cover
Contact Name
Miftakhul Jannah
Contact Email
miftakhuljannah@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jptt@unesa.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Surabaya Lidah Wetan Surabaya 60213 Jawa Timur - Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
ISSN : 20871708     EISSN : 25979035     DOI : https://doi.org/10.26740/jptt.v13n1
JPTT: Jurnal Psikologi Teori dan Terapan accepts manuscript research results in the fields of educational psychology, developmental psychology, clinical psychology, social psychology, industrial & organizational psychology, but not limited to: Personality and Learning Learning Interventions Teaching Strategies Education of Children with Special Needs Education of Gifted Children Counselling in Education Development of Children, Adolescents, Adults, and the Elderly Developmental Problems Parenting Strategies Quality of Life Personality Disorder Behaviour Modification Counselling and Psychotherapy Psychosis Disorders Psychological Intervention Social Transformation Social Intervention Employee Engagement Aggressive Behavior Prosocial Behavior Group Conformity Customer Satisfaction Organizational Leadership Organizational Commitment Work Motivation Work Stress
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2020)" : 10 Documents clear
PERAN HARGA DIRI TERHADAP FEAR OF MISSING OUT PADA REMAJA PENGGUNA SITUS JEJARING SOSIAL Siddik, Satria; Mafaza, Mafaza; Sembiring, Lala Septiyani
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v10n2.p127-138

Abstract

Adolescents with fear of missing out  are afraid that others might be having rewarding experience that they are not aware of it so that they fail to control themselves from staying connected with others primarily through social networking sites (SNS). One of the factors causing this is self-esteem.The aim of this study is to examine the role of self-esteem on fear of missing out (FoMO) among adolescents who are using SNS. A total of 349 adolescents were recruited for this study using non-probability sampling technique. Data were collected using Fear of Missing Out Scale and Self-Liking/Self-Competence Scale-Revised. Simple linear regression was used analyzed the data. The study found that self-esteem can predict FoMO and contributes in affecting the changes in FoMO among participants of the study.Keywords: Fear of missing out, self-esteem, Social Networking sites Abstrak. Remaja yang mengalami Fear of Missing Out (FoMO) merasa takut akan tertinggal momen berharga yang dilakukan orang lain jika ia tidak terus mengikuti apa yang dilakukan mereka. Akibatnya remaja seperti ini tidak mampu menahan diri dari keinginan untuk terus terhubung dengan orang lain terutama melalui situs jejaring sosial atau Social Networking Sites (SNS). Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai penyebab salah satunya harga diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji peran harga diri terhadap FoMO pada remaja yang menggunakan situs jejaring sosial. Data diperoleh dari sampel sebanyak 349 remaja yang direkrut menggunakan teknik nonprobability sampling. Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data adalah skala Fear of Missing Out dan Self-Liking/Self-Competence Scale-Revised. Data dianalisis menggunakan metode regresi linear sederhana. Hasil penelitian menemukan bahwa harga diri berperan signifikan terhadap kondisi FoMO pada subjek penelitian.
PENYESUAIAN SOSIAL BERDASARKAN ADVERSITY QUOTIENT PADA MAHASISWA RANTAU Dara, Yuliezar Perwira; Dewi, Sayidah Hilmi; Faizah, Faizah; Rahma, Ulifa
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v10n2.p139-149

Abstract

The purpose of this study was to determine the role of the adversity quotient on social adjustment among students who are migrating from their home regions to the Malang City, East Java, for studying at universities. The sample was 164 students who are in the first year of their studies. Data were collected using Adversity Response Profile (ARP) and Student Adaptation to College Questionnaire (SACQ) and are analyzed using simple linear regression. The result showed that there is positive correlation between adversity quotient and social adjustment among the participants. It can be concluded from this study that the participants? adversity quotient can affect their social adjustment. The increase of adversity quotient will predict better social adjustment.Keywords: Adversity quotient, migrating students, social adjustment.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran adversity quotient pada mahasiswa luar kota dalam membentuk penyesuaian sosial. Subjek penelitian adalah 164 mahasiswa perantauan yang menjalani studi mereka pada tahun pertama di Malang, Jawa Timur. Pengumpulan data dilakukan melalui skala Adversity Response Profile (ARP) dan Student Adaptation to College Questionnaire (SACQ). Data dianalisis menggunakan teknik analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif antara adversity quotient dengan penyesuaian sosial pada mahasiswa rantau yang sedang kuliah pada tahun pertamanya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa adversity quotient pada partisipan dapat mempengaruhi kemampuan penyesuaian sosial mereka. Peningkatan adversity quotient  dapat memprediksi penyesuaian sosial yang lebih baik.
PERAN KEPERCAYAAN DIRI DAN KEMAMPUAN MULTITASKING TERHADAP READINESS TO CHANGE PADA MAHASISWA Budiani, Meita Santi; Mulyana, Olievia Prabandini; Puspitadewi, Ni Wayan Sukmawati
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v10n2.p150-162

Abstract

This study aims to determine the relationship between self-confidence and multitasking abilities with readiness to change among students. This study used a quantitative correlational method. The total number of 30 members of Psychology Student Association in Universitas Negeri Surabaya was recruited. Data were collected using three instruments, namely self-confidence, multitasking ability, and readiness to change scales. Data were analyzed using a multiple linear regression technique with the help of SPSS 24.0 for windows program. The statistical analysis results showed that the hypothesis of this study is approved. It can be concluded that there is a positive relationship of self-confidence and multitasking ability with readiness to change among subjects.Keywords: Self-confidence, multitasking ability, readiness to change, students. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan diri dan kemampuan multitasking dengan readiness to change pada mahasiswa.  Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif korelasional. Seluruh 30 mahasiswa pengurus Himpunan Mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Surabaya direkrut secara purposif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala kepercayaan diri dan kemampuan multitasking dengan readiness to change. Analisis data yang digunakan adalah teknik regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS 24.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan hipotesis penelitian ini diterima. Studi ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan yang bersifat positif antara kepercayaan diri dan kemampuan multitasking dengan readiness to change pada subjek.
PARENTS AS TEACHERS: THE INFLUENCE OF INTERNAL AND EXTERNAL FACTORS ON PARENTING STYLE DIFFERENCES Salim, Rose Mini Agoes; Safitri, Shahnaz
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v10n2.p95-104

Abstract

Research on the relationship between parents and children consistently shows that parents play a major role in developing the child's personality and skills. The influence of parents on children, among others, took place through parenting style. In the Indonesian context, teachers had also been viewed as an authority whose role was similar to parents in educating children, considering students spent a remarkable amount of time learning together with teachers at school. Based on this reason, this study explored whether the parenting styles adopted by teachers as parents at their homes were related to the parenting styles they applied to students at school. We also examined the extent to which gender and education levels influenced parenting. Using accidental sampling, this study was conducted on 501 teachers from five cities in Indonesia using the Parenting Style Scale. The analysis showed that there was a positive relationship between the teacher's parenting styles at home and school. Furthermore, gender was a significant factor in distinguishing one dimension of parenting style, in contrast to the level of education. Further analysis found that domicile influenced parenting behavior, which indicated the role of culture in parenting practices.Abstrak: Riset terkait hubungan orangtua dan anak secara konsisten menunjukkan bahwa orangtua berperan besar dalam mengembangkan kepribadian dan keterampilan anak. Pengaruh orangtua terhadap anak antara lain berlangsung melalui pola asuh yang diterapkan. Pada konteks Indonesia, guru juga dipandang sebagai pihak otoritas layaknya orangtua untuk mendidik anak, khususnya mengingat siswa menghabiskan waktu yang cukup lama untuk belajar bersama dengan guru di sekolah. Untuk itu, penelitian ini menelusuri apakah pola pengasuhan yang diadopsi oleh guru sebagai orangtua berkaitan dengan pola pengasuhan yang diterapkan pada siswa di sekolah. Lebih lanjut, ditelusuri pula seberapa jauh atribut demografi berupa gender dan tingkat pendidikan mempengaruhi pola asuh. Menggunakan teknik aksidental sampling, penelitian ini dilakukan pada 501 guru dari lima kota di Indonesia menggunakan Skala Pola Asuh dalam bentuk kuesioner cetak. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan positif antara gaya pengasuhan guru di rumah dan di sekolah. Lebih lanjut, gender menjadi faktor yang signifikan membedakan pola asuh pada salah satu dimensi pengasuhan, sementara tidak demikian dengan tingkat pendidikan. Analisis lanjutan juga menemukan bahwa tempat tinggal memengaruhi perilaku pengasuhan, yang  mengindikasikan peran budaya di dalam praktik pengasuhan.Kata kunci: Gaya pengasuhan, guru, keluarga
ANALISIS BEBAN KERJA DAN STRES TRAUMATIK PADA ANGGOTA POLISI UNIT KRIMINAL Supriyadi, Tugimin; Hutahaean, Erik Saut H; Adetya, Sandra; Anifah, Anifah
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v10n2.p105-113

Abstract

The police officers working at the crime units often face a heavy workload due to the uncertainty of their work hours and the difficult situations they should deal with during their duties in solving criminal cases. This can cause them being prone to experience stress due to their exposure to situations that can cause trauma. This study aims to analyze the workload and traumatic stress in police officers serving in the crime units. Subjects involved in this study were 73 officers from eight crime divisions. All subjects were male and are serving their duties in Jakarta. Data were collected using a survey method and analyzed using correlation and a simple linear regression tests. The result shows that most subjects have  workload and stress levels in the medium category. The correlation test shows that there is a positive relationship between workload and traumatic among subjects, while the simple linear regression test shows that workload has a significant contribution in predicting the participants? traumatic stress. This result confirms previous studies which conclude that the workload experienced by police officers impacts on their stress.   Keywords: Workload, traumatic stress, police officersAbstrak: Anggota kepolisian yang bertugas di bagian unit kriminal sering menghadapi beban kerja yang berat karena harus mengalami ketidakpastian jam kerja dan situasi sulit yang tidak jarang melampaui ambang batas mereka ketika menyelesaikan kasus-kasus kriminal. Hal ini dapat berimplikasi pada kemungkinan terpaparnya para personel polisi dengan situasi traumatik. Hal tersebut menyebabkan polisi yang bertugas di bagian ini rawan mengalami stres. Penelitian ini bertujuan untuk menguji beban kerja dan stres traumatik pada anggota kepolisian yang bertugas di unit kriminal. Subjek yang terlibat berjumlah 73 orang berasal dari delapan divisi kriminal. Semua subjek berjenis kelamin laki-laki dan bertugas di Jakarta. Data dikumpulkan menggunakan metode survei dengan menyebarkan angket dan dianalisis menggunakan uji korelasi dan uji regresi linier sederhana. Hasil menunjukkan rata-rata subjek memiliki beban kerja dan tingkat stres dalam kategori sedang. Hasil uji korelasi menunjukkan terdapat hubungan yang positif antara beban kerja dan stres traumatik pada subjek, sedangkan hasil uji regresi linier sederhana menunjukkan bahwa beban kerja berkontribusi secara signifikan terhadap stres traumatik subjek. Hasil penelitian ini mengonfirmasi penelitian sebelumnya yang menyimpulkan bahwa beban kerja anggota berdampak pada stres yang dialami.
Peran Kepercayaan Diri dan Kemampuan Multitasking terhadap Readiness to Change pada Mahasiswa Budiani, Meita Santi; Mulyana, Olievia Prabandini; Puspitadewi, Ni Wayan Sukmawati
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v10n2.p150-162

Abstract

This study aims to determine the relationship between self-confidence and multitasking abilities with readiness to change among students. This study used a quantitative correlational method. The total number of 30 members of Psychology Student Association in Universitas Negeri Surabaya was recruited. Data were collected using three instruments, namely self-confidence, multitasking ability, and readiness to change scales. Data were analyzed using a multiple linear regression technique with the help of SPSS 24.0 for windows program. The statistical analysis results showed that the hypothesis of this study is approved. It can be concluded that there is a positive relationship of self-confidence and multitasking ability with readiness to change among subjects.Keywords: Self-confidence, multitasking ability, readiness to change, students. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan diri dan kemampuan multitasking dengan readiness to change pada mahasiswa.  Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif korelasional. Seluruh 30 mahasiswa pengurus Himpunan Mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Surabaya direkrut secara purposif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala kepercayaan diri dan kemampuan multitasking dengan readiness to change. Analisis data yang digunakan adalah teknik regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS 24.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan hipotesis penelitian ini diterima. Studi ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan yang bersifat positif antara kepercayaan diri dan kemampuan multitasking dengan readiness to change pada subjek.
Parents as Teachers: The Influence of Internal and External Factors on Parenting Style Differences Salim, Rose Mini Agoes; Safitri, Shahnaz
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v10n2.p95-104

Abstract

Research on the relationship between parents and children consistently shows that parents play a major role in developing the child's personality and skills. The influence of parents on children, among others, took place through parenting style. In the Indonesian context, teachers had also been viewed as an authority whose role was similar to parents in educating children, considering students spent a remarkable amount of time learning together with teachers at school. Based on this reason, this study explored whether the parenting styles adopted by teachers as parents at their homes were related to the parenting styles they applied to students at school. We also examined the extent to which gender and education levels influenced parenting. Using accidental sampling, this study was conducted on 501 teachers from five cities in Indonesia using the Parenting Style Scale. The analysis showed that there was a positive relationship between the teacher's parenting styles at home and school. Furthermore, gender was a significant factor in distinguishing one dimension of parenting style, in contrast to the level of education. Further analysis found that domicile influenced parenting behavior, which indicated the role of culture in parenting practices.Abstrak: Riset terkait hubungan orangtua dan anak secara konsisten menunjukkan bahwa orangtua berperan besar dalam mengembangkan kepribadian dan keterampilan anak. Pengaruh orangtua terhadap anak antara lain berlangsung melalui pola asuh yang diterapkan. Pada konteks Indonesia, guru juga dipandang sebagai pihak otoritas layaknya orangtua untuk mendidik anak, khususnya mengingat siswa menghabiskan waktu yang cukup lama untuk belajar bersama dengan guru di sekolah. Untuk itu, penelitian ini menelusuri apakah pola pengasuhan yang diadopsi oleh guru sebagai orangtua berkaitan dengan pola pengasuhan yang diterapkan pada siswa di sekolah. Lebih lanjut, ditelusuri pula seberapa jauh atribut demografi berupa gender dan tingkat pendidikan mempengaruhi pola asuh. Menggunakan teknik aksidental sampling, penelitian ini dilakukan pada 501 guru dari lima kota di Indonesia menggunakan Skala Pola Asuh dalam bentuk kuesioner cetak. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan positif antara gaya pengasuhan guru di rumah dan di sekolah. Lebih lanjut, gender menjadi faktor yang signifikan membedakan pola asuh pada salah satu dimensi pengasuhan, sementara tidak demikian dengan tingkat pendidikan. Analisis lanjutan juga menemukan bahwa tempat tinggal memengaruhi perilaku pengasuhan, yang  mengindikasikan peran budaya di dalam praktik pengasuhan.Kata kunci: Gaya pengasuhan, guru, keluarga
Penyesuaian Sosial Berdasarkan Adversity Quotient pada Mahasiswa Rantau Dara, Yuliezar Perwira; Dewi, Sayidah Hilmi; Faizah, Faizah; Rahma, Ulifa
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v10n2.p139-149

Abstract

The purpose of this study was to determine the role of the adversity quotient on social adjustment among students who are migrating from their home regions to the Malang City, East Java, for studying at universities. The sample was 164 students who are in the first year of their studies. Data were collected using Adversity Response Profile (ARP) and Student Adaptation to College Questionnaire (SACQ) and are analyzed using simple linear regression. The result showed that there is positive correlation between adversity quotient and social adjustment among the participants. It can be concluded from this study that the participants’ adversity quotient can affect their social adjustment. The increase of adversity quotient will predict better social adjustment.Keywords: Adversity quotient, migrating students, social adjustment.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran adversity quotient pada mahasiswa luar kota dalam membentuk penyesuaian sosial. Subjek penelitian adalah 164 mahasiswa perantauan yang menjalani studi mereka pada tahun pertama di Malang, Jawa Timur. Pengumpulan data dilakukan melalui skala Adversity Response Profile (ARP) dan Student Adaptation to College Questionnaire (SACQ). Data dianalisis menggunakan teknik analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif antara adversity quotient dengan penyesuaian sosial pada mahasiswa rantau yang sedang kuliah pada tahun pertamanya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa adversity quotient pada partisipan dapat mempengaruhi kemampuan penyesuaian sosial mereka. Peningkatan adversity quotient  dapat memprediksi penyesuaian sosial yang lebih baik.
Analisis Beban Kerja dan Stres Traumatik pada Anggota Polisi Unit Kriminal Supriyadi, Tugimin; Hutahaean, Erik Saut H; Adetya, Sandra; Anifah, Anifah
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v10n2.p105-113

Abstract

The police officers working at the crime units often face a heavy workload due to the uncertainty of their work hours and the difficult situations they should deal with during their duties in solving criminal cases. This can cause them being prone to experience stress due to their exposure to situations that can cause trauma. This study aims to analyze the workload and traumatic stress in police officers serving in the crime units. Subjects involved in this study were 73 officers from eight crime divisions. All subjects were male and are serving their duties in Jakarta. Data were collected using a survey method and analyzed using correlation and a simple linear regression tests. The result shows that most subjects have  workload and stress levels in the medium category. The correlation test shows that there is a positive relationship between workload and traumatic among subjects, while the simple linear regression test shows that workload has a significant contribution in predicting the participants’ traumatic stress. This result confirms previous studies which conclude that the workload experienced by police officers impacts on their stress.   Keywords: Workload, traumatic stress, police officersAbstrak: Anggota kepolisian yang bertugas di bagian unit kriminal sering menghadapi beban kerja yang berat karena harus mengalami ketidakpastian jam kerja dan situasi sulit yang tidak jarang melampaui ambang batas mereka ketika menyelesaikan kasus-kasus kriminal. Hal ini dapat berimplikasi pada kemungkinan terpaparnya para personel polisi dengan situasi traumatik. Hal tersebut menyebabkan polisi yang bertugas di bagian ini rawan mengalami stres. Penelitian ini bertujuan untuk menguji beban kerja dan stres traumatik pada anggota kepolisian yang bertugas di unit kriminal. Subjek yang terlibat berjumlah 73 orang berasal dari delapan divisi kriminal. Semua subjek berjenis kelamin laki-laki dan bertugas di Jakarta. Data dikumpulkan menggunakan metode survei dengan menyebarkan angket dan dianalisis menggunakan uji korelasi dan uji regresi linier sederhana. Hasil menunjukkan rata-rata subjek memiliki beban kerja dan tingkat stres dalam kategori sedang. Hasil uji korelasi menunjukkan terdapat hubungan yang positif antara beban kerja dan stres traumatik pada subjek, sedangkan hasil uji regresi linier sederhana menunjukkan bahwa beban kerja berkontribusi secara signifikan terhadap stres traumatik subjek. Hasil penelitian ini mengonfirmasi penelitian sebelumnya yang menyimpulkan bahwa beban kerja anggota berdampak pada stres yang dialami.
Peran Harga Diri terhadap Fear of Missing Out pada Remaja Pengguna Situs Jejaring Sosial Siddik, Satria; Mafaza, Mafaza; Sembiring, Lala Septiyani
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v10n2.p127-138

Abstract

Adolescents with fear of missing out  are afraid that others might be having rewarding experience that they are not aware of it so that they fail to control themselves from staying connected with others primarily through social networking sites (SNS). One of the factors causing this is self-esteem.The aim of this study is to examine the role of self-esteem on fear of missing out (FoMO) among adolescents who are using SNS. A total of 349 adolescents were recruited for this study using non-probability sampling technique. Data were collected using Fear of Missing Out Scale and Self-Liking/Self-Competence Scale-Revised. Simple linear regression was used analyzed the data. The study found that self-esteem can predict FoMO and contributes in affecting the changes in FoMO among participants of the study.Keywords: Fear of missing out, self-esteem, Social Networking sites Abstrak. Remaja yang mengalami Fear of Missing Out (FoMO) merasa takut akan tertinggal momen berharga yang dilakukan orang lain jika ia tidak terus mengikuti apa yang dilakukan mereka. Akibatnya remaja seperti ini tidak mampu menahan diri dari keinginan untuk terus terhubung dengan orang lain terutama melalui situs jejaring sosial atau Social Networking Sites (SNS). Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai penyebab salah satunya harga diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji peran harga diri terhadap FoMO pada remaja yang menggunakan situs jejaring sosial. Data diperoleh dari sampel sebanyak 349 remaja yang direkrut menggunakan teknik nonprobability sampling. Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data adalah skala Fear of Missing Out dan Self-Liking/Self-Competence Scale-Revised. Data dianalisis menggunakan metode regresi linear sederhana. Hasil penelitian menemukan bahwa harga diri berperan signifikan terhadap kondisi FoMO pada subjek penelitian.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2020 2020


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 02 (2024): Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 01 (2024): Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 03 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 03 (2023): Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 11, No 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol. 11 No. 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol. 12 No. 1 (2021) Vol 11, No 2 (2021) Vol. 11 No. 2 (2021) Vol 11, No 1 (2020) Vol. 11 No. 1 (2020) Vol. 10 No. 2 (2020) Vol 10, No 2 (2020) Vol 10, No 1 (2019) Vol. 10 No. 1 (2019) Vol 9, No 2 (2019) Vol. 9 No. 2 (2019) Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan More Issue