cover
Contact Name
Tanendri Arrizqiyani
Contact Email
p3m@stikes-bth.ac.id
Phone
+6281321180268
Journal Mail Official
jkbth@stikes-bth.ac.id
Editorial Address
Jl.Cilolohan No 36 Tasikmalaya
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
ISSN : 1979004X     EISSN : 26214660     DOI : https://dx.doi.org/10.36465
Core Subject : Health,
This is the an open access journal specialized in Nursing Sciences, Health Analyst, Pharmacy and other relevant fields JKBTH was registered e-ISSN: 2621-4660 with SK no. 0005.26214660/JI.3.1./SK.ISSN/2018 and p-ISSN : 1979-004X with SK no. 0005.07/Jl.3.02/SK.ISSN/2008. JKBTH which was established in 2019 and published 2 (two) times a year in February and August, has been accredited by Directorate General of Higher Education (DGHE) Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Republic of Indonesia.
Articles 361 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN PENYAKIT MALARIA PADA MASYARAKAT DI DESA KARYAMUKTI KECAMATAN CIBALONG KABUPATEN GARUT PROVINSI JAWA BARAT Farihatun, Atun; Mamdy, Zulazmi
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 15, No 1 (2016): Pebruari 2016
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.267 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v15i1.157

Abstract

Desa Karyamukti merupakan desa yang paling bermasalah dengan penyakit malaria di Kabupaten Garut. Selama dua tahun berturut-turut Annual Parasite Incidence (API) Desa Karyamukti menunjukan High Case Incidence (HCI). Pada tahun 2001 didapatkan API 0,931 ‰. Tahun 2002 naik menjadi 13,737 ‰. Tahun 2003 naik lagi menjadi 40,279 ‰. Perilaku masyarakat sangat berpengaruh terhadap terjadinya penularan malaria. Pencegahan sederhana terhadap penyakit malaria dapat dilakukan antara lain dengan cara tidur menggunakan kelambu, memasang kawat kassa pada lubang-lubang angin, mengolesi badan dengan obat anti nyamuk, memakai obat nyamuk bakar dan pada malam hari tidak berada di luar rumah.Banyak faktor yang dapat mempengaruhi perilaku seseorang diantaranya faktor umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, pengetahuan, sikap dan keterpajanan penyuluhan. Untuk mengembangkan strategi pendidikan kesehatan terhadap perilaku masyarakat, perlu dilakukan identifikasi masalah perilaku sasaran dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Untuk itu dilakukan penelitian terhadap faktor-faktor tersebut.Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dengan besar sampel 220 responden yang dipilih secara simple random sampling. Untuk memperkaya informasi dilakukan focus group discussion terhadap tokoh masyarakat. Analisis data mencakup univariat dan bivariat dengan menggunakan aplikasi analisis chi-square.Hasil analisis memperlihatkan bahwa distribusi responden yang melakukan tindakan pencegahan proporsinya lebih sedikit dibandingkan dengan yang tidak melakukan pencegahan. Analisis bivariat menunjukan bahwa faktor-faktor yang terbukti berhubungan dengan perilaku pencegahan penyakit malaria adalah jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan dan pengetahuan. Sedangkan umur, pendapatan, sikap dan keterpajanan penyuluhan terbukti tidak berhubungan.
RHEUMATOID FACTOR (RF) PADA LANJUT USIA Meri, Meri
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 1 (2019): .
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.689 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v19i1.454

Abstract

Lanjut usia merupakan suatu kelanjutan dari usia dewasa dengan kemunduran fisik, mental sosial sedikit demi sedikit sampai tidak memiliki kemampuan lagi melakukan tugasnya sehari-hari. Semakin tua maka kemungkinan mengalami autoimun semakin besar dibandingkan dengan usia yang lebih muda. Penyakit autoimun salah satunya yaitu Rhematoid Arthritis (RA). Rheumatoid Factor  (RF) merupakan parameter yang dapat mendeteksi sebagain besar adanya RA. RF adalah antibodi terhadap regio Fc di immunoglobulin IgG. Metode penelitian bersifat deksriptif untuk melihat gambaran hasil pemeriksaan RF pada lansia. Pemeriksaan  RF menggunakan metode Slide  Test, yaitu mengamati ada tidaknya aglutinasi. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling sebanyak 21 orang, dengan kriteria lansia yang berumur 60 sampai 74 tahun dan lokasi pengambilan sampel di Limus Agung Ciamis. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 4 sampel (19,05%) dengan RF reaktif dan 17 sampel (80,95%) dengan RF non reaktif dari total 21 sampel. Kesimpulannya adalah sebagian besar  hasil pemeriksaan RF pada lansia adalah non reaktif. Kata kunci : Usia Lanjut, Rheumatoid Factor (RF), Rheumatoid Arthritis (RA).
AKTIVITAS EKSTRAK BUAH BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) TERHADAP PROFIL LIPID TIKUS PUTIH JANTAN Rahayuningsih, Nur; Lestari, Tresna; Nurafia, Fitri; Kharina, Elin
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.466 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v14i1.115

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang aktivitas ekstrak buah buncis (Phaseolus vulgaris L.) terhadap kadar kolesterol total, HDL, LDL dan TG serum darah tikus. Pada penelitian ini digunakan dua batchperlakuan dimana masing-masing batch terdiri dari enam kelompok yaitu normal, negatif, positif, dosis uji satu, dosis uji dua dan dosis uji tiga. Batch pertama untuk menguji aktivitas terhadap kadar kolesterol total, LDL dan HDL dengan Kelompok I (kontrol normal) diberi PGA 1%, kelompok II (kontrol positif) diberi diet tinggi kolesterol, propiltiourasil 0,02% 10 ml/Kg BB tikus dalam suspensi PGA 1% dan obat simvastatin 1,8 mg/200 gram BB tikus dalam suspensi PGA 1%, kelompok III (kontrol negatif) diberi diet tinggi kolesterol, propiltiourasil 0,02% 10 ml/Kg BB tikus dalam suspensi PGA 1%, kelompok IV, V, dan VI (kelompok dosis uji) diberi ekstrak etanol buah buncis (Phaseolus vulgaris L.) dalam PGA 1% secara oral dengan dosis 99,5 mg/200 gram BB tikus, 199 mg/200 gram BB tikus, dan 398 mg/200 gram BB tikus dalam suspensi PGA 1% yang telah di induksi diet tinggi kolesterol, propiltiourasil 0,02% 10 ml/Kg BB tikus. Batchkedua untuk menguji aktivitas terhadap kadarTG denganKelompok I (kontrol normal) diberi PGA 1%, kelompok II (kontrol positif) diberi diet tinggi kolesterol, propiltiourasil 0,02% 10 ml/Kg BB tikus dalam suspensi PGA 1% dan obat simvastatin 1,8 mg/200 gram BB tikus dalam suspensi PGA 1%, kelompok III (kontrol negatif) diberi diet tinggi kolesterol, propiltiourasil 0,02% 10 ml/Kg BB tikus dalam suspensi PGA 1%, kelompok IV, V, dan VI (kelompok dosis uji) diberi ekstrak etanol buah buncis (Phaseolus vulgaris L.) dalam PGA 1% secara oral dengan dosis 94,5 mg / 200 g BB tikus, 189mg/ 200 g BB tikus, 378mg / 200 g BB tikus dalam suspensi PGA 1% yang telah di induksi diet tinggi kolesterol, propiltiourasil 0,02% 10 ml/Kg BB tikus.Penetapan kadar kolesterol total, HDL, dan LDL dilakukan dengan metode CHOD-PAP (Cholesterol Oxidase Para Aminophenazone). Penetapan kadar trigliserida dengan metode Enzymatic Colorimetric Test dengan Glycerol -3- Phosphate Oxidase. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pemberian ekstrak etanol buah buncis (Phaseolus vulgaris L.) mempunyai aktivitas menurunkan kadar kolesterol total dan LDL serta meningkatkan kadar HDL serum darah tikus dengan dosis efektif adalah dosis II (199 mg/200 gram BB tikus 199 mg/200 gram BB tikus) dengan persen efektivitas penurunan kadar kolesterol total 123,2%, LDL 132,9% dan peningkatan kadar HDL 140,6%. Dan ekstrak etanol buah buncis (Phaseolus vulgaris L.) dosis III (378mg / 200 g BB tikus) mempunyai aktivitas menurunkan kadar TG dengan persentase sebesar 67,97%.Kata kunci: Ekstrak Etanol Buah Buncis, Kolesterol Total, High Density Lipoprotein (HDL) , Low Density Lipoprotein(LDL), Trigliserida
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA MAHASISWA PRODI DIII ANALIS KESEHATAN STIKes BTH TASIKMALAYA Liswanti, Yane
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.027 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.278

Abstract

Tenaga Kesehatan membutuhkan Alat Pelindung Diri (APD) Ketika praktik untuk mengurangi risiko tertular penyakit. Kegiatan laboratorium kesehatan mempunyai risiko berasal dari faktor fisik, kimia, ergonomik dan psikososial.Variasi, ukuran, tipe dan kelengkapan laboratorium menentukan kesehatan dan keselamatan kerja. Petugas laboratorium merupakan orang pertama yang terpajan terhadap bahan kimia yang merupakan bahan toksik korosif, mudah meledak dan terbakar serta bahan biologi. Pengunaan APD pada analis merupakan salah satu bagian dari usaha menyediakan lingkungan yang bebas dari infeksi sekaligus sebagai upaya perlindungan dari sampel pasien terhadap penularan penyakit, karena Penggunaan APD saat penanganan spesimen pun kadang-kadang terabaikan.Penelitian ini bersifat deskriftif korelasi dengan tujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap terhadap perilaku penggunaan APD. Penelitian melibatkan 181 mahasiswa prodi DIII Analis Kesehatan sebagai responden dengan menggunakan teknik quota sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang berisi tentang pengetahuan, sikap dan perilaku penggunaan APD.Hasil penelitian ini menunjukkan tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku penggunaan APD (p=0,289, α=0,05). Terdapat hubungan signifikan antara sikap dengan perilaku penggunaan APD (p=0,004, α=0,05).Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan tentang APD tidak mempengaruhi perilaku penggunaan APD namun sikap dapat mempengaruhi perilaku penggunaan APD pada mahasiswa.
PENGARUH INFUSA BUAH TERONG CEPOKA TERHADAP KONSENTRASI SPERMATOZOA TIKUS PUTIH JANTAN Nofianti, Tita
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.123 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v12i1.80

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh infusa buah terong Cepoka terhadap konsentrasi spermatozoa tikus putih jantan.  Tikus putih sebanyak 20 ekor umur 2-3 bulan dikelompokkan berdasarkan Rancangan Acak lengkap dengan perlakuan kelompok kontrol dan 3 dosis uji. Parameter yang diukur adalah bobot testis basah per 100 g berat  badan tikus; indeks testis dan konsentrasi spermatozoa. Data dianalisis dengan Anava (α = 0,05) dan dilanjutkan uji LSD.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian infus buah terung Cepoka belum dapat menurunkan bobot testis, indeks testis dan konsentrasi spermatozoa secara signifikan
PENGARUH IMPLEMENTASI KEBIJAKAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) RUMAH SAKIT TERHADAP KUALITAS PELAYANAN DI INSTALASI FARMASI RS.dr.SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA Soeherman, Maman
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 18, No 1 (2018)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.444 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v18i1.312

Abstract

Masalah pokok dalam penelitian ini adalah masih belum optimalnya pengelolaan pelayanan kesehatan standar misalnya : staf pelaksana pelayanan kurang bekerja cermat dan pengendalian kualitas pelayanan kesehatan masih rendah. Mengingat Standar Pelayanan Farmasi Rumah Sakit masih bersifat umum, maka untuk membantu pihak rumah sakit dalam mengimplementasikan Standar Pelayanan Rumah Sakit tersebut perlu dibuat Standar Pelayanan Farmasi di Rumah Sakit. Sehubungan dengan berbagai kendala sebagai disebut di atas, maka sudah saatnya pula farmasi rumah sakit menginventarisasi semua kegiatan farmasi yang harus dijalankan dan berusaha mengimplementasikan secara prioritas dan simultan sesuai kondisi rumah sakit. Atas dasar pemikiran dan pertimbangan itu, peneliti berkeinginan meneliti lebih lanjut dalam bentuk penelitian tesis dengan judul “Pengaruh Implementasi Kebijakan Standar Pelayanan Minimal  Terhadap Kualitas Pelayanan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya”. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini  adalah metode deskriptif analisis yang menggambarkan secara akurat sifat-sifat dari beberapa fenomena kelompok maupun fenomena individu dalam menentukan terjadinya suatu keadaan untuk meminimalisasi bias dan memaksimalkan reliabilitas. Analisis dalam pengolahan data menggunakan analisis jalur (Path Analisys). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan Standar Pelayanan Minimal di Rumah Sakit dr.Soekardjo  Kota Tasikmalaya dinilai cukup baik, artinya implementasi kebijakan Standar Pelayanan Minimal belum sepenuhnya dilaksanakan oleh bagian instalasi farmasi. Demikian pula, kualitas pelayanan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya cukup baik, sehingga kepuasan pasien belum optimal tercapai. Berdasarkan hasil pengujian statistik diperoleh bahwa baik secara parsial maupun simultan terdapat pengaruh yang signifikan antara implementasi kebijakan Standar Pelayanan Minimal terhadap kualitas pelayanan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit dr.Soekardjo Kota Tasikmalaya.
RHEUMATOID FAKTOR (RF) & MENOPAUSE Nureliya, Siti; Meri, Meri
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.235 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v19i2.515

Abstract

Menopause merupakan kondisi berhentinya menstruasi, dimana ovarium berhenti memproduksi sel telur. Pada wanita terdapat hormon estrogen yang bisa merangsang respon imun yang akan meningkatkan aktivasi sel B sambil meregulasi-turun sel T supresor. Rheumatoid Faktor (RF) yaitu antibodi terhadap region Fc immunoglobulin IgG. Rheumatoid Arthritis (RA) merupakan suatu penyakit autoimun yang biasanya mengenai persendian (tangan dan kaki), secara simetris akan mengalami peradangan, sehingga menyebabkan terjadinya pembengkakan, nyeri dan kerusakan bagian dalam sendi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui RF pada wanita menopause dengan kriteria wanita menopause yang berumur 45 tahun sampai 55 tahun. Metode penelitian ini bersifat deksriptif dengan pemeriksaan menggunakan parameter RF secara aglutinasi latex (metode Latex Slide Test) dan mengamati ada tidaknya aglutinasi. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling sebanyak 30 orang. Hasil penelitian yaitu sebanyak 23% (7 orang) yang RF reaktif dan 76% (23 orang) yang RF non reaktif. Kesimpulannya yaitu RF pada wanita menopause sebagian besar non reaktif.
GAMBARAN PEMINUM KOPI PADA PASIEN PENDERITA DIABETES MELLITUS DI RUANG VI PENYAKIT DALAM RSUD DR. SOEKARDJO TASIKMALAYA Kurniasih, Eli
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.054 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v13i1.8

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang dihubungkan dengan kekurangan secara absolut atau relatif dari kerja dan atau sekresi insulin yang bersifat kronis dengan ciri khas hiperglikemia/peningkatan kadar glukosa darah di atas nilai normal. Bagaimana gambaran peminum kopi pada pasien penderita Diabetes Mellitus di RSUD Dr. Soekardjo Tasikmalaya ? .  Tujuan Khusus penelitian ini adalah pertama, mengetahui jumlah penderita DM yang mengkonsumsi kopi dengan gula. Kedua, mengetahui jumlah penderita DM yang  mengkonsumsi kopi tanpa gula. Ketiga mengetahui frekuensi minum kopi pada  penderita DM dalam sehari. Banyak yang masih menganggap bahwa penyakit hanya timbul karena faktor keturunan. Namun sesungguhnya setiap orang dapat mengidap penyakit DM ini, baik tua maupun muda. Banyak penderita Diabetes yang tidak menyadari dirinya mengidap penyakit yang sering disebut penyakit Gula atau Kencing manis ini. Hasil penelitian diketahui proporsi laki-laki  (65 %) yang menderita DM  peminum kopi lebih banyak daripada wanita (35%) dengan rentang usia antara 33 s.d 62 tahun. Hasil penelitian diketahui 93% atau 13 orang penderita dari 14 peminum kopi dan hanya 7 % saja yang tidak meminum kopi atau 1 orang penderita, hasil penelitian ini menunjukan bahwa hampir sebagian besar pasien penderita DM yang di rawat di Ruang VI adalah peminum kopi, dengan frekuensi lebih dari 3 cangkir sehari. Kata Kunci : Diabetes Mellitus, Peminum Kopi
EFEKTIFITAS BEBERAPA MERK MINYAK KAYU PUTIH TERHADAP MORTALITAS Pediculus humanus capitis SECARA IN VITRO Virgianti, Dewi Peti; Rahmah, Lia Aulia
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 15, No 1 (2016): Pebruari 2016
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.959 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v15i1.148

Abstract

Pediculus humanus capitis atau kutu kepala merupakan ektoparasit penyebab pedikulosis pada manusia. Pada saat menghisap darah hospesnya, kutu kepala mengeluarkan sekret yang menimbulkan iritasi jaringan pada kulit kepala sehingga menimbulkan gatal yang hebat. Selama ini kutu kepala dapat dimatikan dengan obat pedikulosida kimiawi seperti lindane dan permethrin 1%, tetapi menimbulkan efek samping khususnya terhadap gangguan kesehatan manusia dan timbulnya resistensi serangga terhadap insektisida. Minyak kayu putih mempunyai kandungan kimia yang bersifat insektisida diantaranya cineol yang dapat digunakan sebagai pedikulosida nabati. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas beberapa merk minyak kayu putih terhadap mortalitas kutu kepala.Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi STIKes BTH Tasikmalaya dan Pondok Pesantren “Z”di Kota Tasikmalaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, yaitu dengan meletakkan 10 ekor kutu kepala dewasa pada kertas saring yang telah dijenuhkan dengan minyak kayu putih di dalam cawan petri. Mortalitas kutu kepala diamati berdasarkan waktu. Pengujian dilakukan secara duplo menggunakan 4 merk kayu putih. Dilakukankan pula pengujian kontrol menggunakan akuades serta kontrol menggunakan obat sintetis kimia dengan senyawa aktif permethrin sebagai pembanding.Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak kayu putih dengan merk “A”, “B”, “C” dan “D” memberikan tingkat mortalitas yang tinggi yaitu menyebabkan 100% kematian kutu kepala yang diuji dengan waktu kurang dari 5 menit. Minyak kayu putih merk “A” memberikan tingkat mortalitas tercepat dengan rata-rata waktu yang dibutuhkan 3 menit 23 detik. Pada kontrol tidak terjadi mortalitas selama proses pengujian dan bahkan tetap hidup ± 29 jam 50 menit setelah pengujian, sedangkan pada kontrol obat sintetis kimia mortalitas 100% terjadi setelah 2 jam waktu pengujian.Dari hasil penelitian diketahui bahwa minyak kayu putih dengan merk “A”, “B”, “C” dan “D” memberikan tingkat mortalitas tinggi terhadap kutu kepala dewasa dan lebih efektif dari segi waktu dibandingkan dengan kontrol akuades dan pedikulosida sintetis kimia dengan senyawa aktif permethrin sehingga bisa digunakan sebagai salah satu alternatif pedikulosida nabati.Kata kunci : Pediculus humanus capitis, minyak kayu putih, pedikulosida.
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA LEMAK YANG TERDAPAT PADA AYAM GORENG CEPAT SAJI YANG BEREDAR DI KOTA TASIKMALAYA Hernawan, Edi
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 1 (2019): .
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.501 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v19i1.444

Abstract

Makanan merupakan kebutuhan pokok manusia agar dapat melangsungkan hidup. Perubahan jaman mendorong manusia bersikap lebih praktis tidak terkecuali urusan makanan sehingga saat ini menjamur fastfood di seluruh penjuru negeri. Fastfood umumnya merupakan produk impor yang berasal dari negara lain sehingga kehalalan produknya masih harus diuji. Oleh karena itu, tidak jarang isu kehalalan suatu produk muncul di negara Indonesia sebagai negara yang mayoritas penduduknya muslim. Salah satu masalah yang krusial adalah pada produk makanan terutama fastfood yang banyak digemari. Isu yang muncul adalah adanya kandungan lemak babi pada fastfood ayam goreng yang beredar di Indonesia tidak terkecuali di Tasikmalaya. Oleh karena itu, perlu dilakukan sebuah analasis untuk menguji kebenarannya sehingga masyarakat tidak ragu lagi untuk mengonsumsi fastfood yang banyak dijual. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menganalisis kandungan lemak babi pada makanan adalah metode Gas Chromatography Mass Spectrometry (GC-MS). Metode ini merupakan gabungan metode gas kromatografi dengan metode massa spektrometri dimana hasil akhir dari analisis ini berupa spectrum massa dari masing-masing sampel yang diteliti akan dibandingkan dengan library WILLEY147 & NIST47 yang terdapat pada software GCMS postrun analysis (Janusz, Czarniecki., 1998). Hasil dari penelitian ini adalah adanya perbedaan karektiristik fisikokimia lemak yang terkandung pada ayam goreng cepat saji yang beredar di Kota Tasikmalaya dengan lemak babi sehingga dapat diaktakan bahwa ayam goreng fastfood yang beredar di Kota Tasikmalaya tidak mengandung lemak babi. Kata Kunci : Ayam Goreng Fastfood, GC-MS, Lemak Babi