTRACTThis study examines the complex relationship between social media marketing and brand loyalty in Indonesia's sports shoe industry, investigating the mediating roles of consumer brand engagement brand awareness, and self-brand connection. Using a quantitative approach, data were collected from 269 active social media users through an online survey and analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with AMOS. The findings reveal a critical insight: while social media marketing fails to exhibit a significant direct effect on brand loyalty, it strongly and positively influences consumer brand engagement, brand awareness, and self-brand connection. Importantly, a full mediation mechanism was identified, where these three psychological constructs completely mediate the social media marketing loyalty relationship. This indicates that social media marketing builds loyalty only indirectly by fostering engagement, enhancing awareness, and creating personal brand connections. This research offers a significant theoretical contribution by challenging conventional assumptions about direct social media marketing effects and unveiling a complete mediation model in an emerging market context. For practitioners, these findings provide crucial strategic guidance, emphasizing a paradigm shift from transactional social media marketing activities toward building meaningful psychological connections with consumers through interactive content and community building
PERAN MEDIASI TRUST DALAM PENGARUH SOCIAL PRESENCE DAN INTERACTIVITY TERHADAP PURCHASE INTENTION PADA LIVE STREAMING COMMERCE Muhammad Ilham Supriyanto; Kurniawati Kurniawati; Renny Risqiyani
Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jep.v12i1.2832

Abstract

ABSTRAKLive streaming commerce telah mengubah cara berbelanja online dengan memungkinkan interaksi secara real-time antara penjual dan konsumen. Namun, meskipun tingkat keterlibatan selama sesi live streaming tinggi, konversi dari penonton menjadi pembeli masih relatif rendah. Penelitian ini mengkaji bagaimana social presence dan interactivity mempengaruhi purchase intention konsumen dalam live streaming shopping, dengan trust sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan kerangka Stimulus–Organism–Response (S–O–R). Penelitian ini menggunakan desain kausal kuantitatif dengan data survei dari 234 responden yang pernah menonton live streaming shopping dalam tiga bulan terakhir. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan AMOS. Hasil penelitian menunjukkan social presence dan interactivity berpengaruh positif terhadap trust dan purchase intention. interactivity memiliki pengaruh paling kuat terhadap trust, yang menekankan pentingnya komunikasi yang responsif serta keterlibatan secara real-time. trust juga secara signifikan memediasi hubungan antara social presence, interactivity, dan purchase intention. Temuan ini menunjukkan bahwa platform live streaming dan para streamer perlu memprioritaskan strategi komunikasi yang interaktif, transparan, dan mampu membangun keterlibatan sosial untuk memperkuat kepercayaan konsumen serta meningkatkan konversi pembelian dalam lingkungan perdagangan digital secara lebih efektif dan berkelanjutan.ABSTRACTLive streaming commerce has transformed online shopping by enabling real-time interactions between sellers and consumers. However, despite high engagement levels during live streaming sessions, the conversion of viewers into buyers remains relatively low. This study examines how social presence and interactivity influence consumers' purchase intentions in live streaming shopping, with trust serving as a mediating variable. The study adopts the Stimulus–Organism–Response (S–O–R) framework and employs a quantitative causal research design, based on survey data from 234 respondents who had watched live streaming shopping within the past three months. The data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with AMOS. The results indicate that social presence and interactivity positively affect trust and purchase intention. Interactivity has the strongest influence on trust, highlighting the importance of responsive communication and real-time engagement. Trust also significantly mediates the relationship between social presence, interactivity, and purchase intention. These findings suggest that live streaming platforms and streamers should prioritize interactive, transparent communication strategies that foster social engagement to strengthen consumer trust and enhance purchase conversion in digital commerce more effectively and sustainably
KOMPETENSI DAN LINGKUNGAN KERJA DALAM UPAYA MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN Ramanda Ibnu Nugraha; Noveria Susijawati; Sunimah Sunimah
Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jep.v12i1.2816

Abstract

A B S T R A KTingginya tuntutan target penyelesaian produksi di industri manufaktur furnitur mengharuskan perusahaan untuk mengoptimalkan kinerja karyawannya. Meskipun standar kompetensi teknis telah terpenuhi, fenomena fluktuasi kinerja tetap terjadi, yang menunjukkan bahwa faktor lingkungan kerja memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan kinerja karyawan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kompetensi dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT Lentera Ciper Design (produsen furnitur rotan) di Kabupaten Cirebon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi sekaligus sampel jenuh sebanyak 68 karyawan. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa kompetensi dan lingkungan kerja secara parsial maupun simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Secara spesifik, kompetensi ditemukan memiliki pengaruh yang lebih dominan dibandingkan lingkungan kerja. Model regresi yang digunakan terbukti efektif dalam menjelaskan sebagian besar variasi kinerja. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kompetensi secara berkelanjutan serta pembenahan lingkungan kerja fisik dan psikologis sejalan dengan indikasi masalah di lapangan seperti kebisingan dan suhu ruangan sebagai strategi utama peningkatan kinerja.A B S T R A C TThe high demands of production completion targets in the furniture manufacturing industry require companies to optimize employee performance. Although technical competency standards have been met, fluctuations in performance continue to occur, indicating that work environment factors have a significant influence on improving employee performance. This study aims to analyze the influence of competencies and the work environment on employee performance at PT Lentera Ciper Design (a rattan furniture manufacturer) in Cirebon Regency. This study uses a quantitative approach with a saturated sample of 68 employees. Data were collected through a Likert scale questionnaire and analyzed using multiple linear regression. The analysis results show that both competence and work environment, partially and simultaneously, have a positive and significant effect on employee performance. Specifically, competence was found to have a more dominant influence than the work environment. The regression model used proved effective in explaining most of the performance variations. These findings confirm the importance of sustainable competency strengthening and the improvement of the physical and psychological work environment in line with field indications such as noise and room temperature as the main strategy for improving performance.
ANALISIS KINERJA BISNIS: STUDI PADA STARTUP BISNIS DIGITAL Fendy Cuandra; Raymond Gautama Putra; Listia Nurjanah; Lily Purwianti; Stefhani Susanto
Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jep.v12i1.2780

Abstract

ABSTRAKDi era yang didorong oleh teknologi saat ini, perusahaan semakin dituntut untuk mentransformasi model bisnis mereka agar tetap kompetitif. Perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut perusahaan untuk mentransformasi model bisnisnya melalui integrasi teknologi digital, peningkatan kapabilitas pembelajaran organisasi, orientasi pasar yang responsif, serta inovasi berkelanjutan guna menciptakan keunggulan kompetitif dan meningkatkan kinerja bisnis. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja bisnis startup digital dengan fokus pada kemampuan belajar, orientasi pasar, kemampuan teknologi dan kemampuan inovasi. Pendekatan kuantitatif digunakan, dengan menggunakan sampel individu yang familiar dengan perusahaan rintisan di Kota Batam yang telah beroperasi setidaknya selama lima tahun dan memiliki struktur organisasi formal yang mendukung inovasi dan pengembangan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan belajar, orientasi pasar, dan teknologi berpengaruh signifikan terhadap kinerja produk dan bisnis. Kemampuan belajar dan orientasi pasar juga secara langsung memengaruhi kinerja bisnis, sedangkan kemampuan inovasi dan kemampuan teknologi tidak menunjukkan pengaruh langsung yang signifikan. Kinerja produk terbukti memediasi hubungan antara kemampuan teknologi, kemampuan belajar, dan orientasi pasar terhadap kinerja bisnis, tetapi tidak terhadap kemampuan inovasi. Secara keseluruhan, hasil penelitian menyoroti peran penting kemampuan belajar, orientasi pasar, dan kemampuan teknologi dalam meningkatkan kinerja produk dan bisnis.ABSTRACTIn today's technology-driven era, companies are increasingly required to transform their business models to remain competitive. Rapid technological advancements force companies to be more adaptive within the business ecosystem to survive in an increasingly competitive market. This study aims to identify factors that influence business performance. A quantitative approach was employed, using a sample of individuals familiar with startups in Batam City that have been operating for at least five years and have a formal organizational structure that supports innovation and product development. The results show that learning ability, market orientation, and technological capability have a significant positive influence on product performance, which in turn impacts business performance. Learning ability and market orientation also directly influence business performance, while innovation ability and technological capability do not show a significant direct influence. Product performance is shown to mediate the relationship between technological capability, learning ability, and market orientation on business performance, but not on innovation ability. Overall, the results highlight the important role of learning ability, market orientation, and technological capability in improving product and business performance
STRATEGI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK MENDUKUNG PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (STUDI KASUS DI BAPPERIDA BULUKUMBA) Nur Azizah S; Diah Retno Dwi Hastuti; Sri Astuty
Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jep.v12i1.2763

Abstract

ABSTRAKBapperida Kabupaten Bulukumba memiliki peran strategis dalam menyusun arah pembangunan daerah melalui perencanaan berbasis data dan koordinasi lintas sektor. Organisasi menghadapi keterbatasan jumlah dan kapasitas sumber daya manusia yang memengaruhi efektivitas pelaksanaan fungsi perencanaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengembangan sumber daya manusia dalam mendukung perencanaan pembangunan daerah secara optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis SWOT untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang memengaruhi pengembangan SDM di Bapperida Bulukumba. Analisis dilakukan melalui identifikasi faktor internal organisasi yang mencakup kompetensi pegawai, dukungan pimpinan, dan sistem kerja, serta faktor eksternal yang mencakup kebijakan pemerintah, teknologi informasi, dan dukungan kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa organisasi memiliki kekuatan pada pemahaman pegawai dan dukungan pimpinan, namun menghadapi kelemahan pada keterbatasan jumlah pegawai, ketimpangan kompetensi, serta pemanfaatan teknologi yang belum optimal. Organisasi memiliki peluang pada dukungan kebijakan dan teknologi, namun menghadapi ancaman berupa dinamika regulasi dan keterbatasan pelatihan. Strategi pengembangan SDM difokuskan pada peningkatan kapasitas melalui pelatihan berbasis kebutuhan, pemanfaatan teknologi digital, dan penguatan kolaborasi lintas bidang. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa model pengembangan SDM berbasis kebutuhan organisasi serta implikasi praktis dalam meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan daerah yang efektif, terintegrasi, dan berbasis data.ABSTRACTBadan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPERINDA) Bulukumba plays a strategic role in shaping regional development direction through data-driven planning and cross-sector coordination. The organization faces limitations in the number and capacity of human resources, which impact the effectiveness of its planning function. This study aims to analyze human resource development strategies to optimally support regional development planning. This study uses a quantitative approach with the SWOT analysis method to evaluate the strengths, weaknesses, opportunities, and threats that influence human resource development at Bulukumba Bapperida. The analysis was conducted by identifying internal organizational factors including employee competency, leadership support, and work systems, as well as external factors including government policies, information technology, and institutional support. The results show that the organization has strengths in employee understanding and leadership support, but faces weaknesses in employee limitations, competency gaps, and suboptimal technology utilization. The organization has opportunities in policy and technology support, but faces threats in the form of regulatory dynamics and limited training. The human resource development strategy focuses on capacity building through needs-based training, digital technology utilization, and strengthening cross-sector collaboration. This study contributes to the organization's needs-based human resource development model and practical implications for improving the quality of effective, integrated, and data-driven regional development planning.
GREENWASHING DAN KINERJA KEUANGAN: PERAN MODERASI LIPUTAN MEDIA DI BURSA EFEK INDONESIA Uli Hidayati; Diah Hari Suryaningrum
Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jep.v12i1.2857

Abstract

ABSTRAKPraktik greenwashing, yakni ketika perusahaan mengkomunikasikan kinerja lingkungan melebihi praktik aktualnya, semakin meluas seiring meningkatnya tuntutan keberlanjutan dari pemangku kepentingan. Meski demikian, dampak finansial greenwashing serta peran moderasi liputan media masih relatif jarang diuji secara empiris, khususnya di pasar modal berkembang yang dicirikan oleh asimetri informasi tinggi dan penegakan regulasi ESG yang belum memadai. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh greenwashing terhadap kinerja keuangan dan peran liputan media sebagai moderator. Regresi data panel dilakukan pada 31 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Greenwashing diukur menggunakan greenwashing index, kinerja keuangan diproksikan dengan return on assets, dan liputan media dioperasionalkan menggunakan Janis-Fadner coefficient. Hasil menunjukkan bahwa greenwashing berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan, sementara liputan media tidak terbukti memoderasi hubungan tersebut. Temuan ini mengindikasikan bahwa greenwashing yang tidak terdeteksi masih berfungsi sebagai sinyal legitimasi yang efektif dalam meningkatkan kinerja keuangan perusahaanABSTRACTGreenwashing, whereby companies communicate environmental performance beyond their actual practices, has grown alongside rising stakeholder demands for sustainability. The financial ramifications of greenwashing and the mediating influence of media coverage are still empirically underexamined, especially in emerging capital markets marked by significant information asymmetry and inadequate ESG regulatory enforcement. This study examines the impact of greenwashing on financial performance and assesses whether media coverage moderates this relationship. Panel data regression was performed on 31 companies listed on the Indonesia Stock Exchange from 2020 to 2024. Greenwashing was measured using a greenwashing index, financial performance was proxied by return on assets, and media coverage was operationalized using the Janis-Fadner coefficient. Results indicate that greenwashing positively affects financial performance, while media coverage does not moderate this relationship. These findings suggest that undetected greenwashing still serves as an effective signal of legitimacy in improving a company’s financial performance
PENGARUH PEMBIAYAAN MODAL KERJA DAN KEMAMPUAN MANAJERIAL TERHADAP PENDAPATAN UMKM ANGGOTA KSP RAHAYU KRIAN Aisyah Brillianta; Dian Fahriani; Chairil Anwar; Achmad Wicaksono
Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jep.v12i1.2858

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembiayaan modal kerja dan kemampuan manajerial dalam meningkatkan pendapatan UMKM. Permasalahan yang dihadapi umumnya berkaitan dengan keterbatasan modal usaha serta kemampuan pengelolaan usaha yang belum optimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh pembiayaan modal kerja dan kemampuan manajerial terhadap pendapatan UMKM Anggota KSP Rahayu Krian. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik pengambilan sampel mengunakan purposive sampling dengan sampel sebanyak 131 responden yang merupakan anggota UMKM KSP Rahayu Krian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiayaan modal kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan UMKM. Kemampuan manajerial juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan UMKM. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap pendapatan usaha UMKM. Implikasi dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa KSP Rahayu Krian perlu meningkatkan akses yang mudah, cepat, dan sesuai dengan kebutuhan pelaku UMKM.ABSTRACTThis study was motivated by the importance of working capital financing and managerial competence in increasing the revenue of MSMEs. The problems faced generally relate to limited business capital and suboptimal business management capabilities. The objective of this study is to determine how working capital financing and managerial competence affect the revenue of MSMEs that are members of the Rahayu Krian Credit Union. This study employs a quantitative method. The sampling technique used purposive sampling with a sample of 131 respondents who are SME members of KSP Rahayu Krian. The results show that working capital financing has a positive and significant effect on SME revenue. Managerial capabilities also have a positive and significant effect on SME revenue. Simultaneously, both variables have a significant effect on SME business revenue. The implications of these findings suggest that KSP Rahayu Krian needs to improve access to financing that is easy, fast, and tailored to the needs of SME operators.