cover
Contact Name
Muhammad Ilham
Contact Email
muhammadilham@iainkendari.ac.id
Phone
+6285395492216
Journal Mail Official
jurnalatadib@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Kendari Jln. Sultan Qaimuddin, No. 17 Baruga Kendari, Sulawesi Tenggara, Indonesia
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Al-Ta'dib: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan
ISSN : 19794908     EISSN : 25983873     DOI : https://doi.org/10.31332/
Core Subject : Education,
Al-Tadib: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan is a forum publishing original articles related to research-based education or Islamic education. It is published by Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Kendari (Faculty of Education and Teaching, IAIN Kendari). This journal is for professionals, academics, researchers, and scholars whose empirical work focuses on curriculum, teaching methodology, learning activity, teaching media, learning approaches, learning achievement, character education, evaluation in education and the relationship between Islam and education. Authors are welcomed to submit their manuscripts for publication. Al-Tadib: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan publishes articles on education in any area of study twice a year, every June and December. This journal charges no fees for publication.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Search results for , issue "2013: Vol. 6 No. 1 Januari - Juli 2013" : 15 Documents clear
PEMBELAJARAN DALAM KONSEP TEKNOLOGI PENDIDIKAN Aliwar Aliwar
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan 2013: Vol. 6 No. 1 Januari - Juli 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v6i1.287

Abstract

Masih terdapat kekeliruan dalam memamahami bahwa ciriutama teknologi pendidikan adalah adanya peralatan/sarana canggihdalam proses pendidikan. Harus dibedakan antara teknologipendidikan dengan “teknologi dalam pendidikan”. Teknologi dalampendidikan memang menuntut adanya sarana (telepon, faksimili,komputer dsb.) dalam kegiatan lembaga pendidikan. Teknologipendidikan tidak menuntut adanya sarana tersebut, melainkanmenekankan pada adanya proses untuk memperoleh nilai tambah. Ialahir dari suatu gejala dimana terdapat: 1) Adanya sejumlah besarorang yang belum terpenuhi kesempatan belajarnya, baik yangdiperoleh melalui suatu lembaga khusus, maupun yang dapatdiperoleh secara mandiri. 2) Adanya berbagai sumber baik yang telahtersedia maupun yang dapat direkayasa, tetapi belum dapatdimanfaatkan untuk keperluan belajar. 3) Perlu adanya suatu usahakhusus yang terarah dan terencana untuk menggarap sumber-sumbertersebut agar dapat terpenuhi hasrat belajar setiap orang. 4) Perluadanya pengelolaan atas kegiatan khusus dalam mengembangkan danmemanfaatkan sumber untuk belajar tersebut secara efektif, efisiendan selaras.Secara operasional, teknologi pendidikan dapat dikatakansebagai proses yang bersistem dalam membantu memecahkanmasalah belajar pada manusia. Kegiatan yang bersistem mengandungdua arti, yaitu pertama yang sistemik atau beraturan, dan kedua yangsistemik atau beracuan pada konsep sistem. Oleh karena itu, konsepsisistem pembelajaran sangat perlu dilakukan agar tercapai apa yangmenjadi sebuah target kesuksesan dalam belajar.Kata Kunci: Pembelajaran dan teknologi pendidikan.
TEORI PERKEMBANGAN KOGNITIF JEAN PIAGET Sitti Aisyah Mu'min
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan 2013: Vol. 6 No. 1 Januari - Juli 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v6i1.292

Abstract

Perkembangan kognitif adalah tahapan-tahapan perubahan yangterjadi dalam rentang kehidupan manusia untuk memahami,mengolah informasi, memecahkan masalah dan mengetahuisesuatu. Jean Piaget adalah salah satu tokoh yang menelititentang perkembangan kognitif dan mengemukakan tahapantahapanperkembangan koginitif. Tahapan-tahapan tersebutadalah tahap sensory motorik (0–2 tahun), pra-operasional (2–7tahun), operasional konkret (7–11 tahun) dan operasional formal(11–15 tahun). Dalam memahami dunia secara aktif, anakmenggunakan skema, asimilasi, akomodasi, organisasi danequilibrasi. Pengetahuan anak terbentuk secara berangsur sejalandengan pengalaman tentang informasi-informasi yang ditemui.Menurut Piaget, anak menjalani urutan yang sudah pasti daritahap-tahap perkembangan kognitif. Pada setiap tahap, baikkuantitas maupun kualitas kemampuan anak menunjukkanpeningkatan.Kata Kunci: Perkembangan, kognitif, sensor motorik, adaptasi,akomodasi, dan asimilasi.
PENELITIAN SEBAGAI INSTRUMEN PERBAIKAN KUALITAS KINERJA ORGANISASI PENDIDIKAN SECARA BERKELANJUTAN (CONTINUOUS IMPROVEMENT) Syahrul Syahrul
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan 2013: Vol. 6 No. 1 Januari - Juli 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v6i1.297

Abstract

Organisasi pendidikan memiliki fungsi strategis dalampencapaian tujuan-tujuan pendidikan, sehingga tata kelola yangbaik menjadi kunci dalam pemberian layanan pendidikan yangbaik. Dengan pendekatan sistem dapat dilihat bahwa layananpendidikan yang diberikan oleh sebuah organisasi pendidikanmencakup: input, proses, dan output. Ketiga aspek tersebutmerupakan satu kesatuan sehingga memerlukan perhatian secaramenyeluruh dan serius.Faktor manusia menjadi kunci sukses dalam pemberianlayanan pendidikan yang berkualitas. Output maupun proses yangberkualitas akan menjadi kenyataan jika ditunjang oleh input yangberkualitas tinggi. Salah satu yang selalu menjadi sorotan dalamkonteks ini adalah bagaimana menciptakan kualitas kinerja yangtinggi bagi para penyelenggara organisasi (termasuk organisasipendidikan). Di dalam organisasi pendidikan setidaknya mencakup4 (empat) komponen, yakni pimpinan, guru/dosen, karyawan/stafadministrasi, dan siswa/mahasiswa. Tiga komponen terdahulubekerja bahu membahu (sinergis) dalam menjawab kebutuhansiswa/mahasiswa. Pertanyaannya adalah bagaimana menjawabkebutuhan internal customer itu? Bagaimana mengetahuikebutuhan mereka? Layanan pembelajaran apa yang cocok bagimereka? Bagaimana seharusnya peran pimpinan? Apakah merekabutuh layanan tambahan selain layanan pokok (pembelajaran),bagaimana hubungan dengan masyarakat? Bagaimana persaingandengan lembaga lain? Dan mungkin banyak lagi deretanpertanyaan yang dapat diajukan.Penelitian (riset) memberi jalan bagi insan lembagapendidikan untuk menemukan masalah dan memberi jalan keluarsecara ilmiah terhadap problem-problem keorganisasian.Pengambilan keputusan-keputusan strategis organisasi sejatinya berdasarkan fakta dan data-data empiris, bukan asumsi/praduga,ataupun rekaan. Kualitas kinerja yang baik dan berkelanjutandapat diraih jika kita bekerja berdasarkan kebutuhan riil pemangkukepentingan (stakeholder), dimana kebutuhan tersebut bersifattidak tetap (dinamis) dari waktu ke waktu.Kata Kunci: riset, internal customer, kualitas kinerja, perbaikanberkelanjutan, dan lembaga pendidikan.
PRINSIP-PRINSIP PEMBELAJARAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENDIDIK DAN PESERTA DIDIK St. Hasniyati Gani Ali
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan 2013: Vol. 6 No. 1 Januari - Juli 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v6i1.288

Abstract

Prinsip-prinsip pembelajaran merupakam aspek kejiwaan yangperlu dipahami setiap pendidik selaku tenaga profesional yang memikultanggung jawab besar dalam mencerdaskan anak bangsa.Permasalahannya adalah bagaimana implikasi prinsip pembelajaranterhadap pendidik dan peserta didik. Permasalahan tersebut dikajidengan menggunakan metode library research selanjutnya penarikankesimpulan secara induktif dan deduktif.Prinsip-prinsip pembelajaran secara umum meliputi perhatiandan motivasi keaktifan, keterlibatan langsung, pengulangan, tantangan,perbedaan individu kesemuanya ini dapat berimplikasi terhadappelaksanaan proses pembelajaran. Implikasi terhadap pendidik danpeserta didik yang berhubungan dengan perhatian dan motivasi adalahtampak penguasaan bahan ajar dan penampilan yang menyenangkan.Bagi peserta didik sadar akan perlunya pengembangan secara rutin.Untuk keaktifan, implikasinya bagi pendidik adalah mengaktifkanmereka dengan memberi tugas, sedangkan bagi peserta didik adalahterwujudnya perilaku mencari sendiri sumber informasi yangdibutuhkan. Keterlibatan langsung, perilaku yang dapat terwujud adalahpeserta didik dapat mengerjakan sendiri tugas-tugas yang diberikansehingga dapat memperoleh pengalaman, bagi pendidik perlumerancang aktivitas pembelajaran individual dan kelompok kecil.Pengulangan, implikasinya terhadap pendidik, merancang kegiatanpengulangan yang variatif. Bagi peserta didik adalah terwujudnyakesadaran untuk mengerjakan latihan secara berulang untukmemecahkan masalah. Tantangan, implikasinya bagi pendidikmengolah kegiatan eksperimen sehingga peserta didik terdorong untukmengerjakan eksperimen, berusaha untuk memecahkan masalah sendiriyang sifatnya menantang. Perbedaan individu, implikasinya bagipendidik adalah pemilihan metode, media dengan memperhatikankarakteristik peserta didik. Sedangkan bagi peserta didik implikasinyadapat dilihat dari kegiatannya dalam menentukan tempat duduk,menyusun jadwal belajar.Kata Kunci: Prinsip pembelajaran, implikasi, pendidik danpeserta didik.
MENGGAGAS PONDOK PESANTREN SEBAGAI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM MASA DEPAN YANG MENCERAHKAN Ismail Ismail
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan 2013: Vol. 6 No. 1 Januari - Juli 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v6i1.293

Abstract

Salah satu lembaga pendidikan Islam yang memberikankontribusi untuk bangsa ini adalah pondok pesantren. Pondokpesantren merupakan khas pendidikan Islam yang tertua diIndonesia. Diabad 21 konsep pembaharuan pendidikan lembagapondok pesantren yang lebih baik sudah menjadi keharusan untukmenjawab tantangan zaman.Realitas jika kita teropong lebih dalam bagaimana dinamikalembaga pondok pesantren dulu hingga sekarang, melihat kelemahandan kelebihan yang ada di dalamnya perlu diadakan pembaharuanuntuk menuju pendidikan Islam yang lebih baik. Untuk itu dalam2tulisan ini dibahas tentang bagaimana menggagas lembaga pondokpesantren yang selama ini dikambinghitamkan sebagai pendidikanIslam klasik, tradisional, tertinggal dan fanatik terhadap hal-halyang faktual. Menuju kearah pendidikan Islam yang mencerahkan.Kata Kunci : Pondok pesantren, pendidikan Islam danmasa depan yang mencerahkan.
MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Siti Fatimah Kadir
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan 2013: Vol. 6 No. 1 Januari - Juli 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v6i1.298

Abstract

Sekolah merupakan lembaga sosial yang tidak dapat dipisahkandari lingkungan masyarakatnya, sebaliknya masyarakatpun tidakdapat dipisahkan dari sekolah. Karena keduanya sama-sama memilikikepentingan. Sekolah sebagai lembaga formal yang diserahi amanatuntuk mendidik, melatih dan membimbing anak bangsa (masyarakat)sementara masyarakat adalah stakeholder atau pengguna jasapendidikan.Keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh prosespendidikan di sekolah dan tersedianya sarana dan prasarana sajamelainkan juga ditentukan oleh peran keluarga dan masyarakat.Karena pendidikan adalah tanggung jawab bersama sekolah, keluargadan masyarakat. Maka masyarakat mempunyai peran untuk turutmemikirkan penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Partisipasimasyarakat yang tinggi di sekolah menjadi indikator bahwamanajemen sekolah berjalan dengan baik. Ketika pemerintah dalamhal ini sekolah berdampingan mesra dengan masyarakat dan orang tuaakan memberikan dampak yang besar bagi kemajuan sekolah danakan memberi pengaruh yang besar pula bagi peningkatan prestasibelajar anak di sekolah (salah satu ukuran mutu pendidikan).Upaya melibatkan masyarakat dalam meningkatkan mutupendidikan di sekolah dapat ditempuh dengan cara (1) melakukansosialisasi kepada para pemimpin formal. (2) Melibatkan para pemimpinformal untuk ikut memiliki sekolah/madrasah sebab maju mundurnyalembaga pendidikan akan berdampak pula pada masyarakat setempat.(3) Menunjukkan program langsung, selain mendidik anak-anak dapatpula menunjukkan prestasi yang telah dicapai baik oleh siswa, guruataupun prestasi sekolah secara keseluruhan.Kata Kunci: Mutu Pendidikan dan Pemberdayaan masyarakat.
DAKWAH MELALUI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB Wa Muna
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan 2013: Vol. 6 No. 1 Januari - Juli 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v6i1.289

Abstract

Dakwah dalam pembelajaran bahasa Arab adalah suatu bentukdakwah atau ajakan kepada sesama untuk berbuat suatu kebajikanyang dilakukan melalui proses pembelajaran bahasa Arab. Dalamhal ini contoh-contoh dalam pembelajaran bahasa Arab tersebutdiambil dari ayat-ayat al-Qur’an . Kemudian menjelaskan maknadan kandungan ayat tersebut. Setelah itu dilanjutkan denganpenjelasan materi sesuai pokok bahasan yang akan diajarkan, atausebaliknya menjelaskan materi bahasa Arab terlebih dahulukemudian dilanjutkan dengan penjelasan makna dan kandungan ayattersebut. Sehingga selain peserta didik mendapatkan materi bahasaArab, mereka juga dapat memahami makna dan kandungan ayatayatal-Qur’an yang diambil sebagai contoh dalam materi bahasaArab dimaksud. Untuk mensukseskan hal tersebut di atas, beberapaayat dalam al-Qur’an dapat dijadikan sebagai dasar penerapanmetode dalam pelaksanaannya. Ayat-ayat dimaksud diantaranyaadalah QS. Al-’Alaq ayat 1-5, QS. Al-Baqarah ayat 2, dan QS an-Nahl ayat 89.Kata kunci: Dakwah, pembelajaran dan bahasa Arab.
ECO-PESANTREN; MODEL PENDIDIKAN BERBASIS PELESTARIAN LINGKUNGAN Jumarddin La Fua
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan 2013: Vol. 6 No. 1 Januari - Juli 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v6i1.294

Abstract

Upaya untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan melaluipendidikan lingkungan akan memberikan andil besar dalam mencegahperusakan lingkungan lebih jauh bahkan memperbaiki kerusakan yangsudah terjadi. Pendidikan lingkungan hidup merupakan usahamenumbuhkembangkan dan meningkatkan kesadaran komunitas untukberperilaku ramah terhadap lingkungan sehingga keberlanjutanekosistem tetap terjaga. Salah satu model pendekatan yang dapatdikembangkan adalah pendidikan eco-pesantren. Eco-pesantrenmerupakan model pendidikan yang berusaha untuk menghasilkan santriyang memiliki bekal ilmu yang seimbang antara ilmu duniawi denganilmu ukhrowi, sehingga dapat menyeimbangkan antara ibadahmahdhah dengan ibadah ghairu mahdhah serta dapat menerapkankonsep Islam yang utuh, yaitu rahmatan lil’alamin.Pendidikan berbasis eco-pesanten merupakan kegiatan untukmenjadikan pondok pesantren berbasis ramah lingkungan melaluibentuk-bentuk kegiatan seperti peningkatan pola hidup yang ramahlingkungan, pengembangan unit kesehatan dan lingkungan dalampesantren, memasukkan kurikulum lingkungan dalam pesantren sertamelakukan aksi nyata dalam pengelolalan sampah, air bersih, sanitasidan MCK, yang dapat dijadikan percontohan dan pembelajaran bagimasyarakat sekitarnya. Melalui model pendidikan eco-pesantren inidiharapkan akan melahirkan intelektual Islami yang berorientasi padamutu, berdaya saing tinggi, dan berbasis pada sikap spiritual tetapijuga ikut andil dalam pembangunan bangsa yang memiliki pola pikirberwawasan lingkungan.Kata Kunci: Eco-Pesantren, pendidikan, dan pelestarianlingkungan.
PERANAN KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN Ety Nur Inah
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan 2013: Vol. 6 No. 1 Januari - Juli 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v6i1.299

Abstract

Manusia merupakan makhluk sosial yang hidup berkelompoksaling membutuhkan satu sama lain. Sebagai makhluk sosial danhidup berkelompok dalam kehidupan sehari-hari tentu tidak luputdari interaksi atau komunikasi. komunikasi adalah prosespenyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan atauaudiens baik itu dalam bentuk simbol, lambang dengan harapanbisa membawa atau memahamkan pesan itu kepada masyarakatserta berusaha mengubah sikap dan tingkah laku. Komunikasi jugadigunakan dalam dunia pendidikan dan memiliki peranan yangbegitu penting dalam pendidikan di antaranya, pertama fungsipengawasan, fungsi ini berupa peringatan dan kontrol maupunkegiatan persuasif. Pengawasan dan kontrol ini dapat dilakukanuntuk aktifitas prevensif untuk hal-hal yang tidak diinginkanseperti pemberian bahaya narkoba yang dilakukan melalui mediamasa dan ditunjukan kepada para pelajar dan lebih luas lagi kepadamasyarakat. Kedua fungsi sosial learning, fungsi sosial learning iniadalah melakukan guilding dan pendidikan sosial kepada semuaorang. Fungsi ini memberikan pencerahan kepada masyarakatdimana komunikasi massa itu berlangsung. Dan ketiga fungsipenyampaian informasi. Fungsi ini merupakan proses penyampaianinformasi kepada masyarakat luas umumnya dan khususnyakepada peserta didik dalam hal penyampaian pesan yang berupamateri yang relevan dengan tujuan instruksional pendidikan.Selanjutnya tujuan komunikasi dalam pendidikan, jika kita sebagaipengajar maka kita sering berhubungan dengan pelajar, olehkarena itu, kita bertujuan menyampaikan informasi tentang materipelajaran yang akan diajarkan, agar materi pelajaran yangdisampaikan dapat dimengerti dan dipahami sebagai komunikasiyang kita laksanakan dapat tercapai. Dan ada 6 komponen yangharus digunakan dalam pendidikan yang tidak dapat dipisahkansatu sama lain di antaranya yaitu: sumber (source), komunikator(encoder), pesan (massage), komunikan (decoder), media(channel), effek (hasil).Kata Kunci: Peranan, Komunikasi dan Pendidikan.
ASSESSMENT DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Laode Anhusadar
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan 2013: Vol. 6 No. 1 Januari - Juli 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan suatu upaya untuk memanusiakanmanusia. Artinya, melalui proses pendidikan diharapkan terlahirmanusia-manusia yang baik. Standar manusia yang “baik” berbedapada setiap masyarakat, bangsa atau negara. Hal tersebut disebabkanoleh perbedaan pandangan filsafah yang menjadi keyakinannya.Perbedaan filsafah yang dianut dari suatu bangsa akan membawaperbedaan dalam orientasi atau tujuan pendidikannya.Anak usia dini merupakan anak-anak yang berusia 0-8 tahun,di mana pada periode itu jiwa anak-anak masih bersifat utuh bulatatau total dan belum nampak diferensiasi tri sakti manusia yaitupikiran, rasa dan kemauan. Pada masa kanak-kanak segala dorongan,nafsu diperlukan untuk memenuhi segala keinginannnya. Selainadanya kekuatan yang ada dalam jiwanya, anak-anak juga memilikipancaindera yang merupakan sumber kekuatan untuk memasukkanalam luar ke dalam jiwanya.Penyusunan perencanaan, pelaksanaan proses, dan penilaianmerupakan rangkaian program pendidikan yang utuh, dan merupakansatu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya.Dalam hal ini, penilaian dapat juga sebagai Assessment. Assessmentdibuat untuk mengetahui kemajuan belajar anak dan sebagai teknikpelaporan. Assessment merupakan cara untuk memantauperkembangan belajar anak melalui pemantauan terus menerus dalamberbagai konteks dan berdasarkan apa yang dapat dekerjakan dandihasilkan.Kata Kunci: Pendidikan, Anak Usia Dini dan Assessment.

Page 1 of 2 | Total Record : 15