cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
MAJALAH ILMIAH GLOBE
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue " Vol 15, No 2 (2013)" : 13 Documents clear
INTEGRASI PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK KAJIAN PENGGUNAAN LAHAN DAN KONDISI OBSTACLE BANDAR UDARA ADISUTJIPTO Sari, Erna Noor; Susilo, Bowo
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 15, No 2 (2013)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.299 KB) | DOI: 10.24895/MIG.2013.15-2.81

Abstract

Pemerintah melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 44 Tahun 2005 telah menetapkan persyaratan terkait dengan kondisi di lingkungan bandar udara untuk menunjang keselamatan penerbangan. Penggunaan lahan dan kondisi obstacle yang terdapat di KKOP menentukan layak tidaknya kondisi bandar udara terkait dengan keselamatan penerbangan. Penggunaan lahan dan kondisi obstacle yang tidak sesuai dengan KKOP perlu dikaji. Kajian memerlukan data kondisi aktual penggunaan lahan dan obstacle yang ada di dalam KKOP. Citra penginderaan jauh dapat digunakan untuk memperoleh informasi tentang kondisi aktual penggunaan lahan. Penggunaan citra resolusi tinggi yang digabungkan dengan pengukuran lapangan memungkinkan untuk memetakan kondisi obstacle di KKOP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan lahan pada zona horizontal dalam, mayoritas adalah permukiman yaitu seluas 2.523,2 ha atau 36,5% dari luas seluruhnya. Pada kawasan kemungkinan bahaya kecelakaan keberadaan bangunan yang tidak mendukung kegiatan penerbangan tidak  diperbolehkan keberadaannya, namun terdapat permukiman seluas 40.47 ha atau 33, 67% dengan jarak mendatar sejauh 1.100 m. Terdapat objek yang menjadi obstacle, kelebihan ketinggian objek gedung kurang lebih 0,3-2 m, sedangkan kelebihan  ketinggian objek pohon berkisar 2,2-4,8 m.Kata Kunci: Penggunaan Lahan, Penghalang, Ketinggian Objek, Bandar Udara
PERENCANAAN SPASIAL PENINGKATAN PRODUKSI KEDELAI BERBASIS KESESUAIAN LAHAN DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Widiatmaka, Widiatmaka; Ambarwulan, Wiwin; Munajati, Sri Lestari; Munibah, Khursatul; Murtilaksono, Kukuh; Tambunan, Rudi P; Nugroho, Yusanto A; Santoso, Paulus B.K.; Suprajaka, Suprajaka; Nurwadjedi, Nurwadjedi
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 15, No 2 (2013)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.475 KB) | DOI: 10.24895/MIG.2013.15-2.86

Abstract

Pemanfaatan data survei tanah dan evaluasi lahan dilakukan untuk perencanaan peningkatan produksi kedelai menjawab tantangan kelangkaan pasokan kedelai di Kab. Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Data yang digunakan adalah hasil survei oleh Pusat Pemetaan dan Integrasi Tematik, Badan Informasi Geospasial dilengkapi dengan analisis citra dan evaluasi lahan fisik dan ekonomi untuk kedelai. Analisis kesesuaian lahan fisik dan ekonomi untuk kedelai dilakukan menggunakan Automated Land Evaluation System (ALES). Penggunaan lahan diinterpretasi menggunakan citra SPOT-5, dipertajam dengan data lebih detil menggunakan citra IKONOS dari Kementerian Pertanian. Hasil-hasil analisis diinterpretasi dalam term potensi intensifikasi kedelai pada lahan sawah eksisting dan potensi perluasan tanaman kedelai pada lahan kering yang potensial. Hasil analisis menunjukkan bahwa di wilayah Kabupaten Lombok Timur masih dimungkinkan dilakukan intensifikasi dan ekstensifikasi untuk peningkatan produksi kedelai dalam rangka peningkatan ketahanan pangan regional. Persoalannya, keuntungan petani dalam budidaya kedelai pada berbagai kelas kesesuaian lahan jauh lebih kecil dibandingkan pengusahaan padi sawah. Perencanaan fisik berbasis kesesuaian lahan perlu diikuti dengan upaya menciptakan kondisi agar penanaman kedelai menarik bagi petani dari sisi ekonomi.Kata Kunci: Ketahanan Pangan, SPOT-5, Kesesuaian Lahan, Sistem Evaluasi Lahan Otomatis.ABSTRACTData from soil survey and land evaluation were used in planning for increasing  soybean production, answering the lack of soybean supply in East Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province. The results of the survey of Center for Integrated Mapping, Geospatial Information Agency were used, combined with image analysis and physical and economical land suitability analysis for soybeans. Analysis of physical and economical land suitability for soybean was performed using Automated Land Evaluation System (ALES). Land use was interpreted using SPOT-5 imagery, completed by the data of IKONOS imagery from Ministry of Agriculture. The results of the analysis were interpreted in terms of the potential intensification of soybean on existing ricefield and the potential expansion of soybean crops ondry land. The analysis showed that in East Lombok Regency, there is still possible to do the intensification and extension of soybean in order to improve regional food security. The problem is, benefit of farmers in the cultivation of soybeans in various land suitability classes are much smaller than rice cultivation. Physical planning based on land suitability needs to be coupled with efforts to create an attractive situation to farmers for planting soybean.Keywords: Food Security, SPOT-5, Land Suitability, Automated Land Evaluation System.
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DALAM PENENTUAN KAWASAN WISATA BAHARI DI PULAU WANGIWANGI, KABUPATEN WAKATOBI Yulius, Yulius; Salim, Hadiwijaya L; Ramdhani, M; Arifin, T; Purbani, D
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 15, No 2 (2013)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.766 KB) | DOI: 10.24895/MIG.2013.15-2.82

Abstract

Wakatobi memiliki sumber daya alam yang sangat potensial dengan 25 gugusan terumbu karang yang indah dan masih alami dengan spesies beraneka ragam bentuk. Kawasan ini dinilai terbaik di dunia dengan sering dijadikan sebagai ajang diving dan snorkling bagi para penyelam nasional maupun internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kesesuaian kawasan untuk wisata bahari menggunakan SIG. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis spasial (keruangan) dan analisis tabular terhadap kesesuaian kawasan dalam SIG. Hasil analisis spasial dan tabular terhadap kesesuaian kawasan untuk wisata bahari, menunjukkan bahwa lokasi yang sesuai adalah di utara Pulau Wangiwangi, Kecamatan Wangiwangi dan di utara Pulau Kapota, KecamatanWangiwangi Selatan dengan luas sekitar 2.786,9 ha atau 20,3% dari luas total wilayah kawasan.Kata kunci : Sistem Informasi Geografis (SIG), Wisata Bahari, Pulau Wangiwangi, Kabupaten Wakatobi.ABSTRACTWakatobi has a huge potential of natural resources with 25 beautiful and pristine coral reefs species in diverse forms. Wakatobi is considered as one of the best biosphere area in the world and frequently used as a place for diving and snorkeling among national and international divers. This study aims to determine the suitability of the area for marine tourism using GIS. The methods used in this research are spatial analysis methods and tabular analysis of the suitability of the area with the GIS tools. From the results of the spatial analysis of the suitability area for marinetourism, obtained that the corresponding location is at the northern island of Wangiwangi, Wangiwangi District and at the northern of Kapota Island, South Wangiwangi District with an area of 2786,9 hectares or 20,3 % of the total area inthe region.Keyword : Geographic Information System (GIS), Marine Tourism, Wangiwangi Island, Wakatobi Regency.
PERAN PETA PENGGUNAAN LAHAN UNTUK ESTIMASI POTENSI BAHAN PAKAN TERNAK SAPI WILAYAH KABUPATEN LOMBOK BARAT Sunarto, Kris
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 15, No 2 (2013)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.85 KB) | DOI: 10.24895/MIG.2013.15-2.87

Abstract

Peta Penggunaan Lahan menyajikan data dan Informasi Geospasial tentang berbagai jenis penggunaan lahan. Masing-masing jenis penggunaan lahan ketika dipadukan dengan citra penginderaan jauh dan berbagai data pertanian maupun data kebutuhan pakan ternak, dapat diketahui tingkat potensinya. Potensi tersebut meliputi jenis hijauan pakan sapi yang tersedia maupun volumenya. Semakin berpotensinya suatu wilayah akan semakin memungkinkan untuk dikembangkan. Stok daging sapi nasional yang semakin berkurang, harus diimbangi peningkatan populasi dan pakan. Program swasembada daging sapi wajib ditopang upaya peternakan intensif. Keberhasilan bidang pertanian dan peternakan adalah bagian dari keberhasilan ketahanan pakan dan pangan, baik lokal maupun nasional. Masalah yang dihadapi dalam kajian ketersediaan pakan sapi adalah keterbatasan ketersediaan data geospasial terbaru. Maksud kajian adalah menyiapkan Peta Penggunaan Lahan Terkini untuk mengestimasinya. Metode yang digunakan adalah interpretasi citra penginderaan jauh skala detil terbaru, menyiapkan peta penggunaan lahan terkini dan melakukan analisis potensi pakan pada masing-masing penggunaan lahan. Tingkat potensi ketersediaan pakan sapi dapat diketahui jenis bahan pakan dan volumenya. Secara berurutan potensinya adalah sawah irigasi tidak penuh, sawah irigasi penuh, sawah tadah hujan, tegal, dan ladang. Pembudidayaan rumput hibrida secara intensif sangat diperlukan. Pengolahan limbah pertanian yang ternyata melimpah perlu proses pabrikan. Dengan Peta Penggunaan Lahan Terkini, estimasi potensi pakan ternak dapat diketahui. Dari hasil estimasi potensi bahwa daerah kajian mencapai 606.948 ton hijauan pakan ternak sapi per tahun. Potensi tersebut cukup untuk 184.763 ekor sapi lokal dewasa.Kata Kunci: Penggunaan Lahan, Pakan Ternak Sapi, Potensi Limbah Pertanian, Lombok Barat.ABSTRACTLand Use Map presents geospatial data and information of different types of land use. When each type of land use is compilated with remote sensing images and a variety of agricultural data or feed requirements of livestock data, then their level of its potential can be known. The potential includes the type of cattle forage available and its volume. The more potential an area will be the more allowed to develop. National beef stock is growing shortage, should offset the increase in population and feed. Beef self-sufficiency program required sustained effort of intensive farming. The success of the agricultural and livestock are part of the success of the feed and food security, both locally and nationally. Problems encountered in the study of the availability of cattle feed is limited availability of latest geospatial data. The purpose of the study is to create a present land use map for potential estimation of cattle feeds material. The method used are interpretation of large scale remote sensing imagery, prepare of current land use map and analysis of potential for cattle feed on each land use classes. The level of potential availability of cattle feed can be known about the type and volume of feed ingredients. In high-order potential are limited rice field irrigation, full ricefield irrigation, rain fed rice field, upland agricultures and other type of land use. Intensive cultivation of hybrid grass is needed. Processing of agricultural wastes are apparently abundant therefore it need manufacturing process. Presentland use map, are able to show the estimated potential fodder. From the estimation of potential shows that the study area reached 606,948 tons per year of cattle fodder. These capabilities are sufficient to grows 184,763 local adult cows.Keywords: Land Use, Cattle Feed, Agricultural Waste Potential, West Lombok.
PEMANFAATAN CITRA SATELIT UNTUK MEMANTAU DINAMIKA MASSA AIR PERMUKAAN DI SELAT MAKASSAR Pasaribu, Riza Aitiando; Gaol, Jonson Lumban; Manurung, Djisman
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 15, No 2 (2013)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.343 KB) | DOI: 10.24895/MIG.2013.15-2.78

Abstract

ABSTRAKSalah satu hal yang menarik untuk dikaji mengenai perairan Indonesia adalah dengan adanya istilah yangmendunia yaitu Indonesian Through Flow atau yang dikenal dengan istilah Arus Lintas Indonesia (ARLINDO). Melaluipemahaman tentang oseanografi terutama oseanografi fisika maka dapat dipelajari kondisi fisik suatu wilayah perairanbeserta karakteristik dari perairan tersebut. Saat ini parameter oseanografi fisika dapat dideteksi denganmenggunakan teknologi penginderaan jauh. Penelitian ini bertujuan untuk memantau dinamika massa air permukaandi Perairan Selat Makassar dengan menggunakan potensi dan pemanfaatan teknologi penginderaan jauh. Data yangdigunakan dalam penelitian ini adalah data citra satelit Terra dan Aqua MODIS level 1 dengan resolusi 1 km dalamformat Hierarchical Data Format (HDF). Data sebaran Suhu Permukaan Laut (SPL) adalah data harian selama duatahun (2009-2010) dengan citra SPL untuk mendapatkan data time series. Data pendukung yang diambilmenggunakan teknologi penginderaan jauh adalah curah hujan, kecepatan dan arah angin yang merupakan datasekunder. Setiap bulan ada 2 sampai 3 data harian yang layak untuk diolah, hal yang menjadi kendala paling besaradalah banyaknya citra yang tertutup awan sehingga data yang didapat tidak dapat menggambarkan kondisi PerairanSelat Makassar. Dinamika massa air permukaan yang menunjukkan pergerakan massa air permukaan terlihat melaluipola SPL yang terbentuk di Selat Makassar. Massa air permukaan bergerak dari utara ke selatan perairan terdeteksidi Bulan Maret 2010 dan dari selatan ke utara di Bulan Juni 2010.Kata Kunci: Massa Air Permukaan, Selat Makassar, MODIS, Suhu Permukaan Laut.ABSTRACTStudy on Indonesia Through Flow of Makassar Strait is very interesting subjects considering that this term isbocome globally welknown. By understanding its physical oceanography, the characteristic of this waters can belearned. Current technology developments enable scientist to study, physical oceanographic parameters by usingremote sensing technology. This study aims to monitor the dynamics of the surface water mass in Makassar Straitusing the advancement of remote sensing technology. The data used in this study is satellite image data of Terra andAqua Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) level 1 with spatial resolution of 1 km stored inHierarchical Data Format (HDF) format. Meanwhile, daily Sea Surface Temperature (SST) data of two consecutiveyears (2009-2010) were used to obtain time series data of the SST. The other supporting data were rainfall data andwind direction and speed. The biggest obstacle found in this study is that many areas were covered by cloud so thatthe images data could not be used to describe the Makassar Strait waters condition. The result of this study thatdynamics of surface water mass that show the movement of surface water mass distribution can be seen from thepatterns of SST in Makassar Strait. Surface water mass at the Makassar Strait moves from north to south in March2010 and was appeared in opposite flow in June 2010.Keywords: Surface Water Masses, Makassar Strait, MODIS, Sea Surface Temperature.
STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN PERIKANAN BUDIDAYA DI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR Ambasari, Lia; Gandasasmita, Komarsa; Sudadi, Untung
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 15, No 2 (2013)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.358 KB) | DOI: 10.24895/MIG.2013.15-2.83

Abstract

Kabupaten Lampung Timur ditetapkan sebagai kawasan minapolitan pada Tahun 2010 sehingga merancang strategi pengembangan perikanan budidaya menjadi hal yang penting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis komoditas unggulan, kesesuaian lahan, memetakan arahan pengembangan perikanan budidaya dan merancang strategi pengembangan perikanan budidaya di Kabupaten Lampung Timur. Hasil analisis menunjukkan bahwa rumput laut, kerang hijau, udang vaname, udang windu, ikan bandeng, ikan nila, ikan patin dan ikan gurame merupakan komoditas unggulan budidaya di Kabupaten Lampung Timur. Kesesuaian lahan untuk budidaya perikanan di Kabupaten Lampung Timur sebagian besar memiliki kriteria sangat sesuai (S1) dan sesuai (S2). Pengembangan budidaya laut diarahkan pada wilayah laut sepanjang pantai Kabupaten Lampung Timur seluas 38.871 ha, sedangkan untuk pengembangan budidaya air payau diarahkan di dua kecamatan yaitu Labuhan Maringgai dan Pasir Sakti. Pengembangan budidaya air tawar diarahkan pada lahan seluas 53.304 ha yang tersebar di delapan kecamatan yaitu Kecamatan Bumi Agung, Batanghari, Sekampung, Raman Utara, Purbolinggo, WayBungur, Way Jepara dan Jabung. Strategi yang bisa menjadi alternatif untuk ditempuh adalah meningkatkan kualitas SDM berbasis pengetahuan, meningkatkan kelembagaan pembudidaya, meningkatkan kelembagaan pemasaran danmeningkatkan penyediaan sarana dan prasarana.Kata Kunci: Komoditas Unggulan, Perikanan Budidaya, Kesesuaian Lahan.ABSTRACTLampung Timur Regency appointed as a minapolitan area in 2010 so designing  aquaculture development strategy becomes important. The purpose of this study are to analyze the prime commodities of aquaculture, land suitability, mapping the direction of the development of aquaculture and formulate strategies for developing aquaculture in Lampung Timur regency. The analysis showed that aquaculture prime commodities are seaweed, green mussel, vaname shrimp, black tiger shrimp, milkfish, tilapia, catfish and gurame. Land suitability for aquaculture in LampungTimur regency mostly fall ini highly suitable and suitable criteria. Aquaculture development is directed to marine areas along the coast of Lampung Timur district covering 48,871 ha, while for brackish water aquaculture development is directed at two districts namely Labuhan Maringgai and Pasir Sakti. Freshwater aquaculture development is directed at an area of 53,304 ha of land that spread over 8 districts, those are Bumi Agung District, Batanghari, Sekampung, Raman Utara, Purbolinggo, Way Bungur, Way Jepara, and Jabung. The alternative strategy to improve the human resources quality is development based on knowledge, improvement institutional farmers, marketing institutions and the provision of facilities and infrastructure.Keywords : Prime Commodities, Aquaculture, Land Suitability
ANALISIS DAERAH RAWAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN DALAM PENATAAN RUANG DI KOTA PALANGKA RAYA, PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Mapilata, Eko; Gandasasmita, Komarsa; Djajakirana, Gunawan
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 15, No 2 (2013)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.367 KB) | DOI: 10.24895/MIG.2013.15-2.88

Abstract

Di Kota Palangka Raya, kejadian kebakaran hutan dan lahan merupakan kejadian yang hampir terjadi setiap tahun pada musim kemarau. Kondisi ini mengakibatkan kerusakan dan kerugian ekonomi, sosial dan lingkungan yang akan menghambat laju pembangunan dan pengembangan wilayah Kota Palangka Raya. Tujuan utama penelitian ini adalah mengidentifikasi daerah rawan kebakaran hutan dan lahan berdasarkan lokasi kebakaran dan faktor-faktor yang mempengaruhi kebakaran hutan dan lahan. Daerah rawan kebakaran hutan dan lahan digunakan sebagai bahan masukan dan pertimbangan dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Berdasarkan analisis regresi logistik, aktivitas manusia merupakan faktor utama yang mempengaruhi kejadian kebakaran hutan dan lahan. Secara spasial aktivitas manusia terdiri atas: jarak dari jalan, tutupan lahan dan kepadatan penduduk. Composite Mapping Analysis (CMA) digunakan untuk memetakan daerah rawan kebakaran hutan dan lahan berdasarkan lokasi kebakaran dan faktor-faktor yang mempengaruhi kebakaran hutan dan lahan. Hasil analisis daerah rawan kebakaran hutan dan lahan menggunakan CMA dengan tiga variabel yang mempengaruhi kebakaran hutan dan lahan menghasilkan akurasi model sebesar 80,00% dengan luas daerah dengan tingkat kerawanan tinggi seluas 33.824 ha. Pada akhirnya, pemanfaatan lahan pada daerah rawan kebakaran hutan dan lahan dengan tingkat kerawanan tinggi memerlukan pengelolaan ruang atau adaptasi teknologi dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.Kata Kunci: Kebakaran Hutan dan Lahan, Daerah Rawan, Penataan Ruang.ABSTRACTIn the city of Palangka Raya, land and forest fires is an event that occurred almost every year during the dry season. These conditions resulted in damage and economic loss, socially and environmentally that will inhibit the rate of development and regional development in Palangka Raya City. The main objective of this study is to identify land and forest fires hazard zonation based on fire location and the factors that influence the occurrence of land and forest fires. Land and forest fires hazard zonation is used as an input and consideration in land and forest fire prevention. Base on logistic regression analysis, human activites are the main factor that influence the occurrence of land and forest fires. Spatially human activities consisted of distance from the road, land cover and population density.Composite Mapping Analysis (CMA) is use to map the hazard zonation of land and forest fire based on fire location and factors that influence land and forest fires. The results of the analysis of land and forest fire hazard zonation using CMA with three variables that influence land and forest fires produce model accuracy by 80 % with high hazard area covering 33.824 ha. In the final result of the area to be cultivated in land and forest fires hazard zonation with high hazard area requires spatial management or adaptation of technology to make the area as intended in an effort to prevent land and forest fires.Keyword: Land and Forest Fires, Hazard Zonation, Spatial Planning.
ANALISIS POTENSI TAMBAK GARAM MELALUI PENDEKATAN INTERPRETASI CITRA PENGINDERAAN JAUH : STUDI KASUS DI KAWASAN PESISIR KABUPATEN KUPANG Nahib, Irmadi; Suwarno, Yatin; Prihanto, Yosef
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 15, No 2 (2013)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.664 KB) | DOI: 10.24895/MIG.2013.15-2.79

Abstract

ABSTRAKPemanfaatan citra penginderaan jauh untuk pengelolaan wilayah pesisir dapat dilakukan melalui analisis spasialatau kewilayahan. Citra penginderaan jauh dapat dimanfaatkan untuk identifikasi potensi sumberdaya di wilayahpesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis spasial areal tambak garam (potensial dan eksisting), danmenganalisis kelayakan usaha budidaya tambak garam di wilayah pesisir Kabupaten Kupang. Metode yangdigunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan interpretasi visual citra satelit resolusi tinggi, yang dikombinasikandengan pengolahan citra SRTM, serta pemanfaatan Peta RBI skala 1:25.000. Penelitian ini juga ditunjangsurvei lapangan untuk menguji kebenaran hasil interpretasi dan wawancara pengumpulan data parameter ekonomi.Hasil analisis menunjukkan dari lahan seluas ± 3.404,51 ha yang teridentifikasi berpotensi sebagai lahan tambak, ±731,41 ha merupakan areal penyangga berupa mangrove, sehingga luas areal yang dapat dimanfaatkan untukpengembangan tambak adalah ± 2.673,1 ha. Analisis ekonomi menunjukkan bahwa tambak garam layakdikembangkan. Hasil analisis diperoleh benefit cost ratio sebesar 2,20 dengan mendapat nilai net present valuesebesar Rp. 334.888.490 dalam pengusahaan selama 10 tahun. Usaha budidaya ini cukup mapan, bahkan tetapmampu bertahan jika terjadi kenaikan biaya sebesar 25 % dan produksi menurun hingga 25 %.Kata Kunci : Penginderaan Jauh, Tambak Garam, Analisis Spasial, Analisis Ekonomi.ABSTRACTUtilization of remote sensing imagery for coastal zone management can be done through spatial analysis. Remotesensing imagery can be used to identify resources potential in coastal areas. This study aims to analyze spatialdidtribution of salt ponds area (potential and existing) and to analyze the feasibility of salt pond cultures at KupangRegency. The method used in this studies are visual interpretation of high-resolution satellite imagery approach,combined with SRTM image, and utilization of RBI map at the scale of 1:25.000. This study is also supported by fieldsurveys to test the accuracy of the interpretation results, besides interview to fishermen to get economic parametersdata. The results of the analysis shows that among the area of 3,404.51 ha that is identified as a potential salt pond,731.41 ha (21,48 %) of the area is covered by mangrove and consider a buffer area. Therefore total area that can beused for developing salt pond is 2,673.1 ha (81,81 %). Moreover, the economic analysis shows that the salt ponds isfeasible to be developed. Fish pond culture should be developed with benefit cost ratio of 2.20 with Net PresentValue in 10 years. This cultivation is already well established, even still considered capable to survive in case thecost would increased by 25 % and production decreased by 25 %.Keywords: Remote Sensing, Salt Pond, Spatial Analysis, Economic Analysis.
PREDIKSI PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN DAN PERENCANAAN PENGGUNAAN LAHAN PASCATAMBANG NIKEL DI KABUPATEN HALMAHERA TIMUR Tuni, Muhd. Siraz; Barus, Baba; Iskandar, Iskandar
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 15, No 2 (2013)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.118 KB) | DOI: 10.24895/MIG.2013.15-2.84

Abstract

Halmahera Timur merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Maluku Utara dengan potensi sumberdaya mineral yang besar yaitu pertambangan nikel. Namun, sumberdaya mineral yang tersedia belum memberikan dampak yang berarti bagi pertumbuhan ekonomi. Vegetasi tutupan lahan semakin berkurang dengan adanya aktivitas penambangan dan jumlah produksi pertanian tiap kecamatan terganggu. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan lahan pascatambang nikel yang mendukung perkembangan wilayah melalui beberapa pendekatan yaitu : analisis dan prediksi perubahan tutupan lahan; evaluasi tingkat perkembangan wilayah dari data PDRB dan identifikasi sektor basis tiap kecamatan; membuat skenario penggunaan lahan pascatambang nikel. Penelitian ini memperlihatkan perubahan tutupan lahan terjadi pada kelas hutan dan kebun campuran yang terkonversi menjadi bukaan tambang, sawah dan tegalan/semak/belukar terkonversi menjadi permukiman. Selain itu, sektor basis tiap kecamatan menurun dari hasil produksi karena ada konversi lahan, seperti kelas kebun campuran menjadi kelas bukaan tambang. Perubahan ini tidak diikuti dengan peningkatan ekonomi wilayah yang tinggi. Tren perkembangan ekonomi wilayah periode 2000-2010 menunjukkan peningkatan yang rendah yaitu 0,8%. Perkembangan ekonomi wilayah dan sektor basis tiap kecamatan di Kabupaten Halmahera Timur belum berkembang, sehingga perlu adanya skenario perencanaan penggunaan lahan pascatambang nikel yang sesuai dengan fungsi ruang yaitu tanaman pangan, perkebunan rakyat, hutan tanaman rakyat,dan hutan.Kata Kunci : Perencanaan Penggunaan Lahan, Lahan Pascatambang, Sektor Basis, Pengembangan Ekonomi Wilayah.ABSTRACTEast Halmahera is one of the regency in North Maluku Province with great mineral resource potential especially nickel mining. However, these mineral resources have not provided a significant impact to the economic growth. Vegetation of land cover decreased in the presence of mining activities and the amount of agriculture production from each sub district is disrupted. This study aims to utilize post-mining land of nickel supporting regional development, through a few parameters, namely : analysis and prediction of land cover change; evaluation of regional growth rate of GDP and identifying leading sector in each sub district; making scenario of ex-nickel mining land. This study showed land cover occurred on the forest class and mixed plantation class converted to land clearing mines, paddy and moors / bush / shrubconverted to settlements. Beside that, leading sector of each sub district decreased of existing production due to land conversion, such as mixed plantation class to be class of mine openings. These changes were not followed by regionaleconomy development. The trend of regional economic development of the period 2000-2010 showed a low increase of 0,8%. Regional economic growth and leading sector each sub district in East Halmahera Regency is undeveloped, so that this needs the presence of scenarios for land use planning of ex-nickel mining appropriate with the spatial function namely food crops, smallholder plantations, community plantation forests, and forest.Keyword : Land Use Planning, Ex-Mining Land, Leading Sector, Regional Economic Development.
VALUASI EKONOMI DAMPAK PENCEMARAN DAN ANALISIS KEBIJAKAN PENGENDALIAN PENCEMARAN DI TELUK JAKARTA Haryati, Sri; Sanim, Bunasor; Riani, Etty; Ardianto, Luky; Sutrisno, Dewayany
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 15, No 2 (2013)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.277 KB) | DOI: 10.24895/MIG.2013.15-2.89

Abstract

Teluk Jakarta adalah salah satu dari perairan Indonesia dengan berbagai macam kegiatan manusia. Semua area dapat meningkatkan jumlah pencemaran logam berat dalam air terutama yang bermuara ke Teluk Jakarta. Logam berat akan disimpan dan terakumulasi dalam air, sedimen dan hewan akuatik. Kerang hijau (Perna viridis) merupakan salah satu hewan air yang dibudidayakan di Teluk Jakarta sejak Tahun 1979. Dinas Kelautan dan Perikanan Jakarta menganalisis adanya kandungan logam berat pada kerang yang dibudidaya secara komersial di Cilincing dan Kamal Muara, Jakarta Utara. Dari kajian tersebut didapatkan data bahwa kerang yang  dibudidayakan di lokasi penelitian tidak cocok untuk konsumsi, karena memiliki kandungan logam berat yang tinggi. Kerang hijau ini lebih cocok untuk pembersih (purifier) lingkungan laut yang terkontaminasi logam berat. Hasil penelitian ini adalah bahwa polusi berdampak terhadap penurunan produktivitas budidaya kerang hijau. Potensi nilai ekonomis dan ekologis dari hilangnya dalam kasus pencemaran adalah Rp. 5.485.067.304 per hektar dan kemungkinan hilangnya pendapatan akibat polusi adalah Rp. 35.149.103.520 per tahun.Kata Kunci: Teluk Jakarta, Perna viridis, Logam Berat, Limbah, Valuasi Ekonomi.ABSTRACTJakarta Bay water is one of Indonesia waters which are teeming with various kinds of human activities. All area can continuously increase the amount of pollution especially heavy metal in water of Jakarta Bay. Heavy metal will deposited and accumulated in water, sediment and aquatic animal. Green mussel (Perna viridis) is one of the aquatic animals which cultivated in Jakarta Bay since 1979. Jakarta Maritime and Fishery Affairs Agency (2007) analyzed the heavy metal content of mussels farmed commercially in Cilincing and Kamal Muara, North Jakarta. From these explanations it can be said that the mussels are cultivated in the study site is not suitable for consumption, as it has a high content of heavy metals. Green mussel is more suitable for the purifier of marine environment that has been contaminated with heavy metals. Research result was which pollution impact on the reduction of green mussel farming productivity. Potential economic and ecological value of the loss in case of pollution is Rp.5.485.067.304 per hectareand the possible loss of revenue due to pollution is Rp. 35.149.103.520 per year.Keywords: Jakarta Bay, Perna viridis, Heavy Metal, Pollution, Valuation Economic.

Page 1 of 2 | Total Record : 13