cover
Contact Name
Miftakhul Jannah
Contact Email
miftakhuljannah@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jptt@unesa.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Surabaya Lidah Wetan Surabaya 60213 Jawa Timur - Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
ISSN : 20871708     EISSN : 25979035     DOI : https://doi.org/10.26740/jptt.v13n1
JPTT: Jurnal Psikologi Teori dan Terapan accepts manuscript research results in the fields of educational psychology, developmental psychology, clinical psychology, social psychology, industrial & organizational psychology, but not limited to: Personality and Learning Learning Interventions Teaching Strategies Education of Children with Special Needs Education of Gifted Children Counselling in Education Development of Children, Adolescents, Adults, and the Elderly Developmental Problems Parenting Strategies Quality of Life Personality Disorder Behaviour Modification Counselling and Psychotherapy Psychosis Disorders Psychological Intervention Social Transformation Social Intervention Employee Engagement Aggressive Behavior Prosocial Behavior Group Conformity Customer Satisfaction Organizational Leadership Organizational Commitment Work Motivation Work Stress
Articles 531 Documents
HUBUNGAN POLA ASUH DAN EKSPRESI EMOSI KELUARGA DENGAN KEKAMBUHAN PASIEN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA MENUR SURABAYA Lestari Handayani; Desi Nurwidawati
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.521 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v4n1.p24-30

Abstract

Schizophrenia is classified in severe mental disorders so that the possibility to recover from it is fairly minimal. Based on a study, 80% of schizophrenic patients experienced a relapse from schizophrenia and only about 20% of patients declared recovered on pre-morbid level (Arif, 2006). Many cases of relapse occurred when the patient returned to their family. Some studies suggest that the factor of interaction patterns within the family, such as parenting and emotional expression among the members of family, leads the patients to relapse. This study aims to determine the correlation between parenting and family emotional expression to the relapse of schizophrenic patients of Menur Mental Hospital, Surabaya. This study used a quantitative approach with a correlation method. The samples were 65 families of patients with schizophrenia who were treated at the Menur Mental Hospital, taken by purposive sampling technique. 35 samples are famillies of hospitalized patients and 30 samples are famillies of outpatient. Data analysed using binary logistic. The correlation between the variables measured using significant value of p <0.05 and the Odds Ratio (OR) with 95% Constant Interval (CI). The results shows a significant value of constant is 0.002,  a significant value of parenting is 0.001 and significant value of family emotional expression is 0.002. It means that there is a correlation between parenting and family emotional expression with relapse of schizophrenic patients. Family emotional expression was proven as the most variable responsible for the emergence of relapse which affect 16.9 times greater chance of relapse than other variable contribution.Abstrak: Skizofrenia digolongkan dalam gangguan mental berat, sehingga kemungkinan untuk sembuh terbilang kecil. Berdasarkan hasil sebuiah penelitian, sebanyak 80% pasien skizofrenia mengalami kekambuhan berulang dan hanya sekitar 20% pasien dinyatakan pulih pada tingkat premorbid (Arif, 2006). Banyak kasus kekambuhan terjadi ketika pasien dikembalikan kepada keluarga. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa faktor pola interaksi didalam keluarga menyebabkan kekambuhan, seperti pola asuh dan ekspresi emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh dan ekspresi emosi keluarga  dengan kekambuhan pasien di Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel adalah 65 keluarga dari pasien skizofrenia yang dirawat di Rumah Sakit Jiwa Menur, diambil dengan teknik purposive sampling. Sebanyak 35 sampel merupakan keluarga dari pasien rawat inap dan 30 sampel merupakan keluarga dari pasien rawat jalan di Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya. Analisis data menggunakan uji regresi logistik biner. Adanya hubungan antara variabel diukur dengan menggunakan nilai signifikan p<0,05 dan Odds Ratio (OR) dengan interval kepercayaan (CI) 95%. Hasil penelitian diperoleh nilai signifikan konstanta sebesar 0,002, nilai signifikan pola asuh sebesar 0,001 dan nilai signifikan ekspresi emosi keluarga sebesar 0,002. Hal tersebut berarti bahwa ada hubungan pola asuh dan ekspresi emosi keluarga dengan kekambuhan pasien skizofrenia. Ekspresi emosi keluarga merupakan variabel yang paling berperan terhadap munculnya kekambuhan karena memiliki peluang 16,9 kali lebih besar memunculkan kekambuhan dibandingkan dengan variabel yang lain.
DINAMIKA PSIKOLOGIS PEMBENTUKAN PARENTING SELF EFFICACY PADA ORANGTUA PENYANDANG TUNARUNGU YANG MEMILIKI ANAK BERPENDENGARAN NORMAL Dewi Ilma Antawati; Hetty Murdiyani
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.651 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v4n1.p31-47

Abstract

Parenting self efficacy as a cognitive part of parenting competence has emerge as a salient predictor of positive parenting practice and as a mediator effect of many parenting qualities, including parental depression and child temperament.  Unfortunately, there are limited research focused on the analysis of psychological dynamic that explain the process of parenting self efficacy, especially in parents with hearing impairment who has limited access and social support related to child rearing.  The aim of this study was  to uncover the factors that form parent beliefs about their capabilities to perform child rearing.  Seventeen parents with hearing impairment fill out the PSE questionnaire to see the estimation of their PSE degree.  The result has discover that 5 of them have low level of PSE and 12 of them are in the middle level.Abstrak: Parenting self efficacy sebagai bagian dari faktor kognitif kompetensi pengasuhan telah diyakini sebagai prediktor yang jelas dari praktek pengasuhan yang positif dan efek mediator dari berbagai kualitas pengasuhan, termasuk depresi orangtua, dan temperamen anak.  Namun belum banyak penelitian yang dilakukan untuk menganalisis bagaimana dinamika psikologis pembentukan aspek tersebut, terutama pada orangtua penyandang tunarungu yang memiliki keterbatasan akses informasi dan dukungan sosial dalam pengasuhan anak.  Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap faktor-faktor yang membentuk keyakinan orangtua penyandang tunarungu akan kemampuannya dalam melakukan pengasuhan anak. Tujuhbelas orangtua tunarungu mengisi kuesioner untuk mengungkap tingkat parenting self efficacy subjek.  Hasilnya 5 orang memiliki tingkat PSE dengan kategori rendah, dan 12 orang memiliki tingkat PSE dengan kategori sedang.
PENGARUH PERMAINAN LASY TERHADAP PENINGKATAN KONSENTRASI PADA ANAK AUTIS Rina Rokhimah; ira darmawanti
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.724 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v4n1.p48-55

Abstract

Children with autistic disorder usually have some problems with their concentration. They feel difficult to focus in doing some tasks. Thus, it may have a huge impact when they are at school. This study  was aimed to determine the effects of lasy game in increasing autistic childrens  concentration level. This study used pre-experiment method with one group pretest-posttest design. Five children with autism in a therapy center were recruited as participants of this study. Independent variable is a game called lasy game and dependent variable is concentration level. Collecting data using an observation sheet (rating scale of concentration level) with statistic test using wilcoxon assigned rank test. The study result of Wilcoxon analysis Asymp. Sig (2 tailed) is 0,043, which can be said as a significant result because of Asymp Sig (2 tailed) 0,043 less than 0,05 (0,043< 0,05). This shows that there is a difference of concentration level between before and after the intervention of lasy game. It can be concluded from this research that the game has been produced for increasing concentration level among children with autistic disorder. Abstrak: Anak dengan gangguan autis mengalami keterlambatan dalam aspek kognitifnya, diantaranya berdampak pada terjadinya gangguan pada tingkat konsentrasi. Gangguan konsentrasi ini berdampak sangat besar terutama pada proses pembelajaran di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh permainan lasy terhadap peningkatan konsentrasi pada anak autis. Pada penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimen dengan one group, pretest-posttest desain. Populasi pada penelitian ini adalah anak autis sebuah pusat terapi dengan jumlah 5 subjek anak penyandang autis. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah permainan lasy dan variabel terikat adalah tingkat konsentrasi. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi (rating scale tingkat konsentrasi) dengan uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil dari Wilcoxon analysis Asymp. Sig (2 ekor) adalah 0.043. Hasil analisis ini adalah signifikan karena kurang dari 0,05 (0,043<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan sebelum dan sesudah diberikan permainan lasy. Kesimpulan penelitian ini ada pengaruh permainan lasy terhadap peningkatan konsentrasi pada anak autis. Berdasarkan hasil penelitian, maka terapi bermain yang berupa permainan lasy dapat dijadikan sebagai  intervensi  dini yang dapat dilakukan oleh orang sekitar untuk membantu menangani gangguan  konsentrasi pada anak autis.
PENGALAMAN HIDUP SEORANG REMAJA PUTRI KORBAN TRAFFICKING DALAM BENTUK EKSPLOITASI SEKSUAL Siti Zuliya Ningsih; Satiningsih Satiningsih
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.389 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v4n1.p56-70

Abstract

This study was aimed to understand a young girl experience as a victim of human trafficking. Data from the women and child protection center of Surabaya (Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak or PPT-P2A) had shown an increase in the number of trafficking victims from year to year. In 2010, there were 28 cases of adult victims and 21 cases of children victims. On April 2012 the cases of adult victims increased up to 45 cases, while children decreased to 13 cases. This study used a qualitative phenomenological approach. The participant was a victim of trafficking and was under the supervision of PPT- P2A Surabaya. Data was collected using a semi-structured interviews and analyzed using narrative analysis. The result of this study can be described into three categories, which were the life before becoming a victim, undesired job, and the life after becoming a victim. Since the mother passed away, she felt like there is no one cares about her anymore. The second was undesired job, which related to the participants experience as a trafficking victim. The last theme was the participants life after being a victim. In general, it could be concluded that participant experienced some psychological dynamics, such as negative self concept, low self esteem, and learned helplessness.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman seorang remaja putri yang menjadi korban trafficking. Data Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (PPT-P2A) Surabaya menunjukkan peningkatan jumlah korban trafficking dari tahun ke tahun. Tahun 2010 korban dewasa mencapai angka 28 orang, sedangkan anak-anak 21 orang. Tahun 2011 korban dewasa menjadi 34 dan anak-anak meningkat menjadi 36, data terbaru tahun 2012 bulan April korban dewasa meningkat menjadi 45 korban dan anak-anak menjadi 13 korban kejahatan trafficking. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis. Proses pengambilan data menggunakan teknik wawancara semi terstruktur. Data penelitian ini kemudian dianalisis menggunakan analisis naratif. Hasil dari penelitian berhasil mengidentifikasi beberapa sub-sub judul atau tema. Subjudul pertama yakni semenjak Ibu tiada yaitu kisah hidup partisipan sebelum menjadi korban trafficking, semenjak Ibunya meninggal, partisipan merasa tidak ada lagi yang peduli padanya. Tema atau sub judul kedua yakni pekerjaan yang tidak sesuai keinginan yaitu pengalaman partisipan selama menjadi korban trafficking. Tema ketiga, kehidupan setelah menjadi korban, yaitu pengalaman hidup partisipan setelah menjadi korban trafficking. Secara umum, kesimpulan dari penelitian ini adalah pertisipan mengalami beberapa fenomena psikologis yaitu konsep diri negatif,  harga diri rendah, dan learned helplessness.
PERBEDAAN KEMATANGAN EMOSI REMAJA DITINJAU DARI STRUKTUR KELUARGA Farokhatin Nashukah; Ira Darmawanti
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.725 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v3n2.p93-102

Abstract

A family has a great influence on children's emotional patterns because the family is the first social group for children to learn and express themselves as human beings in a social interaction with their groups. The background of this study is the problem of adolescent emotional maturity attainment. Subjects in this study were devided into two groups which overall are 121 adolescents aged between 16 and 20 years old. This study uses simple random sampling technique with predetermined characteristics and scale of emotional maturity as an instrument. Test the assumptions used in this study are normality test using one sample Kolmogorov-Smirnov test technique and homogeneity test using homogenity of variance test technique. The normality test shows the value of adolescents of complete families is 0,789 and the value of adolescents of single parent families is 0,982. Significance value >0.05, then the variable of emotional maturity is declared normally. Homogenity test shows the value is 0,499. Significance value >0,05, then the variable of emotional maturity is declared homogeneous. Results of this study shown that adolescent emotional maturity of single parent families has a mean of 148,71 emotional maturity that is higher than a mean of the emotional maturity of a complete family of 143,77. Based on analysis data using t-test known that the significance value is 0,013 (p >0.05), the result shows that the study hypothesis is accepted. It is concluded that there is difference of emotional maturity among adolescents influenced by their different family structures.Abstrak: Keluarga memiliki pengaruh besar terhadap pola emosi anak karena keluarga merupakan kelompok sosial pertama untuk anak belajar dan menyatakan diri sebagai manusia sosial. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kematangan emosi remaja ditinjau dari struktur keluarga, yaitu keluarga lengkap dan keluarga dengan orang tua tunggal (single parent). Peneliti menggunakan teknik simple random sampling dengan karakteristik yang telah ditentukan. Subjek pada penelitian ini adalah dua kelompok yang secara keseluruhan berjumlah 121 sampel dengan rentang usia 16-20 tahun. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala kematangan emosi. Uji asumsi menggunakan uji normalitas menggunakan teknik one sample Kolmogorov-Smirnov test dan uji homogenitas menggunakan teknik test of homogenity of variance. Diketahui bahwa uji normalitas remaja dari keluarga lengkap sebesar 0,789, dan pada remaja dari keluarga single parent sebesar 0,982. Nilai signifikansi >0,05, maka variabel kematangan emosi dinyatakan berdistribusi normal. Diketahui bahwa uji homogenitas dengan nilai sebesar 0,499. Nilai signifikansi >0,05, maka variabel kematangan emosi dinyatakan homogen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kematangan emosi remaja dari keluarga single parent memiliki rata-rata skor kematangan emosi 148,71 yang lebih tinggi daripada rata-rata skor kematangan emosi keluarga lengkap yang sebesar 143,77. Berdasarkan analisis data yang dilakukan dengan menggunakan Uji-t, diketahui bahwa nilai signifikansi sebesar 0,013 (p >0,05) yang menunjukkan hipotesis penelitian diterima sehingga peneliti menyimpulkan bahwa ada perbedaan kematangan emosi remaja ditinjau dari struktur keluarga.
PENERAPAN RELAKSASI ATENSI UNTUK MENINGKATKAN KONSENTRASI BELAJAR PADA SISWA SMK Olievia Prabandini Mulyana; Umi Anugerah Izzati; Ni Wayan Sukmawati Puspitadewi
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.66 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v3n2.p103-112

Abstract

The objectives of this research is to examine the effectiveness of attentive relaxation to increase the concentration among students of Vocational High School. Attentive relaxation applied in this research is a relaxation technique with focus on the enhancement of visual sense sensitivity. This attentive relaxation program is based on Robert H.McKims theory with three basic phases, which are loosening up, letting go, and going to close. This research was an experiment which apply pre-test and post-test group design. The subject in this research were 60 Vocational High School students consist of 30 students in experimental group and 30 students in  control group. This research conducted in Vocational High School Wachid Hasyim Surabaya. The experiment group was given the treatment of attentive relaxation, while the control group was left without treatment. Army alpha test was used to measure learning concentration. The army alpha test was administered to both experiment group and control group in pre-test and post-test conditions. The result found that attentive relaxation increase the learning concentration among Vocational High School students. This can be seen from the increase in learning concentration scores of students in experimental group between before and after the attentive relaxation treatment was given. Attentive relaxation contributes 23,3% in increasing the learning concentration of Vocational High School students.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh relaksasi atensi dalam meningkatkan konsentrasi belajar pada siswa SMK. Relaksasi atensi yang digunakan dalam penelitian ini merupakan sebuah teknik relaksasi yang lebih menekankan pada peningkatan kepekaan indera visual. Program Relaksasi Atensi ini didasarkan pada teori relaksasi atensi dari Robert H. McKim yang dengan tiga tahapan dasar, yaitu loosening up (peregangan), letting go (pembebasan ketegangan), going to close (pendekatan masalah). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimental, dengan menggunakan pre-test and post-test group design. Subjek pada penelitian ini merupakan siswa SMK yang berjumlah 60 orang yang terdiri dari 30 orang dalam kelompok eksperimen dan 30 orang dalam kelompok kontrol. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Wachid Hasyim Surabaya. Pada kelompok eksperimen akan diberi perlakuan berupa relaksasi atensi, sedangkan pada kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan. Untuk mengukur konsentrasi belajar digunakan tes army alpha. Tes army alpha diberikan kepada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada saat pre-test dan post-test. Relaksasi Atensi dapat meningkatkan konsentrasi belajar pada siswa SMK. Hal ini ditunjukkan dengan adanya perbedaan konsentrasi belajar antara sebelum dan sesudah dilakukan relaksasi atensi. Kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan konsentrasi belajar setelah diberi perlakuan relaksasi atensi.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI DUKUNGAN ORGANISASI DAN BUDAYA ORGANISASI DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) PADA KARYAWAN PT. PERTAMINA UPMS V SURABAYA Faradisah Putrie; Mochammad Nursalim
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.33 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v3n2.p141-148

Abstract

This study was aimed to examine the correlation between perception of organizational support, culture of organization, and support of organizational citizenship behavior (OCB) . Subjects were employees who are working at PT. Pertamina UPMS V Surabaya. The sample consists of 28 employees. Data collected using questionnaires and analysed using multiple linear regression analysis. The result showed that rxy= 0,411 which means that there is no significant relationship between perception of organizational support, culture of organization, and support of organizational citizenship behavior among participants. It can be assumed from the result that the higher perception of organizational support and organizational culture does not correlate to higher organizational citizenship behavior.Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian korelasional untuk menguji hubungan antara antara persepsi dukungan organisasi dan budaya organisasi dengan organizational citizenship behavior (OCB)  . Subjek penelitian adalah karyawan yang sedang bekerja di PT Pertamina UPMS V Surabaya. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 30 karyawan dan sampelnya 28 karyawan. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket. Metode analisis data yang digunakan analisis Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara persepsi dukungan organisasi dan budaya organisasi dengan organizational citizenship behavior pada karyawan PT Pertamina UPMS V Surabaya dengan rxy= 0,411. Hal tersebut menunjukkan apabila persepsi dukungan organisasi dan budaya organisasi tinggi, maka tidak berarti organizational citizenship behavior tinggi pula.
HUBUNGAN ANTARA ATTACHMENT STYLE DAN SELF-ESTEEM DENGAN KECEMASAN SOSIAL PADA REMAJA Noer Lailatul Marifah; Meita Santi Budiani
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.941 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v3n1.p17-27

Abstract

The purpose of this study was to examine the relationship between attachment style, self-esteem and social anxiety among adolescence. Attachment style, self-esteem, and social anxiety scales were used to collect data from students of class X in a senior high school in Madiun, East Java. Using purposive sampling technique, 58 students were chosen to participate in this study. Path analysis was employed to examine the relationship between attachment style, self-esteem and social anxiety; attachment style and social anxiety; and self-esteem and social anxiety.The result showed that there are negative correlation between attachment style, self-esteem and social anxiety. Attachment style have both direct and indirect effect to social anxiety while self-esteem only have a direct effect to social anxiety.Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji hubungan antara attachment style dan self-esteem dengan kecemasan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi. Peneliti menggunakan skala attachment style, self-esteem, dan kecemasan sosial sebagai instrumen untuk mengumpulkan data. Data diambil dari siswa SMA Negeri 1 Dagangan Madiun, yang duduk di kelas X. Peneliti mengukur attachment style, self-esteem dan kecemasan sosial pada 58 siswa yang telah terpilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Dilakukan analisis jalur untuk menguji hubungan antara attachment style dan self-esteem dengan kecemasan sosial, attachment style dengan kecemasan sosial, dan self-esteem dengan kecemasan sosial. Hasilnya menunjukkan bahwa ada hubungan negatif yang signifikan antara attachment style dan self-esteem dengan kecemasan sosial. Attachment style memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap kecemasan sosial sementara self-esteem hanya memiliki hubungan langsung terhadap kecemasan sosial.
GAMBARAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA PRIA PENSIUNAN PEGAWAI NEGERI SIPIL STRUKTURAL YANG MENJADI TULANG PUNGGUNG KELUARGA Ritma Trisusanti; Satiningsih Satiningsih
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.575 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v3n1.p28-41

Abstract

The purpose of this study was to reveal psychological well-being of structural civil servants who have retired and become the backbone of their families. This study used a qualitative research approach with a phenomenological method. The subjects involved in this study were two retired male of structural civil public servant who were aged no more than 59 years old and who have different latest job rank and position. The results of this study indicated that both subjects have a good condition of psychological well-being, with each dynamic that not differ too much from each other. There are several factors that play a role in their psychological well-being condition, including adequate financial source, the existence of productive or social activities carried out after the retirement and the religiousity factors.Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu gambaran psychological well-being pria pensiunan Pegawai Negeri Sipil struktural yang menjadi tulang punggung keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan tipe penelitian fenomenologis. Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini adalah dua orang pria pensiunan Pegawai Negeri Sipil struktural yang berusia tidak lebih dari 59 tahun yang memiliki pangkat dan jabatan terakhir yang berbeda. Teknik analisis data dilakukan dengan beberapa cara, antara lain organisasi data, koding dan analisis, serta analisis intra kasus dan analisis lintas kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedua partisipan memiliki kondisi psychological well-being yang baik, dengan dinamika yang tidak berbeda jauh satu sama lain. Terdapat beberapa faktor yang berperan dalam kondisi psychological well-being kedua partisipan tersebut, antara lain sumber finansial yang memadai, adanya kegiatan produktif atau sosial yang dilakukan setelah pensiun dan faktor religiusitas.
KONTRIBUSI METODE NEURO-LINGUISTIC PROGRAMMING TERHADAP KEMAMPUAN GOAL SETTING PELARI CEPAT PERORANGAN Miftakhul Jannah
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.775 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v3n1.p42-48

Abstract

This research was designed to test the contribution of Neuro-Linguistic Programming (NLP) to individual 100 meter sprinters goal setting abilities. There were fourteen individual 100 meter sprinters from Local Training Center of East Java participated in this research. Data were analysed using difference mean pretest and posttest goal setting ability score. The result obtained indicates that: (1) mean pretest goal setting ability score=6; (2) mean postest goal setting ability score=12,5; (3) mean gain score=6,5. There was difference individual 100 meters sprinters goal setting ability between before and after received NLP training. This study concluded that NLP training contributes to increase individual 100 meter sprinters goal setting abilities.Abstrak: Penelitian ini dirancang untuk menguji kontribusi Neuro-Linguistic Programming (NLP) terhdap kemampuan goal setting pelari cepat 100 meter. Ada empat belas pelari cepat individual 100 meter dari Pusat Latihan Daerah Jawa Timur yang berpartisipasi dalam penelitian ini. Data dianalisis dengan menggunakan skor rata-rata perbedaan antara pretest dan posttest kemampuan goal setting. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa: (1) skor rata-rata pretest kemampuan goal setting = 6; (2) skor rata-rata posttest kemampuan goal setting = 12,5; (3) sko rata-rata selisih antara pretes dan postes = 6,5. Hasil tersebut menunjukkan ada perbedaan kemampuan goal setting pelari cepat individual 100 meter antara sebelum dan sesudah pelatihan NLP diterima. Setelah pelatihan NLP, kemampuan goal setting partisipan meningkat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelatihan NLP dapat meningkatkan kemampuan goal setting pada pelari cepat 100 meter perorangan.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 02 (2024): Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 01 (2024): Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 03 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 03 (2023): Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol 11, No 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol. 12 No. 1 (2021) Vol. 11 No. 2 (2021) Vol 11, No 2 (2021) Vol. 11 No. 1 (2020) Vol 11, No 1 (2020) Vol 10, No 2 (2020) Vol. 10 No. 2 (2020) Vol 10, No 1 (2019) Vol. 10 No. 1 (2019) Vol 9, No 2 (2019) Vol. 9 No. 2 (2019) Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan More Issue