cover
Contact Name
Tanendri Arrizqiyani
Contact Email
p3m@stikes-bth.ac.id
Phone
+6281321180268
Journal Mail Official
jkbth@stikes-bth.ac.id
Editorial Address
Jl.Cilolohan No 36 Tasikmalaya
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
ISSN : 1979004X     EISSN : 26214660     DOI : https://dx.doi.org/10.36465
Core Subject : Health,
This is the an open access journal specialized in Nursing Sciences, Health Analyst, Pharmacy and other relevant fields JKBTH was registered e-ISSN: 2621-4660 with SK no. 0005.26214660/JI.3.1./SK.ISSN/2018 and p-ISSN : 1979-004X with SK no. 0005.07/Jl.3.02/SK.ISSN/2008. JKBTH which was established in 2019 and published 2 (two) times a year in February and August, has been accredited by Directorate General of Higher Education (DGHE) Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Republic of Indonesia.
Articles 361 Documents
SKRINING FITOKIMIA DAN ANALISIS KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS SENYAWA ALKALOID DARI BERBAGAI EKSTRAK KOPI ROBUSTA ( Coffea canephora) Pratita, Anindita Tri Kusuma
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.14 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.222

Abstract

Kopi merupakan komoditi yang banyak terdapat di Indonesia, kafein merupakan senyawametabolit sekunder yang banyak terdapat pada kopi. Kafein merupakan sejenis golongan alkaloidheterosiklik yang dapat berfungsi sebagai stimulant, serta merelaksasi otot polos terutama pada ototpolos bronkus dan stimulus jantung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui rendemenekstrak dari metode maserasi bertingkat, serta kandungan metabolit sekunder ekstrak denganmenggunakan pelarut yang berbeda. Penelitian ini menggunakan kopi robusta yang dilakukan ekstraksidengan menggunakan metode maserasi bertingkat menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat danetanol, masing-masing ekstrak yang dihasilkan kemudian dilakukan skrining fitokimia dan pemantauanektrak dengan menggunakan KLT. Hasil yang didapat dari 200 gram simplisia didapat rendemen nheksansebanyak 35%, etil asetat 31,26% dan etanol 27,68%. Pada skrining fitokimia simplisia, ekstrakn-heksan, etil asetat dan etanol diketahui simplisia dan ekstrak etanol positif mengandung alkaloid,flavonoid, tannin, fenol, monoterpenoid dan seskuiterpenoid, kuinon dan kumarin, Ekstrak etil asetatpositif mengandung alkaloid, flavonoid, kuinon dan kumarin, sedangkan ekstrak n-heksan positifalkaloid, monoterpenoid, seskuiterpenoid dan kuinon. Pada pemantauan ekstrak dengan KLT diketahuialkaloid pada ekstrak n-heksan memiliki RF 0,23, pada ekstrak etil asetat 0,78 dan pada ekstrak etanol0,92
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) SERTA KAITANNYA TERHADAP STATUS KESEHATAN PADA PETUGAS PENGUMPUL SAMPAH RUMAH TANGGA DI KOTA TASIKMALAYA TAHUN 2014 Liswanti, Yane
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.882 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v13i1.34

Abstract

Petugas pengumpul sampah rumah tangga merupakan golongan yang rentan terkena penyakit ataupun kecelakaan akibat kerja. Upaya yang dapat dilakukan untuk menghindari terjadinya Penyakit Akibat Kerja dan kecelakaan kerja adalah dengan Alat Pelindung Diri (APD). Namun demikian pada kenyataannya masih banyak tenaga kerja yang masih belum mengenakannya saat bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan  penggunaan APD serta kaitannya terhadap status kesehatan.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian mixed method dengan strategi embedded concurent. Penelitian kuantitatif dilakukan dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah responden sebanyak 86 orang.  Penelitian kualitatif dilakukan wawancara mendalam kepada Kepala seksi Pelayanan Kebersihan dan Kepala Bidang Kebersihan. Analisis data menggunakan analisis Structural Equation Modeling (SEM) yang berbasis varians yaitu Partial Least Square (PLS).Hasil penelitian menunjukan faktor-faktor yang berpengaruh pada faktor pemungkin adalah masih kurangnya sarana penunjang APD, belum tersedia SOP mengenai APD, sedangkan pada faktor penguat disebabkan belum adanya sosialisasi mengenai APD, pengawasan yang masih kurang, tidak ada sanksi maupun reward bagi yang patuh maupun tidak patuh menggunakan APD. Status kesehatan dipengaruhi faktor predisposisi, faktor pemungkin, faktor penguat dan kepatuhan penggunaan APD sebesar 45,7% sedangkan 54,3% dipengaruhi variabel lain. Status kesehatan dipengaruhi oleh faktor predisposisi (umur, lama kerja, tingkat pendidikan, pengetahuan,sikap), faktor pemungkin (ketersediaan sarana),  faktor penguat (dukungan atasan dan rekan kerja) dan kepatuhan penggunaan APD. Kata kunci : Faktor pemungkin, faktor penguat, faktor predisposisi, kepatuhan,  status kesehatan
AKTIVITAS HEMOSTATIK EKSTRAK ETANOL DAUN ANDONG (Cordyline fruticosa [L.] A.Cheval) TERHADAP MENCIT JANTAN GALUR SWISS-WEBSTER Nofianti, Tita; Constantia, Constantia; Nuraini, Dewi; P, Deden Gugy; P, Khairul Yudha; Suseno, Ariska
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 16, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.603 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v16i1.174

Abstract

Pengujian aktivitas hemostatik dari ekstrak etanol daun andong (Cordyline fruticosa [L.] A.Cheval) dilakukan untuk menggali potensi daun andong dalam penggunaannya sebagai hemostatik yang berasal dari bahan alam. Pengujian aktivitas hemostatik ini menggunakan tiga dosis uji ekstrak etanol daun andong yaitu 0,0027456 g/20 g BB mencit (dosis I), 0,0054912 g/20 g BB mencit (dosis II), 0,0109 g/20 g BB mencit (dosis III). Selain ketiga dosis uji digunakan pula tiga pembanding yaitu kontrol normal, kontrol negatif, dan kontrol positif. Hasil yang didapat bahwa ekstrak etanol daun andong yaitu 0,0027456 g/20 g BB mencit (dosis I), 0,0054912 g/20 g BB mencit (dosis II), 0,0109 g/20 g BB mencit (dosis III). Mempunyai aktivitas hemostatik dengan menurunkan waktu pendarahan, memperlama waktu koagulasi, serta mempercepat waktu protombin.
OLA KONSUMSI MAKANAN PADA ANAK AUTISME rukmasari, Erna arum
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.272 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v19i2.504

Abstract

Saat ini prevalensi anak autisme meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 1987 jumlah anak autismediperkirakan 1:5000. Jumlah ini meningkat dengan pesat, pada tahun 2005 menjadi 1:160, dan tahun2014 WHO mengidentifikasi 1 dari 68 anak mengalami autisme (1 dari 42 anak laki-laki dan 1 dari189 anak perempuan). Kondisi yang sering terjadi pada anak autisme adalah gangguan pencernaan danpenyimpangan metabolisme yang menyebabkan gluten dan kasein tidak bisa dicerna dan berubahmenjadi peptida yang bisa meracuni otak dan memberi efek pada gangguan fungsi otak, sehingga anakmenjadi hiperaktif. Terapi diit merupakan salah satu terapi yang dapat dilakukan di rumah dengan caramenghindari berbagai jenis makanan yang mengandung gluten, kasein, jamur, dan makanan yangmengandung zat aditif, sehingga pengaturan pola makan perlu mendapat perhatian. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui pola konsumsi makanan pada anak autisme di SLBN 1 Garut. Penelitianini menggunakan rancangan crossectional dengan sampel penelitian total populasi yaitu seluruh siswaSLBN 1 Garut penyandang autisme. Pola konsumsi makanan dikumpulkan dengan metode food recalldan food frekwensi yang diolah dengan program NutriSurvey dan dianalisis secara deskriptif. Hasilpenelitian menunjukkan rata-rata asupan energi sebanyak 1673,863 Kcal, asupan protein 63,113 gram,asupan lemak 61,100 gram, dan asupan karbohidrat sebanyak 255,250 gram. Sepuluh jenis makananyang paling banyak dikonsumsi anak autisme di SLB N 1 Garut adalah susu, es krim, nugget, sosis,biskuit, mie instan, roti, keju, youghurt, dan jus buah. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa anakautisme di SLB Negri 1 Garut memiliki rata-rata asupan protein, lemak dan karbohidrat di bawahkebutuhan yang seharusnya, dan mengkonsumsi makanan yang mengandung gluten, kasein danjamur/fermentasi.Disarankan orang tua untuk meningkatkan pemberian nutrisi dan membatasi pemberian makanan yangmengandung gluten, kasein dan mengandung zat aditif, serta menggantinya dengan makanan yanglebih sehat.
DESAIN DAN PEMODELAN MOLEKUL TURUNAN 1,3-DIBENZOIL TIOUREA SEBAGAI INHIBITOR CHK1 SECARA IN SILICO Ruswanto, Ruswanto
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.671 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v9i1.89

Abstract

Pencarian obat antikanker terus dilakukan salah satunya pencarian inhibitor Check point kinase 1 yang mampu meningkatkan level apoptosis sel kanker. Telah dilakukan skrining virtual inhibitor Check point kinase 1 dari derivat 1,3-dibenzoylthiourea dengan menggunakan perangkat lunak PLANTS 1.1 (Protein-Ligand ANT System). Dari 23 senyawa yang di-docking pada Check point kinase 1 didapat 5 senyawa dengan energi ikatan paling stabil yaitu, 1,3 – bis ( { [ 3-dimethylamino ) phenyl ] carbonyl } ) thiourea, 1,3-bis ( { [ 4- (dimethylamino)-3-methylphenyl] carbonyl}) thiourea, 1,3-bis ( { [ 3-(trifluoromethyl) phenyl] carbonyl } ) thiourea, 1,3-bis ( { [ 4-( dimethylamino ) -3- methylphenyl ]carbonyl})thiourea dan 1,3-bis ( {[4-chloro-3- (trifluoromethyl)phenyl] carbonyl})thiourea    dengan  energi  ikatan  berturut  -  turut    -95,6248,  -92.9495,  -92,5560, -92,5509 sedangkan untuk (UCM) native ligand adalah         -95.3636 . Terdapat kesamaan interaksi antara UCM ( native ligand ) yaitu dengan senyawa 1,3 – bis ( { [ 3-dimethylamino ) phenyl ] carbonyl } ) thiourea dimana keduanya berinteraksi dengan 7 residu yaitu Lys 132, Ile 131, Ile 146, Asn 135, His 128,  Leu136 dan Asp 130. Hal tersebut menunjukan bahwa 1,3 – bis ( { [ 3-dimethylamino ) phenyl ] carbonyl } ) thiourea diprediksi memiliki aktivitas inhibitor Check point kinase 1 yang memiliki energi ikatan paling stabil menurut metode docking. Key words: Check point kinase 1, Thiourea, Docking
PERBANDINGAN HASIL PENILAIAN AWAL BAYI BARU LAHIR ANTARA IBU BERSALIN YANG DILAKUKAN DAN TIDAK DILAKUKAN HIPNOSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS INDIHIANG KOTA TASIKMALAYA TAHUN 2017 Negara, Adeselpi
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.15 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.254

Abstract

Angka kematian pada bayi baru lahir di Indonesia masih cukup tinggi, dimana salah satu penyebab kematian bayi adalah asfiksia. Kematian bayi di wilayah kerja Puskesmas Indihiang yang disebabkan asfiksia sebesar 4%. Salah satu upaya untuk menanggulangi terjadinya asfiksia pada bayi baru lahir adalah dengan metode nonfarmakologi pada saat ibu bersalin memasuki kala I persalinan diantaranya dengan cara hipnosis. Untuk melihat asfiksia atau tidaknya dilihat dari hasil penilaian awal bayi baru lahir. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan perbedaan hasil nilai awal bayi baru lahir antara ibu bersalin yang dilakukan dan tidak dilakukan hipnosis. Jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif, dengan desain eksperimental semu atau quasy experiment. Rancangan penelitian yang digunakan adalah posttest with control group design. Sampel pada penelitian menggunakan purposivesamplingsebanyak 48 orang. Data diperoleh dengan menggunakan format observasi kemudian dianalisis dengan uji Mann whitney U. Hasil penelitian diperoleh penilaian awal pada bayi baru lahir dari ibu yang diberikan hipsosis sebagian besar termasuk baik yaitu sebanyak 21 orang (70.8%), sedangkan bayi baru lahir dari ibu yang tidak dilakukan hipnosis diperoleh sebagian besar termasuk baik yaitu sebanyak sebanyak 13 orang (54.2%). Hasil uji Mann whitney U diperoleh terdapat perbedaan hasil penilaian awal antara ibu bersalin yang dilakukan dan tidak dilakukan hipnosis dengan p value 0.012 Kesimpulan dari penelitian ini terdapat perbedaan hasil penilaian awal antara ibu bersalin yang dilakukan dan tidak dilakukan hipnosis. Oleh karena itu bidan dapat melakukan upaya pengurangan rasa nyeri pada ibu bersalin dan menghindari efek trauma psikologi pasca bersalin serta mengurangi angka kejadian asfiksia terhadap bayi baru lahir dengan pemberian hipnosis.
IDENTIFIKASI BAKTERI OXACILLIN RESISTANT STAPHYLOCOCCUS AUREUS (ORSA) PADA ULKUS PENDERITA DIABETES MELLITUS DI RUANG PERAWATAN BEDAH RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) TASIKMALAYA Suhartati, Rochmanah
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.026 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v11i1.56

Abstract

Staphylococcus aureus adalah bakteri kokus Gram positif yang menimbulkan penyakit infeksi pada manusia.Pasien diabetes mellitus yang mempunyai luka terbuka akan lebih mudah mengalami infeksi Staphylococcus aureus. Saat ini telah ditemukan strain Staphylococcus aureus yang resisten terhadap methicillin yang disebut Methicillin ResistantStaphylococcus aureus (MRSA). MRSA disebut juga ORSA (Oxacillin Resistant Staphylococcus aureus).ORSA/MRSA bersifat kebal terhadap beberapa jenis antibiotik sehingga pengobatannya menjadi sulit.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan bakteri ORSA pada ulkus penderita diabetes yang dirawat di ruang perawatan bedah RSUD Tasikmalaya.Metode penelitian ini bersifat deskriptif, dilaksanakan bulan meiterhadap 4 pasien ulkus penderita diabetes melitus yang dirawat di RSUD Tasikmalaya.Dari hasil penelitian didapat dari 4 sampel diperoleh satu sampel resisten terhadap antibiotik oxacillin dengan rata-rata diameter zona hambat 8,5 mm, sedangkan 2 sampel lainnya sensitif dengan rata-rata diameter zona hambat 23.5 mm dan 25,5mm.Kesimpulan dari hasil penelitian yang dilakukan pada ulkus penderita diabetes mellitus yang dirawat di ruang perawatan bedah RSUD Tasikmalaya didapat hasil ditemukannya bakteri MRSA/ORSA dari 4 sampel yang diisolasi terdapat 1 sampel positif ORSA (Oxacillin Resistant Staphylococcus aureus) dengan presentasi sebesar 25 %.
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK SEFALOSPORIN DI RUANG PERAWATAN BEDAH SALAH SATU RUMAH SAKIT DI KABUPATEN TASIKMALAYA Rahayuningsih, Nur
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.162 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v17i1.200

Abstract

Telah dilakukan evaluasi penggunaan antibiotik sefalosporin di ruang perawatan bedah Salah satu Rumah Sakit di Kabupaten Tasikmalaya secara retrospektif dari bulan April 2013- Maret 2014. Pengumpulan data sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkanyaitu meliputi penetapan kriteria obat, kriteria penderita, penetapan standar penggunaan obat untuk dilakukan analisis data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil evaluasi jumlah sefalosforin yang paling banyak digunakan adalah generasi III (98,84%), disusul oleh generasi I (1,16%) dari 86 total antibiotik. Tidak ditemukan adanya ketidaktepatan indikasi, ketidaktepatan dosis antibiotik, ketidaktepatan lama tetapi antibiotik, kasus interaksi obat sefalosforin dengan obat lain, serta kasus duplikasi penggunaan obat sefalosforin. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan antibiotik sefalosforin di RSU Kabupaten Tasikmalaya telah rasional
MOLECULAR DOCKING EMPAT TURUNAN ISONICOTINOHYDRAZIDE PADA MYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS ENOYL-ACYL CARRIER PROTEIN REDUCTASE (InhA) Ruswanto, Ruswanto
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.234 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v13i1.25

Abstract

Mycobacterium tuberculosis enoil-ACP reduktase (InhA) adalah target yang menarik untuk pengembangan obat baru terhadap TBC. InhA adalah target pertama obat isoniazid untuk pengobatan infeksi tuberkulosis. Senyawa yang secara langsung bekerja pada InhA,  tidak memerlukan aktivasi oleh mikobakteri katalase-peroksidase katG adalah kandidat yang menjanjikan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh strain yang resisten terhadap isoniazid (Luckner, 2010). Baru-baru ini, telah dilakukan studi interaksidan toksisitas beberapa senyawa turunan isoniazid (isonicotinohydrazide) dengan InhA dengan metode molecular docking. Semua senyawa di-docking-an menggunakan aplikasi ArgusLab 4.0.1. Proses docking yang dilakukan dengan memilih metode ArgusDock. Validasi docking dengan nilai Root Mean Square Deviation (RMSD) yang diperoleh 1,9457. Analisis hasil docking menunjukkan bahwa senyawa 2,5-Dimethyl-2H-pyrazole-3-carboxylic acid N'-(pyridine-4-carbonyl)-hydrazide (senyawa 4) dapat diprediksi memiliki interaksi yang paling baik daripada senyawa pembanding isoniazid. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa senyawa (4) memiliki aktivitas penghambatan terhadap reseptor InhA. Hasil uji toksisitas menggunakan program ECOSAR (Ecological Structure Activity Relationships) semua senyawa turunan isonicotinohydrazide memiliki nilai LC50 dan EC50 > 100 mg/ L sehingga termasuk dalam kategori rendah karena > 100 mg/ L. Kata kunci  : Docking, isoniazid, InhA,  toksisitas.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KRIM EKSTRAK DAUN MANGGA (Mangifera indica L) Terhadap DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil) Nurdianti, Lusi; Rahmiyani, Ira
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 16, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.124 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v16i1.165

Abstract

Daun mangga ((Mangifera indica L)adalah salah satu tumbuhan yang biasanya ditanam di pekarangan rumah sebagai tanaman obat. Salah satu senyawa yang terkandung di dalamnya adalah flavonoid, isoflavonoid, fenolik, vitamin C dan beta karoten sehingga berpotensi sebagai antioksidan yang dapat berpotensi menghambat radikal bebas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formula yang paling baik dari sediaan krim daun mangga dengan variasi konsentrasi basis setil alkohol. Hasil dari pengujian krim ekstrak daun mangga yang dilakukan selama 28 hari bahwa pengamatan organoleptik, pH dan viskositas pada ketiga formula di dapat hasil yang paling baik adalah formula 3 dengan konsentrasi basis setil alkohol sebesar 12%. Pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH dari ekstrak etil asetat daun mangga diperoleh IC50 adalah 21,79 ppm sedangkan hasil pengujian aktivitas antioksidan pada sediaan krim ekstrak etil asetat daun mangga pada formula 3 didapat nilai IC50 sebesar 50,54 ppm.