cover
Contact Name
Tanendri Arrizqiyani
Contact Email
p3m@stikes-bth.ac.id
Phone
+6281321180268
Journal Mail Official
jkbth@stikes-bth.ac.id
Editorial Address
Jl.Cilolohan No 36 Tasikmalaya
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
ISSN : 1979004X     EISSN : 26214660     DOI : https://dx.doi.org/10.36465
Core Subject : Health,
This is the an open access journal specialized in Nursing Sciences, Health Analyst, Pharmacy and other relevant fields JKBTH was registered e-ISSN: 2621-4660 with SK no. 0005.26214660/JI.3.1./SK.ISSN/2018 and p-ISSN : 1979-004X with SK no. 0005.07/Jl.3.02/SK.ISSN/2008. JKBTH which was established in 2019 and published 2 (two) times a year in February and August, has been accredited by Directorate General of Higher Education (DGHE) Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Republic of Indonesia.
Articles 361 Documents
FORMULASI DAN KARAKTERISASI SNE (SELF NANOEMULSION) BUAH KURMA MUDA SEBAGAI ANTIINFERTILITAS Agustini, Tina; Nurdianti, Lusi
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.285 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v19i2.496

Abstract

Infertilitas masih menjadi masalah kesehatan di dunia termasuk Indonesia. World Health Organization(WHO) secara global memperkirakan adanya kasus infertil pada 8%-10% pasangan, berdasarkangambaran global populasi maka sekitar 50-80 juta pasangan (1 dari 7 pasangan). Orang Arab percayabahwa sari kurma dapat meningkatkan kemungkinan kehamilan, bahkan beberapa orang Indonesia punmempercayai dan telah membuktikannya. Kandungan utama buah kurma yang bekerja sebagaiantioksidan kuat yaitu fenolik dan flavonoid. Antioksidan tersebut berfungsi untuk menghentikanreaksi berantai akibat stres oksidatif yang akan menghasilkan molekul pro-oksidan atau spesiesoksigen reaktif. Antioksidan ini dapat memberikan efek pada kualitas oosit, interaksi sperma dan seltelur, implantasi dan perkembangan embrionik awal. Maka upaya yang dilakukan untuk mengatasipermasalahan tersebut adalah dengan pembuatan formulasi SNEDDS buah kurma muda sebagai antiinfertilitas. Partikel zat aktif yang berukuran kecil akan meningkatkan luas permukaan secarasignifikan sehingga mampu menambah kelarutan, laju disolusi, dan absorpsi zat aktif di dalam tubuh.Hasil SNE yang diperoleh dikarakterisasi menggunakan Particle Size Analyzer, Electrophoretic LightScattering, dan Cone and Plat Brookfield. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan sediaanSNEDDS untuk mengatasi masalah infertilitas melalui penggunaan buah kurma muda, sediaankemudian dikemas dalam bentuk sachet supaya lebih menarik, praktis, mudah dibawa, danmemudahkan dalam penggunaan sehingga diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan pasien dalammeminum obat. Hasil penelitian menunjukkan nanoemulsi ekstrak buah kurma muda yangdikembangkan memiliki ukuran globul 10-20 nm (dengan kurva distribusi ukuran globul normal), nilaiindeks polidispersitas kurang dari 1, dan potensial zeta lebih besar dari (-20) mV.
SINTESIS SENYAWA 1-(4-HEPHTILBENZOIL-3-METILTIOUREA) DAN UJI SITOTOKSISITAS TERHADAP SEL T47D SEBAGAI KANDIDAT ANTIKANKER Ruswanto, Ruswanto; Nugraha, Asep
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.553 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v14i1.123

Abstract

Telah dilakukan sintesis senyawa 1-(4-heptilbenzoil-3-metiltiourea) dari reaksi asilasi antara N-metiltiourea dengan 4-heptilbenzoil klorida dalam pelarut tetrahidrofuran dengan modifikasi metode Schotten Baumann menggunakan refluks selama 8 jam dalam suasana basa. Persentase perolehan kembali hasil sintesis adalah 30,16 %. Kemurnian hasil sintesis ditunjukkan dengan adanya noda tunggal pada KLT dan jarak lebur yang sempit. Identifikasi struktur senyawa hasil sintesis dilakukan dengan menggunakan spektrofotometri Ultraviolet, spektrofotometri Infra Merah, dan spektrometri Resonansi Magent Inti Proton (RMI) yang menandakan bahwa senyawa hasil sintesis merupakan senyawa 1-(4-heptilbenzoil-3-metiltiourea) sesuai dengan perkiraan. Uji sitotoksisitas dilakukan dengan menggunakan metode MTT (3-(4,5-dimetiltiazol-2-il)-2,5-difenil tetrazolium bromid). Dari uji in vitro diperoleh IC50 dari senyawa 1-(4-heptil benzoil-3-metiltiourea) terhadap sel T47D sebesar 27,9 μg/mL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa 1-(4-heptilbenzoil-3-metiltiourea) memiliki potensi sebagai kandidat antikanker. Kata kunci : sintesis, 1-(4-heptilbenzoil-3-metiltiourea), sitotoksisitas, MTT.
ANALISIS Pb dan Cd PADA LIPSTIK YANG BEREDAR DI PASAR KIARACONDONG DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM FATMAWATI, FENTI
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 18, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.885 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v18i2.399

Abstract

Dalam penelitian ini kami menganalisis timbal (Pb) dan Cadmium (Cd) pada lipstik yang berasal dari Pasar Kiaracondong Bandung dengan metode Spektrofotometri Serapan Atom. Sampel diambil secara acak dari lipstik terdaftar BPOM dan tidak terdaftar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar timbal logam (Pb) dan kadmium (Cd) pada lipstik di pasar Kiaracondong Bandung serta untuk mengetahui keamanannya dengan mengacu pada ketentuan BPOM di Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan logam berat timbal dan kadmium pada 6 sampel lipstik yang beredar di Pasar Kiaracondong. Ada 4 sampel yang mengandung timbal dengan kadar melebihi batas aman sesuai BPOM. sedangkan 2 sampel lainnya mengandung timbal tapi masih dalam batas aman. Begitu pula kadmium, 6 sampel yang dianalisis mengandung kadmium tapi masih di bawah batas aman sesuai BPOM dan bisa dikatakan aman digunakan.Kata kunci: Cd, lipstick, Pb, SSA
PENETAPAN KADAR FLAVONOID EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN KINA ( Cinchona officinalis L) Srizustika, Diana
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.558 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v11i1.47

Abstract

Latar Belakang dan Tujuan : Daun kina Cinchona officinalis L (family Rubiaceae) adalah tanaman obat yang berasal dari Peru yang tumbuh di Indonesia, memiliki potensi secara tradisional dalam mengobati kudis dan kurap. Penelitian mengenai kajian fitokimia masih sangat terbatas. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui kadar falvonoid pada ekstrak etil asetat daun kina (Chinchona officinalis Cinchona officinalis L. Metode: Ekstraksi dilakukan secara maserasi dengan pelarut etil asetat. Penapisan fitokimia dilakukan terhadap simplisia daun kina dan ekstrak. Penetapan kadar flavonoid dilakukan dengan metoda ordon dengan pembanding kuersetin kemudian diidentifikasi dengan spektrofotometri uv-visibel  Hasil:  Diperoleh kadar flavonoid dari ekstrak etil asetat 0,84% Kesimpulan:  Sehingga daun kina ( Chinchona officinalis L ) tidak direkombinasikan sebagai tanaman penghasil sumber flavonoid yang bersumber dari alam.
PENGGUNAAN EKSTRAK KOMBINASI ANGKAK DAN DAUN JATI SEBAGAI PEWARNA PENUTUP PADA PEWARNAAN GRAM Virgianti, Dewi Peti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.377 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v17i1.191

Abstract

Angkak dan daun jati merupakan bahan alam yang dapat digunakan sebagai pewarna alami karena mengandung pigmen berwarna merah. Kandungan pigmen ini dapat dimanfaatkan sebagai alternatif bahan pewarna dalam pewarnaan bakteri, yaitu sebagai pewarna penutup pada pewarnaan Gram. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ekstrak kombinasi angkak dan daun jati dapat digunakan sebagai pewarna penutup pada pewarnaan Gram. Ekstrak angkak dan daun jati diperoleh dengan melarutkannya dalam alkohol 96%, kemudian dicampurkan dengan kombinasi ekstrak angkak dan daun jati 2:1 dan dioksidasi dengan kalium permanangat hingga mencapai pH netral. Bakteri uji yang diwarnai adalah bakteri Gram negatif Escherichia coli. Dilakukan tiga perlakuan yang berbeda berdasarkan waktu pewarnaan, yaitu perendaman dengan pewarna penutup kombinasi angkak dan daun jati selama 1 menit, 5 menit dan 10 menit. Pengamatan hasil aplikasi penggunaan kombinasi angkak dan daun jati ini dilakukan secara deskriptif meliputi kebersihan lapang pandang, kekontrasan warna dan kesempurnaan bentuk bakteri bila dibandingkan dengan bakteri yang diwarnai dengan menggunakan pewarnaan Gram standar yaitu menggunakan warna penutup basic fuchsin. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa hasil pewarnaan yang cukup baik diperoleh dari perlakukan dengan waktu perendaman pewarna penutup kombinasi angkak dan daun jati selama 10 menit pada proses pewarnaan Gram yang dilakukan, yaitu menunjukkan lapang pandang yang bersih, dan bentuk bakteri yang sempurna dan warna yang cukup kontras meskipun hasil yang diperoleh tidak sebaik pada kontrol. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak kombinasi angkak dan daun jati dapat digunakan sebagai alternatif pewarna penutup pada pewarnaan Gram namun masih memerlukan penelitian lanjutan untuk menyempurnakan formulasinya. 
POTENSI EKSTRAK ETANOL DAUN SIRSAK (Annona squamosal L.) SEBAGAI ANTIFERTILITAS PADA TIKUS PUTIH BETINA GALUR WISTAR Hidayati, Nur Laili Dwi
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.462 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v13i1.16

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol daun srikaya (Annona squamosa L.) sebagai antifertiltas pada tikus putih galur Wistar.  Tikus putih sebanyak 40 ekor umur 2-3 bulan dikelompokkan berdasarkan Rancangan Acak lengkap dengan perlakuan kelompok kontrol negatif, kontrol positif dan  3 dosis uji. Tikus putih diberikan perlakuan selama 15 hari  selanjutnya hewan uji di bedah diambil uterusnya untuk dibuat preparat histologis.  Parameter yang diukur adalah banyaknya fase tiap siklus estrus, berat basah uterus, indeks uterus, diameter uterus dan tebal uterus. Data dianalisis dengan anova dan dilanjutkan uji LSD.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun srikaya dapat menganggu siklus estrus dengan memperpendek fase estrus; memperpanjang fase met-estrus; meningkatkan berat basah uterus, meningkatkan indeks uterus, meningkatkan diameter uterus dan meningkatkan tebal  uterus.  Dosis efektif yang memberikan efek antifertilitas  adalah 0,038mg/200 gram BB tikus. Kata kunci : Ekstrak etanol, antifertilitas, daun srikaya (Annona squamosal L.)
DAYA HAMBAT INFUSUM DAUN SIRSAK (Annona muricata L) TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR Pityrosporum ovale Hidana, Rudy; Fauziyyah, Dinah Kamilah
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 15, No 1 (2016): Pebruari 2016
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.753 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v15i1.156

Abstract

Pityrosporum ovale dalah ragi lipo filik milik flora kulit manusia normal pada orang dewasa. Hal ini tidak hanya saprofit tetapi juga patogen oportunistik terkait dengan: Pityriasis versicolor, Pityrosporum folliculitis, dermatitis seboroik dan beberapa bentuk dermatitis atopik.Daun Sirsak mengandung senyawa aktif saponin dan tannin yang mempunyai efek fungisida dan bakterisida. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya hambat yang dihasilkan infusum daun sirsak (Annona muricata L) terhadap pertumbuhan jamur Pityrosporum ovale.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen.Sampel penelitian ini adalah Pityrosporum ovale yang sudah diremajakan dalam media Sabouraud Dextrose Agar. Menggunakan daun sirsak muda dengan pengenceran infusum daun sirsak antara lain, 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90% dan 100%. Daya hambat diperoleh berdasarkan pengukuran zona hambat yang terbentuk di sekitar kertas cakram dengan menggunakan jangka sorong.Hasil penelitian menunjukan bahwa diameter zona hambat untuk Pityrosporum ovale pada konsentrasi pengenceran infusum daun sirsak 70% (1,90 mm); 80% (3,40 mm); 90% (4,50 mm); dan 100% (5,70 mm).Jadi berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa infusum daun sirsak (Annona muricata L) dapat menghambat pertumbuhan jamur Pityrosporum ovale pada konsentrasi 70%, 80%, 90% dan 100%.
PERAN POSYANDU DALAM PEMBERIAN PROMOSI KESEHATAN DENGAN KECUKUPAN GIZI PADA BALITA DI KECAMATAN TOBELO HALMAHERA UTARA Sujana, Treesia
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 1 (2019): .
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.302 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v19i1.453

Abstract

Status gizi merupakan keadaan keseimbangan antara asupan dan kebutuhan zat gizi yang diperlukan tubuh untuk tumbuh kembang terutama untuk balita. Prevalensi gizi buruk di Provinsi Maluku Utara pada tahun 2009 masih tinggi yaitu 22,8 % untuk itu dibutuhkan peran Posyandu untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan di Desa. Salah satu program Posyandu yang perlu dilaksanakan adalah promosi kesehatan guna mencegah terjadinya gizi buruk dan meningkatkan derajat kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran posyandu dalam pemberian promosi kesehatan terkait kecukupan nutrisi pada balita. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan tipe survei korelasional. Responden  dalam penelitian ini adalah ibu/orang tua yang ditentukan menggunakan purposive sampling. Teknik pengambilan data menggunakan observasi dan pengisian kuesioner. Metode pengolahan data yang digunakan adalah editing, coding dan entry data. Analisa data yang digunakan yaitu analisis univariat untuk karakteristik responden dan analisis bivariat dengan uji korelasional. Hasil penelitian didapatkan tiga tema yaitu (1) promosi kesehatan, (2) status kecukupan gizi balita dan (3) hubungan promosi kesehatan dengan kecukupan gizi pada balita. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan antara promosi kesehatan dengan kecukupan gizi pada balita berdasarkan hasil uji chi square sebesar 0,002. Promosi kesehatan yang berupa pemberdayaan dengan presentasi 71%, bina suasana 72%, advokasi 83%, dan komunikasi 82% semua ini menunjukkan bahwa ibu berespon baik terhadap promosi yang dilakukan oleh tenaga kesehatan sehingga terdapat hubungan dengan sikap ibu dalam perbaikan status gizi pada balita yang memiliki persentasi sebesar 80%. Kata Kunci : Balita, Kecukupan Gizi, Peran Posyandu
UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL KROP KUBIS PUTIH (Brassica oleracea L. var. capitata) TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL DAN TRIGLISERIDA SERUM DARAH TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR Nofianti, Tita; Windiarti, Devi; Prasetyo, Yulius
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.023 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v14i1.113

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang uji aktivitas ekstrak etanol krop kubis (Brassica oleracea L) terhadap kadar kolesterol total dan trigliserida serum darah tikus. Penelitian ini menggunakan 30 ekor tikus jantan galur Wistar dengan berat badan 100-250 gram yang berumur 2-3 bulan. Tikus dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan dan setiap kelompok terdiri dari 5 ekor tikus. Kelompok I (kontrol normal) yang diberi pakan standar dan air minum. Kelompok II (kontrol negatif) yang diberi perlakuan diet lemak tinggi, propiltiourasil 1,8 mg/200 g BB tikus, PGA 2%, pakan standar dan air minum. Kelompok III (kontrol positif) yang diberi diet lemak tinggi, propiltiourasil 1,8 mg/200 g BB tikus, PGA 2%, pakan standar, suspensi simvastatin 0,18 mg/200 g BB tikus, dan air minum. Kelompok IV, V, dan VI (dosis uji) yang diberi sediaan ekstrak etanol krop kubis (Brassica oleracea L) secara oral dengan dosis 0,0185 g/kg BB tikus, 0,0370 g/kg BB tikus, dan 0,074 g/kg BB tikus yang telah di induksi diet lemak tinggi, propiltiourasil 1,8 mg/200 g BB tikus, PGA 2%, pakan standar, dan air minum. Penetapan kadar trigliserida dan kolesterol total dilakukan selama 14 hari dengan menggunakan metode GPO (Glycerol-3-Phosphate Oxidase). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol krop kubis putih (Brassicaoleracea L. var. capitata) berpengaruh terhadap penurunan rata-rata kadar kolesterol total tikus dan dosis yang paling efektif adalah dosis III (0,074 gram/200g BB tikus) dengan presentasi penurunan sebesar 71,35%. Sedangkan pemberian ekstrak etanol krop kubis (Brassica oleracea L) mempunyai aktivitas menurunkan kadar trigliserida serum darah tikus, dan dosis efektif adalah dosis III yang mempunyai nilai persen penurunan kadar trigliserida sebesar 77,66%.Kata kunci : Ekstrak Etanol Krop Kubis, Kolesterol total, Trigliserida, Diet Lemak Tinggi.
PENGARUH EKSTRAK ETANOL BUAH PEPINO TERHADAP KADAR UREUM DAN KREATININ TIKUS PUTIH JANTAN Rahayuningsih, Nur
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.251 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.277

Abstract

Buah pepino (Solanum muricatum. Ait) memiliki banyak aktivitas farmakologi, diantaranya antioksidan, antihiperlipidemia, dan antiulser, namun jika pemakaian dilakukan untuk jangka waktu lama maka senyawa yang terdapat dalam buah pepino akan terakumulasi dalam tubuh. Dengan terjadinya akumulasi dalam tubuh dapat menyebabkan kerusakan banyak organ seperti jantung, hati, terutama ginjal yang berperan sebagai organ ekskresi. Pada penelitian ini Buah pepino (Solanum muricatum. Ait) dijadikan ekstrak kental kemudian diberikan pada tikus jantan putih strain Wistar secara oral selama 28 hari dengan dosis I (0,8514g/Kg BB Tikus), dosis II (1,7028 g/Kg BB tikus), dan dosis III (3,4056 g/Kg BB tikus). Dari penelitian diperoleh bahwa Buah pepino (Solanum muricatum. Ait) dosis 0,8514g/Kg BB Tikus, 1,7028 g/Kg BB tikus, dan 3,4056 g/Kg BB tikus mempunyai pengaruh terhadap kadar ureum, dengan kenaikan paling tinggi dihasilkan oleh dosis 1,7028 g/Kg BB tikus sebesar 109,5%, namun tidak berpengaruh terhadap kreatinin tikus putih jantan.