cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL ILMIAH GEOMATIKA
ISSN : 08542759     EISSN : 25022180     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Geomatika (can be called Jurnal Ilmiah Geomatika-JIG) is a peer-reviewed journal published by Geospatial Information Agency (Badan Informasi Geospasial-BIG). All papers are peer-reviewed by at least two experts before accepted for publication. Geomatika will publish in two times issues: Mei and November.
Arjuna Subject : -
Articles 251 Documents
KOMPARASI GEOPORTAL KOTA DI INDONESIA DENGAN KOTA DI NEGARA EROPA Studi Kasus Geoportal Kota Payakumbuh dan Geoportal Kota Paris Andri Ferriansyah; Arie Yulfa
Geomatika Vol. 30 No. 1 (2024): JIG Vol 30 No 1 Tahun 2024
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memberikan informasi mengenai geoportal Kota Paris, agar bisa membantu Kota Payakumbuh dalam mendukung tata kelola perkotaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan antara Geoportal Kota Payakumbuh dengan Geoportal Kota Paris pada aksesibilitas data, ketersediaan data, fungsi dan fitur yang ada pada geoportal. Selain itu untuk mengetahui tantangan dalam pengelolaan data dan metadata di Geoportal Kota Payakumbuh, serta mengetahui dampak pemanfaatan Geoportal Kota Payakumbuh terhadap tata kelola perkotaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif komparatif, pengumpulan data menggunakan studi literatur, wawancara, dan observasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu teknik komparatif yang digunakan untuk membandingkan informasi dari variabel-variabel yang akan dibandingkan pada geoportal, serta teknik analisis kelebihan dan kekurangan untuk meningkatkan pengembangan Geoportal Kota Payakumbuh agar bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengguna geoportal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari segi perbandingan ketersediaan data, metadata, fitur dan fungsional geoportal, terlihat Geoportal Kota Payakumbuh masih memiliki kekurangan data dibandingkan Geoportal Kota Paris. Di antara keduanya memiliki persamaan dalam penggunaan standar metadata yaitu ISO 19115, akan tetapi Geoportal Kota Paris memiliki banyak fitur tambahan dibandingkan Geoportal Kota Payakumbuh. Selain itu, pengelolaan data dan metadata pada Geoportal Kota Payakumbuh memiliki tantangan pada instansi produsen data, karena belum banyak memproduksi data yang disebabkan keterbatasan sumber daya manusia dalam bidang SIG (Sistem Informasi Geografi). Dampak pemanfaatan Geoportal Kota Payakumbuh terhadap tata kelola kota, pengambilan keputusan, dan pelayanan publik telah berdampak baik di Pemerintahan Kota Payakumbuh.
Front Page Geomatika Vol. 30 No. 1 Tahun 2024 Sekretariat Redaksi Geomatika
Geomatika Vol. 30 No. 1 (2024): JIG Vol 30 No 1 Tahun 2024
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekretariat Redaksi GeomatikaPusat Penelitian, Promosi dan Kerja Sama, Badan Informasi Geospasial
INDEX GEOMATIKA VOL 30 NO 1 TAHUN 2024 Sekretariat Redaksi Geomatika
Geomatika Vol. 30 No. 1 (2024): JIG Vol 30 No 1 Tahun 2024
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Badan Informasi Geospasial
Front Page Geomatika Vol. 29 No. 1 Tahun 2023 Sekretariat Redaksi Geomatika
Geomatika Vol. 29 No. 1 (2023): JIG Vol 29 No 1 Tahun 2023
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pusat Penelitian, Promosi dan Kerja Sama, Badan Informasi Geospasial
SIDARMA: SISTEM INTEGRASI DATA RADAR CUACA MANDIRI BERBASIS WEB-GIS DAN APLIKASI ANDROID Abdullah Ali; Iddam Hairuly Umam; Henrikus Jatining Wahyu Argo; Haryadi; Deni Permana; Gumilang Deranadyan; Alif Adiyasa
Geomatika Vol. 29 No. 1 (2023): JIG Vol 29 No 1 Tahun 2023
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radar cuaca merupakan salah satu instrumen pengindraan jauh yang penting dalam pengamatan kondisi cuaca terkini. Resolusi spasial dan temporal yang tinggi memberikan keuntungan dalam merepresentasikan struktur suatu sistem presipitasi secara lebih detail jika dibandingkan dengan satelit cuaca. Salah satu tantangan terbesar dalam pengoperasian radar cuaca di Indonesia adalah wilayah yang luas sehingga memerlukan lebih dari satu radar cuaca untuk dapat mencakup seluruh wilayah Indonesia. Kondisi tersebut mengharuskan adanya suatu sistem untuk mengintegrasikan seluruh hasil pengamatan radar cuaca. Selain itu, kemudahan dalam pengoperasian untuk petugas operasional dan publik menjadi suatu tuntutan dalam era industri 4.0. Penelitian ini bertujuan untuk mengulas dan mengevaluasi penggunaan Sistem Integrasi Data Radar Cuaca Mandiri (SIDARMA) yang merupakan in house system Sub-Bidang Pengelolaan Citra Radar Cuaca BMKG berbasis web-GIS dan aplikasi Android. Tampilan interaktif web-GIS menampilkan citra integrasi 41 lokasi radar (mosaic) dan citra tunggal (single site) radar cuaca dengan produk reflectivity, rain rate, radial velocity, dan quantitative precipitation estimation (QPE) untuk akumulasi 1 jam dan 24 jam. Aplikasi Android dikemas lebih sederhana untuk memudahkan pengguna dalam memilih dan membaca jenis citra. Evaluasi dilakukan dengan menggunaakan uji usability suatu website dan aplikasi. Hasil usability web-GIS dan aplikasi Andorid SIDARMA mencapai nilai 88% yang dapat dikategorikan sangat baik.
PEMODELAN GENANGAN BANJIR AKIBAT CURAH HUJAN TERTINGGI DAN PASANG SURUT MAKSIMUM Studi Kasus: Kota Banjarmasin Arif Eko Wibawanto; Adib Muhammad Shodiq; Henyningtyas Suhel
Geomatika Vol. 29 No. 1 (2023): JIG Vol 29 No 1 Tahun 2023
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahap awal pengurangan risiko banir dapat dilakukan dengan pemodelan genangan banjir. Tujuan studi ini untuk menentukan sebaran genangan banjir di Kota Banjarmasin dan jumlah bangunan terindikasi terdampak. Data yang digunakan yaitu data curah hujan tertinggi, tinggi maksimum pasang surut dan DEMNAS. Pemodelan 2D menggunakan tiga skenario (debit maksimum, debit-pasang maksimum dan pasang maksimum) pada HEC-RAS. Analisis sebaran wilayah dan jumlah bangunan menggunakan analisis Sistem Informasi Geografis (SIG) dan visualisasi 3D. Visualisasi 3D dilakukan dengan menampalkan genangan dengan model bangunan 3D. Hasil studi menunjukkan tinggi genangan banjir antara 0,057 m s.d. 1,287 m. Hasil ini diperoleh dari tinggi maksimum pada tiga skenario berbeda. Dampaknya sebesar 60% wilayah Kota Banjarmasin tergenang banjir. Sejumlah 122.234 bangunan atau 73% bangunan terindikasi terdampak genangan banjir. Saat tinggi genangan maksimum, seluruh kecamatan di Banjarmasin tergenang banjir. Saat debit maksimum, terindikasi tiga kecamatan yang mengalami genangan banjir. Ketiganya yaitu Kecamatan Banjarmasin Utara, Banjarmasin Timur dan Banjarmasin Tengah. Faktor dominan timbulnya genangan banjir di Banjarmasin adalah pasang surut Sungai Martapura, layaknya wilayah pesisir lainnya.
PENGGUNAAN NETWORK ANALYSIS UNTUK PENENTUAN AKSESIBILITAS LOKASI SEKOLAH DI WILAYAH PERBATASAN NEGARA Studi Kasus: Kabupaten Malinau Muhammad Rizal Fernandita Pamungkas; Anindya Putri Tamara; Moh Erkamim; Shabrina Hapsari
Geomatika Vol. 29 No. 1 (2023): JIG Vol 29 No 1 Tahun 2023
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Malinau merupakan wilayah perbatasan negara yang memerlukan perbaikan kualitas pendidikan karena angka partisipasi sekolah mengalami penurunan pada jenjang sekolah menengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat aksesibilitas lokasi sekolah di Kabupaten Malinau dengan memanfaatkan network analysis. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder seperti data persebaran sekolah, persebaran permukiman, jumlah penduduk dan jaringan transportasi. Metode penelitian menggunakan sistem informasi geografis berbasis kriteria untuk menentukan tingkat aksesibilitas sekolah di Kabupaten Malinau. Tingkat aksesibilitas diukur berdasarkan jarak sekolah dengan pusat permukiman terdekat melalui jaringan jalan. Hasil penelitian menunjukkan 39,08% dari total jumlah sekolah di Kabupaten Malinau tergolong akses sulit dan akses sangat sulit. Sebagian besar persebaran sekolah tersebut terletak di wilayah perbatasan negara dengan kondisi akses jalan yang terbatas maupun akibat limitasi alam. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya rasio guru murid di Kabupaten Malinau. Penggunaan network analysis dapat membantu untuk mengurangi kesenjangan pembangunan di Kabupaten Malinau serta dalam perencanaan pembanguann fasilitas pendidikan dan jaringan transportasi.
KAJIAN KEANDALAN MODEL 3D HASIL AKUISISI TERRESTRIAL LASER SCANNER UNTUK PEMBUATAN AS BUILT DRAWING Monica Maharani; Basuki Rahmad; Ediyanto; Oktavia Dewi Alfiani; Dinda Pratiwi Dwi Putri; Nur Muhammad Ikram
Geomatika Vol. 29 No. 1 (2023): JIG Vol 29 No 1 Tahun 2023
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang menunjukkan bahwa model 3D hasil akuisisi Terrestrial Laser Scanner (TLS) mampu digunakan sebagai acuan untuk pembuatan as built drawing telah banyak dilakukan. Namun demikian, penelitian-penelitian tersebut tidak ada yang mendeskripsikan secara detail mengenai kriteria dan standar pembuatan as built drawing yang digunakan. Oleh karena itu, untuk menguji keandalan model 3D hasil akuisisi TLS untuk pembuatan as built drawing dalam penelitian ini, terlebih dahulu dilakukan pengumpulan standar as built drawing dari 4 perusahaan konstruksi yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hasil pengumpulan kriteria apabila dirumuskan secara umum menunjukkan bahwa suatu as built drawing seharusnya memenuhi kriteria karakteristik model as built drawing dan kriteria informasi pada gambar, sementara hasil pengumpulan standar apabila dirumusukan secara umum suatu as built drawing harus memenuhi parameter validasi gambar. Selanjutnya, model 3D hasil akuisisi TLS dalam penelitian ini diuji kemampuannya dalam memenuhi kriteria dan standar as built drawing yang telah dirumuskan tersebut. Hasil kajian menunjukkan as built drawing hasil akuisisi TLS dalam penelitian ini mampu memenuhi seluruh standar parameter validasi gambar yang terdiri dari 8 parameter, yang salah satu diantaranya adalah akurasi ketelitian mencapai fraksi cm-mm yang mana nilai Root Mean Square Error (RMSE) yang diperoleh dalam penelitian ini sebesar 1,9 cm dan standar deviasi 1,4 cm. Selain itu, salah satu kriteria yaitu karakteristik model as built drawing yang terdiri dari 5 parameter dapat terpenuhi seluruhnya. Walaupun demikian, kriteria mengenai informasi pada gambar hanya dapat memenuhi 5 dari 7 parameter.
COMPARISON OF K-NEAREST NEIGHBOR, MULTIPLE LINEAR REGRESSION, AND RANDOM FOREST CLASSIFIERS FOR DEPTH EXTRACTION IN THE SHALLOW WATER OF KEPULAUAN SERIBU, INDONESIA Rifqi Muhammad Harrys; , Ratna Sari Dewi; Teguh Sulistian; Dimas Hanityawan Suryopuspito; Fajar Triady Mugiarto
Geomatika Vol. 29 No. 1 (2023): JIG Vol 29 No 1 Tahun 2023
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Satellite-derived bathymetry is a method used to overcome the limitation of survey vessels when acquiring depth data in shallow waters of less than 2 m, especially depths of 0-2 m. Currently, the SDB method has been widely used to provide shallow water bathymetric data. Besides this method can provide wide coverage of depth data, the availability of multitemporal and multiresolution images allows the method to be categorized as a relatively low-cost method compared to conventional surveys. This study compares SDB methods in deriving depth data using various machine learning algorithms using Sentinel-2A images in Kepulauan Seribu, Indonesia. Three machine learning algorithms were compared, namely K-Nearest Neighbors (KNN), Multiple Linear Regression (MLR), and Random Forest (RF), to observe the best-performing method. SDB was applied by combining echo-sounding measurements and the reflectance of blue, green, red, and near-infrared bands of Sentinel 2A. Our research revealed that RF provided the best accuracy compared to MLR and KNN. However, the resulted depth range could not cover very shallow water depth at 0 m. Only the MLR could detect zero depth, but it has the worst RMSE value. KNN provided a feasible result with slightly higher RMSE compared to RF, nonetheless, it took longer runtime for about 30% higher than RF.
PEMODELAN SPASIAL PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN HUTAN PRODUKSI TERBATAS DI KECAMATAN KULAWI KABUPATEN SIGI PROVINSI SULAWESI TENGAH Muhammad Adam Suni; Hasriani Muis; Ida Arianingsih
Geomatika Vol. 29 No. 1 (2023): JIG Vol 29 No 1 Tahun 2023
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Deforestasi adalah salah satu penyebab utama kerusakan lingkungan dan dapat disebabkan faktor manusia serta dapat menyebabkan terjadinya perubahan iklim yaitu kekeringan berkepanjangan dan distribusi curah hujan yang tidak memadai tidak teratur dan tidak rata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan tutupan lahan dalam kurun waktu lima tahun dengan citra Landsat 8 tahun 2015 dan 2020 serta menganalisis faktor-faktor penyebab perubahan tutupan lahan pada Kawasan Hutan Produksi Terbatas di Kecamatan Kulawi. Penelitian menggunakan analisis citra terbimbing (supervised) dan analisis regresi logistik biner. Pembentukan model spasial perubahan tutupan hutan di Kawasan Hutan Produksi Terbatas Kecamatan Kulawi menggunakan 5 faktor peubah yang terdiri dari aspek aksesibilitas yaitu permukiman, kepadatan penduduk, sungai, kemiringan lereng, dan jalan. Logit Logit (p) = -0,24179 + 0,03247 (x1) + 0,01617 (x2) - 0,43271 (x3) - 0,31261 (x4) + 0,03350 (x5). Model yang dipilih adalah yang memiliki nilai goodness of fit dan nilai chi square terbesar. Hasil analisis regresi logistik biner menunjukkan nilai goodness of fit sebesar 5745198,85, nilai chi square sebesar 62749,78 dan pseudo r2 sebesar 0,30 lebih besar dari 0,20 yang menandakan model layak digunakan. Berdasarkan hasil analisis regresi logistik biner diketahui bahwa jarak dari jalan, jarak dari pemukiman, kepadatan penduduk berpengaruh terhadap perubahan tutupan lahan hutan dengan nilai positif dan jarak dari sungai, kemiringan lereng berpengaruh terhadap perubahan tutupan lahan hutan dengan nilai negatif.