cover
Contact Name
Miftakhul Jannah
Contact Email
miftakhuljannah@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jptt@unesa.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Surabaya Lidah Wetan Surabaya 60213 Jawa Timur - Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
ISSN : 20871708     EISSN : 25979035     DOI : https://doi.org/10.26740/jptt.v13n1
JPTT: Jurnal Psikologi Teori dan Terapan accepts manuscript research results in the fields of educational psychology, developmental psychology, clinical psychology, social psychology, industrial & organizational psychology, but not limited to: Personality and Learning Learning Interventions Teaching Strategies Education of Children with Special Needs Education of Gifted Children Counselling in Education Development of Children, Adolescents, Adults, and the Elderly Developmental Problems Parenting Strategies Quality of Life Personality Disorder Behaviour Modification Counselling and Psychotherapy Psychosis Disorders Psychological Intervention Social Transformation Social Intervention Employee Engagement Aggressive Behavior Prosocial Behavior Group Conformity Customer Satisfaction Organizational Leadership Organizational Commitment Work Motivation Work Stress
Articles 531 Documents
Gender dan Perilaku Memilih: Sebuah Kajian Psikologi Politik Rahmaturrizqi Rahmaturrizqi; Choirun Nisa; Fathul Lubabin Nuqul
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.939 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v3n1.p49-57

Abstract

There are interesting developments of political psychology, particularly in the effort of women in politics arena. Until the mid-year 2007, at least 82 women were recorded following the elections in 232 provincial-level regions and districts level. Out of the above, 26 women (30.76%) registered as a candidate for the leader of region and  57 women (69.24%), registered as a deputy leader of the region, although  only eight women who are successfully elected as the leader of region and 11 elected as deputy leaders of regional  (Arifin, 2008). With direct elections as happened today, making the candidates should follow the "interest" of voters. Efforts to understand the voters behavior, feelings and thinking do not always easy. The old ways by making a donation of material deemed not affect voters more powerful. One possible solution is the assessment needs of the voter. To fulfill voters needs is not always easy because there are differences of character between communities, genders and individuals that influence their voting behavior. The study involved 90 students (45 women and 45 men). Data were collected from participants responses to scenarios about election for leader of region (bupati). All participants chose male or female candidates as a leader, or not vote at all. Each participants was asked to give a reason for their alternative answer to the scenarios. Data were analysed using qualitative thematic analysis and cross tabulation.  The results showed that the number of subjects who choose a man as a leader was 68 people or 75.56%, and only 12 subjects or 13.33% who chose women as a leader. Subjects who abstained were 11 people or 11.11%. The results showed that women's voting behavior, are more likely to choose a man as a leader. From various reasons posed by participants, this study concluded that the tendency was caused by the participants beliefs, including womens beliefs, that men are more entitled and deserved to be a leader than women.Abstrak: Ada perkembangan menarik dari psikologi politik, terutama dalam upaya perempuan untuk bersaing dalam arena politik. Sampai pertengahan tahun 2007, sedikitnya 82 perempuan tercatat mengikuti pemilihan di 232 daerah tingkat provinsi dan tingkat kabupaten. Dari data tersebut, 26 perempuan (30,76%) terdaftar sebagai calon pemimpin daerah dan 57 wanita (69.24%), terdaftar sebagai wakil pemimpin daerah, meskipun hanya delapan perempuan yang berhasil terpilih sebagai pemimpin daerah dan 11 terpilih sebagai wakil pemimpin daerah (Arifin, 2008). Pemilihan langsung seperti yang terjadi saat ini membuat calon harus mengikuti "kepentingan" pemilih. Namun, upaya untuk memahami perilaku, perasaan dan pemikiran pemilih tidak selalu mudah. Cara-cara lama dengan memberikan sumbangan ekonomi dianggap tidak terlalu kuat lagi dalam mempengaruhi suara pemilih. Salah satu solusi yang mungkin adalah melakukan analisis kebutuhan pemilih. Untuk memenuhi kebutuhan pemilih tidak selalu mudah karena ada perbedaan karakter antara masyarakat, jenis kelamin dan individu yang mempengaruhi perilaku memilih mereka. Penelitian ini melibatkan 90 mahasiswa (45 perempuan dan 45 laki-laki). Data dikumpulkan dengan cara memberikan cerita skenario tentang pemilihan pemimpin daerah (bupati) di mana setiap subjek harus memilih pria atau wanita sebagai pemimpin, atau tidak memilih sama sekali. Setiap alternatif jawaban, subjek diminta untuk memberikan alasan. Analisis data menggunakan tematik dan tabulasi silang kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek yang memilih pria sebagai pemimpin sebanyak 68 orang atau 75,56%, dan yang memilih perempuan sebagai pemimpin hanya 12 orang atau 13,33%. Subjek yang abstain berjumlah 11 orang atau 11,11%. Hasil ini menunjukkan bahwa perilaku pemilih perempuan, lebih cenderung memilih pria sebagai pemimpin. Dari berbagai alasan yang diungkapkan oleh subjek dapat disimpulkan bahwa hal ini terjadi karena sebagian besar subjek, termasuk perempuan, percaya bahwa pria lebih berhak dan pantas untuk menjadi pemimpin dibanding perempuan.
HUBUNGAN KONSEP DIRI DAN KEPERCAYAAN DIRI DENGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA REMAJA PUTUS SEKOLAH Rahmah Putri Puspitasari; Hermien Laksmiwati
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.26 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v3n1.p58-66

Abstract

This research was correlational study. Subjects of this study were Elementary School, Junior High School and Senior High School dropouts in Keling village, Kediri whose ages ranged from 18-22 years. The number of  population of this study were 137 dropouts from which  22 dropouts were recruited as the sample. Data collected using questionnaires and analysed using multiple regression analysis. The result showed that there is no significant correlation between self-concept, self confidence, and interpersonal communication ability among the participants with rxy= 2.944. The power of the relation between self-concept, self-confidence and interpersonal communication ability was 23.7% which means that there will be 76.3% contribution of other variables to influence the interpersonal communication ability which have not been observed in this study.Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian korelasional. Subjek penelitian adalah remaja putus sekolah tingkat SD, SMP maupun SMA di desa Keling, Kediri yang berusia 18-22 tahun dan belum menikah. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 137 remaja putus sekolah dan sampelnya 22 remaja putus sekolah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket. Metode analisis data yang digunakan adalah Analisis Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan konsep diri dan kemampuan komunikasi interpersonal, kepercayaan diri dan kemampuan interpersonal, serta konsep diri dan kepercayaan diri dengan kemampuan komunikasi interpersonal pada remaja putus sekolah di desa Keling, Kediri dengan rxy= 2,944. Kekuatan hubungan konsep diri dan kepercayaan diri dengan kemampuan komunikasi interpersonal sebesar 23,7% yang berarti ada variabel lain yang tidak diamati dalam penelitan ini sebesar 76,3% yang mempengaruhi kemampuan komunikasi interpersonal.
EFEKTIVITAS PENERAPAN TERAPI PERMAINAN SOSIALISASI UNTUK MENURUNKAN PERILAKU IMPULSIF PADA ANAK DENGAN ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVE DISORDER (ADHD) Deyla Erinta; Meita Santi Budiani
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.514 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v3n1.p67-78

Abstract

The purpose of this study was to examine the effectiveness of socialization play therapy to reducing impulsive behavior in children. The research subjects are kinder garten students in SLB N Gedangan Sidoarjo. This study used a quantitative method along with Quasi experiment design with the type of Time Series Design. Purposive sampling techniques was used to collect the research  subjects that has the characteristics of subjects with ADHD. Data collection method used Rating scale of impulsive behavior children with ADHD and using Wilcoxon signed rank test. The result of data  analysis obtained P-value or sig at 0,043 with α = 0,05. It means that H0 is rejected and this the H1 accepted. It can be concluded that the application of socialization play therapy is effective to reduce impulsive behavior in children with ADHD on SLB N Gedangan Sidoarjo.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji seberapa efektif terapi permainan sosialisasi dalam menurunkan perilaku impulsif pada anak ADHD. Subjek penelitian adalah siswa TK di SLB N Gedangan, Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Quasi Eksperiment dengan jenis Time Series Design. Pengambilan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling yakni subjek yang memiliki karakteristik subjek yang mengalami ADHD. Pengumpulan data menggunakan rating scale perilaku impulsif pada anak ADHD dan menggunakan Wilcoxon sign rank test. Hasil analisis data diperoleh nilai P - value atau sig sebesar 0,043 dengan taraf α = 0,05. Artinya H0 ditolak dan hal ini menunjukkan bahwa H1 diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan terapi permainan sosialisasi efektif untuk menurunkan perilaku impulsif pada anak ADHD di SLB N Gedangan, Sidoarjo.           
Penyesuaian Sosial Siswa Tuna Rungu di Sekolah Umum Dian Rachmawati Wasito; Dwi Sarwindah; Wiwik Sulistiani
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.768 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v2n2.p81-92

Abstract

Hearing impaired students generally study with other students who have the same special need in special schools called Sekolah Luar Biasa B (SLB B). However, inclusive education which enables students with special need to study in the same classes with normal students has been developing rapidly in recent years in Indonesia. This study aimed at investigating the social adjustment of hearing impaired students who study with normal students in a general school. A qualitative approach with case study method was employed. Participants of the study were three hearing impaired students and three significant others of each student who were their parents, teachers dan close friends. Data were analysed using a thematic analysis. This study found that participants socially adjusted in effective ways during their studies with normal students in the general school. Abstrak: Siswa tuna rungu pada umumnya belajar dengan siswa lain yang memiliki kebutuhan khusus serupa di sekolah-sekolah khusus yang disebut Sekolah Luar Biasa B (SLB B). Namun pendidikan inklusif yang memungkinkan siswa dengan kebutuhan khusus untuk belajar di kelas yang sama dengan siswa normal telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penyesuaian sosial siswa tuna rungu yang belajar dengan siswa normal di sekolah umum. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan dalam penelitian ini. Partisipan penelitian adalah tiga siswa tuna rungu dan tiga orang lain yang signifikan bagi setiap siswa, yakni orang tua mereka, guru dan teman dekat mereka. Data dianalisis menggunakan analisis tematik. Studi ini menemukan bahwa partisipan menyesuaikan diri dengan cara-cara yang efektif selama masa studi mereka dengan siswa normal di sekolah umum.
Pengaruh Motivasi Kerja dan Dukungan Suami Terhadap Stres Konflik Peran Ganda dan Kepuasan Perkawinan pada Wanita Karir Abdul Saman; Eva Meizara Puspita Dewi
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.35 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v2n2.p93-101

Abstract

The purpose of this study was to examine the effects of: 1) work motivation on dual-role stress; 2) spouse supports on dual-role stress; 3) spouse supports on marriage contentment; and 4) dual-role stress on marriage contentment among career women. A quantitative approach was used as a method of this study. Thirty employees of Bank Nasional Indonesia (BNI) Makassar branch were recruited as participants and were chose based on purposive sampling technique. Four scale instruments were used to collect data while regression analysis of SPSS windows 14.00 program was employed to analyse the data. The study found that work motivation (r=0,436) and spouse supports (r=0,745) have negative effects on dual-role stress among career women, while spouse supports  have positive effect on marriage contentment among career women (r=0,645). However, dual-role stress has negative effects on career womens marriage contement (r=0,429). Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji efek dari: 1) motivasi kerja pada stres konflik peran ganda; 2) dukunga pasangan pada stres konflik peran ganda; 3) dukungan pasangan pada kepuasan pernikahan; dan 4) stres konflik peran ganda  pada kepuasan  pernikahan pada wanita karir. Pendekatan kuantitatif digunakan sebagai metode penelitian ini. Tiga puluh karyawan Bank Nasional Indonesia (BNI) cabang Makassar direkrut sebagai peserta dan dipilih berdasarkan teknik purposive sampling.Empat instrumen skala digunakan untuk mengumpulkan data dan  analisis regresi dari program SPSS 14,00  for windows digunakan untuk menganalisis data. Studi ini menemukan bahwa motivasi kerja (r= 0.436) dan dukungan pasangan (r= 0,745) memiliki efek negatif pada stres konflik peran ganda di kalangan wanita karier, sedangkan dukungan pasangan memiliki efek positif pada kepuasan pernikahan pada wanita karir (r = 0.645). Namun, stres konflik peran ganda memiliki efek negatif pada kepuasan pernikahan pada wanita karir (r = 0,429).
Hubungan antara Tingkat Religiusitas dengan Kemampuan dalam Mengatasi Stres (Coping Stress) Ira Darmawanti
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.101 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v2n2.p102-107

Abstract

This study examined the relationship between religiosity and coping stress among participants who joined a religious community. The level of stress was controlled.  Seventy nine participants whose age ranged from 21 to 28 involved in the study. Data were analysed using Pearsons Product Moment and resulted r = 0.6344 and p < 0,001 in the level of significance 5%. The study found that higher level of religiosity was related with the better coping stress strategy, thus, it can be concluded that the higher the level of the religiosity among participants the more likely that they would be better in coping stress.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada korelasi yang positif antara tingkat religiusitas dengan coping stres dengan mengendalikan tingkat stres. Variabel yang dikaji dalam penelitian ini adalah variabel tingkat religiusitas sebagai variabel bebas, variabel coping stres sebagai variabel terikat. Populasi dalam penelitian ini adalah anggota kelompok pengajian di Surabaya berjumlah 95 orang dengan sampel sebanyak 79 orang. Teknik analisis yang digunakan adalah korelasi Product Moment dari Pearson. Berdasarkan hasil analisis data, untuk uji satu ekor dan taraf signifikansi 5% diperoleh r = 0,6344 dengan p < 0,001 yang berarti dengan mengendalikan tingkat stres, semakin tinggi tingkat religiusitas seseorang, semakin baik pula coping stresnya.
Studi Kasus Dinamika Emosi Pada Anak Autis Riza Noviana Khoirunnisa; Mochammad Nursalim
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2005.208 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v2n2.p108-120

Abstract

This study aimed at exploring the emotional dynamics of children with autistic. A qualitative approach with case study method was employed. Two autistic children with average autism severity in Cita Hati Bunda School and Therapy Center for autistic children Sidoarjo were recruited as participants. Data were collected from interviews, observation, and relevant documents. The Plutchiks concept of emotion components, namely stimulus event, inferred cognition, physiological arousal, feeling state, impulse to action, and overt behaviour and effect was used to invoke some psychological insight in the analysis. The study found that the dynamic of emotions that occurs in autistic children was influenced mainly by situational factors. The result suggested that autistic children need more times to perceive the contexts of stimuli. However, this study was not able to explain how these children make meanings of those stimuli.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika emosional pada anak-anak autis. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus diguna-kan. Dua anak autis dengan tingkat keparahan autisme rata-rata di Cita Hati Bunda Sekolah dan Terapi Pusat autis anak Sidoarjo direkrut sebagai partisipan. Data dikumpulkan dari wawancara, observasi, dan dokumen yang relevan. Konsep Plutchik tentang komponen emosi, yaitu stimulus event, inferred cogni-tion, physiological arousal, feeling state, impulse to action,  overt behaviour dan effect digunakan untuk memberikan wawasan psikologis dalam menganalisis data. Studi ini menemukan bahwa meskipun ketika emosi itu bangkit anak-anak autistik ini tidak mampu mengontrolnya, namun dinamika emosi yang terjadi pada anak autistik sesungguhnya dipengaruhi terutama oleh faktor situasional. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa anak-anak autis perlu waktu yang lebih banyak  untuk memahami konteks rangsangan. Namun, penelitian ini tidak dapat menjelaskan bagaimana anak-anak ini memaknai berbagai rangsangan yang mereka terima.  
Hubungan antara Kualitas Layanan dan Minat Membeli pada Konsumen Mini Market Mina Uswah Surabaya Umi Anugerah Izzati
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.614 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v2n2.p121-125

Abstract

This study examined the relationship between consumers perception of the customer service quality and their interests to buy in a small retail shop in Surabaya. Sixty consumers in œMina Uswah retail shop were recruited as participants. This shop was chosen because the owner has been promoting for years that buying in this place means giving charity as well. Data were analyzed using regression analysis. The result revealed that R² = 0.715 which means that the service quality variable have 71.5% of effective contribution to the participants intention to buy compared to other variables. This study concluded that the customer service quality correlated with the tendency to buy among its consumers.  Abstrak: Penelitian ini menguji hubungan antara persepsi konsumen terhadapkualitas layanan pelanggan di toko ritel di Surabaya dan minat mereka untuk membeli. Enam puluh konsumen di toko ritel "Mina Uswah"  direkrut sebagai partisipan. Toko swalayan ini dipilih karena pemiliknya telah mempromosikan bahwa membeli di tempat itu berarti juga beramal. Data dianalisis menggunakan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa R ² = 0,715 yang berarti bahwa variabel kualitas pelayanan memiliki 71,5% kontribusi  niat peserta untuk membeli dibandingkan dengan variabel lainnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas layanan yang ditawarkan oleh penjual berkorelasi dengan kecenderungan untuk membeli pada konsumennya.
Hubungan antara Stress dan Motivasi Kerja pada Mahasiswa yang Bekerja Paruh Waktu Ni Wayan Sukmawati Puspitadewi
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.303 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v2n2.p126-134

Abstract

The purpose of this study was to examine the relationship between stress and work motivation among students who have part-time jobs. The subjects of this study were 122 students whose ages ranged from 18 to 26 years old consisting of 68 men and 54 women from different universities in Surabaya and have part-time jobs for at least 6 (six) months in various fields. Sampling was conducted using quota sampling, while data collection is carried out by using a questionnaire. Data were analysed using Pearsons product moment. The results of data analysis shows that the correlation coefficient is -0.518 with p =0.00 (p <0.05) which means that there is a significant negative relationship between the level of stress and the level of work motivation among students who have part-time jobs. Thus, the lower the level of stress the students have the higher their work motivation and vice versa.Abstrak: Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan stres dengan motivasi bekerja pada mahasiswa yang bekerja paruh waktu. Subjek penelitian ini adalah 122 mahasiswa dengan rentang usia 18-26 tahun yang terdiri dari 68 laki-laki dan 54 perempuan yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya dan bekerja paruh waktu selama minimal 6 (enam) bulan dalam pelbagai bidang. Pengambilan sampel dilakukan dengan tekni quota sampling sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket. Data dianalisis secara statistik menggunakan metode Pearson correlation, yaitu product moment. Hasil analisis data menunjukkan koefisien korelasi sebesar -0,518 dengan p=0,00 (p<0,05) yang berarti bahwa ada hubungan negatif yang signifikan antara tingkat stress dengan tingkat motivasi bekerja pada mahasiswa yang bekerja paruh waktu. Makin rendah tingkat stres maka makin tinggi motivasi kerja seorang mahasiswa yang bekerja paruh waktu, begitu pula sebaliknya.
Penerapan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Peer Group untuk Meningkatkan Kemampuan Remaja dalam Menjalin Persahabatan Retno Tri Hariastuti
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.506 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v2n2.p135-140

Abstract

This study was conducted to examine the effectiveness of group guidance with peer group technique to improve friendship-making ability among adolescents who live in an orphanage institution. An experimental method with one group pre-test and post-test design was used. Forty young female teenagers who lived in Khoiriyah Hasyim orphanage institution in Surabaya were involved in the experiment. The subjects were chosen based on the pre-survey data collected using a questionnaire that shows the lack of their abilities in making friendship. Data were analysed using t-test. The result suggested that group guidance with peer group technique can improves adolescents friendship-making ability in the context of orphanage environments.Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas pengaruh bim-bingan kelompok dengan teknik peer group untuk meningkatkan  kemampuan menjalin persahabatan di kalangan remaja yang tinggal di sebuah yayasan panti asuhan. Metode eksperimen dengan desain pre-test dan post-test  digu-nakan. Empat puluh remaja perempuan di panti asuhan Khoiriyah Hasyim  Surabaya dilibatkan dalam eksperimen tersebut. Partisipan penelitian dipilih berdasarkan data pra-survei yang dikumpulkan melalui angket yang menunjukkan kurangnya kemampuan mereka dalam menjalin persahabatan dalam kelompok sebaya. Data dianalisis  menggunakan t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok bim-bingan dengan teknik peer group dapat meningkatkan persahabatan  kemam-puan membuat remaja di  lingkungan panti asuhan.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 02 (2024): Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 01 (2024): Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 03 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 03 (2023): Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol 11, No 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol. 12 No. 1 (2021) Vol. 11 No. 2 (2021) Vol 11, No 2 (2021) Vol. 11 No. 1 (2020) Vol 11, No 1 (2020) Vol 10, No 2 (2020) Vol. 10 No. 2 (2020) Vol 10, No 1 (2019) Vol. 10 No. 1 (2019) Vol 9, No 2 (2019) Vol. 9 No. 2 (2019) Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan More Issue