cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
AKSIOLOGIYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 25284967     EISSN : 2548219X     DOI : -
Core Subject : Social,
Aksiologiya merupakan jurnal pengabdian kepada masyarakat yang menjadi wadah ilmiah untuk pengabdian. Artikel merupakan hasil dari IbM, IbW, IbPE, IbIKK, atau pengabdian lainnya yang berasal dari non dikti.
Arjuna Subject : -
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 4 (2021): November" : 19 Documents clear
Sosialisasi English for Young Learners (EYL) bagi Guru Sekolah Dasar di Gugus II Kecamatan Ciamis Hakim, Lystiana Nurhayat; Solihati, Tri Agustini
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 4 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i4.3527

Abstract

Perubahan Kurikulum membuat mata pelajaran Bahasa Inggris di Sekolah Dasar berubah dari muatan lokal menjadi program ektrakurikuler. Berdasarkan data pra-observasi, di Kecamatan Ciamis pengajaran Bahasa Inggris mengalami beberapa kendala seperti kualifikasi guru yang bukan Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris, pengunaan teknik serta metode mengajar Bahasa Inggris yang monoton dan menjenuhkan, kurangnya sumber ajar, serta tidak adanya pelatihan dan pembinaan pengajaran Bahasa Inggris bagi pembelajar anak. Melihat berbagai permasalahan tersebut maka penulis melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan pelatihan pengajaran Bahasa Inggris dan Forum Group Discussion (FGD) bagi guru-guru Sekolah Dasar di Kecamatan Ciamis. Hasil pengabdian ini menunjukan bahwa guru memiliki motivasi yang baik dalam meningkatkan kompetensi mereka dalam pengajaran Bahasa Inggris, pemahaman mereka terhadap karakteristik pembelajar anak juga meningkat, serta adanya peningkatan kemampuan guru untuk menciptakan pengajaran yang bermakna dan menyenangkan.Kata kunci: Pengajaran, Bahasa Inggris, Sekolah Dasar Socialization of English for Young Learners (EYL) for Elementary School Teachers in Cluster II Ciamis Kecamatan District ABSTRACTThe change of curriculum makes English subjects in Elementary School move from local content to the extracurricular program. Based on pre-observation data, there are some obstacles face by the teacher in teaching English to young learners in Ciamis. Those are the unqualified English teachers, the monotonous of teaching techniques and methods, the lack of using teaching sources, and the unavailable of EYL workshops. Therefore, to solve those problems the author conducted a community service in the form of the EYL workshop and FGD.  The community service makes the teachers' motivation to improve their competency in English language teaching increase. Besides, their understanding of the characteristics of children and their ability to create meaningful and interesting teaching also increase.Keywords: Teaching, English, Elemntary School
Pondok Sehat sebagai Pencegahan Penyakit Skabies di Madrasah Berasrama Estri, Siti Aminah Tri Susila; Khotibudin, Muhammad
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 4 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i4.3909

Abstract

Skabies adalah infeksi lapisan kulit epidermis yang disebabkan oleh tungauSarcoptes scabiei. Penyakit ini mudah menular dari manusia ke manusia, dan sering ditemui pada sekelompok populasi yang tinggal di tempat bersama. Madrasah Mu’alimin Muhammadiyah merupakan sekolah berasrama tingkat pertama dan atas yang menyediakan asrama untuk semua siswanya. Pada tahun 2018 terdapat 500 (36%) kejadian skabies dari 1370 santri. Usaha madrasah untuk menjaga kesehatan siswa dan lingkungan sekolah dengan menyediakan pos kesehatan pesantren (poskestren) dan kegiatan palang merah remaja. Berdasar wawancara dan observasi, belum ada sistem pengelolaan penyakit menular skabies yang komprehensif, sehingga santri yang sakit menular akan mudah menularkan penyakitnya ke santri sekitarnya. Pengelola madrasah dan poskestren menyatakan bahwa diperlukan usaha bersama dan terkoordinasi untuk mengelola penyakit menular. Melalui kegiatan pengabdian ini telah dilakukan penyusunan sistem pengelolaan penyakit menular, yang meliputi alur rujukan santri sakit, menetapkan petugas yang terlibat dalam alur rujukan dan membuat dokumen yang dibutuhkan untuk menjalankan sistem ini. Dengan kegiatan juga telah tersedia 22 santri husada sebagai salah satu petugas yang bertugas mendeteksi santri yang sakit menular dan telah dilatih penyakit skabies. Keberhasilan kegiatan ini ditunjukkan dari kemampuan santri husada, musyrif dan poskestren menjalankan sistem dalam ujicoba selama 2 bulan.Pondok Sehat as Prevention of Scabies Disease in Boarding SchoolABSTRACT Scabies is an infection of the epidermal skin caused by Sarcoptes scabiei mites. This disease is easily transmitted from human to human and is often found in populations that live in shared places. Madrasah Mu'alimin Muhammadiyah is a first and upper level boarding school that provides dorms for all students. In 2018 there were 500 (36%) scabies events from 1370 santri. Madrasa efforts to maintain the health of students and the school environment by providing pesantren health posts and youth red cross activities. Based on interviews and observations, there is no system for handling infectious diseases that is supported, so that students who are infectious will easily pass the disease to the surrounding students. Madrasah managers and pesantren health posts stated that joint and coordinated efforts are needed to manage infectious diseases. Through this service, the disease management system has been regulated, which includes the flow of referrals for sick students, the approval of officers involved in the referral flow and making the documents needed to run the system. With the activity, 22 Husada santri were also available as one of the officers who reversed the infectious students who had been infected with scabies. The success of this activity, increased the ability to run the santri husada, musyrif and poskestren program in the trial system for 2 months. Keywords: madrasa; husada student; scabies
Tembang Macapat: Penggerak Kelurahan Tunggulwulung Menuju Kampung Wisata Budaya Kota Malang Bashith, Abdul; Nashith, Ali; Amin, Saiful
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 4 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i4.3996

Abstract

Kelurahan Tunggulwulung merupakan salah daerah di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang yang memiliki potensi daerah berupa kesenian budaya tradisional. Hal ini dapat menjadikan Kelurahan Tunggulwulung sebagai daerah yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi kampung wisata budaya di Kota Malang. Perlu adanya pemberdayaan masyarakat Tunggulwulung melalui pelatihan tembang macapat. Melalui program kegiatan pengabdian masyarakat di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, diharapkan menjadi salah satu program yang tepat dalam membantu masyarakat Tunggulwulung meningkatkan potensi daerah sebagai Kampung Budaya Tunggulwulung Yang Berbhineka Tunggal Ika yang dikenal masyarakat luas, baik nasional maupun internasional. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk: (1) mengetahui perencanaan pelatihan tembang macapat; (2) terealisasikan pelaksanaan kegiatan pelatihan tembang macapat; (3) menumbuhkan kesadaran dari hasil kegiatan pelatihan tembang macapat; dan (4) mengetahui hambatan-hambatan kegiatan pelatihan tembang macapat. Penelitian ini menggunakan metode Partisipatory Action Research (PAR) dengan tahapan: Plan (Perencanaan), Action (Tindakan), Observe (Pengamatan), dan Reflect (Refleksi). Hasil pengabdian berbasis riset ini, yaitu (1) penyusunan materi kegiatan pelatihan tembang macapat pada tahap perencanaan; (2) pelaksanaan latihan tembang macapat bertempat di Sekolah Budaya Tunggulwulung; (3) kegiatan pelatihan ini dapat memberikan kontribusi terhadap Kelurahan Tunggulwulung dalam mendukung terciptanya kampung budaya; dan (4) hambatan pada pelatihan tembang macapat: a) sulit menemukan waktu dalam latihan,b) peserta pelatihan dari kalangan tertentu saja, dan c) warga Kelurahan Tunggulwulung tidak semua warga berasal dari Jawa, sehingga enggan mengikuti pelatihan. Tembang Macapat: Motivator of Tunggulwulung VillageTowards the Malang City Cultural Tourism Village ABSTRACT Tunggulwulung Village is one of the areas in Lowokwaru District, Malang City which has regional potential in the form of traditional cultural arts. This can make Tunggulwulung Village an area that has the potential to be developed into a cultural tourism village in Malang. The need for community empowerment in Tunggulwulung through macapat song training. Through the community service program at the State Islamic University of Maulana Malik Ibrahim Malang, it is expected to be one of the right programs to help the people of Tunggulwulung improve the potential of the region as the Diverse Single Cultural Community of Tunggulwulung, known to the wider community, both nationally and internationally. This community service activity aims to: (1) know the planning of a macapat song training; (2) the implementation of macapat song training activities is realized; (3) raising awareness of the results of macapat song training activities; and (4) know the obstacles of macapat song training activities. This research uses the Participatory Action Research (PAR) method with stages: Plan, Action, Observe, and Reflect. The results of this research-based service, namely (1) the preparation of material for macapat song training activities at the planning stage; (2) the macapat song training exercise takes place at the Tunggulwulung Cultural School; (3) this training activity can contribute to the Tunggulwulung Village in supporting the creation of a cultural village; and (4) barriers to macapat song training: a) it is difficult to find time in training, b) only certain participants, and c) not all residents of Tunggulwulung Kelurahan are from Java, so they are reluctant to attend training. Keywords: macapat song; Tunggulwulung Village; village of cultural tourism
Penyuluhan Penyakit Tidak Menular (PTM) untuk Menumbuhkan Kesadaran Pencegahan pada Masyarakat di Desa Cipacing, Jawa Barat Herawati, Erna; Sofiatin, Yulia
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 4 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i4.4692

Abstract

ABSTRAKTingginya angka prevalensi penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia, termasuk di Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat, belum diikuti oleh kesadaran masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan; meski mereka mengetahui bahwa penyakit ini berdampak serius pada fisik dan sosial-ekonomi. Kegiatan sosialisasi mengenai pencegahan PTM ini bertujuan membangun kesadaran masyarakat pada pentingnya upaya pencegahan. Kegiatan ini dilakukan melalui penyuluhan dan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol bagi warga masyarakat sebagai upaya deteksi dini pada risiko PTM. Hasil deteksi dini menunjukkan bahwa sebagian besar warga di Desa Cipacing memiliki risiko tinggi pada PTM terutama penyakit tekanan darah tinggi. Kombinasi penyuluhan dan pemeriksaan deteksi dini berdampak positif dalam membangun kesadaran para warga untuk melakukan pencegahan. Kegiatan ini telah mendorong masyarakat untuk melanjutkan kegiatan pencegahan PTM melalui Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) PTM yang ada di tingkat RW.Kata Kunci: Sosialisasi, Pencegahan, Penyakit Tidak MenularCounseling on Non-Communicable Diseases (NCDs) to Raise Awareness of Prevention in the Community in Cipacing Village, West Java          ABSTRACTThe prevalence of non communibacle diseases (NCDs) in Indonesia is considerably high, including those in Cipacing village,  Jatinangor sub-district, Sumedang District in the West Java Province. Despite this fact, there is low awareness of prevention among the villagers, eventhough they aware of the serious impact of the diseases towards their health  and social-economic status. This activity aims at build awareness among villagers towards non-communicable diseases prevention. In this activity, combination of information dissemination and NCD scrining has effectively endorsed the villagers to build their awareness of the disease and has inspired them to initiate action for prevention. The scrining result showed that most of the villagers are at high risk of NCDs, in particular hypertension. This data has successfully endorsed the villagers to establish NCD scrining and mangement in their own neighborhood through Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) PTM, a community-based activity of NCD prevention and management. Keywords: Information dissemination, Prevention, Non-communicable Diseases
Pendidikan Obat Berbasis Sekolah Menggunakan Metode Permainan Piano (Pintar dengan Obat) Nursal, Fith Khaira; Nining, Nining
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 4 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i4.5077

Abstract

Obat merupakan sediaan yang tersusun atas satu atau lebih senyawa kimia yang memberikan khasiat dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Tetapi pada sisi lain obat bisa membahayakan kesehatan jika tidak digunakan sesuai aturan yang ditetapkan. Hal ini mengindikasikan bahwa setiap obat memiliki rasio manfaat dan resiko yang berbeda dan batasan ini menjadi tolak ukur keamanan obat. Berdasarkan fakta tersebut, diperlukan pengetahuan dan wawasan terkait obat yang dimulai dari masa pendidikan tingkat kanak-kanak hingga menengah atas untuk mempengaruhi tingkah laku penggunaan obat-obatan di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Salah satu bentuk kegiatan yang mungkin dilakukan adalah berupa permainan dalam pendidikan obat bernama PIANO (pintar dengan obat). Permainan ini menekankan konsep pemberdayaan siswa dalam meningkatkan kemampuan memahami obat secara komprehensif sehingga pada akhirnya diharapkan terjadi perubahan sikap dan perilaku positif dalam peggunaan obat yang rasional dan sekaligus secara tidak langsung dapat mencegah penyalahgunaan obat. Hasil pengamatan kegiatan menunjukkan bahwa para siswa sangat antusias mengikuti kegiatan dan hasil analisis data menunjukkan adanya pengaruh permainan PIANO yang dilakukan dalam peningkatan pengetahuan mengenai obat.School-Based Medicine Education Using the Piano Game Method (Smart with Medicine)ABSTRACT Drugs are preparations composed of one or more chemical compounds that provide efficacy in maintaining and improving public health. But on the other hand drugs can be dangerous to health if not used according to established rules. This indicates that each drug has a different ratio of benefits and risks and this limit is a measure of drug safety. Based on these facts, knowledge and insight related to drugs are needed starting from the level of childhood education to senior high school to influence the behavior of the use of drugs in the family and community. One form of activity that might be carried out is in the form of a game in drug education called PIANO (smart with drugs). This game emphasizes the concept of empowering students in enhancing the ability to comprehend drugs comprehensively so that ultimately positive attitude and behavior changes in rational use of drugs are expected and at the same time indirectly can prevent drug abuse. The observations of the activities showed that the students were very enthusiastic about participating in the activities and the results of data analysis showed that there was an influence of the PIANO game which was done in increasing knowledge about the drug. Keywords: drug education, games, smart with medicine, piano
Kolaborasi Multidisiplin Pelaksanaan Discharge Planning Juwita, Helmi; L.Sjattar, Elly; Majid, Abdul; Lukman, Sartika
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 4 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i4.5079

Abstract

Discharge planning adalah suatu proses multidisplin yang melibatkan Profesioanal Pemberi Asuhan (PPA) dan Manajer Pelayanan Pasien (MPP) yang bertujuan untuk mengurangi lama tinggal atau perawatan di rumah sakit, mencegah terjadinya readmisi dan meningkatkan kordinasi layanan setelah keluar dari rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kolaborasi multidisiplin pelaksanaan discharge planning di RSUD Haji Makassar dengan menggunakan pendekatan observasional pre-post implementasi pendokumentasian discharge planning dan metode wawancara dalam bentuk focus group discussion (FGD) terhadap kepala bidang keperawatan, kepala ruangan, ketua tim, perawat pelaksana dan tim pokja. Instrumen yang digunakan adalah instrumen wawancara dan instrumen discharge planning terintegrasi. Hasil yang didapatkan yaitu pendokumentasian discharge planning di RSUD Haji Makassar belum optimal sehingga dilakukan beberapa program kegiatan yaitu studi literature, penyegaran tim, pelatihan, pembuatan panduan, form dan SOP discharge planning, uji coba form dan evaluasi. Setelah implementasi didapatkan peningkatan pendokumentasian discharge planning menjadi 77.7%, Selain itu, discharge planning juga dilakukan pada saat pasien masuk di ruang rawat inap hingga pasien sebelum pulang. Oleh karena itu, pada penelitian selanjutnya dibutuhkan penelitian terkait pendokumenatsian discharge planning secara multidisiplin, serta perlunya monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan discharge planning. Multidisciplinary Collaboration on Discharge Planning Implementation ABSTRACTDischarge planning is a multidisciplinary process that involves the Professional Care Provider (PPA) and the Patient Services Manager (MPP) aims to reduce the length of stay or treatment in the hospital, prevent readmissions and improve service coordination after discharge from the hospital. This research to evaluate multidisciplinary collaboration implementation of discharge planning in Haji Hospital Makassar using an observational approach pre-post implementation of discharge planning documentation and interview method in focus group discussions (FGD) of head nurse, chief nurse, team leader, nurse associate, and team. The instrument used was an interview instrument and an integrated discharge planning instrument. The results obtained were documentation of discharge planning in Haji Hospital Makassar was not optimal so that several program activities were literature study, team refreshment, training, making guidelines, form and SOP discharge planning, trial form, and evaluation. After implementation, there was an increase in the documentation of discharge planning to 77.7%. In addition, discharge planning was also carried out when the patient entered the inpatient room to the patient before leaving. Therefore, further research is needed in order to discharge planning documentation by a multidisciplinary team, monitoring, and evaluation of the discharge planning implementation. Keyword: Multidisciplinary Collaboration; Discharge Planning
Batik Ciprat, Identitas dan Pemberdayaan Ekonomi Penyandang Disabilitas Kampung Idiot Ponorogo Gravitiani, Evi; Samudro, Bhimo Rizky; Purnomo, Rochmat Aldy; Sarungu, JJ; Rahardjo, Mugi
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 4 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i4.5337

Abstract

Jumlah tenaga kerja yang tinggi masih belum diimbangi dengan ketersediaan lapangan kerja yang mencukupi. Kondisi seperti ini memerlukan solusi agar angka pengangguran tidak semakin bertambah. Hasil yang ingin dicapai dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah terbentuknya pola pikir dari para penyandang disabilitas yang ada di Kampung Idiot Ponorogo. Oleh karena itu perlu adanya rumusan atau Road map sebagai upaya yang dilakukan untuk mendapatkan efektivitas pembelajaran program batik ciprat bagi penyandang disabilitas di Kampung idiot Ponorogo. Metode kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan intensif yaitu, tenant penyandang disabilitas mendapatkan pembelajaran dan pendampingan kewirausahaan secara intensif dari pengajar, praktisi dan semua pihak yang terlibat terkait batik ciprat. Hasil menunjukkan bahwa kepemimpinan adalah kunci organisasi kewirausahaan sosial di Rumah Harapan. Terlihat dari kondisi pelatihan, pengelolaan, dan strukturisasi Rumah Harapan dapat berjalan sesuai harapan bersama. Sokongan sumberdaya merupakan bahan bakar yang menyuplai ketersediaan hal-hal yang dibutuhkan oleh Rumah Harapan, seperti adanya sumber daya manusia. Kesimpulannya yaitu pelatihan pembelajaran batik ciprat merupakan jaringan dan menjadi kunci bagi organisasi kewirausahaan sosial desa ini sehingga mampu bertahan karena hubungan kerja sama dengan stakeholder bagi Rumah Harapan bukan sekedar untuk memperluas target penjualan produk tetapi juga bentuk usaha penggalian ilmu-ilmu baru.Kata Kunci: Batik Ciprat; Identitas; Pemberdayaan Ekonomi; Kampung Idiot Ponorogo; KewirausahaanBatik Ciprat, The Identity and Economic Empowerment for Handicapped in Kampung Idiot, PonorogoABSTRACTThe availability of adequate employment has not matched the high number of workers. Conditions like this require a solution so that unemployment does not increase. The outcome of this community service activity is the formation of the mindset of persons with disabilities in Kampung Idiot Ponorogo. Therefore it is necessary to have a formula or Road map as an effort made to obtain the effectiveness of learning the ciprat batik program for people with disabilities in the idiot village of Ponorogo. This service activity method uses a qualitative and intensive approach. That is, tenants with disabilities get intensive entrepreneurial learning and mentoring from teachers, practitioners, and all parties involved with splatter batik. The results show that leadership is the key to the social entrepreneurship organization at Rumah Harapan. It can be seen from the conditions of the training, management, and structure of Rumah Harapan that it can run according to mutual expectations. Resource support is the fuel that supplies the things needed by Rumah Harapan, such as human resources. The conclusion is that the ciprat batik learning training is a network and is the key for this village social entrepreneurship organization so that it can survive because the cooperative relationship with stakeholders for Rumah Harapan is not only to expand product sales targets but also a form of business exploring new knowledge.. Keywords: Ciprat Batik; Identity; Economic Empowerment; Idiot Ponorogo Village; Entrepreneurship
Pelatihan Kontrol Keuangan UMKM di Masa Pandemi Menggunakan Media Daring Googlemeet Ary, William Wendy
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 4 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i4.5522

Abstract

Kemunculan virus covid-19 telah menyebabkan goncangan di seluruh aspek kehidupan manusia salah satunya adalah perekonomian. Salah satu sektor perekonomian yang merasakan dari dampak pandemi covid-19 ini adalah sektor UMKM. Sektor UMKM berkontribusi hampir lebih dari 57,8% perekonomian bagi perekonomian Indonesia dan apabila sektor ini tergoncang maka perekonomian Indonesia otomatis akan ikut tergoncang. Hal inilah yang melatarbelakangi pelaksanaan pengabdian masyarakat tentang kontrol keuangan UMKM di masa pandemi. Pelaksanaan pengabdian ini berbentuk Webinar yang terdiri dari dua sesi acara yaitu sesi pemaparan materi selama 90 menit dan sesi pelatihan selama 30 menit. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dirasakan manfaatnya oleh para peserta yang berasal dari pelaku UMKM sampai Mahasiswa, kegiatan ini juga memperoleh penilaian angka kepuasan yang cukup tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan dan peserta juga memiliki tingkat pemahaman terhadap materi yang disampaikan di kisaran angka 76 -100%. Kata Kunci: UMKM, Keuangan, Pandemi, Manajemen, Pengabdian Masyarakat Abstract The emergence of covid-19 virus has caused shocks in all aspects of human’, one of which is world’s economy. One of the economic sectors that is affected by covid-19 pandemic is the MSME sector. The MSME sector contributes almost more than 57,8% of the economy of Indonesia and if this sector is unstable then the Indonesian economy will automatically be in trouble. This problem has encouraged this community service activity to educate the owners of MSME to manage their business properly during the pandemic. The activities consist of two event sessions in a webinar: a 90-minute material exposure session and a 30-minute training session. These community service activities not only benefits all the participants, but also gets high satisfaction ratings. Furthermore, the participants mostly said that they have around 76 – 100% level of understanding after they attended this community service webinar.   Keywords: MSME, Finance, Pandemic, Management, Community Service
Program Campus Social Responsibility (CSR) ONE TO ONE UM Surabaya sebagai Upaya Menekan Angka Anak Putus Sekolah di Kota Surabaya Rahayu, Aristiana Prihatining; Poerwanto, Agoes; Ngatmain, Ngatmain
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 4 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i4.5917

Abstract

Pesatnya jumlah dan sebaran permasalahan sosial kota Surabaya, belum sebanding dengan daya jangkau, kapasitas, dan, kemampuan pelayanan sosial yang dilakukan pemerintah. Kewajiban pemerintah dalam memenuhi hak-hak dasar warganya belum dapat terlaksanakan secara maksimal, termasuk dalam persoalan pendidikan. Untuk itu, pemerintah kota Surabaya melalui Dinas Sosial bekerja sama dengan perguruan tinggi negeri dan swasta yang ada di kota Surabaya untuk memberikan pendampingan pendidikan kepada anak dari keluarga penyandang masalah kesejahteraan sosial (miskin), yang rentan atau putus sekolah melalui program Campus Social Responsibility (CSR) One to One.  Dalam proses pelaksanaannya, mahasiswa diterjunkan untuk melakukan berbagai program pendampingan yang mengarah pada tujuan besar yakni menekan angka anak rawan dan putus sekolah. Sasaran dari program adalah anak dari keluarga penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang putus atau rentan putus sekolah, yang terdata Dinas Sosial Kota Surabaya.  Luarannya adalah  terbangunnya motivasi adik damping untuk tetap semangat sekolah, dan mengembalikan mereka yang putus sekolah untuk kembali ke bangku sekolah. Metode pelaksanaannya_ koordinasi antara dinas sosial dan PTN/PTS di Kota Surabaya , sosialisasi program ke mahasiswa, perekrutan tim CSR, pelaksanaan pendampingan dan evaluasi. Indikator program CSR ini adalah mahasiswa mampu mengembalikan adik damping mereka yang rentan maupun putus sekolah, untuk kembali dan makin termotivasi bersekolah.  kata kunci : campus social responsibility , dinas sosial, mahasiswa  One To One UM Surabaya Campus Social Responsibility (CSR) Program as an Effort to Reduce the Number of Children Dropping Out of School in the City of SurabayaABSTRACTThe rapid number and distribution of social problems in the city of Surabaya is not yet comparable to the reach, capacity and ability of social services provided by the government. The government's obligation to fulfill the basic rights of its citizens has not been maximally implemented, including in matters of education. For this reason, the Surabaya city government through the Social Service collaborates with public and private universities in the city of Surabaya to provide educational assistance to children from families with social welfare problems (poor), who are vulnerable or drop out of school through the One to One Campus Social Responsibility (CSR) program. In the implementation process, students are deployed to carry out various mentoring programs that aim at the big goal of reducing the number of vulnerable children and dropping out of school. The target of the program is children from families with social welfare problems (PMKS) who drop out or are prone to dropping out of school, which is recorded by the Surabaya City Social Service. The result is the awakening of the motivation of the assistants to keep up the spirit of school, and to return those who drop out of school to return to school. The method of implementation is coordination between social services and PTN / PTS in the city of Surabaya, socialization of the program to students, recruitment of CSR teams, implementation of mentoring and evaluation. The indicator of this CSR program is that students are able to return their siblings who are vulnerable or drop out of school, to return and be more motivated to go to school.keywords: campus social responsibility, social service, student 
Penerapan Strategi Sosialisasi Preventif Covid -19 dan Optimalisasi Keuangan Keluarga pada saat Kondisi New Normal Harianto, Eric; Bernardus, Denny; Pascarina, Patrisia Amanda
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 4 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i4.7141

Abstract

Kelurahan Putat Jaya adalah salah satu kelurahan dengan jumlah penduduk sebanyak 2.300 Jiwa dengan 9 RT dan Lebih dari 680 Kepala Keluarga. Jumlah kasus positif Covid 19 pada tanggal 15 Juli 2020 sebanyak 9 orang Positif dan 1 Orang Meninggal, 22 orang ODP dan dinyatakan sembuhsejumlah 9 orang. Untuk di Kelurahan Putat Jaya ada permasalahan untuk sosialisasi didalam preventif terhadap pencegahan virus covid 19. Para penduduknya belum mengetahui preventif pencegahan covid 19 ,  cara penularannya dan penanganannya bila terkena Covid 19. Jumlah sasaran warga yang mengikuti sosialisasi adalah 680 kepala keluarga yang terdiri dari 9 RT. Kegiatan berlangsung mulai bulan juli 2020 sampai dengan november 2020. Metode penelitian menggunakan metode partisipatif. Metode pelaksanaan terdiri dari 4 tahap :  (1)  adalah memberikan peralatan pendukung preventive Covid 19, (2) sosialisasi melalui radio streaming fikom Universitas Ciputra dengan melibatkan tim medis,  (3) mengadakan Webinar Pelatihan Managemen keuangan keluarga dan digital marketing di era New Normal, (4) publikasi kegiatan abdimas via radio steraming vikom dan jurnal abdimas. Hasil pelaksanaan kegiatan ini adalah memberikan kontribusi preventive pencegahan penularan covid 19 bagi warga RW 7 berupa penyediaan peralatan dan sosialisasi penggunaan peralatan, memberikan ilmu didalam menghadapi masa new normal khususnya didalam mengatur keuangan keluarga dan digital marketing kepada warga RW 7 serta meningkatkan kemampuan Satgas Covid 19. Kata Kunci: digital marketing; keuangan keluarga; kampung tangguh ; preventive Covid 19 ; radio streaming . Implementation of Covid – 19 Preventive Socialization Strategies and Optimization of Family Finances during New Normal ConditionsABSTRACT Putat Jaya Village is one of the villages with a population of 2,300 people with 9 RTs and more than 680 families. The number of positive cases of Covid 19 on July 15, 2020 was 9 positive people and 1 person died, 22 people were ODP and 9 people were declared cured. For the Putat Jaya Village, there are problems for socialization in prevention of the covid 19 virus prevention. The residents do not know the preventive measures against covid 19, how to transmit it and how to handle it when exposed to Covid 19. The target number of residents who participated in the socialization was 680 families consisting of 9 RT . The activity takes place from July 2020 to November 2020. The research method uses participatory methods .The implementation method consists of 4 stages: (1) is to provide Covid 19 preventive support equipment, (2) socialization via radio streaming fikom University of Ciputra involving the medical team, (3) holding a Training Webinar Family financial management and digital marketing in the New Normal era, (4) publication of abdimas activities via radio broadcasting vikom and abdimas journal. The results of the implementation of this activity are to provide a preventive contribution to preventing the transmission of covid 19 for RW 7 residents in the form of providing equipment and socializing the use of equipment, providing knowledge in dealing with the new normal period, especially in managing family finances and digital marketing to RW 7 residents and increasing the ability of the Covid 19 Task Force. Key Words: digital marketing;family’s financial; tough neighbourhood; preventive Covid 19 ; radio streaming

Page 1 of 2 | Total Record : 19