cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
AKSIOLOGIYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 25284967     EISSN : 2548219X     DOI : -
Core Subject : Social,
Aksiologiya merupakan jurnal pengabdian kepada masyarakat yang menjadi wadah ilmiah untuk pengabdian. Artikel merupakan hasil dari IbM, IbW, IbPE, IbIKK, atau pengabdian lainnya yang berasal dari non dikti.
Arjuna Subject : -
Articles 832 Documents
Smart Wellness Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Hidup Lebih Baik di Kampung Pemulung Pulosari Kota Malang Rachmy Rosyida Ro'is; Kumoro Asto Lenggono; Lulu’ul Badriyah; Dandy Arie Pramudya; Ni Made DwiAstini Sucita; Tiara Rachmanissa; Bima Sutan Putra Bahari; Siti Sartika Sari
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v10i2.29060

Abstract

Pekerja informasi seperti pemulung merupakan kelompok rentan yang kerap diabaikan dalam isu kesehatan masyarakat. Karakteristik pekerjaan yang berat, terutama mengangkat beban dengan postur tidak ergonomi, membuat pekerja pemulung mengalami keluhan muskuloskeletal dan penyakit degeneratif. Selain itu, rendahnya kesadaran terhadap pemeriksaan kesehatan dasar memperburuk kondisi ini. Program Smart Wellness dilaksanakan di Kampung Pemulung Pulosari Kota Malang pada Januari 2025 dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pemeriksaan kesehatan dasar (tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat), edukasi mengenai penyakit akibat kerja dan penyakit tidak menular, serta pelatihan ergonomi dengan media video. Metode kegiatan meliputi koordinasi dengan mitra, survei lokasi, pemeriksaan kesehatan, sosialisasi, penerapan video ergonomi, dan evaluasi. Hasil kuesioner pada 17 responden menunjukkan bahwa 82,4% memiliki tingkat pengetahuan baik mengenai GCU dan pencegahannya, sedangkan 17,6% masih dalam kategori kurang. Analisis uji Mann-Whitney menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara pretest dan posttest (p=0,053), meskipun rata-rata peringkat posttest lebih tinggi. Hal ini menegaskan bahwa Smart Wellness berperan penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan kerja dan pencegahan penyakit.
Pemberdayaan Kampung Adat Cireundeu melalui Inovasi Motif Batik Berbasis Budaya dan AI Dewi Shintya Pratiwi; Yudha Prambudia
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v10i2.29805

Abstract

Kampung Adat Cireundeu memiliki potensi budaya yang belum teroptimalkan karena tingkat wawasan dan keterampilan warga dalam menciptakan motif batik khas Cireundeu masih rendah. Akibatnya, kain batik yang digunakan pada acara adat masih bergantung pada produk batik dari kampung adat lain. Hal ini mengurangi otentisitas simbolik identitas budaya lokal Cireundeu karena representasi visual batik tidak lahir dari nilai-nilai budaya Cireundeu sendiri. Selain itu, atraksi wisata yang ada hanya berupa musik, tari, dan olahan singkong, sehingga dapat menurunkan daya tarik desa dalam jangka panjang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keberdayaan warga dalam memenuhi kebutuhan kain, penguatan identitas visual Cireundeu, dan diversifikasi atraksi wisata. Target tersebut dapat dicapai melalui program intervensi partisipatif dimana peserta dilatih secara intensif melalui pelatihan teknik stilasi dan penggunaan Artificial Intelligence untuk penciptaan motif batik, teknik batik dan sistem produksi. Hasil program meliputi tiga motif dan prototipe batik serta diversifikasi atraksi wisata. Metode pendekatan Participatory Action Research dilaksanakan dalam 5 tahapan kegiatan. Program  ini berhasil memberikan dampak nyata pada mitra dimana pada aspek pengetahuan terjadi peningkatan sebesar 104,5% sedangkan keterampilan sebesar 82%. Peningkatan tersebut membuktikan bahwa program ini efektif dalam meningkatkan kapasitas peserta sehingga menjadi lebih berdaya dalam membangun desa wisata secara berkelanjutan. Kampung Adat Cireundeu memiliki potensi budaya yang belum teroptimalkan karena tingkat wawasan dan keterampilan warga dalam menciptakan motif batik khas Cireundeu masih rendah. Akibatnya, kain batik yang digunakan pada acara adat masih bergantung pada produk batik dari kampung adat lain. Hal ini mengurangi otentisitas simbolik identitas budaya lokal Cireundeu karena representasi visual batik tidak lahir dari nilai-nilai budaya Cireundeu sendiri. Selain itu, atraksi wisata yang ada hanya berupa musik, tari, dan olahan singkong, sehingga dapat menurunkan daya tarik desa dalam jangka panjang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keberdayaan warga dalam memenuhi kebutuhan kain, penguatan identitas visual Cireundeu, dan diversifikasi atraksi wisata. Target tersebut dapat dicapai melalui program intervensi partisipatif dimana peserta dilatih secara intensif melalui pelatihan teknik stilasi dan penggunaan Artificial Intelligence untuk penciptaan motif batik, teknik batik dan sistem produksi. Hasil program meliputi tiga motif dan prototipe batik serta diversifikasi atraksi wisata. Metode pendekatan Participatory Action Research dilaksanakan dalam 5 tahapan kegiatan. Program  ini berhasil memberikan dampak nyata pada mitra dimana pada aspek pengetahuan terjadi peningkatan sebesar 104,5% sedangkan keterampilan sebesar 82%. Peningkatan tersebut membuktikan bahwa program ini efektif dalam meningkatkan kapasitas peserta sehingga menjadi lebih berdaya dalam membangun desa wisata secara berkelanjutan.