Al-Ta'dib: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan
Al-Tadib: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan is a forum publishing original articles related to research-based education or Islamic education. It is published by Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Kendari (Faculty of Education and Teaching, IAIN Kendari). This journal is for professionals, academics, researchers, and scholars whose empirical work focuses on curriculum, teaching methodology, learning activity, teaching media, learning approaches, learning achievement, character education, evaluation in education and the relationship between Islam and education. Authors are welcomed to submit their manuscripts for publication. Al-Tadib: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan publishes articles on education in any area of study twice a year, every June and December. This journal charges no fees for publication.
Articles
15 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 6 No. 1 (2013)"
:
15 Documents
clear
FUNGSI SIGAH AL-AMR DALAM PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERBICARA MELALUI METODE RESPON FISIK TOTAL
Mulu, Beti
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 6 No. 1 (2013)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31332/atdb.v6i1.286
Keterampilan berbicara (mah>arah al-kala>m) adalah salah satutujuan ekspresif pembelajaran bahasa Arab yang ingin dicapai dalampembelajaran. Pembelajaran keterampilan berbicara merupakanpembelajaran yang terkait dengan peningkatan kemampuanmenggunakan bahasa Arab secara lisan untuk membantu siswamempelajari dan berlatih berbicara dalam kegiatan belajar mengajaragar siswa memiliki pengalaman individu sehingga mampuberkomunikasi secara lisan dengan menggunakan bahasa Arab.Metode respon fisik total adalah suatu metode pengajaran bahasayang dibangun berdasarkan koordinasi ujaran dan tindakan yangberupaya mengajarkan bahasa melalui kegiatan fisik atau aktivitasmotorik. Bahasa diajarkan dengan cara mengaktifkan seluruh gerakantubuh. Pembelajaran bahasa Arab dengan menggunakan metode responfisik total diarahkan untuk mengembangkan kemampuan berbahasalisan bahasa Arab dengan tidak menggunakan teks pokok khususnyabagi pemula, karena suara guru, tindakan-tindakannya, dan isyaratisyaratnyasudah menjadi dasar yang cukup untuk aktivitas kelas.Aktivitas utama adalah guru memberi perintah dan melakukan perintah.Kata-kata perintah yang digunakan adalah s}igah al-amr untukmenimbulkan tindakan-tindakan dan aktivitas fisik dari para siswa.S}igah al-amr dalam pembelajaran keterampilan berbicarakhususnya bahasa Arab melalui metode respon fisik total berfungsisebagai sentral kegiatan pembelajaran yang meliputi fungsi sebagaibahan ajar, dasar pemerolehan keterampilan berbicara, sumberaktivitas guru dan siswa.Kata Kunci: S}igah al-amr, Pembelajaran Keterampilan Berbicara,dan Metode Respon Fisik Total.
PEMBELAJARAN DALAM KONSEP TEKNOLOGI PENDIDIKAN
Aliwar, Aliwar
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 6 No. 1 (2013)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31332/atdb.v6i1.287
Masih terdapat kekeliruan dalam memamahami bahwa ciriutama teknologi pendidikan adalah adanya peralatan/sarana canggihdalam proses pendidikan. Harus dibedakan antara teknologipendidikan dengan “teknologi dalam pendidikan”. Teknologi dalampendidikan memang menuntut adanya sarana (telepon, faksimili,komputer dsb.) dalam kegiatan lembaga pendidikan. Teknologipendidikan tidak menuntut adanya sarana tersebut, melainkanmenekankan pada adanya proses untuk memperoleh nilai tambah. Ialahir dari suatu gejala dimana terdapat: 1) Adanya sejumlah besarorang yang belum terpenuhi kesempatan belajarnya, baik yangdiperoleh melalui suatu lembaga khusus, maupun yang dapatdiperoleh secara mandiri. 2) Adanya berbagai sumber baik yang telahtersedia maupun yang dapat direkayasa, tetapi belum dapatdimanfaatkan untuk keperluan belajar. 3) Perlu adanya suatu usahakhusus yang terarah dan terencana untuk menggarap sumber-sumbertersebut agar dapat terpenuhi hasrat belajar setiap orang. 4) Perluadanya pengelolaan atas kegiatan khusus dalam mengembangkan danmemanfaatkan sumber untuk belajar tersebut secara efektif, efisiendan selaras.Secara operasional, teknologi pendidikan dapat dikatakansebagai proses yang bersistem dalam membantu memecahkanmasalah belajar pada manusia. Kegiatan yang bersistem mengandungdua arti, yaitu pertama yang sistemik atau beraturan, dan kedua yangsistemik atau beracuan pada konsep sistem. Oleh karena itu, konsepsisistem pembelajaran sangat perlu dilakukan agar tercapai apa yangmenjadi sebuah target kesuksesan dalam belajar.Kata Kunci: Pembelajaran dan teknologi pendidikan.
PRINSIP-PRINSIP PEMBELAJARAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENDIDIK DAN PESERTA DIDIK
Gani Ali, St. Hasniyati
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 6 No. 1 (2013)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31332/atdb.v6i1.288
Prinsip-prinsip pembelajaran merupakam aspek kejiwaan yangperlu dipahami setiap pendidik selaku tenaga profesional yang memikultanggung jawab besar dalam mencerdaskan anak bangsa.Permasalahannya adalah bagaimana implikasi prinsip pembelajaranterhadap pendidik dan peserta didik. Permasalahan tersebut dikajidengan menggunakan metode library research selanjutnya penarikankesimpulan secara induktif dan deduktif.Prinsip-prinsip pembelajaran secara umum meliputi perhatiandan motivasi keaktifan, keterlibatan langsung, pengulangan, tantangan,perbedaan individu kesemuanya ini dapat berimplikasi terhadappelaksanaan proses pembelajaran. Implikasi terhadap pendidik danpeserta didik yang berhubungan dengan perhatian dan motivasi adalahtampak penguasaan bahan ajar dan penampilan yang menyenangkan.Bagi peserta didik sadar akan perlunya pengembangan secara rutin.Untuk keaktifan, implikasinya bagi pendidik adalah mengaktifkanmereka dengan memberi tugas, sedangkan bagi peserta didik adalahterwujudnya perilaku mencari sendiri sumber informasi yangdibutuhkan. Keterlibatan langsung, perilaku yang dapat terwujud adalahpeserta didik dapat mengerjakan sendiri tugas-tugas yang diberikansehingga dapat memperoleh pengalaman, bagi pendidik perlumerancang aktivitas pembelajaran individual dan kelompok kecil.Pengulangan, implikasinya terhadap pendidik, merancang kegiatanpengulangan yang variatif. Bagi peserta didik adalah terwujudnyakesadaran untuk mengerjakan latihan secara berulang untukmemecahkan masalah. Tantangan, implikasinya bagi pendidikmengolah kegiatan eksperimen sehingga peserta didik terdorong untukmengerjakan eksperimen, berusaha untuk memecahkan masalah sendiriyang sifatnya menantang. Perbedaan individu, implikasinya bagipendidik adalah pemilihan metode, media dengan memperhatikankarakteristik peserta didik. Sedangkan bagi peserta didik implikasinyadapat dilihat dari kegiatannya dalam menentukan tempat duduk,menyusun jadwal belajar.Kata Kunci: Prinsip pembelajaran, implikasi, pendidik danpeserta didik.
DAKWAH MELALUI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB
Muna, Wa
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 6 No. 1 (2013)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31332/atdb.v6i1.289
Dakwah dalam pembelajaran bahasa Arab adalah suatu bentukdakwah atau ajakan kepada sesama untuk berbuat suatu kebajikanyang dilakukan melalui proses pembelajaran bahasa Arab. Dalamhal ini contoh-contoh dalam pembelajaran bahasa Arab tersebutdiambil dari ayat-ayat al-Qur’an . Kemudian menjelaskan maknadan kandungan ayat tersebut. Setelah itu dilanjutkan denganpenjelasan materi sesuai pokok bahasan yang akan diajarkan, atausebaliknya menjelaskan materi bahasa Arab terlebih dahulukemudian dilanjutkan dengan penjelasan makna dan kandungan ayattersebut. Sehingga selain peserta didik mendapatkan materi bahasaArab, mereka juga dapat memahami makna dan kandungan ayatayatal-Qur’an yang diambil sebagai contoh dalam materi bahasaArab dimaksud. Untuk mensukseskan hal tersebut di atas, beberapaayat dalam al-Qur’an dapat dijadikan sebagai dasar penerapanmetode dalam pelaksanaannya. Ayat-ayat dimaksud diantaranyaadalah QS. Al-’Alaq ayat 1-5, QS. Al-Baqarah ayat 2, dan QS an-Nahl ayat 89.Kata kunci: Dakwah, pembelajaran dan bahasa Arab.
ASSESSMENT DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
Anhusadar, Laode
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 6 No. 1 (2013)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendidikan merupakan suatu upaya untuk memanusiakanmanusia. Artinya, melalui proses pendidikan diharapkan terlahirmanusia-manusia yang baik. Standar manusia yang “baik” berbedapada setiap masyarakat, bangsa atau negara. Hal tersebut disebabkanoleh perbedaan pandangan filsafah yang menjadi keyakinannya.Perbedaan filsafah yang dianut dari suatu bangsa akan membawaperbedaan dalam orientasi atau tujuan pendidikannya.Anak usia dini merupakan anak-anak yang berusia 0-8 tahun,di mana pada periode itu jiwa anak-anak masih bersifat utuh bulatatau total dan belum nampak diferensiasi tri sakti manusia yaitupikiran, rasa dan kemauan. Pada masa kanak-kanak segala dorongan,nafsu diperlukan untuk memenuhi segala keinginannnya. Selainadanya kekuatan yang ada dalam jiwanya, anak-anak juga memilikipancaindera yang merupakan sumber kekuatan untuk memasukkanalam luar ke dalam jiwanya.Penyusunan perencanaan, pelaksanaan proses, dan penilaianmerupakan rangkaian program pendidikan yang utuh, dan merupakansatu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya.Dalam hal ini, penilaian dapat juga sebagai Assessment. Assessmentdibuat untuk mengetahui kemajuan belajar anak dan sebagai teknikpelaporan. Assessment merupakan cara untuk memantauperkembangan belajar anak melalui pemantauan terus menerus dalamberbagai konteks dan berdasarkan apa yang dapat dekerjakan dandihasilkan.Kata Kunci: Pendidikan, Anak Usia Dini dan Assessment.
MOTIVASI BELAJAR BAHASA ARAB MAHASISWA STAIN KENDARI (Analisis Problem dan Solusinya)
Wahab, Laode Abdul
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 6 No. 1 (2013)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31332/atdb.v6i1.291
Tulisan ini mencoba melakukan analisis kritis permasalahanrendahnya motivasi belajar bahasa Arab mahasiswa STAIN Kendaridan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Permasalahan diungkapsecara gamblang dan dianalisis dengan menggunakan kerangkakonseptual motivasi belajar bahasa. Permasalahan rendahnyamotivasi belajar bahasa Arab diketahui melalui penelitian danberdasarkan hasil refleksi penulis selama menjadi dosen bahasaArab di STAIN. Penulis menawarkan solusi bahwa untukmeningkatkan motivasi belajar bahasa Arab mahasiswa, dapatdilakukan langkah-langkah strategis dan terintegrasi dalam semuaaspek pembelajaran mulai dari input (mahasiswa), tahap prosessampai pada outcomes dan output. Semuanya dibangun dalamkerangka kebijakan pengembangan pembelajaran bahasa Arab yangmotivasional bagi mahasiswa STAIN Kendari.Kata Kunci: Motivasi Belajar, Bahasa Arab, dan Mahasiswa STAIN.
TEORI PERKEMBANGAN KOGNITIF JEAN PIAGET
Mu'min, Sitti Aisyah
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 6 No. 1 (2013)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31332/atdb.v6i1.292
Perkembangan kognitif adalah tahapan-tahapan perubahan yangterjadi dalam rentang kehidupan manusia untuk memahami,mengolah informasi, memecahkan masalah dan mengetahuisesuatu. Jean Piaget adalah salah satu tokoh yang menelititentang perkembangan kognitif dan mengemukakan tahapantahapanperkembangan koginitif. Tahapan-tahapan tersebutadalah tahap sensory motorik (0–2 tahun), pra-operasional (2–7tahun), operasional konkret (7–11 tahun) dan operasional formal(11–15 tahun). Dalam memahami dunia secara aktif, anakmenggunakan skema, asimilasi, akomodasi, organisasi danequilibrasi. Pengetahuan anak terbentuk secara berangsur sejalandengan pengalaman tentang informasi-informasi yang ditemui.Menurut Piaget, anak menjalani urutan yang sudah pasti daritahap-tahap perkembangan kognitif. Pada setiap tahap, baikkuantitas maupun kualitas kemampuan anak menunjukkanpeningkatan.Kata Kunci: Perkembangan, kognitif, sensor motorik, adaptasi,akomodasi, dan asimilasi.
MENGGAGAS PONDOK PESANTREN SEBAGAI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM MASA DEPAN YANG MENCERAHKAN
Ismail, Ismail
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 6 No. 1 (2013)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31332/atdb.v6i1.293
Salah satu lembaga pendidikan Islam yang memberikankontribusi untuk bangsa ini adalah pondok pesantren. Pondokpesantren merupakan khas pendidikan Islam yang tertua diIndonesia. Diabad 21 konsep pembaharuan pendidikan lembagapondok pesantren yang lebih baik sudah menjadi keharusan untukmenjawab tantangan zaman.Realitas jika kita teropong lebih dalam bagaimana dinamikalembaga pondok pesantren dulu hingga sekarang, melihat kelemahandan kelebihan yang ada di dalamnya perlu diadakan pembaharuanuntuk menuju pendidikan Islam yang lebih baik. Untuk itu dalam2tulisan ini dibahas tentang bagaimana menggagas lembaga pondokpesantren yang selama ini dikambinghitamkan sebagai pendidikanIslam klasik, tradisional, tertinggal dan fanatik terhadap hal-halyang faktual. Menuju kearah pendidikan Islam yang mencerahkan.Kata Kunci : Pondok pesantren, pendidikan Islam danmasa depan yang mencerahkan.
ECO-PESANTREN; MODEL PENDIDIKAN BERBASIS PELESTARIAN LINGKUNGAN
Fua, Jumarddin La
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 6 No. 1 (2013)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31332/atdb.v6i1.294
Upaya untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan melaluipendidikan lingkungan akan memberikan andil besar dalam mencegahperusakan lingkungan lebih jauh bahkan memperbaiki kerusakan yangsudah terjadi. Pendidikan lingkungan hidup merupakan usahamenumbuhkembangkan dan meningkatkan kesadaran komunitas untukberperilaku ramah terhadap lingkungan sehingga keberlanjutanekosistem tetap terjaga. Salah satu model pendekatan yang dapatdikembangkan adalah pendidikan eco-pesantren. Eco-pesantrenmerupakan model pendidikan yang berusaha untuk menghasilkan santriyang memiliki bekal ilmu yang seimbang antara ilmu duniawi denganilmu ukhrowi, sehingga dapat menyeimbangkan antara ibadahmahdhah dengan ibadah ghairu mahdhah serta dapat menerapkankonsep Islam yang utuh, yaitu rahmatan lil’alamin.Pendidikan berbasis eco-pesanten merupakan kegiatan untukmenjadikan pondok pesantren berbasis ramah lingkungan melaluibentuk-bentuk kegiatan seperti peningkatan pola hidup yang ramahlingkungan, pengembangan unit kesehatan dan lingkungan dalampesantren, memasukkan kurikulum lingkungan dalam pesantren sertamelakukan aksi nyata dalam pengelolalan sampah, air bersih, sanitasidan MCK, yang dapat dijadikan percontohan dan pembelajaran bagimasyarakat sekitarnya. Melalui model pendidikan eco-pesantren inidiharapkan akan melahirkan intelektual Islami yang berorientasi padamutu, berdaya saing tinggi, dan berbasis pada sikap spiritual tetapijuga ikut andil dalam pembangunan bangsa yang memiliki pola pikirberwawasan lingkungan.Kata Kunci: Eco-Pesantren, pendidikan, dan pelestarianlingkungan.
OPTIMALISASI PERAN LEMBAGA PENDIDIKAN UNTUK MENCERDASKAN BANGSA
Gazali, Marlina
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 6 No. 1 (2013)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31332/atdb.v6i1.295
Lembaga pendidkan adalah suatu wadah untuk membinamanusia, membawa ke arah masa depan yang lebih baik. Setiaporang yang berada pada wadah tersebut akan mengalami perubahandan perkembangan menurut warna dan corak institusi tersebut.Lembaga pendidikan yang dimaksud adalah lembagakeluarga, sekolah dan masyarakat yang memiliki peranan sangatstrategis yang akan menjadi pusat-pusat kegiatan pendidikan untukmenumbuhkan dan mengembangkan potensi anak sebagai makhlukindividu, sosial, susila dan religius. Dengan memperhatikan bahwaanak adalah individu yang berkembang, ia membutuhkanpertolongan dari orang yang telah dewasa, anak harus dapatberkembang secara bebas, tetapi terarah. Pendidikan harus dapatmemberikan motivasi dalam mengaktifkan anak.Anak adalah pemilik hak yang wajib dihormati olehpemangku kewajiban, yaitu orang tua, guru, dan orang dewasalainnya, serta institusi masyarakat bangsa dan negara. Hak anakmerupakan keniscayaan agar anak dapat tumbuh dan berkembangsecara humanis sejalan dengan perkembangan kejiwaannya.Dengan mengoptimalkan peran ketiga lembaga pendidikantersebut dapat dipastikan akan melahirkan anak bangsa yangcerdas. Selanjutnya hanya dari individu yang cerdas akan lahirbangsa yang cerdas yang mampu memecahkan masalahnya sendiri,dengan solusi yang cerdas dan mumpuni.Sehingga impian untuk mencerdaskan bangsa sebagaimanaamanah Undang-Undang Dasar 1945 bisa terwujud manakalaketiga lembaga pendidikan menjalankan perannya secara optimal,karena masing-masing lembaga pendidikan tersebut, mempunyaikaitan tanggung jawab yang terpadu dalam rangka pencapaiantujuan pendidikan nasional.Kata Kunci: Optimalisasi, lembaga pendidikan, dan mencrdaskanbangsa.