cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
AKSIOLOGIYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 25284967     EISSN : 2548219X     DOI : -
Core Subject : Social,
Aksiologiya merupakan jurnal pengabdian kepada masyarakat yang menjadi wadah ilmiah untuk pengabdian. Artikel merupakan hasil dari IbM, IbW, IbPE, IbIKK, atau pengabdian lainnya yang berasal dari non dikti.
Arjuna Subject : -
Articles 817 Documents
Metode Memperpanjang Masa Simpan Minuman Sari Markisa Dengan Menggunakan Mesin Multifungsi di Kampung Ramqisa Dwi Ana Anggorowati; Nanik AR; Maranatha W; Dimas Indra Laksmana
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2020): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i1.3371

Abstract

ABSTRAK Pertanian di perkotaan yang berlokasi di Kelurahan Rampal Celaket Kecamatan Klojen Kota Malang di wilayah RW I menjadi salah satu lokasi percontohan dimana masyarakat dilingkungan tersebut benar-benar memanfaatkan lahan pekarangan untuk bercocok tanam. Berbagai tanaman sayur dan buah-buahan dibudidayakan dilokasi ini untuk dijadikan produk olahan yang dikomersialkan sehingga bisa menjadi produk unggulan di kampung ramqisa. Dalam memproduksi minuman sari markisa, kendala terbesarnya adalah produk sangat mudah rusak. Kendala ini disebabkan karena mitra tidak memahami bagaimana penanganan produksi dengan baik. Untuk mengatasi hal ini, tim pendamping dari ITN Malang membantu mitra dalam menangani proses pembuatannya, diantaranya adalah memberikan penyuluhan atau pelatihan dalam memproduksi minuman jus markisa. Selain itu, tim membantu dalam hal mengupayakan mesin produksi dengan cara membantu mendesain mesin yang sesuai dengan proses terkontrol. Mesin tersebut adalah Mesin Pemanas dan Pengaduk dan pengemas  didesain mampu mengendalikan mikroorganisme penyebab pembusukan dari sari buah markisa dengan cara mengontrol suhu pemasakan, sehingga proses sterilisasi sari buah dapat dicapai. Dalam desain mesin ini, juga dibuat mampu untuk melakukan pengadukan sehingga jus buah tidak terpisah dan jus buah tercampur homogen. Dengan alat multifungsi mampu membuat 20 Liter minuman sari markisa dengan waktu 1  jam/1 tenaga kerja, jadi lebih bisa menghemat waktu jika dibandingkan denga metode lama yang membutuhkan waktu 3 jam/2 tenaga kerja, Masa Simpan : penyimpanan di lemari es bertahan 3 bulan , dan di suhu ruang 1 bulan lebih bagus dari produk sebelumya yaitu penyimpanan di lemari es bertahan 10 hari dan disuhu ruang 2 hari. Kata Kunci: jus markisa; mesin pemanas dan pengaduk; sterilisasi.ABSTRACTAgriculture in urban areas located in Rampal Celaket Subdistrict, Klojen Subdistrict, Malang City in RW I region is one of the pilot locations where the community actually uses the yard to grow crops. Various vegetable and fruit plants are cultivated in this location to be processed products that are commercialized so that they can become superior products in Ramqisa village. In producing passion fruit drinks, the biggest obstacle is that the products are very perishable. This obstacle is caused because the partners do not understand how to handle production properly. To overcome this, a team of assistants from ITN Malang helps partners in handling the manufacturing process, including providing counseling or training in producing passion fruit juice drinks. In addition, the team helped in terms of working on a production machine by helping to design machines that are in accordance with controlled processes. The machine is a heating and stirring machine and the packaging is designed to be able to control the microorganisms that cause decomposition of passion fruit juice by controlling the cooking temperature, so that the sterilization process of fruit juice can be achieved. In the design of this machine, it is also made capable of stirring so that the fruit juice is not separated and the fruit juice is mixed homogeneously. With a multifunctional tool capable of making 20 Liters of passion fruit drinks with an hour / 1 of labor, so it can save more time when compared with the old method which takes 3 hours / 2 of labor, Save Period: storage in the refrigerator lasts 3 months, and at room temperature 1 month better than the previous product that is storage in the refrigerator last 10 days and at room temperature 2 days.Keywords: heating and stirring machines; passion fruit juice; sterilization 
Edukasi Sistem Informasi Kesehatan Elektronik Untuk Kader Kesehatan Desa Tijayan Manisrenggo Jawa Tengah MT Ghozali; Ingenida Hadning; Aji Winanta
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2020): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i1.2448

Abstract

ABSTRAKSistem Informasi Kesehatan (SIMKes) merupakan bagian penting dari sistem kesehatan suatu negara. SIMKes adalah bentuk utama Sistem Kesehatan Nasional (SKN) yang digunakan sebagai komponen dalam pembangunan berwawasan kesehatan. Sistem informasi yang tersusun dan terkonsep akan menghasilkan luaran yang baik dan membuat masyarakat tidak buta dengan dunia kesehatan. Teknologi informasi berkembang secara cepat dan berdampak pada semua aspek kehidupan, termasuk informasi kesehatan. Perkembangan teknologi saat ini berperan penting menjadi sebuah media bagi masyarakat milenial atau tenaga kesehatan untuk mendapatkan informasi mengenai gambaran kesehatan dan persebaran penyakit atau epidemiologi di wilayahnya masing-masing. Program Hibah Kemitraan ini bertujuan untuk melatih para kader kesehatan di setiap Padukuhan di Desa Tijayan Manisrenggo Jawa Tengah bagaimana cara membuat profil kesehatan dan peta persebaran penyakit di desa tersebut dan menyajikannya secara interaktif, edukatif, dan berbasis elektronik. Sasaran utama dalam program ini adalah kader kesehatan masing-masing padukuhan yang terdapat di Desa Tijayan, meliputi Bawangan, Candran, Pogaten, dan Sorobayan. Beberapa program kegiatan untuk mencapai tujuan tersebut meliputi pengumpulan data kesehatan yang didapat melalui survey atau sensus dan data yang sudah tersedia di pusat data kesehatan desa, penyuluhan tata cara pembuatan profil kesehatan dan peta persebaran penyakit, dan pelatihan penyajian data informasi kesehatan masyarakat secara interaktif dan edukatif. Program Hibah Kemitraan ini dapat membantu melengkapi profil kesehatan masyarakat dan meningkatkan kualitas SIMKes di desa mitra.Kata kunci: profil kesehatan; sistem informasi kesehatan; sisten kesehatan nasionalABSTRACTHealth Information System (HIS) is an important component of a country's health system. HIS is the main part of the National Health System, which is used as a pillar in health-oriented development. The structured and conceptual information system produces good outcomes and prevents people from the blindness of health matters. Information technology develops rapidly and impacts most of all aspects of life, including health information. Current technological developments play an important role as a media for millennial people or health professionals to get information about health information and epidemiology in their own region. This program aimed to train health cadres in each region of the Tijayan Manisrenggo Village, Klaten, Central Java, in addition to creating an electronic health profile and epidemiology map of the village and then presenting the profile interactively and educatively. The main targets of this program were health cadres in each region of the Tijayan Village, including Bawangan, Candran, Pogaten, and Sorobayan. Some main activities to achieve the objectives included collecting health data obtained through surveys or censuses and data already available in the health data center of the village, counseling procedures for creating an electronic health profile and epidemiology map, as well as training in the interactive and educative presentation of public health information data. This program helped complete the health profile and increase the quality of health information system in the partner villages.Keywords: health information system; health profile; national health system
Peer Counseling : Upaya Dalam Meminimalisir Masalah Remaja Akhmad Rizkhi Ridhani; Yulizar Abidarda
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2020): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i1.2742

Abstract

ABSTRAK Masa kian berubah dari tahun ke tahun, seiring perubahan tersebut tentunya banyak fenomena yang kita lihat dan rasakan, tak terkecuali fenomena masalah yang terjadi di remaja, khususnya di Indonesia. Masa remaja merupakan masa dimana seseorang mulai tumbuh dari masa kanak-kanak menuju masa penemuan jati diri, dimana pada saat-saat seperti itulah biasanya para remaja akan bertingkah sembarangan tanpa memikirkan akibat apa yang akan terjadi dari perbuatannya tersebut. Sering kali dengan kelakuan sembarangannya itu para remaja mendapatkan masalah yang tidak ringan. Maka oleh sebab itu perlu dicanangkan program peer-counseling bagi remaja sehingga mereka dapat mengungapkan masalahnya dengan memanfaatkan teman sejawat. Hubungan sebaya memiliki peranan yang kuat dalam kehidupan remaja, hubungan sebaya ini menimbulkan suatu hubungan saling percaya antar teman sebaya. Hubungan ini dapat menimbulkan suatu perilaku dimana remaja lebih percaya terhadap teman sebaya daripada dengan orang tua, sehingga pembentukan dan pelatihan konselor sebaya dapat menjadi suatu pilihan yang tepat dalam upaya membentengi anak atau remaja dari pengaruh negatif lingkungan sekitarnya.Kata Kunci: masalah remaja; peer counseling. ABSTRACTThe period has changed from year to year, as these changes certainly have many phenomena that we see and feel, including the phenomenon of problems that occur in adolescents, especially in Indonesia. Adolescence is a period where a person begins to grow from childhood to the time of discovery of identity, where at times like that usually the teenagers will act carelessly without thinking about the consequences of what will happen from these actions. Often with careless behavior, teenagers get problems that are not light. Therefore, it is necessary to launch a peer-counseling program for adolescents so that they can express their problems by using colleagues. Peer relationships have a strong role in adolescent life, this peer relationship creates a trusting relationship between peers. This relationship can lead to a behavior where adolescents are more trusting of peers than with parents, so the formation and training of peer counselors can be an appropriate choice in an effort to fortify children or adolescents from the negative influences of the surrounding environment.Keywords: peer counseling; youth problems.
Peningkatan Kemampuan Guru-Guru SD Negeri 130 Palembang Dalam Menyajikan Presentasi Atraktif Melalui Pelatihan Microsoft Power Point Irma Salamah; Lindawati Lindawati; Asriyadi Asriyadi; RD Kusumanto
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2020): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i1.2197

Abstract

ABSTRAKPengembangan profesi guru adalah untuk menjaga dan meningkatkan kualitas guru agar semakin professional dalam melaksanakan tugasnya menggunakan media aplikasi Microsoft office power point. Ada beberapa faktor mengapa kegiatan ini diselenggarakan. Ada guru yang tidak terbiasa menggunakan teknologi sebagai media dalam pengajaran di kelas. Sekolah tidak menyediakan fasilitas yang memadai yang memungkinkan guru menciptakan media ajar mereka. Tidak adanya pembimbing dan pendampingan yang memberikan pendidikan singkat tentang bagaimana membuat media animasi untuk pengajaran di sekolah dasar. Dengan adanya pelatihan ini guru-guru SDN 130 Palembang diharapkan mampu menguasai dan memahami fitur dan fungsi yang ada pada Microsoft power point serta mampu membuat animasi untuk pembelajaran dengan menggunakan Microsoft power point.Kata kunci: animasi pembelajaran; pelatihan microsoft power point; presentasi atraktif. ABSTRACT Teacher professional development is to maintain and improve the quality of teachers to be more professional in carrying out their duties using Microsoft Office Power Point application media. There are several factors why this activity is held. There are teachers who are not used to using technology as a medium in classroom teaching. Schools do not provide adequate facilities that allow teachers to create their teaching media. The absence of mentors and mentors who provide short education about how to make animation media for teaching in elementary schools. With this training the SDN 130 Palembang teachers are expected to be able to master and understand the features and functions that exist in Microsoft power point and be able to create animations for learning using Microsoft power point.Keywords: attractif presentation; microsoft power point training; learning animation.
Pendampingan Pembuatan Mural Sebagai Upaya Perbaikan Visual Kawasan Loa Buah, Samarinda Mafazah Noviana; Nur Husniah Thamrin
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2020): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i1.3386

Abstract

ABSTRAK Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kualitas visual sebuah kawasan adalah dengan seni mural. Selain dianggap memperindah tampilan kawasan, keberadaan gambar-gambar dan warna ini juga dapat memperkuat karakter sebuah kawasan. Panti Asuhan Baitul Walad merupakan salah satu panti asuhan yang terletak di Kelurahan Loa Buah. Panti asuhan ini mempunyai misi menolong anak-anak yatim atau yang tidak mampu yang berpotensi untuk memperoleh pendidikan yang baik. Sebagai bekal untuk menghadapi kehidupan di masa depan, anak-anak asuh panti harus banyak memperoleh bekal keterampilan salah satunya adalah pelatihan dan pendampingan membuat mural. Khalayak sasaran program ini adalah anak asuh Panti Asuhan Baitul Walad.  Metode yang dilakukan adalah dengan metode ceramah, praktik dengan bimbingan, serta evaluasi. Dalam kegiatan pelatihan dan ini tahap-tahap yang lakukan adalah memberi materi pendahuluan, tahap persiapan pembuatan mural, tahap melukis dan tahap finishing. Pelaksanaan kegiatan ini berjalan dengan baik sesuai dengan yang direncanakan, peserta antusias mengikuti kegiatan dan memberi respon yang positif. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pembuatan mural ini memberi keterampilan baru bagi peserta yaitu anak asuh Panti Asuhan Baitul Walad sekaligus secara umum memperbaiki aspek estetika visual Kawasan Loa Buah Kota Samarinda. Kata Kunci: loa buah; mural; pelatihan; pendampingan.ABSTRACT One effort that can be done to improve the visual quality of an area is with mural art. Besides being considered to beautify the appearance of the region, the presence of images and colors can also strengthen the character of an area. Baitul Walad Orphanage is one of the orphanages located in the Village of Loa Buah. This orphanage has a mission to help orphans or underprivileged people who have the potential to get a good education. As a provision to face life in the future, orphanage children have to get a lot of skills, one of which is training and assistance in making murals. The target audience for the program is the foster children of the Baitul Walad Orphanage. The method used is the lecture method, practice with guidance, and evaluation. In the training activities and the stages, the steps taken are to provide preliminary material, the preparation stage for mural, the painting stage and the finishing stage. The implementation of this activity went well as planned, participants enthusiastically participated in the activity and gave a positive response. The community service activity in the form of making murals gave new skills to participants, the foster children of the Baitul Walad Orphanage, while at the same time improving the visual aesthetic aspects of the Loa Buah Samarinda City.Keywords: accompaniment; loa buah; mural; training.
Aplikasi Pemupukan Organik dan Hayati di Sawah Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat Reginawanti Hindersah; Sondi Kuswaryan
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2020): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i1.2136

Abstract

ABSTRAKSebagian sawah di  Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya tertimbun material letusan Gunung Galunggung pada 1982 sehingga kualitas sawah tidak sebaik sebelum letusan. Peningkatan kualitas tanah sawah dapat dilakukan dengan bahan organik dan pupuk hayati. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan dasar tentang pupuk hayati kepada petani di desa Sinagar dan Linggajati serta meningkatkan keterampilan petani dalam aplikasi pupuk hayati disertai kompos. Untuk mencapai tujuan tersebut, telah dilakukan diskusi kelompok terfokus dan penyuluhan mengenai pupuk hayati, praktek pembuatan kompos dan apliksi pupuk hayati konsorsium di sawah. Hasil kegiatan ini adalah 20 orang petani memahami  peran mikroba dan pupuk kotoran ternak serta komps dalam produksi tanaman; tetapi  mereka belum mampu membuat pupuk organik sesuai standard. Hanya satu orang petani yang mengaplikasikan pupuk hayati disertai penambahan kompos di tanah sawah sehingga meningkatkan produksi sebesar 1%.  Program ini memberikan gambaran bahwa teknologi pupuk hayati dapat diadopsi oleh petani di Kecamatan Sukaratu.Kata kunci: bahan Organik;  kotoran ternak; padi sawah; pupuk hayati.ABSTRACTSome of the paddy fields in Sukaratu Sub-district, Tasikmalaya Regency were buried by Mount Galunggung's eruption material in 1982 so that the quality of soil was worse than that before the eruption. Improving the quality of paddy soil can be established with biological fertilizers. The purpose of this community service was to introduce the basic knowledge about biofertilizer to farmers in the Sinagar and Linggajati Village; and to improve farmers' skills in the application of biological fertilizers and compost. To achieve the goals, we conducted a focused group discussion, short extension program on biological fertilizers, compost production, and consortium biofertilizer application in paddy fields. The result verified that 20 farmers has knowledge about the role of beneficial microbes, manure and compost for plant production but they did not able to prepare standardized organic matter. However one farmer was interested to apply biofertilizers along with compost to paddy fields. This program illustrates that biofertilizer technology can be adopted by farmer in Sukaratu Sub-district.Key Words: biofertilizer; cattle manure; organic matter; paddy soil
Pemberdayaan Masyarakat tentang Pemanfaatan Tanaman Saga (Abrus Precatorius L) di Desa Tanahbaru Pakisjaya Karawang Eri Widianto; Dian Budhi Santoso; Kardiman Kardiman; Asep Erik Nugraha
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2020): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i1.2294

Abstract

ABSTRAKTanaman obat saat ini banyak digunakan baik sebagai obat dan perawatan kesehatan. Tanaman obat menjadi sumber bahan baku penting yang sebelumnya belum diketahui kandungan kimianya. Tanaman Saga (Abrus Precatorius L) banyak ditemukan di Indonesia seperti di Desa Tanahbaru, Pakisjaya, Karawang. Tanaman Saga banyak mengandung flavonoid, terpenoid, tanin, alkaloid dan saponin. Tanamn Saga dapat digunakan sebagai antiseptik, anti virus, anti malaria dan anti fertilitas. Pada kegiatan ini bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat Desa Tanahbaru tentang pemanfaatan tanaman Saga. Kegiatan ini dilakukan dengan evaluasi kegiatan awal, sosialisasi, pendampingan dan evaluasi akhir kegiatan.Kata Kunci: pemberdayaan; tanaman Saga; tanaman obat. ABSTRACT Medicinal plants are being used as a drug and health care delivery system. Medicinal plants can be important source of previously unknown chemical substances. Saga (Abrus Precatorius L) abundantly found in Indonesia such as in Tanahbaru village, Pakisjaya, Karawang. Saga principally contains falvonoids, terpenoid, tanin, alkaloids dan saponin. It have been for antiseptic, anti-viral, anti-malarial, and antifertility. This activity aims to community empowerment in Tanahbaru village about Saga plants. Activities are conducted by initial evaluation of activities, socialization, assistance and final evaluation activities.Keywords: empowerment; medicinal plants; Saga plants. 
Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Bagi Guru-Guru Sekolah Dasar Untuk Meningkatkan Kompetensi Profesionalisme Guru Sri Lestari Handayani; Trie Utari Dewi
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2020): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i1.2602

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi permasalahan mitra yang diidentifikasi meliputi 1) Umumnya para guru merasa enggan  untuk mengurus kenaikan pangkat/golongan karena persyaratan yang dirasa berat; 2) Kebanyakan guru stagnan pada pangkat/golongan IVa; 3) Guru kurang paham cara membuat karya ilmiah yang sesuai dengan standar; dan 4) Guru tidak tahu bagaimana cara mempublikasikan karya ilmiah. Adapun solusi yang ditawarkan ialah memberikan pelatihan penulisan karya tulis ilmiah bagi guru-guru SDN Kebon Pala 11, 12, dan 13 Pagi Jakarta Timur. Target luaran pengabdian ini berupa jasa pelatihan berupa informasi bagi guru-guru SDN Kebon Pala 11, 12, dan 13 Pagi terkait penulisan karya tulis ilmiah dan publikasi artikel ilmiah. Melalui kegiatan pengabdian yang telah dilakukan memiliki tiga hal yang ditingkatkan yaitu (1) memperdalam pengetahuan guru tentang karya tulis ilmiah, (2) mengenalkan dan menggalakkan kegiatan menulis artikel ilmiah di jurnal untuk meningkatkan kompetensi profesionalisme guru dan (3) memotivasi guru-guru untuk mulai mempublikasikan karya tulis ilmiah berupa artikel ilmiah di jurnal. Metode yang digunakan adalah metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Hasil dari pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu memberikan pemahaman tentang karya tulis ilmiah, alasan mengapa guru harus membuat karya ilmiah, konsep karya tulis ilmiah, dan proses menulis karya ilmiah. Selanjutnya para guru mendapatkan materi tentang cara mempublikasikan karya tulis ilmiah beserta tahapan-tahapannya. Lalu peserta diminta untuk membuat karya ilmiah sebagai tindak lanjut untuk kegiatan pengabdian berikutnya.Kata Kunci: guru sekolah dasar; penulisan karya ilmiah; profesionalisme guru. ABSTRACK This devotion activity is motivated by partner problems identified including 1) Generally the teachers feel reluctant to take care of promotion / class because the requirements are considered heavy; 2) Most teachers are stagnant in rank IVa; 3) The teacher does not understand how to make scientific work in accordance with the standards; and 4) The teacher does not know how to publish scientific work. The solution offered is to provide training in writing scientific papers for teachers at SDN Kebon Pala 11, 12 and 13 in East Jakarta. The target of this devotion output is training services in the form of information for teachers of Kebon Pala Elementary School 11, 12 and 13 in the morning related to scientific writing and publication of scientific articles. Through the devotion activities that have been carried out, three things have been improved, that is (1) deepening the teacher's knowledge of scientific papers, (2) introducing and promoting the activities of writing scientific articles in journals to improve teacher professional competence and (3) motivating teachers to start publish scientific papers in the form of scientific articles in journals. The method used is the method of lecture, discussion, and question and answer. The results of the implementation of community devotion activities are to provide an understanding of scientific writing, the reason why the teacher must make scientific work, the concept of scientific writing, and the process of writing scientific papers. Next the teachers get material about how to publish scientific papers along with the stages. Then participants are asked to make scientific work as a follow-up to their next devotion activities.Keywords: primary school teachers; teacher professionalism; writing scientific work.
Pelatihan E-Learning Bagi Guru Untuk Optimalisasi Pembelajaran Generasi Z Sri Suhandiah; Pantjawati Sudarmaningtyas; Ayuningtyas Ayuningtyas
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2020): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1201.29 KB) | DOI: 10.30651/aks.v4i1.3470

Abstract

ABSTRAKE-learning yang merupakan perpaduan antara pendidikan dan teknologi informasi, adalah pendekatan pembelajaran yang cocok untuk generasi Z. Implementasi e-learning membutuhkan pengetahuan tentang konsep e-learning dan keterampilan untuk mengoperasikan aplikasi e-learning. Siswa dari SMP dan SMA Ta'miriyah Surabaya termasuk dalam generasi Z yang paham teknologi dan lebih menyukai pembelajaran visual daripada pembelajaran audio. Permasalahannya adalah para guru di dua sekolah ini memiliki pengetahuan yang belum memadai tentang konsep e-learning dan keterampilan dalam menggunakan teknologi informasi untuk kegiatan pembelajaran belum merata. Permasalahan tersebut diselesaikan melalui program kemitraan masyarakat menggunakan pendekatan tiga metode. Pertama, sosialisasi konsep e-learning berdasarkan hasil dari studi literatur. Kedua, melakukan pelatihan aplikasi e-learning, dan terakhir adalah evaluasi pelaksanaan pelatihan. Pelatihan dilakukan dengan menggunakan aplikasi e-learning Edmodo yang sesuai dengan kebutuhan siswa, guru, dan sekolah, yaitu multi-platform, multi-perangkat, tanpa biaya, dan tersedianya fitur interaksi antara siswa, guru, dan orang tua siswa. Pada akhir program kemitraan masyarakat, dapat disimpulkan bahwa metode sosialisasi mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman guru tentang konsep e-learning, sementara metode pelatihan mampu meningkatkan keterampilan guru dalam menggunakan aplikasi e-learning Edmodo, baik sebagai guru, siswa, maupun orang tua siswa. Kata kunci: e-learning; edmodo; generasi z. ABSTRACTE-learning, the fusion between education and information technology, is the learning approach that suitable for the Z generation. E-learning implementation requires knowledge about e-learning concepts and skills to operate one of the e-learning applications. Students of Ta'miriyah Surabaya Middle and High School are the Z generation who are tech-savvy and prefer visual than auditory learning methods. Teachers in this school have inadequate knowledge of e-learning concepts and lack of skills using information technology for learning activities. The problems resolved through community partnership programs by performing three methods. The first is to socialize e-learning concepts based on the literature study, the second is to conduct e-learning application training, and the last is evaluation. The training use Edmodo's e-learning application that fits with the needs of students, teachers, and schools. Those needs are an application which multi-platforms, multi-devices, no charge, and the availability of interaction features between students, teachers, and parents. At the end of the program, it concluded that socialize could increase teacher knowledge and understanding of e-learning. Besides, the training improves the teachers' skills in using Edmodo's e-learning application. Keywords: e-learning; edmodo; z generation.
Peningkatan Keterampilan ICT untuk Guru melalui Pelatihan Konten Digital Pembelajaran Berbasis Sumber Terbuka (Open Sources) Taufik Ikhsan Slamet; Agung Alfiansyah; Wikky F Al Maki; Fathoni A Musyafa; Alfa Satyaputra; Patmah Fathoni; Shinta S Andayani; Sherly Melinda; Dominggus Oktavianus; Nuiza P Yusuf
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2020): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1155.41 KB) | DOI: 10.30651/aks.v4i1.2316

Abstract

ABSTRAK Pemanfaatan dan pengembangan konten digital adalah persyaratan yang harus terpenuhi untuk menjadi guru profesional Abad 21. Hal ini yang kemudian membuat adanya kebutuhan mendesak dikalangan guru yang sudah lama berkecimpung dalam profesi pendidikan. Berdasarkan survey yang dilakukan melalui kuesioner online (Google Form), responden (n=83) dari beberapa sekolah dan beberapa mata pelajaran mengayatakan bahwa kebutuhan keterampilan pembuatan konten digital pembelajaran merupakan prioritas utama (n=42) dan diikuti kebutuhan pembuatan online classroom and mobile learning (n=38). Artikel ini bertujuan untuk menyampaikan identifikasi masalah, analisa kurikulum, implementasi solusi, dan evaluasi hasi dari kegiatan pengabdian pada masyarakat dalam bentuk pelatihan pengembangan konten digital pembelajaran untuk guru di Kota Tangerang. Kata Kunci: konten digital; pembelajaran informatika; sumber terbuka.ABSTRACT Digital content development and utilization are considered as high requirements that must be mastered by qualified teachers in this 21st century learning. The needs eventually create gaps between prior teachers’ competencies and the requirements for further qualifications. An online survey delivered through Google form was conducted to validate this hypothesis. The survey found that respondents (n=83) who were school teachers from different learning subjects expressed that they demanded new skills on digital content development and utilization. It was considered as the highest priority (n=42) among any others skills related technology enhanced learning, such as online classroom or mobile learning (n=38). This article is aimed to describe the process of problem identification, curriculum analysis, the implementation of solution, and program evaluation of a community service activities entitled ‘Training of Digital Content Development for School Teachers’. Keywords: computer science education; digital content; open sources. 

Page 8 of 82 | Total Record : 817