cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
AKSIOLOGIYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 25284967     EISSN : 2548219X     DOI : -
Core Subject : Social,
Aksiologiya merupakan jurnal pengabdian kepada masyarakat yang menjadi wadah ilmiah untuk pengabdian. Artikel merupakan hasil dari IbM, IbW, IbPE, IbIKK, atau pengabdian lainnya yang berasal dari non dikti.
Arjuna Subject : -
Articles 817 Documents
Peningkatan Sikap Sosial Positif melalui Outing Class Permainan Tradisional Interaktif Galih Yansaputra; Rintis Rizkia Pangestika
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i2.3454

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini meliputi mengenalkan kebudayaan berupa permainan tradisional yang interaktif kepada siswa sekolah dasar yang dimana di era global ini banyak dari mereka yang belum tahu akan manfaat dari permainan ini, menumbuhkan sikap sosial yang positif antar teman, menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, menambah wawasan kepada siswa tentang kebudayaan yang ada di sekitar, dan melestarikan kebudayaan. Target khusus yang ingin dicapai dari kegiatan pendampingan pengabdian kepada masyarakat yang meliputi memberikan pengetahuan baru tentang permainan tradisional dan melestarikan kebudayaan. Metode yang akan dipakai dalam mencapai tujuan kegiatan pendampingan pengabdian kepada masyarakat yaitu dengan memberikan berbagai macam outing class melalui permainan tradisional yang interaktif. Hasilnya menunjukkan bahwa melalui permainan tradisional interaktif ini, antar siswa sudah dapat menunjukkan sikap sosial yang positif, siswa merasa senang dalam pembelajaran, siswa menjadi tahu tentang kebudayaan Indonesia yang berupa permainan tradisional.Kata Kunci: permainan tradisional; sikap sosial; outing class Increasing Positive Social Attitudes through Traditional Interactive Game Outing Classes ABSTRACT The purpose of community service includes introducing culture in the form of interactive traditional games to elementary school students, where in this global era many of them do not know the benefits of the game, foster positive social attitudes among friends, create fun learning, add insight into students about the culture around them, and preserve culture. Specific targets to be achieved from community service assistance activities include providing new knowledge about traditional games and preserving culture. The method that will be used in achieving the objectives of community service assistance activities is by providing various outing classes through interactive traditional games. The results show that through this interactive traditional game, between students can already show positive social attitudes, students feel happy in learning, students come to know about Indonesian culture in the form of traditional games.Keywords: traditional game; social attitude; outing class
Implementasi Patient Centered dan Palliative Care Pada Pasien Life Limiting Illness Di Rumah Sakit PKU Gamping Yogyakarta Elsye maria rosa; Erna Rochmawati; Ekorini Sulistyowati
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i2.2903

Abstract

AbstrakLife limiting illness (LLI) adalah penyakit yang tidak memiliki harapan untuk dapat disembuhkan, bahkan kematian akan menjadi konsekuensi langsung dari penyakit yang dideritanya. Pendekatan komprehensif yang dapat diberikan pada  pasien dengan Life limiting illness (LLI), untuk meningkatkan kualitas pelayanan yaitu dengan menerapkan Patient Centered Care dalam pemberian Perawatan Palliative. Tujuan Pengabdian masyarakat untuk meningkatkan kemampuan petugas kesehatan di RS dalam memberikan pelayanan bagi pasien LLI mengunakan pendekatan Patient Centered Care dan Palliative care. Metode yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan petugas adalah dengan menggunakan pelatihan dan role play mengenai peran masing-masing profesi dalam memberikan asuhan kepada pasien LLI. Kemampuan petugas terlihat pada Kepatuhan petugas dalam melakukan pelayanan pada pasien LLI, terlihat pada hasil Kepatuhan pengisian rekam medis secara terpadu oleh semua petugas kesehatan. Hasil dari pengabdian masyarakat dengan menggunakan metode pelatihan dan role play ini secara signifikan mempengaruhi peningkatan kekampuan petugas dalam mengasuh pasien LLI. Hasil yang paling terlihat adalah pengisian rekam medis secara terpadu yang diisi oleh petugas kesehatan.Kata kunci: kepatuhan petugas; palliative care; patient centered care. The Implementation Patient Centered and Palliative Care In Life Limiting Illness Patients At PKU Gamping Yogyakarta Hospital AbstractLife limiting illness (LLI) is a disease that has no hope of being cured, even death will be a direct consequence of the illness. A comprehensive approach that can be given to patients with Life Limiting illness (LLI), to improve the quality of service is to apply Patient Centered Care in the provision of Palliative Care. Community service aims  to improve the ability of health workers in hospitals to provide services for LLI patients using the Patient Centered Care and Palliative care approaches. The method used to improve officers can use to training and role play regarding the role of each profession in providing care to LLI patients. The ability of officers is seen in the Compliance of officers in providing services to LLI patients, seen in the results of Compliance in filling medical records in an integrated manner by all health workers. The results of community service by using training methods and role play significantly influence the increase in the ability of officers to care for LLI patients. The most visible result is filling medical records in an integrated manner filled by health workers.Keywords: compliance health service; palliative care; patient centered care. 
Peningkatan Kompetensi Pedagogik Melalui Kegiatan Penyusunan Soal berbasis High Order Thingking Skills dan Analisisnya bagi Dosen Poltekkes Negeri Tanjung Karang Undang Rosidin; Dina Maulina; Nina Kadaritna
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i2.3665

Abstract

ABSTRAK Pembuatan soal yang baik dan benar menjadi sayarat utama dalam menunjang kompetensi profesional pedagogik seorang dosen. Pembuatan soal merupakan bagian dari penilaian yang bertujuan untuk mengukur kompetensi minimal capaian yang diperoleh peserta didik setelah melaksanakan pembelajaran. Penerapan penilaian High Order Thinking Skills (HOTs) menjadi landasan pada sebuah penilaian dengan kemampuan pada ranah kognitif menganalisis, mensintesis dan mengevaluasi. Tujuan dari kegiatan ini adalah melakukan  pembinaan dosen melalui bimbingan teknis ini adalah untuk meningkatkan kompetensi profesional Dosen Poltekkes Negeri Tanjung Karang mengenai bentuk penilaian konvensional dan otentik berbasis High Order Thingking Skills. Metode pembinaan bimtek yang digunakan dalam kegiatan ini adalah menerapkan strategi kontekstual, yaitu mengaitkan antara teori dengan praktik yang disampaikan  dengan metode praktik terbimbing yaitu sistim pengajaran yang berorientasi pada pemecahan masalah yang dihadapi dosen program studi Teknologi Laboratorium Medis, Program Sarjana Terapan sebanyak 20 orang. Kegiatan bimtek memberikan wawasan dan peningkatan pemaham dosen mengenai Penyusunan kisi-kisi dan analisis soal HOTs. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman peserta bernilai positif mengalami peningkatan dengan rataan skor N-gain sebesar 79 (dalang katagori tinggi). Kajian utama materi pembinaan yang memiliki tingkat pemahaman paling rendah adalah membuatan kisi soal dengan tingkatan kognitif C4, C5 dan C6. Dengan demikian, kegiatan bimbingan teknis dikatagorikan baik dengan berhasil meningkatkan pemahaman peserta secara menyeluruh baik secara teori maupun praktik kerja.Kata Kunci: HOTs; kompetensi pedagogik; pengembangan soal; penilaian.Increasing Pedagogic Competence through Question Forming Activities based on High Order Thingking Skills and Their Analysis for Lecturers of the State Polytechnic of Tanjung Karang ABSTRACTMaking good and correct from a questions becomes the main consideration in supporting the pedagogical professional competence of a lecturer. The making of questions is part of the assessment which aims to measure the minimum competency of the achievements obtained by students after accomplishing the learning. The application of High Order Thinking Skills (HOTs) assessments forms the basis of an assessment with the ability in the cognitive domain to analyze, synthesize and evaluate. The purpose of this activity was to provide guidance to lecturers through technical guidance is to improve the professional competence of Tanjung Karang State Polytechnic Lecturers regarding conventional and authentic assessment forms based on High Order Thingking Skills. The technical guidance method used in this activity are applying contextual strategies, namely linking theory with practice delivered with guided practice methods, namely teaching systems oriented to solving problems faced by lecturers of Medical Laboratory Technology Study Program, Applied Bachelor Program as many as 20 people. The bimtek activity provided insight and increased understanding of lecturers regarding the compilation of the grid and analysis of HOTs questions.The results of the activity showed that there was an increase in the understanding of positive-valued participants that had increased with an average N-gain score of 79 (high category). The main study of coaching material that has the lowest level of understanding is to make a grid of questions with cognitive levels C4, C5 and C6. Therefore, the technical guidance activities are categorized as good by successfully increasing participants' overall understanding both in theory and work practice.Keywords: HOTs; pedagogical competence; problem development; assessment. 
Pelatihan Manajemen Keuangan Rumah Tangga Di Lingkungan RPTRA Asthabrata Endang Pitaloka; Teguh Prasetio
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i2.2489

Abstract

Abstrak Kegiatan Pelatihan Manajemen Keuangan Rumah Tangga ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat. Kegiatan ini dilakukan di lingkungan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Asthabrata. Adapun tujuan kegiatan ini adalah: Memberikan pengetahuan mengelola keuangan yang baik bagi rumah tangga; Membantu mitra menyusun prioritas kebutuhan rumah tangga; Membantu mitra mengalokasikan kebutuhan rumah tangga; Membantu mitra menyusun dan menerapkan perancanaan keuangan rumah tangga. Metode pelaksanaan program terdiri dari: Sosialisasi program dan FGD; Pelatihan; Bimbingan dan Pendampingan; Evaluasi program melalui observasi dan kuesioner. Pelatihan ini diikuti oleh 35 peserta yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga dan pengelola RPTRA Asthabrata. Berdasarkan hasil obseravasi dan data kuesioner diketahui bahwa setelah mengikuti program pelatihan pengetahuan peserta mengenai manajemen keuangan rumah tangga meningkat; peserta mampu menyusun dan menerapkan rencana keuangan rumah tangga menggunakan formulir dan amplop perencanaan keuangan rumah tangga; peserta dapat membedakan kebutuhan rumah tangga berdasarkan prioritas kebutuhan dengan keinginan konsumsi rumah tangga; terjadi perubahan pola konsumsi rumah tangga dimana peserta dapat mengalokasikan pengeluaran rumah tangga sesuai dengan konsep keuangan rumah tangga ideal; 29% peserta mampu memiliki dan tabungan; 15% peserta memiliki arus kas negatif. Secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa program pelatihan berjalan efektif dan mampu merubah perilaku dan pola keuangan rumah tangga.Kata Kunci: ibu rumah tangga; manajemen keuangan rumah tangga; RPTRA. Household Financial Management Training in the Asthabrata RPTRAAbstractThe family financial management training is part of the community service program. This training is carried out in Asthabrata's Child-Friendly Integrated Public Space (RPTRA). The objectives of this training are to provide family financial management knowledge, to identify household needs prioritize, to suggest the ideal allocation of household needs, to implement family financial planning. The program implementation method consists of socialization and FGD; training; consultation and coaching; evaluation through observation and questionnaires. The training attended by 35 housewives and RPTRA Asthabrata staffs. Based on observations and questionnaire data, the result showed that after participating in the training program the level of family financial management knowledge increased; participants were able to compile and implement a family financial plan using forms and family financial planning envelopes; participants can distinguish household needs based on priority needs with the desire for household consumption; there is a change in household consumption pattern where participants can allocate an ideal household expenditure; 29% of participants own saving fund; 15% of participants have a negative cash flow. Overall, it can be concluded that the training program runs effectively.Keywords: family financial management; houswives; RPTRA
Pemberdayaan Ibu-Ibu Rumah Tangga Dalam Upaya Meningkatkan Ekonomi Keluarga Melalui Pengelolaan Usaha Rumahan di Tangerang Selatan Esust Setiawati; Siti Rozinah
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i2.2611

Abstract

Keberdayaan kaum perempuan di bidang ekonomi adalah salah satu indikator meningkatnya kesejahteraan.  Kaum perempuan juga mempunyai andil besar dalam kegiatan penanggulangan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat. Salah satunya kaum perempuan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarganya dengan melakukan kegiatan usaha produktif  rumah tangga, dengan memproduksi dan menjual makan rumahan. Peluang bisnis makanan rumahan masih terbuka karena makanan rumahan merupakan makanan pokok masyarakat, dimana makanan tersebut dibutuhkan setiap saat. Bisnis makanan rumahan tidak terlalu sulit dilakukan, karena ibu-ibu rumah tangga dapat melakukan kegiatan produksi atau memasak sekaligus untuk keluarganya dan bahan bakunya mudah diperoleh di pasar-pasar tradisional.  Kegiatan pengabdian masyarakat  ini, bertujuan untuk (1) memanfaatkan potensi ibu rumah tangga untuk memperoleh penghasilan tambahan guna menopang ekonomi keluarga. (2) Meningkatkan perekonomian/kesejahteraan keluarga. Luaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah  Ibu-ibu Rumah Tangga RW 04, Kelurahan Pisangan Timur, Cirendeu, dapat memperbaiki manajemen usaha dan mencari peluang usaha yang dapat dilakukan dari rumah tanpa harus meninggalkan keluarga.Kata Kunci: ekonomi keluarga; ibu rumah tangga; pemberdayaan; usaha rumahanEmpowerment Of Household Mothers In Efforts To Improve The Family Economy Through Management Of Home Business In South TangerangABSTRACTThe success of women in the economic field is one indicator of welfare. Women also have a big role in poverty alleviation activities through community empowerment. One of them is women can improve welfare by carrying out household business activities, by producing and selling home. Home-based food business opportunities are still open because home-based food is community food, where food is needed all the time. Home-based food business is not too difficult to do, because housewives can do production or cooking activities at the same time for agriculture and raw materials are easily obtained in traditional markets. This community service activity aims to (1) utilize the potential of households to obtain additional benefits to support the family's economy. (2) Improve family finances / welfare. The outputs of community service activities are Housewives of RW 04, Kelurahan Pisangan Timur, Cirendeu, can improve business management and look for business opportunities that can be done from home without having to open a family.Keywords: empowerment; family economy; housewife; home business. 
Kesediaan Membayar Terhadap Destinasi Wisata Omah Iwak Badher Bank Dewa Gede Raka Wiadnya; Sukandar Sukandar; A.P.W Marhendra; Anik Martinah Hariati; Ating Yuniarti; Citra Satrya Utama Dewi; Happy Nursyam; C Anam; Endang Yuli Herawati; muammar Kadhafi
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2021): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i2.3729

Abstract

Omah Iwak Badher Bank ialah salah satu destinasi wisata di Kabupaten Blitar yang dikelola oleh POKMASWAS Fajar Bengawan. Penelusuran reviewer pada google.co.id mendapatkan total 77 orang pemberi ulasan dengan rata-rata rating 4.5. Penelitian ini bertujuan untuk menilai rating destinasi terhadap responden terpilih, ialah mahasiswa S1 dan S3 Fakultas Perikanan dan Ilmu kelautan UB Malang. Total responden berjumlah 46 mahasiswa, 33 ialah mahasiswa S1 dan 13 mahasiswa S3. Kedua kelompok responden mendapat kesempatan yang sama untuk mengunjungi destinasi wisata. Rating dan penilaian terhadap destinasi dilakukan dengan memberikan 12 jenis pertanyaan kepada masing-masing resonden. Hasil penelitian mendapatkan bahwa rating responden mahasiswa S1 (3,7±0,57) dan S3 (3,7±0,48) lebih rendah dibandingkan dengan penilaian publik (4,5). Hal ini menunjukkan kualitas destinasi yang menjadi perhatian mahasiswa lebih tinggi dibandingkan dengan umum. Kesediaan membayar mahasiswa S1 (Rp. 150.000 Trip-1) pada destinasi wisata relatif lebih rendah dibandingkan dengan mahasiswa S3 (Rp. 250.000 Trip-1). Sebagai destinasi wisata baru, Omah Iwak Badher Bank perlu melakukan peningkatan jasa untuk meningkatkan kualitas destinasi.Kata Kunci: kesediaan membayar, jasa wisata, wisata alam, POKMASWAS Willingness-To-Pay To Omah Iwak Badher Bank Tourism DestinationABSTRACT Omah Iwak Badher Bank is one of the tourist destinations in Blitar Regency which is managed by POKMASWAS Fajar Bengawan. A reviewer search on google.co.id found a total of 77 reviewers with an average rating of 4.5. This study aimed to assess the destination rating of selected respondents, are undergraduate and doctoral students of the UB’s Faculty of Fisheries and Marine Science Malang. The total respondents were 46 students, 33 were S1 students and 13 were S3 students. Both groups of respondents received the same opportunity to visit tourist destinations. Rating and assessment of destinations was done by giving 12 types of questions to each respondent. The results found that the average rating of undergraduate student respondents was 3.7±0.57, and 3.7±0.48 for S3 students, respectively. These were lower than that of public assessment (4.5). This indivated that the quality of destination that are of concern to students is higher than the public. Willingness-t-pay of undergraduate students (Rp. 150,000 Trip-1) at tourist destinations was relatifly lower compared to doctoral students (Rp. 250,000 Trip-1). As a new tourist destination, Omah Iwak Badher Bank needs to improve its services to improve the quality of the destination.Keywords: willingness-to-pay, tourism services, nature tourism, POKMASWAS
Optimalisasi Keterampilan Menulis Pada Guru Khodijah Hayati; Fitri Amilia
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2021): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i2.4271

Abstract

Kemampuan dan keterampilan membaca menulis mutlak menjadi kompetensi yang harus dimiliki setiap guru. Kemampuan membaca dapat diukur dalam kegiatan berbicara dan menulis. Kemampuan menulis mencerminkan keterampilan berbahasa secara keseluruhan. Berdasarkan observasi, dibutuhkan kegiatan pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan keterampilan menulis pada guru di desa Pakusari meliputi keterampilan menulis teks buku ajar dan artikel ilmiah.  Kegiatan pelatihan dan pendampingan ini merupakan rangkaian kegiatan pengabdian Masyarakat (Abdimas) bertema literasi di Desa Pakusari mulai tahun 2017 hingga 2019. Hasil pelaksanaan Abdimas pada guru Sekolah Dasar dan Guru Pendidikan Anak Usia Dini di Desa Pakusari menunjukkan bahwa keterampilan menulis guru sudah baik. Luaran dalam kegiatan ini berupa buku cerita, buku bergambar, dan lembar kerja siswa menjadi bukti konkret keterampilan mereka. Namun, kurangnya motivasi, sarana, dan pembiasaan menulis menjadi hambatan dalam kegiatan menulis. Untuk itu, diperlukan kerja sama semua pihak agar kompetensi guru bisa terus menerus ditingkatkan. Kompetensi guru yang baik akan menjadi dasar dalam pengembangan pendidikan dan pembelajaran.Kata Kunci: menulis; kompetensi guru. Optimization of Teacher's Writing SkillsABSTRACTThe reading and writing skills have absolutely become competency that must be possessed by teachers. Reading ability can be measured through speaking and writing activities. Writing skills reflect overall language skills. Based on observations, training and mentoring activities are needed to improve writing skills of textbook and scientific articles for teachers in Pakusari . This training and mentoring activity is the series of Community Service (Abdimas) on literacy-based theme activities in Pakusari from 2017 to 2019.  This activity was implemented for teachers of Elementary school and Early Childhood Education in Pakusari.  The results of the implementation show that the teacher's writing competency is good. The teachers have been able to create story books, picture books, and student worksheets as the concrete evidence of their ability in writing skills. However, lack of motivation, tools, and habit of writing, have become obstacles in writing activities. For this reason, collaboration between all parties is needed so that teacher’s competencies can continuously be improved. Competent teacher is the basis in the development of education and learning.Key Words: teacher competencies; writing.
Peningkatan Kompetensi Menyusun dan Mengajarkan Soal Cerita Matematika bagi Guru SD Pedesaan Sumarwati Sumarwati; Budiyono Budiyono
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i1.4438

Abstract

Masalah yang dihadapi guru sekolah dasar di Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali yang termasuk pedesaan adalah siswa sulit memahami isi soal cerita dalam buku  Matematika karena bahasa dan konteksnya tidak sesuai dengan kompetensi mereka. Sementara itu, guru  kesulitan menyusun soal cerita yang sesuai dengan karakteristik kebahasan  siswanya serta mengajarkannya dengan metode  komunikatif. Tujuan pengabdian  (IbM) ini untuk meningkatkan kompetensi guru dalam (1)  menyusun soal cerita yang sesuai dengan karakteristik bahasa dan konteks siswanya serta (2) mengajarkan soal cerita dengan metode komunikatif sehingga membantu siswa untuk  memahami isi soal cerita. Yang menjadi subjek (mitra) adalah 30 guru kelas 1, 2, 3. Pendekatan yang diterapkan adalah pendekatan partisipatif dengan teknik modelling, simulasi, dan praktik kelas. Hasil  pelatihan dan pendampingan penyusunan soal cerita  menunjukkan lebih dari 70% guru dapat membuat soal cerita Matematika yang sesuai kriteria, sedangkan  pada guru yang lain, sebagian soal cerita buatannya tidak sesuai kriteria, misalnya kalimat terlalu panjang, tidak menggunakan aktor dan setting, serta tidak memuat nilai karakter positif. Hasil pelatihan dan pendampingan praktik mengajarkan soal cerita menunjukkan lebih dari 60% guru dapat mengajarkan soal cerita buatannya secara komunikatif dengan teknik menerjemahkan (dalam bahasa Jawa) dan menceritakan sehingga siswa dapat memahami isi soal soal dan membuat persamaan Matematika secara benar.  Kata kunci: penyusunan dan pengajaran; soal cerita Matematika; sekolah dasar; pedesaanThe Improvement of Composing and Teaching Word Problem Competencies for Rural Elementary School TeachersABSTRACT The problem faced by primary school teachers in Cepogo Subdistrict, Boyolali District which is rural area, is that it is difficult for students to understand  word problems in the Mathematics book because the language and context are not in line with their competencies. Meanwhile, the teacher has difficulty creating word problem that are appropriate to the students' language characteristics and teaching them using communicative methods. The purpose of this devotion (IbM) is to improve teacher competence in (1) ccomposing word problem that are in accordance with the characteristics of the language and context of the students and (2) teaching word problems with communicative methods so that it helps students to understand the content of problems. The subjects (partners) were 30 teachers in grades 1, 2, 3. The approach applied was a participatory approach with modeling techniques, simulations and classroom practices. The results of the training and mentoring for the preparation of word problems showed that more than  70% of the teachers could compose Mathematics word problems that were in accordance with the criteria, whereas in other teachers, some of the stories they made were not in accordance with the signs, ie the sentences were too long, not use actors and settings, and do not contain positive character. The results of training and practical assistance teaching word problems show that more than 60% of teachers can teach the word problems that she made communicatively by translating techniques (in Javanese) and telling stories so students can make mathematical equations correctly.Keywords: composing and teaching; mathematics word problems; primary school; rural. 
Penerapan “Health Eating” pada Pelaksanaan Program Makan Bersama di PAUD Retno Mardhiati; Rina Khairunnisa Fadli
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i2.3465

Abstract

ABSTRAK Anak usia dini sangat membutuhkan zat gizi makro dan mikro untuk proses pertumbuhan dan perkembangannya. Tahapan ini, energi untuk aktifitas anak usia dini dan perkembangan otak serta pertumbuhan sel menjadi pertimbangan dalam pemberian makanan pada anak usia dini. Metode kegiatan terdiri dari brainstorming, edukasi gizi dan kesehatan, pratek pengolahan makanan untuk anak usia dini, dan pendampingan. Kegiatan diatas diikuti oleh ibu siswa/i dari 8 PAUD di Kecamatan Kebayoran Baru. Mitra kegiatan Himpaudi Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Tahap praktek pengolahan makanan anak usia dini dilakukan di laboratorium gizi FIKes UHAMKA. Tahap pendampingan PMB di salah satu PAUD. Hasil kegiatan, pengenalan kebutuhan dan kecukupan gizi anak usia dini dilakukan di PAUD dengan pelaksanaan Program Makan Bersama (PMB). PMB dilaksanakan setiap minggu pada hari Jum’at. Pelaksanaan PMB ini, siswa/i makan bersama-sama di PAUD. Makanan dimasak dan disediakan oleh ibu-ibu siswa/i PAUD. PMB ini dapat menjadi wadah untuk pengenalan pentingnya makanan yang bergizi, pentingnya sarapan, pentingnya makan sayur dan buah pada siswa/i PAUD. Namun ibu siswa/i yang menjadi pelaksana PMB harus memiliki pengetahuan gizi anak usia dini yang baik, sehingga makanan yang disajikan tidak menggunakan bahan tambahan pangan yang tidak sehat, tidak menggunakan mie instan, atau makanan yang berlemak tinggi. Sosialisasi makanan yang memenuhi prinsip gizi seimbang dan bervariasi.Kata Kunci: anak usia dini; edukasi, gizi; makan; nutrisi Application of "Health Eating" in the Implementation of Joint Eating Programs in PAUDABSTRACT Early childhood children need macro and micro nutrient for their growth and development process. The energy used for activities, brain development, and cells growth was considered in giving children's food. The activity method comprised brainstorming, nutritional and health education, and food processing for early childhood children practice, and accompaniment. Those activities were joined by the students' mother of 8 early childhood children educations (PAUD) in Kebayoran Baru, South Jakarta, partnered by HIMPAUDI (PAUD Educator and Teacher Association) Kebayoran Baru, South Jakarta. The food processing practice was performed in UHAMKA Health Sciences Faculty nutritional laboratory. Eat Together Program (PMB) accompaniment was done in one of the PAUDs. The activities result was the introduction to nutrition need and adequacy of children in PAUD through PMB. PMB, performed every Friday, brought PAUD children to eat together in their school. The food was cooked and served by students' mother who should have nutritional knowledge for early childhood children so the food didn't use unhealthy additive substances, instant noodle, or high fat food. PMB can be a mean to introduce the importance of nutritional food, breakfast, and fruits and vegetables to the children. Socialization of  balanced and variated nutrition principle food. Keyword: early childhood children; education; eat; nutrition; nutrient. 
Peningkatan Produktivitas Pupuk Kompos Bioaktivator dengan Bahan Baku Limbah Organik Rumah Tangga Mellyta Uliyandari; Emilia Candrawati; Nurlia Latipah
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2021): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i2.5555

Abstract

Pertanian yang ramah lingkungan masih menjadi prioritas bagi pemerintah daerah dalam pembangunan berkelanjutan karena diharapkan dapat meningkatkan dan mempertahankan produktivitas tinggi dalam bidang pertanian. Pengabdian ini dilakukan dengan tujuan untuk mewujudkan pertanian ramah lingkungan dengan memanfaatkan limbah organik rumah tangga sebagai bahan baku pembuatan kompos dengan Biokativator. Sasaran kegiatan dalam pengabdian ini adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Nila 4A, KWT Nila 6E dan KWT Lahan Hijau di RT.4 RW.01 Kelurahan Sumber Jaya Kecamatan  Kampung  Melayu Kota Bengkulu dengan jumlah  sasaran sebanyak 45 orang. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini terdiri dari 4 tahapan yaitu, tahap observasi, tahap penyuluhan, tahap monitoring, dan tahap evaluasi. Hasilnya adalah pupuk kompos yang dihasilkan cukup bagus, tidak ada ulat atau belatung, serta tidak terlalu bau., pupuk kompos dengan karakteristik demikian sangat cocok untuk diaplikasikan pada pertanian. Selain pupuk daun, dari kegiatan ini juga dihasilkan pupuk cair organik yang merupakan sisa cairan dari  proses pembuatan pupuk kompos dengan bioaktivator. Setelah kegiatan ini KWT Nila 4A, KWT Nila 6E dan KWT Lahan Hijau di RT.4 RW.01 Kelurahan Sumber Jaya  Kecamatan  Kampung  Melayu Kota Bengkulu diharapkan dapat  membuat kompos bioaktivator dengan kualitas bagus dan berdaya jual tinggi.Kata Kunci: bioaktivator; limbah organik rumah tangga; pupuk kompos. Increasing the Productivity of Bioactivator Compost with Organic Household Waste Raw MaterialsABSTRACTEnvironmentally friendly agriculture is still a priority for local governments in sustainable development because it is expected to increase and maintain high productivity in agriculture. This service was carried out with the aim of realizing environmentally friendly agriculture by utilizing household organic waste as raw material for composting with biocativators. The targets of this service are the Women Farmers Group (KWT) Nila 4A, KWT Nila 6E and KWT Green Land in RT.4 RW.01 Kelurahan Sumber Jaya Sub-district Kampung Melayu Bengkulu City with a total target of 45 people. The method used in this service consists of 4 stages, namely, the observation stage, the counseling stage, the monitoring stage, and the evaluation stage. The result is that the compost produced is quite good, there are no caterpillars or maggots, and does not smell too much. Compost with these characteristics is very suitable for application in agriculture. Apart from foliar fertilizers, this activity also produces organic liquid fertilizer, which is the residual liquid from the compost-making process using a bioactivator. After this activity, KWT Nila 4A, KWT Nila 6E and KWT Green Land at RT.4 RW.01 Kelurahan Sumber Jaya Sub-district Kampung Melayu City Bengkulu City are expected to be able to make bioactivator compost with good quality and high selling power.Keywords: bioactivator; household organic waste; compost. 

Page 10 of 82 | Total Record : 817