cover
Contact Name
Miftakhul Jannah
Contact Email
miftakhuljannah@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jptt@unesa.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Surabaya Lidah Wetan Surabaya 60213 Jawa Timur - Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
ISSN : 20871708     EISSN : 25979035     DOI : https://doi.org/10.26740/jptt.v13n1
JPTT: Jurnal Psikologi Teori dan Terapan accepts manuscript research results in the fields of educational psychology, developmental psychology, clinical psychology, social psychology, industrial & organizational psychology, but not limited to: Personality and Learning Learning Interventions Teaching Strategies Education of Children with Special Needs Education of Gifted Children Counselling in Education Development of Children, Adolescents, Adults, and the Elderly Developmental Problems Parenting Strategies Quality of Life Personality Disorder Behaviour Modification Counselling and Psychotherapy Psychosis Disorders Psychological Intervention Social Transformation Social Intervention Employee Engagement Aggressive Behavior Prosocial Behavior Group Conformity Customer Satisfaction Organizational Leadership Organizational Commitment Work Motivation Work Stress
Articles 531 Documents
Motivasi Berprestasi dengan Stres Kerja Pada Guru Taman Kanak-Kanak Nafiah, Maulinda Nur; Laksmiwati, Hermien
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the correlation between achievement motivation and working stress on kindergarten teachers in Sooko Subdistrict, Mojokerto Regency, East Java. The subjects were 53 kindergarten teachers who are the  members of Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI). Data collected using achievement motivation and working stress scales and analyzed using product moment correlation. The result shows that the coefficient correlation is  -0,672 in the level of significant of 0,000 (p≤0,05). It means that there is significant negative correlation between achievement motivation and working stress. The result indicates that the higher achievement motivation correlates with  the lower working stress. The achievement motivation gives 67,2% contribution in affecting working stress, while the rest 32,8% were contributed by other factors. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi berprestasi dengan stres kerja pada guru Taman Kanak-Kanak di Kecamatan Sooko. Subjek penelitian ini adalah 53 guru Taman Kanak-Kanak anggota Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI). Penelitian ini menggunakan instrumen skala motivasi berprestasi dan skala stres kerja yang dianalisis menggunakan korelasi product moment. Hasil analisis menunjukkan koefisien korelasi sebesar -0,672 pada level signifikansi 0,000 (p≤0,05). Hasil ini menunjukkan adanya korelasi negatif yang signifikan antara motivasi berprestasi dan stres kerja. Semakin tinggi motivasi berprestasi, maka akan semakin rendah stres kerja. Motivasi berprestasi memberikan kontribusi sebesar 67,2% pada stres kerja, dimana 32,8% dikontribusikan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA IKLIM ORGANISASI DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA KARYAWAN DI PERUSAHAAN X Hartanto, Erlinda Wongso; Kurniawan, Jimmy Ellya
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Subjective well being (SWB) is one of important thing in human’s life because it may correlate with higher productivity and a good social relationship. SWB is individual’s evaluation of their experience for the whole picture or each domain of life including their satisfaction and feeling. For adult, work domain take most of the time each day. That is why situation at work might affect their evaluation. Evaluation at working situation called organizational climate. The aim of this paper is to investigate the correlation between organizational climate and subjective well being among employees. This study utilized quantitative approach with correlational design. Total number of the subject was 63 employees from X company who were selected using  population cluster sampling technique. Data collection tool was adapted from LSOCQ, SWLS and SPANE. Result showed that there was a positive correlation between organizational climate and subjective well-being among X company’s employees (r = 0.623, p = 0.000; r = 0.434, p = 0.000). Finding showed that employee who work in a good organization climate have a good subjective well-being. Finding also show that gender, age, income, status and education were believed to have a correlation with SWB on employees.Abstrak: Subjective well being (SWB) adalah hal penting yang ingin dicapai dalam kehidupan karena dapat meningkatkan produktivitas dan hubungan sosial yang baik. SWB merupakan evaluasi kepuasan dan afeksi individu terhadap pengalaman hidup mereka baik secara keseluruhan maupun per domain kehidupan. Domain yang memakan waktu paling banyak dalam kehidupan manusia dewasa adalah domain kerja. Evaluasi individu terhadap domain pekerjaannya disebut iklim organisasi. Oleh karena itu diduga bahwa iklim organisasi dapat mempengaruhi tingkat SWB karyawan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara iklim organisasi dengan SWB karyawan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasian. Subjek terdiri dari 63 karyawan perusahaan X dan dipilih menggunakan cluster sampling. Alat ukur iklim organisasi menggunakan LSOCQ sementara SWB menggunakan SWLS dan SPANE. Hasil menunjukan ada korelasi positif antara iklim organisasi dengan SWB (r = 0.623, p = 0.000 ; r = 0.434, p= 0.000). semakin baik iklim di suatu organisasi maka semakin tinggi SWB karyawan dan begitu sebaliknya.
Kebermaknaan Hidup Survivor Kanker Payudara Setelah Mastektomi Pratiwi, Ni Luh Handriani; Budiani, Meita Santi
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Life meaning has an important role for one’s life including for breast cancer survivors.  Breast cancer is a disease which people, especially women, fear the most. The suffer they feel are not only when they get first diagnosis but also when they must accept that they will lose the most important part of their body through a mastectomy. It causes both physical and psychological impacts for the survivor. This study aimed to know the meaning of life of breast cancer survivor who had a mastectomy. The phenomenological qualitative approach was employed. Data collected using semi-structured intervies and analyzed using IPA (Interpretative Phenomenological Analysis). This study reveals five major themes. The first theme concerns about  the response towards cancer diagnosis. The sample of this study shows the response such as denial, desperation, acception, even submission. The second theme is about the psychological impacts of breast cancerand mastectomy. The third theme is the positive and negative perception from the survivors towards the death. The negative respond was about a fear and the positive one was a readiness to face death. The fourth theme discusses the ways participants use to deal with the cancer. Then, the last theme is about the meaning of participants’ life.Abstrak: Kebermaknaan hidup merupakan hal yang sangat berperan penting dalam kehidupan seseorang termasuk para penderita kanker payudara. Kanker payudara merupakan penyakit yang paling ditakuti oleh sebagain besar orang, khususnya perempuan. Penderitaan yang mereka tidak hanya saat menerima vonis tetapi mereka harus menerima bahwa salah satu bagian penting tubuh mereka akan lenyap lewat operasi mastektomi. Mastektomi adalah operasi pengangkatan payudara. Hal tersebut menimbulkan masalah fisik dan psikologis pada diri survivor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebermakaan hidup survivor kanker payudara yang mengalami mastektomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis. Pengambilan data menggunakan teknik wawancara semi terstruktur. Data penelitian ini kemudian dianalisis menggunakan teknik IPA (Interpretative Phenomenological Analysis). Hasil penelitian menunjukkan lima tema besar. Tema pertama yakni respon terhadap vonis kanker. Partisipan pada penelitian ini menunjukkan respon penolakan, putus asa, dan menerima & pasrah. Tema kedua yakni dampak psikologis vonis kanker payudara. Pada partisipan dampak yang ditimbulkan vonis kanker yaitu kecemasan. Tema ketiga persepsi terhadap kematian. Muncul dua sikap terhadap kematian pada partisipan yaitu negatif berupa rasa takut dan positif siap menghadapi kematian. Tema keempat cara menghadapi penyakit, dan tema kelima yaitu memaknai kehidupan yang terdiri sub tema yaitu arti kehidupan dan makna hidup.
HUBUNGAN ANTARA SIBLING RIVALRY DENGAN STRES PADA ANAK Yanuari, Tenny; Rahmasari, Diana
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aimed intent on testing corelation between sibling rivalries stress on children at SD Muhammadiyah 15 Surabaya. Work hypothesis that proposed is there is significant corelation between sibling rivalries with stress on children. Researcher using sample as big as 34 students from SD Muhammadiyah 15 Surabaya, that chosen using purposive sampling. Namely with children criterion that aged 10-12 year on fifth grade and have sibling. This research applying quantitative correlation method. There are two scale that applied on this research, namely sibling rivalry and stress. Data collection method done by applying Likert scale. Instrument validity obtained by using content validity technique with assist from professional judgment. Data analysis technique that used on this research is Pearson product moment correlation analysis test. The instrument reliability test done by using alpha Cronbach reliability. From the result of sibling rivalry reliability scale test, obtained score as big as 0.935. It means that the score of measure is very reliable. And stress scale, obtained score as big as 0.925 that means the sore is very reliable. Based on the data analysis test that done by using product moment correlation by using signification rate 1%, it find out that sibling rivalry  have significant relation with stress for children as big as 0.000 and the direction of relation as big as 0.778. So there is corelation between sibling rivalries with stress on children.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara sibling rivalry dengan tingkat stres pada anak di SD Muhammadiyah 15 Surabaya. Hipotesis kerja yang diajukan adalah ada hubungan yang signifikan antara sibling rivalry dengan stres pada anak. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 34 murid SD Muhammadiyah 15 Surabaya, yang dipilih menggunakan purposive sampling dengan kriteria anak yang berusia 10-12 tahun, duduk di kelas 5 dan mempunyai saudara kandung. Terdapat dua skala yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu skala sibling rivalry dan skala stres yang disusun dengan menggunakan skala Likert. Validitas alat ukur diperoleh dengan menggunakan teknik validitas isi dengan bantuan profesional judgement. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah uji analisis korelasi product moment Pearson. Pengujian reliabilitas instrumen dilakukan dengan menggunakan reliabilitas alpha cronbach’s. Uji reliabilitas skala sibling rivalry, mendapatkan hasil sebesar 0,935, sedangkan skala stres sebesar 0,925, yang berarti keduanya sangat reliabel. Berdasarkan uji analisis data yang dilakukan dengan menggunakan korelasi product moment dan dengan menggunakan taraf signifikansi 1%, maka diketahui bahwa sibling rivalry mempunyi hubungan yang signifikan dengan tingkat stres pada anak dengan besar korelasi sebesar 0,778. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara sibling rivalry dengan stres pada anak.
FENOMENA BODY DISSATISFACTION PADA PEREMPUAN ANGGOTA FITNESS CENTRE Yuanita, Happy; Sukamto, Monique Elizabeth
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Body dissatisfaction is a negative evaluation of the body that occurs due to the difference between the real body size and shape and the ideal one. Many women are dissatisfied with their body shape, which can be caused by the physical changes in each developmental stages and the prevailing beauty standard. One criteria of a beautiful woman is slim body. Body Mass Index (BMI) is the most common standard to evaluate one’s body weight. One effort many women do to achieve the ideal body shape and weight is to exercise in fitness centre. This study was aimed to evaluate the differences in body dissatisfaction among women who were members of fitness centre in terms of the developmental stages and level of obesity. Subjects were 150 women who became a member of fitness centre "X". Researchers used Body Shape Questionnaire (BSQ) to measure the level of body dissatisfaction. The results of this study showed that there was a difference of body dissatisfaction among women who were members of fitness centre “X” in terms of developmental stages (chi square= 34.799, sig.= .000 (< .05)) and level of obesity (chi square= 32.134, sig.= .000 (< .05)). Highest level of body dissatisfaction was experienced by adolescent subjects, whereas the lowest one by middle adulthood subjects. Moreover, it was also found that subjects with obesity I and overweight experienced the highest level of body dissatisfaction.Abstrak: Body dissatisfaction adalah evaluasi negatif terhadap tubuh yang terjadi karena adanya perbedaan antara ukuran dan bentuk tubuh yang dimiliki saat ini dengan ukuran dan bentuk tubuh yang ideal. Banyak perempuan yang merasa tidak puas terhadap bentuk tubuh yang mereka miliki yang dapat disebabkan oleh perubahan fisik pada setiap tahap perkembangan dan standar kecantikan yang berlaku. Salah satu kriteria dari perempuan yang dianggap cantik adalah perempuan yang langsing. Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan standar yang paling umum untuk menilai berat badan seseorang. Salah satu usaha yang dilakukan banyak perempuan untuk mendapatkan bentuk tubuh dan berat badan yang ideal adalah berolahraga di fitness centre. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan body dissatisfaction pada perempuan anggota fitness centre ditinjau dari tingkat kegemukan dan tahapan perkembangan. Subjek penelitian adalah 150 perempuan yang menjadi anggota di pusat kebugaran ”X”. Peneliti menggunakan Body Shape Questionnaire (BSQ) untuk mengukur tingkat body dissatisfaction. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan body dissatisfaction pada perempuan anggota fitness centre ditinjau dari tahapan perkembangan (chi square= 34.799, sig.= .000 (< .05)) dan tingkat kegemukan (chi square= 32.134, sig.= .000 (< .05)). Body dissatisfaction tertinggi dialami oleh subjek penelitian remaja dan terendah oleh dewasa madya. Selain itu, ditemukan juga bahwa body dissatisfaction tertinggi dialami oleh subjek dengan tingkat kegemukan obesitas I dan overweight. 
Kepercayaan Diri dan Kemandirian Belajar Pada Siswa SMA Negeri “X” Pratiwi, Iffa Dian; Laksmiwati, Hermien
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was aimed to examine the correlation between self confidence and learning independency among senior high school students. This research was a quantitative study which involved all student of class XI social science major (ilmu pengetahuan sosial/IPS) in SMA Negeri 1 Porong with the total number of 88 students. The instrument used to collect data were self confidence and independent learning scales. Data were analyzed using Pearson’s product moment. The result shows that the coefficient correlation is 0,683 (r=0,683) in the significant level of  0,000 (p=0,000). The result means that there is correlation between self confidence and learning independency in which the relation between both variables is unidirectional. So, the higher the self confidence student have, the higher their learning independency would be and vice versa.Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji hubungan antara kepercayaan diri dengan kemandirian belajar pada siswa XI IPS SMA Negeri 1 Porong. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 88 siswa di SMA Negeri 1 sehingga disebut penelitian populasi, karena jumlah subjek penelitian dibawah 100. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala kepercayaan diri dan skala kemandirian belajar. Analisis data menggunakan product moment. Hasil analisis data menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,683  (r=0,683) dengan taraf signifikan 0,000 (p=0,000) artinya terdapat hubungan antara variabel kepercayaan diri dengan kemandirian belajar dimana hubungan antar variabel adalah searah. Oleh karena itu, semakin tinggi kepercayaan diri yang dimiliki siswa, maka semakin tinggi pula kemandirian belajarnya, dan sebaliknya.
Hubungan antara Tingkat Religiusitas dengan Kemampuan dalam Mengatasi Stres (Coping Stress) Darmawanti, Ira
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examined the relationship between religiosity and coping stress among participants who joined a religious community. The level of stress was controlled.  Seventy nine participants whose age ranged from 21 to 28 involved in the study. Data were analysed using Pearson’s Product Moment and resulted r = 0.6344 and p < 0,001 in the level of significance 5%. The study found that higher level of religiosity was related with the better coping stress strategy, thus, it can be concluded that the higher the level of the religiosity among participants the more likely that they would be better in coping stress.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada korelasi yang positif antara tingkat religiusitas dengan coping stres dengan mengendalikan tingkat stres. Variabel yang dikaji dalam penelitian ini adalah variabel tingkat religiusitas sebagai variabel bebas, variabel coping stres sebagai variabel terikat. Populasi dalam penelitian ini adalah anggota kelompok pengajian di Surabaya berjumlah 95 orang dengan sampel sebanyak 79 orang. Teknik analisis yang digunakan adalah korelasi Product Moment dari Pearson. Berdasarkan hasil analisis data, untuk uji satu ekor dan taraf signifikansi 5% diperoleh r = 0,6344 dengan p < 0,001 yang berarti dengan mengendalikan tingkat stres, semakin tinggi tingkat religiusitas seseorang, semakin baik pula coping stresnya.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DAN KEBERMAKNAAN HIDUP PADA PENYANDANG TUNA Hayyu, Amanda; Mulyana, Olievia Prabandini
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

People with hearing impairment commonly are facing social ninteraction problems, which may affect their life and how they perceived their life’s meaning. Therefore, people with hearing impairment often needs social support to overcome hinders in their life. This research used quantitative research method. The purpose of this research is to test the correlation between social support and life’s meaning on people with hearing impairment in Persatuan Tuna Rungu Indonesia (The Indonesian Union of Hearing Impairment) Surabaya Branch. Social support and life’s meaning scales were given to 50 respondents as research subject, which was using Purposive sampling technique. Data were analyzed using Product Moment Pearson correlation technique. Based on data analysis, it is found that the correlation coefficient is 0,477 with significance value of 0,000 (<0,05). It can be concluded from the result that there is a positive relation between social support and life’s meaning of people with hearing impairments.Abstrak: Penyandang tuna rungu memiliki hambatan dalam melakukan interaksi sosial yang dapat mempengaruhi hidup mereka dan bagaimana mereka memaknai hidup. Oleh karena itu penyandang tuna rungu membutuhkan dukungan sosial untuk mengatasi hambatan yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Tujuan penelitian ini untuk menguji hubungan antara dukungan sosial dengan kebermaknaan hidup pada penyandang tuna rungu di komunitas Persatuan Tuna Rungu Indonesia (Perturi) Surabaya. Skala dukungan sosial dan skala kebermaknaan hidup dibagikan ke 50 orang subjek penelitian yang didapatkan dengan teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi Product Moment Pearson. Hasil analisis data menunjukkan koefisien korelasi memiliki nilai 0,477 dengan signifikasi sebesar  0,000 (<0,05). Hal ini menunjukkan adanya hubungan positif antara dukungan sosial dan kebermaknaan hidup pada tuna rungu.
Hidup Dengan Leukemia: Studi Fenomenologi Remaja Penderita Leukemia Suryani, Adelia Eka; Syafiq, Muhammad
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leuchaemia becomes one of the most deadly disease for children and teenagers. This study was aimed to reveal the experience of teenagers suffering leuchaemia. Five teenagers suffering leuchaemia were purposively recruited for this study. Phenomenological approach was used. Data collected using semi-structured interviews and analyzed using interpretative phenomenological analysis. The result reveals three major themes. The first theme is the first experience of being diagnosed as a leuchaemia sufferer. It explains how participants respond to medical diagnoses as leuchaemia sufferer. The second theme is the psychological effects of leuchaemia, and  the third theme is the strategies used by participants to cope with problems imposed by leuchaemia they suffered. While all participants were rather similar in responding the leuchaemia diagnosis such as denial, sadness, and fear, they experienced different effects of their illness psychologically. Most participants perceived the effects of their illness negatively; however, there are some participants eventually get the positive meanings of their illness. All participants employ intrapersonal and interpersonal strategies in dealing with the difficulties caused by their illness and its effects.Abstrak: Leukemia merupakan salah satu jenis penyakit kanker yang sering diidap anak dan remaja. Penelitian ini berusaha mengungkap pengalaman hidup remaja penderita leukemia. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan kualitatif fenomenologis dengan analisis fenomenologis interpretatif. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah lima orang yang diperoleh dari teknik purposif sampling. Data dikumpulkan menggunakan wawancara semi terstruktur. Hasil penelitian ini berhasil mengungkap tiga tema utama. Tema pertama ialah pengalaman awal mengetahui dan divonis leukemia. Tema kedua ialah dampak psikologis yang ditimbulkan dari leukemia. Tema terakhir ialah strategi untuk bertahan dan menghadapi leukemia. Hampir seluruh partisipan merespon diagnosis penyakit mereka dalam cara serupa yaitu terdiam sedih, menyangkal, dan rasa takut. Namun ada perbedaan dalam mengalami efek leukemia yang mereka derita. Umumnya mayoritas partisipan memaknai akibat penyakitnya dalam cara yang negatif, namun beberapa partisipan pada akhirnya dapat memperoleh makna yang lebih positif dari penyakit yang mereka derita. Namun demikian, semua partisipan menunjukkan kecenderungan untuk menangani secara aktif kesulitan yang diakibatkan oleh leukemia yang mereka derita dengan menggunakan strategi intrapersonal maupun interpersonal.
Harga Diri dan Religiusitas dengan Resiliensi Pada Remaja Madura Berdasarkan Konteks Sosial Budaya Madura Rahmasari, Diana; Jannah, Miftakhul; Puspitadewi, Ni Wayan Sukmawati
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Madurese known by the sense of self-esteem "typical" as "“ajina abha”" as well as a strong religiosity and synonymous with Islam. Needed to strengthen the resilience of youth in the face of obstacles or problems. This study is a preliminary study aimed to examine the dynamics of the relationship between self-esteem and religiosity with resilience in adolescents. This research is using quantitative methods. Quantitative methods are used to examine the relationship between self-esteem and religiosity with resilience. The results showed that there is a relationship between self-esteem and religiosity with resilience in adolescents Madura with a value of 0.01. Self-esteem and religiosity together to give effect to the resilience of 16.9%. This means that 83.1% of resilience in adolescents Madura is influenced by other variables. Esteem gives greater influence with significant value 0,311. While religiosity effect of 0.264. It can be concluded that self-esteem and religiosity have an influence on adolescents resilience in Madura.

Page 2 of 54 | Total Record : 531


Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 02 (2024): Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 01 (2024): Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 03 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 03 (2023): Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 11, No 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol. 11 No. 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol. 12 No. 1 (2021) Vol 11, No 2 (2021) Vol. 11 No. 2 (2021) Vol 11, No 1 (2020) Vol. 11 No. 1 (2020) Vol. 10 No. 2 (2020) Vol 10, No 2 (2020) Vol. 10 No. 1 (2019) Vol 10, No 1 (2019) Vol. 9 No. 2 (2019) Vol 9, No 2 (2019) Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan More Issue