cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
AKSIOLOGIYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 25284967     EISSN : 2548219X     DOI : -
Core Subject : Social,
Aksiologiya merupakan jurnal pengabdian kepada masyarakat yang menjadi wadah ilmiah untuk pengabdian. Artikel merupakan hasil dari IbM, IbW, IbPE, IbIKK, atau pengabdian lainnya yang berasal dari non dikti.
Arjuna Subject : -
Articles 832 Documents
Pengembangan Produk Anti Nyamuk dari Mimba untuk Ekonomi Kreatif di Kolpo Sumenep Lailatus Shobibatir Rohmah; Anna Zakiyah Hastriana; Ida Ruhaniatin; Ulfiati Nuril Mustafida; Isnia Fijrianti; Luthfiyah
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v10i2.28256

Abstract

Desa Kolpo, Kabupaten Sumenep, memiliki permasalahan kesehatan akibat tingginya populasi nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD dan malaria, serta potensi ekonomi yang belum tergarap optimal. Di sisi lain, daun mimba (Azadirachta indica) yang melimpah belum dimanfaatkan secara maksimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan masyarakat melalui pelatihan pemanfaatan ekstrak daun mimba sebagai bahan dasar produk anti-nyamuk herbal bernilai ekonomi. Metode yang digunakan meliputi pelatihan teknis ekstraksi, formulasi produk, manajemen usaha, dan pemasaran online/offline. Kegiatan diikuti oleh 37 peserta (ibu PKK, kader posyandu, perangkat desa, dan masyarakat umum). Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang pengolahan daun mimba sebesar 100% (56,6% sangat setuju, 43,4% setuju), peningkatan pemahaman kewirausahaan sebesar 100%, serta peningkatan keterampilan pembuatan akun e-commerce (Shopee, TikTok) mencapai 100%. Sebanyak 86,9% peserta merasa mampu memproduksi obat nyamuk herbal secara mandiri. Program ini berhasil menciptakan produk anti-nyamuk efektif berbasis ekstrak daun mimba, terbentuknya calon usaha mandiri, serta peningkatan keterampilan dan pendapatan masyarakat. Program ini menjadi solusi berkelanjutan untuk masalah kesehatan, lingkungan, dan ekonomi di Desa Kolpo sekaligus mendukung pengembangan potensi lokal berbasis kearifan dan ilmu pengetahuan.
Smart Hidroponik Bertenaga Surya Terintegrasi Internet of Things Guna Peningkatan Ekonomi dan Ketahanan Pangan Darto Darto; Nunung Cipta Dainy; Helfi Gustia; Raisa Ardiyanti; Farah Aurellia Sasikirana; Niken Wulandari Dyrin; Graiseld Raissa Erwanto
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v10i2.28343

Abstract

Pertanian perkotaan menghadapi tantangan berupa keterbatasan lahan dan waktu, sehingga diperlukan teknologi inovatif seperti hidroponik untuk mendukung sistem pertanian berkelanjutan. Salah satu komponen utama hidroponik adalah pompa air yang berfungsi mendistribusikan larutan nutrisi, namun penggunaannya bergantung pada listrik sehingga menimbulkan biaya operasional yang cukup tinggi. Pemanfaatan panel Surya terintegrasi Internet of Things (IoT) sebagai sumber energi alternatif menawarkan solusi untuk menekan biaya sekaligus mendorong efisiensi energi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan bersama kelompok tani Hidroponik Generik di Pesanggrahan pada Agustus–September 2025. Metode kegiatan berupa pengadaan sarana panel surya dan IoT serta pelatihan dan pendampingan mitra terkait dengan penerapan teknologi sistem tenaga surya dan IoT. Tujuan utama kegiatan ini adalah menciptakan kemandirian energi, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat kapasitas mitra dalam memanfaatkan teknologi berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan pompa bertenaga surya dengan kapasitas panel 800 WP yang menghasilkan 1.400 WH per hari mampu mengoperasikan sistem hidroponik pada rak dengan 1000 lubang tanam. Selain itu teknologi IoT sangat membantu mitra dalam memantau kualitas aliran air hidroponik cukup melalui smartphone. Program ini berhasil menurunkan biaya operasional listrik sebesar 30%. Secara keseluruhan, kegiatan ini dinilai berhasil karena mitra menyatakan puas terhadap manfaat yang diperoleh.
Pelatihan Teknologi Pengolahan Rice Crackers Sebagai langkah Antisipasi Food waste di Kelompok Tani Desa Ngusikan Jombang Muhammad Kris Yuan Hidayatulloh; Azidni Rofiqo; Purbowo
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v10i2.28373

Abstract

Kelompok Tani dusun Ngusikan desa Ngusikan kecamatan Ngusikan kabupaten Jombang memiliki potensi komoditas padi yang ditanam sepanjang tahun. Luas lahan sawah produksi padi rata-rata 11 hektar dengan varietas padi yang sering ditanam yaitu Inpari 32, Inpari 42, dan Ciherang. Kondisi selama ini sering terjadi waste food atau kelebihan pangan karena adanya tradisi masyarakat “kundangan”. Konsekuensinya yaitu nasi menumpuk di rumah tidak termakan dan bahkan dibuang begitu saja. Tujuan kegiatan pengabdian ini yaitu memberikan pemahaman tentang aspek produksi dengan teknologi pengolahan dan pengemasan produk rice crackers. Metode pelaksanaan terdiri dari tahapan sosialisasi, pelatihan dan penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi serta keberlanjutan program. Metode pendekatan yang diterapkan yaitu 20% ceramah dan 80% praktik. Hasil kegiatan pengabdian ini menyatakan bahwa peserta yang berpartisipasi didominasi oleh wanita kelompok tani dengan rentan usia 50-65 tahun. Peningkatan level keberdayaan peserta dengan parameter pre-test dan post-test. Nilai rata-rata pre-test peserta pelatihan yaitu 2,5 sedangkan post-test mencapai 7. Hasil uji T berpasangan, terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan teknologi pengolahan dan pengemasan produk rice crackers. Diperlukan dukungan dari pemerintah daerah setempat untuk mendukung proses keberlanjutan inisiasi usaha berupa pendampingan sertifikasi halal, pengajuan PIRT dan berbagai program pelatihan lain yang mendukung usaha rice crackers.
Psikoedukasi pada Orang Tua untuk Peningkatan Pengetahuan Sikap dan Niat dalam Pendewasaan Usia Perkawinan Muhammad Azinar; Arulita Ika Fibriana; Maria Ulfa Nur Hidayanti; Jazilatul Ulya; Fiola Muhtia Cemara; Talitha Ivana Ramadhanti; Ardheta Heru Mahartiko
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v10i2.28422

Abstract

Grobogan adalah salah satu wilayah dengan prevalensi perempuan menikah dan hamil pada usia anak (kurang dari 19 tahun) yang tertinggi di Jawa Tengah. Perkawinan usia anak menjadi fenomena sosial yang berkaitan erat dengan norma dan perilaku dalam keluarga, orang tua menjadi faktor penguat terjadinya perkawinan usia anak. Intervensi permasalahan tersebut dapat dilakukan dengan model psikoedukasi orang tua. Tujuan psikoedukasi untuk memberikan pengetahuan, pemahaman dan penyadaran terkait pentingnya pendewasaan usia perkawinan kepada orang tua. Metode yang digunakan adalah desain pre experimental dengan pendekatan one group pre-test dan post-test. Intervensi yang diterapkan adalah model psikoedukasi bagi orang tua dengan bentuk kegiatan yaitu edukasi pencegahan perkawinan usia anak bagi orang tua, dan pendampingan keluarga rawan. Kegiatan diikuti oleh 25 orang ibu yang memiliki anak perempuan usia 13-16 tahun di desa Sedayu kecamatan Grobogan kabupaten Grobogan. Hasil intervensi psikoedukasi orang tua di desa mitra dapat meningkatkan pengetahuan (p value 0,001), meningkatkan sikap ibu (p value 0,002). Intervensi ini juga berhasil menumbuhkan niat orang tua untuk berkomitmen dalam pencegahan perkawinan usia dini melalui peningkatan perhatian, komunikasi pengawasan terhadap perilaku anak-anak mereka. Psikoedukasi dapat menjadi solusi pencegahan perkawinan anak.
Psikoedukasi Psychological Frist Aid (PFA) Pada Mahasiswa Untuk Penanganan Awal Korban Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi Ainurizan Ridho Rahmatulloh; Nanda Yunika Wulandari; Annas Fitria Saadah; Akbar Afif Wicaksono; Verdi; Ilham Jaya Kusuma
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v10i2.28509

Abstract

Kekerasan seksual di lingkungan kampus kini menjadi persoalan serius di berbagai negara, termasuk Indonesia. Kasus-kasus tersebut sering kali berakar pada ketimpangan relasi kuasa, kurangnya penghormatan terhadap batasan pribadi, serta minimnya edukasi pencegahan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melaksanakan psikoedukasi psychological frist aid atau PFA bagi mahasiswa sebagai penanganan pertama terhadap kekerasan seksual. Kegiatan ini dilaksanakan melalui beberapa tahap, yakni koordinasi, asesmen lapangan, psikoedukasi, dan praktik PFA. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang bentuk dan dampak kekerasan seksual serta memperkuat kemampuan mereka dalam memberikan bantuan awal kepada korban. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam menangani kasus kekerasan seksual di kampus. Inisiatif ini diharapkan menciptakan lingkungan akademik yang lebih aman, responsif, dan empatik.
Pemberdayaan Pengurus Pondok Pesantren Al-Mustaqim dalam Pencegahan Kekerasan dan Perundungan melalui Focus Group Discussion Alifia Candra Puriastuti; Ulfa Masfufah; Dessy Amelia; Rizqie Putri Novembriani; Dewi Sarirotul Afifa; Maya Anjar Enjelina Tilawah; Elvina Friska Rindani; Adeilia Nanda Fara Salsabela; Nadine Aulia Rahma
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v10i2.28511

Abstract

Latar Belakang: Perundungan di pesantren merupakan permasalahan serius yang dapat mengganggu kesehatan mental, proses belajar, serta hubungan sosial santri. Fenomena ini kerap muncul karena faktor senioritas, perbedaan fisik, maupun perilaku individu yang dianggap lemah, sehingga memunculkan dominasi yang berujung pada praktik kekerasan verbal, fisik, maupun sosial. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk perundungan yang terjadi di Pondok Pesantren Al-Mustaqim serta merumuskan strategi pencegahan yang tepat dalam konteks pendidikan pesantren. Metode: Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research dengan pendekatan Focus Group Discussion bersama dua puluh orang pengurus dan pengajar pondok pesantren. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa perundungan verbal merupakan bentuk yang paling dominan, berupa ejekan, pemberian julukan merendahkan, dan pemanggilan nama yang tidak pantas, sementara perundungan fisik, psikologis, dan sosial juga ditemukan meskipun dengan frekuensi lebih rendah. Pelaku perundungan umumnya adalah santri senior atau sebaya dengan korban, sedangkan pemicunya antara lain rasa superioritas, perbedaan fisik, dan kurangnya pengawasan asrama. Kesimpulan: dari kegiatan ini adalah perlunya intervensi yang bersifat edukatif, suportif, dan preventif dengan menekankan peran guru sebagai teladan akhlak, penguatan komunikasi antarpihak, serta program rutin yang membangun budaya antiperundungan di lingkungan pesantren.
Pemberdayaan Mahasiswa melalui Simulasi Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Komunitas Devi Eka Ratnasari; Mujayanto; Ani Intiyati; Nurul Hindaryani; Taufiqurrahman
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v10i2.28572

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan tingkat risiko bencana tinggi, sehingga diperlukan tenaga kesehatan yang memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat, termasuk mahasiswa gizi. Namun, keterlibatan mahasiswa gizi dalam pelatihan tanggap bencana masih terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi kesiapsiagaan bencana mahasiswa gizi melalui pelatihan berbasis simulasi yang aplikatif dan kontekstual. Metode pelaksanaan meliputi empat fase, yaitu persiapan dan koordinasi, penyusunan modul pelatihan, simulasi lapangan, serta evaluasi dan tindak lanjut. Kegiatan melibatkan 135 mahasiswa dan 10 warga relawan yang berpartisipasi dalam pelatihan logistik pangan, Rapid Health Assessment, penyelenggaraan makanan darurat, dan konseling gizi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan mahasiswa dalam asesmen cepat, distribusi logistik, serta edukasi gizi bagi kelompok rentan. Selain itu, partisipasi masyarakat juga meningkat dalam memahami pentingnya kesiapsiagaan pangan dan gizi saat bencana. Simpulan kegiatan ini menegaskan bahwa pembelajaran berbasis simulasi efektif dalam membangun kapasitas mahasiswa dan masyarakat terhadap penanganan gizi darurat serta dapat dijadikan model pengembangan pendidikan kebencanaan di bidang kesehatan.
Literasi Pacaran Berbasis Kelas sebagai Strategi Pencegahan Kekerasan Seksual Mahasiswa NIna Yuliana; Listyaningsih
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v10i2.28677

Abstract

Kekerasan seksual dalam relasi pacaran merupakan salah satu bentuk kekerasan yang cukup dominan terjadi di lingkungan perguruan tinggi. Data Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa menunjukkan bahwa sebagian besar kasus kekerasan seksual mahasiswa berkaitan dengan relasi pacaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi mahasiswa mengenai bentuk, pelaku, dampak, dan strategi pencegahan kekerasan seksual dalam relasi pacaran melalui intervensi edukatif berbasis kelas. Kegiatan dilaksanakan pada tahun 2025 terhadap 201 mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik melalui sosialisasi interaktif, diskusi partisipatif, media visual edukatif, serta evaluasi menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman mahasiswa pada seluruh indikator literasi dengan capaian antara 66,2% hingga 100%. Program literasi pacaran berkontribusi terhadap peningkatan kesiapsiagaan mahasiswa dalam mengenali risiko kekerasan seksual dalam relasi pacaran dan mendukung penguatan budaya kampus yang aman.
Pengembangan Produk Meja dan Kursi Menggunakan Papan Komposit Sandwich Berbasis Material Lokal Sri Hastuti; Nani Mulyaningsih; Martha Arum Nugraheni; Agung Purnomo; Nurhadi; Catur Pramono; Setya Drana Harry Putra; Muktivani Swastiko; Tardho Hakim; Fajar Paundra
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v10i2.28682

Abstract

Nilai daya jual rendah dan keberadaan serat sabut kelapa yang melimpah di pesisir laut terutama di daerah Klirong, Kebumen. Serat sabut kelapa digunakan pada beberapa produk industri kreatif seperti topi, tas, dan keset lantai. Kayu balsa banyak digunakan pada berbagai kebutuhan furnitur rumah karena memiliki massa yang ringan dan harga murah. Program Pengabdian Unggulan Universitas ini bertujuan untuk melakukan pendampingan warga  dalam pengembangan material serat sabut kelapa untuk pembuatan produk meja dan kursi menggunakan papan komposit sandwich yang berlokasi di Tuguran, Magelang Utara. Bahan komposit digunakan pada program  pengbadian ini yaitu serat sabut kelapa, kayu balsa, resin unsaturated polyester serta katalis. Rangka meja dan kursi menggunakan material baja hollow ST37. Metode pembuatan produk komposit sandwich berpenguat serat sabut kelapa fraksi volume serat 20% dengan core kayu balsa tebal 10 mm dibuat dengan metode cetak tekan menghasilkan energi serat 0,87 J dan ketangguhan impak 0,0176 J/mm². Perakitan rangka meja dan kursi menggunakan metode pengelasan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) dengan arus 100 A. Hasil pembuatan produk menunjukkan bahwa komposit sandwich dengan metode cetak tekan menghasilkan papan komposit sandwich dengan sedikit void dan tidak terjadi delaminasi atau cacat. Pengelasan minim cacat pada parameter  arus 100 ampere, sehingga rangka kursi kuat menahan beban sampai 100 kg yang sudah diuji coba diduduki langsung oleh warga. Pendampingan pembuatan meja dan kursi komposit memberikan manfaat berupa kemampuan warga dalam soft skill dan hard skill dalam pembuatan produk meja dan kursi komposit sandwich yang memiliki daya jual dan kebermanfaatan tinggi.
Optimalisasi Kekuatan Tekan Paving dari Kombinasi Material LDPE dan Multilayer di Bank Sampah Sidoresik Nani - Mulyaningsih; Iqbal Maulana; Umam Nasrullah; Arif Rahman Saleh; Arbye; Farikah
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v10i2.28794

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Bank Sampah Sidoresik, Kabupaten Magelang, yang sebelumnya telah memproduksi paving block berbasis limbah plastik LDPE. Namun, produk yang dihasilkan belum memenuhi standar mutu karena memiliki massa jenis rendah dan kekuatan tekan yang belum memadai, sehingga tidak layak secara komersial. Permasalahan ini menjadi kendala utama dalam peningkatan nilai ekonomi limbah plastik di tingkat masyarakat. Sebagai solusi, tim pengabdian memperkenalkan inovasi formulasi material dengan mengombinasikan plastik LDPE dan limbah plastik multilayer (aluminium–plastik) melalui pendekatan teknis berbasis hasil penelitian terdahulu. Kegiatan dilakukan melalui pelatihan pembuatan paving, pendampingan formulasi bahan, serta pengujian mutu produk. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan, di mana kuat tekan paving mencapai 18,2 MPa dengan massa jenis 2,05 g/cm³ dan tidak lagi terapung pada uji perendaman 24 jam. Selain itu, terjadi peningkatan pemahaman peserta sebesar 41%. Implikasi praktisnya, inovasi ini berpotensi menjadi model pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular di tingkat kabupaten serta mendukung penguatan kinerja bank sampah.