cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
AKSIOLOGIYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 25284967     EISSN : 2548219X     DOI : -
Core Subject : Social,
Aksiologiya merupakan jurnal pengabdian kepada masyarakat yang menjadi wadah ilmiah untuk pengabdian. Artikel merupakan hasil dari IbM, IbW, IbPE, IbIKK, atau pengabdian lainnya yang berasal dari non dikti.
Arjuna Subject : -
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 4 (2021): November" : 19 Documents clear
Penerapan Strategi Sosialisasi Preventif Covid -19 dan Optimalisasi Keuangan Keluarga pada saat Kondisi New Normal Eric Harianto; Denny Bernardus; Patrisia Amanda Pascarina
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 4 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i4.7141

Abstract

Kelurahan Putat Jaya adalah salah satu kelurahan dengan jumlah penduduk sebanyak 2.300 Jiwa dengan 9 RT dan Lebih dari 680 Kepala Keluarga. Jumlah kasus positif Covid 19 pada tanggal 15 Juli 2020 sebanyak 9 orang Positif dan 1 Orang Meninggal, 22 orang ODP dan dinyatakan sembuhsejumlah 9 orang. Untuk di Kelurahan Putat Jaya ada permasalahan untuk sosialisasi didalam preventif terhadap pencegahan virus covid 19. Para penduduknya belum mengetahui preventif pencegahan covid 19 ,  cara penularannya dan penanganannya bila terkena Covid 19. Jumlah sasaran warga yang mengikuti sosialisasi adalah 680 kepala keluarga yang terdiri dari 9 RT. Kegiatan berlangsung mulai bulan juli 2020 sampai dengan november 2020. Metode penelitian menggunakan metode partisipatif. Metode pelaksanaan terdiri dari 4 tahap :  (1)  adalah memberikan peralatan pendukung preventive Covid 19, (2) sosialisasi melalui radio streaming fikom Universitas Ciputra dengan melibatkan tim medis,  (3) mengadakan Webinar Pelatihan Managemen keuangan keluarga dan digital marketing di era New Normal, (4) publikasi kegiatan abdimas via radio steraming vikom dan jurnal abdimas. Hasil pelaksanaan kegiatan ini adalah memberikan kontribusi preventive pencegahan penularan covid 19 bagi warga RW 7 berupa penyediaan peralatan dan sosialisasi penggunaan peralatan, memberikan ilmu didalam menghadapi masa new normal khususnya didalam mengatur keuangan keluarga dan digital marketing kepada warga RW 7 serta meningkatkan kemampuan Satgas Covid 19. Kata Kunci: digital marketing; keuangan keluarga; kampung tangguh ; preventive Covid 19 ; radio streaming . Implementation of Covid – 19 Preventive Socialization Strategies and Optimization of Family Finances during New Normal ConditionsABSTRACT Putat Jaya Village is one of the villages with a population of 2,300 people with 9 RTs and more than 680 families. The number of positive cases of Covid 19 on July 15, 2020 was 9 positive people and 1 person died, 22 people were ODP and 9 people were declared cured. For the Putat Jaya Village, there are problems for socialization in prevention of the covid 19 virus prevention. The residents do not know the preventive measures against covid 19, how to transmit it and how to handle it when exposed to Covid 19. The target number of residents who participated in the socialization was 680 families consisting of 9 RT . The activity takes place from July 2020 to November 2020. The research method uses participatory methods .The implementation method consists of 4 stages: (1) is to provide Covid 19 preventive support equipment, (2) socialization via radio streaming fikom University of Ciputra involving the medical team, (3) holding a Training Webinar Family financial management and digital marketing in the New Normal era, (4) publication of abdimas activities via radio broadcasting vikom and abdimas journal. The results of the implementation of this activity are to provide a preventive contribution to preventing the transmission of covid 19 for RW 7 residents in the form of providing equipment and socializing the use of equipment, providing knowledge in dealing with the new normal period, especially in managing family finances and digital marketing to RW 7 residents and increasing the ability of the Covid 19 Task Force. Key Words: digital marketing;family’s financial; tough neighbourhood; preventive Covid 19 ; radio streaming
Pemberdayaan Siswa sebagai Peer Educator Pencegahan Perilaku Seksual Beresiko di SMK Negeri 28 Kabupaten Tangerang: Bela Novita Amaris Susanto; Nofri Zayani; Maylinda Indah Sari
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 4 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i4.9413

Abstract

 Seksualitas merupakan salah satu resiko yang sering dihadapi oleh remaja. Perubahan gaya pacaran remaja yang lebih permisif terhadap seks seperti lebih suka menunjukkan rasa kasih sayang terhadap pasangannya, tidak hanya sebatas mengobrol saja namun lebih cenderung mengarah pada pergaulan bebas. Hal tersebut dapat memunculkan penyimpangan reproduksi, seperti seks pranikah, aborsi, dan HIV/AIDS. Namun untuk mencegah terjadinya penyimpangan seksual pada remaja, diperlukan upaya pemberian informasi yang benar pada remaja, Saat menghadapi kehidupan reproduksi remaja lebih banyak memilih teman sebagai sumber informasi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membentuk dan meningkatkan pengetahuan remaja peer educator. Metode yang digunakan yaitu bina suasana. Adapun kegiatan pengabdian meliputi 1) pengisian kuesioner, 2) Penyuluhan kesehatan terkait pencegahan perilaku seksual beresiko, 3) pelatihan sebagai peer educator dan melakukan role play, 4) melakukan focus group discussion (FGD) dengan pembahasan masalah yang sering terjadi pada remaja tentang perilaku seksual beresiko, 4) melakukan simulasi kepada teman sebaya. Hasil yang diperoleh adalah semakin meningkat pengetahuan peserta peserta, memahami mekanisme menjadi peer educator dan mampu mempraktekkan menjadi peer educator bagi teman sebayanya terkait pencegahan perilaku seksual beresiko.Kata kunci: peer educator; perilaku seksual beresiko; remajaEmpowering Students as Peer Educators to Prevent Risky Sexual Behavior at Public Vocational School 28 Tangerang Regency ABSTRACTSexuality is one of the risks often faced by adolescents. The dating habits of adolescents who are more focused on sexual behavior are more likely to express affection towards their partner and are more inclined towards free association behavior. There can lead to reproductive abnormalities, such as premarital sex, abortion, and HIV/AIDS. However, to prevent sexual misconduct in adolescents, it is necessary to provide the correct information in adolescents. The more preferred source of information in dealing with reproductive life is peers.There service activity aims to form and increase the knowledge of peer educators. The method used is atmosphere building. The service activities include 1) filling out a questionnaire, 2) health counseling related to the prevention of risky sexual behavior, 3) training as a peer educator and doing role play, 4) conducting focus group discussions (FGD) by discussing problems that often occur in adolescents about sexual behavior. at risk, 4) conducted simulations to peers. The results obtained are that the participants' knowledge increases, understand the mechanism of being a peer educator, and are can practice being a peer educator for their peers regarding the prevention of risky sexual behavior. Keywords: adolescent; peer educator; risky sexual behavior
Pendampingan Pasien Isolasi Mandiri Covid-19 di UM Surabaya Melalui Psychoreligius Care Radius Setiyawan; Vella Rohmayani; Dede Nasrullah; Vika Ramadhana Fitriyani; M Febriyanto Firman Wijaya; Khoirul Anam; Firman Firman
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 4 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i4.9797

Abstract

Terjadinya pandemi Covid-19 gelombang 2 menimbulkan banyak masyarakat yang terkonfirmasi positif. Hal tersebut menyebabkan terjadinya over capacity di Pelayanan Kesehatan, sehingga pasien harus melakukan isolasi mandiri di rumah. Tuntutan berdiam diri di rumah dapat memicu terjadinya gangguan psikologis atau kondisi stres. Padahal kondisi stres sangat merugikan bagi tubuh, karena dapat membuat system imun menurun, serta menyebabkan gangguan kesehatan lainnya. Oleh karena itu perlu dilakukannya pendampingan psychoreligius care terhadap pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri. Kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk:  1) mengidentifikasi tingkat stres pada pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri. 2) Memberikan pendampingan psikoreligius care untuk mengurangi tingkat stres pada pasien isoman. Metode pelaksanaan pertama dilakukan tahap penjaringan (pre-test), kemudian pengolahan data, implementasi pendampingan psychoreligius care dan terakhir tahap evaluasi kegiatan (post-test). Hasil pendampingan dan screening diperoleh data bahwa, 1) Pasien covid-19 mengalami kecemasan ketika sedang menjalani isolasi mandiri dengan tingkatan yang berbeda-beda. 2) Setelah dilakukan pendampingan psychoreligius care selama 14 hari terjadi penurunan tingkat kecemasan sebesar 82,86%. Kegiatan pendampingan berjalan dengan baik dan masih perlu dilakukan pendampingan berlanjut mengingat ada sebesar 17,14% pasien isoman yang membutuhkan durasi waktu lebih lama untuk mengatasi kondisi kecemasan maupun stres yang terjadi pada dirinya.Kata Kunci: Pendampingan, Isolasi Mandiri, Covid-19, Psychoreligius CareAssistance for Covid-19 Self-Isolation Patients at UM Surabaya with Psychoreligious CareABSTRACT The occurrence of the Covid-19 pandemic wave 2 caused many people who were confirmed positive. This causes overcapacity in health services, so patients must be self-isolate at home. The demand to stay at home can trigger psychological disorders or stressful conditions. Whereas stress conditions are very detrimental to the body, because it can make the immune system decrease, and it cause other health problems. Therefore, it is necessary to provide psychoreligious care assistance for Covid-19 patients who are undergoing self isolation. This mentoring activity aims to: 1) identify stress levels in Covid-19 patients who are undergoing self-isolation. 2) psychoreligious care assistance are given to reduce stress levels in isoman patients. The first implementation method is the screening stage (pre-test), then data processing, implementation of psychoreligious care assistance and finally the activity evaluation stage (post-test). The results of mentoring and screening obtained data that, 1) Covid-19 patients experienced anxiety while undergoing independent isolation with different levels. 2) After 14 days of psychoreligious care assistance, there was a decrease in anxiety levels of 82.86%. Mentoring activities are going well and there is still a need for continued assistance considering there are 17.14% of isoman patients who need a longer duration of time to deal with anxiety and stress conditions that occur to them.Keywords: Assistance, Self-Isolation, Covid-19, Psychoreligious Care
Penyuluhan Penyakit Tidak Menular (PTM) untuk Menumbuhkan Kesadaran Pencegahan pada Masyarakat di Desa Cipacing, Jawa Barat Erna Herawati; Yulia Sofiatin
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 4 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i4.4692

Abstract

ABSTRAKTingginya angka prevalensi penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia, termasuk di Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat, belum diikuti oleh kesadaran masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan; meski mereka mengetahui bahwa penyakit ini berdampak serius pada fisik dan sosial-ekonomi. Kegiatan sosialisasi mengenai pencegahan PTM ini bertujuan membangun kesadaran masyarakat pada pentingnya upaya pencegahan. Kegiatan ini dilakukan melalui penyuluhan dan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol bagi warga masyarakat sebagai upaya deteksi dini pada risiko PTM. Hasil deteksi dini menunjukkan bahwa sebagian besar warga di Desa Cipacing memiliki risiko tinggi pada PTM terutama penyakit tekanan darah tinggi. Kombinasi penyuluhan dan pemeriksaan deteksi dini berdampak positif dalam membangun kesadaran para warga untuk melakukan pencegahan. Kegiatan ini telah mendorong masyarakat untuk melanjutkan kegiatan pencegahan PTM melalui Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) PTM yang ada di tingkat RW.Kata Kunci: Sosialisasi, Pencegahan, Penyakit Tidak MenularCounseling on Non-Communicable Diseases (NCDs) to Raise Awareness of Prevention in the Community in Cipacing Village, West Java          ABSTRACTThe prevalence of non communibacle diseases (NCDs) in Indonesia is considerably high, including those in Cipacing village,  Jatinangor sub-district, Sumedang District in the West Java Province. Despite this fact, there is low awareness of prevention among the villagers, eventhough they aware of the serious impact of the diseases towards their health  and social-economic status. This activity aims at build awareness among villagers towards non-communicable diseases prevention. In this activity, combination of information dissemination and NCD scrining has effectively endorsed the villagers to build their awareness of the disease and has inspired them to initiate action for prevention. The scrining result showed that most of the villagers are at high risk of NCDs, in particular hypertension. This data has successfully endorsed the villagers to establish NCD scrining and mangement in their own neighborhood through Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) PTM, a community-based activity of NCD prevention and management. Keywords: Information dissemination, Prevention, Non-communicable Diseases
Menurunkan Kecemasan Remaja pada Masa Pandemi Covid-9 Melalui Pendidikan Kesehatan Secara Daring di Dukuh Sutorejo Kecamatan Mulyorejo Mundakir Mundakir; I’in Masfiyah; Uswatun Hasanah; Sukadiono Sukadiono
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 4 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i4.9283

Abstract

Pandemi COVID-19 membawa perubahan pada berbagai aspek kehidupan termasuk aspek kesehatan mental. Tak hanya orang dewasa, kondisi psikologis remaja pun rentan terganggu oleh situasi. Salah satu upaya mengatasinya dapat dilakukan dengan cara memberikan pendidikan kesehatan(health education) melalui media daring, sehingga dapat meminimalisir penyebaran Covid-19. Pendidikan kesehatan melalui daring ini diharapkandapat menurunkan kecemasan remaja akibat pandemi. Kegiatan memberikan Pendidikan Kesehatan ini dilaksanakan kepada remaja yang mengalami kecemasan. Remaja terlebih dahulu diskrining tingkat kecemasannya Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Remaja yang terlibat dalam kegiatan ini adalah remaja yang mengalami kecemasan ringan dan sedang. Jumlah remaja yang diberikan Pendidikan Kesehatan sebanyak 5 orang remaja dengan klasifikasi tiga partisipan mengalami kecemasan ringan dan dua partisipan lainnya mengalami kecemasan sedang. Pelaksanaan pendidikankesehatan melalui daring dilakukan sebanyak tiga kali pertemuan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terjadi penurunan tingkat kecemasanberdasarkan skor yang diperoleh partisipan yang diukur mengunakan HARS. Tiga partisipan yang mengalami kecemasan ringan menjadi tidak cemas dan dua partisipan dengan kecemasan sedang menjadi cemas ringan. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Daring, Kecemasan, Remaja, Covid-19Reducing Adolescent Anxiety during the Covid-9 Pandemic Through Online Health Education in Sutorejo, Mulyorejo DistrictABSTRACKThe COVID-19 pandemic has brought changes to various aspects of life, including aspects of mental health. Not only adults, the psychological condition of teenagers is also vulnerable to being disturbed by the situation. One of the efforts to overcome this can be done by providing health education through online media, so as to minimize the spread of Covid-19. This online health education is expected to reduce adolescent anxiety due to the pandemic. The activity of providing Health Education is carried out for adolescents who experience anxiety. Adolescents were first screened for anxiety levels on the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Adolescents who are involved in this activity are teenagers who experience mild and moderate anxiety. The number of adolescents who were given Health Education was 5 adolescents with a classification of three participants experiencing mild anxiety and two other participants experiencing moderate anxiety. The implementation of health education through online was carried out in three meetings. The results of the evaluation showed that there was a decrease in the level of anxiety based on the scores obtained by the participants as measured using HARS. Three participants who experienced mild anxiety became less anxious and two participants with moderate anxiety became mildly anxious.Keywords: Health Education, Online, Anxiety, Youth, Covid-19
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Kotagede dalam Pengelolaan Sampah Organik Gunawan Budiyanto; Lis Noer Aini
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 4 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i4.7357

Abstract

Sampah merupakan permasalahan klasik yang belum terpecahkan dengan baik. Kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah masih rendah, termasuk dalam pengelolaan sampah organik. Daerah perkotaan, umumnya menjadi penyumbang sampah terbesar. Studi ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat Kotagede terhadap pengelolaan sampah organik. Sasaran studi adalah anggota Muhammadiyah di lingkup PCM Kotagede. Metode studi yang digunakan adalah metode survei. Pelaksanaan survei dilakukan sebelum dan setelah dilaksanakan penyuluhan tentang peningkatan nilai ekonomi sampah organik. Survei dilakukan terhadap 55 orang peserta penyuluhan Upaya Peningkatan Nilai Ekonomi Sampah Organik. Hasil survei sebelum dilaksanakannya penyuluhan, 100% peserta mengetahui bahwa sampah organik dapat diolah kembali. Dari proses pengolahan sampah tersebut terdapat 23 orang (42%) responden paham tentang pengolahan sampah. Setelah penyuluhan dilaksanakan, sebanyak 84% paham tentang proses pengolahan sampah, sedangkan 16% belum memahami. Dari hasil tersebut, semua peserta menghendaki dilakukannya pengelolaan sampah organik yaitu dengan praktek pembuatan pupuk organik.Increasing Knowledge of the Kotagede CommunityIn Organic Waste ManagementABSTRACTGarbage is a classic problem that has not been resolved properly. Public awareness of waste management is still low, including in organic waste management. Urban areas are generally the largest contributor to waste. This study was conducted to determine the level of knowledge of the Kotagede community on organic waste management. The target of the study is Muhammadiyah members within the PCM Kotagede. The study method used was a survey method. The survey was carried out before and after counseling on the increase in the economic value of organic waste. The survey was conducted on 55 participants of counseling on Efforts to Increase the Economic Value of Organic Waste. From the survey results before the implementation of counseling, 100% of the participants knew that organic waste could be recycled. From the waste processing process, 23 people (42%) of respondents understand about waste processing. After counseling was carried out, as many as 84% understood about the waste processing process, while 16% did not understand. From these results, all participants wanted organic waste management to be carried out by practicing organic fertilizer production. Keywords:  Economic; compost; MPM Kotagede; Garbage
Pelatihan Kontrol Keuangan UMKM di Masa Pandemi Menggunakan Media Daring Googlemeet William Wendy Ary
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 4 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i4.5522

Abstract

Kemunculan virus covid-19 telah menyebabkan goncangan di seluruh aspek kehidupan manusia salah satunya adalah perekonomian. Salah satu sektor perekonomian yang merasakan dari dampak pandemi covid-19 ini adalah sektor UMKM. Sektor UMKM berkontribusi hampir lebih dari 57,8% perekonomian bagi perekonomian Indonesia dan apabila sektor ini tergoncang maka perekonomian Indonesia otomatis akan ikut tergoncang. Hal inilah yang melatarbelakangi pelaksanaan pengabdian masyarakat tentang kontrol keuangan UMKM di masa pandemi. Pelaksanaan pengabdian ini berbentuk Webinar yang terdiri dari dua sesi acara yaitu sesi pemaparan materi selama 90 menit dan sesi pelatihan selama 30 menit. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dirasakan manfaatnya oleh para peserta yang berasal dari pelaku UMKM sampai Mahasiswa, kegiatan ini juga memperoleh penilaian angka kepuasan yang cukup tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan dan peserta juga memiliki tingkat pemahaman terhadap materi yang disampaikan di kisaran angka 76 -100%. Kata Kunci: UMKM, Keuangan, Pandemi, Manajemen, Pengabdian Masyarakat Abstract The emergence of covid-19 virus has caused shocks in all aspects of human’, one of which is world’s economy. One of the economic sectors that is affected by covid-19 pandemic is the MSME sector. The MSME sector contributes almost more than 57,8% of the economy of Indonesia and if this sector is unstable then the Indonesian economy will automatically be in trouble. This problem has encouraged this community service activity to educate the owners of MSME to manage their business properly during the pandemic. The activities consist of two event sessions in a webinar: a 90-minute material exposure session and a 30-minute training session. These community service activities not only benefits all the participants, but also gets high satisfaction ratings. Furthermore, the participants mostly said that they have around 76 – 100% level of understanding after they attended this community service webinar.   Keywords: MSME, Finance, Pandemic, Management, Community Service
Penggunaan Pupuk Organik Cair sebagai Alternatif Pengendalian Biaya Produksi Petani Nurullaili Mauliddah; Asyidatur Rosmaniar
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 4 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i4.10160

Abstract

ABSTRAK  Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan keterampilan menekan biaya produksi dan meningkatkan pendapatan petani sawi melalui penggunaan pupuk organik cair di Kelurahan Gunung Anyar Tambak Kecamatan Gunung Anyar Kota Surabaya. Pada masa pandemi covid 19 ini pasokan pupuk kimia tersendat dan mengakibatkan harga pupuk semakin mahal. Pada tahun 2010 pemerintah memunculkan wacana global untuk kembali ke alam (back to nature) di sektor pertanian, di antaranya dengan pemanfaatan bahan alam (bahan baku hayati). Untuk itu kegiatan ini memanfaatkan gulma yang terdapat diarea pertanian tumpang sari dimana area pertanian ini terdapat lahan untuk tanaman sawi, jeruk dan jambu kristal namun sebagian lagi merupakan area tambak ikan yang banyak terdapat gulma seperti kangkung liar dan buah yang sudah busuk. Dengan demikian, dilakukan pembuatan pupuk organik cair dengan menambahkan mikro organisme EM4 kepada bahan baku yaitu gulma. Diperoleh hasil bahwa penggunaan pupuk organik cair ini dapat menurunkan biaya produksi dan meningkatkan produktivitas sawi dan hasil pertanian lainnya. Berdasarkan hasil wawancara diperoleh adanya peningkatan pendapatan petani sebesar 22% dari penggunaan pupuk organik cair ini. Luaran dari kegiatan ini adalah produk berupa pupuk organik cair yang dibuat sendiri oleh peserta pelatihan dan meningkatkan motivasi para petani untuk mengembangkan secara mandiri alternatif pupuk organik sesuai dengan kebutuhan. Kata Kunci: Pupuk organik cair, biaya produksi, gulma ABSTRACT This service activity aims to provide skills training to reduce production costs and increase the income of mustard farmers through the use of liquid organic fertilizer in Gunung Anyar Tambak Village, Gunung Anyar District, Surabaya City. During the COVID-19 pandemic, the supply of chemical fertilizers stagnated and resulted in increasingly high fertilizer prices. In 2010 the government raised a global discourse to return to nature (back to nature) in the agricultural sector, including natural materials (biological raw materials). For this reason, this activity utilizes weeds found in the intercropping agricultural area. This agricultural area has land for mustard, citrus, and crystal guava plants but partly is a fish pond area with many weeds such as wild kale and rotten fruit. Thus, a liquid organic fertilizer was made by adding EM4 micro-organisms to the raw material, namely weeds. The results show that liquid organic fertilizer can reduce production costs and increase the productivity of mustard greens and other agricultural products. Based on the interview results, it was found that there was an increase in farmers' income by 22% from the use of this liquid organic fertilizer. The output of this activity is a product in the form of liquid organic fertilizer, which is made by the trainees themselves and increases the motivation of the farmers to develop alternative organic fertilizers according to their needs independently. Keywords: Liquid organic fertilizer, production costs, weeds
Pendidikan Obat Berbasis Sekolah Menggunakan Metode Permainan Piano (Pintar dengan Obat) Fith Khaira Nursal; Nining Nining
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 4 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i4.5077

Abstract

Obat merupakan sediaan yang tersusun atas satu atau lebih senyawa kimia yang memberikan khasiat dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Tetapi pada sisi lain obat bisa membahayakan kesehatan jika tidak digunakan sesuai aturan yang ditetapkan. Hal ini mengindikasikan bahwa setiap obat memiliki rasio manfaat dan resiko yang berbeda dan batasan ini menjadi tolak ukur keamanan obat. Berdasarkan fakta tersebut, diperlukan pengetahuan dan wawasan terkait obat yang dimulai dari masa pendidikan tingkat kanak-kanak hingga menengah atas untuk mempengaruhi tingkah laku penggunaan obat-obatan di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Salah satu bentuk kegiatan yang mungkin dilakukan adalah berupa permainan dalam pendidikan obat bernama PIANO (pintar dengan obat). Permainan ini menekankan konsep pemberdayaan siswa dalam meningkatkan kemampuan memahami obat secara komprehensif sehingga pada akhirnya diharapkan terjadi perubahan sikap dan perilaku positif dalam peggunaan obat yang rasional dan sekaligus secara tidak langsung dapat mencegah penyalahgunaan obat. Hasil pengamatan kegiatan menunjukkan bahwa para siswa sangat antusias mengikuti kegiatan dan hasil analisis data menunjukkan adanya pengaruh permainan PIANO yang dilakukan dalam peningkatan pengetahuan mengenai obat.School-Based Medicine Education Using the Piano Game Method (Smart with Medicine)ABSTRACT Drugs are preparations composed of one or more chemical compounds that provide efficacy in maintaining and improving public health. But on the other hand drugs can be dangerous to health if not used according to established rules. This indicates that each drug has a different ratio of benefits and risks and this limit is a measure of drug safety. Based on these facts, knowledge and insight related to drugs are needed starting from the level of childhood education to senior high school to influence the behavior of the use of drugs in the family and community. One form of activity that might be carried out is in the form of a game in drug education called PIANO (smart with drugs). This game emphasizes the concept of empowering students in enhancing the ability to comprehend drugs comprehensively so that ultimately positive attitude and behavior changes in rational use of drugs are expected and at the same time indirectly can prevent drug abuse. The observations of the activities showed that the students were very enthusiastic about participating in the activities and the results of data analysis showed that there was an influence of the PIANO game which was done in increasing knowledge about the drug. Keywords: drug education, games, smart with medicine, piano
Batik Ciprat, Identitas dan Pemberdayaan Ekonomi Penyandang Disabilitas Kampung Idiot Ponorogo Evi Gravitiani; Bhimo Rizky Samudro; Rochmat Aldy Purnomo; JJ Sarungu; Mugi Rahardjo
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 4 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i4.5337

Abstract

Jumlah tenaga kerja yang tinggi masih belum diimbangi dengan ketersediaan lapangan kerja yang mencukupi. Kondisi seperti ini memerlukan solusi agar angka pengangguran tidak semakin bertambah. Hasil yang ingin dicapai dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah terbentuknya pola pikir dari para penyandang disabilitas yang ada di Kampung Idiot Ponorogo. Oleh karena itu perlu adanya rumusan atau Road map sebagai upaya yang dilakukan untuk mendapatkan efektivitas pembelajaran program batik ciprat bagi penyandang disabilitas di Kampung idiot Ponorogo. Metode kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan intensif yaitu, tenant penyandang disabilitas mendapatkan pembelajaran dan pendampingan kewirausahaan secara intensif dari pengajar, praktisi dan semua pihak yang terlibat terkait batik ciprat. Hasil menunjukkan bahwa kepemimpinan adalah kunci organisasi kewirausahaan sosial di Rumah Harapan. Terlihat dari kondisi pelatihan, pengelolaan, dan strukturisasi Rumah Harapan dapat berjalan sesuai harapan bersama. Sokongan sumberdaya merupakan bahan bakar yang menyuplai ketersediaan hal-hal yang dibutuhkan oleh Rumah Harapan, seperti adanya sumber daya manusia. Kesimpulannya yaitu pelatihan pembelajaran batik ciprat merupakan jaringan dan menjadi kunci bagi organisasi kewirausahaan sosial desa ini sehingga mampu bertahan karena hubungan kerja sama dengan stakeholder bagi Rumah Harapan bukan sekedar untuk memperluas target penjualan produk tetapi juga bentuk usaha penggalian ilmu-ilmu baru.Kata Kunci: Batik Ciprat; Identitas; Pemberdayaan Ekonomi; Kampung Idiot Ponorogo; KewirausahaanBatik Ciprat, The Identity and Economic Empowerment for Handicapped in Kampung Idiot, PonorogoABSTRACTThe availability of adequate employment has not matched the high number of workers. Conditions like this require a solution so that unemployment does not increase. The outcome of this community service activity is the formation of the mindset of persons with disabilities in Kampung Idiot Ponorogo. Therefore it is necessary to have a formula or Road map as an effort made to obtain the effectiveness of learning the ciprat batik program for people with disabilities in the idiot village of Ponorogo. This service activity method uses a qualitative and intensive approach. That is, tenants with disabilities get intensive entrepreneurial learning and mentoring from teachers, practitioners, and all parties involved with splatter batik. The results show that leadership is the key to the social entrepreneurship organization at Rumah Harapan. It can be seen from the conditions of the training, management, and structure of Rumah Harapan that it can run according to mutual expectations. Resource support is the fuel that supplies the things needed by Rumah Harapan, such as human resources. The conclusion is that the ciprat batik learning training is a network and is the key for this village social entrepreneurship organization so that it can survive because the cooperative relationship with stakeholders for Rumah Harapan is not only to expand product sales targets but also a form of business exploring new knowledge.. Keywords: Ciprat Batik; Identity; Economic Empowerment; Idiot Ponorogo Village; Entrepreneurship

Page 1 of 2 | Total Record : 19