cover
Contact Name
Miftakhul Jannah
Contact Email
miftakhuljannah@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jptt@unesa.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Surabaya Lidah Wetan Surabaya 60213 Jawa Timur - Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
ISSN : 20871708     EISSN : 25979035     DOI : https://doi.org/10.26740/jptt.v13n1
JPTT: Jurnal Psikologi Teori dan Terapan accepts manuscript research results in the fields of educational psychology, developmental psychology, clinical psychology, social psychology, industrial & organizational psychology, but not limited to: Personality and Learning Learning Interventions Teaching Strategies Education of Children with Special Needs Education of Gifted Children Counselling in Education Development of Children, Adolescents, Adults, and the Elderly Developmental Problems Parenting Strategies Quality of Life Personality Disorder Behaviour Modification Counselling and Psychotherapy Psychosis Disorders Psychological Intervention Social Transformation Social Intervention Employee Engagement Aggressive Behavior Prosocial Behavior Group Conformity Customer Satisfaction Organizational Leadership Organizational Commitment Work Motivation Work Stress
Articles 531 Documents
Peran Filsafat Eksistensialisme terhadap Terapi Eksistensial-Humanistik untuk Mengatasi Frustasi Eksistensial Diana Rahmasari
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.897 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v2n2.p141-148

Abstract

Existential-humanistic therapy helps people to achieve personal meanings of their existence by raising self-awareness and changing the deficient mindset in looking values and meanings of life. Existential philosophy gives an important contribution not only in providing conceptual basis of this therapy but also in determining the therapeutic techniques. Existentialism is a philosophical school that is more adequate than other schools of philosophy, such as empiricism, to understand of human beings as an individual. Meanwhile, humanism is highly valuing of human dignity in a way that of an individual occupies a central position in the theoretical-philosophical reflections as well as in the explanation of daily life practices. This article discusses the basic concepts of existential-humanistic therapy and describes how this approach places the self as the central focus in scientific inquiry and clinical practices.  Abstrak: Terapi humanistik eksistensial membantu manusia untuk mengenal kembali keberadan dan kesadaran dirinya. Terapi ini juga membantu manusia mengubah pola pikir yang salah dalam hal nilai-nilai dan makna hidup, yang merupakan sumber utama frustasi eksistensial. Pendekatan terapi ini dilandasi oleh filsafat eksistensialisme dan humanisme tidak hanya dalam konsep-konsep dasarnya tapi juga dalam berbagai langkah terapi. Eksistensialisme berupaya untuk memahami hakikat manusia sebagai individu. Sedangkan humanisme menjunjung tinggi nilai dan martabat manusia sedemikian rupa sehingga manusia menempati posisi yang sentral dan penting baik dalam perenungan filsafati maupun dalam praktis hidup sehari-hari. Tulisan ini mengkaji konsep dasar terapi eksistensial humanistik dan mendeskripsikan bagaimana pendekatan humanistik eksistensial mengembalikan pribadi manusia sebagai fokus sentral dalam kegiatan ilmiah dan praktik terapi klinis.
Efektifitas Penerapan Outbound Training Dalam Meningkatkan Kemampuan Resolusi Konflik Interpersonal Pada Remaja Hetti Sari Ramadhani; Diana Rahmasari
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.972 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v2n1.p1-10

Abstract

This study aims to test the effectiveness of outbound training in improving interpersonal conflict resolution skills in adolescents. Subjects were adolescents outbound training participants with age ranges between 16-19 years old on the Team Survival Outbound Prigen Pasuruan. The design of this study was a true experiment, with 10 participants who were registered as outbound training participant was being assigned as experiment group and 10 participants who were not registered as outbound training participant was being assigned to control group Sampling technique used in this research was purposive sampling by selecting participants with low conflict resolution score. Data collecting method used was interpersonal conflict resolution questionnaire which resulting in an ordinal scale and was analysed using parametric statistic with t-test paired sample and independent t-test. Obtained score was t = 9.635 and p=0.000 (p<0.025), which means that the research hypothesis was accepted. In other words, there were a significant difference between adolescence interpersonal conflict resolution score prior- and post-intervention (outbound training) in α = 0.05%. Obtained score was t = 5.069 and p=0.000 (p<0.025), which means that the research hypothesis was accepted. It can be concluded, that there were a significant difference between adolescence interpersonal conflict resolution score prior- and post-intervention (outbound training) in α = 0.05%. Based on those results, it can be concluded that an effective implementation of outbound training can increase interpersonal conflict resolution skill in adolescence.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan outbound training dalam meningkatkan kemampuan resolusi konflik interpersonal pada remaja. Subjek penelitian adalah peserta remaja outbound training dengan rentang usia 16-19 tahun The Survival Outbound Team Prigen Pasuruan. Penelitian ini menggunakan true experiment yaitu kelompok eksperimen adalah 10 remaja yang terdaftar sebagai peserta outbound training dan kelompok kontrol adalah 10 remaja yang tidak terdaftar sebagai peserta outbound training. Pengambilan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling yakni mereka yang memiliki skor resolusi konflik interpersonal rendah. Pengumpulan data menggunakan angket resolusi konflik interpersonal yang dinyatakan dalam bentuk ordinal dan menggunakan statistik  parametrik dengan paired sampel t test dan independent t test. Hasil analisis data diperoleh nilai t sebesar 9,635 dan p=0,000 (p<0,025) sehingga hipotesis penelitian diterima. Artinya, ada perbedaan yang signifikan terhadap skor resolusi konflik interpersonal remaja antara sebelum dan sesudah diberikan outbound training pada taraf α = 0,05%. Diperoleh nilai t sebesar 5,069 dan p=0,000 (p<0,025) sehingga hipotesis penelitian diterima. Artinya, ada perbedaan yang signifikan terhadap skor resolusi konflik interpersonal antara remaja yang mendapat outbound training dan remaja yang tidak mendapat outbound training pada taraf α = 0,05%. Dari data analisis, dapat disimpulkan bahwa penerapan outbound training efektif dalam meningkatkan kemampuan resolusi konflik interpersonal remaja.
HUBUNGAN ANTARA PENALARAN MORAL DENGAN SIKAP TERHADAP PERILAKU SEKS PRANIKAH PADA REMAJA PEREMPUAN DI SMK SURABAYA Yani Rachmawati; Umi Anugerah Izzati
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.622 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v2n1.p11-28

Abstract

This study is a correlational study. Subjects were 11 grade female student of SMK Ketintang, Surabaya, age 16-18 and have a dating partner. The total population of this research were 133 students and the sample sample were 60 students. The data collecting in this study using a questionnaire. The data analysis method using product moment analysis. The result showed theres no negative relationship between moral reasoning with the attitude of adolescent toward pre-marital sexual behaviour among female student in SMK Ketintang, Surabaya with rxy = -0,771. It shows that when their moral reasoning is high, then his attitude toward premarital sexual behaviour is negative or they reject it. If the moral reasoning level is low, then their attitude toward pre-marital sex behaviour is high. The strength of this relationship between moral reasoning and attitude toward pre-marital sexual behaviour was 59,5%, which means there are other variables that are not observed in this research by 40,5% which affect the formation of attitudes toward pre-marital sexual behaviour.Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian korelasional. Subjek  penelitian adalah siswa perempuan kelas XI SMA Ketintang Surabaya yang berusia 16-18 tahun dan memiliki pacar. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 133 siswa dan sampelnya 60 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket. Metode analisis data yang digunakan analisis Product Moment Person. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan negatif antara penalaran moral dengan sikap remaja terhadap perilaku seks pranikah pada remaja perempuan di SMK Ketintang, Surabaya dengan rxy= -0,771. Hal tersebut menunjukkan apabila penalaran moralnya tinggi maka sikapnya terhadap perilaku seks pranikah justru negatif atau menolak, apabila penalaran moralnya rendah maka sikapnya terhadap perilaku seks pranikah justru tinggi. Kekuatan hubungan penalaran moral dengan sikap terhadap perilaku seks pranikah sebesar 59,5% yang berarti ada variabel lain yang tidak diamati dalam penelitan ini sebesar 40,5% yang mempengaruhi pembentukkan sikap terhadap perilaku seks pranikah.     
Hubungan antara Religiusitas dan Stres dengan Psychological Well Being pada Remaja Pondok Pesantren Rahmawati Dwi Anggraeni
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.407 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v2n1.p29-45

Abstract

The purposes of this study is to reveal : (1) the correlation between religiousity and psychological well being of the adolescent in Pondok Pesantren Assalafi Al Fihtrah, Surabaya, (2) the correlation between stress and psychological well being of the adolescent in Pondok Pesantren Assalafi Al fithrah, Surabaya, and (3) the correlation of religiousity, stress, and psychological well being of the adolescent in Pondok Pesantren Assalafi Al fithrah, Surabaya. The method of this study is a correlational quantitative by using three scales which are; religiousity scale, stress scale, and psychological well being scale. Researcher chose 77 students in Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah, Surabaya and they were selected using random sampling technique. Data analysis technique used in this study was multiple linear reggresion analysis test. The result of this study showed that : (1) religiousity has significant correlation with psychological well being, with positive direction of correlation which can be seen from the level of significance which was 0,000 and the reggresion coefficients was 0,559 (2) stress has significant correlation with psychological well being in the negative direction of correlation which can be seen from the level of significance of 0.000 and the regression coefficient of -0,460; and (3) the Rsquare value is 0,593, which is mean that the 59,3% of variation in psychological well being is influenced by the religiousity and stres, and the rest of 40,7% is cause by another variable which is not measured in this research. The correlation between religiousity and stress with psychological well being is known having a significant correlation with 0,000 of significance value. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji: (1) hubungan antara religiusitas dan psychological well being remaja Pondok Pesantren Assalafi Al-Fithrah, Surabaya, (2) hubungan antara stres dan psychological well being remaja Pondok Pesantren Assalafi Al-Fithrah, Surabaya, dan (3) hubungan antara religiusitas dan stres dengan psychological well being pada remaja Pondok Pesantren Assalafi Al-Fithrah, Surabaya. Penelitian ini mengunakan metode kuantitatif korelasional. Terdapat tiga skala yang digunakan dalam penelitian ini, yakni skala religiusitas, skala stres, dan skala psychological well being. Peneliti menggunakan sebanyak 77 santri Pondok Pesantren Assalafi Al-Fithrah, Surabaya sebagai sampel penelitian yang dipilih dengan menggunakan teknik random sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah uji analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) religiusitas memiliki hubungan yang signifikan dengan psychological well being dengan arah hubungan yang positif yang dapat dilihat dari nilai signifikansi sebesar 0,000 dan koefisien regresi 0,559. (2) stres memiliki hubungan siginifikan dengan psychological well being dengan arah hubungan yang negatif yang dapat dilihat dari nilai signifikansi sebesar 0,000 dan koefisien regresi -0,460. (3) nilai Rsquare sebesar 0,593; artinya sebesar 59,3% variasi pada psychological well being dipengaruhi oleh religiusitas dan stres, sisanya sebesar 40,7% disebabkan oleh variabel lain yang tidak diukur dalam penelitian ini. Hubungan antara religiusitas dan stres dengan psychological well being diketahui memiliki hubungan yang signifikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000.
HUBUNGAN ANTARA SIBLING RIVALRY DENGAN STRES PADA ANAK Tenny Yanuari; Diana Rahmasari
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.391 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v2n1.p46-57

Abstract

This research aimed intent on testing corelation between sibling rivalries stress on children at SD Muhammadiyah 15 Surabaya. Work hypothesis that proposed is there is significant corelation between sibling rivalries with stress on children. Researcher using sample as big as 34 students from SD Muhammadiyah 15 Surabaya, that chosen using purposive sampling. Namely with children criterion that aged 10-12 year on fifth grade and have sibling. This research applying quantitative correlation method. There are two scale that applied on this research, namely sibling rivalry and stress. Data collection method done by applying Likert scale. Instrument validity obtained by using content validity technique with assist from professional judgment. Data analysis technique that used on this research is Pearson product moment correlation analysis test. The instrument reliability test done by using alpha Cronbach reliability. From the result of sibling rivalry reliability scale test, obtained score as big as 0.935. It means that the score of measure is very reliable. And stress scale, obtained score as big as 0.925 that means the sore is very reliable. Based on the data analysis test that done by using product moment correlation by using signification rate 1%, it find out that sibling rivalry  have significant relation with stress for children as big as 0.000 and the direction of relation as big as 0.778. So there is corelation between sibling rivalries with stress on children.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara sibling rivalry dengan tingkat stres pada anak di SD Muhammadiyah 15 Surabaya. Hipotesis kerja yang diajukan adalah ada hubungan yang signifikan antara sibling rivalry dengan stres pada anak. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 34 murid SD Muhammadiyah 15 Surabaya, yang dipilih menggunakan purposive sampling dengan kriteria anak yang berusia 10-12 tahun, duduk di kelas 5 dan mempunyai saudara kandung. Terdapat dua skala yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu skala sibling rivalry dan skala stres yang disusun dengan menggunakan skala Likert. Validitas alat ukur diperoleh dengan menggunakan teknik validitas isi dengan bantuan profesional judgement. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah uji analisis korelasi product moment Pearson. Pengujian reliabilitas instrumen dilakukan dengan menggunakan reliabilitas alpha cronbachs. Uji reliabilitas skala sibling rivalry, mendapatkan hasil sebesar 0,935, sedangkan skala stres sebesar 0,925, yang berarti keduanya sangat reliabel. Berdasarkan uji analisis data yang dilakukan dengan menggunakan korelasi product moment dan dengan menggunakan taraf signifikansi 1%, maka diketahui bahwa sibling rivalry mempunyi hubungan yang signifikan dengan tingkat stres pada anak dengan besar korelasi sebesar 0,778. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara sibling rivalry dengan stres pada anak.
Cognitive Theory in Action: A Discourse Analysis to a Youtube Video about Teaching Siti Ina Savira
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.139 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v2n1.p58-66

Abstract

Video offers a richer source of data and has been proven to be useful as a primary source of research. A video from Youtube website was used as a primary source for analysis in this paper. This paper is applying a discourse analysis as suggested by Fairclough (2003) about the discourse as a way of representing; how the discourse was used to express and imply the social relation and action, and the belief committed by the user of the discourse. The analysis was aimed to identify teachers idea of good teaching by comparing it to relevant theories. The analysis found that cognitive-related terms were consistently appearing in the teachers discourses; therefore, cognitive theories were used to elaborate a deeper meaning of the discourses. It was concluded that good teaching for the teacher was to focus on students cognitive higher development.
PENERAPAN BIMBINGAN KELOMPOK MODEL PERMAINAN BELAJAR BERSIKAP UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENYESUAIAN DIRI SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Triandriyani Triandriyani; Hermien Laksmiwati
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.66 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v1n2.p55-62

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji keefektifan penerapan bimbingan kelompok model permainan belajar bersikap untuk meningkatkan kemampuan penyesuaian diri di sekolah. Penelitian ini menggunakan rancangan pre-eksperimen berupa œpre-test dan œpost-test one group design. Subjek dalam penelitian ini adalah 8 siswa kelas VII SMPN 1 Diwek, Jombang dengan skor kemampuan penyesuaian diri di sekolah rendah. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik non-parametik dengan Uji Jenjang Bertanda Wilcoxon yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada skor kemampuan penyesuaian diri di sekolah antara sebelum dan sesudah perlakuan. Berdasarkan hasil Uji Wilcoxon diketahui bahwa Thitung=0, dengan N=8 dan taraf signifikan 0,05 maka Ttabel = 4. Berarti Thitung lebih kecil dari Ttabel (0>4), sehingga hipotesis penelitian diterima dan dapat disimpulkan bahwa bimbingan kelompok model permainan belajar bersikap merupakan pendekatan yang efektif untuk membantu siswa meningkatkan kemampuan penyesuaian diri di sekolah.
MAKING SENSE OF ETHNOGRAPHY: FROM AN OUTSIDER PERSPECTIVE Siti Ina Savira
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.363 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v1n2.p82-87

Abstract

his paper is aimed to compare two ethnographic works Learning to Labour (Willis, 1977), and Masculinity Beyond the Metropolis (Kenway, Kraack, & Hickey-Moody, 2004). The comparison is expected to illustrate how to make sense ethnographic work as a research methodology with its various types of epistemology and approach. The review will begin with a brief outline of the studies as described in each book and follow with further elaboration directed by several headings that covers Crotty (1998) four elements, namely epistemology, theoretical perspective, methodology, and method. It will also discuss the knowledge and values, and the theory of culture of each study.
PERBANDINGAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM ORGANISASI PEMERINTAH DAN NON PEMERINTAH Meita Santi Budiani
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.654 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v1n2.p88-95

Abstract

Artikel ini dibuat untuk membandingkan antara pengelolaan sumber daya manusia dari organisasi pemerintah dan non pemerintah. Data mengenai pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) pada organisasi pemerintah diperoleh dari BPOM Jakarta melalui literatur dan disertai data pendukung dari hasil wawancara terhadap Kabag kepegawaian BPOM dan Pemprov DKI tahun 2008. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat kesamaan di antara keduanya, yaitu penekanan pada peningkatan efisiensi, efektivitas kerja, serta garis besar pengelolaan SDM, seperti fungsi dan kewajiban tenaga kerja, dan penekanan pada kinerja dan kompetensi tenaga kerja. Adapun perbedaannya antara lain dalam hal sumber dana pelaksanaan pengelolaan SDM, pengelolaan SDM yang spesifik, seperti masalah kenaikan pangkat dan pemutusan hubungan kerja, serta struktur organisasi.
KONTRIBUSI METODE NEURO-LINGUISTIC PROGRAMMING PADA KONSENTRASI PELARI CEPAT (SPRINTER) Miftakhul Jannah
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1141.06 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v1n1.p1-7

Abstract

This research was designed to test the contribution Neuro-Linguistic Programming to sprinters concentration. There are sixteen sprinters from Training Center Local of East Java participated in this research. Data were analyzed using difference mean pretest and posttest concentration score. The result obtained indicates that : (1) mean pretest concentratrion score = 7,25. (2) mean posttest concentratrion score = 10,125. (3) Mean gain score = 2,9375. There was difference sprinters concentration between before and after received Neuro-Linguistic Programming (NLP) Training. After received NLP Training sprinters concentration were increased. Sprinterss concentration increase through the NLP training because of subjects readiness and participation, training method and training items, with they are interrelated to each other.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 02 (2024): Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 01 (2024): Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 03 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 03 (2023): Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol 11, No 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol. 12 No. 1 (2021) Vol 11, No 2 (2021) Vol. 11 No. 2 (2021) Vol. 11 No. 1 (2020) Vol 11, No 1 (2020) Vol 10, No 2 (2020) Vol. 10 No. 2 (2020) Vol 10, No 1 (2019) Vol. 10 No. 1 (2019) Vol 9, No 2 (2019) Vol. 9 No. 2 (2019) Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan More Issue