cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
AKSIOLOGIYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 25284967     EISSN : 2548219X     DOI : -
Core Subject : Social,
Aksiologiya merupakan jurnal pengabdian kepada masyarakat yang menjadi wadah ilmiah untuk pengabdian. Artikel merupakan hasil dari IbM, IbW, IbPE, IbIKK, atau pengabdian lainnya yang berasal dari non dikti.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2020): Februari" : 15 Documents clear
Pendampingan Eksperimen Fisika Bagi Siswa-Siswa SMA di Surabaya Elisabeth Pratidhina; Kurniasari Kurniasari; Budijanto Untung; Herwinarso Herwinarso; Anthony Wijaya; Bergitta Dwi Anawati; Jane Koswojo; Johanes VD Wirjawan; Sugimin Sugimin
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2020): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i1.3069

Abstract

ABSTRAK Fisika adalah ilmu yang sangat erat dengan kehidupan sehari-hari dan menjadi tonggak perkembangan teknologi. Oleh sebab itu, mata pelajaran fisika diberikan pada siswa-siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Pembelajaran Fisika harusnya menekankan pada pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar siswa mampu memahami fenomena alam. Hal ini akan membantu siswa untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam. Akan tetapi, banyak sekolah-sekolah di Indonesia tidak memiliki peralatan yang cukup memadai untuk menunjang pembelajaran eksperimen, termasuk beberapa SMA di daerah Surabaya dan sekitarnya. Program Studi Pendidikan Fisika sebagai institusi yang mencetak calon guru-guru fisika perlu memberikan andil dalam mengatasi keterbatasan yang dimiliki oleh SMA-SMA di Surabaya dan sekitarnya. Program Studi Pendidikan Fisika memiliki peralatan dan sumber daya manusia yang cukup memadahi sehingga memungkinkan untuk mengadakan program pengabdian masyarakat berupa Pendampingan Eksperimen Fisika untuk Siswa-Siswa SMA. Program ini telah terlaksana sejak September 2018 hingga April 2019 melibatkan 14 sekolah mitra dengan jumlah siswa yang berpartisipasi sebanyak 1259 siswa. Kegiatan ini mendapatkan respon yang baik dari pihak sekolah, guru fisika, dan para siswa. Melalui kegiatan ini, keterbatasan peralatan eksperimen di sekolah cukup teratasi. Para siswa juga antusias sebab dengan kegiatan eksperimen pembelajaran fisika menjadi lebih menarik.Kata Kunci: eksperimen fisika; pengabdian kepada masyarakat; sekolah menengah atas.ABSTRACT Physics is closely related to our daily life and becomes a fundamental subject for technology development. That is why physics is given to high school students. The physics learning process should emphasize direct experience to guide students in understanding phenomena in nature. The direct experiment will stimulate students to develop their in-depth knowledge.   However, most schools in Indonesia, including in Surabaya, do not have adequate experiment apparatus to support that physics learning activity with experiments.  Department of Physics Education, as an institute that educates pre-service physics teachers, should contribute to solving the limitation of some senior high schools in Surabaya. Department of  Physics Education in Widya Mandala Catholic University has sufficient experiment facilities and human resources to conduct a community service program in the form of Physics Experiment Assistance for High School Students. The program has been conducted from September 2018 until April 2019. There are 14 schools attendinng this program, with 1259 students involved. This program gains positive responses from school principals, physics teachers, and students. Through this program, the limitation of several high schools in providing experiment facilities can be partially solved. Students who involve in this program are enthusiastic because, through experiments, physics learning activity becomes more interesting. Keywords: community service; physics experiment; senior high school.
Pengembangan Potensi SDM Pesantren Melalui Pelatihan Pemahaman dan Pengetahuan Pengelolaan Keuangan Etty Gurendrawati; Yunika Murdayanti; Susi Indriani
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2020): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i1.2513

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan karena masih ditemukan beberapa kelemahan dari pengelolaan pondok pesantren. Umumnya masalah tersebut bermula dari aktivitas keuangan pesantren baik yang berkaitan dengan anggaran, akuntansi, penataan administrasi, alokasi serta kebutuhan pengembangan pesantren maupun dalam proses aktivitas keseharian pesantren. Tidak sedikit pesantren yang memiliki sumber daya baik manusia maupun alamnya tidak tertata dengan rapi, dan tidak sedikit pula proses pendidikan pesantren berjalan lambat karena kesalahan dalam penataan manajemen keuangannya. Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat ini dilakukan di di pondok pesantren Qotrun Nada Depok Jawa Barat. Peserta diberikan pelatihan pemahaman dan pengetahuan pengelolaan keuangan secara komputerisasi dan pembuatan laporan keuangan yang baik serta kiat-kiat dalam mengelola pengendalian biaya yang rutin dikeluarkan baik yang terjadi pada saat usaha maupun pengeluaran rumah tangga pesantren sehingga mampu mengatasi pengeluaran yang besar. Kesimpulan yang diperoleh terdapat peningkatan pemahaman dan pengetahuan pengelolaan keuangan serta teknik dalam membuat bentuk laporan keuangan yang baik dan benar baik secara manual maupun terkomputerisasi.Kata Kunci: pengetahuan keuangan; laporan keuangan; komputer akuntansiABSTRACT This community development activity was carried out because there were still some weaknesses in the management of pesantren. Generally, the problem starts from the pesantren's financial activities both related to the budget, accounting, administration managements, allocation and development needs of the pesantren and even in the process of pesantren's daily activities. Many pesantren with its resources both human and natural are not neatly arranged, and also the process of pesantren education runs slowly due to errors in financial management arrangements. The implementation of community develompent is done at the Pesantren Qotrun Nada in Depok, West Java. Participants are given training in understanding and knowledge of financial management manually and also accounting computerized application. Participants are also given a training materials of good financial report preparation and tips on managing routine cost control. The conclusions obtained are an increase in understanding and knowledge of financial management for all participants and also understand the techniques in making good financial statements both manually and computerized.Keywords: financial literacy; financial statements; accounting computerized
Edukasi Kesehatan sebagai Upaya Preventif Penyakit Hepatitis B dan C pada Warga Binaan Pemasyarakatan Patricia Gita Naully; Perdina Nursidika
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2020): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i1.2164

Abstract

ABSTRAK Hepatitis B dan C dianggap paling berbahaya diantara jenis hepatitis yang lain karena keduanya dapat berkembang menjadi penyakit kronik, sering tanpa gejala, dan menyebabkan kematian. Salah satu upaya yang disarankan oleh WHO untuk mencegah peningkatan angka Hepatitis B dan C adalah melakukan kegiatan edukasi kesehatan bagi masyarakat, khususnya kelompok beresiko tinggi seperi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Oleh sebab itu, kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan WBP terkait penyebab, gejala, cara penularan, pencegahan, dan layanan kesehatan yang disediakan oleh pemerintah. Kegiatan ini dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Bandung dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang WBP. Penyuluhan dilaksanakan dengan metode ceramah. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan cara menganalisis hasil kuesioner dan nilai tes para peserta. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil evaluasi membuktikan bahwa mayoritas WBP melakukan tindakan beresiko tinggi karena keterbatasan pengetahuan dan informasi, namun setelah mendapatkan materi penyuluhan terlihat adanya peningkatan nilai tes pada seluruh peserta. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan WBP di Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung terkait penyebab, gejala klinis, cara penularan, pencegahan, serta beberapa layanan kesehatan pemerintah untuk mencegah, mendiagnosa, serta mengobati penyakit Hepatitis B dan C.Kata Kunci: hepatitis B; hepatitis C; penyuluhan; lembaga pemasyarakatanABSTRACTHepatitis B and C are considered as the most dangerous hepatitis types compared to the other, because both can develop into chronic diseases, asymptomatic, and cause death. One of the methods suggested by WHO to prevent an increase of Hepatitis B and C numbers is to conduct health education activities for the community, especially for the high-risk groups such as prisoners (WBP). Therefore, the aim of this extension activity was to upgrade the WBP's knowledge regarding the disease causes, symptoms, transmission methods, prevention, and health services provided by the government. This activity was conducted in Bandung Narcotics Penitentiary class IIA, with 30 WBP participants. The extention was done by the lecture method. Then, the activity evaluation was done by analyzing of questionnaire results and participants' test-scores. Besides, the analysis technique used was descriptive analysis. The evaluation result proved that the majority of WBP taking the high-risk action due to the limited of knowledge and information, but there was a test-score increase for all participants after obtaining counseling materials. This activity was successful to improve the WBP's knowledge in Bandung Narcotics Penitentiary class IIA related to the causes, clinical symptoms, modes of transmission, prevention, and also some government health services to prevent, diagnose, and treat the Hepatitis B and C.Keywords : extension; hepatitis B; hepatitis C; prison.
Metode Memperpanjang Masa Simpan Minuman Sari Markisa Dengan Menggunakan Mesin Multifungsi di Kampung Ramqisa Dwi Ana Anggorowati; Nanik AR; Maranatha W; Dimas Indra Laksmana
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2020): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i1.3371

Abstract

ABSTRAK Pertanian di perkotaan yang berlokasi di Kelurahan Rampal Celaket Kecamatan Klojen Kota Malang di wilayah RW I menjadi salah satu lokasi percontohan dimana masyarakat dilingkungan tersebut benar-benar memanfaatkan lahan pekarangan untuk bercocok tanam. Berbagai tanaman sayur dan buah-buahan dibudidayakan dilokasi ini untuk dijadikan produk olahan yang dikomersialkan sehingga bisa menjadi produk unggulan di kampung ramqisa. Dalam memproduksi minuman sari markisa, kendala terbesarnya adalah produk sangat mudah rusak. Kendala ini disebabkan karena mitra tidak memahami bagaimana penanganan produksi dengan baik. Untuk mengatasi hal ini, tim pendamping dari ITN Malang membantu mitra dalam menangani proses pembuatannya, diantaranya adalah memberikan penyuluhan atau pelatihan dalam memproduksi minuman jus markisa. Selain itu, tim membantu dalam hal mengupayakan mesin produksi dengan cara membantu mendesain mesin yang sesuai dengan proses terkontrol. Mesin tersebut adalah Mesin Pemanas dan Pengaduk dan pengemas  didesain mampu mengendalikan mikroorganisme penyebab pembusukan dari sari buah markisa dengan cara mengontrol suhu pemasakan, sehingga proses sterilisasi sari buah dapat dicapai. Dalam desain mesin ini, juga dibuat mampu untuk melakukan pengadukan sehingga jus buah tidak terpisah dan jus buah tercampur homogen. Dengan alat multifungsi mampu membuat 20 Liter minuman sari markisa dengan waktu 1  jam/1 tenaga kerja, jadi lebih bisa menghemat waktu jika dibandingkan denga metode lama yang membutuhkan waktu 3 jam/2 tenaga kerja, Masa Simpan : penyimpanan di lemari es bertahan 3 bulan , dan di suhu ruang 1 bulan lebih bagus dari produk sebelumya yaitu penyimpanan di lemari es bertahan 10 hari dan disuhu ruang 2 hari. Kata Kunci: jus markisa; mesin pemanas dan pengaduk; sterilisasi.ABSTRACTAgriculture in urban areas located in Rampal Celaket Subdistrict, Klojen Subdistrict, Malang City in RW I region is one of the pilot locations where the community actually uses the yard to grow crops. Various vegetable and fruit plants are cultivated in this location to be processed products that are commercialized so that they can become superior products in Ramqisa village. In producing passion fruit drinks, the biggest obstacle is that the products are very perishable. This obstacle is caused because the partners do not understand how to handle production properly. To overcome this, a team of assistants from ITN Malang helps partners in handling the manufacturing process, including providing counseling or training in producing passion fruit juice drinks. In addition, the team helped in terms of working on a production machine by helping to design machines that are in accordance with controlled processes. The machine is a heating and stirring machine and the packaging is designed to be able to control the microorganisms that cause decomposition of passion fruit juice by controlling the cooking temperature, so that the sterilization process of fruit juice can be achieved. In the design of this machine, it is also made capable of stirring so that the fruit juice is not separated and the fruit juice is mixed homogeneously. With a multifunctional tool capable of making 20 Liters of passion fruit drinks with an hour / 1 of labor, so it can save more time when compared with the old method which takes 3 hours / 2 of labor, Save Period: storage in the refrigerator lasts 3 months, and at room temperature 1 month better than the previous product that is storage in the refrigerator last 10 days and at room temperature 2 days.Keywords: heating and stirring machines; passion fruit juice; sterilization 
Edukasi Sistem Informasi Kesehatan Elektronik Untuk Kader Kesehatan Desa Tijayan Manisrenggo Jawa Tengah MT Ghozali; Ingenida Hadning; Aji Winanta
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2020): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i1.2448

Abstract

ABSTRAKSistem Informasi Kesehatan (SIMKes) merupakan bagian penting dari sistem kesehatan suatu negara. SIMKes adalah bentuk utama Sistem Kesehatan Nasional (SKN) yang digunakan sebagai komponen dalam pembangunan berwawasan kesehatan. Sistem informasi yang tersusun dan terkonsep akan menghasilkan luaran yang baik dan membuat masyarakat tidak buta dengan dunia kesehatan. Teknologi informasi berkembang secara cepat dan berdampak pada semua aspek kehidupan, termasuk informasi kesehatan. Perkembangan teknologi saat ini berperan penting menjadi sebuah media bagi masyarakat milenial atau tenaga kesehatan untuk mendapatkan informasi mengenai gambaran kesehatan dan persebaran penyakit atau epidemiologi di wilayahnya masing-masing. Program Hibah Kemitraan ini bertujuan untuk melatih para kader kesehatan di setiap Padukuhan di Desa Tijayan Manisrenggo Jawa Tengah bagaimana cara membuat profil kesehatan dan peta persebaran penyakit di desa tersebut dan menyajikannya secara interaktif, edukatif, dan berbasis elektronik. Sasaran utama dalam program ini adalah kader kesehatan masing-masing padukuhan yang terdapat di Desa Tijayan, meliputi Bawangan, Candran, Pogaten, dan Sorobayan. Beberapa program kegiatan untuk mencapai tujuan tersebut meliputi pengumpulan data kesehatan yang didapat melalui survey atau sensus dan data yang sudah tersedia di pusat data kesehatan desa, penyuluhan tata cara pembuatan profil kesehatan dan peta persebaran penyakit, dan pelatihan penyajian data informasi kesehatan masyarakat secara interaktif dan edukatif. Program Hibah Kemitraan ini dapat membantu melengkapi profil kesehatan masyarakat dan meningkatkan kualitas SIMKes di desa mitra.Kata kunci: profil kesehatan; sistem informasi kesehatan; sisten kesehatan nasionalABSTRACTHealth Information System (HIS) is an important component of a country's health system. HIS is the main part of the National Health System, which is used as a pillar in health-oriented development. The structured and conceptual information system produces good outcomes and prevents people from the blindness of health matters. Information technology develops rapidly and impacts most of all aspects of life, including health information. Current technological developments play an important role as a media for millennial people or health professionals to get information about health information and epidemiology in their own region. This program aimed to train health cadres in each region of the Tijayan Manisrenggo Village, Klaten, Central Java, in addition to creating an electronic health profile and epidemiology map of the village and then presenting the profile interactively and educatively. The main targets of this program were health cadres in each region of the Tijayan Village, including Bawangan, Candran, Pogaten, and Sorobayan. Some main activities to achieve the objectives included collecting health data obtained through surveys or censuses and data already available in the health data center of the village, counseling procedures for creating an electronic health profile and epidemiology map, as well as training in the interactive and educative presentation of public health information data. This program helped complete the health profile and increase the quality of health information system in the partner villages.Keywords: health information system; health profile; national health system
Peer Counseling : Upaya Dalam Meminimalisir Masalah Remaja Akhmad Rizkhi Ridhani; Yulizar Abidarda
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2020): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i1.2742

Abstract

ABSTRAK Masa kian berubah dari tahun ke tahun, seiring perubahan tersebut tentunya banyak fenomena yang kita lihat dan rasakan, tak terkecuali fenomena masalah yang terjadi di remaja, khususnya di Indonesia. Masa remaja merupakan masa dimana seseorang mulai tumbuh dari masa kanak-kanak menuju masa penemuan jati diri, dimana pada saat-saat seperti itulah biasanya para remaja akan bertingkah sembarangan tanpa memikirkan akibat apa yang akan terjadi dari perbuatannya tersebut. Sering kali dengan kelakuan sembarangannya itu para remaja mendapatkan masalah yang tidak ringan. Maka oleh sebab itu perlu dicanangkan program peer-counseling bagi remaja sehingga mereka dapat mengungapkan masalahnya dengan memanfaatkan teman sejawat. Hubungan sebaya memiliki peranan yang kuat dalam kehidupan remaja, hubungan sebaya ini menimbulkan suatu hubungan saling percaya antar teman sebaya. Hubungan ini dapat menimbulkan suatu perilaku dimana remaja lebih percaya terhadap teman sebaya daripada dengan orang tua, sehingga pembentukan dan pelatihan konselor sebaya dapat menjadi suatu pilihan yang tepat dalam upaya membentengi anak atau remaja dari pengaruh negatif lingkungan sekitarnya.Kata Kunci: masalah remaja; peer counseling. ABSTRACTThe period has changed from year to year, as these changes certainly have many phenomena that we see and feel, including the phenomenon of problems that occur in adolescents, especially in Indonesia. Adolescence is a period where a person begins to grow from childhood to the time of discovery of identity, where at times like that usually the teenagers will act carelessly without thinking about the consequences of what will happen from these actions. Often with careless behavior, teenagers get problems that are not light. Therefore, it is necessary to launch a peer-counseling program for adolescents so that they can express their problems by using colleagues. Peer relationships have a strong role in adolescent life, this peer relationship creates a trusting relationship between peers. This relationship can lead to a behavior where adolescents are more trusting of peers than with parents, so the formation and training of peer counselors can be an appropriate choice in an effort to fortify children or adolescents from the negative influences of the surrounding environment.Keywords: peer counseling; youth problems.
Peningkatan Kemampuan Guru-Guru SD Negeri 130 Palembang Dalam Menyajikan Presentasi Atraktif Melalui Pelatihan Microsoft Power Point Irma Salamah; Lindawati Lindawati; Asriyadi Asriyadi; RD Kusumanto
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2020): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i1.2197

Abstract

ABSTRAKPengembangan profesi guru adalah untuk menjaga dan meningkatkan kualitas guru agar semakin professional dalam melaksanakan tugasnya menggunakan media aplikasi Microsoft office power point. Ada beberapa faktor mengapa kegiatan ini diselenggarakan. Ada guru yang tidak terbiasa menggunakan teknologi sebagai media dalam pengajaran di kelas. Sekolah tidak menyediakan fasilitas yang memadai yang memungkinkan guru menciptakan media ajar mereka. Tidak adanya pembimbing dan pendampingan yang memberikan pendidikan singkat tentang bagaimana membuat media animasi untuk pengajaran di sekolah dasar. Dengan adanya pelatihan ini guru-guru SDN 130 Palembang diharapkan mampu menguasai dan memahami fitur dan fungsi yang ada pada Microsoft power point serta mampu membuat animasi untuk pembelajaran dengan menggunakan Microsoft power point.Kata kunci: animasi pembelajaran; pelatihan microsoft power point; presentasi atraktif. ABSTRACT Teacher professional development is to maintain and improve the quality of teachers to be more professional in carrying out their duties using Microsoft Office Power Point application media. There are several factors why this activity is held. There are teachers who are not used to using technology as a medium in classroom teaching. Schools do not provide adequate facilities that allow teachers to create their teaching media. The absence of mentors and mentors who provide short education about how to make animation media for teaching in elementary schools. With this training the SDN 130 Palembang teachers are expected to be able to master and understand the features and functions that exist in Microsoft power point and be able to create animations for learning using Microsoft power point.Keywords: attractif presentation; microsoft power point training; learning animation.
Pendampingan Pembuatan Mural Sebagai Upaya Perbaikan Visual Kawasan Loa Buah, Samarinda Mafazah Noviana; Nur Husniah Thamrin
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2020): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i1.3386

Abstract

ABSTRAK Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kualitas visual sebuah kawasan adalah dengan seni mural. Selain dianggap memperindah tampilan kawasan, keberadaan gambar-gambar dan warna ini juga dapat memperkuat karakter sebuah kawasan. Panti Asuhan Baitul Walad merupakan salah satu panti asuhan yang terletak di Kelurahan Loa Buah. Panti asuhan ini mempunyai misi menolong anak-anak yatim atau yang tidak mampu yang berpotensi untuk memperoleh pendidikan yang baik. Sebagai bekal untuk menghadapi kehidupan di masa depan, anak-anak asuh panti harus banyak memperoleh bekal keterampilan salah satunya adalah pelatihan dan pendampingan membuat mural. Khalayak sasaran program ini adalah anak asuh Panti Asuhan Baitul Walad.  Metode yang dilakukan adalah dengan metode ceramah, praktik dengan bimbingan, serta evaluasi. Dalam kegiatan pelatihan dan ini tahap-tahap yang lakukan adalah memberi materi pendahuluan, tahap persiapan pembuatan mural, tahap melukis dan tahap finishing. Pelaksanaan kegiatan ini berjalan dengan baik sesuai dengan yang direncanakan, peserta antusias mengikuti kegiatan dan memberi respon yang positif. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pembuatan mural ini memberi keterampilan baru bagi peserta yaitu anak asuh Panti Asuhan Baitul Walad sekaligus secara umum memperbaiki aspek estetika visual Kawasan Loa Buah Kota Samarinda. Kata Kunci: loa buah; mural; pelatihan; pendampingan.ABSTRACT One effort that can be done to improve the visual quality of an area is with mural art. Besides being considered to beautify the appearance of the region, the presence of images and colors can also strengthen the character of an area. Baitul Walad Orphanage is one of the orphanages located in the Village of Loa Buah. This orphanage has a mission to help orphans or underprivileged people who have the potential to get a good education. As a provision to face life in the future, orphanage children have to get a lot of skills, one of which is training and assistance in making murals. The target audience for the program is the foster children of the Baitul Walad Orphanage. The method used is the lecture method, practice with guidance, and evaluation. In the training activities and the stages, the steps taken are to provide preliminary material, the preparation stage for mural, the painting stage and the finishing stage. The implementation of this activity went well as planned, participants enthusiastically participated in the activity and gave a positive response. The community service activity in the form of making murals gave new skills to participants, the foster children of the Baitul Walad Orphanage, while at the same time improving the visual aesthetic aspects of the Loa Buah Samarinda City.Keywords: accompaniment; loa buah; mural; training.
Aplikasi Pemupukan Organik dan Hayati di Sawah Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat Reginawanti Hindersah; Sondi Kuswaryan
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2020): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i1.2136

Abstract

ABSTRAKSebagian sawah di  Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya tertimbun material letusan Gunung Galunggung pada 1982 sehingga kualitas sawah tidak sebaik sebelum letusan. Peningkatan kualitas tanah sawah dapat dilakukan dengan bahan organik dan pupuk hayati. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan dasar tentang pupuk hayati kepada petani di desa Sinagar dan Linggajati serta meningkatkan keterampilan petani dalam aplikasi pupuk hayati disertai kompos. Untuk mencapai tujuan tersebut, telah dilakukan diskusi kelompok terfokus dan penyuluhan mengenai pupuk hayati, praktek pembuatan kompos dan apliksi pupuk hayati konsorsium di sawah. Hasil kegiatan ini adalah 20 orang petani memahami  peran mikroba dan pupuk kotoran ternak serta komps dalam produksi tanaman; tetapi  mereka belum mampu membuat pupuk organik sesuai standard. Hanya satu orang petani yang mengaplikasikan pupuk hayati disertai penambahan kompos di tanah sawah sehingga meningkatkan produksi sebesar 1%.  Program ini memberikan gambaran bahwa teknologi pupuk hayati dapat diadopsi oleh petani di Kecamatan Sukaratu.Kata kunci: bahan Organik;  kotoran ternak; padi sawah; pupuk hayati.ABSTRACTSome of the paddy fields in Sukaratu Sub-district, Tasikmalaya Regency were buried by Mount Galunggung's eruption material in 1982 so that the quality of soil was worse than that before the eruption. Improving the quality of paddy soil can be established with biological fertilizers. The purpose of this community service was to introduce the basic knowledge about biofertilizer to farmers in the Sinagar and Linggajati Village; and to improve farmers' skills in the application of biological fertilizers and compost. To achieve the goals, we conducted a focused group discussion, short extension program on biological fertilizers, compost production, and consortium biofertilizer application in paddy fields. The result verified that 20 farmers has knowledge about the role of beneficial microbes, manure and compost for plant production but they did not able to prepare standardized organic matter. However one farmer was interested to apply biofertilizers along with compost to paddy fields. This program illustrates that biofertilizer technology can be adopted by farmer in Sukaratu Sub-district.Key Words: biofertilizer; cattle manure; organic matter; paddy soil
Pemberdayaan Masyarakat tentang Pemanfaatan Tanaman Saga (Abrus Precatorius L) di Desa Tanahbaru Pakisjaya Karawang Eri Widianto; Dian Budhi Santoso; Kardiman Kardiman; Asep Erik Nugraha
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2020): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i1.2294

Abstract

ABSTRAKTanaman obat saat ini banyak digunakan baik sebagai obat dan perawatan kesehatan. Tanaman obat menjadi sumber bahan baku penting yang sebelumnya belum diketahui kandungan kimianya. Tanaman Saga (Abrus Precatorius L) banyak ditemukan di Indonesia seperti di Desa Tanahbaru, Pakisjaya, Karawang. Tanaman Saga banyak mengandung flavonoid, terpenoid, tanin, alkaloid dan saponin. Tanamn Saga dapat digunakan sebagai antiseptik, anti virus, anti malaria dan anti fertilitas. Pada kegiatan ini bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat Desa Tanahbaru tentang pemanfaatan tanaman Saga. Kegiatan ini dilakukan dengan evaluasi kegiatan awal, sosialisasi, pendampingan dan evaluasi akhir kegiatan.Kata Kunci: pemberdayaan; tanaman Saga; tanaman obat. ABSTRACT Medicinal plants are being used as a drug and health care delivery system. Medicinal plants can be important source of previously unknown chemical substances. Saga (Abrus Precatorius L) abundantly found in Indonesia such as in Tanahbaru village, Pakisjaya, Karawang. Saga principally contains falvonoids, terpenoid, tanin, alkaloids dan saponin. It have been for antiseptic, anti-viral, anti-malarial, and antifertility. This activity aims to community empowerment in Tanahbaru village about Saga plants. Activities are conducted by initial evaluation of activities, socialization, assistance and final evaluation activities.Keywords: empowerment; medicinal plants; Saga plants. 

Page 1 of 2 | Total Record : 15